Pengertian Wasathiyah (Moderat) Dalam Agama

dokumen-dokumen yang mirip
Hukum Poligami. Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Mandi Hari Jum'at

Hukum Khitan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'utsaimin - rahimahullah Dan Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa

Hukum Bersumpah Atas Nama Nabi Muhammad shalallahu alihiwasallam

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi

Seorang Bapak Tidak Boleh Memaksa Putrinya Menikah

Apakah Hukum Isbal Hanya Untuk Orang Sombong?

Hukum Wanita Safar Sendirian Dengan Pesawat

Menjampi Air Termasuk Ruqyah Yang Syar'i

Hukum Sodomi Terhadap Istri

Hukum Banyak Bergerak dalam Shalat

Hukum Memelihara Jenggot

Hukum-Hukum Wasiat. Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Menghina Agama

Hukum Menipiskan Alis, Memanjangkan Kuku Dan Memakai Kuteks

Hukum Bersalaman Dengan Wanita Bukan Mahram

Keutamaan Menghapal Al-Qur`an

Ramadhan Bulan Kesabaran

Hukum Mencela Ulama. Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Berkabung Atas Kematian Raja dan Pemimpin

Syarat-Syarat Wajib Zakat

Hukum Menunduk Dan Mencium Tangan

Hukum Nikah Dengan Niat Talak

Azal Dan Hukumnya. Penyusun : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa

Syarat-Syarat Orang yang Meruqyah dan yang Diruqyah

Hukum Memakai Gelang Untuk Pengobatan Rematik

Pengertian Ikhlas. Syaikh Muhammad Bin Shalih al-'utsaimin. rahimahullah. Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Sebab Dan Akibat, Serta Bergantung Kepada Sebab

10 Pembatal Keislaman

Hikmah Perkawinan Nabi Muhammad salallahu alaihiwassalam

Lailatul Qadar. Muhammad Ibn Syâmi Muthâin Syaibah. Terjemah : Ahmad Zawawy Editor : Eko Abu Ziyad

Perhatikanlah Puasamu!

Dokter Mengetahui Jenis Janin, Apakah Kontradiksi Dengan Al-Qur`an?

Umrah di Bulan Ramadhan Menyamai Pahala Haji

Kedudukan Puasa Ramadhan

Hakikat Jin, Pengaruh Dan Cara Pengobatan Kesurupan

Keutamaan Puasa Ramadhan

Tidak Boleh Tinggal di Negeri Kufur Kecuali Untuk Berdakwah

Adab Khilaf Di Antara Para Da i

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Apakah Hukumnya Bila Suami Masuk Islam Dan Bagaimana Bila Sebaliknya?

Hukum Seorang Muslim Mengambil Kewarganegaraan Negara Kafir

Hukum Mengubah Nazar

Hukum Bergantung Kepada Para Wali

Jalan Keluar Bagi Suami Istri Sebelum Cerai

Hukum Memerankan Sosok Para Nabi, Sahabat Dan Tabi'in

Menggugurkan Kandungan (Aborsi) dan Hukum-Hukum Terkait

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Hukum Menanam Saham Di Sebagian Perusahaan

Apakah Wanita yang Dicerai Mendapat Warisan Dari Mantan Suaminya yang Wafat?

Anjuran Untuk Mencintai dan Membenci Karena Allah

Keutamaan Shalat Subuh

Pengasih dan Pembenci, keduanya hukumnya haram. Pertanyaan: Apakah hukumnya menyatukan pasangan suami istri dengan sihir?

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Konsisten dalam kebaikan

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

Siksa Kubur dan Kenikmatannya

Hukum Berbangga Dengan Nasab

Apa Yang wajib Ketika Puasa Ramadhan

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Tata Cara Sujud Tilawah

Beberapa Kesalahan Dalam Bersuci

Ziarah Kubur: Antara Sunnah Dan Bid'ah

Haramnya Sihir Pengasih dan Pembenci

Adab Makan. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Ramadhan Bulan Pembebasan dari Api Neraka

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. al-kautsar:2)

Haji dan Tawakkal. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr. Terjemah : Ahmad Zawawi Editor : Abu Ziyad Eko Haryanto

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam

Hikmah Puasa Ramadhan

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA'ALA?

Cara Bersuci dan Shalat Orang yang Sakit

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Makna Islam dan iman

Memanfaatkan Waktu. Muhammad bin Abdullah bin Mu aidzir. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

Tata Cara Shalat Malam

Hukum Meninggalkan Haji Sunnah Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muslimin

Mensyukuri Nikmat. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat

Keutamaan Mati Syahid

Tata Cara Shalat dalam Pesawat

Hukum Mahar Dan Apakah Ada Batasannya?

Puasa Mengajarkan Mencintai Orang Miskin

ISLAM IS THE BEST CHOICE

. Agama Islam ada tiga tingkatan: Islam, iman dan ihsan. Dan setiap tingkatan mempunyai rukun.

