METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODOLOGI PENELITIAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1 GRK dan Pengelolaan Limbah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Industri kelapa sawit merupakan salah satu industri penghasil devisa non migas di

I. PENDAHULUAN. Singkong merupakan salah satu komoditi pertanian di Provinsi Lampung.

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan negara dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. penting dilakukan untuk menekan penggunaan energi.

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin banyak di Indonesia. Kini sangat mudah ditemukan sebuah industri

III. METODE PENELITIAN

vial, reaktor unit DBR200, HACH Spectrofotometri DR 4000, gelas ukur, box ice,

II. TINJAUAN PUSTAKA A. PEMANASAN GLOBAL

SIH Standar Industri Hijau

PENILAIAN DAUR HIDUP (LIFE CYCLE ASSESSMENT) GULA TEBU DI PG SUBANG, JAWA BARAT IKA WATI PURWANINGSIH

Studi Timbulan Dan Reduksi Sampah Rumah Kompos Serta Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca Di Surabaya Timur

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN KONSEP CO-GENERATION DALAM PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI PADA KAWASAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu sebagai Energi Terbarukan. Limbah Cair Industri Tahu COD. Digester Anaerobik

PENENTUAN FAKTOR EMISI SPESIFIK UNTUK ESTIMASI TAPAK KARBON DAN PEMETAANNYA DARI SEKTOR PERMUKIMAN DI KOTA MALANG

BAB I PENDAHULUAN. Tidak dapat dipungkiri bahwa minyak bumi merupakan salah satu. sumber energi utama di muka bumi salah. Konsumsi masyarakat akan

I. PENDAHULUAN. tanaman yang mengandung mono/disakarida (tetes tebu dan gula tebu), bahan

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Jawa Timur

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Kalimantan Tengah

POTENSI PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA INDUSTRI GULA (STUDI KASUS PT PG RAJAWALI II UNIT PG SUBANG) SKRIPSI

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Jawa Barat

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Bali

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di DKI Jakarta

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Maluku

I. PENDAHULUAN. ini. Penyebab utama naiknya temperatur bumi adalah akibat efek rumah kaca

V. PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA RPH

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Sulawesi Utara

Persebaran Spasial Produksi Emisi Karbon Dioksida (CO 2 ) dari Penggunaan Lahan Permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik Bagian Timur

ENERGI BIOMASSA, BIOGAS & BIOFUEL. Hasbullah, S.Pd, M.T.

Lembar Fakta Kurva Biaya Pengurangan Emisi GRK (Gas Rumah Kaca) Indonesia

OLEH :: INDRA PERMATA KUSUMA

Studi Carbon Footprint Dari Kegiatan Industri Pabrik Kelapa Sawit

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan Laboratorium Pengelolaan Limbah Agroindustri Jurusan

D4 Penggunaan 2013 Wetlands Supplement to the 2006 IPCC Guidelines untuk Inventarisasi Gas Rumah Kaca di Indonesia.

I. PENDAHULUAN. berkembang pesat pada dua dekade terakhir. Produksi minyak sawit Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Nama : Putri Kendaliman Wulandari NPM : Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, M.T Ratih Wulandari, S.T, M.

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.

BAB I PENDAHULUAN. produk atau jasa. Melalui produktivitas, perusahaan dapat pula mengetahui. melakukan peningkatan produktivitas.

I. PENDAHULUAN. Industri sawit merupakan salah satu agroindustri sangat potensial di Indonesia

KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI DARAT TERHADAP TINGKAT EMISI CO2 DI EKOREGION KALIMANTAN. Disusun Oleh :

Penerapan Life Cycle Assessment untuk Menakar Emisi Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan dari Aktivitas Produksi Tahu

BAB I PENDAHULUAN. dipancarkan lagi oleh bumi sebagai sinar inframerah yang panas. Sinar inframerah tersebut di

Analisis Produksi Emisi CO 2 Pada Industri Gula Di PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Tbk. (Studi Kasus Di Pabrik Gula Lestari)

Emisi bersih GRK. Total luasan tahunan hutan dan lahan gambut yang mengalami perubahan di Sulawesi Barat

II. TINJAUAN PUSTAKA

1. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. terjamah oleh fasilitas pelayanan energi listrik, dikarenakan terbatasnya pelayanan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. PENDAHULUAN. Indocement. Bosowa Maros Semen Tonasa. Semen Kupang

BAB I PENDAHULUAN. energi untuk melakukan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan

OPTIMALISASI EFISIENSI TERMIS BOILER MENGGUNAKAN SERABUT DAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tebu ( Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penting sebagai penghasil

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Rataan suhu di permukaan bumi adalah sekitar K (15 0 C ), suhu

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan penduduk kota sekarang ini semakin pesat, hal ini berbanding

KAJIAN POTENSI PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA PADA RUMAH POTONG HEWAN (STUDI KASUS RPH PT ELDERS INDONESIA, BOGOR) SKRIPSI IKA KARTIKA F

BAB I PENDAHULUAN. dan energi gas memang sudah dilakukan sejak dahulu. Pemanfaatan energi. berjuta-juta tahun untuk proses pembentukannya.

