DOKUMEN PENGADAAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA PELAKU USAHA PERIKANAN DAN MASYARAKAT PESISIR PADA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI DOKUMEN PELELANGAN

BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN :

A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

BAB VIII RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

BAB VIII RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN KEBIJAKAN FISKAL DOKUMEN PENGADAAN

SUMBER DANA : APBK BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2010

6. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR DENGAN AMBANG BATAS

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK/SPK

G. Kontrak Pengadaan Barang dengan nilai di atas Rp ,- (lima puluh juta rupiah) KONTRAK PENGADAAN BARANG Nomor :..

RISALAH PENJELASAN (AANWIJZING) DOKUMEN PEMILIHAN SELEKSI SEDERHANA JASA KONSULTASI PENGAWASAN

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN

ADDENDUM 02. Maksud dan Tujuan

5. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING)

POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013

B. Kontrak Pengadaan Barang dengan nilai Rp ,- (lima juta rupiah) sampai dengan Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013

3.1 Pemilihan penyedia jasa konsultansi ini dapat diikuti oleh semua penyedia yang tercantum dalam Daftar Pendek. 3.

D O K U M E N P E N G A D A A N. Pengadaan Langsung. Nomor : untuk. Pembelian Laptop A Yani

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING )

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

SURABAYA SATUAN KERJA : RSUD Dr.SOETOMO SURAT PERINTAH KERJA (SPK) NOMOR DAN TANGGAL SPK : 027/15121/301/XI/2016, TGL.

PENGADILAN AGAMA KELAS I-A KENDAL

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2010

DOKUMEN KONTRAK. NOMOR SURAT PERINTAH KERJA (SPK) : SPK-19/PPK.PA-BTG/V/2016 Tanggal : 16 Mei 2016 PENGADAAN BARANG

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN / KEGIATAN (AANWIJZING) Nomor : 09/POKJA ULP LP-Narkotika/XII/2013

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N

PAKET PEKERJAAN : PENGADAAN MEUBELAIR

DAFTAR ISI LAMPIRAN III TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA PEKERJAAN KONSTRUKSI

E. BENTUK SURAT PERJANJIAN KERJA KONSTRUKSI/KONTRAK HARGA SATUAN ATAU KONTRAK TAHUN TUNGGAL ATAU KONTRAK PENGADAAN TUNGGAL

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

REPUBLIK INDONESIA DOKUMEN SAYEMBARA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II

5. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

SURAT PERINTAH KERJA ( SPK)

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA UNIT LAYANAN PENGADAAN

RISALAH -AANWIJZING NOMOR : 65/ADD-LL/POKJAII/VIII/2011

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011

D O K U M E N P E N G A D A A N

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

F. Kontrak Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai Rp ,- (lima juta Rupiah) sampai dengan Rp ,- (lima puluh juta rupiah)

SURAT PERINTAH KERJA ( SPK )

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 04/POKJA-ULP/APBD/IX/2011

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 04 /PAN/SDA-06/APBD/IV/2011

DAFTAR ISI BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG...5

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 027 / 60 - BAPP / LS / ULP - POKJA V / IX / 2012

DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PEMILIHAN. Nomor : 602/02-P.01/PAN-PSDAM/II/2012.

1 / 8

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN

Jelas dan sudah dilaksanakan melalui LPSE

Republik Indonesia. Pengadaan Barang. - Metoda Pengadaan Langsung -

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

KELOMPOK KERJA (POKJA) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012

ULP KABUPATEN PESISIR SELATAN

BERITA ACARA HASIL PELELANGAN Nomor : PL V.2011

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG UNIT LAYANAN PENGADAAN T.A Jalan A. Mannappiang No. 5 Kab. Bantaeng BERITA ACARA PENJELASAN PELELANGAN (BAPP)

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59

KEMENTERIAN AGAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI CENDIKIA JAMBI. Addenda Dokumen Pengadaan. Jasa Lainnya. - dengan Pascakualifikasi-

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

B. PELAKSANAAN 1. PELELANGAN UMUM SECARA PASCAKUALIFIKASI METODA SATU SAMPUL DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR

RANCANGAN SURAT PERINTAH KERJA (SPK)

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012

5. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

TIM PENGELOLA KEGIATAN KECAMATAN

LAMPIRAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANVULLING) BAB I UMUM BAB II PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

PANITIA PELELANGAN UMUM DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN / KEGIATAN (AANWIJZING) Nomor : 03/Panbama.Beliti/2014

LAMPIRAN-LAMPIRAN CV. DELTA KONSULTANT

TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi I/2011

RANCANGAN KONTRAK PAKET PEKERJAAN PENGADAAN SARANA PRODUKSI PERTANIAN PAKET C UNTUK WARGA TRANSMIGRAN UPT. PELABI KABUPATEN LEBONG

PEMERINTAH KABUPATEN SAROLANGUN DINAS KESEHATAN Komplek Perkantoran Gunung Kembang Telp - Fax (0745) SAROLANGUN JAMBI 37381

BERITA ACARA PENJELASAN (AANWIJZING) LELANG PENGADAAN SUKU CADANG DAN GLASSWARE (ULANG) NOMOR : PR

PENGADAAN JASA SEWA 4 (empat) UNIT KAS MOBIL (OTO BANKING) PT. BANK BPD BALI TAHUN 2017

3. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE SATU SAMPUL DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR

SURAT PERINTAH KERJA (SPK) NOMOR : SPK- /SPPK3000/2015/S7. : Pengadaan Tambahan Lisensi IT Service Management (ITSM) Tools ANTARA SKK MIGAS DENGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N. Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013. Tanggal: 24 Mei untuk Pengadaan

ADENDUM DOKUMEN PENGADAAN (BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN) PENGADAAN BARANG PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

TIM PENGELOLA KEGIATAN DESA KECAMATAN... Alamat : UNDANGAN PENGADAAN BARANG/JASA

PENETAPAN PENYEDIA BARANG- PENGADAAN LANGSUNG

Transkripsi:

DOKUMEN PENGADAAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI, SOSIAL, BUDAYA PELAKU USAHA PERIKANAN DAN MASYARAKAT PESISIR PADA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN PUSAT LAYANAN PENGADAAN BARANG/ JASA KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2010

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG Keterangan: 1. Instruksi kepada peserta lelang berisi informasi yang diperlukan oleh peserta lelang untuk menyiapkan penawarannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Informasi tersebut berkaitan dengan penyusunan, penyampaian, pembukaan, evaluasi penawaran dan penunjukan Penyedia Barang/ Jasa. 2. Hal-hal berkaitan dengan pelaksanaan kontrak oleh Penyedia Barang/ Jasa, termasuk hak, kewajiban, dan risiko dimuat dalam syarat-syarat umum kontrak. Apabila terjadi perbedaan penafsiran/ pengaturan pada dokumen lelang, Penyedia Barang/ Jasa harus mempelajari dengan saksama untuk menghindari pertentangan pengertian. 3. Data lelang memuat ketentuan, informasi tambahan, atau perubahan atas instruksi kepada peserta lelang sesuai dengan kebutuhan paket pekerjaan yang akan dilelangkan. 4. Instruksi kepada peserta lelang adalah bagian daripada dokumen lelang untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi dan prakualifikasi. 5. Instruksi kepada peserta lelang tidak menjadi bagian dari dokumen kontrak. A. UMUM 1. LINGKUP PEKERJAAN 2. SUMBER DANA 3. PERSYARATAN PESERTA LELANG 1.1. Pejabat pembuat komitmen sesuai ketentuan dalam data lelang, mengundang Penyedia Barang/ Jasa untuk melaksanakan pekerjaan. Nama paket pekerjaan ditentukan dalam data lelang. 1.2. Pemenang lelang wajib menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan dalam data lelang dan syarat-syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan biaya sesuai kontrak. 2.1. Pekerjaan ini dibiayai dengan dana sesuai ketentuan dalam data lelang. 3.1. Pelelangan ini dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/ Jasa yang memenuhi persyaratan pelelangan umum dengan pasca kualifikasi. 3.2. Peserta lelang harus mengutamakan penggunaan bahan, peralatan, dan jasa produksi dalam negeri. 3.3. Peserta lelang harus menyerahkan dokumen penawaran sesuai bentuk-bentuk yang ditentukan dalam bentuk surat penawaran dan lampiran. 3.4. Penyedia Barang/ Jasa yang mempunyai hubungan keluarga dan atau berafiliasi dengan pejabat pembuat komitmen tidak diperkenankan menjadi peserta lelang. 4. KUALIFIKASI PESERTA LELANG 4.1. Dalam hal pelelangan umum dengan cara pascakualifikasi, peserta lelang akan memperoleh dokumen kualifikasi dengan cara mengunduh (download) dari situs LPSE dan wajib disampaikan dengan cara mengunggah (Upload) dokumen kualifikasi dan dokumen penawaran ke situs Pemerintah Kabupaten Purwakarta 1

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 LPSE 4.2. Dalam hal pelelangan umum/ terbatas dengan cara prakualifikasi, peserta lelang akan memperoleh dokumen prakualifikasi dengan cara mengunduh (download) dari situs LPSE dan wajib disampaikan dengan cara mengunggah (Upload) dokumen prakualifikasi ke Situs LPSE sesuai dengan jadwal. 4.3. Persyaratan kualifikasi peserta lelang tercantum dalam dokumen kualifikasi. 5. SATU PENAWARAN TIAP PESERTA LELANG 5.1. Setiap peserta lelang atas nama sendiri atau sebagai anggota kemitraan hanya boleh menyerahkan satu penawaran untuk satu paket pelelangan pekerjaan. 5.2. Peserta lelang yang menyerahkan lebih dari satu penawaran untuk satu paket pelelangan pekerjaan, selain penawaran alternatif (bila diminta) akan digugurkan. 6. BIAYA PENAWARAN 7. PENJELASAN DOKUMEN LELANG B. DOKUMEN LELANG 6.1. Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/ Jasa untuk mengikuti pelelangan menjadi beban Penyedia Barang/ Jasa dan tidak mendapat penggantian dari Pengguna Barang/ Jasa. 7.1. Panitia pengadaan memberikan penjelasan mengenai dokumen lelang sesuai dengan jadwal yang ada di situs LPSE. 7.2. Dalam acara penjelasan lelang, dilaksanakan tanya-jawab terkait hal yang belum jelas dalam dokumen lelang 7.3. Pertanyaan dari peserta lelang, jawaban dari panitia pengadaan, keterangan lain termasuk perubahannya, dan hasil peninjauan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Penjelasan (BAP). BA Penjelasan selanjutnya di unggah (upload) oleh panitia pengadaan/ulp melalui situs LPSE 7.4. Apabila dalam BAP terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka panitia pengadaan harus menuangkan ke dalam adendum dokumen lelang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen lelang dan selanjutnya di unggah (Upload) melalui situs LPSE setelah disahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. 7.5. Dalam acara penjelaan lelang, diumumkan nilai total harga perkiraan sendiri (HPS). Rincian HPS tidak boleh dibuka/diberikan dan bersifat rahasia. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 2

