TATA CARA PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
SOP Pengukuran Kinerja Pembukuan

PETUNJUK TEKNIS PENGUKURAN KINERJA PEMBUKUAN SEKRETARIAT - UPK

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Mei Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

PAMSIMAS 2013 KATA SAMBUTAN

I. PENDAHULUAN. POKMAS adalah kelompok masyarakat yang dibentuk dari penerima manfaat, yang telah ditetapkan melalui SK. Penetapan Walikota Manado.

Kebijakan & Alur Pengelolaan Keuangan LKM

BUPATI JEMBER PERATURAN BUPATI JEMBER NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG

( BAPKPP & BAPPUK ) Nama Kelompok : KEMBANGSONGO I Kelurahan/Desa :... Kota/Kabupaten :. : Daerah Istimewa Yogyakarta NO. NAMA JABATAN KETERANGAN

[6.10.] PEMBUATAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENGELUARAN

PENGADILAN AGAMA BANJARMASIN KELAS 1A

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG ALOKASI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 51 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan wajib di bidang pekerjaan. 3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan

PEMBUATAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENGELUARAN PEMBANTU

BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 16

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG


PETUNJUK TEKNIS LOMBA TATA KELOLA BOS TINGKAT SMP

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. PENGELOLAAN ADMINISTRASI DANA KAS KECIL. 1. Kas berarti tempat menyimpan uang. 2. Kas berarti uang ( uang tunai )

PERATURAN DEPUTI BIDANG PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. Nomor : 01/Per/Dep.

Sub Tema 1.ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN BLM

BAB I. Keluaran yang diharapkan dari pengelolaan pelatihan masyarakat adalah sebagai berikut:

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR X8 TAHUN 2016 TENTANG ALOKASI DANA DESA DI KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

1. Unit pengolah membuat Surat Permintaan Pem-bayaran (SPP) yang ditanda-tangani oleh

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG

PENJELASAN IX PENDANAAN DAN ADMINISTRASI KEGIATAN PNPM MANDIRI PERDESAAN

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 34 TAHUN 2017

Petunjuk Teknis Reviu Laporan Keuangan

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 37 TAHUN 2010

BUPATI JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI MAJALENGKA Nomor : 11 TAHUN 2009 Tanggal : 26 Juni 2009 Tentang : PEDOMAN PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) TAHUN ANGGARAN 2009.

4.1 Aktivitas Kerja Praktek

PEMBUATAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENGELUARAN

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PANDUAN PETUNJUK TEKNIS BANTUAN PEMERINTAH PENGEMBANGAN SEKOLAH MODEL PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

PERATURAN DESA SIMPANG NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG ALOKASI DANA DESA (ADD) TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

CONTOH. Manual Sistem Akuntansi dan Keuangan

PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI BIREUEN NOMOR 5 TAHUN 2018 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN GAMPONG DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.349, 2010 KEMENTERIAN KEUANGAN. Fasilitas Likuiditas. Pembiayaan Perumahan. Pedoman.

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN KEUANGAN BIDANG KESEHATAN KEPADA DESA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011

WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG

PEMBUATAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENGELUARAN PEMBANTU

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA BERKEMBANG TAHUN 2011

Pengeluaran Daerah Melalui Bendahara PPKD

SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 81 TAHUN 2012

LAMPIRAN 1 SURAT KETERANGAN PENELITIAN. Dari SEKOLAH DASAR NEGERI BULUREJO KECAMATAN BULUKERTO KABUPATEN WONOGIRI

TATA CARA PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA SERTA LAPORAN KEUANGAN POKMAS

BUPATI PASURUAN PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 30 TAHUN 2015 TENTANG

SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 45 TAHUN 2013

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

Pengeluaran Daerah Daerah Melalui Bendahara Penerimaan PPKD

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR X9 TAHUN 2016 TENTANG

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006

BUPATI GARUT P E R A T U R A N B U P A T I G A R U T

TATA CARA PENATAUSAHAAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BENDAHARA PENERIMAAN PPKD SERTA PENYAMPAIANNYA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 130/PMK.05/2010 TENTANG

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

III. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) SUB BAGIAN KEUANGAN

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

Surat Perjanjian Supplier Konsinyasi

BUPATI JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. pengelolaan keuangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun. transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.

