Yudha Yudhanto, S.Kom

dokumen-dokumen yang mirip
Fidens Felix VHS

OPEN SOURCE SOFTWARE DAN MODEL BISNISNYA. Budi Maryanto. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132

MODUL 11 PENGENALAN LINUX

LAPORAN AWAL Perangkat Lunak Jaringan 1 NAMA : DIAN BAYU NIM : KELAS : C

Pengenalan Linux. Kata "Linux" untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet

Budi Permana, S.Kom Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Kategori Free dan Non-Free Software. Andi Susilo,

Puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkan rahmat-nya saya

LINUX. Lely Suryani. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan.

SISTEM OPERSI. bertugas untuk melakukan control dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar system, dan menjalankan software aplikasi.

SOFTWARE TERBAIK UNTUK DATABASE

BAB 1 PENDAHULUAN. perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut information age ini, media

BAB 2 LANDASAN TEORI

Modul ke: Mengenal linux

Yudha Yudhanto, S.Kom

DIG1L2 - Praktikum Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Modul 3: Pengenalan GNU/Linux

SISTEM OPERASI II Pertemuan 1

Software Database Firebird

PRAKTIKUM SISTEM OPERASI LAPORAN RESMI MODUL 3 PENGENALAN LINUX ( 1 ) SESI : M1 FADJAR PRADJA WINATA /

BAB I PENGANTAR LINUX

Pengantar Open Source dan Aplikasi Lisensi-lisensi Software Free/Open Source. Rusmanto at gmail.com Rusmanto at nurulfikri.ac.id

Langkah Instalasi Debian 4.0 Etch

Makalah. Lisensi Freeware, Shareware dan Opensource Software. Daeng X-5. SMA Negeri 1 Kota Bandung * 1 *

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan aplikasi teknologi informasi saat ini sudah berkembang begitu pesat

HAKI Perangkat Lunak

Emulator Android Di Linux

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

PERANAN OPEN SOURCE SOFTWARE (OSS) DALAM PERKEMBANGAN TIK

Konsep Perangkat Lunak Bebas

SISTEM OPERASI LINUX

BAB 1 PENDAHULUAN. diinginkan. Dengan banyaknya penjual ikan secara konvensional untung yang

Free Redistribution. Source Code

Keamanan dan Fleksibilitas Perkembangan Pengguna pada Perangkat Lunak Bebas dan Open Source 1

LAPORAN PRAKTIKUM I DAN II SISTEM OPERASI TENTANG MENGENAL PERINTAH DASAR LINUX UBUNTU

Remastering GNU/Linux

BAB III LANDASAN TEORI. permasalahan yang dibahas dan juga menjelaskan aplikasi-aplikasi yang akan

BAB III 3. LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi pada masa sekarang ini begitu pesat sehingga

Yudha Yudhanto, S.Kom

BAB II TINJUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak (software) yang berfungsi

MODIFIKASI DAN PENERAPAN DISTRIBUSI DEBIAN GNU/LINUX PADA WARNET

PENGENALAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER. Pertemuan 2 VISKA ARMALINA, ST., M.Eng

Sudah Saatnya Pemerintah beralih ke Open Source

Mengapa Menggunakan Open Source

BAB III LANDASAN TEORI

MENGENAL SISTEM OPERASI LINUX

Muhammad Adri. Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan fokus utama dari studi disiplin sistem informasi dan

BAB 2 LANDASAN TEORI. bahasa pemrograman java dan bersifat open source. Yang mana artinya aplikasi

Yama Fresdian Dwi Saputro from-engineer.blogspot.com

Gambar 1.1. Logo Linux

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.4 Latar Belakang. Dalam kondisi administrasi Dinas Komunikasi dan Informatika sekarang sangat

Sejarah dan Rancangan Dasar GNU/Linux

IMPLEMENTASI SERVER REPOSITORY LOKAL DENGAN METODE RSYNC PADA JARINGAN LAN STMIK POLITEKNIK PALCOMTECH

BAB II LANDASAN TEORI. produk itu baik atau rusak ataupun untuk penentuan apakah suatu lot dapat diterima

BAB II LANDASAN TEORI. Pada tahap ini berisi pengertian dan penjelasan teori-teori yang digunakan penulis untuk pembangunan sistem.

