PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

dokumen-dokumen yang mirip
TUJUAN DAN KEBIJAKAN. 7.1 Program Pembangunan Permukiman Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kota. No KOMPONEN STRATEGI PROGRAM

Pada akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan Laporan Akhir Sementara ini.

BAB 3 KRITERIA DAN INDIKATOR KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

TUJUAN DAN KEBIJAKAN. 6.1 Dasar Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman Dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan

IDENTIFIKASI KONDISI PERMUKIMAN KUMUH DI KECAMATAN PANCORAN MAS KOTA DEPOK ( STUDI KASUS RW 13 KELURAHAN DEPOK )

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH STUDI

KONSEP PENANGANAN SANITASI DI KAWASAN KUMUH PERKOTAAN

BAB II ATURAN BERSAMA A. ATURAN BERSAMA DALAM MEMBANGUN DAN MENATA (RENOVASI) RUMAH

Matrik Kerangka Kerja Logis Kabupaten Luwu

Bab 3 Kerangka Pengembangan Sanitasi

STRATEGI SANITASI KOTA PAREPARE. Lampiran 5. Deskripsi Program/Kegiatan

3.3 KONSEP PENATAAN KAWASAN PRIORITAS

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

Memorandum Program Percepatan Pembangunan Sanitasi BAB 1 PENDAHULUAN

Identifikasi Permukiman Kumuh Berdasarkan Tingkat RT di Kelurahan Keputih Kota Surabaya

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. prasarana lingkungan di kawasan Kelurahan Tegalpanggung Kota Yogyakarta ini

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

5.1. Area Beresiko Sanitasi

KRITERIA DAN TIPOLOGI PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DASAR PERMUKIMAN DI KELURAHAN MAASING, KECAMATAN TUMINTING, KOTA MANADO

BAB I PENDAHULUAN. dilakukannya penelitian ini terkait dengan permasalahan-permasalahan

DESKRIPSI PROGRAM DAN KEGIATAN

Tersedianya perencanaan pengelolaan Air Limbah skala Kab. Malang pada tahun 2017

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI. 3.1 Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik

LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 2 ANALISIS SWOT

Mendapatkan gambaran tentang kondisi dan rencana penanganan air limbah domestik di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2017

Seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi. Hasil yang diharapkan 1 unit IPLT dibangun dan dapat beroperasi mulai tahun 2018 Rincian Kegiatan

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB 2 Kerangka Pengembangan Sanitasi

PENJELASAN I ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PROGRAM ADIPURA

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PENGEMBANGAN SANITASI

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN. Review Penyusunan Masterplan Air Limbah. Menyediakan dokumen perencanaan air limbah domestik skala Kabupaten

1 Halaman 1. Kabupaten Banyuwangi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia, sebagaimana

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Bab III Kerangka Pengembangan Sanitasi

Hasil Analisa SWOT Kabupaten Grobogan tahun 2016

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN SUMBAWA BARAT 2016

2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah

PROFIL KABUPATEN / KOTA

Rilis PUPR #2 12 November 2017 SP.BIRKOM/XI/2017/555. Sentuhan Infrastruktur PUPR Berupaya Menghapus Wajah Kumuh Kampung Nelayan Tegalsari

Bab 3 Rencana Kegiatan Pembangunan Sanitasi

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

ARAH PEMBANGUNAN SEKTOR SANITASI Disampaikan oleh : Ir. M. Maliki Moersid, MCP Direktur Pengembangan PLP

Penjelasan Substansi. Dokumen Lengkap, ada pada BAB IV

KONDISI LINGKUNGAN PERMUKIMAN PASCA RELOKASI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh; Mengingat : 1. Undang-Undang N

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Kabupaten Balangan. 2.1 Visi Misi Sanitasi

BAB V STRATEGI PRIORITAS PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN CILOSEH

Kata Pengantar. Yogyakarta, Desember Tim Penyusun. Buku Materi Teknis Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi BWP Sedayui

PROFIL KABUPATEN / KOTA

E. DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN E.1. BIDANG AIR LIMBAH. Nama Program/Kegiatan

Permasalahan Mendesak Tujuan Sasaran Strategi Program Kegiatan. Perencanaan menyeluruh pengelolaan sistem air limbah skala Kota.