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari. Permasalahannya adalah, dengan tingkat konsumsi. masyarakat yang tinggi, bahan bakar tersebut lambat laun akan

BAB I PENDAHULUAN. energi yang salah satunya bersumber dari biomassa. Salah satu contoh dari. energi terbarukan adalah biogas dari kotoran ternak.

BAB I PENDAHULUAN. yang ada dibumi ini, hanya ada beberapa energi saja yang dapat digunakan. seperti energi surya dan energi angin.

BEBERAPA ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

SOSIALISASI PEDOMAN PENYUSUNAN RAD-GRK BIDANG LIMBAH

TEBU. (Saccharum officinarum L).

Tugas Akhir. Pemodelan Spasial Beban Sumber Emisi Gas Rumah Kaca di Kecamatan Driyorejo. Dimas Fikry Syah Putra NRP

SNTMUT ISBN:

PENENTUAN FAKTOR EMISI SPESIFIK UNTUK ESTIMASI TAPAK KARBON DAN PEMETAANNYA DARI SEKTOR TRANSPORTASI DI KOTA MALANG

METODE PENELITIAN. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juli-Desember 2012 bertempat di

EFISIENSI ENERGI & PENURUNAN EMISI SEKRETARIAT PROPER

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM

I. BAB I PENDAHULUAN

PENENTUAN FAKTOR EMISI SPESIFIK UNTUK ESTIMASI TAPAK KARBON DAN PEMETAANYA DARI PENGGUNAAN BAHAN BAKAR DI KABUPATEN SIDOARJO

BAB I PENDAHULUAN. diantaranya sebagai sumber pendapatan petani dan penghasil bahan baku

Oleh: Renandia Tegar Asririzky. Dosen Pembimbing: IDAA. Warmadewanthi, ST, MT, PhD.

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida

BAB I PENDAHULUAN. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik -1- Universitas Diponegoro

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam negeri sehingga untuk menutupinya pemerintah mengimpor BBM

PEMANASAN GLOBAL PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL

STUDI EMISI KARBONDIOKSIDA (CO2) DAN METANA (CH4) DARI KEGIATAN REDUKSI SAMPAH DIWILAYAH SURABAYA BAGIAN SELATAN

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP

KUESIONER PENELITIAN. tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang Bapak/Ibu/Saudara anggap benar.

Transkripsi:

III. METODOLOGI PENELITIAN A. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di PT PG Rajawali II Unit PG Subang, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat. Tempat penelitian merupakan industri gula yang merupakan suatu industri bergerak pada bidang agroindustri dengan bahan baku tebu (Saccharum officinarum). Waktu pelaksanaan dilakukan selama dua bulan terhitung mulai bulan Mei - Juni 2012. 2. Jenis dan Sumber Data Target pengambilan data adalah bagian-bagian dari industri gula yang diperkirakan menghasilkan emisi gas rumah kaca. Pengukuran emisi GRK dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari industri gula yang bersangkutan. Data primer merupakan data yang didapat dari hasil wawancara langsung dengan orang yang ahli di bidang gula berbasis tebu dan penggunaan energi serta observasi lapang di beberapa industri gula tebu sementara data sekunder berupa data penggunaan energi seperti bahan bakar boiler, listrik, LPG, solar dan peralatan yang digunakan selama tahapan proses produksi. 3. Metode Pengumpulan Data a. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data sekunder yang telah didapatkan dari pihak-pihak terkait, buku-buku acuan, jurnal, dan literatur lainnya. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan untuk menunjang atau memenuhi data yang kurang dari observasi lapangan. Studi pustaka pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui permodelan perhitungan emisi gas rumah kaca yang biasa dilakukan serta mengetahui dampak dari emisi dan cara penurunan emisi gas rumah kaca yang diakibatkan dari adanya proses produksi gula kristal. b. Observasi Lapangan Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi serta mempelajari penggunaan energi yang dilakukan selama proses produksi untuk mendapatkan data primer. Observasi lapang dilakukan di beberapa lokasi terkait yaitu di pabrik pengolahan tebu menjadi gula kristal putih di PG Subang. c. Wawancara Wawancara dilakukan dengan para ahli di bidang gula dan penggunaan energi serta para tim peneliti yang melakukan tahapan proses dalam menghasilkan gula tebu. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data atau informasi berupa data sekunder yang dibutuhkan dalam melakukan perhitungan emisi gas rumah kaca pada industri gula. d. Kuesioner Tujuan menyebar kuesioner adalah mendapatkan data atau informasi berupa data sekunder yang dibutuhkan dalam menganalisis kebutuhan energi. Kuesioner yang dibuat untuk penelitian 13