BAB III LANDASAN TEORI

Sistem Operasi Linux dan FOSS Kenali, pelajari, manfaatkan.

Jika Linux Dijadikan Mata Kuliah

Pengantar Open Source

LINUX. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Gambar 1. Skema Hotspot

Software Digital Journal Al-Manär Edisi I/2004 Copyleft 2004 Digital Journal Al-Manär. Alif Muttaqin

Pengenalan Lisensi. Perangkat Lunak Bebas. Rahmat M. Samik-Ibrahim. (rev )

LAPORAN TUGAS LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGINSTALASI LINUX

Cover Daftar isi Latar belakang Rumusan masalah Batasan masalah Tujuan Uml (Unified modelling language) Use case diagram Class diagram Activity

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok

AP2B-Dini Triasanti KONSEP DASAR PYTHON

LANDASAN TEORI. Dunia informasi di Indonesia sedang dan harus. berubah. Saat ini, dunia pemasaran tidak dapat

KARYA ILMIAH Peluang Bisnis di Bidang Open Source Software

Pengenalan Lisensi. Perangkat Lunak Bebas. Rahmat M. Samik-Ibrahim (rev )

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI. layanan (service) tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server. sebagai sistem operasi jaringan (network operating system).

BAB II LANDASAN TEORI. lingkungan, interaksi unsur dengan suatu tujuan yang akan dicapai. Berikut ini pengertian sistem menurut beberapa ahli:

Etika dan Ketentuan dalam Teknologi Informasi &Komunikasi

Bahasa Pemrograman Python

Strategi Go Open Source

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGENALAN LINUX SEBAGAI SISTEM OPERSAI BEBAS TERBUKA DALAM RANGKA MENSUKSESKAN GERAKAN INDONESIA GO OPEN SOURCE (IGOS)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. lingkungan, interaksi unsur dengan suatu tujuan yang akan dicapai. Berikut ini pengertian sistem menurut beberapa ahli:

Tutorial Web Server dengan Bitnami LappStack Copyright liyantanto.wordpress.com

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Modul ke: Aplikasi Komputer. Sistem Operasi Komputer. Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Nursidhi, SPd, MDs. Program Studi MANAJEMEN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Dalam era globalisasi saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang

VM Virtual Box dan Cara Menginstalnya

Triswansyah Yuliano

BAB II LANDASAN TEORI

Aplikasi ANDROID. Cara Cepat Membuat. Yudha Yudhanto Lisensi Dokumen:

Perbandingan Linux Dengan OS Lain

BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan salah satu cara untuk memasuki Perguruan Tinggi. Hampir semua siswa

INSTALASI SISTEM OPERASI KOMPUTER. Nur Rahmad Suhendra. Pertemuan pertama

CARA MEMBUAT PASWORD FILE MICROSOFT WORD

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Open Journal Systems: Solusi Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Brian Janitra

Migrasi ke F/OSS (Free/Open Source Software)

Transkripsi:

Open Source tidak Sekedar Gratis Yudha Yudhanto, S.Kom yyudhanto@gmail.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. Pengaruh pola pikir, budaya dan fasilitas membuat karakter manusia sangat beragam dalam menghadapi pilihan. Begitu juga di dunia software. Tak semua mengikuti jalan Microsoft. Tapi tak semua mau bersusah payah dengan Linux. Microsoft mewakili dari sekian banyak pabrik software non-open source yang sangat memanjakan kebutuhan dan emosi pengguna (termasuk sobat juga khan?hayo ngaku). Tampilannya yang menawan serta kemudahan dalam penggunaan merupakan daya pikat tersendiri walau dibalut harga yang cukup mahal. Linux merupakan contoh software berbasis open source yang sukses terbukti dimiliki dan dikembangkan secara bersama-sama oleh banyak orang dengan dana relative murah tetapi tetap aman, stabil dan uptodate. Gambar paket software Apa itu open Source? Open source menurut arti kata berarti kode terbuka. Kode yang dimaksud disini bukanlah kode morse, ataupun kode barang, tetapi yang dimaksud disini adalah kode sumber (source code) dari sebuah software (perangkat lunak). Kode program itu berupa kode-kode bahasa pemrograman maupun dokumentasi dari software tersebut. Suatu program dengan lisensi Open source berarti program tersebut memberikan kebolehan melihat dan merubah kode program bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Caranya dengan 1

menyertakan kode tersebut bersama dengan distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi). Dengan penyertaan kode mentah tersebut, pembeli atau pengguna program dapat membedahnya, melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan, bahkan memperbaiki bug atau kesalahan fungsi dan logika dalam program tersebut. Satu hal yang perlu diketahui bahwa software Open source tidak selalu tersedia secara gratis. Tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut. Contoh, Sistem Operasi RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang relative murah. Kalau begitu apa bedanya dong dengan Closed source? Pada software Closed source, source code program tidak ikut didistribusikan. Jika ada distribusi bukan oleh vendor program tersebut, maka dianggap sebagai tindak pembajakan software. Atau dengan kata lain software ini tidak dapat didistribusikan secara bebas, kecuali oleh vendor program tersebut. Sedangkan software Open source, dapat disebarkan dan digandakan secara. Berkaca pada sejarah Linux Linux sebagai salah satu produk Open source mempunyai sejarah menarik yang tidak dimiliki oleh sistem operasi lain. Dikembangkan oleh para programmer diseluruh dunia demi menghasilkan sistem operasi yang handal (stabil), uniknya programmer tersebut tidak dibayar, mereka menyumbangkan hasil kerja mereka didasari karena hobby dan semangat untuk berbagi. Berawal ketika tahun 1969. Ken Thompson dan Dennis Ritchie membuat sistem operasi UNIX dengan bahasa C, sehingga source code-nya bisa dipindah dimanapun (multi platform). Kemudian dikembangkan oleh banyak orang menjadi berbagai variant. Salah satu diantaranya adalah MINIX, dibuat A.S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Dengan bekal itu seorang mahasiswa Universitas Helsinki yakni Linus Torvald, menjadikannya sebagai referensi untuk membuat sistem operasi alternatif dengan komitmen gratis dan source code-nya bisa diakses umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Awalnya Linus melakukan itu sebagai hobi karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam perangkat dengan kecepatan minimase yaitu komputer 386. Linus mengumumkan source code Linux tanggal 5 Oktober 1991. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat karena dikerjan orang banyak. Silahkan cek perkembangan pesat mesin Linux pada situs http://www.kernel.org. 2

Gambar Tampilan Linux yang tidak kalah dengan Windows Open source adalah suatu budaya Open source berawal dari gerakan nurani para pembuat software yang berpendapat bahwa source code itu selayaknya dibuka terhadap publik. Tetapi pada prakteknya open source memberikan fasilitas lebih, tidak hanya memberikan akses source code saja. Seperti yang sudah dituliskan tadi, ada beberapa rule yang perlu diikuti agar sebuah software bias dikatakan open source. Open Source Organization bertugas mendefinisikan pendistribusian software yang bersifat open source dan dituangkan dalam The Open Source Definition. Isinya merupakan paket-paket kondisi yang harus dipenuhi, diantaranya adalah : 1. Pendistribusian ulang dilakukan secara cuma-cuma. 2. Source code dari software tersebut tidak boleh menyesatkan dan harus disertakan atau diletakkan di tempat yang dapat diakses dengan biaya yang rasional. 3. Hasil modifikasi dari software berlisensi source code, harus diijinkan untuk didistribusikan dengan lisensi yang sama seperti software asalnya. 4. Demi menjaga integritas source code milik penulis asal, lisensi software tersebut dapat melarang pendistribusian source code yang termodifikasi. Tapi dengan syarat, lisensi itu mengijinkan pendistribusian dengan file-file atau modul patch (potongan atau paket file untuk memodifikasi dengan cara meng-update source code sebelum proses kompilasi). Agar lisensi tersebut menyandang nama atau versi yang berbeda dari software asal diperlukan hasil kerja modifikasi source code tersebut. 5. Lisensi tersebut tidak diperbolehkan menciptakan diskriminasi terhadap orang secara individu atau kelompok. 3