PENDAHULUAN. waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran

2 RENCANA TATA RUANG WILAYAH KOTA SURAKARTA TAHUN

PROFIL KABUPATEN / KOTA

PENENTUAN INFRASTRUKTUR PRIORITAS DI KECAMATAN PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA. Wahyu Endy Pratista Dosen Pembimbing Putu Gde Ariastita ST

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

DOKUMEN ATURAN BERSAMA DESA KARANGASEM, KECAMATAN PETARUKAN, KABUPATEN PEMALANG

LAPORAN STUDI ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSESSMENT (EHRA) KABUPATEN BANJARNEGARA. Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Banjarnegara

RENCANA PENATAAN LANSKAP PEMUKIMAN TRADISIONAL

STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB VI RENCANA UMUM DAN PANDUAN RANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. dalam pemenuhannya masih sulit dijangkau terutama bagi penduduk berpendapatan

L-3. Kerangka Kerja Logis TABEL KKL. Pemutakhiran SSK Kabupaten Batang L3-1

LAMPIRAN II HASIL ANALISIS SWOT

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

RINGKASAN EKSEKUTIF DIAGRAM SISTEM SANITASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK KABUPATEN WONOGIRI. (C) Pengangkutan / Pengaliran

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN. Respon risiko..., Juanto Sitorus, FT UI., Sumber data : BPS DKI Jakarta, September 2000

DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN

LAMPIRAN V DESKRIPSI PROGRAM/KEGIATAN

BAB III RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI

WALI KOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT

BAB 4 PENYUSUNAN KONSEP. Hirarki Penyusunan Arahan Perancangan. 4.1 Visi pembangunan

2. Program Peningkatan Infrastruktur Air Limbah Domestik Sistem Setempat dan Sistem Komunal

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

PROGRAM PRIORITAS TA.2006

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMUKIMAN PRIORITAS KABUPATEN JOMBANG

BAB 3 KRITERIA DAN INDIKATOR KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

Disampaikan pada Sosialisasi RP2KP/SPPIP Semarang, 5 Juni 2014 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BUKU DATA STATUS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURABAYA 2012 DAFTAR TABEL

PROFIL KABUPATEN / KOTA

BUKU PUTIH SANITASI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT 2014

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMERINTAH KABUPATEN WAKATOBI KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN WAKATOBI

Bab 3: Profil Sanitasi Wilayah

BAB 2 EKSISTING LOKASI PROYEK PERANCANGAN. Proyek perancangan yang ke-enam ini berjudul Model Penataan Fungsi

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

BAB II RANCANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN PLPBK

Transkripsi:

BAB 4 PROFIL KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS Kawasan prioritas yang terpilih selanju Permukiman Kumuh Bandar Kidul yang kawasan sentra industri Bandar Kidul (C Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan (Kaw Kawasan prioritas yang terpilih selanjut Jagalan yang berada pada cluster nom Pakalan-Jagalan (Cluster Nomor 83, 84) Kawasan Prioritas Semampir (Kawasan Kawasan prioritas yang terpilih selanjut Semampir (Nomor Cluster 82). Kawasan Prioritas Kampung Dalem (Kaw Kawasan prioritas yang terpilih dari Kampung Dalem (Nomor Cluster 77 dan Dalam bab ini akan diuraikan mengenai profil kawasan permukiman perkotaan yang perlu diprioritaskan terkait penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Perkotaan Kota Kediri Dalam penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP), maka perlu diketahui kawasan mana saja yang menjadi priorotas dalam strategi pembangunan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Melalui analisis penetapan kawasan permukiman prioritas dengan melakukan pembobotan berdasarkan indikator-indikator yang telah ditentukan, diperoleh terdapat 5 kawasan permukiman prioritas berdasarkan besarnya bobot, yakni sebagai berikut: Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan (Kawasan Nomor 55, 65, 66, 67, 68, 74, 75) Kawasan prioritas yang terpilih dari hasil analisa skoring dan rekomendasi adalah Permukiman Kumuh Kawasan Ngadirejo dengan nomor cluster 74 dan 75 yang diintegrasikan dengan kawasan

