Fetrianis Jurusan/Program Studi Administrasi Pendidikan FIP UNP ABSTRACS

dokumen-dokumen yang mirip
PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN GUNUNG TUJUH KERINCI ARTIKEL ILMIAH

PERSEPSI GURU TENTANGPELAKSANAAN SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PADANG PANJANG BARAT KOTA PADANG PANJANG

PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI 18 PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SD NEGERI KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG PROSES PELAKSANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI KELOMPOK BISNIS MANAJEMEN DI KOTA PADANG

SEMANGAT KERJA GURU DI SMK NEGERI KABUPATEN SOLOK SELATAN

PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMA N) KOTA SAWAHLUNTO

PERSEPSI GURU TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DI SMK NEGERI KELOMPOK BISNIS MANAJEMEN KOTA PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMK NEGERI SE-KECAMATAN LUBUK BEGALUNG PADANG ARTIKEL ILMIAH.

PERSEPSI GURU TENTANG GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI KABUPATEN SIJUNJUNG

ARTIKEL ILMIAH. Diajukan Untuk Melengkapi Sebagian Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh : LINDA FITRIA / 2011

PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI SE KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT

PEMBINAAN PEGAWAI DALAM PELAKSANAAN TUGAS DI BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI SUMATERA BARAT

PERSEPSI GURU TENTANG PENGAWASAN PELAKSANAAN TUGAS GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMK N) KECAMATAN LUBUK BASUNG

MOTIVASI KERJA GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DI SMP NEGERI 1 KECAMATAN GUGUAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

PERSEPSI GURU TERHADAP PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI KECAMATAN LUBUKLINGGAU TIMUR KOTA LUBUKLINGGAU

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEGAWAI DI DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI SUMATERA BARAT

PERSEPSI PEGAWAI TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN LANGSUNG DI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN SIJUNJUNG

PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN FUNGSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM BIDANG KURIKULUM DI SD NEGERI KECAMATAN BARANGIN KOTA SAWAHLUNTO

KOMITMEN GURU SERTIFIKASI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS MENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KECAMATAN PAUH PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SMAN 14 KOTA PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

PENGELOLAAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYRAKAT DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG

DISIPLIN KERJA GURU DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI (SMK N) KOTA SOLOK

PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMK SE-KECAMATAN LUBUK BEGALUNG PADANG

HUBUNGAN PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH DENGAN DISIPLIN KERJA GURU DALAM MENGAJAR DI SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI

PELAKSANAAN TUGAS GURU SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

PELAKSANAAN FUNGSI KOMITE SEKOLAH PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

PELAKSANAAN FUNGSI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) KECAMATAN SUNGAI TARAB KABUPATEN TANAH DATAR

KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA PARIAMAN ARTIKEL ILMIAH

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN ASISTEN PEMERINTAHAN KANTOR GUBERNUR SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH

PEMBINAAN DISIPLIN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KECAMATAN KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA

DISIPLIN KERJA GURU YANG TELAH DISERTIFIKASI DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KECAMATAN PAUH PADANG

PERSEPSI GURU TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRATIF PEGAWAI TATA USAHA DI SMP NEGERI KECAMATAN KOTO TANGAH

PERSEPSI GURU TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL KEPALA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DI KOTA PARIAMAN

PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH KEPALA TK di KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI PEGAWAI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SMK SE KECAMATAN LUBUK ALUNG

KONTRIBUSI KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS GURU SMP NEGERI KECAMATAN PADANG TIMUR

PERSEPSI GURU TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI KECAMATAN RAMBATAN KABUPATEN TANAH DATAR

DISIPLIN KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG

MOTIVASI KERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANUHAMPU

Delfira Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PASAMAN

MOTIVASI KERJA GURU DALAM PELAKSANAAN TUGAS MENGAJAR DI SMK NEGERI KOTA BUKITTINGGI

PERSEPSI SISWA TERHADAP KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMK KARTIKA 1-2 PADANG ARTIKEL ILMIAH

KOMITMEN GURU DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DI SMK SWASTA KELOMPOK BISNIS MANAJEMEN KECAMATAN PADANG BARAT KOTA PADANG

