BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut (Woodyard, 2011) best practice financial behavior diidentifikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut (Robb dan Woodyard, 2011) best practice financial behavior

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ilmu ini mutlak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melakukan penelitian kembali serta menjadi rujukan dalam penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan mereka mengalami kerugian, baik akibat penurunan kondisi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1) Cude, B. J, Lawrence (2006), melakukan penelitian dengan judul College

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian dan untuk memperkuat penelitian yang dilakukan. Teori-teori yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dipergunakan sebagai acuan adalah dengan menggunakan penelitian terdahulu. 1. Vincentius Andrew dan Nanik Linawati (2014)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. tujuan mencapai kesejahteraan (Lusardi & Mitchell, 2007). Literasi keuangan

Hubungan Financial Literacy dan Perilaku Konsumtif pada Pengguna Instagram

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri dalam menghadapi globalisasi dibidang perekonomian seperti

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian ini, penelitian tersebut berkaitan dengan literasi keuangan, efikasi

BAB I PENDAHULUAN. akhir-akhir ini. Perilaku financial management sangat erat kaitannya dengan perilaku

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan hidup setiap orang. Seseorang akan berusaha memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat memberikan penekanan lebih besar untuk aspek perilaku keuangan.

ANALISIS FAKTOR PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PELAKU UMKM KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS PASAR SENTRAL)

LAMPIRAN. Lampiran 1. No. Responden:

BAB II LANDASAN TEORI. topik mengenai literasi keuangan, status pekerjaan dan pemilihan investasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berikut ini akan diuraikan beberapa penelitian terdahulu antara lain:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. penelitian terdahulu yang berhasil dipilih dapat dilihat pada tabel dan

Pengaruh Financial Literacy dan Faktor Sosiodemografi Terhadap Perilaku Konsumtif

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN SIKAP TERH ADAP UANG PADA PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berikut ini merupakan beberapa penelitian terdahulu yang mendasari peneliti

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim di

LAMPIRAN. Df Alpha 5%

BAB I PENDAHULUAN. erat kaitannya dengan perilaku konsumsi masyarakat. Bagi individu yang

ABSTRAK. Kata kunci: faktor demografi, literasi keuangan, mahasiswa, analisis deskriptif, analisis chi square. vii. Universitas Kristen Marantha

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. non tunai yang saat ini sedang digemari adalah kartu kredit dan e-money.

BAB V PENUTUP. 2. Pengetahuan keuangan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap. perencanaan keuangan keluarga di Surabaya

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya tujuan setiap orang bekerja adalah memperoleh pendapatan

LITERASI KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU KEUANGAN MASYARAKAT KOTA MEDAN

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan. Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan yang berisikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penelitian Dewi Ayu Wulandari dan Rr. Iramani (2014)

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Tujuan hidup ini

ANALISIS PERSONAL FINANCIAL LITERACY DAN FINANCIAL BEHAVIOR PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI PADANG OLEH CITRA FITRIANI

PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MAHASISWA DALAM MENGELOLA KEUANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan keuangan, nilai materialisme terhadap perilaku pengelolaan

BAB I PENDAHULUAN. apa yang dulunya tidak bisa dilakukan ketika masih menjadi karyawan. Setiap orang

BAB I PENDAHULUAN. tabungan dan investasi. Negara Indonesia merupakan negara yang sedang

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 1. Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., M.Si.


BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Seiring berjalannya waktu, finansial literacy (literasi finansial) adalah

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu mempunyai tujuan hidup masing-masing yang ingin

SKRIPSI DARMAN NABABAN

MATERI 1 PENGERTIAN INVESTASI. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. mana hal ini menimbulkan persaingan yang sangat ketat antar perusahaanperusahaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian mengenai adanya keterkaitan faktor-faktor psikologis pada

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Manulife Investor Sentiment Index Study Q Indonesia. Februari 2016

BAB I PENDAHULUAN. yang dikonsumsinya atau mengkonsumsi semua apa yang diproduksinya.

Management Analysis Journal

ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS DAN TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR (Studi Empiris Di Bursa Efek Indonesia)

ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM

BAB I PENDAHULUAN. seseorang harus mempunyai perencanaan keuangan yang baik dalam pendapatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Bentuk instrumen di pasar

BAB I PENDAHULUAN. Perilaku keuangan atau yang kita kenal dengan personal financial

LAMPIRAN. Kuesioner Penelitian Analisis Financial Literacy, Financial Behavior dan Financial Attitude Mahasiswa Universitas Sumatera Utara.

