BAB I PENDAHULUAN 1.1.Pengertian Judul

dokumen-dokumen yang mirip
BANGUNAN FASILITAS SIRKUIT BALAP OTOMOTIF ROAD RACE DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul

SIRKUIT MOTOR PEMALANG

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. Kemunculan berbagai komunitas otomotif khususnya komunitas mobil

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

EXECUTIVE GAME CENTER

BAB IV KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

Seminar Tugas Akhir. Sirkuir Motocross dan Supercross di Lahan Pasca Galian C Kali Unda, Klungkung BAB I PENDAHULUAN

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. SIRKUIT TERPADU TAWANG MAS DI SEMARANG (Penekanan Desain Arsitektur High Tech)

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan Masjid Dengan Konsep Eco Desain Di Kota Surakarta

DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A) SOLO FUTSAL CENTER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 PENGERTIAN JUDUL

TUGAS AKHIR DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A) SIRKUIT INTERNASIONAL SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. memiliki teknologi yang bagus. Jenis mainan di bedakan menjadi 2 yaitu

BAB III ELABORASI TEMA

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat mencari kegiatan yang bisa memulihkan vitalitas beraktifitas, antara

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SPORT CENTER

BAB III GEOGRAFI DAN PEMERINTAHAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.1 Pengertian Judul.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul Arti judul Surakarta Golf Club a. Surakarta b. Golf c. Club Arti keseluruhan

otomotif dapat dijadikan alternatif untuk lebih mengoptimalkan potensi tersebut.2 Sirkuit

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

TUGAS AKHIR Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (PPA) GEDUNG BIOSKOP DI SOLO BARU Penekanan Pada Kontekstual

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

REKREASI PANTAI DAN RESTORAN TERAPUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan penduduk kota Yogyakarta berdasarkan BPS Propinsi UKDW

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peranan Olahraga Terhadap Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. 35 Bujur Timur dan 70` 36 70` 56 Lintang Selatan. Batas. Timur adalah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar,

BAB I PENDAHULUAN. anak belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Segala sesuatu

SIRKUIT DAN PUSAT PELATIHAN BALAP MOTOR DI YOGYAKARTA

PEKALONGAN BASKETBALL ARENA

REDESAIN STADION SEPAKBOLA KOTA BEKASI

BAB 1 PENDAHULUAN RE-DESAIN STADION CANDRADIMUKA KEBUMEN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

REDESAIN KOMPLEKS GELANGGANG OLAH RAGA SATRIA DI PURWOKERTO Dengan Penekanan Desain Arsitektur High-Tech

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

mempertahankan fungsi dan mutu lingkungan.

BAB IV GAMBARAN LOKASI

BAB II DESKRIPSI PROYEK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengertian judul

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengertian Judul Stadion Sepak bola Berbasis Publik Area Stadion Sepakbola Berbasis Publik Area

BAB I PENDAHULUAN. I.1.1 Latar Belakang Pengadaan Proyek

Arena Olahraga Paintball Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN

BAB I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Di era globalisasi ini, banyak orang bersaing untuk mendapatkan kehidupan yang semakin

FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN ARSITEKTUR 2012 E-SPORT ARENA BERSTANDAR INTERNASIONAL DI BADUNG, BALI BAB I PENDAHULUAN

City Bike Center Velodrome & Area Komersial T.A.37 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan negara hukum, dengan jumlah penduduk Indonesia

Olahraga ekstrem telah lama lahir dan dikenal oleh masyarakat luas, dengan banyak pilihan jenis serta spesifikasi yang berbeda beda.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Fotografi Semarang. Ilham Abi Pradiptha Andreas Feininger, Photographer,

SIRKUIT DRAG RACE DI YOGYAKARTA

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif. Dimana dalam melakukan analisisnya, yaitu dengan menggunakan konteks

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini harus di akui hampir semua kalangan masyarakat,

TAMAN REKREASI SERULINGMAS DI BANJARNEGARA Dengan Penekanan Desain Arsitektur Neo Vernakular

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Judul

BAB II SIRKUIT DRAG RACE

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

BAB PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. sedemikian rupa sehingga mempunyai sifat seperti aslinya. Model animasi 3D