6. Lisensi tersebut tidak boleh membatasi seseorang dari menggunakan program itu dalam bidang pemberdayaan tertentu. Contoh, tidak ada pembatasan untuk penggunaan dalam hal bisnis, atau pemanfaatan dalam bidang riset. 7. Hak-hak yang dicantumkan pada program tersebut harus dapat diterapkan pada semua yang menerima tanpa perlu dikeluarkannya lisensi tambahan oleh pihak-pihak tersebut. 8. Lisensi tersebut tidak diperbolehkan bersifat spesifik terhadap suatu produk. Hak-hak yang tercantum pada suatu program tidak boleh tergantung pada apakah program tersebut merupakan bagian dari satu distribusi software tertentu atau tidak. Sekalipun program diambil dari distribusi tersebut dan digunakan atau didistribusikan selaras dengan lisensi program itu, semua pihak yang menerima harus memiliki hak yang sama seperti yang diberikan pada pendistribusian software asal. 9. Lisensi tersebut tidak diperbolehkan membatasi software lain. Sebagai contoh, lisensi itu tidak boleh memaksakan bahwa program lain yang didistribusikan pada media yang sama harus bersifat open source atau sebuah software compiler yang bersifat open source tidak boleh melarang produk software yang dihasilkan dengan compiler tersebut untuk didistribusikan kembali. Sertifikasi yang dilakukan oleh Open Source Organization ini dapat dilihat secara lengkap di http://www.open source.org/licenses. Isinya antara lain : 1. GNU General Public License (GPL) juga disebut sebagai Copyleft. 2. GNU Library General Public License (LGPL) 3. Sun Public License. GNU GPL dan GNU LGPL adalah lisensi yang dibuat oleh The Free Software Foundation. Lisensi ini pula yang digunakan oleh Linux pada umumnya. Kata free dalam lisensi ini merujuk pada hal "kebebasan", bukan pada hal uang. Dengan kata lain, free dalam hal ini berarti bebas bukan gratis. Berikut adalah cuplikan rangkuman dari pembukaan GNU GPL. Ketika kita berbicara tentang perangkat lunak bebas, kita mengacu kepada kebebasan, bukan harga. Lisensi Publik Umum kami dirancang untuk menjamin bahwa Anda memiliki kebebasan untuk mendistribusikan salinan dari perangkat lunak bebas (dan memberi harga untuk jasa tersebut jika Anda mau), mendapatkan source code atau bisa mendapatkannya jika Anda mau, mengubah suatu perangkat lunak atau menggunakan bagian dari perangkat lunak tersebut dalam suatu program baru yang juga bebas; dan mengetahui bahwa Anda dapat melakukan semua hal ini. Sisi positif Open source Ketika kita melisensikan program kita dengan lisensi open source, programer-programer dari penjuru dunia dapat berpartisipasi dalam pengembangan software tersebut. Bisa jadi akan memperoleh bantuan engineer-engineer yang berkualitas secara gratis. Keuntungan sebuah perusahaan yang menggunakan solusi open source adalah meningkatkan level kemampuan dan kemandirian SDM dalam divisi IT atau EDP. Disebabkan karena mereka membuat atau bergabung dalam komunitas-komunitas sebagai ajang komunikasi, tanya jawab dan saling memberi agar lebih cerdas dalam menjaga dan mengembangkan system yang dipakai. Sebagian orang-orang IT yang dikenal susah gaul karena kesibukan menjadi lebih helpfull bila ada masalah. Dengan memilih software ini akan terhindar dari resiko menjadi korban spyware (software mata-mata). Ketika kita membeli sebuah software non-open source kemudian mempercayakan semua sistem dan solusi komputer kepadanya seolah-olah seperti memasukkan mata-mata yang 4