Peta 4.1 Kawasan Permukiman Prioritas

4.1 Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan Berdasarkan hasil analisa skoring dan rekomedasi maka kawasan yang pertama terdiri dari Kawasan Permukiman Kumuh Ngadirejo (cluster 74 dan 75), Kawasan Sekitar Industri Besar Dandangan (cluster 55) dan Kawasan Balowerti (cluster 65, 66, 67, 68) yang terintegrasi menjadi suatu kawasan prioritas dengan luas 144,805 Ha. diakibatkan karena karyawan maupun warg dan perkantoran. Semua ini akibat dari multi Pada jalan jalan utamanya diguna bagian dalam nya merupakan kawasan pe (pemukiman dalam gang) 4.1.1 Lokasi Kawasan Kawasan Ngadirejo-Dandangan merupakan kawasan permukiman yang berada di sekitar industri besar Pabrik Rokok Gudang Garam. Kawasan ini berada di timur Sungai Brantas bagian utara Kota Kediri yang mana pembangunannya cukup pesat dibandingkan dengan kawasan yang berada di barat Sungai Brantas. Perkembangan kawasan ini cukup pesat dan padat karena multiplyer effect dari kegiatan industri besar tersebut. Dengan perkembangan tersebut, maka permukimannya cukup padat dan perdagangan jasa juga sangat padat. Selain itu kawasan ini juga dekat dengan pusat kota. Gambar 4.2 Karakteristik 4.1.3 Kondisi Permukiman Kondisi kawasan permukiman pad Kawasan Balowerti merupakan kawasan d hingga 80 %, untuk KLB dan KDB cukup berv 70-140 %. Bangunan pada kawasan ini perm non permanent prosentasenya 15 %, semen baik - sedang. Kondisi lingkungan yang kur hampir tidak terdapat koefisien dasar hijau juga kurang, rata-rata ventilasi hanya pada s

Gambar 4.5 Kondisi Sistem Persam LAPORAN ANTARA 4.1.4 Kondisi Infrastruktur 4.1.4.1 Jalan Jalan merupakan salah satu infrastruktur penunjang yang penting yaitu sebagai penghubung suatu wilayah ke wilayah yang lain sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat. Kondisi jalan yang terdapat di Kawasan Ngadirejo, Industri Besar Dandangan dan Kawasan Balowerti cukup baik mulai dari jalan lingkungan sampai jalan kolektor dengan lebar minimal 3 m dan maksimal 8 m yang telah diperkeras dengan aspal dan semen. Bagi jalan utamanya, hal ini sudah cukup memadai. Tetapi karena padatnya kegiatan pada kawasan ini yang banyak memakan badan jalan, menyebabkan seringnya terjadi kemacetan. Sehingga pergerakan kendaraan besar untuk distribusi hasil pabrik kurang lancar. diangkut ke TPA, dimana tidak terdapat Masyarakat hanya membuang sampah pad tanpa pemilahan terlebih dahulu, sehingga sangat kurang. 4.1.4.2 Air Bersih Gambar 4.4 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat sehingga akses air bersih harus dapat 4.1.4.4 Sanitasi/MCK Umum Sebagian besar masyarakat yang te dan Kawasan Balowerti telah menggunakan Umum dengan IPAL melalui program Sani Dandangan dengan pengguna 95 KK. Un menggunakan sistem on site. Permasalahan

4.1.5 Potensi dan Masalah Potensi yang dimiliki kawasan ini ada aktivitas masyarakat dan sebagai pen permasalahannya adalah Kurang terpelihar tidak dapat berfungsi dengan maksimal, Balowerti dan Dandangan yang tidak dikelo dan Tercemarnya air oleh polutan atau zat b Gambar 4.6 Kondisi Sanitasi/MCK umum Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan 4.1.4.5 Drainase Saluran drainase yang terdapat di Kawasan Ngadirejo, Industri Besar Dandangan dan Kawasan Balowerti terdiri dari saluran terbuka dan tertutup permanen dengan perkerasan berupa semen sedangkan jenisnya berupa drainase lokal baik saluran drainase sekunder yang mengikuti jalan kolektor maupun saluran drainase tersier yang mengikuti jalan lingkungan. Permasalahan yang timbul yaitu saluran drainase belum terkelola dengan baik dan masih banyak terdapat sampah, hal ini dapat menimbulkan hambatan bagi aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan.