MOTIVASI KERJA GURU PROFESIONAL DALAM MELAKSANAKAN TUGAS MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) KECAMATAN SUNGAI BEREMAS KABUPATEN PASAMAN BARAT

HUBUNGAN MORAL KERJA DENGAN PELAKSANAAN TUGAS GURU SEBAGAI PENGAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 3 KOTA PADANG

PERSEPSI GURU TENTANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG DILAKUKAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 PADANG

HUBUNGAN ETOS KERJA DENGAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 LUBUK SIKAPING

ANALISIS SOAL UJIAN KELAS X SEMESTER II MATA PELAJARAN BIOLOGI MAN I PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ARTIKEL E-JURNAL

TINJAUAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI GRAND ROCKY HOTEL BUKITTINGGI

DISIPLIN KERJA SATUAN PENGAMANAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PERSEPSI SISWA TENTANG MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI SMK TRI DHARMA KOSGORO 2 PADANG

PERSEPSI SISWA KELAS XI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL GURU SMK NEGERI 1 SOLOK. Azizatul Resti Husnia Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP

PERSEPSI GURU TENTANG MANAJEMEN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR NEGERI GUGUS II KECAMATAN LUBUK SIKARAH KOTA SOLOK

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEGAWAI DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA KOTA PADANG

KEPEMIMPINAN WALI NAGARI SE-KECAMATAN KOTO PARIK GADANG DIATEH KABUPATEN SOLOK SELATAN ARTIKEL ILMIAH

PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI OBJEK WISATA JAM GADANG BUKITTINGGI BAYU PERMANA PUTRA

PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGGAH KEJURUAN NEGERI SE-KECAMATAN LUBUK BEGALUNG PADANG ARTIKEL ILMIAH

MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN MENGHIAS BUSANA DI SMK NEGERI 3 SUNGAI PENUH PERA WETTI

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 PADANG ARTIKEL ILMIAH

BUDAYA ORGANISASI DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KOTA PADANG ARTIKEL ILMIAH OLEH: PUTRI WARTI SARI AKMAL NIM: / 2011

Mega Selvia 2), Drs. Khairudin, M.Si 1), Karmila Suryani, M.Kom 2)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG

HUBUNGAN PELAKSANAAN SUPERVISI DENGAN PELAKSANAAN TUGAS GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SUMPUR KUDUS

HUBUNGAN INTERPERSONAL GURU- GURU DALAM KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DI GUGUS 2 KECAMATAN BUKIT SUNDI KABUPATEN SOLOK

HUBUNGAN PENGUATAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMPN 25 KABUPATEN SOLOK SELATAN

PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN SUPERVISI OLEH PENGAWAS SMK NEGERI DI KECAMATAN LUBUK BASUNG KABUPATEN AGAM

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH. Andre Tane Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNP

PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA YANG DIBERIKAN GURU BK SMAN 1 KUBUNG

VANIA FEBRI UTAMI NIM

PERSEPSI SISWA TERHADAP MANAJEMEN KELAS OLEH GURU DI SMK TRI DHARMA KOSGORO 2 PADANG

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2016

HUBUNGAN PENERIMAAN INSENTIF DENGAN MOTIVASI KERJA GURU DI SMK NEGERI 1 SINTUK TOBOH GADANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

KOMPETENSI SOSIAL GURU GEOGRAFI DI SMA NEGERI SE KABUPATEN PASAMAN BARAT. Aida Fitri 1

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KEADAAN LINGKUNGAN FISIK SEKOLAH DENGAN MOTIVASI BELAJAR

PERSEPSI MAHASISWA FIP ANGKATAN 2011 TERHADAP PELAYANAN PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS NEGERI PADANG

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMP NEGERI 1 DAN 2 KECAMATAN NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN (Study Komparatif Senior dan Guru Junior)

HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BUKITTINGGI

PROFIL KOMUNIKASI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Peserta Didik Kelas XI SMA N 2 Koto Baru Kab. Dharmasraya) ARTIKEL

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 1 JETIS

KONTRIBUSI KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN PADANG TIMUR

HUBUNGAN PERANAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMK NEGERI 2 KOTA