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN TAMAN JURUG SEBAGAI KAWASAN WISATA DI SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. seperti halnya perkembangan ekonomi, industri dan pusat-pusat rekreasi dan hiburan.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Judul

KAWASAN WISATA TELAGA SARANGAN SEBAGAI WISATA PERMAINAN AIR DAN WISATA KULINER

BAB I PENDAHULUAN. Bengawan Solo :

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Marina Central Place di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)

GOR BASKET DI KAMPUS UNDIP SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Youth Center di Kudus Muhammad Budi Utomo

BAB 1 PENDAHULUAN. MALL BAKERY & CAFE DI SURAKARTA SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN,PENJUALAN DAN REKREASI, dapat diartikan sebagai berikut :

PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I

BAB I PENDAHULUAN. yang menggemari olahraga tersebut baik sebagai cara untuk menjaga

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. ibid 3 Profil Universitas Darussalam Gontor, Jawa Timur Dalam Angka 2013, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur.

SIRKUIT INTERNASIONAL SENTUL

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

PASAR TRADISIONAL DENGAN KONSEP MODERN DI KABUPATEN PEMALANG

BAB I PENDAHULUAN.

by N a d j m a A c h m a d _ Arena Olahraga (Sportainment) Dosen Pembimbing : Ir. HARI PURNOMO, M.BDG.SC

KOMPLEK STADION SEPAKBOLA DI JEPARA

A. LATAR BELAKANG MASALAH

STUDIO TUGAS AKHIR BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. modifikasi sepeda motor untuk medan non-aspal atau off road. Pamor motor trail

REVITALISASI TAMAN BALEKAMBANG SEBAGAI TEMPAT REKREASI DI SURAKARTA

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Pengertian Judul Judul DP3A ini adalah Bangunan Fasilitas Road Race Dan Game Center Di Solo Baru Pengertian Judul dapat ditelusuri dari masing-masing arti kata yaitu sbb : Bangunan : Wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukanya yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatanya, baik sebagai hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. (www.bangunan.html, 2012) Fasilitas : Sarana untuk melancarkan dan memudahkan pelaksanaan fungsi (Lupiaodi, 2006). Road : Jalan/lintasan yang digunakan untuk balapan. (kamus bahasa inggris, 2009) Race : Suatu kompetisi balapan yang dilakukan pada suatu lintasan/jalan. (kamus bahasa inggris, 2009) Game : Sesuatu yang dibuat sedemikian rupa yang mengajak orang berinteraktif bahkan terlibat di dalamnya. (www.sejarahgame.com) Center : Sesuatu yang terpusat. (kamus bahasa inggris, 2009) Solo Baru : Sebuah kota mandiri yang letaknya berada di sebelah selatan kota Surakarta. (www.google.com) Dari penjabaran di atas yang dimaksud dengan Bangunan Fasilitas Road Race Game Center di Solo Baru adalah merencanakan suatu bangunan sirkuit balap bagi penggemar otomotif baik dalam permainan maupun kenyataan, dengan sesuatu yang di buat sedemikian rupa sehingga mampu mengajak orang berinteraksi di dalamnya. 1

1.2. Latar Belakang 1.2.1. Solo Baru Sebagai Kota Satelit Surakarta Menghadapi era globalisasi sekarang ini masyarakat memulai untuk merencanakn kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. sehingga terciptalah kemajuan yang diinginkan. Tidak berbeda dengan perencanaan suatu kota di Indonesia, misalnya saja kota sukoharjo. Suatu perubahan dan perencanaan baiknya di mulai dari hal yang kecil. Sebelum membangun sebuah bangsa, mulailah membangun jati diri. Kemajuan dalam masa sekarang sangat diperlukan. Sebuah kabupaten/kota berkembang demi memenuhi mobilitas para masyarakatnya sehingga segala aspek kehidupan dapat terpenuhi secara layak.hal inilah yang perlu digagas untuk memajukan sebuah kota. Yaitu mewujudkan kota sukoharjo makmur (maju aman konstutisional mantap unggul rapi). Gambar 1.1. Peta Kab.Sukoharjo Makmur Sumber : www.google.com Kota Surakarta yang juga sangat dikenal sebagai Kota Solo, merupakan sebuah dataran rendah yang terletak di cekungan lereng pegunungan Lawu dan pegunungan Merapi dengan ketinggian sekitar 92 m diatas permukaan air laut. 2