Peta 4.2 Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan

Peta 4.3 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan

4.2 Kawasan Prioritas Bandar Kidul Daerah Bandar Kidul merupakan daerah pinggiran kota dan daerah perbatasan. Kawasan Permukiman Kumuh Bandar Kidul (cluster nomor 79) yang diintegrasikan dengan kawasan sentra industri Bandar Kidul (Cluster nomor 28) dengan luas kawasan prioritas mencapai 66,125 Ha. 4.2.1 Lokasi Kawasan Kawasan Bandar Kidul merupakan kawasan permukiman yang berada di sekitar Sentra industri kecil (kain tenun). Jika dilihat dari batas administrasi Kawasan ini berada di selatan Kota Kediri yaitu di daerah pinggiran dan berdekatan dengan Sungai Brantas selain itu juga berdekatan dengan GOR baru Raung. Gambar 4.9 Karakter 4.2.3 Kondisi Permukiman Kondisi kawasan permukiman pad Kawasan Balowerti merupakan kawasan de sedang dengan kepadatan bangunan 70 hin 120 %. Kondisi bangunan baik dan sebagi permanent 20 %, hal ini juga ditunjang denga Gambar 4.8 Lokasi Kawasan Prioritas Bandar Kidul 4.2.2 Karakteristik Kawasan Karakteristik permukiman yang terdapat pada kawasan prioritas Bandar Kidul merupakan permukiman di daerah pinggiran kota, daerah perbatasan dan kawasan di sekitar Sentra Industri Kecil ini. hal ini mengakibatkan adanya permukiman kumuh yang diakibatkan oleh kurang perhatian dalam menangani limbah maupun sistem persampahannya karena kurangnya pembiayaan. Selain itu juga di akibatkan karena kurangnya kesadaran masyarakat yang berada di bantaran Sungai Brantas untuk Gambar 4.10 Kondisi Perm

4.2.4.1 Jalan Kondisi jalan yang terdapat pada kawasan prioritas Bandar Kidul cukup baik dengan lebar jalan 3 hingga 8 meter dengan perkerasan aspal pada jalan-jalan utama dan paving pada jalan-jalan lingkungan. Kondisi jalan yang baik dapat menjadi potensi bagi wilayah tersebut yaitu dapat memudahkan pergerakan masyarakat dan aktivitas industri yang terdapat pada kawasan sentra industri Bandar Kidul. 4.2.4.4 Sanitasi/MCK Umum Sebagian besar masyarakat telah m dengan kondisi baik dan layak pakai, seda permasalahan dalam pengelolaan limbah pa standar baik dari segi SDM pengelola maup tersebut dapat mencemari lingkungan sekita 4.2.4.5 Drainase Saluran drainase yang terdapat di K Kawasan Sentra Industri Bandar Kidul terd perkerasan berupa semen dan jenisnya be mengikuti jalan kolektor maupun saluran dr kondisi baik, sehingga hanya diperlukan pem Gambar 4.11 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Bandar Kidul 4.2.4.2 Air bersih Sumber air bersih yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari meliputi PDAM dan sumur baik bor/pompa. Sumber air bersih masih didominasi oleh penggunaan sumur, sehingga pemantauan terhadap kualitas air sulit untuk dilakukan. 4.2.4.3 Persampahan dan TPS Pengelolaan sampah di Kawasan Permukiman Kumuh Bandar Kidul dan kawasan sentra industri Bandar Kidul menggunakan sistem pengelolaan terpusat, dimana masyarakat hanya membuang sampah pada tempat sampah di tiap rumah untuk kemudian diangkut oleh petugas dan dikumpulkan ke TPS. Permasalahan yang timbul yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Gambar 4.13 Kondisi Jaringa 4.2.5 Potensi dan Masalah Potensi di kawasan ini adalah m memudahkan pergerakan masyarakat dan Sedangkan permasalahannya adalah sistem

