BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I. PENDAHULUAN. Masalah kesehatan telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat saat ini.

Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelanggan terbagi menjadi dua jenis, yaitu: fungsi atau pemakaian suatu produk. atribut yang bersifat tidak berwujud.

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN FARMASI RSK. ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SERVQUAL DAN QFD

sakit, sehingga tidak ada pengelolaan sediaan farmasi, bahan medis habis pakai di

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan swasta semakin menuntut pelayanan yang bermutu. Tidak dapat dipungkiri pada

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya yang dinilai mempunyai peranan cukup penting adalah penyelenggara

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan bermutu serta berorientasi pada kepuasan pasien. (2)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai. Dalam meningkatkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. ini dikarenakan telah terjadi beberapa perubahan mendasar. Pada awal

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan mencegah penyakit dengan masyarakat sebagai sasaran utamanya. (1) Berdasarkan

BAB 1 PENDAHULUAN. PERMENKES RI Nomor: 159b/Menkes/Per/II/1988 disebutkan bahwa setiap

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SIDANG TESIS MANAJEMEN INDUSTRI MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Esa Unggul

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan secara merata dengan mengutamakan penyembuhan penyakit serta pemulihan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki peran sangat strategis dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Meningkatnya taraf hidup masyarakat, menyebabkan terjadinya peningkatan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. dan Undang-undang No. 36 tahun 2010 tentang kesehatan, membawa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan yang adil dan merata. Salah satu pelayanan kesehatan adalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai industri jasa kesehatan pada dasarnya bertujuan

SKRIPSI ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TERAS BOYOLALI TAHUN 2010

BAB II LANDASAN TEORI A. TINJAUAN PUSTAKA. dibantu oleh beberapa orang apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN RESEP DI APOTEK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HADJI BOEDJASIN PELAIHARI

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, sarana pelayanan kesehatan merupakan elemen

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Unsur terpenting dalam organisasi rumah sakit untuk dapat mencapai

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini kesehatan merupakan hal yang paling berharga dan telah. menjadi kebutuhan pokok. Semakin tinggi tingkat pendidikan, ilmu

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan suatu tempat untuk melakukan upaya peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan jasa yang sama secara berulang dan membuat komitmen untuk. merekomendasikannya secara positif kepada orang terdekatnya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SKRIPSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMKESMAS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH KARANGANYAR

BAB I PENDAHULUAN. menunjang aktivitas sehari-hari. Kesehatan adalah kondisi yang terus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. hal yang harus mendapat perhatian dari pemerintah sebagai salah satu upaya

BAB 1 : PENDAHULUAN. orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat menjadi lebih selektif dalam memilih jasa pelayanan dari suatu rumah

BAB I PENDAHULUAN. Sarana pelayanan kesehatan di era globalisasi ini, berupaya meningkatkan

BAB 1 PENDAHULUAN. mempunyai peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. Rekam Medis mempunyai peranan penting dalam proses pelayanan di rumah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi, pelayanan prima merupakan elemen utama di rumah

BAB I PENDAHULUAN Sejarah dan Perkembangan Singkat Organisasi

BAB I PENDAHULUAN. dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. oleh rumah sakit adalah kepuasan pelanggan agar dapat bertahan, bersaing,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Rumah sakit merupakan salah satu industri jasa pemberi pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam lingkungan yang semakin kompetitif, suatu industri jasa khususnya di

Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : TRI LESTARI J

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak mendasar masyarakat yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional pada Pelayanan Kesehatan Primer

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas pelayanan oleh pelaksana pelayanan kesehatan, seperti

BAB 1 : PENDAHULUAN. yaitu pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. (1,2)

BAB I PENDAHULUAN. sangat berkaitan erat dengan pelayanan kesehatan. pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Pada era globalisasi, pelayanan prima merupakan. elemen utama di rumah sakit dan unit kesehatan.