Mengadu Domba Sesama Muslim. E-Artikel dari UstadzAris.com

Keutamaan Membaca dan Merenungkan AYAT AL-KURSI حفظه هللا Ustadz Abdullah Taslim al-buthoni, MA

PUASA DI BULAN RAJAB

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

Transkripsi:

Pengertian Wasathiyah (Moderat) Dalam Agama معىن لوسط يف ين [ Indonesia Indonesian ند نيn ] Penyusun : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010-1431

معىن لوسط يف ين» باللغة لا ند نيسية «لشيخ حممد بن صالح لعثيمني محه الله ترمجة: حممد قبا محد غز يل مر جعة: بو يا يكو ها يانتو 2010-1431 ٢

بسم الله لرمحن لرحيم Bersikap Wasath (Pertengahan) Dalam Agama Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan wasath (pertengahan) dalam agama? Kami mengharapkan penjelasan tentang hal itu dengan pemaparan yang jelas dan semoga Allah membalas kebaikanmu kepada Islam dan kaum muslimin sebaik-baik balasan. Jawaban: Wasath dalam agama adalah bahwa seseorang tidak bersikap ghuluw (berlebihan) padanya maka ia melewati apa yang dibatasi oleh Allah, dan ia tidak pula muqashshsir (kurang) maka ia mengurangi dari sesuatu yang telah dibatasi oleh Allah. Wasath dalam agama adalah berpegang teguh dengan sirah Nabi. Ghuluw dalam agama adalah melewatinya dan taqshir (kurang) adalah tidak sampai kepadanya. Contohnya: seseorang berkata: Saya bangun sepanjang malam (ibadah) dan tidak tidur sepanjang tahun, karena shalat adalah ibadah yang paling utama, maka saya ingin menghidupkan semuanya dengan shalat. Kami katakan: ini ghuluw dalam agama Allah dan tidak berada di atas kebenaran dan kasus seperti ini pernah terjadi di zaman Nabi. Berkumpul beberapa orang, salah seorang dari mereka berkata: 'Saya selalu bangun dan tidak tidur.' Yang lain berkata: 'Saya selalu puasa dan tidak berbuka (di siang hari)'. Yang ketiga berkata: 'Saya tidak menikahi wanita.' Maka hal itu sampai kepada Nabi. Lalu beliau bersabda: ط ر ت ز لن س ا ف صو قا سو الله : ((م اب ك ين ل ذ ذ ك و ق ال و ق ا ا ن ىل ص م ن غ ب ق ن ف س م ين )) ن يت ف ل ي س Rasulullah bersabda: "Bagaimanakah keadaan kaum yang mengatakan seperti ini dan seperti itu? Akan tetapi aku shalat dan tidur, puasa dan berbuka, ٣

dan menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka ia bukan dari golonganku." 1 Mereka telah bertindak ghuluw dalam agama dan Rasulullah berlepas diri dari mereka, karena mereka membenci sunnahnya, yaitu puasa dan berbuka, bangun dan tidur, serta menikah dengan wanita. Adapun muqashshir, yaitu orang yang berkata: Saya tidak perlu melakukan ibadah sunnah, saya tidak melakukan ibadah sunnah dan saya hanya melakukan yang wajib saja. Terkadang ia kurang dalam ibadah wajib, maka ini adalah muqashshir. Dan mu'tadil (orang yang pertengahan) yaitu yang berjalan di atas sunnah Nabi dan para khulafaurrasyidin. Contoh yang lain: Ada tiga orang laki-laki yang berjalan di hadapan mereka orang yang fasik. Salah seorang dari mereka berkata: Saya tidak memberi salam kepada orang fasik ini, tidak menyapanya, menjauhkan diri darinya dan tidak berbicara kepadanya. Yang kedua berkata: Saya akan berjalan bersama orang fasik ini, memberi salam kepadanya, senyum kepadanya, mengundangnya, memenuhi undangannya, dan saya tetap memperlakukannya seperti seorang yang shalih. Dan yang ketiga berkata: Ini orang fasik, saya membencinya karena fasiknya dan mencintainya karena imannya, tetap menyapanya kecuali bila tidak menyapanya bisa menjadi sebab kebaikan dia. Jika hajar (tidak menyapa)nya tidak bisa memperbaikinya, bahkan menjadi penyebab bertambah kefasikannya, maka saya tetap menyapanya. Maka kami katakan: yang pertama ghuluw (melewati batas), yang kedua kurang, dan yang ketiga adalah pertengahan. Dan seperti inilah kami katakan di dalam semua ibadah dan pergaulan sesama makhluk, manusia padanya di antara muqashshir (kurang), ghuluw (berlebihan), dan mutawassith (pertengahan). Contoh ketiga: Seorang lelaki menjadi tawanan istrinya, istrinya mengaturnya di mana dia menghendaki, dia (suami) tidak menghalanginya dari 1 Al-Bukhari 5063 dan Muslim 1401. ٤

4 4 perbuatan dosa dan tidak mendorongnya melakukan pahala, dia (istri) telah menguasai akalnya, dan jadilah dia (istri) yang mengaturnya. Lelaki yang lain memiliki sifat sombong dan tinggi di atas istrinya, tidak perduli kepadanya, dan seolah-olah istrinya lebih rendah dari pada pembantu. Lelaki yang ketiga adalah yang pertengahan, dia mempergauli istrinya seperti yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya: Å ρá èprùq$î/ Íκö n=tã Ï%!$# ã WÏΒ çλm;uρ Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. (QS. al- Baqarah:228) قا الله تعاىل: ف ف ر ا خ ر )) ا م ن ه ق ه ا خل قا سو الله : ((لا م و م ن م و م ن ة ك ر م ن Rasulullah bersabda: 'Janganlah laki-laki beriman membenci wanita beriman (istrinya), jika ia membenci perilaki darinya, ia suka darinya yang lain." 2 Lelaki yang terakhir inilah yang pertengahan. Yang pertama ghuluw (berlebihan) dalam perlakukan istrinya kepadanya dan yang kedua muqashshir, dan analogikannya semua amal ibadah lainnya. Syaikh Muhammad al-utsaimin al-majmu' ast-tsamin 1/39. 2 HR. Muslim 1469. ٥