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 8. ISI DOKUMEN LELANG 9. ADENDUM DOKUMEN LELANG 8.1. Dokumen lelang terdiri dari: BAB I Instruksi Kepada Peserta Lelang; BAB II Data Lelang; BAB III Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian; BAB IV Syarat-Syarat Umum Kontrak; BAB V Syarat-Syarat Khusus Kontrak; BAB VI Spesifikasi Teknis; BAB VII Gambar-gambar; BAB VIII Daftar Kuantitas; BAB IX Bentuk-Bentuk Jaminan. Adendum (bila ada) 9.1. Sebelum batas waktu penyampaian dokumen penawaran berakhir dan pada saat penjelasan dokumen pelelangan dan/atau sebelum ada peserta lelang yang memasukkan dokumen penawaran, Pejabat Pembuat Komitmen dapat mengubah ketentuan dokumen lelang dengan menerbitkan adendum. C. PENYIAPAN PENAWARAN 9.2. Setiap adendum yang diterbitkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen lelang dan harus diunggah (upload) oleh panitia pengadaan 9.3. Apabila adendum diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen akan mempengaruhi waktu pemasukan dokumen penawaran, maka untuk memberi waktu yang cukup kepada peserta lelang dalam menyiapkan penawaran, Pejabat Pembuat Komitmen wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran sesuai ketentuan dalam data lelang. 10. BAHASA PENAWARAN 11. DOKUMEN PENAWARAN 12. HARGA PENAWARAN 10.1 Semua dokumen penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia. 11.1. Dokumen penawaran terdiri dari: a. Surat penawaran; harus bermeterai cukup, bertanggal, ditanda tangani oleh yang berhak dan dicap. b. Lampiran surat penawaran; terdiri dari: 1). Jaminan penawaran; 2). Daftar kuantitas dan harga; 3). Daftar spesifikasi barang; 4). Brosur/ gambar keterangan pendukung; 5). Metoda dan Jadual waktu pelaksanaan; 6). Surat kuasa (bila menguasakan); 7). Lampiran lain yang ditentukan dalam dokumen; 12.1. Harga penawaran adalah harga yang tercantum dalam surat penawaran berdasarkan jumlah rincian dalam daftar kuantitas dan harga untuk seluruh pekerjaan seperti diuraikan dalam data lelang. 12.2. Harga penawaran ditulis dalam angka dan huruf. Dalam hal angka dan huruf berbeda, maka yang digunakan adalah dalam huruf. Apabila harga penawaran dalam huruf tidak bisa diartikan/tidak bermakna, maka pada saat pembukaan penawaran ditulis TIDAK JELAS, dalam evaluasi penawaran tidak boleh digugurkan dan harga penawaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta 3

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 13. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN 14. MASA BERLAKUNYA PENAWARAN 15. JAMINAN PENAWARAN yang berlaku adalah harga penawaran terkoreksi. 12.3. Biaya umum dan keuntungan dikenakan untuk seluruh mata pembayaran. 12.4. Semua pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh Penyedia Barang/ Jasa dalam pelaksanaan kontrak, serta pengeluaran lainnya sudah termasuk dalam harga penawaran. 12.5. Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga adalah tetap. 13.1. Harga satuan dasar, harga satuan pekerjaan dan jumlah harga penawaran harus menggunakan mata uang Rupiah. 13.2. Cara pembayaran dilakukan sesuai ketentuan dalam data lelang. 14.1. Masa berlakunya penawaran adalah sesuai ketentuan dalam data lelang. 14.2. Dalam keadaan khusus, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, panitia pengadaan/ulp dapat meminta kepada seluruh peserta lelang secara elektronik dengan menyampaikan konfirmasi melalui email untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentupeserta lelang dapat: a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran, tetapi diminta memperpanjang masa berlakunya jaminan penawaran untuk jangka waktu tertentu dan menyampaikan pernyataan perpanjangan masa berlakunya penawaran dan perpanjangan jaminan penawaran kepada pantia pengadaan; b. Menolak permintaan tersebut secara tertulis dan jaminan penawarannya tidak disita dan tidak dikenakan sanksi. 15.1. Peserta lelang harus menyediakan jaminan penawaran dalam mata uang Rupiah dengan nominal sebesar 3% (tiga persen) dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS). Nilai dan masa berlakunya sesuai ketentuan dalam data lelang. 15.2. Jaminan penawaran harus diterbitkan oleh bank umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat) atau asuransi yang dapat mengeluarkan jaminan sesuai SK. Menkeu RI. 15.3. Bentuk jaminan penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam bentuk jaminan. 15.4. Penawaran yang tidak dilampiri jaminan penawaran sesuai ketentuan dinyatakan gugur. 15.5. Jaminan penawaran dari Kerja Sama Operasi (KSO) harus ditulis atas nama semua anggota KSO. 15.6. Jaminan penawaran dari peserta lelang yang tidak menang dapat diambil kembali segera setelah penetapan pemenang lelang. 15.7. Jaminan penawaran dari pemenang lelang dikembalikan segera setelah pemenang lelang menyerahkan jaminan pelaksanaan. 15.8. Jaminan penawaran akan disita apabila: a. Peserta lelang menarik penawarannya selama masa berlakunya penawaran; atau Pemerintah Kabupaten Purwakarta 4