BAB 1 PENDAHULUAN. kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit dengan harapan sebelum pasien

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Instalasi farmasi mempunyai pengaruh yang sangat besar pada

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis

TINGKAT KEPUASAN PASIEN UMUM RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN INSTALASI FARMASI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Sistem pelayanan kesehatan yang semula berorientasi pada pembayaran

BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan aktivitasnya sehari-hari (Noor, 2001). World Health Organization (WHO)

BAB I PENDAHULUAN. asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia, yang telah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan dorongan atau motivasi kepada pasien untuk menjalin ikatan dan

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang bermutu dan terjangkau bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. Seiring semakin tingginya tingkat pendidikan, ilmu pengetahuan, pesatnya

pendidikan dan penelitian yang erat hubungannya dengan kehidupan menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN. luas terhadap perkembangan sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat. Dengan semakin majunya pendidikan masyarakat ditambah dengan

Kata kunci : Kualitas pelayanan, Instalasi Farmasi, GAP, RSUD Ratu Zalecha Martapura

VOLUME II No 1 Januari 2014 Halaman 74-84

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan yang melaksanakan

BAB 1 PENDAHULUAN. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dan diantaranya adalah milik swasta. 1. dari 6 buah puskesmas, 22 BKIA, 96 dokter praktik dan 3 Rumah Bersalin.

BAB I PENDAHULUAN. memenuhinya serta meminimalkan kesalahan yang membuat pasien kecewa.

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP LOYALITAS PASIEN DI RUMAH SAKIT BHAKTI KARTINI. Rosmawati

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini kesehatan merupakan hal yang mutlak diperlukan di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk dapat

Kata Kunci : Kepuasan pasien, Tingkat kepuasan pasien, dan lima dimensi kualitas pelayanan.

BAB I PENDAHULUAN. penyakit dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara serasi dan

yang akan datang (Anderson et al.,1994). Menurut Hoffman dan Bateson (1997) kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas layanan dari suatu

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan mengenai pendahuluan pembuatan laporan tugas akhir. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan batasan masalah penelitian serta sistematika penulisan laporan. 1.1 Latar Belakang Meningkatnya taraf perekonomian masyarakat, kemudahan komunikasi dan juga pengetahuan sebagai kemajuan pembangunan nasional hingga saat ini, berdampak terhadap pola pikir masyarakat yang lebih selektif dalam memilih fasilitas pelayanan yang tersedia. Masyarakat bisa memanfaatkan berbagai macam media dalam mempertimbangkan dan kemudian mengambil keputusan pelayanan mana yang akan digunakan. Salah satu jenis layanan yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan kesehatan. Pada dasarnya setiap individu membutuhkan tubuh yang sehat agar dapat menjalankan aktivitas kesehariannya dengan baik dan lancar. Saat kondisi tubuhnya mulai terganggu, manusia memerlukan tempat atau layanan untuk dapat membantu mengembalikan kondisi tubuh dalam keadaan normal kembali. Oleh sebab itu masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang optimal dan terjamin, agar masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Rumah sakit dan puskesmas merupakan perusahaan penyedia jasa pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. Agar usaha tersebut dapat berkembang dan bersaing dengan sesamanya, maka diperlukan pengetahuan tentang bagaimana cara yang tepat untuk memberikan pelayanan yang baik agar pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, sehingga rumah sakit mendapatkan kepercayaan dari pasien.

Kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit merupakan faktor utama yang harus diperhatikan bagi setiap rumah sakit. Tingkat kepuasan tersebut dapat dilihat dari persepsi pihak yang menerima layanan jasa atau pengguna jasa. Tingkat pelayanan juga menunjukkan kompetensi penyedia jasa untuk bersaing dengan pesaing lainnya. Kondisi tersebutlah yang dapat menentukan bagaimana sebuah rumah sakit dapat berkembang dan mempertahankan pelanggannya. Faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien adalah kepercayaan pasien. Kepercayaan pasien akan timbul apabila pihak penyedia jasa layanan kesehatan dapat memberikan kualitas yang konsisten, jujur, dan bertanggung jawab. Keyakinan ini akan menimbulkan hubungan baik antara pihak yang memberikan pelayanan dengan yang menerima pelayanan. Jika rumah sakit dapat memenuhi keseluruhan ciri atau karakteristik produk atau jasa dalam tujuannya memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, rumah sakit dapat menetapkan standar mutu pelayanan yang diberikannya. Peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan konsumen merupakan komponen penting yang perlu diperhatikan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kemajuan perkembangan rumah sakit. Upaya dalam menunjang pembangunan rumah sakit ke arah yang lebih baik tidak terlepas dari tanggung jawab Departemen Kesehatan dalam melaksanakan program peningkatan mutu pelayanan secara bertahap, upaya ini dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan sarana prasarana, pergantian alat alat penunjang pelayanan yang lebih canggih, serta merekrut tenaga kerja yang lebih kompeten dibidangnya. Rumah sakit yang memiliki kualitas pelayanan yang baik dapat dilihat dari akreditasi yang telah diperoleh rumah sakit tersebut oleh lembaga independen Komite Akreditasi Rumah Sakit. Sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI No.983/Menkes/SK/XI/1992 tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum, rumah sakit harus menjalankan beberapa fungsi di samping sebagai pelayanan medis, juga berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan penunjang medik dan non medik. Pelayanan penunjang medik meliputi pelayanan terapeutik dan diagnostik. Pelayanan kefarmasian 2