Bab 10 Pasar Keuangan

PENGARUH LOCUS OF CONTROL, FINANCIAL KNOWLEDGE, INCOME TERHADAP FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR

MEMILIH INVESTASI UNTUK PERSIAPAN DANA PENDIDIKAN ANAK Oleh: Safir Senduk

Entrepreneurship and Inovation Management

ABSTRAK. Kata kunci: perencanaan keuangan, pengetahuan keuangan, perilaku manajemen keuangan. Universitas Kristen Maranatha

ANALISIS TINGKAT LITERASI KEUANGAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN ANGKATAN

Tingkat Literasi Keuangan Mahasiswa Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

ABSTRACT. Keywords : financial literacy, personal finance, student, qualitative descriptive

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Financial Literacy 2.1.1.1 Pengertian Financial Literacy Perkembangan industri jasa keuangan semakin meningkat dan semakin kompleks sehingga mengubah kondisi pasar keuangan. Oleh karena itu, setiap individu perlu memahami pengetahuan dasar keuangan yang berhubungan dengan kunci keamanan keuangan modern (Mandell dan Klein, 2007). Garman dan Forgue (2010:4) menyebutkan bahwa financial literacy merupakan pengetahuan tentang fakta, konsep, prinsip, dan alat teknologi yang mendasari untuk cerdas dalam menggunakan uang. Lebih lanjut dijelaskan, financial literacy menurut Huston (2010:307-308) diartikan sebagai komponen sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan. Seseorang dikatakan melek keuangan ketika memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut. Dengan kata lain, melek keuangan pribadi merupakan kemampuan untuk membaca, menganalisis, mengelola, dan berkomunikasi tentang kondisi keuangan pribadi yang mempengaruhi kesejahteraan ekonomi. Hal ini mencakup kemampuan untuk membedakan pilihan keuangan, mendiskusikan masalah keuangan, rencana masa depan, dan kompetensi menanggapi peristiwa kehidupan yang mempengaruhi keputusan keuangan sehari-hari maupun peristiwa dalam perekonomian secara umum (Rohmah, 2014). Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan 11

bahwa financial literacy merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola keuangan guna meningkatkan kesejahteraan. 2.1.1.2 Dimensi Financial Literacy Financial literacy mencakup beberapa dimensi keuangan yang harus dikuasai. Chen dan Volpe (1998) menyebutkan beberapa dimensi financial literacy yang meliputi pengetahuan umum keuangan, tabungan dan pinjaman, asuransi, serta investasi. a) Pengetahuan umum tentang keuangan Menurut S.P Wagland dan S. Taylor (2009), pengetahuan tentang keuangan mencakup pengetahuan keuangan pribadi, yakni bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran, serta memahami konsep dasar keuangan. Konsep dasar keuangan tersebut mencakup perhitungan tingkat bunga sederhana, bunga majemuk, pengaruh inflasi, opportunity cost, nilai waktu uang, likuiditas suatu aset, dan lain-lain. b) Tabungan dan pinjaman Menurut Garman dan Forgue (2010:376), tabungan adalah akumulasi dana berlebih yang diperoleh dengan sengaja mengkonsumsi lebih sedikit dari pendapatan. Dalam pemilihan tabungan, ada enam faktor yang perlu dipertimbangkan (Kapoor, et al., 2004:147), yaitu: 1. tingkat pengembalian (persentase kenaikan tabungan), 2. inflasi (perlu dipertimbangkan dengan tingkat pengembalian karena dapat mengurangi daya beli), 3. pertimbangan pajak, 12

4. likuiditas (kemudahan dalam menarik dana jangka pendek tanpa kerugian atau dibebani fee), 5. keamanan (ada tidaknya proteksi terhadap kehilangan uang jika bank mengalami kesulitan keuangan, dan 6. pembatasan-pembatasan dan fee (penundaan atas pembayaran bunga yang dimasukkan dalam rekening dan pembebanan fee suatu transaksi tertentu untuk penarikan deposito). c) Asuransi Menurut Mehr dan Cammack (1980:16), asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi risiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit eksposur (exposure) dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian, kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung. d) Investasi Menurut Garman dan Forgue (2010:376), investasi adalah menyimpan atau menempatkan uang agar bisa bekerja sehingga dapat menghasilkan uang yang lebih banyak. Cara yang sering digunakan seseorang dalam berinvestasi yakni dengan meletakkan uang ke dalam surat berharga termasuk saham, obligasi dan reksa dana, atau dengan membeli real estate. 2.1.1.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financial Literacy Tingkat financial literacy yang dimiliki oleh setiap orang berbedabeda. Perbedaan tingkat financial literacy itulah yang menyebabkan terjadinya perbedaan signifikan antara individu satu dengan yang lainnya dalam 13