BUPATI SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

MATA PELAJARAN PENGELOLAAN KEUANGAN DI LKM

PEMBUATAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ) PENGELUARAN

BUPATI BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 113 TAHUN 2012

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1419, 2014 BNPB. Dana Masyarakat. Bantuan. Pengelolaan. Pengumpulan. Pedoman.

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS FUNGSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT KURNIA MULIA CITRA LESTARI IV. 1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AUDIT

PROSEDUR OPERASI BAKU PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN

B U P A T I S I M A L U N G U N PAMATANG RAYA SUMATERA UTARA Kode Pos 21162

I. PENDAHULUAN -1- PEDOMAN PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) TAHUN ANGGARAN 2010

2 mendukung adanya suatu transparansi dan fungsi pertanggungjawaban atas uang publik yang dikelola oleh pemerintah. Selama ini pengelolaan kas yang di

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

BUPATI TULUNGAGUNG PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Kantor Dinas Permukiman Dan Perumahan Provinsi Jawa Barat. Di

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 27 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBANGUNAN DAN PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG INFRASTRUKTUR SUB BIDANG SANITASI

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 89 TAHUN 2015 TENTANG

SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS PADA PT.CAHAYA MANDIRI INVESTAMA

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKTOR PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PASCA BENCANA KOTA MANADO

7. Memeriksa laporan realisasi anggaran manual ( bulan, triwulan & semester ) 8. Memeriksa catatan atas laporan keuangan (Semester & tahunan)

BUPATI LAMONGAN PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 51 TAHUN 2015 TENTANG DANAA DESA (ADD) DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

IMPLEMENTASI AKUNTANSI KEUANGAN DESA

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Proses Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran pada Badan. Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat

Transkripsi:

2016 TATA CARA PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKTOR PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN PASCA BENCANA KOTA MANADO KELOMPOK MASYARAKA

A. Pendahuluan Untuk menanggulangi terjadinya penyelewengan dalam Pengelolaan Keuangan Bantuan Dana Relokasi dan Rekonstruksi (zero corruption) sangat diperlukan Pengukuran Kinerja Keuangan Kelompok Masyarakat (). Pengukuran kinerja keuangan merupakan suatu kegiatan yang menjadi tanggung jawab Tim Fasilitator. Bertindak sebagai pengendali secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Koordinator lapangan (KorLap), sedangkan Koordinator Lapangan (Korlap) harus memastikan dan jamin melalui pengendalian secara langsung kepadatim Fasilitator, bahwa pengelolaan keuangan (manajemen keuangan) di tingkat benarbenar sesuai dengan ketentuan yang berlakudalam Petunjuk Teknis. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa pertimbangan: 1. Merupakan wujud adanya proses pendampingan yang benar-benar dilakukan secara langsung oleh tim fasilitator berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Proses pendampingan ini secara nyata ditunjukkan adanya peningkatan kemampuan Kelompok Masyarakat () dalam mengelola keuangan. Bentuk nyata kemampuan tersebut diantaranya setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan standar manajemen keuangan yang telah ditetapkan. 2. Pembelajaran kepada Kelompok Masyarakat () berkaitan dengan proses pencatatan dan pelaporan keuanganyang baik dan benar untuk menjamin adanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan. Pembelajaran iniditunjukkan dengan dilakukannya proses pencatatan seluruh transaksi keuangan tepat waktu dan penyajian laporan keuangan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. 3. Memastikan bahwa seluruh pelaksanaan kegiatan didasarkan atas rencana kegiatan yang telahdisusun dan diputuskan oleh Kelompok Masyarakat ().