Dengan Luas sekitar 44 Km, Kota Surakarta terletak diantara 110 45` 15 110 45` 35 Bujur Timur dan 70` 36 70` 56 Lintang Selatan. Kota Surakarta dibelah dan dialiri oleh 3 (tiga) buah Sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo, Kali Jenes dan Kali Pepe. Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu sangat terkenal dengan keelokan panorama serta lalu lintas perdagangannya. Sebagai kota tua, Kota Solo sejak tahun 1970an mulai padat dengan pemukiman. Jadi, seiring dengan perkembangan kota, mulai tumbuh pemukiman baru di sekitar kota, baik di utara, Timur, Barat, dan Selatan. Berdasarkan pengamatan, perkembangan di sisi Selatan adalah paling tinggi jika dibandingkan dengan sisi lainya. Bahkan, perkembangan wilayah permukiman sisi Selatan itu telah berubah menjadi kota satelit, yaitu Kota Solo Baru. Sebagai kota satelit Surakarta, Kota Solo Baru mempunyai area-area permukiman, perkantoran, dan wisata. Berikut ini adalah area-area wisata di Solo Baru : Tabel 1.1.Objek Potensi Wisata Solo Baru No Nama Jarak Lokasi Daya Tarik Utama Dari Kota Air Mancur Pandawa ± 5 km Solo Baru Daya tarik berupa patung pandawa dan air mancur yg berpotensi menjadi dayatarik masyarakat. Patung Gatutkaca ± 5,3 km Solo Baru Daya tarik yg menggambarkan sesosok patung gatutkaca yg menunggang kuda. Pandawa Waterboom ± 5,5 km Solo Baru Daya tarik dengan adanya 3

waterboom dan ombak buatan. Sumber : Analisa Penulis 2013 Sebagai kota satelit, Solo Baru masih mempunyai lahan-lahan yang luas untuk kebutuhan wisata kota. Berdasarkan tabel diatas, Wista wisata yang ada adalah pendorong yang bersifat refresing (penyegaran), sehingga perlu dimunculkan wisata wisata yang bersifat ketangkasan dan olah raga otomotif. 1.2.2. Road Race Perkembangan dunia balap otomotif roda dua maupun roda empat di Indonesia semakin menuju ke arah yang lebih baik. Hal tersebut dapat di lihat dari semakin banyaknya pembalap-pembalap muda Indonesia yang masuk dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan balap baik di tingkat regional, nasional, maupun internasioanal. Dan diikuti oleh banyaknya dukungan masyarakat khususnya anak muda, komunitas dan para pecinta otomotif. Dengan banyaknya peminat balap motocross dan MRC (Mobil Remot Control) di Indonesia, maka banyak pula bermunculan komunitas yang menggemari akan hoby tersebut. Baik dalam hal untuk memodifikasi maupun sebagai ajang untuk merebut gelar tercepat dalam arena balap. Berikut adalah komunitas Motocross dan Mobil RC : 4

Gambar 1.2. Komunitas Motocross Sumber : www.google.com Gambar 1.3. Komunitas Mobil RC Yogyakarta dan Semarang Sumber : www.google.com/komunitas Mobil RC Dunia balap adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terorganisasi dalam melakukan peraduan sepeda motocross dan MRC (Mobil Remot Control) berdasarkan jenis, kecepatan dan kapasitas mesin. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebagai ajang olah raga dan hobi yang nantinya akan mengarah pada profesi jika di dukung dengan fasilitas-fasilitas yang mumpuni. Dari referensi yang telah di dapat, bahwa telah direncanakan pula pembangunan sirkuit on road yang nantinya akan di gelar di stadion Manahan yang difasilitasi oleh Wakil Walikota Solo sebagai wadah bagi pembalap. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo berharap, keberadaan sirkuit balap tersebut bisa memfasilitasi remaja yang gemar kebut-kebutan di jalan. "Daripada kebut-kebutan di jalan kan kita arahkan ke tempat yang tepat. Rudy ingin menyulap lahan parkir di sisi utara kompleks sarana olahraga tersebut menjadi jalur balap motor dengan kualitas track standar internasional. 5

