DIAN NURSEHA SMK N 23 JAKARTA

dokumen-dokumen yang mirip
POLA PIKIR APARATUR SIPIL NEGARA SEBAGAI PELAYAN MASYARAKAT. Hak Cipta Pada: Lembaga Administrasi Negara EdisiTahun 2014

RANCANGAN DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR IKATAN NOTARIS INDONESIA KONGRES LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA BANTEN, 28 MEI 2015

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

rutinitas dan enggan berpikir tentang hal-hal yang baru. Semua itu dibentuk oleh mindset kita.


BAB II LANDASAN TEORI. masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang. yang sangat penting baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan

Buku Pedoman Praktek Kerja untuk Trainee Praktek Kerja

VI. PENGELOLAAN PESERTA DIDIK. A. Pengertian. B. Rekrutmen Peserta Didik. 1. Pendaftaran. 2. Syarat-syarat Pendaftaran

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEDOMAN ETIKA DAN PERILAKU CODE OF CONDUCT. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

PEDOMAN ETIKA USAHA & TATA PERILAKU. Bab Ib I Pendahuluan 1. Latar Belakang

Etika Bisnis dan Etika Kerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

CONTOH SISTEM PERUSAHAAN YANG DIBANGUN OLEH BUDI CAHYADI

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Tingkat Pendidikan Orang Tua. terlebih dahulu akan dijelaskan tentang apa pengertian dari pendidikan.

Pedoman Penerapan Pengecualian Informasi

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

PEDOMAN PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYKARTA

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sumber daya manusia (MSDM). Lingkungan kerja adalah semua keadaan yang

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Buku Ajar Public Speaking

I. Kesetiaan. Karena kurang pengetahuan pernah. mengeluarkan ucapan

BENTUK PELAYANAN PRIMA YANG MUNGKIN MENJADI HARAPAN MASYARAKAT DI SEBUAH RUMAH SAKIT UMUM. Oleh Drs. Helmy Ali, MM (Widyaiswara Madya BKPP Aceh)

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG OTONOMI KHUSUS BAGI PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

DIAN NURSEHA SMK N 23 JAKARTA

Pengertian Etika,Etiket dan Moral Etika berasal dari kata ethicus(latin) dan dalam bhs Yunani disebut ethicos yang berarti kebiasaan, norma-norma,nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia. Etiket berasal dari kata etiquette (Perancis) Yang berarti kartu undangan. Moral :Ajaran baik dan buruk atau pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab dan berakhlak.

Kata moral berasal dari bahasa latin yaitu mores yang berarti aturan kesusilaan. Moral di golongkan menjadi dua macam: 1. Moral murni: Moral ini terdapat pada setiap manusia sbg manifestasi atau pengejawantahan dari pancaran ilahi. Moral ini biasa disebut hati nurani. 2. Moral terapan: Moral yg diperoleh dari berbagai ajaran seperti agama, filosofis, dan adat.

Jenis-jenis Norma 1. Norma sopan santun: Nilai-nilai atau ukuran budi pekerti, tingkah laku yg halus dan baik. 2. Norma hukum merupakan peraturan yg dibuat oleh suatu kekuasaan atau adat yg dianggap berlaku oleh dan untuk orang banyak. 3. Norma Moral: Nilai-nilai mengenai moral.norma moral mengandung norma-norma sbb: Norma agama dan Norma susila

Selain beberapa contoh etika kepegawaian tersebut di atas, terdapat norma dan etika pegawai lain yang harus di lakukan, yaitu : 1. Bertugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat tinggi. 2. Berprilaku dengan berbahasa sesuai dengan jabatan yang di miliki. 3. Taat, setia (loyal), penuh ke percayaan, menjaga nama baik perusahaan, kantor/tempat dinas. 4. Mendukung dan membela idiologi negara Pancasila, UUD 1945, kebijaksanaan pemerintah. 5. Karyawan harus melakukan permberitahuan yang tidak bekerja. 6. Pegawai harus menjaga, mempertahankan, dan membela keamanan dan rahasia perusahaan dan rahasia jabatan. 7. Pegawai tidak menerima bingkisan yang berkaitan dengan jasa kepegawaian sacara berlebih-lebihan. 8. Pegawai harus berlaku rajin, sopan, berkelakuan baik, dan menghindari pemogokan.

