BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari varabel terikat dan variabel bebas. Dimana

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini daerah yang akan dijadikan lokasi penelitian adalah

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. di peroleh dari Website Bank Muamlat dalam bentuk Time series tahun 2009

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah menganalisis tentang faktor-faktor yang

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. Statistik). Data yang diambil pada periode , yang dimana di dalamnya

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dari penelitian ini adalah ekspor industri tekstil dan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah ekspor kayu lapis Indonesia di pasar

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini terdiri dari varabel terikat dan variabel bebas. Dimana

BAB III METODE PENELITIAN. tercatat secara sistematis dalam bentuk data runtut waktu (time series data). Data

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, jenis data yang

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah usaha pengelasan besi di Jalan Bogor dengan

III. METODE PENELITIAN. Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung yang berupa cetakan atau publikasi

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi Jawa Barat

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi Anggaran Pertahanan di Indonesia, yaitu :

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Upah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

III. METODE PENELITIAN. tingkat harga umum, pendapatan riil, suku bunga, dan giro wajib minimum. Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agriculture, Manufacture Dan Service di Indonesia Tahun Tipe

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. berbentuk time series selama periode waktu di Sumatera Barat

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data time series tahunan Data

METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat penelitiannya, penelitian ini merupakan sebuah penelitian

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari

BAB III METODE PENELITIAN. inti dari problematika penelitian (Suharsimi Arikunto, 2006: 118).

BAB III METODE PENELITIAN. mengidentifikasi pengaruh variabel bebas (X) yaitu terdiri diferensiasi produk

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder deret waktu

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif dengan

BAB III METODE PENELITIAN. (time series data). Dalam penelitiaan ini digunakan data perkembangan pertumbuhan ekonomi,

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah perkembangan PMA di Indonesia berupa

METODE PENELITIAN. keperluan tertentu. Jenis data ada 4 yaitu data NPL Bank BUMN, data inflasi, data

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah perilaku prosiklikalitas perbankan di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

METODOLOGI PENELITIAN. Data yang dipakai untuk penelitian ini adalah data sekunder (timeseries) yang

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah daya saing produk industri pengolahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis data, penulis menggunakan alat bantu komputer seperti paket

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampoerna, Tbk dengan data laporan keuangan selama 5 tahun terhitung

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, time series triwulan dari

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. deposito berjangka terhadap suku bunga LIBOR, suku bunga SBI, dan inflasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan kajian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah pengusaha tahu Cibuntu Kota Bandung.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 sampai Maret 2014

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah ketimpangan distribusi pendapatan

METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam bab ini adalah dengan menggunakan

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. bentuk deret waktu (time series) selama 17 tahun, yaitu tahun Data

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. runtut waktu (time series) atau disebut juga data tahunan. Dan juga data sekunder

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data time

BAB III MEODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sumber diperolehnya data dari penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. transaksi berjalan di Indonesia periode adalah anggaran pemerintah,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. data PDRB, investasi (PMDN dan PMA) dan ekspor provinsi Jawa Timur.

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series

BAB III METODE PENELITIAN. Yang menjadi objek dari penelitian ini adalah investasi swasta di

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan data sekunder tahunan Data sekunder

BAB I PENDAHULUAN. Inflasi yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan perekonomian baik yang

III. METODE PENELITIAN. Pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi dari perkembangan suatu perekonomian dari

III. METODE PENELITIAN. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi/Objek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Pemilihan Provinsi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini membahas tentang pengaruh inflasi, kurs, dan suku bunga kredit

BAB III METODE PENELITIAN. matematika dan membuat generalisasi atas rerata. 73. pengaruh Kurs, Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate), dan Jumlah Uang

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian Analisis Pengaruh Tingkat

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dari penelitian ini adalah indeks pembangunan manusia di Indonesia

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut serta penampilan dari hasilnya. 71 Pendekatan

III. METODE PENELITIAN. bentuk runtut waktu (time series) yang bersifat kuantitatif yaitu data dalam

III. METODOLOGI PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa data

III. METODE PENELITIAN. model struktural adalah nilai PDRB, investasi Kota Tangerang, jumlah tenaga kerja,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Jenderal Pengelolaan Utang, Bank Indonesia dalam berbagai edisi serta berbagai

METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Untuk memperjelas dan memudahkan pemahaman terhadap variabelvariabel

BAB III METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian adalah kemiskinan masyarakat sebagai variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB III METODELOGI PENELTIAN. Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau,

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan alat yang digunakan untuk mencapai. tujuan bangsa dan pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Pencarian data dilakukan melalui riset perpustakaan (library research)

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. logika matematika dan membuat generalisasi atas rata-rata.

III. METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan

Transkripsi:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Metode Penelitian 3.1.Objek Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari varabel terikat dan variabel bebas. Dimana konsumsi agregat masyarakat adalah sebagai variabel terikat (Y), PDRB dan tingkat suku bunga sebagai variabel bebas (X), variabel-variabel tersebut merupakan objek dari penelitian ini. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini berkaitan dengan masalah konsumsi masyarakat kabupaten Purwakarta. Berdasarkan data yang diperoleh,jumlah konsumsi dari tahun 1992 2011 menunjukkan adanya fluktuasi. Adapun data yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah data time series dari tahun 1992 2011. 3.2. Metode Penelitian Metode merupakan suatu cara ilmiah yang dilakukan untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan kuantitatif. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan keadaan objek penelitian untuk mengungkapkan suatu masalah atau fakta yang ada secara sistematis, faktual dan akurat serta sifat-sifat hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengukur

atau menguji data sehingga menghasilkan jawaban identifikasi masalah yang harus diukur atau diuji oleh alat kuantitatif (Moh.Nazir,2003:54). Penelitian ini bermaksud memperoleh deskripsi mengenai Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB) dan Tingkat bunga, terhadap konsumsi kabupaten Purwakarta periode 1992-2011. Masih terkait dengan metode deskriptif analitik ini Sugiyono (2009:103) berpendapat bahwa : Metode penelitian deskriptif adalah metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode desktiptif dalam pelaksanaannya dilakukan melalui teknik survey, studi kasus, studi komparatif, studi tentang waktu dan gerak, analisis tingkah laku, dan analisis dokumenter. Metode deskriptif ini dimulai dengan mengumpulkan data, mengklasifikasi data, menganalisis data dan menginterpreta-sikannya. Adapun ciri-ciri dari metode penelitian deskriptif analitik adalah tidak hanya memberikan gambaran saja terhadap suatu fenomena tetapi juga menerangkan hubungan-hubungan, menguji hipotesa-hipotesa, membuat prediksi serta mandapatkan makna dan implikasi dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan. 3.3. Definisi Operasionalisasi Variabel Untuk memudahkan penjelasan dan pengolahan data, maka variabel yang diteliti dalam penelitian ini dijabarkan dalam bentuk konsep teoritis, konsep empiris, dan konsep analitis, seperti terlihat pada Tabel 3.1 dibawah ini:

Tabel 3. 1 Operasionalisasi Variabel Variabel Konsep Teoritis Konsep Empiris Konsep Analis Skala Variabel Dependen Konsumsi (variabel Y). Jumlah konsumsi rumah tangga berdasarkan jumlah makanan dan non makanan Besarnya Konsumsi masyarakat kabupaten Purwakarta 1992-2011 Data Konsumsi Agregat masyarakat purwakarta tahun 1992-2011 Interval Variabel Independen Produk Domestik Regional Bruto (X 1 ) Jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) dalam kurun waktu 1 tahun.. Besarnya PDRB Kabupaten Purwakarta pada tahun1992-2011 Data PDRB atas dasar harga konstan tahun 1992-2011 di kabupaten Purwakarta Interval Tingkat Suku Bunga (X2) Tingkat suku bunga yang diukur melalui tingkat suku bunga deposito Besarnya jumlah tingkat suku bunga (deposito) di Indonesia periode 1992-2011 Data tentang jumlah tingkat suku bunga (deposito) di Indonesia periode 1992-2011 Interval

