Journal of Mechanical Engineering Learning

dokumen-dokumen yang mirip
Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning

STUDI EKSPERIMENTAL PENGUKURAN HEAD LOSSES MAYOR (PIPA PVC DIAMETER ¾ ) DAN HEAD LOSSES MINOR (BELOKAN KNEE 90 DIAMETER ¾ ) PADA SISTEM INSTALASI PIPA

ANALISIS DEBIT FLUIDA PADA PIPA ELBOW 90 DENGAN VARIASI DIAMETER PIPA

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

JURNAL. Analisis Penurunan Head losses Pada Belokan 180 Dengan Variasi Tube Bundle Pada Diameter Pipa 2 inchi

Analisa Rugi Aliran (Head Losses) pada Belokan Pipa PVC

FLUID CIRCUIT FRICTION EXPERIMENTAL APPARATUS BAB II

Gambar 3-15 Selang output Gambar 3-16 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk Gambar 3-17 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk

JURNAL ANALISIS LAJU ALIRAN PADA PIPA BERCABANG DENGAN SUDUT 90 0 ANALYSIS OF THE FLOW RATE IN THE PIPE BRANCHED AT AN ANGLE OF 90 0

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KARAKTERISTIK ALIRAN FLUIDA PADA LENGKUNGAN S (DUA ELBOW 90 ) DENGAN VARIASI JARAK ANTARA ELBOW DAN ARAH KELUARAN

STUDY EKSPERIMENTAL PERILAKU ALIRAN FLUIDA PADA SAMBUNGAN BELOKAN PIPA

Pendahuluan. Krida B et al., Analisis Penurunan Head Losses... Bagus Krida Pratama Mahardika 1, Digdo Listyadi Setiawan 2, Andi Sanata 2

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

KEHILANGAN HEAD ALIRAN AKIBAT PERUBAHAN PENAMPANG PIPA PVC DIAMETER 12,7 MM (0,5 INCHI) DAN 19,05 MM (0,75 INCHI).

BAB IV PENGUKURAN KEHILANGAN ENERGI AKIBAT BELOKAN DAN KATUP (MINOR LOSSES)

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS DEBIT AIR DAN RUGI BELOKAN PADA PIPA TEE.

PENGARUH DEBIT ALIRAN TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA

Analisa Pengaruh Penambahan Rambut dan Serat Pisang Terhadap Nilai Minor Losses pada Pipa Spiral Lengkung

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida

PERANCANGAN ALAT PRAKTIKUM PENGUJIAN HEADLOSS ALIRAN FLUIDA TAK TERMAMPATKAN. Dwi Ermadi 1*,Darmanto 1

PENGARUH REYNOLD NUMBER ( RE ) TERHADAP HEAD LOSSES PADA VARIASI JENIS BELOKAN PIPA ( BERJARI JARI DAN PATAH )

Analisa Pengaruh Variasi Volume Tabung Udara Dan Variasi Beban Katup Limbah Terhadap Performa Pompa Hidram

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan setelah di setujui sejak tanggal pengesahan

Losses in Bends and Fittings (Kerugian energi pada belokan dan sambungan)

Studi Eksperimental Tentang Head Loss Pada Aliran Fluida Yang Melalui Elbow 90

RANCANG BANGUN PERANGKAT UJI RUGI-RUGI HEAD DENGAN FLUIDA KERJA AIR (H 2 O) DAN ANALISISNYA. Oleh : Tris Sugiarto ABSTAK

Analisa Pengaruh Penambahan Serat Bambu dan Serat Kelapa Terhadap Nilai Minor Losses pada Pipa Spiral Lengkung

Analisis Aliran Fluida Terhadap Fitting Serta Satuan Panjang Pipa. Nisa Aina Fauziah, Novita Elvianti, dan Verananda Kusuma Ariyanto

BAB II DASAR TEORI. m (2.1) V. Keterangan : ρ = massa jenis, kg/m 3 m = massa, kg V = volume, m 3