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 b. Peserta lelang menolak koreksi aritmatik atas harga penawarannya; atau c. Pemenang lelang mengundurkan diri; atau d. Pemenang lelang dalam batas waktu yang ditentukan gagal: 1). Menyerahkan jaminan pelaksanaan; atau 2). Menandatangani surat perjanjian. 16. BENTUK DAN PENANDATAN GANAN PENAWARAN 16.1. Dokumen penawaran harus ditandatangani oleh orang yang berhak atas nama badan usaha peserta lelang sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya, akta pendirian cabang dan perubahannya atau perjanjian KSO. 16.2. Dokumen penawaran tidak boleh ada perubahan, penghapusan atau penambahan, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat peserta lelang dan perbaikan tersebut harus diparaf oleh orang yang menandatangani penawaran. D. PEMASUKAN PENAWARAN 17. SAMPUL DAN TANDA PENAWARAN 18. BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN PENAWARAN 19. PENAWARAN TERLAMBAT 20. PENARIKAN, PENGUBAHAN, PENGGANTIAN ATAU PENAMBAHAN DOKUMEN PENAWARAN 17.1. Peserta lelang harus memasukan dokumen penawaran ke dalam 1 (satu) file dokumen penawaran sebagaimana dimaksud dalam paragraf 11.1 17.2. File dokumen penawaran sebagaimana dimaksudkan dalam paragraf 11.1 disampulkan secara elektronik dengan menggunakan aplikasi pengaman dokumen (APENDO) 18.1. Penawaran harus disampaikan kepada panitia pengadaan paling lambat pada waktu sesuai ketentuan dalam data lelang. 18.2. Panitia pengadaan dapat mengundurkan batas akhir waktu pemasukan penawaran dengan mencantumkan dalam adendum dokumen lelang. 19.1. Setiap penawaran yang disampaikan diluar jadwal waktu pemasukan penawaran akan ditolak secara elektronik. 20.1. Peserta lelang boleh menarik, mengubah, mengganti dan menambah dokumen penawarannya, dengan cara mengunggah (Upload) penawaran kembali di situs LPSE sesuai dengan jadwal yang ada pada situs LPSE. 20.2. Pengunduran diri hanya dapat dilakukan sebelum batas akhir penerimaan penawaran yang diberitahukan kepada panitia melalui email. E. PEMBUKAAN PENAWARAN DAN EVALUASI 21. PEMBUKAAN PENAWARAN 21.1. Dokumen Penawaran akan dibuka oleh panitia pengadaan pada waktu sesuai dalam data lelang. 21.2. Panitia pengadaan membuat berita acara pembukaan penawaran (BAPP) dan di unggah (Upload) oleh panitia pada situs LPSE. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 5

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 22. KERAHASIAAN PROSES 23. KLARIFIKASI DAN KONFIRMASI PENAWARAN 24. PEMERIKSAAN PENAWARAN DAN PENAWARAN YANG MEMENUHI SYARAT 22.1. Proses evaluasi dokumen penawaran bersifat rahasia dan dilaksanakan oleh panitia pengadaan secara independen. 22.2. Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfirmasi dan usulan calon pemenang lelang tidak boleh diberitahukan kepada peserta lelang atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai keputusan pemenang diumumkan. 22.3. Setiap usaha peserta lelang untuk mencampuri proses evaluasi dokumen penawaran atau keputusan pemenang akan mengakibatkan ditolaknya penawaran bersangkutan. 23.1. Untuk menunjang penelitian dan evaluasi dokumen penawaran, panitia pengadaan dapat melakukan klarifikasi. Peserta lelang harus memberikan tanggapan atas klarifikasi. Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan harga penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas klarifikasi harus dilakukan secara tertulis. 23.2. Terhadap hal-hal yang diperlukan, panitia pengadaan dapat melakukan konfirmasi kepada peserta lelang dan instansi terkait. 24.1. Sebelum dilakukan evaluasi yang lebih rinci terhadap semua dokumen penawaran, panitia pengadaan akan meneliti apakah setiap penawaran: a. Berasal dari peserta lelang yang terdaftar untuk pascakualifikasi atau peserta lelang yang diundang dan lolos prakualifikasi; b. Telah dibubuhi meterai, tanggal, ditandatangani oleh yang berhak dan dicap; c. Dilampiri jaminan penawaran; dan d. Memenuhi ketentuan dokumen lelang. 24.2. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai ketentuan dokumen lelang, tanpa adanya penyimpangan yang bersifat penting/ pokok atau penawaran bersyarat. Penawaran dengan penyimpangan yang bersifat penting/ pokok atau penawaran bersyarat adalah: a. Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/ kinerja/ performance pekerjaan; b. Substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen lelang; c. Persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen lelang yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat 24.3. Apabila penawaran tidak memenuhi ketentuan dokumen lelang, akan ditolak oleh panitia pengadaan dan tidak dapat diperbaiki (post bidding) sehingga menjadi memenuhi syarat. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 6