"Ini sudah ada gambarnya. Pokoknya akan jadi sirkuit yang layak untuk kejuaraan balap motor," katanya. Track sirkuit tersebut nantinya akan dibuat sepanjang 1800 meter. Jika memungkinkan, tambahnya, pihaknya akan memperpanjang jalur sirkuit hingga 2,5 kilometer. Menurut dia, pembangunan sirkuit tersebut tidak akan menelan banyak biaya dan akan dibangun dengan dana APBD. "Nanti pakai dana APBD. Kan hanya butuh pengaspalan, tapi aspalnya kita bikin yang standar internasional,"katanya. Perencanaan pembangunan sirkuit tersebut, terang dia, sebenarnya sudah dibuat sejak tahun 2012 lalu. "Tapi masih terkendala di proses penghapusan aset. Nanti kita usulkan lagi di APBD Perubahan," ujarnya. Diperkirakan pembangunan sirkuit tersebut membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar. Jika pengajuan dana pembangunan sirkuit tersebut disetujui DPRD Kota Solo, diperkirakan paling lambat tahun 2014 mendatang Solo sudah memiliki sirkuit balap motor. Balapan dilakukan pada area yang dirancang khusus demi tercapainya keamanan dalam pelaksanaan balap motor itu sendiri. Adanya area balap atau yang sering disebut dengan sirkuit merupakan tempat dilaksanakannya berbagai pertandingan balap motor yang kategori bermacam-macam dan di dalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti race track sebagai bagian utama, juga paddock dan grandstand sebagai sarana penunjangnya. Sebuah track atau lintasan balap umumnya merupakan suatu kegiatan yang dilakukan di luar ruangan / outdoor. Namun teknologi yang semakin maju dan pola pikir manusia yang lebih praktis,juga telah membuat olahraga balap motor lebih berkembang dengan inovasi hadirnya arena balap memungkinkan masuk ke dalam sebagian ruang indoor. 6

Kartasura. Embrio embrio yang telah ada antara lain adalah sirkuit di Pabelan, Berikut merupakan lokasi sirkuit yang ada di Pabelan, Kartasura. Gambar 1.4. Lokasi Sirkuit Motocross di Pabelan Sumber : www.googlemaps.com Dengan adanya perencanaan dan perancangan Bangunan Fasilitas Road Race dan Game Center di Solo Baru diharapkan dapat menjadi wadah bagi penggemar motocross yang tadinya berada di Pabelan. Pada fasilitas yang akan diberikan pada Bangunan Fasilitas Road Race dan Game Center di Solo Baru hanya mengacu pada ketangkasan, dengan mengutamakan freesstyl dan penilaian jumpingnya tidak menuju pada kecepatannya. Dengan Sarana pendukung sirkuit outdoor. 1.2.3. Game Center Dalam pengertian yang luas permainan game berarti hiburan. Permainan game juga merujuk pada pengertian sebagai kelincahan intelektual (intellectual playability). Sementara kata Game bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya untuk mengajak orang berinteraktif didalamnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Sejalan dengan makin membanjirnya para penggemar Game ini, teknologi piranti lunak untuk permainan ini berkembang kian pesat. Dari sekadar video game berbasis PC atau TV yang dimainkan sendiri atau secara bersama 7

(multiplayer) di sebuah medium yang sama. Permainan yang marak dan menarik minat masyarakat sekarang adalah adanya Game yang lebih besar dan menarik untuk mengajak pemain untuk berinteraktif di dalamnya, seperti pada Game yang terdapat di arena bermain di timezone. Adapun permainan yang terdapat di Game Center adalah : Road Race car (RC), Laba-laba stompin game, Deal or no deal, Guitar hero, Basket ball, dan lain sebagainya. 1.3. Permasalahan Bagaimana cara merancang konsep Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Bangunan Fasilitas Road Race dan Game Center di Solo Baru. 1.4. Persoalan a. Dimana lokasi yang tepat sebagai area Bangunan Fasilitas Road Race dan Game Center? b. Apa saja ruang ruang yang tepat untuk Bangunan Fasilitas Road Race Game Center? c. Bagaimanan tata masa pada Bangunan Fasilitas Road Race Game Center? d. Teknologi apa yang tepat untuk Bangunan Fasilitas Road Race Game Center sehingga dapat menjadi daya tarik tersendiri? e. Estetika seperti apa yang sesuai? 1.5. Tujuan Adapun tujuan yang ingin di capai dalam perencanaan Bangunan Fasilitas Road Race Game Center adalah untuk mendesain suatu bangunan sirkuit bertaraf nasional dengan mengutamakan ruang tertutup atau indoor sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif, adapun konsep yang di rencanakan adalah : a. Mendapat lokasi yang tepat b. Mendapat ruang ruang yang sesuai c. Mendapat konsep tata masa d. Mendapat konsep teknologi yang digunakan e. Mendapat estetika yang sesuai dengan fungsi bangunan 8