Automotive Science and Education Journal

Jurnal FEMA, Volume 1, Nomor 1, Januari 2013 PERANCANGAN ALAT UJI GESEKAN ALIRAN DI DALAM SALURAN

Analisa Pengaruh Variasi Sudut Sambungan Belokan Terhadap Head Losses Aliran Pipa

Model Matematika dan Analisanya Dari Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih di Suatu Kompleks Perumahan

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi fluida

TUGAS AKHIR BIDANG KONVERSI ENERGI PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN POMPA DENGAN PEMASANGAN TUNGGAL, SERI DAN PARALEL

Pengaruh Diameter Katup Limbah dan Jarak antara Katup Limbah dengan Katup Penghantar terhadap Efisiensi Pompa Hidram

UJI EKSPERIMENTAL IMPELLER DENGAN BLADES SPLITTER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA

Panduan Praktikum 2012

Journal of Mechanical Engineering Learning

Edu Elektrika Journal

Panduan Praktikum 2009

Peningkatan kinerja pompa hidram berdasarkan posisi tabung kompresor dengan saluran keluar di bawah tabung kompresor

ANALISA ALIRAN FLUIDA PENGARUH ELBOW, FITTING, VALVE DAN PERUBAHAN LUAS PERMUKAAN DALAM SISTEM PERPIPAAN

BAB IV ANALISA SISTEM PEMIPAAN DAN PEMILIHAN POMPA

Vol. 2, No. 3, September 2017 e-issn: ENTHALPY-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

STUDI DISTRIBUSI TEKANAN ALIRAN MELALUI PENGECILAN SALURAN SECARA MENDADAK DENGAN BELOKAN PADA PENAMPANG SEGI EMPAT

ANALISIS PENGARUH KEKASARAN PERMUKAAN PIPA TERHADAP BESARNYA HEADLOSSES SISTEM PERPIPAAN DI KAPAL

TUGAS AKHIR ANALISA INSTALASI PEMIPAAN DAN PENGGUNAAN POMPA PADA GEDUNG ASRAMA HAJI DKI JAKARTA

Automotive Science and Education Journal

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PRESSURE DROP PADA SAMBUNGAN T (TEE) UNTUK POSISI FRONTAL DENGAN VARIASI KEMIRINGAN UNTUK SISTEM PERPIPAAN

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015

BAB IV PERANCANGAN SISTEM PERPIPAAN AIR UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN KEBUN VERTIKAL

PENGARUH VARIASI SUDUT TERHADAP KOEFISIEN KERUGIAN PADA PENGGABUNGAN PIPA CABANG

BAB III METODE PENELITIAN

RANCANG BANGUN POMPA HIDRAM DAN PENGUJIAN PENGARUH VARIASI TINGGI TABUNG UDARA DAN PANJANG PIPA PEMASUKAN TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA

UNIVERSITAS DIPONEGORO YUSUF WIRYAWAN ABDULLAH

PERBANDINGAN KINERJA POMPA REKONDISI TIPE VERTIKAL API 610 OH-4 MODEL 3900L DI PT.Y DENGAN CAE

Pengaruh Jumlah Katup Hisap dan Katup Buang Terhadap Kinerja Pompa Hidram

Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.

ANALISIS KERUGIAN HEAD PADA SISTEM PERPIPAAN BAHAN BAKAR HSD PLTU SICANANG MENGGUNAKAN PROGRAM ANALISIS ALIRAN FLUIDA

RANCANG BANGUN ALAT UJI HEAD STATIS POMPA PADA TEKANAN TANGKI 0.5 BAR TUGAS AKHIR NAMA :LUHUR SETIABUDI NIM :

BAB II LANDASAN TEORI. dapat dilakukan berdasarkan persamaan kontinuitas yang mana prinsif dasarnya

PERANCANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DINGIN DARI TANGKI ATAS MENUJU HOTEL PADA THE ARYA DUTA HOTEL MEDAN

OLEH : AHMAD FARHUN (D )

PEMBUATAN ALAT UJI RUGI-RUGIALIRAN DALAM PIPA SIRKULASI TERTUTUP DENGAN KEMIRINGAN 30 0

Journal of Mechanical Engineering Learning

POLITEKNOLOGI VOL. 15 No. 3 SEPTEMBER 2016 ABSTRACT ABSTRAK

PENGEMBANGAN MODUL TEKNIK LISTRIK PADA MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK KELAS X TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK NEGERI 2 YOGYAKARTA

KAJI EKSPERIMENTAL KOEFISIEN KERUGIAN PADA PERCABANGAN PIPA DENGAN SUDUT 45 0, 60 0 DAN 90 0

Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.