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 25. KOREKSI ARITMATIK 25.1. Koreksi aritmatik dapat dilakukan sebelum evaluasi dokumen penawaran, sebagai berikut: a. Kesalahan kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan kuantitas yang tercantum dalam dokumen lelang. b. Koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga dilakukan terhadap perkalian antara kuantitas dengan harga satuan beserta penjumlahannya, sebagai berikut: 1). Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga tidak boleh dikoreksi; 2). Apabila terdapat kesalahan hasil pengalian antara kuantitas dengan harga satuan dan penjumlahan, maka dilakukan pembetulan dan yang mengikat adalah hasil koreksi; 3). Mata pembayaran yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain, dan harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong; 26. EVALUASI PENAWARAN 26.1. Evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah 26.2. Panitia pengadaan hanya akan mengevaluasi penawaran yang memenuhi syarat sesuai dengan paragraf 24.2. 26.3. Metoda evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam data lelang. 26.4. Evaluasi penawaran dilakukan terhadap sekurangkurangnya 3 (tiga) penawaran terendah )untuk sistem gugur), sedangkan untuk evaluasi dengan menggunakan merit point system semua penawaran yang memenuhi syarat dilakukan penilaian teknis dengan bobot penilaian terlampir. Kedua sistem evaluasi ini dilakukan setelah koreksi aritmatik. Urutan evaluasi penawaran adalah: a. Evaluasi administrasi Evaluasi administrasi meliputi: 1). Surat penawaran; 2). Surat jaminan penawaran; 3). Daftar kuantitas dan harga; 4). Surat kuasa (bila ada); 5). Kerja sama operasi (bila ada); 6). Dokumen lain sesuai ketentuan dokumen lelang. b. Evaluasi teknis Evaluasi teknis meliputi: 1). Metoda pelaksanaan; 2). Jadual waktu pelaksanaan; 3). Spesifikasi teknis; 4). Jenis, kapasitas, komposisi sesuai ketentuan dokumen lelang; 5). Bagian pekerjaan yang di subkontrakkan; 6). Syarat teknis lain sesuai ketentuan dokumen lelang; 7). Surat dukungan Balai Benih Ikan/Pembenih yang memiliki sertifikat Induk Unggul (Ras Nirwana) dan masih berlaku; 8). Surat dukungan agen/distributor Pakan Ikan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 7

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 F. PEMENANG LELANG 27. KRITERIA PEMENANG c. Evaluasi kewajaran harga Evaluasi kewajaran harga meliputi: 1). Total harga penawaran; 2). Unsur-unsur yang mempengaruhi substansi/ lingkup/kuantitas pekerjaan; 3). Kewajaran harga. d. Penilaian kualifikasi peserta 26.5. Dampak yang diperkirakan dari ketentuan penyesuaian harga yang diterapkan selama masa pelaksanaan pekerjaan, tidak diperhitungkan dalam evaluasi penawaran. 27.1. Panitia pengadaan menetapkan calon pemenang lelang yang menguntungkan bagi Negara dalam arti : a. Penawaran memenuhi syarat administrasi dan teknis yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa b.perhitungan yang ditawarkan adalah terendah yang responsive c.telah memperhatikan penggunaan semaksimal mungkin hasil produksi dalam negeri d.penawaran tersebut adalah terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat. 28. PENILAIAN KUALIFIKASI 29. HAK PENGGUNA BARANG/ JASA UNTUK MENERIMA DAN MENOLAK PENAWARAN 30. PENETAPAN DAN PENGUMUMAN PEMENANG LELANG 28.1. Terhadap 3 (tiga) penawaran terendah yang memenuhi persyaratan dilakukan penilaian kualifikasi. 28.2. Penilaian kualifikasi dilakukan sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah 28.3. Terhadap Peserta yang akan diusulkan sebagai pemenang dan pemenang cadangan dilakukan pembuktian kualifikasi. 29.1. Pejabat pembuat komitmen mempunyai hak untuk menerima atau menolak salah satu atau semua penawaran dan membatalkan proses lelang setiap saat sebelum penetapan pemenang lelang, tanpa tuntutan dari peserta lelang yang bersangkutan dan tanpa kewajiban memberikan alasan apapun kepada peserta lelang, apabila dipandang seluruh penawaran tidak menunjukan adanya persaingan yang sehat, terjadi pengaturan bersama (kolusi), dan tidak cukup tanggap terhadap dokumen lelang. 30.1. Segera setalah hasil pelelangan/usulan calon pemenang disampaikan oleh panitia pengadaan, Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan hasil pelelangan/pemenang dan pemenang cadangan (bila ada) 30.2. Panitia Pengadaan mengumumkan hasil pelelangan pemenang dan pemenang cadangan sesuai data lelang dan memberitahukan serta menyampaikan kepada semua peserta lelang melalui situs LPSE Pemerintah Kabupaten Purwakarta 8