mengumpulkan aset, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Huston (2010:311) menjelaskan bahwa faktor seperti kebiasaan, kognitif, ekonomi, keluarga, teman sebaya, komunitas dan institusi dapat berdampak pada perilaku keuangan (financial behavior). Monticone (2010) menjelaskan bahwa tingkat financial literacy seseorang dipengaruhi oleh: karakteristik demografi (gender, etnis, pendidikan dan kemampuan kognitif), latar belakang keluarga, kekayaan serta preferensi waktu. Sedangkan Capuano dan Ramsay (2011) menjelaskan bahwa faktor personal (intelegensi dan kemampuan kognitif), sosial dan ekonomi dapat mempengaruhi financial literacy dan financial behavior seseorang. Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi financial literacy seseorang, baik faktor dari dalam diri individu seperti kemampuan kognitif dan psikologi maupun faktor di luar individu seperti keadaan sosial dan ekonomi. Dalam penelitian ini, faktor-faktor sosiodemografi yang diteliti terdiri dari gender, jurusan, dan pendapatan orangtua. 2.1.1.4 Kategorisasi Tingkat Financial Literacy Chen dan Volpe (1998) mengkategorikan tingkat financial literacy menjadi tiga kelompok yaitu, rendah (<60%), sedang (60%<80%), dan tinggi ( 80%). Pengkategorian ini didasarkan pada persentase jawaban responden yang benar dari sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengukur financial literacy. Selain itu, untuk menganalisis financial behavior berdasarkan tingkat financial literacy yang dimilikinya, Chen dan Volpe (1998) juga mengkategorikan financial literacy berdasarkan median. Responden yang memiliki tingkat literasi 14

keuangan di bawah median masuk dalam kategori responden dengan tingkat financial literacy yang relatif rendah, sedangkan responden yang memiliki tingkat literacy diatas median masuk dalam kategori responden dengan tingkat financial literacy relatif tinggi. 2.1.2 Financial Behavior 2.1.2.1 Pengertian Financial Behavior Financial behavior mempelajari bagaimana manusia secara aktual berperilaku dalam sebuah penentuan keuangan, khususnya mempelajari bagaimana psikologi mempengaruhi keputusan keuangan, perusahaan dan pasar keuangan (Wicaksono, 2015). Menurut Shefrin (2002 dalam Lubis, et al., 2013:16), perilaku keuangan merupakan hasil interaksi dari psikologis dengan tingkah laku keuangan dan performa dari semua tipe kategori investor. Perilaku keuangan menjadi gambaran cara individu berperilaku ketika dihadapkan dengan keputusan keuangan yang harus dibuat. Perilaku keuangan juga dapat diartikan sebagai suatu teori yang didasarkan atas ilmu psikologi yang berusaha memahami bagaimana emosi dan penyimpangan kognitif mempengaruhi perilaku investor (Tilson 2005:1 dalam Lubis, et al., 2013:16). Di tengah perkembangan ekonomi global saat ini, setiap individu harus dapat menjadi konsumen yang cerdas untuk dapat mengelola keuangan pribadinya dengan cara membangun melek finansial yang mengarah pada perilaku keuangan yang sehat. Kendali diri merupakan perilaku keuangan yang sangat bermanfaat bila dipahami dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari (Lubis, et al., 2013:22). Melek finansial mendorong individu dalam pengambilan keputusan 15

