APLIKASI SHELL SISTEM PAKAR

dokumen-dokumen yang mirip
EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

MENGENAL SISTEM PAKAR

PERANCANGAN SYSTEM PAKAR GENERIC MENGGUNAKAN BINARY TREE

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

Struktur Sistem Pakar

By: Sulindawaty, M.Kom

Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi

Wawan Yunanto

Sistem Pakar. Pertemuan 2. Sirait, MT

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pendahuluan PENGERTIAN SISTEM PAKAR

Definisi Keuntungan dan kelemahan Konsep Dasar Bentuk dan Struktur Sistem Basis Pengetahuan Metode Inferensi Ciri-ciri Aplikasi dan Pengembangannya

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN ABSTRAK

Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR

Jurnal Komputasi. Vol. 1, No. 1, April Pendahuluan. Hal 1 dari 90

Sistem Pakar Dasar. Ari Fadli

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG BERBASIS WEB (STUDI KASUS : DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KAB INHIL)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN MELON

BAB 1 PENGENALAN SISTEM PAKAR

PENERAPAN SISTEM PAKAR DALAM MENGANALISIS PENGARUH RELAKSASI MANAJEMEN STRES

Sistem Pakar Kerusakan pada Perangkat Keras (Hardware) di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang

SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT CABAI PAPRIKA BERBASIS ANDROID

2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN

MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi

Gambar 3.1 Arsitektur Sistem Pakar (James Martin & Steve Osman, 1988, halaman 30)

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR PENYAKIT KULIT PADA ANAK DENGAN METODE EXPERT SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI BERWARNA

APLIKASI WEB PADA SISTEM PAKAR FORWARD CHAININGUNTUK DETEKSI KERUSAKAN PC (PERSONAL COMPUTER)

SISTEM PAKAR TROUBLESHOOTING BASE TRANSCEIVER STATION UNTUK EFISIENSI KINERJA TEKNISI (STUDI KASUS : PT.KMS TELECOM PEKANBARU)

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Sistem Pakar. Sistem Pakar 1/17

INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

PROGRAM SISTEM PAKAR DALAM MEMBANTU CALON MAHASISWA MENENTUKAN MINAT STUDI DI UNIVERSITAS

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DALAM MEMBANGUN SUATU APLIKASI

BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori atau kajian pustaka yang digunakan dalam membangun

DESAIN APLIKASI HELPDESK TROUBLESHOOTING HARDWARE DAN SOFTWARE. Tugas Matakuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Narti Prihartini, S.T.

SISTEM PAKAR (SP) Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, M.AB

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH

SISTEM PAKAR UNTUK MENGANALISIS TINGKAT STRES BELAJAR PADA SISWA SMA. Ayu Meiatri Windine Sari. Rina Harimurti

Penerapan Sistem Pakar Untuk Informasi Kebutuhan Energi Menggunakan Metode Forward Chaining

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB II DASAR TEORI. Sistem pakar atau Expert System biasa disebut juga dengan knowledge

SISTEM PAKAR ASPHYXPERT UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS. KHAIRUNNISA, S.Pd., M.

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR TES PSIKOMETRI KEPRIBADIAN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang

IMPLEMENTASI INFERENCE ENGINE DENGAN RANGKAIAN MUNDUR PADA SISTEM PAKAR UNTUK SIMULASI SELEKSI TERNAK

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANG BANGUN PERANGKAT LUNAK PENGEMBANG SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN DENGAN METODE FORWARD CHAINING

APLKASI SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSA AWAL PENYAKIT JANTUNG

IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING PADA APLIKASI SISTEM PAKAR MENDETEKSI JENIS KULIT WAJAH WANITA

DIAGNOSA PENYAKIT MANUSIA YANG DIAKIBATKAN OLEH GIGITAN HEWAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN MESIN INFERENSI FUZZY. Wilis Kaswidjanti. Abstrak

Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar

NASKAH PUBLIKASI. SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB

BAB I PENDAHULUAN. produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan jenis perlengkapan

BAB III LANDASAN TEORI

Expert System. MATA KULIAH : Model & Simulasi Ekosistem Pesisir & Laut. Syawaludin A. Harahap 1

Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT JERUK KEPROK GARUT

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI SISTEM PAKAR DETEKSI KERUSAKAN MOTOR MATIC MENGGUNAKAN METODE FOWARD CHAINING. Agustan Latif

Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar

INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (2010), kakao (Theobroma

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

P12 AI, ES & DSS. A. Sidiq P. Universitas Mercu Buana Yogyakarta

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap tahun 2003/2004 (sesuai periode berjalan)

Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Tanaman Padi

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA JENIS CEDERA PADA PEMAIN SEPAK BOLA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Transkripsi:

APLIKASI SHELL SISTEM PAKAR Yeni Agus Nurhuda 1, Sri Hartati 2 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Teknokrat Lampung Jl. Z.A. Pagar Alam 9-11 Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung Telp. (0721)702022 Fax (0721)702022 2 Magister Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada Yogyakarta E-mail: nurhuda5875@yahoo.com 1 ABSTRAK Penelitian ini dilakukan atas dasar kebutuhan akan adanya shell sistem pakar yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan sistem pakar oleh para knowledge engineer atau bahkan seorang pakar dengan efisien. Dengan sistem ini diharapkan seorang knowledge engineer atau seorang pakar dapat dengan mudah mengembangkan sistem pakar dengan waktu dan biaya yang sangat murah. Pada dasarnya shell sistem pakar merupakan sistem pakar yang tanpa dilengkapi dengan basis pengetahuan. Shell sistem pakar ini terdiri atas 2 bagian utama, yaitu bagian pengembangan sistem pakar, dan bagian konsultasi. Proses inferensi pada sistem ini menggunakan metode forward chaining. Mekanisme inferensi dilakukan dengan melakukan penelusuran basis pengetahuan yang direpresentasikan dalam pohon inferensi. Proses pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan aturan dengan menelusuri pohon inferensi dari akar hingga node terakhir yang merupakan keputusan/kesimpulan dari aturan yang ada.basis pengetahuan dari sistem ini terdiri atas fakta (kondisi), kesimpulan, dan aturan pada pohon inferensi. Fakta dan kesimpulan dapat dilengkapi dengan gambar grafis pada bagian penjelasan. Keluaran dari shell ini adalah sistem pakar yang akan dapat memberikan kesimpulan dan penjelasan berdasarkan fakta-fakta yang diberikan selama proses konsultasi. Kata Kunci: Sistem Pakar, Knowledge Engineer, Forward Chaining, Pohon Inferensi 1. PENDAHULUAN Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Komponen utama dari sebuah sistem pakar adalah basis pengetahuan dan mesin inferensi (Ignizio, 1991). Basis pengetahuan berisi fakta-fakta dan kaidah-kaidah, sedangkan mesin inferensi merupakan metode penalaran terhadap permasalahan sebagaimana dilakukan oleh seorang pakar dalam menalar permasalahan di bidangnya. Pembentukan sistem yang berfikir seperti manusia membutuhkan basis pengetahuan. Dalam sistem pakar, basis pengetahuan adalah inti keseluruhan sistem karena merupakan representasi pengetahuan (knowledge representataion) dari seorang pakar. Sudah banyak penelitian tentang sistem pakar dan implementasinya, tetapi dari sekian banyak sistem pakar yang dikembangkan kebanyakan dibuat hanya untuk menangani permasalahan tertentu. Penelitian tentang generator sistem pakar (shell) masih sangat sedikit, padahal perbedaan sistem pakar yang satu dengan yang lainnya hanya terletak pada pangkalan pengetahuannya, mesin inferensi pangkalan data dan user interface akan dapat bekerja dengan semua pangkalan pengetahuan. Dalam banyak penelitian, komunitas AI lebih memilih menggunakan bahasa konvensional atau bahasa pengembangan sistem pakar yang biasa disebut bahasa AI seperti LISP dan Prolog untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar. Kecenderungan tidak dikembangkannya shell sistem pakar karena alasan keterbatasan yang akan muncul, dianggap tidak berguna dan cenderung dianggap sebagai mainan. Cukup aneh, padahal opini yang telah berkembang adalah jika sesuatu dapat dikembangkan dengan biaya yang murah, mudah digunakan dan mudah dikembangkan, maka ini harus diseriusi. Kondisi inilah yang mendorong dilakukannya penelitian ini. 1.1 Shell Sistem Pakar (Expert System Shell) Expert System Shell adalah paket perangkat lunak yang memfasilitasi pembangunan sistem berbasis pengetahuan dengan menyediakan sekema representasi pengetahuan dan sebuah mesin inferensi. Pada kenyataanya Expert System Shell adalah arsitektur umum dari sistem pakar tanpa domain pengetahuan spesifik dari pakar, sehingga shell dapat diisi dengan pengetahuan yang berbedabeda untuk aplikasi yang berbeda. Diasosiasikan sebagai shell karena merupakan metode yang digunakan pengembangan aplikasi dengan mengkonfigurasi dan melengkapi komponenkomponen yang ada didalamnya. Beberapa komponen dasar shell sistem pakar ditunjukkan pada gambar 1. berikut: Gambar 1. Komponen Dasar Shell Sistem Pakar (Nii., 1993) C-38