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 31. SANGGAHAN DAN SANGGAHAN BANDING 32. JAMINAN PELAKSANAAN 33. PENANDATA- NGANAN KONTRAK 34. UANG MUKA DAN JAMINAN UANG MUKA 31.1. Peserta lelang yang berkeberatan atas hasil penetapan pemenang lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan dalam masa sanggah secara elektronik disertai bukti-bukti. Masa sanggah 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang pelelangan. 31.2. Terhadap sangagahan yang disampaikan, PPK menyampaikan jawaban secara elektronik selambatlambatnya 5 hari kerja setelah diterimanya sanggahan. 31.3. Apabila peserta lelang yang menyanggah tidak dapat menerima jawaban atas sanggahan dapat mengajukan sanggahan banding dalam masa sanggah banding secara tertulis melalui surat elektronik (e-mail) disertai buktibukti. Masa sanggah banding 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya jawaban atas sanggahan pada paragraf 31.1. 31.4. Bupati wajib memberikan jawaban terhadap sanggahan banding sebagaimana dimaksud dalam paragraf 31.3 selambat lambatnya 15 (lima belas) hari kerja sejak surat elektronik (e-mail) sanggahan banding diterima 31.5. Alamat sanggahan/sanggahan banding sesuai dengan ketentuan dalam data lelang. 31.6. Dalam hal peserta lelang tidak mengajukan sanggahan /sanggahan banding dan/atau melampaui selama masa sanggah/sanggah banding pada paragraf 31.1 dan 31.3 maka penyedia jasa diartikan telah menyetujui/menerima penetapan pemenang lelang. 32.1. Dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPB, Penyedia Barang/ Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada Pengguna Barang/ Jasa dengan nilai sesuai ketentuan dalam data lelang. 32.2. Jaminan pelaksanaan yang berupa bank garansi harus dikeluarkan oleh bank umum (bukan bank perkreditan rakyat). 32.3. Apabila Penyedia Barang/ Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang gagal memenuhi Paragraf 32.1., maka dinyatakan batal sebagai pemenang lelang, disita jaminan penawarannya dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. 33.1. Penandatanganan kontrak dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah penerbitan SPPBJ dan setelah Penyedia Barang/ Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai Paragraf 32.1 34.1. Pejabat pembuat komitmen dapat membayar uang muka sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak setelah Penyedia Barang/ Jasa menyerahkan jaminan uang muka dengan nilai sekurang-kurangnya 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 9

Pusat Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA.2009 35. PENYELESAIA N PERSELISIHAN 36. LARANGAN PERSEKONG- KOLAN 37. PAKTA INTEGRITAS 35.1. Apabila terjadi perselisihan yang tidak dapat diselesaikan dengan musyawarah antara Pejabat Pembuat Komitmen dan penyedia jasa maka kedua pihak menyelesaikan perselisihan dengan memilih salah satu pilihan hukum yang disepakati bersama sesuai data lelang 36.1. Pejabat pembuat komitmen dan Penyedia Barang/ Jasa atau antara Penyedia Barang/ Jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk mengatur dan/ atau menentukan pemenang dalam pelelangan sehingga mengakibatkan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. 36.2. Pejabat pembuat komitmen dan Penyedia Barang/ Jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk menaikkan nilai pekerjaan (mark up). 36.3. Pejabat pembuat komitmen dan Penyedia Barang/ Jasa yang melakukan persekongkolan sesuai Paragraf 36.1 dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 37.1. Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). 37.2. Pejabat Pembuat Komitmen dan panitia pengadaan harus menandatangani pakta integritas sebelum dimulainya pelaksanaan pelelangan yaitu sebelum pengumuman pelelangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta 10

DATA LELANG Keterangan: 1. Data lelang ditetapkan oleh Pengguna Barang/ Jasa yang memuat ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan jenis pekerjaan, meliputi: penyusunan, penyampaian, pembukaan, evaluasi penawaran dan penunjukan Penyedia Barang/ Jasa. 2. Panitia pengadaan dapat menambahkan ketentuan lain. 3. Bila terjadi perbedaan antara instruksi kepada peserta lelang dengan data lelang, maka ketentuan dalam data lelang yang berlaku. 4. Data lelang tidak menjadi bagian dari kontrak. 1. LINGKUP PEKERJAAN 1.1 Nama Pejabat Pembuat Komitmen : Ir. Komaran, M.Si Nama Kegiatan : Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, Budaya Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir Nama Pekerjaan: Pengadaan Benih Ikan dan Pakan Ikan Nilai Pagu Anggaran : Rp. 444.000.000,00 Nilai HPS : Rp. 443.260.000,00 1.2. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 15 (Lima belas) hari kalender. 2. SUMBER DANA 3. PENJELASAN DOKUMEN LELANG 2.1. Pekerjaan ini dibiayai dari dana APBN TA. 2010 3.1. Penjelasan dokumen lelang akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal pada situs LPSE: 4. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN 5. MASA BERLAKUNYA PENAWARAN 6. JAMINAN PENAWARAN 4.1. Penawaran disampaikan dalam Mata uang resmi pemerintah yaitu Rupiah dengan cara pembayaran dibiayai seluruhnya oleh APBN TA. 2010 5.1. Masa laku penawaran selama 30 (Tiga puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 6.1. Besarnya jaminan penawaran adalah Rp 13.297.800,00 (Tiga belas juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu delapan ratus rupiah) 6.2. Masa laku jaminan penawaran harus 28 hari kalender lebih lama dari masa laku penawaran 7. BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN 7.1. Batas akhir waktu pemasukan penawaran sesuai dengan jadwal pada situs LPSE: Pemerintah Kabupaten Purwakarta 11