PERSEPSI SISWA KELAS X SMA N 10 YOGYAKARTATERHADAP MODIFIKASI PERMAINAN BOLABASKET

PENGELOLAAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT (HUSEMAS) DI SMA NEGERI 1 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Transkripsi:

PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN SUPERVISI PEMBELAJARAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Fetrianis Jurusan/Program Studi Administrasi Pendidikan FIP UNP ABSTRACS This research is based on the problem that shown the principals learning supervisionwhich were not very good. This research has a purpose to get the information about teacher s perception toward the principals learning supervision at SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. The type of this research is descriptive. The population of this research is 106 people. The sample which taken is 43% of the population, 46 people. The data collsed is likert scale quisionare model. This quisionare has been tested the validity and the reliability. The data is analyzed by average formula. In general, the teacher s perception toward principals learning supervision at SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota on the enough good category with average score 3,4. Keyword: Principals Learning Supervision PENDAHULUAN Mutu pendidikan menjadi salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia yang sangat penting maknanya bagi pembangunan nasional. Hal ini tentu akan menjadikan sumber daya manusia yang berada dalam dunia pendidikan tersebut menjadi unggul dan dibenahi kemampuannya. Sehubungan dengan itu maka tempat membenahi sumber daya manusia agar mutu pendidikan tercapai adalah melalui lembaga pendidikan yaitu sekolah. Sekolah sebagai wadah peningkatan mutu pendidikan berupaya mengembangkan sumber daya manusianya demi tercapainya tujuan pendidikan.hal ini tentu tidak terlepas dari tugas kepala sekolah dalam mengupayakannya. Sebagaimana Mulyasa (2012:63) mengatakan fungsi personalia yang harus dilaksanakan kepala sekolah adalah menarik, mengembangkan, menggaji, dan memotivasi guru dan staf untuk mencapai tujuan pendidikan. Sesuai dengan pendapat ini, salah satu fungsi kepala sekolah adalah mengembangkan sumber daya manusia di sekolahnya terutama guru dan staf sebagai komponen sekolah yang berperan dalam meningkatkan mutu sekolah. Halaman 65 461

Kepala sekolah memiliki tugas pokok sebagai penanggung jawab kegiatan sekolah, memimpin sekolah dan melakukan supervisi bagi guru dan stafnya. Sebagaimana Daryanto (2011: 84) mengungkapkan supervisi adalah salah satu tugas pokok dalam administrasi pendidikan bukan hanya merupakan tugas pekerjaan para pengawas saja melainkan tugas pekerjaan kepala sekolah terhadap pegawai-pegawai sekolahnya. Dalam hal ini supervisi kepala sekolah akan mampu mewujudkan pengembangan kemampuan guru melalui upaya pembinaan secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Upaya ini akan mampu menumbuhkan profesionalitas guru dalam pembelajaran sesuai dengan tugas guru yang dinyatakan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 2 yakni pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Sesuai dengan pendapat tersebut, maka guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki tugas dalam pembelajaran di sekolah perlu mendapatkan bantuan dari kepala sekolah dalam mengembangkan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Sejalan dengan itu PP No 19 Tahun 2005 Pasal 19 ayat 3 juga mengemukakan bahwa setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian proses pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah berperan dalam membimbing guru dalam melakukan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi berkualitas. Sebagaimana dinyatakan oleh Suharsimi (2006:5) kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru pada khususnya agar kualitas pembelajarannya meningkat.sejalan dengan itu, Hadiyanto (2001:1) menyatakan bahwa supervisi adalah pembinaan terhadap guru (karyawan) agar mereka berkembang kemampuannya secara optimal. Menurut Ngalim (2012: 89) supervisi di dalam dunia pendidikan dibedakan menjadi dua macam yaitu supervisi umum dan supervisi pengajaran. Supervisi pengajaran (pembelajaran) adalah salah satu bentuk supervisi yang ditujukan untuk mengembangkan profesionalitas guru dalam menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif sehingga tercapai tujuan pendidikan. Sebagaimana menurut Ali (2011:7) bahwa dalam melaksanakan supervisi pembelajaran, perhatian yang dominan haruslah tertuju pada aspek-aspek profesional dengan mereduksikan aspek-aspek yang bersifat administratif. Dalam hal ini perlu adanya upaya yang berkelanjutan sehingga kemampuan guru dalam mengajar dapat dikembangkan sesuai standar dan mutu yang diharapkan. Namun kenyataannya di lapangan, guru belum mendapatkan layanan supervisi secara baik. Halaman 66 461