akan merugikan kita sendiri. Bayangkan! Kita seperti membeli blackbox yang berfungsi bagus tetapi tidak tahu isi atau perintah apa saja yang sedang dia lakukan sekarang. Bisa jadi dia sedang menggerogoti rahasia data dan mengirimkannya keluar, atau sedang merusak sistem lain dalam jaringan kita. Sisi bisnis Open source Ada banyak proyek dan produk open source yang sukses saat ini. Dibidang web ada Apache, Tomcat, Java, PHP dll. Di bidang sistem operasi beredar berbagai distro Linux dari berbagai vendor seperti RedHat, Caldera, Suse, Debian dsb. Dari teknologi database kita cukup mengenal MySQL dan PostgreSQL dsb. Kemudian dari sisi personal sudah beredar aplikasi-aplikasi pengganti Office-nya Microsoft, pengolah grafis, email dan tool jaringan lain yang tentunya bisa dimiliki dengan harga relatif murah atau rasional Sebenarnya bagaimana sih perusahan penghasil open source dapat memperoleh keuntungan? Perusahaan-perusahaan itu tidak menjual produknya yang dicopyright secara biasa. Mereka menggunakan source code yang dapat diperoleh secara bebas dan kemudian menjual versi yang lebih mudah di-install atau digunakan (tentu saja versi ini bisa juga diperoleh secara gratis), sambil memberikan layanan support terhadap pembeli. Karena menggunakan source code gratis, otomatis tidak memerlukan biaya besar untuk pembuatannya. Mereka fokus untuk menjual jasa support. Mulai dari support terhadap instalasi, manual penggunaan, kustomisasi, hingga paket-paket layanan agar pelanggan dapat memperoleh support sesuai dengan kebutuhan setiap saat. Mereka juga mengadakan pelatihan, ujian dan sertifikasi sebagai bukti kemampuan secara standar untuk menggunakan teknologi open source. Bagaimana tentang garansi? Dengan lisensi open source bukan berarti perusahaan tersebut terlepas dari ikatan apapun terhadap konsumen, tetapi tetap memberikan layanan support sesuai rule yang telah ditetapkan. Sehingga secara hukum perdata tetap terjadi suatu kontrak perjanjian antara perusahaan dengan konsumen. Terakhir! Hikmah berharga dari munculnya teknologi open source ini adalah jika kita ingin memperoleh keberhasilan dan menciptakan sesuatu yang baru, wajib diperlukan kesungguhan, keuletan, tidak mudah putus asa dibarengi kerjasama dan saling berbagi ilmu dengan ikhlas dan jujur. Bukankah Islam mengajarkan, berbagi ilmu itu tidak akan membuat ilmu berkurang tetapi menjadikannya bertambah dan berkah? Kedua, berusahalah memakai produk khususnya software dengan legal bukan membajak. Amin Semoga bermanfaat. Biografi Penulis Yudha Yudhanto. Alumni STMN 1 Surakarta (1997) dan UNIKOM(2005). Pernah bergelut dengan hardware komp, network, coding dan akhirnya terdampar di dunia desain. Sangat menyukai hal-hal yang berbau design baik untuk cetak atau non-cetak. Sambilan untuk cari klethikan adalah webmaster, webdesain, nulis artikel dan ngopreg hp. Maturnuwun 5