merupakan salah satu dari pelayanan penunjang medik terapeutik yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan (SK Menteri Kesehatan RI No.983/Menkes/SK/XI/1992). Rumah sakit di Indonesia terdiri atas Rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah dan dikelola oleh pihak swasta. Seiring dengan banyaknya rumah sakit swasta yang menawarkan pelayanan lebih berkualitas dari rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah, menyebabkan timbulnya persaingan antara sesama rumah sakit untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya. RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit umum pemerintah yang terletak di Kota Padang Sumatera Barat. Sebagai salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan masyarakat, RSUP Dr. M. Djamil terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan agar mampu bersaing dengan rumah sakit lain dalam pelayaan kesehatan yang diberikan. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit tentunya tidak terpisahkan dari sistem pelayanan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien. Pelayanan kefarmasian yang diberikan rumah sakit terdiri dari dua macam kegiatan, pertama kegiatan yang bersifat manajerial, berupa pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, bahan medis habis pakai, dan kegiatan pelayanan farmasi klinik seperti pemberian informasi kepada pasien tentang bagaimana cara penggunaan obat yang dibutuhkan pasien. Agar kedua kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia, sarana, dan peralatan yang baik juga. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah satu-satunya unit atau bagian di rumah sakit yang bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan serta pelayanan kefarmasian, yang terdiri atas pelayanan paripurna, mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan perbekalan farmasi, dispensing obat berdasarkan resep bagi pasien rawat inap dan rawat jalan, pengendalian mutu, pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan farmasi yang beredar dan digunakan di rumah sakit serta pelayanan farmasi klinik (Yusmianita, 2005). 3

Tabel 1.1 Jumlah kunjungan pasien RSUP Dr. M.Djamil Padang Jenis Pasien Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Rawat Inap 24,204 25,289 24,175 Rawat Jalan 195,262 195,786 222,258 Gawat Darurat 36,903 36,379 32,712 Jumlah 256,369 257,454 279,145 Sumber : Instalasi Rekam Medik RSUP Dr. M.Djamil Padang Gambar 1.1 Jumlah kunjungan pasien RSUP Dr. M.Djamil Padang Tabel 1.1 menunjukkan jumlah kunjungan untuk tiap-tiap jenis pelayanan di RSUP Dr. M.Djamil Padang, yaitu pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan UGD. Gambar 1.1 menggambarkan bahwa kunjungan pasien terbanyak terdapat pada pelayanan rawat jalan dan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Dengan jumlah kunjungan terbanyak pada bagian rawat jalan dapat diketahui bagaimana persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan khususnya yang diberikan depo farmasi rawat jalan. Pasien maupun keluarga pasien menyampaikan keluhan baik secara langsung maupun melalui media massa lokal terhadap pelayanan farmasi RSUP Dr. M. Djamil Padang melalui Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP Dr. M. Djamil. Instalasi Humas kemudian akan mengkonfirmasi setiap 4