LAPORAN ANTARA Peta 4.4 Kawasan Prioritas Bandar Kidul

Peta 4.5 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Bandar Kidul

4.3 Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan Kawasan Permukiman Umum Jagalan yang berada pada cluster nomor 76 yang digabung dengan kawasan Sentra Industri Pakalan-Jagalan (Cluster Nomor 83, 84) dengan luas 25,578 Ha. Pakalan-Jagalan merupakan salah satu industri kecil yang memproduksi tahu dan berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat dimana di dalamnya terdapat permukiman umum untuk masyarakat. 4.3.3 Kondisi Permukiman Kawasan Permukiman Umum Ja merupakan permukiman dengan tingkat ke dan tinggi yaitu antara 60 hingga 80 bangun 180 %, sedangkan kondisi bangun permanen cukup baik. 4.3.1 Lokasi Kawasan Kawasan Pakalan-Jagalan merupakan kawasan sekitar sentra industri kecil tahu yang mana kawasan ini berdekatan dengan bantaran Sungai Brantas dan rel kereta api. Selain itu kawasan ini juga dekat dengna pusat kota dan perkantoran. Gambar 4.16 Kondisi Permu 4.3.4 Kondisi Infrastruktur Secara umum infrastruktur yang terd lengkap sehingga masyarakat terlayani de Gambar 4.14 Lokasi Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan 4.3.2 Karakteristik Kawasan Karakteristik kawasan ini adalah Kawasan Permukiman Umum Jagalan dan kawasan Sentra Industri kecil (tahu) Pakalan-Jagalan. Kawasan di daerah sini juga padat karena dekat dengan pusat kota. Untuk kawasan kumuhnya tidak ada karena kawasannnya masih terih tertata dengan bagus dan adanya pembuangan air limbah untuk industri tahu. Permukiman Umum Jagalan dan kawasan S jaringan air bersih, jaringan persampahan, sa 4.3.4.1 Jalan Jaringan jalan yang terdapat di Ka Industri Pakalan-Jagalan berupa jalan yang kondisi baik. Jaringan jalan tersebut berfung barang dari sentra industri Pakalan-Jagalan.

4.3.4.2 Air Bersih Sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat Kawasan Permukiman Umum Jagalan dan kawasan Sentra Industri Pakalan-Jagalan berupa PDAM dan sumur, untuk penggunaannya didominasi oleh sumur. Kedua sumber air tersebut mampu melayani seluruh kebutuhan air bersih masyarakat setempat. 4.3.4.3 Persampahan dan TPS Untuk sistem pengelolaan sampah, peran masyarakat belum dimaksimalkan karena sistem pengelolaaannya masih terpusat dan dilakukan oleh petugas. Masyarakat hanya membuang sampah di tempat sampah tanpa pemilahan terlebih dahulu. Gambar 4.19 Kondisi Jarin 4.3.5 Potensi dan Masalah Potensi di kawasan ini adalah daer Kediri, maka daerah tersebut berpoten permasalahannya adalah Sebagai daerah Jagalan dari segi luas kurang mendukung pabrik yang tidak ramah lingkungan dapa Gambar 4.18 Kondisi Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan masyarakat dalam pengelolaan sampah. 4.3.4.4 Sanitasi/MCK Umum Sebagian masyarakat telah memiliki jamban dengan septi tank pribadi dan belum terdapat IPAL, sehingga untuk pengelolaan limbah domestik masih dikelola secara individu. Permasalahan dalam pengelolaan limbah yaitu berupa pengelolaan limbah industri, yang belum ditunjang dengan IPAL sehingga mencemari kawasan permukiman.