3.4.Sumber dan Jenis Data Menurut Suharsimi Arikunto (2006:129) yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Adapun sumber data yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1) Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Purwakarta dan Jawa Barat 2) Bank Indonesia 3) Referensi studi pustaka, artikel, jurnal, dan lain-lain, Sedangkan jenis data yang dgunakan adalah dalam penelitian ini adalah Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia dan Internet. 3.5.Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan metode Archival Research (penelitian arsip), yaitu pengumpulkan data yang umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah disusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Semua data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, situs BI (www.bi.go.id), perpustakaan UPI, serta berbagai sumber yang relevan. 3.6. Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 3.6.1. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, menganalisis data akan menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple linear regression method). Tujuannya untuk mengetahui

variabel-variabel yang dapat mempengaruhi konsumsi. Alat bantu analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan program komputer Econometric Views (Eviews) versi 5.1. Tujuan analisis regresi linier berganda adalah untuk mempelajari bagaimana eratnya pengaruh antara satu atau beberapa variabel bebas dengan satu variabel terikat. Dalam penelitian ini akan dilakukan pemilihan model fungsi regresi. Apakah akan menggunakan regresi model linier atau model log-linier. Dalam penelitian ini digunakan metode Mackinnon, White dan Davidson (metode MWD) untuk memilih model yang paling cocok. Model analisa data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan untuk menguji kebenaran dari dugaan sementara digunakan model persamaan regresi linier ganda, sebagai berikut: C = f ( PDRB, i) Hubungan tersebut dapat dijabarkan ke dalam dua bentuk fungsi regresi sebagai berikut: Keterangan: C = βo + β1 PDRB + β2i (deposito) + e C i = konsumsi masyarakat = tingkat bunga (deposito) PDRB = Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) β 0 = Konstanta β 1 = Koefisien arah Regresi (parameter /estimator /penaksir untuk variabel X) e = Variabel pengganggu

3.6.2. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis maka penulis menggunakan uji statistik berupa uji parsial (uji t), uji simultan (uji f) dan uji koefisien determinasi majemuk(r 2 ). A. Uji t (Pengujian Hipotesis Regresi Majemuk Secara Individual) Uji t dilakukan untuk menguji bahwa variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Uji t dilakukan dengan cara membandingkan hasil t hitung dengan t tabel dengan α = 0,05. Keputusan menolak atau menerima Ho adalah jika t hitung terletak antara daerah penerimaan Ho yaitu -1,96 dan 1,96 maka Ho diterima, dan diluar itu Ho ditolak. Dapat dijelaskan dalam gambar berikut : 0,025 Daerah 0,025 Penerimaan Ho t tabel Gambar. 3.1 Gambar Daerah penerimaan dan Penolakan Ho Sumber: Sudjana (2005:227) Membandingkan nilai t hitung dengan t kritisnya (t tabel). Keputusanya menolak atau menerima Ho, sebagai berikut : t tabel Jika nilai t hitung > nilai t krits maka Ho ditolak dan menerima Ha, artinya variable itu signifikan.

Jika nilai t hitung < nilai t krits maka Ho diterima dan menolak Ha, artinya variable itu tidak signifikan. Jika nilai -t hitung < -t kritis maka Ho ditolak dan menerima Ha, artinya variable itu signifikan. Jika nilai t hitung > - t kritis maka Ho diterima dan menolak Ha, artinya variable itu tidak signifikan. B. Uji F (Pengujian Hipotesis Regresi Majemuk Secara Keseluruhan) Untuk mengetahui apakah Investasi dan tabungan secara bersamasama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan ekonomi dalam penelitian ini dilakukan uji F. Uji F digunakan untuk menguji bahwa keseluruhan variabel independent memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel. Kriteria pengujian nilai F adalah jika F hitung > F tabel dengan taraf keyakinan 95% maka Ho ditolak yang berarti bahwa ada pengaruh secara serempak atau bersama-sama dari keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya, jika F hitung < F tabel maka Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada pengaruh secara serempak dari keseluruhan variabel independen terhadap variabel dependen.