B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Pengukuran Kinerja Keuangan ini disusun bermaksud untuk menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pengukuran kinerja pembukuan, dengan harapan menjadi alat pembelajaran dan pengendalian bagi tim fasilitator dan dalam memastikan sistem pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik dan benar serta mendapatkan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. 2. Tujuan a. Memastikan seluruh pengelolaan keuangan di telah ditetapkan sesuai dengan Petunjuk Teknis. b. Memastikan seluruh transaksi keuangan telah dikelola sesuai dengan prinsip dasar pengelolaan keuangan. c. Memastikan seluruh transaksi keuangan dicatat dan dilaporkan tepat waktu dan disajikan secara Layak. d. Memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan sehingga dapat ditunjukkan kepada pemberi dana dan penerima manfaat. C. Ruang Lingkup Pengukuran Kinerja Keuangan ini mengatur kegiatan pelaporan pembukuan dalam penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana kota Manado TA. 2015 sektor Perumahan dan Permukiman berbasis masyarakat D. PelakuPengukuranKinerja Keuangan Sebagai fungsi pengawasan dan bentuk pertanggungjawaban hasil fasilitasi yang telah dilakukan, maka dalam pelaksanaan pengukuran kinerja keuangan Kelompok Masyarakat() dilakukan oleh Fasilitator Ekonomi. Pengukuran kinerja ini sebagai wujud pernyataan tim fasilitator bahwa proses

pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh, benar-benar telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Secara umum, pengukuran kinerja ingin memastikan tercapainya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan. Secara khusus proses fasilitasi pencapaiannya didampingi oleh Tim Fasilitator. Uji kebenaran dan keabsahan dilakukan oleh Koordinator Lapangan(KorLap) secara acak dan representatifdari sejumlah Kelompok Masyarakat() dampingan. Oleh sebab itu, Pengukuran Kinerja keuangan ini secaralangsung menjadi tanggung jawab Konsultan Pendamping secara berjenjang meliputi pendampingtingkat Kecamatan sampai Kota. E. Cara Melakukan Pengukuran Kinerja Keuangan Tahapan proses Pengukuran Kinerja KeuanganKelompok Masyarakat (), yaitu sebagai berikut: 1. Fasilitator ekonomi mempersiapkan format pengukuran kinerja KeuanganKelompok Masyarakat () (Lampiran-1) 2. Proses pengukuran kinerja keuangan dilakukan secara menerus atau periodik, setelah melakukan tutup buku diakhir bulan. Pada saat melakukan pengukuran kinerja keuangan, fasilitator ekonomi harus benar-benar memahami penjelasan cara pengisian (model skoring) di setiap aspek penilaian (Lampiran-1A: cara pengisian instrumen kinerja ). Senior Fasilitator menjadi penanggung jawab pada kegiatan tersebut. 3. Setelah melakukan pengukuran kinerja keuangan, fasilitatormenyerahkan copy dokumen pengukuran kinerja kepada Koordinator Lapangan (KorLap). Berdasarkan dokumen tersebut, KorLap menyusun agenda pembahasan dalam rapat rutin bulanan bersama TA.Manajemen Keuangan atau dalam rapat khusus. Agenda pembahasan hendaknya termasuk juga penyusunanrencana tindak, jika hasil laporan pengukuran kinerja tersebut terdapat hal-hal yang dipandang serius seperti : adanya indikasi penyimpangan dana, ditemukan bukti transaksi yang tidak ada/ lengkap, uang kas terlampau besar, dll.