JURNAL ANALISA KERUGIAN ALIRAN AKIBAT PERLUASAN DAN PENYEMPITAN ANTARA DIAMETER PIPA AWAL 2 INCHI KE DIAMETER 1 INCHI

Perbandingan Konfigurasi Pipa Paralel dan Unjuk Kerja Kolektor Surya Plat Datar

PENGARUH VARIASI VOLUME TABUNG TEKAN TERHADAP EFISIENSI PADA POMPA HIDRAM

Journal of Mechanical Engineering Learning

PENGARUH VARIASI DEBIT ALIRAN DAN PIPA ISAP (SECTION) TERHADAP KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL YANG DIOPERASIKAN SECARA PARALEL

Vol 9 No. 2 Oktober 2014

REKAYASA INSTALASI POMPA UNTUK MENURUNKAN HEAD LOSS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pengaruh diffuser pada flens isap dan lock nut Impeller berbentuk tirus terhadap karakteristik pompa sentrifugal

Automotive Science and Education Journal

PEMBIMBING : Dr. Sri Poernomo Sari, ST., MT

ANALISA PERANCANGAN INSTALASI GAS

BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT. Massa jenis cairan : 1 kg/liter. Kapasitas : liter/menit = (1250 gpm) Kondisi kerja : Tidak kontinyu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisa Tekanan Air Dengan Methode Pipe Flow Expert Untuk Pipa Berdiameter 1, ¾ dan ½ Di Instalasi Pemipaan Perumahan

MODUL PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

ALIRAN PADA PIPA. Oleh: Enung, ST.,M.Eng

ANALISIS DEBIT AIR PIPA BERCABANG 4 DAN 5 PADA PIPA TUNGGAL DENGAN SATU TITIK JUNCTION SEBAGAI ALTERNATIF PENGGUNAAN PIPA BERCABANG

Transkripsi:

ze JMEL 3 (2) (214) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLUID CIRCUIT SYSTEM EXPERIMENT UNTUK MENGUKUR KERUGIAN ALIRAN FLUIDA MELALUI FITTNG ELBOW DAN TEE PADA MATA KUIAH MEKANIKA FLUIDA Adhi Yudha Pratama, Winarno Dwi Raharjo, Supraptono Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima April 213 Disetujui Mei 213 Dipublikasikan Juli 214 Keywords: Fitting elbow, gate valve, tee Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Fluid Ciruit System Experiment untuk mengukur kerugian minor yang terjadi pada fitting elbow dan tee dengan variasi penutupan gate valve sebagai pengatur debit, dan juga untuk mengetahui koefisien kerugian pada fitting elbow dan tee. Penelitian ini menggunakan pipa tembaga 1 inch dengan variasi penutupan gate valve dari -4 putaran tutupan. Kerugian minor dapat dilihat pada manometer.metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan dengan pendekatan 4D. Validasi media pembelajaran dilakukan oleh 2 pakar ahli mekanika fluida. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner/angket dan dokumentasi. Analisis data untuk kuesioner/angket menggunakan deskriptif persentase. Pengukuran kerugian minor dilakukan sebanyak 3 kali kemudian diambil ratarata, sehingga diperoleh data hasil penelitian.hasil pengembangan media pembelajaran ini berupa penggantian reservoir, pemberian nomor pada masing-masing komponen media pembelajaran, penambahan manometer air raksa (Hg). Berdasarkan hasil validasi dari 2 pakar ahli mekanika fluida diperoleh nilai 87,72% sehingga media pembelajaran ini dikategorikan sangat layak digunakan. Komponen-komponen yang digunakan sudah memenuhi standar dan dalam penggunaan sudah berjalan baik. Hasil penelitian menunjukkan aliran fluida yang melewati fitting elbow dan tee mengalami kerugian minor yang dipengaruhi oleh gate valve, semakin betambah penutupan gate valve semakin menurun kerugian minor yang terjadi. Dengan menggunakan persamaan kerugian minor, dapat diperoleh nilai koefisien kerugian pada fitting elbow 9 sebesar,99428 sedangkan pada fitting tee sebesar 1,22237. Abstract This study aims to develop instructional media Fluid Circuit System Experiment to measure the minor losses that occur in the elbow and tee fittings with variations closing gate valve as a regulator of discharge, and also to determine the loss coefficient at the elbow and tee fittings. Study using 1 inch copper pipe with variations of gate valve closing cover of -4 rounds. Minor losses can be seen on the manometer.the method used is the method of research and development with 4D approach. Validation is done by 2 instructional media experts fluid mechanics expert. Data collection using questionnaires / questionnaire and documentation. Analysis of the data for the questionnaire / questionnaire using deskriptif percentage. Measurements minor damages done 3 times and then an average is taken, in order to obtain research data.the results of the development of instructional media is either replacement of the reservoir, giving the number of each component of instructional media, the addition of water manometer mercury (Hg). Based on the results of two expert expert validation of fluid mechanics so that the values obtained 87.72% of instructional media is considered very fit for use.the components that are used to meet the standard and has been running well in use. The results showed that fluid flow past the elbow and tee fittings suffered minor losses are influenced by the gate valve, the gate valve closure betambah diminishing minor losses that occur. By using equations minor losses, the loss coefficient can be obtained on fitting elbow9 at.99428 while the tee fitting at 1.22237. 214 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung E9 Lantai 2 FT Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 5229 E-mail: adhyudha@gmail.com ISSN 2252-651X 7

Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) PENDAHULUAN Mata kuliah Mekanika Fluida merupakan salah satu mata kuliah yang ada pada kurikulum Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang. Mekanika Fluida adalah mata kuliah yang mempelajari fluida. Fluida disini dapat berupa cairan atau gas. Mekanika Fluida dapat dibedakan menjadi Mekanika Fluida Statis dan Mekanika Fluida Dinamis. Mekanika Fluida Statis mempelajari fluida pada keadaan diam, sedangkan Mekanika Fluida Dinamis mempelajari fluida pada keadaan bergerak. Dalam kehidupan sehari-hari, fluida cair selalu berhubungan dengan namanya pipa. Aliran fluida di dalam pipa mengalami kerugiankerugian yang disebabkan oleh adanya gesekan dengan dinding pipa, perubahan luas penampang, sambungan, katup-katup, belokan pipa, percabangan pipa, dll. Head losses merupakan suatu fenomena rugi-rugi aliran di dalam sistem pemipaan. Head losses sangat merugikan dalam aliran fluida di dalam sistem pemipaan, karena head losses dapat menurunkan tingkat efisiensi aliran fluida. Helmizar (21:59). Koefisien kerugian pada fiting pipa dipengaruhi oleh diameter sambungan. Selain perbedaan diameter, perubahan laju aliran juga memengaruhi nilai koefisien kerugian pipa cabang. Kadir (29:1). Penelitian ini meneliti tentang kerugian aliran di sambungan dengan berbagai diameter. Untuk mengetahui kerugian aliran fluida dalam pipa, dapat dikaji dengan mempelajari tentang teori-teori kerugian aliran fluida dalam pipa. Diantaranya macam aliran fluida, sifat fluida, dll. Namun, jika hanya mempelajari teori-teori kerugian aliran fluida saja, tidak cukup untuk memahami kerugian aliran fluida dalam pipa. Selain memahami teori tentang kerugian aliran fluida dalam pipa, alangkah baiknya memahami kerugian aliran fluida dengan dibantu adanya media pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran, maka teori-teori kerugian aliran fluida dalam pipa dapat dieksperimenkan dengan menggunakan media pembelajaran tersebut, supaya mahasiswa lebih paham dalam mempelajari kerugian aliran dalam pipa. Media pembelajaran merupakan suatu alat bantu untuk menunjang pemahaman mahasiswa dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pemenggalan kata, media yang berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara komunikator dan komunikan. Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik. Dengan demikian, menurut Asyhar (212:8) media pembelajaran dapat dipahami sebagai, segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif. Mengingat dulu di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, media pembelajaran sudah pernah dibuat dengan sebutan pengukur kerugian aliran fluida. Media pembelajaran ini digunakan untuk mensimulasikan pengukuran kerugian aliran dalam pipa, diantaranya fluida yang melewati venturi, orifice fitting elbow 9 dan tee, gate valve dan pipa lurus. Sebenarnya media pembelajaran ini sangat membantu pemahaman mahasiswa dalam mempelajari kerugian aliran fluida dalam pipa, namun media pembelajaran ini sudah rusak karena faktor usia ataupun faktor yang lainnya. Media pembelajaran yang pernah ada, komponennya ada yang terbuat dari besi yang mempunyai sifat mudah berkarat. Hal ini menyebabkan media pembelajaran mudah rusak, selain itu juga mengganggu dalam pengukuran kerugian aliran fluida. Dalam pengukuran kerugian minor menggunakan pesamaan yang dirumuskan Munson (25: 49) sebagai berikut: H L = K L v 2 2g 71

Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan R&D (Research and Development). Menurut Sugiyono (21: 47) secara sederhana R&D bisa didefinisikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Tahap penelitian dan pengembangan ini terdiri atas empat tahap, yang disebut model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Pengujian dan validasi media pembelajaran ini dilakukan oleh 2 pakar ahli mekanika fluida.pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan angket yang berupa pertanyaan, dengan sifat tertutup ditujukan kepada pakar ahli mekanika fluida untuk divalidasi sesuai kriteria media pembelajaran sedangkan dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 211: 329). Teknik analisis data untuk kuesioner menggunakan deskriptif persentase. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap awal peneliti membuat desain media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment. Pada tahap ini peneliti juga menetukan bahan dan ukuran yang akan dipakai dalam pembuatan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment. Gambar 1. Desain media pembelajaran pengukuran rugi aliran fluida cair. Pada desain media pembelajaran pengukuran rugi aliran fluida cair seperti pada gambar 1, maka komponen-komponen yang A = Pipa tembaga diameter 1 B = Pipa tembaga diameter ¾ C = Pipa tembaga diameter ½ D = Pipa tembaga diameter 3/8 E = Pompa F = Tabung Reservoir G = Gelas Penduga H = Venturi Meter dibutuhkan untuk membuat media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment sebagai berikut: I = Orifice Meter J = Manometer K = Tabung Transparan 2. Katub ¼ 3. Gate Valve 1 4. Gate Valve ¾ 72

Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) Dalam pembuatan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment membutuhkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media pembelajaran ini sesuai dengan desain media yang telah dibuat. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media ini meliputi: plat besi siku sepanjang 19 meter yang nantinya digunakan untuk membuat rangka sebagai dudukan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment, plat alumunium 3 meter sebagai dudukan manometer, pompa, tangki reservoir, tabung transparan, selang bening 16 meter ukuran ¼ inch, pipa tembaga diameter 1 inch sepanjang 9 meter, ¾ inch sepanjang 1,5 meter, ½ inch sepanjang 1,5 meter, 3/8 inch sepanjang 1,5 meter, gate valve ukuran 1 inch sebanyak 12 buah, ¾ inch sebanyak 1 buah, ½ inch sebanyak 1 buah, 3/8 inch sebanyak 1 buah, kran ¼ inch sebanyak 2 buah, fitting elbow 1 buah, fitting tee 1 buah, pipa venturi dan pipa orifice. Langkah selanjutnya yaitu pembuatan rangka media pembelajaran, yaitu menggunakan plat besi siku sesuai dengan desain media pembelajaran. Penyambungan plat besi siku menggunakan las listrik. Rangka dari media pembelajaran sudah selesai dibuat, kemudian pipa-pipa tembaga dipotong sesuai dengan ukuran yang ada. Langkah selanjutnya adalah perakitan pipa-pipa tembaga yang sudah sesuai ukuran, dan komponen-komponen lainnya ke rangka media yang sudah dibuat. Langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji coba media pembelajaran ini untuk melihat ada kebocoran atau tidak. Hasil validasi media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment oleh pakar ahli mekanika fluida sebagai berikut: 12.% 1.% 8.% 6.% 4.% 2.%.% Diagram rekapitulasi hasil analisis kelayakan 91.67% 79% 87.5% 87.5% 87.5% 87.5% 87.5% 81.5% 1% 87.5% Gambar 2. Diagram rekapitulasi hasil analisis kelayakan. Penelitian pengukuruan kerugian minor dilakukan sebanyak 3 kali percobaan (semakin banyak percobaan yang dilakukan maka hasilnya akan semakin valid). 73