berisi tentang informasi mengenai penggunaan listrik, bahan bakar dan pengolahan serta jumlah limbah yang dihasilkan dalam suatu proses produksi gula. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada Lampiran 1. B. METODE PENGOLAHAN DATA Penurunan emisi GRK pada suatu industri dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu mengidentifikasi sumber CO 2 industri gula, mengklasifikasikan sumber emisi menjadi emisi langsung dan tidak langsung, mengidentifikasi data yang dibutuhkan, mengestimasikan faktor emisi, menghitung emisi yang dapat direduksi, dan menentukan target atau bagian yang dapat dilakukan penurunan emisi. Berikut ini adalah diagram metode yang dilakukan dalam penelitian ini (Gambar 3). Perencanaan dan identifikasi sumber emisi GRK Klasifikasi sumber emisi CO 2 Identifikasi data Perhitungan emisi Opsi penurunan emisi Laporan prakiraan emisi yang dapat diturunkan Gambar 3. Tahapan penelitian a. Tahap Perencanaan dan Identifikasi (Plan and Identify) Tahap perencanaan merupakan tahapan yang dilakukan untuk merencanakan kajian yang dilakukan. Komitmen dari manajemen puncak sangat dibutuhkan untuk menjalankan tahapan selanjutnya. Manajemen puncak dan tim harus sepakat dalam menentukan area atau bagian dari industri yang akan dilakukan efisiensi. Tahap identifikasi merupakan tahap mengidentifikasi bagianbagian dari industri yang memiliki potensi menghasilkan emisi gas rumah kaca, khususnya CO 2. Fokus dari tahap ini adalah sumber emisi atau energi yang digunakan dan jumlah yang dipergunakan pada industri tersebut. b. Tahap Klasifikasi Sumber Emisi CO 2 (Classification) Tahap klasifikasi merupakan tahapan setelah tahap perencanaan dan identifikasi. Pada tahap ini dilakukan pengelompokan emisi CO 2 berdasarkan sumbernya. Berdasarkan sumbernya emisi 14

dibedakan menjadi dua bagian, yaitu emisi langsung (direct emissions) dan emisi tidak langsung (indirect emissions). Tahap klasifikasi ini diperlukan untuk membedakan perhitungan emisi CO 2 yang dihasilkan dari sumber yang berbeda-beda pula. c. Tahap Identifikasi Data (Gather Data) Tahap identifikasi data merupakan tahap pengelompokan data menjadi dua bagian, yaitu data aktifitas dan faktor emisi. Dua bagian tersebut dibutuhkan untuk menghitung emisi CO 2. Data aktifitas yang digunakan berupa data kuantitas yang berasal dari aktifitas yang menjadi sumber emisi secara langsung dan tidak langsung, sedangkan faktor emisi yang digunakan berdasarkan penggunaannya. d. Tahap Menghitung Emisi (Calculate the Emissions) Tahap ini dilakukan setelah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan berupa data aktifitas dan faktor emisi. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengelompokan berdasarkan sumber emisi GRK tersebut dan mengkonversi nilai emisi GRK menjadi setara dengan emisi karbondioksida. Berikut adalah formulasi perhitungan emisi CO 2 (Putt del Pino dan Bhatia 2002): Data aktivitas industri gula berupa data energi yang dikonsumsi seperti data penggunaan listrik, solar, dan LPG. Perhitungan emisi dilakukan dengan mengelompokan berdasarkan sumber emisi GRK dengan tetapan faktor emisi dari laporan IPCC (2006). Perhitungan ini menghasilkan nilai dengan satuan kg CO 2. Menurut UNFCCC (2006), faktor emisi untuk pembakaran bagas pada pabrik gula adalah sebesar 0,485 tco 2 /MWh. Biomassa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik untuk ketel uap/boiler. Perhitungan emisi yang dikeluarkan dari penggunaan bahan bakar bagas adalah sebagai berikut : Menurut (Putt del Pino dan Bhatia 2002), berikut adalah formulasi perhitungan emisi CO 2 dari penggunaan listrik : Perhitungan emisi selain dari sumber listrik menggunakan faktor emisi berdasarkan jenis bahan bakar yang telah ditentukan oleh IPCC. Faktor emisi yang digunakan pada penelitian ini disajikan pada Tabel 5 berikut : Tabel 5. Faktor emisi berdasarkan sumber emisinya Sumber Emisi Faktor Emisi (kg/tj) CO 2 CH 4 N 2 O LPG 63.100 5 0,1 Solar 74.100 10 0,6 Sumber : IPCC (2006) 15