Pelaksanaan norma dalam kehidupan sehari-hari Seseorang akan sukses bergaul bila melaksanakan pergaulan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Dari perilaku seseorang dapat disimpulkan kepribadiannya. Salah satu syarat yang terpenting dalam pergaulan adalah kesopanan, kejujuran dan tidak bersifat kurangajar

Hal-hal yang harus diperhatikan agar tampil menarik dan berkepribadian,yaitu 1. Make up yang sederhana,tata rias yang serasi. 2. Gunakan parfum yang lembut 3. Kuku tangan harus terawat baik 4. Sepatu dengan model yang sopan 5. Mengenakan pakaian dengan model dan warna yang serasi dan sesuai dengan situasi 6. Mengenakan perhiasan yang sederhana

Hal lain yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut: 1. Mengingat nama 2. Memberikan keterangan 3. Tamu-tamu pribadi 4. Melaksanakan kerjasama antara orang-orang dikantor

Hal-hal yang harus diperhatikan agar dapat bekerjasama dengan baik 1. Menghormati kepentingan orang lain 2. Menghormati pendapat orang lain 3. Mengusahakan segala kemampuan untuk kepentingan bersama 4. Menghormati ambisi orang lain 5. Berusaha Untuk Dapat Berkompromi Dengan Orang Lain

Pengertian Kepribadian Kepribadian adalah merupakan gambaran sikap dan perilaku manusia yang tercermin dari tindakan dan ucapannya Menurut Carl Gustaf Jung (Swiss) menggolongkan tipe kepribadian sebagai berikut : a) Kepribadian rasional b) Kepribadian intuitif c) Kepribadian emosional d) Kepribadian sensitif Berdasarkan respon terhadap lingkungan a) Kepribadian ekstrovert b) Kepribadian introvert c) Kepribadian ambivert

Ciri lahiriah kepribadian dapat dikenali dari hal-hal sbb: 1. Sikap badan ketika ia duduk, berjalan dan berbicara. 2. Sikap bersih dan rapih dalam berpenampilan 3. Sikap luwes dalam berkomunikasi 4. Penampilan berbusana yg rapih dan serasi 5. Hasil pekerjaan sangat memuaskan 6. Sikap mental religius, bermoral,dan patuh kepada peraturan,dll

Etika Kepegawaian Etika kepegawaian atau etika jabatan merupakan norma2, nilai2, kaidah2, ukuran yg diterima dan di taati oleh pegawai berupa peraturan2 atau hal2 yg sudah merupakan kebiasaan baik dan dianggap setiap pegawai sudah mengetahui dan melaksanakannya.

Contoh etika kepegawaian di kantor: 1. Perkenalan 2. Ucapan salam 3. Urusan-urusan pribadi 4. Loyalitas 5. Ikut memikirkan orang lain

Selain beberapa contoh etika kepegawaian tersebut di atas, terdapat norma dan etika pegawai lain yang harus dilakukan, yaitu : 1. bertugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat tinggi. 2. Berprilaku dan berbahasa sesuai dengan jabatan yang di miliki. 3. Taan. Setia (loyal), penuh kepercayaan, menjaga nama baik perusahaan, kantor/tempat dinas. 4. Mendukung dan membela idiologi negara Pancasila, UUD 1945, kebijakan pemerintah. 5. Karyawan harus melakukan pemberitahuan jika tidak bekerja. 6. Pegawai harus menjaga, mempertahankan dan membela keamanan dan rahasia perusahaan dan rahasia jabatan. 7. Pegewai tidak menerima bingkisan yang berkaitan dengan jasa ke pegawaian secara berlebih-lebihan. 8. Pegawai harus berlaku rajin, sopan, berkelakuan baik, dan menghindari pemogokan.

Garis besar etiket kantor a. Etiket berbicara b. Etiket merokok c. Etiket minum d. Etiket makan e. Etiket kamar kecil f. Etiket kantin g. Etiket di ruang kerja

Perlunya memelihara lingtkungan kantor a. Etiket di tempat parkir b. Etiket taman kantor

Etiket penerimaan tamu di kantor a. Bersikap lah ramah terhadap tamu. Bila anda sedang berkerja, berdiri sejenak untuk menyambut nya. Hormatilah tamu tanpa membedakan (tanpa pandang bulu). b. Tanyakan lah maksud kedatangan nya, hendak menemui siapa, jika orang yang di maksud tamu berada di tempat lain, berikanlah keterangan dengan sejelas-jelas nya, tempat yang harus di tuju oleh tamu. c. Bila orang yang di tuju sedang ada keperluan dan tamu bermaksud menunggu, usahakan tamu menunggu dengan tenang, berilah surat kabar atau majalah. d. Biasanya di kantor-kantor ada petugas khusus untuk menerima tamu atau menerima telepon yang biasa di sebut resepsionis. Tamu yang datang terlebih dahulu mengisi formulir, sehingga mempermudah tugas resepsionis untuk menghubung kan tamu dengan orang yang di tuju oleh tamu.

Etiket dalam surat menyurat Agar komunikasi melalui surat lebih efektif dan dapat memperlancar proses komunikasi, sebaiknya kedua belah pihak memperhatikan tata cara penulisa atau pembuatan surat, yaitu : a. Isi surat harus jelas maksudnya. b. Gunakan bahasa yang baik, sopan dan benar. c. Tulis atau ketiklah surat dengan rapi, agar si penerima surat tertarik dan berkesan pada waktu membaca nya. d. Sedapat mungkin hindari kesalahan. e. Usahakan menggunakan alat tulis menulis yang baik.

5. Etiket pelayanan surat menyurat dan kearsipan 6. Etiket tata cara bertelepon