Copy dokumen hasil pengukuran kinerja dipastikan tersimpan/terarsip dengan baik oleh. 4. Tim Fasilitator melakukan monitoring terhadap rencana tindak dan kesepakatan yang dihasilkan melalui pertemuan anggota dan memastikan telah ada langkah perbaikan yang telah dilakukan. 5. Koordinator Lapangan (KorLap) harus mempunyai data rekapitulasi pengukuran kinerja keuangan setiap bulan di seluruh. Rekap data menjadi alat analisis terhadap pemenuhan indikator kinerja dan menjamin kualitas hasil dampingan juga sebagai bahan uji petik. 6. Setiap bulan KoorLap melakukan uji petik untuk menguji tingkat akurasi datapengukuran kinerja (membandingkan data hasil fasilitator dengan data sesungguhnya di ), dengan cara berkunjung langsung ke. Hasil ujipetik KoorLap secara periodik (bulanan) dilaporkan ke TA.Manajemen Keuangan.. Pengukuran Kinerja Keuangan merupakan bagian terpenting dalam menjamin kualitaspembukuan yang baik secara akuntabilitsas dan transparansi. Dalam prakteknya selalu mengedepankan pemenuhanaspek kebijakan keuangan sesuai dengan prinsip yang berlaku, dan menerapkan sistem akuntansi danpelaporan yang ditetapkan. Oleh sebab itu peran dan fungsi pendamping (fasilitator) menjadi sangatdiperlukan untuk membelajarkan dan mencapai kinerja pembukuan yang sangat baik. Selain melihat aspek kebijakan, akuntabilitas dan transparansi dalam melakukan pengukuran kinerja juga melihat keseluruhan bukti transaksi, pencatatan dan pelaporan. F. Aspek Dan Kategori Terdapat 9 aspek dalam pengukuran kinerja keuangan. Setiap aspek akandiberi nilai 1 jika jawaban atas aspek yang bersangkutan adalah ya dan akan diberikan nilai 0 jikajawaban atas aspek yang bersangkutan adalah tidak. Secara rinci aspek-aspek pengukuran kinerjakeuangan adalah sebagai berikut:

NO ASPEK PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN Semua penerimaan dan pengeluaran keuangan diketahui oleh anggota 1 Seluruh transaksi penerimaan & pengeluaran dicatat & diarsipkan sesuai 2 tanggal transaksi 3 Laporan disajikan sebelum tanggal 5 bulan berikutnya 4 Rekening Bank menggunakan nama lembaga bukan nama pribadi Rekening Bank ditandatangani oleh Ketua, Bendahara dan Sekretaris 5 6 Dana operasional tunai tidak lebih Rp.480.000,- 7 Saldo Buku Bank sama dengan saldo rekening bank 8 Saldo Buku Kas sama dengan jumlah dana tunai 9 Laporan bulanan dipasang atau ditempel ditempat strategis Berdasarkan nilai tiap-tiap aspek tersebut di atas, ditetapkan katagori penilaian sebagai berikut: Pengukuran Kinerja dinyatakan Sangat Baik, jika total skor mencapai angka 9. Pengukuran Kinerja dinyatakan Memadai, jika total skor mencapai angka 7, Pengukuran Kinerja Tidak Memadai, jika total skore <7 atau total skor =6

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA KEUANGANKELOMPOK MASYARAKAT () BULAN... Nama :... Kecamatan :... Kota :... No Aspek Pengukuran Nilai Catatan Kebijakan Keuangan 1 Semua penerimaan dan pengeluaran keuangan diketahui oleh anggota Sistem Akuntansi 2 Seluruh transaksi penerimaan & pengeluaran dicatat & diarsipkan sesuai tanggal transaksi 3 Laporan disajikan sebelum tanggal 5 bulan berikutnya 4 Rekening Bank menggunakan nama lembaga bukan nama pribadi 5 Rekening Bank ditandatangani oleh Ketua, Bendahara dan Sekretaris 6 Dana operasional tunai tidak lebih Rp.480.000,- 7 Saldo Buku Bank sama dengan saldo rekening bank 8 Saldo Buku Kas sama dengan jumlah dana tunai Pelaporan dan Monitoring 9 Laporan bulanan dipasang atau ditempel ditempat strategis...,...20... Ketua Senior Fasilitator Fasilitator Ekonomi (...) (...) (...)