Debit (l/s) Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) Tabel 1. Rata-rata kerugian minor yang terjadi pada fitting elbow 9. Hm Hm gate valve 1 2 3 put. 2 1,9 2,1 2 1 put. 1,9 1,9 1,9 1,9 2 put 1,8 1,8 1,8 1,8 3 put 1,6 1,7 1,8 1,7 4 put,9 1,9,93333 Tabel 2. Rata-rata kerugian minor yang terjadi pada fitting tee. Hm Hm gate valve 1 2 3 put. 2,3 2,2 2,3 2,26667 1 put. 2,3 2,1 2,2 2,2 2 put 2,2 2,1 2,2 2,16667 3 put 1,7 1,9 1,8 1,8 4 put 1,6 1,6 1,7 1,63333 Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali pengamatan dalam setiap variasi debit. Variasi debit diatur dengan cara memutar gate valve dengan 5 variasi putaran, yaitu putaran, 1 putaran, 2 putaran, 3 putaran dan 4 putaran. Debit dalam setiap putaran gate valve dapat dilihat pada gambar di bawah ini:.35.3.25.2.15.1.5 Hubugan debit dengan tutupan gate valve.3188829.36122449.3.267857143.252184 putaran 1 putaran 2 putaran 3 putaran 4 putaran Tutupan gate valve debit l/s Gambar 3. Grafik hubungan debit dengan tutupan gate valve. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa debit semakin menurun ketika penambahan putaran tutupan gate valve. Hal ini disebabkan oleh celah katup pada gate valve semakin menyempit dan waktu yang dibutuhkan aliran semakin lama. 73

kerugian minor (Hm) Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214).25.2.15.1.5 Hubungan antara kerugian minor dengan putaran tutupan gate valve..2.19.18.17.93333 putaran 1 putaran 2 putaran 3 putaran 4 putaran Penutupan gate valve Gambar 4. Grafik hubungan penutupan gate valve dengan kerugian minor pada fitting elbow 9 Dari gambar 4 di atas dapat disimpulkan bahwa kerugian minor berbanding terbalik dengan putaran penutupan gate valve, yaitu kerugian minor semakin menurun ketika semakin banyak putaran penutupan gate valve. Ketinggian air sebelum melewati fitting elbow 9 yang terbaca pada manometer lebih tinggi dari pada ketinggian air sesudah melewati fitting elbow 9. Pada putaran, kerugian minor yang terjadi sebesar,2 m, 1 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,19 m, 2 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,18 m, 3 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,17 m, 4 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,933 m. Dari uraian di atas dapat disimpulkan, kerugian minor yang terjadi pada fitting elbow 9 pada setiap variasi putaran tutupan gate valve mengalami penurunan yang konstan, namun pada 4 putaran tutupan gate valve kerugian minor mengalami penurunan yang signifikan, yaitu dari putaran ke 3 kerugian minor sebesar,17 m ke putaran ke 4 sebesar,933 m. Hal ini disebabkan karena ketika 4 tutupan putaran gate valve, penampang semakin menyempit air yang mengalir sedikit dan kecepatan semakin menurun. Seiring menurunnya debit, aliran yang melalui fitting tidak sepenuhnya memenuhi diameter fitting tersebut, sehingga bilangan reynold mengalami penurunan yang menyebabkan menurunnya harga kerugian minor. Kerugian minor pada fitting tee dari 3 kali uji coba pengamatan diambil rata-rata (tabel 2), kemudian dihitung menghasilkan grafik seperti di bawah ini: 74