PENAWARAN 8. PEMBUKAAN PENAWARAN 8.1. Pembukaan penawaran sesuai dengan jadwal pada situs LPSE: 9. EVALUASI PENAWARAN 10. KLARIFIKASI PENETAPAN, DAN PENGUMUMA N PEMENANG LELANG 9.1.. 12.1. 12.2. 12.3 Metoda evaluasi dilakukan dengan sistem Gugur Terhadap penyedia jasa yang akan diusulkan sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan, panitia pengadaan/ulp dapat melakukan klarifikasi melalui pembuktian kualifikasi dengan cara penyedia jasa menyampaikan dokumen asli dan 2 (dua) rekamannya Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan pemenang dan pemenang cadangan berdasarkan usulan dari panitia pengadaan/ulp Pengumuman pemenang lelang dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada situs LPSE untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam paragraf 1.1 11. JAMINAN PELAKSANAAN 13.1. Nilai jaminan pelaksanaan sebesar 5 % (Lima persen) dari nilai kontrak Pemerintah Kabupaten Purwakarta 12

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. DEFINISI 1.1. Dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini kata-kata dan ungkapan-ungkapan harus mempunyai arti seperti yang dimaksudkan atau didifinisikan disini. a. Pengadaaan Barang/ Jasa adalah layanan pelaksanaan pekerjaan Pemasokan/ penyediaan/ Pengadaan Barang yang perencanaan dan spesifikasinya ditetapkan Pengguna Barang/ Jasa dan proses serta pelaksanaannya diawasi oleh Pengguna Barang/ Jasa atau Panitia pemeriksa yang ditugasi; b. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementrian negara/lembaga/satuan kerja perangkat daerah; c. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang ditunjuk oleh pengguna anggaran untuk mengunakan anggaran kementrian negara/lembaga satuan perangkat daerah; d. Satuan Kerja adalah organisasi/lembaga pada pemerintah/pemerintah daerah yang bertangungjawab kepada menteri/gubernur/bupati yang menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai dari dana APBN/APBD; e. Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang diangkat oleh pengguna anggaran (APBN) dan Bupati (APBD) sebagai pemilik pekerjaan, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa; f. Sub Penyedia Barang/ Jasa adalah Penyedia Barang/ Jasa yang mengadakan perjanjian kerja dengan Penyedia Barang/ Jasa penanggungjawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan setelah disetujui oleh Pengguna Barang/ Jasa; g. Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan pemilihan penyedia jasa sesuai dengan Peraturan Bupati no 30 tahun 2009 tentang Pusat Layanan Pengadaan Barang/jasa (PLP) Purwakarta; h. Unit Layanan Pengadaan (ULP) adalah satu unit yang terdiri dari pegawai-pegawai yang telah memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah, yang dibentuk oleh Bupati yang bertugas secara khusus untuk melaksanakan pemilihan penyedia jasa, sesuai dengan Peraturan Bupati no 30 tahun 2009 tentang Pusat Layanan Pengadaan Barang/jasa (PLP) Purwakarta; i. LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) adalah pusat yang melayani proses pengadaan barang/jasa secara elektronik j. Kontrak adalah perikatan hukum antara Pengguna Barang/ Jasa dengan Penyedia Barang/ Jasa dalam Pemerintah Kabupaten Purwakarta 15

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 pelaksanaan pengadaan; k. Kontrak Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan adalah kontrak pengadaan barang dengan penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, spesifikasi teknis tertentu, semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Barang/ Jasa sedangkan pembayarannya didasarkan pada kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang/ Jasa; l. Dokumen kontrak adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pengguna Barang/ Jasa dan Penyedia Barang/ Jasa untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan, yang terdiri dari: 1). Surat perjanjian; 2). Surat penunjukan Penyedia Barang/ Jasa; 3). Surat penawaran; 4). Adendum dokumen lelang (bila ada); 5). Syarat-syarat khusus kontrak; 6). Syarat-syarat umum kontrak; 7). Spesifikasi teknis; 8). Gambar-gambar; 9). Daftar kuantitas dan harga; 10).Dokumen lain yg tercantum dlm lampiran kontrak; m. Harga kontrak adalah harga yang tercantum dalam surat penunjukan Penyedia Barang/ Jasa yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak; n. Hari adalah hari kalender bulan adalah bulan kalender o. Daftar kuantitas dan harga adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran; p. Mata pembayaran utama adalah mata pembayaran pokok dan penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh persen) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang ditetapkan dalam dokumen lelang; q. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja Penyedia Barang/ Jasa yang dinyatakan pada Surat Perintah Kerja (SPK) atau Perjanjian Kontrak, yang dikeluarkan oleh Pengguna Barang/ Jasa; r. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan, dinyatakan dalam berita acara penyerahan pekerjaan yang diterbitkan oleh Pengguna Barang/ Jasa; s. Masa pemeliharaan adalah Masa Layanan Purna Jual, Jaminan atau garansi; t. Mediator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Pengguna Barang/ Jasa dan Penyedia Barang/ Jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama; Pemerintah Kabupaten Purwakarta 16