Berdasarkan wawancara yang dilaksanakan pada bulan April 2013 ke tiga sekolah yang ada di Kec.Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Salah satu guru di SMPN 1 Kec. Lareh Sago Halaban mengatakan bahwa kegiatan supervisi yang dilakukan hanya satu kali dalam setahun dan terlihat masih kurang tindak lanjut dari kegiatan supervisi yang telah dilakukan, sehingga hasil kegiatan supervisi tidak optimal. Selanjutnya, guru SMPN 3 Kec. Lareh Sago Halaban mendapatkan supervisi pada saat kepala sekolah meminta perangkat pembelajaran dan perencanaan pembelajaran lainnya saja. Namun, dalam proses mengajar, kepala sekolah jarang melakukan supervisi ke kelas, dan kepala sekolah kurang memberikan pemecahan masalah secara tuntas terhadap masalah yang dihadapi guru, serta kurang melibatkan guru dalam merancang serta menindaklanjuti hasil-hasil supervisi. Selain itu, kepala sekolah jarang melakukan pertemuan dengan guru-guru secara individual atau pribadi guna membahas masalah-masalah yang dialami guru pada saat mengajar. Hal ini dikarenakan kesibukan kepala sekolah pada tugas lain. Sedangkan pada SMPN 5 Kec. Lareh Sago Halaban, penulis mendapat informasi dari Wakil Kurikulum yang juga merupakan salah satu guru bidang studi yang menyatakan bahwa kepala sekolah masih enggan untuk mensupervisi guru-guru yang lebih senior sehingga penilaian terlihat kurang objektif. Thoha (2008:141) mengatakan persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Sedangkan Jalaludin (2012:50) menyampaikan bahwa persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Dalam hal ini, persepsi difokuskan pada persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah, maka berarti guru memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah berdasar pengalaman dan penafsirannya tentang hal itu. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifyaitu mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa, sebagaimana adanya sehingga sekedar untuk mengungkapkan fakta.populasi dalam penelitian ini adalah guru PNS pada SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjumlah 106 orang.penarikan sampel menggunakan tekniksimple random sampling.sampel penelitian diambill adalah 46 orang yang merupakan 43% dari populasi.alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dengan skala likert.sedangkan teknik analisis data dengan rumus ratarata.sedangkan untuk menentukan gambaran secara kualitatif hasil penelitian untuk massing-masing indikator menggunakan kriteriasebagai berikut: Mean Kategori 4,6 5 Sangat Baik 3,6 4,5 Baik 2,6 3,5 Cukup Baik 1,6 2,5 Kurang Baik 0 1,5 Sangat Kurang Baik Halaman 67 461

HASIL PENELITIAN Hasil pengolahan data dijabarkan berdasarkan indikator Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota yang dirincikan sebagai berikut. TABEL 1. Rekapitulasi Data Persepsi Guru Tentang Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Oleh Kepala Sekolah di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban No Indikator Deskriptor Skor Mean 1 2 3 4 5 Tujuan Supervisi 1.1. Memperbaiki Situasi Pembelajaran 2,9 Pembelajaran 1.2. Mengembangkan Situasi Pembelajaran 2,9 Total Rata-Rata 2,9 Prinsip Supervisi 2.1. Prinsip Positif 3,9 Pembelajaran 2.2. Prinsip Negatif 4,4 Total Rata-Rata 4,1 Proses Pelaksanaan Supervisi 3.1. Perencanaan 3,6 Pembelajaran 3.2. Pelaksanaan 3,8 Total Rata-Rata 3,7 Teknik Supervisi 4.1. Teknik Individual 2,9 Pembelajaran 4.2. Teknik Kelompok 3,1 Total Rata-Rata 3,0 Evaluasi Supervisi 5.1. Evaluasi Program Supervisi 2,9 Pembelajaran 5.2. Evaluasi Pelaksanaan Supervisi 3,9 5.3. Evaluasi Hasil Supervisi 3,3 Total Rata-Rata 3,4 Total Keseluruhan Rata-Rata 3,4 PEMBAHASAN Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Pada Indikator Tujuan Supervisi Pembelajaran Persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban dari indikator tujuan supervisi pembelajaran memiliki skor rata-rata adalah 2,9, Skor ini berada pada kategori cukup baik. Ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah dalam mencapai tujuan supervisi pembelajaran sudah terlaksana dengan cukup baik di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban.Dalam penelitian ini masih ditemukan adanya kegiatankegiatan yang belum dilakukan kepala sekolah dalam mencapai tujuan supervisi Halaman 68 461