kerugian minor (Hm) Kerugian minor (Hm) Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214).25.2.15.1.5 Hubungan antara kerugian minor dengan putaran tutupan gate valve..22667.22.21667.18.1633 putaran 1 putaran 2 putaran 3 putaran 4 putaran Tutupan gate valve Gambar 5. Grafik hubungan penutupan gate valve dengan kerugianminor pada fitting tee. Dari gambar di atas, dapat dilihat kerugian minor yang tejadi sama dengan fitting elbow 9 yaitu kerugian minor semakin menurun ketika bertambahnya putaran tutupan gate valve. Pada putaran tutupan gate valve, kerugian minor yang terjadi sebesar,22667 m, 1 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,22 m, 2 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,21667 m, 3 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,18 m, 4 putaran tutupan gate valve kerugian minor sebesar,1633 m. Hal ini disebabkan karena menurunnya debit aliran, kecepatan aliran dan juga turbulensi aliran fluida yang melalui fitting tee, sehingga harga kerugian minor mengalami penurunan. Dari grafik pada gambar 4 dan gambar 5 merupakan grafik yang menunjukan kerugian minor yang terjadi pada fitting elbow 9 dan tee. Keduanya mengalami kerugian minor yang berbeda. Perbedaan kerugian minor antara fitting elbow 9 dan tee dapat dilihat pada gambar di bawah ini..25.2.15.1.5 Hubungan penutupan gate valve dengan kerugian minor (Hm).22667.22.21667.18.1633.2.19.18.17.93333 putaran 1 putaran 2 putaran 3 putaran 4 putaran Penutupan gate valve fitting elbow fitting tee Gambar 6. Grafik hubungan kerugian minor pada fitting elbow 9 dan tee dengan tutupan gate valve. 75

kerugian minor (hm) Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) Pada putaran tutupan gate valve kerugian minor yang terjadi pada fitting tee sebesar,22667 m, sedangkan pada fitting elbow 9 sebesar,2 m. Pada 1 putaran tutupan gate valve kerugian minor yang terjadi sebesar,22 m, sedangkan pada fitting elbow 9 sebesar,19 m. Pada 2 putaran tutupan gate valve kerugian minor yang terjadi sebesar,21667 m, sedangkan pada fitting elbow 9 sebesar,18 m. Pada 3 putaran tutupan gate valve kerugian minor yang terjadi sebesar,18 m, sedangkan pada fitting elbow 9 sebesar,17 m. Pada 4 putaran tutupan gate valve kerugian minor yang terjadi sebesar,1633 m, sedangkan pada fitting elbow 9 sebesar,93333 m. Dari gambar 2 di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa kerugian minor yang terjadi pada fitting tee lebih besar dari pada fitting elbow 9. Hal ini disebabkan karena fluida yang melalui fitting tee dipaksa berubah arah aliran secara tegak lurus 9, hal ini menyebabkan turbulensi semakin besar sehingga kerugian minor yang terjadi juga semakin besar, sedangkan pada fitting elbow aliran dibelokan 9 melalui lengkungan. Dari kerugian yang terjadi pada fitting elbow dan tee mempunyai hubungan dengan kecepatan aliran sebagai berikut:.3.2.1 Hubungan kecepatan (m/s) dengan Hm pada fitting elbow dan tee.22667.22.21667.2.19.18.17.18.1633.93333.61438899.6498577.592885375.529361942.4982235 kecepatan (m/s) fitting elbow fitting tee Gambar 7. Grafik hubungan kerugian minor pada fitting elbow 9 dan tee dengan kecepatan Dari perhitungan debit nyata yaitu dengan dengan cara membuang air di dalam tangki reservoir sebanyak 6 liter kemudian menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan uantuk menghabiskan air sebanyak 6 liter dengan variasi putaran tutupan gate vale putaran, 1 putaran, 3 putaran dan 4 putaran. Perhitungan menggunakan rumus Q = AV, dimana Q adalah debit nyata yang sudah dicari, A luas penampang dan V adalah kecepatan. Dari gambar 21 dapat dilihat ketika kecepatan mengalami penurunan maka kerugian minor juga mengalami kerugian, hal ini dipengaruhi oleh debit, ketika debit menurun maka kecepatan aliran juga mengalami penurunan. Kerugian minor terbesar terjadi pada kecepatan yang terbesar pula, baik pada fitting elbow 9 dan tee. dari sini dapat disimpulkan bahwa kecepatan dan kerugian minor berbanding lurus. Semakin besar kecepatan semakin besar pula kerugian minor yang terjadi, begitupun juga sebaliknya, semakin kecil kecepatan semakin kecil juga kerugian minor yang terjadi. 76