LAPORAN ANTARA Peta 4.6 Kawasan Prioritas Pakelan-Jagalan

Peta 4.7 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan

4.4 Kawasan Prioritas Semampir Kawasan prioritas selanjutnya adalah Kawasan Permukiman Kumuh Semampir (Nomor Cluster 82) dengan luas 6,645 Ha. Kawasan permukiman kumuh di Semampir dengan cluster 82 tergolong dalam kawasan permukiman yang terletak pada Sempadan Sungai Brantas dan memiliki kondisi infrastruktur yang cukup buruk. 4.4.1 Lokasi Kawasan Lokasi kawasan ini merupakan kawasan pinggiran kota bagian utara yang berada di timur bantaran Sungai Brantas. Karena letaknya di daerah pinggiran kota maka kawasan ini masih didominasi persawahan. Permukimannya terdapat pada bantaran sungai sehingga menyalahi sempadan sungai. 4.4.3 Kondisi Permukiman Kondisi Permukiman di Semampir kepadatan bangunan tergolong rendah, yak hingga 90 % dan KLB 80-160 % dan 9 mengakibatkan di permukiman ini masih namun meskipun kepadatannya rendah ma sungai, hal itu merupakan masalah pada se Kondisi bangunan bervariasi yaitu banguna kondisi lingkungannya tergolong buruk. Gambar 4.22 Kondisi Per Gambar 4.20 Lokasi Kawasan Prioritas Semampir 4.4.2 Karakteristik Kawasan Karakteristik kawasan ini adalah Kawasan Permukiman Kumuh di sekitar bantaran Sungai Brantas. Semampir bisa masuk karakteristik kawasan kumuh karena dilihat dari beberapa asperk mulai dari sistem persampahan, kondisi bangunan dan lingkungan, kepadatan bangunan, sanitasi yang semuanya masih buruk. 4.4.4 Kondisi Infrastruktur Ketersediaan infrastruktur di kawasa buruk. Berikut merupakan penjelasan kondi 4.4.4.1 Jalan Jalan merupakan salah satu infrastr disepanjang permukiman kumuh semampi kasar dan tanah. Kondisi jalan yang terdapat

4.4.4.2 Air Bersih Air Bersih menjadi komponen penting dalam infrastruktur permukiman. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, di kawasan permukiman kumuh ini, menggunakan sumur. Dengan penggunaan sumur dalam pemenuhannya, maka kebutuhan air bersih di permukiman ini dapat terpenuhi secara kontinu, namun dikarenakan kondisi lingkungan yang buruk, maka akan berpengaruh terhadap kualitas air bersih tersebut. 4.4.4.3 Persampahan Sistem persampahan di kawasan permukiman kumuh semampir ini tergolong buruk dengan menggunakan sistem konvensional, yakni sampah dibuang di tepi sungai dan dibakar. Pembuangan sampah di tepi sungai ini mengakibatkan permasalahan terutama pencemaran sempadan sungai dan lingkungan sekitarnya. 4.4.5 Potensi dan Masalah Potensinya kawasan ini adalah mem terdapat lahan-lahan kosong yang dapat Sempadan sungai yang seharusnya berfung baik., Masih terdapat bangunan semi perm lingkungan terutama sungai., Tidak terdapa hujan sehingga dapat memicu terjadinya sempadan sungai. Gambar 4.24 Kondisi Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Semampir 4.4.4.4 Sanitasi & Limbah Untuk sanitasi dan limbah, di permukiman kumuh ini sebagian telah memiliki MCK pribadi dan kualitasnya tergolong sedang-buruk, namun dikarenakan terdapat di sempadan sungai brantas,

LAPORAN ANTARA Peta 4.8 Kawasan Prioritas Semampir

Peta 4.9 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Semampir

4.5 Kawasan Prioritas Kampung Dalem Kawasan prioritas Kampung Dalem dari hasil skoring antara lain kawasan permukiman kumuh Kampung Dalem (Nomor Cluster 77 dan 78) dengan luas 9,836 Ha. Berikut merupakan kondisi permukiman dan Ifrastruktur kawasan Permukiman Kumuh di Kampung Dalem. lingkungan yang baik, terdapat permasalaha yang tinggi rentan terhadap bencana kebaka 4.5.1 Lokasi Kawasan Permukiman di Kelurahan Kampung Dalem ini sebagian besar tergolong kedalam permukiman kumuh. Lokasinya terletak di bantaran Sungai Brantas dan sepanjang rel kereta api yang mempunyai kepadatan bangunan cukup tinggi. Kawasan ini dekat dengan pusat kota. Gambar 4.27 Kondisi Permu 4.5.4 Kondisi Infrastruktur Ketersediaan infrastruktur di kawasa buruk. Berikut merupakan penjelasan kon Gambar 4.25 Lokasi Kawasan Prioritas Kampung Dalem 4.5.2 Karakteristik Kawasan Karakteristik kawasan prioritas Kampung Dalem adalah kawasan permukiman kumuh di sekitar bantaran Sungai Brantas dan sepanjang rel kereta api. Didominasi oleh permukiman, perdagangna dan jasa, dan pelayanan umum. Selain itu juga terdapat RTH Kota yang cukup. Dalem. 4.5.4.1 Jalan Kondisi jalan di kawasan permukim jenis perkerasan aspal halus dengan lebar ja sangat mendukung aktivitas masyarakat set