Emisi yang berasal dari penggunaan energi, dilakukan dengan cara mengkonversi nilai data aktivitas ke dalam satuan energi terlebih dahulu. Konversi satuan energi berdasarkan bahan bakar yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Konversi satuan energi berdasarkan bahan bakar yang digunakan Bahan Bakar Kalor Satuan Solar 10,70 kwh/l 1.187,00 L/ton 12.668,00 kwh/ton LPG 7,40 kwh/l 1.850,00 L/ton 13.721,00 kwh/ton Sumber : AZoCleantech (2007) Perhitungan emisi metana (CH 4 ) yang berasal dari limbah cair dapat dilakukan dengan perhitungan yang berasal dari jumlah COD yang dihasilkan. IPCC (2006) menyatakan bahwa emisi gas metan (CH 4 ) yang berasal dari limbah cair industri dilakukan dengan perhitungan : ( ) Ket : TOW : Total bahan organik yang terdegradasi pada limbah cair industri (kg COD/tahun) Si : Komponen bahan organik yang hilang sebagai lumpur atau padatan (kg COD/tahun) EFi : Faktor emisi untuk industri (kg CH 4 /kg COD) Ri : Jumlah CH 4 yang dapat dihasilkam kembali Ket : EF : Faktor emisi dari setiap pengolahan limbah (kg CH 4 / kg COD) Bo : Kapasitas maksimum produksi CH 4 (0,25 kg CH 4 / kg COD) MCF : Faktor koreksi metan untuk pengolahan secara aerobik (0,3) Perhitungan emisi dinitrogen oksida (N 2 O) yang berasal dari limbah padat organik dapat dilakukan dengan perhitungan yang berasal dari jumlah kandungan nitrogen pada suatu bahan yang dikalikan dengan : Ket : Emisi N 2 O : Emisi N 2 O yang dihasilkan dari (Kg) FE : Faktor Emisi (0,01 kg N 2 O - N / Kg N) Menurut IPCC (2002) gas metana memiliki nilai GWP sebesar 23 dan gas nitrooksida memiliki nilai GWP sebesar 293. GWP merupakan nilai yang relatif sama dengan CO 2 maka konversinya sebagai berikut : 1 ton CH 4 = 23 ton CO 2 1 ton N 2 O = 293 ton CO 2 16

Maka perhitungan emisi yang setara dengan emisi karbon adalah sebagai berikut : E CO2 CH 4 = E CH4 x 23 ton CO 2 E CO2 N 2 O = E N2O x 293 ton CO 2 Total Emisi (tco 2 e) = EE Biomassa + E CO2 CH 4 + E CO2 N 2 O e. Tahap Penentuan Opsi Penurunan Emisi Tahap penentuan opsi penurunan emisi merupakan tahap pemberian opsi-opsi yang dapat dilakukan perusahaan untuk menurunkan emisi karbon yang dihasilkan. Penentuan opsi ini dilakukan setelah sumber emisi dan jumlah emisi yang dihasilkan diketahui. f. Tahap Penulisan Laporan Prakiraan Penurunan Emisi (Reporting) Penulisan laporan prakiraan penurunan emisi merupakan laporan estimasi yang dibuat untuk membantu industri dalam mengimplementasikan penurunan emisi CO 2. Laporan ini menjelaskan tahapan yang harus dilakukan pabrik gula dalam upaya penurunan emisi CO 2, opsi yang dapat dipilih untuk mengimplementasikan program tersebut, dan keuntungan yang didapatkan industri jika melakukan program ini. C. ANALISA DATA Analisis data dilakukan setelah pengolahan data selesai dikerjakan, yaitu setelah semua emisi GRK diketahui berdasarkan sumbernya. Analisis dilakukan secara kualitatif, yaitu dengan mempertimbangkan opsi yang dapat diberikan kepada pabrik gula agar mudah diimplementasikan sehingga penurunan GRK dapat dilakukan. 17