laporan/keluhan tersebut kepada Instalasi Farmasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, diperoleh data dari Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP Dr. M. Djamil, pada tahun 2014 terdapat 34 laporan pengaduan terhadap keluhan pasien maupun keluarga pasien terhadap pelayanan farmasi, dari 204 laporan pengaduan yang masuk. Pada tahun 2015 (Januari s/d April 2015) terdapat 12 laporan pengaduan terhadap pelayanan farmasi dari 62 laporan pengaduan yang masuk dan dari pengaduan tersebut pasien masih banyak mengeluhkan lamanya waktu menerima obat, bahkan dari beberapa pasien yang di wawancarai pada saat survey pendahuluan telah menunggu obat dari pagi hari hingga sore hari, sementara menurut standar minimal waktu tunggu sesuai dengan SK Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 yang dapat dilihat pada Tabel 1.2. Tabel 1.2 Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit NO JENIS PELAYANAN INDIKATOR STANDAR 1 Rawat Jalan Waktu tunggu rawat jalan 60 menit 2 Farmasi 3 Rekam medik Waktu tunggu pelayanan. Obat jadi 30 menit. Racikan 60 menit Waktu penyediaan dokumen rekam medis 10 menit pelayanan rawat jalan Sumber : SK Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 Walaupun terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan berkurangnya jumlah pengaduan keluhan ke instalasi humas dari tahun ke tahun, tetapi masih banyak ditemui di lapangan pasien yang mengeluh terhadap pelayanan yang diberikan, karena dari hasil wawancara terhadap beberapa orang pasien mereka merasa takut untuk mengajukan laporan pengaduan kepada instalasi Humas karena pasien sudah diberikan kemudahan dengan adanya BPJS selain itu dengan latar belakang pendidikan pasien yang masih banyak dari SD dan SMP mereka mengakui tidak terlalu mempedulikan bagaimana pelayanan yang diberikan. Berdasarkan kondisi pelayanan kefarmasiaan yang diperoleh, maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa mutu pelayanan farmasi berdasarkan persepsi pasien rawat jalan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, yang 5

nantinya menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan farmasi lainnya. Berdasarkan latar belakang dan data keluhan pasien dan keluarga pasien pada pelayanan kefarmasiaan diatas dan melihat pentingnya kualitas pelayanan farmasi yang diberikan kepada pasien rawat jalan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Penilaian Kualitas Pelayanan Depo Farmasi Rawat Jalan Berdasarkan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode servqual digunakan untuk dapat mengetahui tingkat kesenjangan antara persepsi dan harapan pasien (gap 5) dan metode QFD digunakan sebagai acuan untuk menentukan customer need guna memenuhi harapan konsumen. 1.2 Perumusan Masalah Masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu : 1. Bagaimana tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan depo farmasi dan fasilitas yang diberikan RSUP Dr. M. Djamil Padang serta tingkat pelayanannya dibandingkan dengan rumah sakit kompetitor. 2. Bagaimana rekomendasi perbaikan yang diperlukan dalam meningkatkan kepuasan pasien 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian penilaian kualitas pelayanan pada Instalasi Farmasi Rawat Jalan ini adalah: 1. Mengukur nilai kesenjangan (gap) yang terjadi pada dimensi service quality menggunakan metode Servqual. 2. Menentukan prioritas perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terjadi pada dimensi service quality menggunakan metode QFD. 6

3. Mengetahui tingkat pelayanan RSUP. Dr. M. Djamil dibandingkan dengan rumah sakit kompetitor. 1.4 Batasan Penelitian Batasan masalah yang menjadi ruang lingkup dari penelitian ini adalah : 1. Dimensi yang digunakan adalah 5 dimensi service quality berdasarkan rujukan Parasuraman et al (1985), yaitu tangible, assurance, reliability, emphaty, dan responsiveness. 2. Perhitungan metode Servqual digunakan untuk mengetahui kesenjangan antara jasa yang dirasakan dengan jasa yang diharapkan (gap 5). 3. Perhitungan metode QFD digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik teknik (QFD tahap I). 4. Rumah sakit kompetitor adalah rumah sakit Semen Padang, Yos Sudarso, dan RS. Dr. Reksodiwiryo. 1.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dari penelitian ini adalah: Bab I Pendahuluan Pendahuluan berisikan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan batasan masalah, serta sistematika penulisan. Bab II Landasan Teori Landasan Teori berisikan teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang dijadikan sebagai pedoman dan referensi dalam pemecahan masalah. Bab III Metodologi Penelitian Metodologi Penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan penelitian yang dijadikan sebagai kerangka kerja yang sistematik dalam melakukan penelitian. Bab IV Pengumpulan dan Pengolahan Data Bagian ini berisikan bagaimana proses pengumpulan dan pengolahan selama penelitian berlangsung. Data dari penelitian ini didapatkan dengan 7

membagikan kuesioner kepada pasien dan wawancara langsung kepada petugas rumah sakit dan juga pasien, dan pengolahan data dilakukan menggunakan metode servqual gap 5, QFD tahap I dan tahap II. Bab V Analisis Bab ini menjelaskan analisis mengenai pengolahan data yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Analisis dilakukan terhadap hasil perhitungan gap 5 serta pembuatan HOQ tahap I dan tahap II. Bab VI Kesimpulan dan Saran Bagian ini menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya. 8