pembelajaran, hal ini terlihat skor rata-rata yang paling rendah pada aspek kepala sekolah membimbing guru dalam memilih media pembelajaran. Berdasarkan hal ini kepala sekolah harus melakukan bimbingan dan bantuan kepada guru dalam memperbaiki media pembelajaran, sehingga efektifitas pembelajaran di kelas semakin meningkat.selain itu, kepala sekolah hendaknya meningkatkan pelaksanaan bimbingan dan bantuan kepada guru dalam memperbaiki kemampuannya dalam mengajar sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Pada Indikator Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam penelitian ini, prinsip positif memiliki skor rata-rata 3,9, dan berada dalam kategori baik, yang berarti kepala sekolah telah menerapkan prinsip positif dengan baik di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban. Sedangkan prinsip negatif memiliki skor rata-rata 4,4, dan berada pada kategori baik yang berarti bahwa kepala sekolah menghindari pelaksanaan prinsip negatif pada saat melaksanakan supervisi pembelajaran kepada guru. Secara umum, prinsip supervisi pembelajaran sangat penting dimiliki dan dipahami agar kepala sekolah mampu mempedomaninya dalam rangka meningkatkan pemberian bantuannya kepada guru dalam menyelesaikan masalah mengajar, sehingga supervisi pembelajaran semakin membangun kompetensi guru dalam mengajar. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi pembelajaran Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban dari indikator prinsip supervisi pembelajaran berdasarkan skor rata-rata adalah 4,1. Skor ini berada pada kategori baik. Ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran kepala sekolah dari indikator prinsip supervisi pembelajaran sudah terlaksana dengan baik di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Pada Indikator Proses Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi pembelajaran Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban dari indikator proses supervisi pembelajaran memiliki skor rata-rata adalah 3,7, Skor ini berada pada kategori baik. Ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran kepala sekolah dari indikator proses supervisi pembelajaran sudah terlaksana dengan baik di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban. Namun, kepala sekolah masih perlu meningkatkan efektifitas kegiatan supervisi pembelajaran dari aspek pelaksanaannya karena dalam memperbaiki kelemahan guru, kepala sekolah masih kurang optimal. Memperbaiki kelemahan guru ini salah satunya dilaksanakan melalui pemberian kesempatan kepada guru untuk mengikuti kegiatan penataran yang dilaksanakan oleh lembaga lain, sehingga kemampuan mengajarnya meningkat sejalan dengan meningkatnya pengalaman belajar. Halaman 69 461