C. Uji R 2 (Koefisien Determinasi Majemuk) Menurut Gujarati (2001:98) dijelaskan bahwa koefisien determinasi (R 2 ) yaitu angka yang menunjukkan besarnya derajat kemampuan menerangkan variabel bebas terhadap variabel terikat dari fungsi tersebut. Koefisien determinasi sebagai alat ukur kebaikan dari persamaan regresi yaitu memberikan proporsi atau presentase variasi total dalam variabel tidak bebas Y yang dijelaskan oleh variabel bebas X. Penghitungan R2 merupakan ukuran ikhtisar yang mengatakan seberapa baik regresi sample mencocokan data. Koefisien determinasi (R2) menyatakan proporsi ragam pada Y (variabel terikat) yang dapat diterangkan oleh X (variabel bebas). Nilai R2 berkisar antara 0 dan 1 (0 < R2 < 1), dengan ketentuan : Jika R 2 semakin mendekati angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat semakin erat/dekat, atau dengan kata lain model tersebut dapat dinilai baik. Jika R 2 semakin menjauhi angka 1, maka hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat jauh/tidak erat, atau dengan kata lain model tersebut dapat dinilai kurang baik.

3.7. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kondisi data apakah berdistribusi normal atau tidak. Kondisi data berdistribusi normal menjadi syarat untuk menguji hipotesis menggunakan statistik parametrik. Menurut Sudjana (1992: 151) menyatakan bahwa Teori-teori menaksir dan menguji hipotesis berdasarkan asumsi bahwa populasi yang sedang diselidiki berdistribusi normal, jika ternyata populasi tidak berdistribusi normal, maka kesimpulan berdasarkan teori itu tidak berlaku. 3.8.Uji Asumsi Klasik Untuk mendapatkan model yang tidak bias (unbiased) dalam memprediksi masalah yang diteliti, maka model tersebut harus bebas Uji Asumsi Klasik yaitu : 3.8.1. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah situasi di mana terdapat korelasi variabel bebas antara satu variabel dengan yang lainnya. Dalam hal ini dapat disebut variabelvariabel tidak ortogonal. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel yang nilai korelasi antara sesamanya sama dengan nol. Ada beberapa cara untuk medeteksi keberadaan Multikolinearitas dalam model regresi OLS (Gujarati, 2001:166), yaitu: 1) Mendeteksi nilai koefisien determinasi (R 2 ) dan nilai t hitung. Jika R 2 tinggi (biasanya berkisar 0,7 1,0) tetapi sangat sedikit koefisien regresi yang signifikan secara statistik, maka kemungkinan ada gejala multikolinieritas.

2) Melakukan uji kolerasi derajat nol. Apabila koefisien korelasinya tinggi, perlu dicurigai adanya masalah multikolinieritas. Akan tetapi tingginya koefisien korelasi tersebut tidak menjamin terjadi multikolinieritas. 3) Menguji korelasi antar sesama variabel bebas dengan cara meregresi setiap X i terhadap X lainnya. Dari regresi tersebut, kita dapatkan R 2 dan F. Jika nilai F hitung melebihi nilai kritis F tabel pada tingkat derajat kepercayaan tertentu, maka terdapat multikolinieritas variabel bebas. 4) Regresi Auxiliary. Kita menguji multikolinearitas hanya dengan melihat hubungan secara individual antara satu variabel independen dengan satu variabel independen lainnya. 5) Variance inflation factor dan tolerance. Dalam penelitian ini akan mendeteksi ada atau tidaknya multiko dengan uji derajat nol atau melihat korelasi parsial antar variabel independen. Sebagai aturan main yang kasar (rule of thumb), jika koefisien korelasi cukup tinggi katakanlah diatas 0,85 maka kita duga ada multikolinieritas dalam model. Sebaliknya jika koefisien korelasi relatif rendah maka kita duga model tidak mengandung unsur multikolinieritas (Agus widarjono, 2005:135). Apabila terjadi Multikolinearitas menurut Yana Rohmana (2010: 149-154) disarankan untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Tanpa ada perbaikan 2) Dengan perbaikan:

a) Adanya informasi sebelumnya (informasi apriori). b) Menghilangkan salah satu variabel independen. c) Menggabungkan data Cross-Section dan data Time Series. d) Transformasi variabel. e) Penambahan Data. 3.8.2. Uji Heterokedastisistas Salah satu asumsi pokok dalam model regresi linier klasik, adalah bahwa varian-varian setiap disturbance term yang dibatasi oleh nilai tertentu mengenai variabel-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai konstan yang sama dengan σ 2. Inilah yang disebut sebagai asumsi homoskedastisitas. (Gujarati, 2001:177). Heteroskedastisitas berarti setiap varian disturbance term yang dibatasi oleh nilai tertentu mengenai variabel-variabel bebas adalah berbentuk suatu nilai konstan yang sama dengan σ 2 atau varian yang sama. Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokesdasitas dan jika berbeda disebut heteroskedasitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas, salah satu pengujian yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Metode White. yaitu dengan cara meregresi residual kuadrat dengan variabel bebas, variabel bebas kuadrat dan perkalian variabel bebas. Untuk memutuskan apakah data terkena

heteroskedasitas, dapat digunakan nilai probabilitas Chi Squares yang merupakan nilai probabilitas uji White. Jika probabilitas Chi Squares < α, berarti H 0 ditolak jika probabilitas Chi Squares > α, berarti H 0 diterima. Pada penelitian digunakan metode White, dengan langkah : 1. Estimasi persamaan Y 2 = a + β 1 x + β 2 Y 1 + dan dapatkan residualnya (e i ) 2. Lakukan regresi auxiliary 3. Hipotesis nul pada uji ini adalah tidak ada heteroskedastisitas. Uji white didasarkan pada jumlah sampel (n) dikalikan dengan R 2 yang akan mengikuti distribusi chi-square dengan degree of freedom sebanyak variabel indevendent tidak termasuk konstanta dalam regresi auxiliary Jika nilai chi-square hitung > dari nilai X 2 kritis dengan derajat kepercayaan tertentu (α) maka ada heteroskedastisitas dan sebaliknya jika chi-square < dari nilai X 2 kritis menunjukkan tidak adanya heteroskedastisitas (Agus Widarjono : 2005 : 161). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Uji White dengan bantuan software Eviews. Dilakukan pengujian dengan menggunakan White Heteroscedasticity Test yaitu dengan cara meregresi residual kuadrat dengan variabel bebas, variabel bebas kuadrat dan perkalian variabel bebas.

3.8.3. Uji Autokorelasi Suatu keadaan dimana tidak adanya korelasi antara variable penggangu disturbance term disebut dengan autokorelasi (Gujarati : 2001 : 201). Konsekuensi dari adanya gejala autokorelasi adalah estimator OLS menjadi tidak efisien karena selang keyakinan melebar. 1) Variance populasi δ 2 diestimasi terlalu rendah (underestimated) oleh variance residual taksiran (δ 2 ). 2) Akibat butir b, R 2 bias ditaksir terlalu tinggi (overestymated). 3) Jika δ 2 tidak diestimasi terlalu rendah, maka varians estimator OLS ( β ). 4) Pengujian signifikan (t dan F) menjadi lemah (Gujarati : 2001 : 207). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Breusch-Godfrey, Adapun langkahnya adalah sebagai berikut : 1. Estimasi persamaan dan dapatkan residualnya (e i ) 2. Melakukan regresi residual e t dengan varibel indevendent X dari residual et- 1,et-2,..et-p,kemudian dapatkan r2 dari regresi persamaannya 3. Jika sampel adalah besar, maka menurut Breusch dan Godfray maka model dalam persamaan akan mengikuti distribusi chi-square dengan df sebanyak p. 4. Jika chi-square hitung lebih besar dari nilai kritis chi-squarepada derajat kepercayaan tertentu, kita menolak hipotesis nul, ini menunjukkan adanya masalah autokorelasi pada model. Sebaliknya jika chi-square hitung lebih

skecil dari chi-square tabel maka kita menerima hipotesis nul, artinya model tidak mengandung unsur autokorelasi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan uji LM test dengan bantuan software Eviews. Yaitu dengan cara membandingkan nilai X 2 tabel dengan X 2 hitung (Obs* R-squared). Kalau X 2 hitung < X 2 tabel maka dapat disimpulkan model estimasi berada pada hipotesa nol atau tidak ditemukan korelasi.