a. Basis pengetahuan menyimpan fakta dan aturan. Sebuah expert system tool memiliki satu atau lebih skema representasi pengetahuan untuk mengekspresikan pengetahuan tentang domain aplikasi. b. Mesin inferensi menyediakan mekanisme inferensi untuk memanipulasi informasi simbolik dan pengetahuan dalam basis pengetahuan untuk melakukan penelusuran dalam menyelesaikan masalah. c. Subsistem akuisisi pengetahuan merupakan subsistem untuk membantu pakar dalam membangun basis pengetahuan. Pengumpulan pengetahuan diperlukan untuk menyelesaikan masalah dan membangun basis pengetahuan lebih jauh untuk meningkatkan kemampuan sistem pakar. d. Subsistem penjelasan merupakan penjelas yang menjelaskan tentang aksi sistem. Penjelasan dapat berupa bagaimana kesimpulan akhir diperoleh dan dari mana selusi yang diberikan di dapatkan. e. Antar muka pengguna merupakan sarana komunikasi antara sistem dengan pengguna. 1.2 Struktur Shell sistem Pakar Berdasarkan komponen dasar penyusunya, struktur shell sistem pakar secara umum tidak berbeda dengan arsitektur sistem pakar. Struktur shell sistem pakar ditunjukkan dalam gambar 2. Gambar 2. Arsitektur Shell Sistem Pakar (Darkin, 1998) a. Knowledge Base memuat pengetahuan khusus tentang wilayah permasalahan yang diambil dari pakar yang meliputi fakta masalah, aturan, konsep, dan keterkaitannya. b. Inference Engine adalah pemroses pengetahuan (merupakan program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi dalam basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan untuk memformulasikan pengetahuan). c. Working Memory memuat fakta-fakta yang dimasukkan oleh pengguna atau hasil inferensi pakar selama proses konsultasi. d. User Interface adalah sarana penghubung antara pengguna dengan sistem. e. Developer Interface adalah sarana penghubung knowledge engineer untuk mengembangkan sistem pakar. f. Explanation Facility memberikan penjelasan (kepada pengguna mengenai hasil konsultasi. Fasilitas penjelasan diberikan untuk menjelaskan bagaimana proses penarikan kesimpulan, biasanya dilakukan dengan memperlihatkan aturan yang digunakan.) g. System Interface menghubungkan sistem pakar dengan program luar seperti basis data, spreadseed, algoritma dan lain-lain. 1.3 Proses Inferensi Proses penggabungan banyak aturan berdasarkan data yang tersedia disebut inferensi. Diperlukan program komputer untuk mengakses pengetahuan dalam proses inferensi. Program ini adalah algoritma yang mengontrol proses pertimbangan dan disebut sebagai mesin inferensi atau program kontrol. Dalam sistem berbasis aturan, disebut juga penerjemah aturan (Turban et al, 2005). Program kontrol yang paling populer untuk sistem berbasis-aturan, yaitu forward chaining dan backward chaining. a. Forward chaining adalah pendekatan datadriven. Investigasi dimulai dari informasi yang tersedia atau dari ide dasar, kemudian dicoba menarik kesimpulan. Pencocokan fakta dilakukan dengan mencari bagian JIKA (IF) terlebih dahulu. Setelah semua bagian JIKA (IF) terpenuhi, aturan dipilih untuk mendapatkan kesimpulan. Jika kesimpulan yang diambil dari keadaan pertama, bukan dari yang terakhir maka ia akan digunakan sebagai fakta untuk disesuaikan dengan kondisi JIKA. Dengan kata lain penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis. b. Backward Chaining adalah pendekatan goaldriven, investigasi dimulai dari harapan apa yang akan terjadi (hipotesis), kemudian mencari bukti yang mendukung (atau berlawanan) dengan harapan. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (MAKA). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari hipotesis dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut harus dicari fakta yang ada dalam basis pengetahuan. c. Pohon Inferensi (disebut juga pohon tujuan atau pohon logika) menyediakan tampilan skematis proses inferensi. Pohon inferensi serupa dengan pohon keputusan dan diagram pengaruh (Turban, 2002). Dalam membangun pohon inferensi, premis dan kesimpulan ditunjukkan sebagai node. Cabang menghubungkan premis dan kesimpulan. Operator AND dan OR digunakan untuk merefleksikan struktur aturan. 2. RANCANGAN SHELL Perangkat lunak yang dikembangkan pada penelitian ini adalah Shell sistem pakar (Expert System Shell). Perangkat lunak ini nantinya dapat digunakan dalam dua fungsi utama, yaitu fungsi C-39