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Pada Indikator Teknik Supervisi Pembelajaran Persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban pada indikator teknik supervisi pembelajaran berdasarkan skor rata-rata adalah 3.0. Skor ini berada pada kategori cukup baik. Ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi pembelajaran kepala sekolah dari indikator teknik supervisi terlaksana dengan cukup baik di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban. Dalam penelitian ini, teknik supervisi pembelajaran yang memiliki skor rata-rata paling rendah adalah 1,7 pada pernyataan melaksanakan kunjungan ke sekolah lain. Dalam hal ini, sebaiknya kepala sekolah perlu meningkatkan upayanya untuk mengadakan kunjungan ke sekolah lain untuk melihat kemajuan dari sekolah yang dikunjungi dan mengamati proses pendidikan yang ada di sekolah lain tersebut sehingga menjadi rujukan bagi sekolah untuk melakukan kemajuan dalam pembelajaran dan pendidikan. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran Kepala Sekolah Pada Indikator Evaluasi Supervisi Pembelajaran Persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban dari indikator evaluasi supervisi pembelajaran memiliki skor rata-rata adalah 3,4. Skor ini berada pada kategori cukup baik. Ini berarti bahwa evaluasi supervisi pembelajaran yang dilaksanakan kepala sekolah di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah cukup baik. Dalam penelitian ini, pada indikator evaluasi supervisi pembelajaran, pernyataan melakukan penilaian ulang terhadap keterampilan mengajar jika standar pembelajaran belum tercapai oleh guru merupakan pernyataan yang memiliki skor paling rendah yaitu 2,3. Dalam hal ini kepala sekolah sebaiknya berupaya dalam melakukan penilaian ulang terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap guru yang belum mencapai standar yang ditentukan. Penilaian ulang dilakukan agar guru yang menjadi tujuan pembinaan mencapai standar kompetensi/kemampuan yang diharapkan. Adanya evaluasi supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah akan menjamin tercapainya tujuan supervisi dan tujuan pendidikan pada umumnya. Evaluasi yang dilakukan secara terarah akan mengoptimalkan kegiatan supervisi pembelajaran sehingga program supervisi pembelajaran dapat dikatakan berhasil atau tidaknya melalui ketercapaian kriteria yang telah ditetapkan. Jadi secara keseluruhan, persepsi guru terhadap pelaksanaan supervisi pembelajaran kepala sekolah dalam penelitian ini berada pada kategori cukup baik dengan total keseluruhan skor rata-rata adalah 3,4. Hal ini berbeda dengan fenomena-fenomena yang penulis dapatkan melalui pengamatan dan wawancara. Hal ini dapat dikarenakan kurang objektif guru dalam pengisian instrumen Halaman 70 461

penelitian dan masih adanya responden yang belum memberikan jawaban sebenarnya atau secara nyata. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan data dan pembahasan yang dibahas di atas maka dapat ditarik simpulan bahwa secara keseluruhan persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah di SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halabanterlaksana dengan cukup baik dengan skor rata-rata 3,4. Simpulan hasil penelitian pada masing-masing indikator mengenai persepsi guru tentang 1) Persepsi guru tentang pelaksanaan tujuan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah cukup baik dengan skor rata-rata 2,9. 2) Persepsi guru tentang pelaksanaan prinsip supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah baik dengan skor rata-rata 4,1. 3) Persepsi guru tentang proses pelaksanaan supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah baik dengan skor rata-rata 3,7. 4) Persepsi guru tentang pelaksanaan teknik supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah cukup baik dengan skor rata-rata 3,0. 5) Persepsi guru tentang pelaksanaan evaluasi supervisi pembelajaran oleh kepala sekolah SMP Negeri Kecamatan Lareh Sago Halaban sudah cukup baik dengan skor rata-rata 3,4. Berdasarkan kesimpulan diatas, dapat dikemukakan beberapa saran diantaranya: 1) Bagi guru hendaknya mampu menjalankan supervisi pembelajaran kepala sekolah secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kompetensi dalam mengajar. 2) Bagi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pembelajaran hendaknya selalu dilaksanakan dengan baik dari pelaksanaan tujuan, prinsip, proses, teknik dan evaluasi supervisi pembelajaran. 3) Bagi pengawas sekolah dalam membina kepala sekolah hendaknya memperhatikan pelaksanaan supervisi pembelajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah. DAFTAR PUSTAKA. Ali, Imron.2012. Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta; Bumi Aksara Arni, Muhammad.2000. Supervisi Pendidikan. Padang: UNP Press Daryanto.2011. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta Mulyasa.2012. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta:Bumi Aksara Hadiyanto. 2001. Pendekatan Supervisi Pendidikan. Padang: UNP Press Jalaluddin, Rakhmad. 2012. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Halaman 71 461

Jerry H. Makawimbang.2012. Kepemimpinan Pendidikan yang Bermutu. Bandung: Alfabeta Miftah, Thoha. 2008. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Ngalim, Purwanto. 2012. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Suharsimi, Arikunto. 2006. Dasar-Dasar Supervisi. Jakarta: PT Rineka Cipta Halaman 72 461