1.6. Manfaat Adapun manfaat dari penyusunan laporan ini adalah: a. Hasil Perencanaan dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan oleh pengambil kebijakan pengelolaan di Solo Baru. b. Hasil Perencanaan dan Perancangan dapat digunakan sebagai acuan bagi konsep yang di terapkan pada pengembangan di Solo Baru. c. Dapat menentukan konsep perencanan dan perancangan guna pembentukan suasana yang menyenangkan dalam olah raga Road Race. d. Memberikan fasilitas penggemar otomotif untuk menuangkan hobinya di dalam area Road Race yang di rencanakan. 1.7. Sasaran Mendapatkan landasan konseptual perancangan Bangunan Fasilitas Road Race Game Center yang dapat memenuhi kebutuhan guna menampung semua kegiatan yang berkaitan dengan otomotif seperti (Road Race, Mobil RC), sehingga terjadi interaksi antara pengguna dan pemerintah untuk mewujudkan perencanaan fasilitas Road Race. 1.8. Lingkup Pembahasan Lingkup batasan yang membahas berkaitan dengan tujuan bangunan Bangunan Fasilitas Road Race dan Game Center sebagai tempat menampung/memfasilitasi para penggemar otomotif untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan balap, dengan perancangan konsep bangunan yang menarik dan atraktif. Dengan mengutamakan fasilitas untuk Motocross, Mobil Remot Control (RC), Game Center 1.9. Keluaran Adapun keluaran dari laporan ini adalah: a. Pengaturan sarana dan prasarana penunjang yang akan meningkatkan daya tarik/berpotensi bagi para penggemar otomotif. b. Memberikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin memperdalam di bidang balapan. 9

1.10. Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan deduktif yaitu suatu metode yang menerangkan data-data yang ada dengan landasan teori terkait melalui proses pengumpulan data, pengolahan data, sampai pada perolehan data yang sistematis, factual dan akurat sebagai landasan penyusunan konsep perencanaan dan perancangan. a. Metode Pengumpulan Data Study literature: yaitu menguji dan menelaah berbagai literature yang terkait dengan pembahasan yang akan dilaksanakan. Observasi: yaitu mengadakan study lapangan melalui pengamatan langsung kelapangan untuk mengetahui kondisi fisik lokasi dan tata lingkungannya serta beberapa luas tanah yang ada serta faktor penunjangnya. Interview: yaitu wawancara langsung dengan pihak terkait dengan pembahasan mengenai obyek tersebut. b. Metode Analisis Data Merupakan penguraian data penjelasan terhadap permasalahan berdasarkan data-data yang diperoleh, diolah dan dianalisa berdasarka landasan teori yang terkait dengan permasalahan, kemudian ditarikkesimpulan. c. Metode Sintesis Merupakan tahap penyusunan hasil analisa dalam bentuk kerangka yang terarah dan terpadu yang berupa diskripsi konsep perancangan sebagai pemecahan masalah. 10

1.11. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan ini menguraikan tentang latar belakang masalah,permasalahaan, tujuan penelitian dan manfaat penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi tentang teori-teori yang digunakan dalam penyusunan DP3A untuk mendasari penganalisaan masalah. BAB III TINJAUAN LOKASI Bab ini berisi tentang data lokasi. BAB IV ANALISA DAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Bab ini berisi tentang hasil analisis konsep yang mendasari perancangan bangunan. 11