Adhi Yudha Pratama, dkk / Journal of Mechanical Engineering Learning 3 (2) (214) SIMPULAN Hasil akhir dari kegiatan penelitian dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Fluid Circuit System Experiment Untuk Mengukur Kerugian Aliran Fluida Melalui Fitting Elbow dan Tee Pada Mata Kuliah Mekanika Fluida adalah media Pembelajaran Fluid Circuit System Experiment. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: Tahap-tahap dalam pengembangan media pembelajaran dan langkah-langkah melakukan simulasi pengkuran kerugian aliran fluida perlu diperhatikan sebelum mengembangkan dan mensimulasikan pengukuran menggunakan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment. Besar kerugian aliran fluida yang melewati fitting elbow 9 dan tee berdasarkan variasi debit dengan menggunakan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment adalah sebagai berikut, semakin besar nilai debit, nilai kecepatan aliran dan bilangan reynold, maka semakin meningkat pula kerugian minor yang terjadi, baik pada fitting elbow 9 maupun pada fitting tee. Besar nilai koefisien kerugian pada fitting elbow 9 dan tee. Pada fitting elbow 9, hasil analisis koefisien kerugian minor rata-rata (K L ) menunjukkan nilai sebesar,99428, sedangkan pada fitting tee hasil analisis koefisien kerugian minor rata-rata (K L ) sebesar 1,22237. pengukuran kerugian aliran fluida melalui fitting tee yang bercabang menjadi 2 arah. Dalam penggunaan media pembelajaran Fluid Circuit System Experiment ini harus sesuai dengan jobsheet yang ada. Untuk peneliti berikutnya, sebaiknya Fluid Circuit System Experiment digunakan sebagai media pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Asyhar, Rayandra. 212. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta : Referensi Jakarta. Helmizar. 21. Studi Eksperimental Pengukuran Head Losses Mayor (Pipa PVC Diameter ¾ ) dan Head Losses Minor (Belokan Knee 9 Diameter ¾ ) pada Sistem Instalasi Pipa. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin. Volume 1. No. 2: 59-64. Kadir. 29. Pengaruh Variasi Sudut Terhadap Koefisien Kerugian Pada Penggabungan Pipa Cabang. Volume 1. No. 1: 1-8. Munson, Bruce R., D. F. Young, dan T. H. Okiisihi. 25. Mekanika Fluida Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Raswari. 21. Teknologi dan Perencanaan Sistem Perpipaan. Jakarta : Universitas Indonesia. Soetedjo, I. 1982. Fluid Flow. Bandung : Angkasa. Sugiyono. 21. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta. SARAN Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang telah dilaksanakan, maka penulis dapat memberi saran sebagai berikut: Untuk peneilitan berikutnya, sebaiknya ditambah manometer H 2 O agar lebih menghemat waktu dalam melakukan simulasi pengukuran kerugian aliran fluida yang ditempatkan terpisah dari media pembelajaran Fluid Circuit System Experimet, selain itu dapat dilakukan simulasi 77