sebagai sistem pakar dan fungsi sebagai perangkat lunak untuk mengembangkan sistem pakar. Shell sistem pakar yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki dua bagian pokok, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi. Pengguna dari sistem ini dibedakan dalam 2 kelompok pengguna, masing-masing adalah pengguna dalam kelompok pengembang sistem pakar dan pengguna dalam kelompok pemakai sistem pakar (penerima manfaat). 2.1 Arsitektur Shell Arsitektur shell sistem pakar yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan hasil modifikasi dari struktur shell sistem pakar ES/KERNEL2 yang telah dikembangkan oleh Hitachi.Ltd. tahun 1991 (gambar 3). Gambar 3. Struktur Shell Sistem Pakar Dimodifikasi dari struktur shell ES/KERNEL2 Hitachi.Ltd (Nii, 1993) Gambaran umum arus data dalam shell sistem pakar yang dikembangkan dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 4. Diagram Arus Data Level 0 Shell Sistem Pakar Terdapat 4 proses utama dalam shell sistem pakar yang dikembangkan (dapat dilihat dalam gambar 4). DFD level 2 dapat dilihat pada gambar 3.4 dan 3.5. (Nurhuda, 2009). Gambar 5. Diagram Arus Data Level 1 2.2 Representasi Pengetahuan Basis pengetahuan dalam shell sistem pakar yang dikembangkan ini direpresentasikan dalam bentuk pohon inferensi. Representasi ini dipilih dengan pertimbangan bahwa representasi pohon merupakan representasi pengetahuan yang fleksibel dan dapat dengan mudah dirubah ke dalam bentuk aturan, begitu juga sebaliknya. Konversi dilakukan secara otomatis sebelum dilakukan penalaran oleh mesin inferensi sehingga representasi pengetahuan menjadi lebih fleksibel. 2.3 Mesin Infrensi (Inference Engine) Mekanisme inferensi pada shell yang dikembangkan ini dilaksanakan dengan menelusuri jalur/link pada pohon inferensi, dimulai dari root (keadaan awal) mengikuti jalur/link berdasarkan fakta baru yang diperoleh. Secara garis besar, sistem pelacakan untuk mendapatkan keputusan dalam shell sistem pakar yang dikembangkan ini menggunakan tahapan inferensi berdasarkan data input berupa kondisi-kondisi yang diperoleh selama proses konsultasi yang dilaksanakan dengan menelusuri arah link/jalur pada pohon inferensi. Mesin inferensi untuk merunut dan mengeksplorasi basis pengetahuan yang digunakan dalam shell yang dikembangkan adalah menggunakan sistem pelacakan maju (forward chaining). Metode pelacakan maju (forward chaining) dalam shell ini digunakan dengan pertimbangan bahwa dalam proses konsultasi, pengguna akan dibawa pada titik kesimpulan berdasarkan faktafakta yang dimasukkan dengan menelusuri pohon inferensi. Tidak ada hipotesis awal dari permasalahan yang dikonsultasikan, akan tetapi fakta yang dimunculkan yang akan dieksplorasi berdasarkan pohon inferensi untuk mendapatkan kesimpulan akhir. 2.4 Basis Pengetahuan Basis pengetahuan dalam shell sistem pakar yang dikembangkan berisi fakta dan aturan. Fakta dalam basis pengetahuan dari shell sistem pakar ini dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu bagian yang mendokumentasikan fakta, bagian yang mendokumentaiskan kesimpulan, dan bagian yang mendokumentasikan penjelasan. Aturan dalam basis pengetahuan shell sistem pakar yang dikembangkan ini didokumentasikan dan direpresentasikan dalam bentuk pohon inferensi. Fakta dan aturan dalam basis pengetahuan shell sistem pakar yang dikembangkan ini didokumentasikan dalam basis data relasional yang terdiri atas table-tabel yang memiliki hubungan saling ketergantungan. Masing-masing tabel dan hubungan antara satu tabel dengan tabel yang lain digambarkan dalam bentuk diagram hubungan antar entitas (entity relationship diagram) dalam gambar 6. C-40