yang lebih baik. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menemukan hubungan antara apa yang orang tahu berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi dan bagaimana pengetahuan yang mereka miliki mempengaruhi perilaku keuangan mereka. Chinen dan Endo (2012) mengatakan bahwa individu yang memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang benar tentang keuangan tidak akan memiliki masalah keuangan di masa depan dan menunjukkan perilaku keuangan yang sehat serta mampu menentukan prioritas kebutuhan bukan keinginan. Perilaku keuangan yang sehat ditunjukkan oleh aktivitas perencanaan, pengelolaan serta pengendalian keuangan yang baik. 2.1.2.2 Dimensi Financial Behavior Menurut Brant A. Marsh (2006, dalam Zahroh, 2014), Financial behavior mencakup tiga dimensi keuangan yang harus dikuasai, yaitu: 1. Perilaku mengorganisasi, yaitu bagaimana mahasiswa mengatur anggarannya agar dapat digunakan selama satu bulan. 2. Perilaku pengeluaran, yaitu kegiatan atau kebiasaan penggunaan dana yang dilakukan mahasiswa setiap bulannya. 3. Perilaku menabung, yaitu simpanan yang dapat digunakan saat ada kebutuhan mendesak. 2.2 Penelitian Terdahulu Pada Tabel 2.1 disajikan penelitian-penelitian yang menganalisis tentang financial literacy dan financial behavior sebagai berikut: 16

No. Peneliti (Tahun) Judul Penelitian Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Variabel Penelitian Data Hasil Penelitian 1. Fatimatus Zahroh (2014) 2. Vincentius Andrew dan Nanik Linawati (2014) Menguji Tingkat Pengetahuan, Sikap Pribadi, dan Perilaku Pribadi Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Semester 3 dan Semester 7 Hubungan Faktor Demografi dan Pengetahuan dengan Perilaku Karyawan Swasta di Surabaya Variabel: 1. Pengetahuan 2. Sikap Pribadi 3. Perilaku Pribadi V.Independen: 1. Faktor Demografi 2. Pengetahuan V.Dependen: Perilaku statistik deskriptif, uji validitas, uji reabilitas, dan uji t test korespondensi dan chi square Terdapat perbedaan signifikan terhadap tingkat pengetahuan, sikap keuangan pribadi, dan perilaku keuangan pribadi antara mahasiswa semester 3 dan mahasiswa semester 7. 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor demografi dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya, khususnya pada variable jenis kelamin dan pendapatan. 3. Carlo de Bassa Scheresberg (2013) Financial Literacy and Financial Behavior among Young Adults: Evidence and Implications V.Independen: 1. Financial Literacy 2. Sociodemographic Charateristic Multiple multivariat regression 2. Terdapat hubungan yang siginifikan antara pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya. 1. Tingkat financial literacy berpengaruh signifikan terhadap financial behavior. 2. Karakteristik sosio- V.Dependen: Financial Behavior demografi, khususnya jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap tingkat literasi keuangan dan perilaku keuangan. 17

Lanjutan Tabel 2.1 No. Peneliti/Tahun Judul Penelitian Variabel Penelitian Data Hasil Penelitian 3. Nujmatul Laily (2013) Pengaruh Literasi Terhadap Perilaku Mahasiswa Dalam Mengelola V.Independen: 1. Gender 2. Usia 3. Academic Ability 4. Pengalaman Kerja V.Dependen: 1. Literasi 2. Perilaku Path analysis Literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa akan tetapi gender, usia, kemampuan akademis dan pengalaman kerja tidak terbukti memiliki korelasi dengan perilaku keuangan mahasiswa. 4. Irin Widayati (2012) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Finansial Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya V.Independen: 1. Status Sosial Ekonomi Orangtua 2. Pendidikan Pengelolaan Keluarga 3. Pembelajaran di Perguruan Tinggi V.Dependen: 1. Tingkat Literasi Finansial Aspek Kognitif 2. Tingkat Literasi Finansial Aspek Sikap jalur 1. Status sosial ekonomi orangtua berpengaruh langsung positif signifikan terhadap pendidikan pengelolaan keuangan keluarga. 2. Status sosial ekonomi orangtua tidak berpengaruh langsung terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap. 3. Pendidikan pengelolaan keuangan keluarga berpengaruh langsung positif signifikan terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap. 4. Pembelajaran di perguruan tinggi berpengaruh langsung positif signifikan terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap. 18