LAMPIRAN 1A CARA PENGISIAN / PENJELASAN INSTRUMEN PENGUKURAN KINERJA PEMBUKUAN Aspek Pengukuran 1. Semua penerimaan dan pengeluaran keuangan diketahui oleh anggota 2. Seluruh transaksi penerimaan & pengeluaran dicatat & diarsipkan sesuai tanggal transaksi 3. Laporan disajikan sebelum tanggal 5 bulan berikutnya 4. Rekening Bank menggunakan nama lembaga bukan nama pribadi 5. Rekening Bank ditandatangani oleh Ketua, Bendahara dan Sekretaris 6. Dana operasional tunai tidak lebih Rp.480.000,- 7. Saldo Buku Bank sama dengan saldo rekening bank 8. Saldo Buku Kas sama dengan jumlah dana tunai 9. Laporan bulanan dipasang atau ditempel ditempat strategis Penjelasan Semua penerimaan dan pengeluaran menggunakan bukti kas masuk dan keluar serta buktibukti kwitansi dari toko ditandatangani oleh salah satu Pengurus (Ketua,Bendahara dan Sekretaris) Pencatatan transaksi memakai pembukuan yang ada di Pedoman Teknis Pencatatan transaksi keuangan(keluar/masuk) dilakukan tepat waktu Fasilitator melakukan crosscek penjumlahan kebawah dan kesamping(lampiran 2) Seluruh transaksi keuangan harus memiliki bukti pendukung yang cukup, seperti (bon,kwitansi, atau bukti lainya) Jika terdapat satu transaksi saja tdk dicatat (paling lambat 4 hari) maka jawabanya tidak = 0 Laporan keuangan penerimaan & pengeluaran pada bulan berjalan disajikan pada tgl.5 bulan berikutnya Jika Lap.Keuangan tidak disajikan maksimal sebelum tgl.5 maka jawaban tidak = 0 bila ya = 1 Nama Rekening Bank memakai nama Jika Rekening Bank tidak memakai nama maka jawaban tidak = 0 Penandatangan rekening bank ditandatangani oleh Ketua, Bendahara dan Sekretaris Jika rekening tidak ditantangani oleh 3 org Pengurus, maka jawaban tidak =0 Dana operasional tunai maksimal Rp.480.000,- dalam 2 hari kerja Jika terdapat dana tunai melebihi Rp.480.000,- harus dapat dijelaskan keperuntukanya dan buktikan dengan dokumen pendukung. Jika tidak memenuhi ke 2 unsur diatas, maka jawabanya tidak = 0 Rekonsilasi saldo buku bank dan rekening bank pada tanggal yang sama harus sama, bila tidak = 0 Kas opname dana tunai pada dicocokan pada buku kas harus sama, bila tidak = 0 Laporan keuangan harus ditempelkan ditempat strategis setiap bulanya, bila tidak = 0

LAMPIRAN 2 HASIL PEMERIKSAAN DANA Periode... s/d... Saldo awal PENERIMAAN Transfer dari KPPN xxxxxxxxxx Bunga Rekening Penerimaan Lain-lain + Total Penerimaan. xxxxxxxxxx + PENGELUARAN Pencairan ke Sarana Prasarana Biaya operasional (Adm,Umum,dll) Pajak dan Adm Pengeluaran Lain-lain + Total Pengeluaran. x - Saldo (Saldo Awal + Total Penerimaan) - Pengeluaran Uang Tunai : Pecahan 100.000 =... Lembar Pecahan 50.000 =... Lembar Pecahan 20.000 =... Lembar Pecahan 10.000 =... Lembar Pecahan 5.000 =... Lembar Pecahan 2.000 =... Lembar Saldo Hasil Perhitungan tersebut harus dapat dibuktikan secara fisik dalam saldo yg terdapat direkening, serta uang tunai ditangan melalui Pemeriksaan rekening dan cash opname Diperiksa oleh Fasilitator...,...20... Diketahui oleh Koordinator Lapangan (...) (...)