4.5.4.3 Persampahan Sistem persampahan suatu permukiman sangat mempengaruhi kondisi lingkungan setempat. Sistem persampahan di kawasan ini dengan cara dibakar dan sebagian dibuang didepan rumah dan diangkut. tinggi dapat menjadi daerah rawan bencan dengan baik dimana terdapat banyak sampa Gambar 4.29 Kondisi Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Kampung Dalem 4.5.4.4 Sanitasi & Limbah Untuk sanitasi dan limbah, masyarakat kawasan permukiman kumuh Kampung Dalem sebagian besar warga memiliki MCK pribadi dan sebagian lagi ke Sugani Brantas. Di kawasan ini juga belum terdapat MCK Komunal atau SANIMAS. 4.5.4.5 Drainase Untuk drainase, menggunakan drainase terbuka dan tertutup, namun saluran drainase kurang terpelihara dengan baik sehingga tidak dapat berfungsi maksimal. Terdapat drainase primer Sungai Brantas, dan drainase sekunder berada di sepanjang jalan kolektor sedangkan untuk drainase tersier sebagian jalan lingkungan ada dan sebagian tidak mempunyai.

LAPORAN ANTARA Peta 4.10 Kawasan Prioritas Kampung Dalem

Peta 4.11 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Kampung Dalem

4.4.5 Potensi dan Masalah LAPORAN ANTARA bab 4 Profil Kawasan Permukiman Prioritas 4-1 4.1 Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan 4.1.1 Lokasi Kawasan 4.1.2 Karakteristik Kawasan 4.1.3 Kondisi Permukiman 4.1.4 Kondisi Infrastruktur 4.1.5 Potensi dan Masalah 4.2 Kawasan Prioritas Bandar Kidul 4.2.1 Lokasi Kawasan 4.2.2 Karakteristik Kawasan 4.2.3 Kondisi Permukiman 4.2.4 Kondisi Infrastruktur Kawasan 4.2.5 Potensi dan Masalah 4.3 Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan 4.3.1 Lokasi Kawasan 4.3.2 Karakteristik Kawasan 4.3.3 Kondisi Permukiman 4.3.4 Kondisi Infrastruktur 4.3.5 Potensi dan Masalah 4.4 Kawasan Prioritas Semampir 4.4.1 Lokasi Kawasan 4.4.2 Karakteristik Kawasan 4.4.3 Kondisi Permukiman 4.4.4 Kondisi Infrastruktur

Peta 4.1 Kawasan Permukiman Prioritas... Peta 4.2 Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Peta 4.3 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Peta 4.4 Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Peta 4.5 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Peta 4.6 Kawasan Prioritas Pakelan-Jagalan... Peta 4.7 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Peta 4.8 Kawasan Prioritas Semampir... Peta 4.9 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Semampir... Peta 4.10 Kawasan Prioritas Kampung Dalem... Peta 4.11 Potensi dan Masalah Kawasan Prioritas Kampung Dalem... Gambar 4.1 Lokasi Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.2 Karakteristik Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.3 Kondisi Permukiman Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.4 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.5 Kondisi Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.6 Kondisi Sanitasi/MCK umum Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.7 Kondisi Jaringan Drainase Kawasan Prioritas Ngadirejo-Dandangan... Gambar 4.8 Lokasi Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Gambar 4.9 Karakteristik Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Gambar 4.10 Kondisi Permukiman Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Gambar 4.11 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Gambar 4.12 Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Bandar KIdul... Gambar 4.13 Kondisi Jaringan Drainase Kawasan Prioritas Bandar Kidul... Gambar 4.14 Lokasi Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Gambar 4.15 Karakteristik Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Gambar 4.16 Kondisi Permukiman Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Gambar 4.17 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Gambar 4.18 Kondisi Sistem Persampahan Kawasan Prioritas Pakalan-Jagalan... Gambar 4.19 Kondisi Jaringan Drainase Kawasan Pakalan-Jagalan... Gambar 4.20 Lokasi Kawasan Prioritas Semampir... Gambar 4.21 Karakteristik Kawasan Prioritas Semampir... Gambar 4.22 Kondisi Permukiman Kawasan Prioritas Semampir... Gambar 4.23 Kondisi Jaringan Jalan Kawasan Prioritas Semampir...