Lanjutan Tabel 2.1 No. Peneliti/Tahun Judul Penelitian Variabel Penelitian Data Hasil Penelitian 6. Cliff A. Robb dan Ann S. Woodyard (2011) 7. Ida dan Cinthia Yohana Dwinta (2010) Financial Knowledge and Best Practice Behavior Pengaruh Locus of Control, Financial Knowledge, Income Terhadap Financial Management Behavior V.Independen: 1. Personal Financial Knowledge 2. Financial Satisfaction 3. Demographic V.Dependen: Financial Behavior V.Independen: 1. Locus of Control 2. Financial Knowledge 3. Income V.Dependen: Financial Management Behavior Regresi Linier Berganda Regresi Linier Berganda 5. Status sosial ekonomi orangtua berpengaruh tidak langsung positif signifikan terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap yang dimediasi oleh pendidikan pengelolaan keuangan keluarga. 1. Personal Financial knowledge secara subjektif dan objektif berpengaruh terhadap financial behavior, dimana pengetahuan subjektif memiliki pengaruh relatif lebih besar. 2. Financial satisfaction dan demographic berpengaruh signifikan terhadap financial behavior. 1. Tidak terdapat pengaruh locus of control dan personal income terhadap financial management behavior. 2. Terdapat pengaruh financial knowledge terhadap financial management behavior. 19

2.3 Kerangka Konseptual Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa financial literacy memiliki hubungan positif dengan perilaku keuangan. Penelitian yang dilakukan oleh Laily (2013) menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku keuangan mahasiswa. Penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Andrew dan Linawati (2014) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara pengetahuan keuangan dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya. Karyawan dengan pengetahuan keuangan yang lebih tinggi cenderung lebih bijak dalam perilaku keuangannya bila dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan keuangan yang lebih rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Ida dan Dwinta (2010) menunjukkan bahwa financial knowledge berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior mahasiswa Universitas Kristen Maranatha. Scheresberg (2013) mengemukakan bahwa karakteristik sosiodemografi, khususnya jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap tingkat literasi keuangan dan perilaku keuangan individu usia 25-34 tahun yang terdaftar di US National Financial Capability Study (NFCS). Penelitian yang dilakukan oleh Amaliyah dan Witiastuti (2015) juga menunjukkan bahwa gender dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap tingkat literasi pemilik UMKM di kota Tegal, sedangkan tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap tingkat literasi keuangan pemilik UMKM kota Tegal. Selanjutnya, Andrew dan Linawati (2014) menemukan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara faktor 20

demografi (jenis kelamin dan pendapatan) dengan perilaku keuangan karyawan swasta di Surabaya. Penelitian yang dilakukan oleh Widayati (2012) menunjukkan bahwa status sosial ekonomi orang tua yang dilihat dari pekerjaan dan pendapatan orangtua tidak berpengaruh langsung terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap. Sedangkan pembelajaran di perguruan tinggi berpengaruh positif signifikan terhadap literasi finansial aspek kognitif dan aspek sikap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Nababan dan Sadalia (2012) mengemukakan bahwa terdapat perbedan tingkat financial literacy mahasiswa berdasarkan program studi (jurusan) yang diambil mahasiswa. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pendapatan orangtua tidak mempengaruhi tingkat financial literacy dan financial behavior mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Zahro (2014) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap tingkat pengetahuan keuangan, sikap keuangan pribadi, dan perilaku keuangan pribadi antara mahasiswa semester 3 dan mahasiswa semester 7 jurusan manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Rohmah (2014) menemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat financial literacy mahasiswa pelaku usaha di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta berdasarkan kemampuan kognitif. 21

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang juga didukung oleh tinjauan teoritis dan penelitian terdahulu, maka kerangka konseptual penelitian ini digambarkan seperti pada gambar 2.1 berikut : Tingkat Financial Literacy: 1. Relatif Rendah 2. Relatif Tinggi Financial Behavior Gender Jurusan Pendapatan Orangtua Gender Jurusan Pendapatan Orangtua Laki- Laki Perem- IPA IPS <5 Laki- Perem- IPA IPS puan juta 5-10 juta >10 juta Laki puan Uji Beda Kruskal-Wallis Gambar 2.1 Kerangka Konseptual <5 juta 5-10 juta >10 juta 2.4 Hipotesis Berdasarkan kerangka konseptual, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 5. Terdapat perbedaan tingkat financial literacy mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara Tahun 2016 berdasarkan faktor sosiodemografi yang terdiri dari gender, jurusan, dan pendapatan orangtua. 6. Terdapat perbedaan financial behavior mahasiswa baru Universitas Sumatera Utara Tahun 2016 berdasarkan faktor sosiodemografi yang terdiri dari gender, jurusan, dan pendapatan orangtua. 22