Gambar 6.. Diagram E-R (Entity Relationship Diagram) shell sistem pakar Gambar 9. Form dokumentasi kesimpulan 3. IMPLEMENTASI DAN HASIL Penelitian menghasilkan sebuah shell sistem pakar yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar. Shell sistem pakar yang dihasilkan memiliki 2 fungsi utama, fungsi untuk pengembangan sistem pakar dan fungsi untuk konsultasi dari sistem pakar yang dihasilkan. Fungsi pengembangan sistem pakar digunakan oleh pakar atau knowledge engineer untuk mengembangkan aplikasi sistem pakar. Fasilitas untuk megembangkan sistem pakar pada shell ini terdiri atas fasilitas untuk mendokumentasikan fakta/kondisi, fasilitas untuk mendokumentasikan kesimpulan, dan fasilitas untuk mendokumenasikan aturan. Contoh dari dokumentasi fakta/kondisi diberikan pada gambar 7 dan 8, contoh untuk dokumentasi kesimpulan diberikan pada gambar 9 dan 10, dan contoh untuk dokumentasi aturan diberikan pada gambar 11. Gambar 10. Form daftar kasimpulan terdokumentasi Gambar 7. From dokumnetasi fakta/kondisi Gambar 11. Form dokumentasi aturan Gambar 8. Daftar fakta/kondisi pada dokumentasi fakta/kondisi Hasil pengembangan sistem pakar dengan menggunakan shell yang dikembagkan ini adalah sistem pakar yang dapat digunakan oleh pengguna untuk berkonsultasi mengenai domain masalah yang telah dibengun basis pengetahuannya oleh pengembang (pakar/knowledge engineer). Fasilitas bagi pengguna sistem pakar terdiri atas fasilitas konsultasi dan kesimpulan hasil konsultasi. Untuk berkonsultasi dengan sistem pakar, pengguna harus memilih salah satu kondisi yang sesuai dengan keadaan yang dimunculkan sistem. Sebagai hasil konsultasi adalah kesimpulan yang dilengkapi dengan penjelasan mengenai kesimpulan itu. Contoh C-41

konsultasi dan hasil konsultasi dari sistem pakar digambarkan pada gambar 12, 13 dan 14. c. Dalam aplikasi ini aturan baru dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi mesin inferensi. d. Shell sistem pakar dapat digunakan untuk mengembangkan sistem pakar dengan memasukkan basis pengetahuan tanpa harus melalui proses pengkodean pada bahasa pemrograman. 4.2 Saran Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan terutama dalam hal: a. Pengujian shell lebih lanjut dengan basis pengetahuan pada domain masalah yang lain. b. Pengembangan shell sistem pakar dengan mempertimbangkan faktor ketidakpastian. Gambar 12. Awal konsultasi dengan sistem pakar PUSTAKA Darkin, J., 1998, The Handbook of Applied Expert System, Google Book. Diakses lewat http://www.books.google.co.id Ignizio, P.J., 1991, Introduction to Expert Systems: The Development and Implementation of Rule- Based Ekspert Systems, McGraw-Hill, Inc, USA Nii, H.P., 1993, Tools and Infrastructure for Knowledge-Based Systems, WTEC Hyper Lybrarian, Diakses lewat http://www.wtec.org/loyola/kb/c3_s1.htm. Gambar 13. Form Konsultasi dengan sistem pakar Nurhuda, Y.A., 2009, Rancang Bangun Shell Sistem Pakar, Tesis S2 Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Turban, E, Aronson, Jay E., Liang, Ting-Peng, 2005, Decision Support Systems and Inteligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas), Penerbit Andi, Yogyakarta Gambar 14. Hasil konsultasi degan sistem pakar 4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan shell sistem pakar yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: a. Prototype shell sistem pakar yang dikembangkan menggunakan pola inferensi menelusuri pohon inferensi yang dikembangkan dengan model pohon keputusan. b. Pola konsultasi pada sistem pakar yang dihasilkan dilakukan dengan meminta pengguna untuk memilih fakta kondisi yang dimunculkan berdasarkan hasil penelusuran pohon inferensi. C-42