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 u. Konsiliator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Pengguna Barang/ Jasa dan Penyedia Barang/ Jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan kedua; v. Arbiter adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan Pengguna Barang/ Jasa dan Penyedia Barang/ Jasa, atau ditunjuk oleh pengadilan negeri, atau ditunjuk oleh lembaga arbitrase, untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu yang diserahkan penyelesaiannya melalui arbitrase; 2. PENERAPAN 2.1. Ketentuan-ketentuan pada syarat-syarat umum kontrak harus diterapkan secara luas tanpa melanggar ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak keseluruhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. ASAL PENYEDIA BARANG 4. PENGGUNAAN DOKUMEN KONTRAK DAN INFORMASI 5. HAK PATEN, HAK CIPTA, DAN MEREK 2.2. Dokumen kontrak harus diinterpretasikan dalam urutan kekuatan hukum sebagai berikut: a. Surat Perjanjian; b. Surat Penunjukan Penyedia Barang/ Jasa; c. Surat Penawaran; d. Adendum Dokumen Lelang (bila ada); e. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; f. Syarat-Syarat Umum Kontrak; g. Spesifikasi Teknis; h. Gambar-Gambar; i. Daftar Kuantitas dan Harga; j. Dokumen lain yg tercantum dalam lamp. kontrak. 3.1. Pengadaan Barang untuk pekerjaan ini adalah merupakan layanan pekerjaan dari Penyedia Barang/ Jasa nasional yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3.2. Bagi Penyedia Barang/ Jasa asing harus mempunyai kantor perwakilan di wilayah NKRI. 4.1. Penyedia Barang/ Jasa tidak diperkenankan menggunakan dokumen kontrak dan informasi yang ada kaitannya dengan kontrak di luar keperluan dari pekerjaan yang tersebut dalam kontrak, kecuali lebih dahulu mendapat ijin tertulis Pengguna Barang/ Jasa. 5.1. Apabila Penyedia Barang/ Jasa menggunakan hak paten, hak cipta dan merek dalam pelaksanaan pekerjaan, maka menjadi tanggung jawab Penyedia Barang/ Jasa sepenuhnya dan pejabat pembuat komitmen dibebaskan dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran hak paten, hak cipta dan merek. 6. JAMINAN 6.1. Penyedia Barang/ Jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada pejabat pembuat komitmen selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya surat penunjukan Penyedia Barang/ Jasa, sebelum dilakukan penandatanganan kontrak. Besarnya jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan dalam syaratsyarat khusus kontrak. Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurangkurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal penyerahan akhir pekerjaan. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 17

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 6.2. Jaminan pelaksanaan, diserahkan dalam bentuk jaminan bank kepada pejabat pembuat komitmen. 7. PEMBAYARAN 7.1. Cara pembayaran 1). Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh pejabat pembuat komitmen 2). Sistem pembayaran prestasi pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam syarat khusus kontrak; 3). Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. Pejabat pembuat komitmen dapat meminta Penyedia Barang/ Jasa untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggi-tingginya sebesar sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak 4). Setiap pembayaran harus dipotong uang muka (apa bila penyedia meminta uang muka), denda (bila ada), dan pajak; 5). Untuk kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub kontraktor sesuai dengan kemajuan pekerjaan; 6). Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita acara pemeriksaan barang diterbitkan. 7.2. Pejabat pembuat komitmen membayar kepada Penyedia Barang/ Jasa atas pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak 8. HARGA DAN SUMBER DANA 9. WEWENANG DAN KEPUTUSAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN 10. PANITIA PEMERIKSA 8.1. Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga 8.2. Kontrak pekerjaan ini dibiayai dengan sumber dana APBN/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 9.1. Pejabat pembuat komitmen memutuskan hal-hal yang bersifat kontraktual antara pejabat pembuat komitmen dan Penyedia Barang/ Jasa dalam kapasitas sebagai pemilik pekerjaan. 10.1. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran menetapkan panitia pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan hasil pelaksanaan pekerjaan penyedia barang. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 18

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 11. PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK 12. AMANDEMEN KONTRAK 13. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK 11.1. Sebelum pelaksanaan kontrak pejabat pembuat komitmen bersama-sama dengan Penyedia Barang/ Jasa, menyusun rencana pelaksanaan kontrak. 11.2. Persiapan pelaksanaan kontrak dilaksanakan setelah dikeluarkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/ Jasa. 11.3. Beberapa hal yang disepakati dalam persiapan adalah: a. Organisasi kerja; b. Tata cara pengaturan pekerjaan; c. Jadual pelaksanaan pekerjaan; d. Penyusunan rencana pemeriksaan; 12.1. Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak. Perubahan kontrak dapat terjadi apabila: a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b. Perubahan jadual pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; c. Amandemen bisa dibuat apabila disetujui oleh para pihak yang membuat kontrak tersebut. 12.2. Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut: a. Pejabat pembuat komitmen memberikan perintah tertulis kepada Penyedia Barang/ Jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau Penyedia Barang/ Jasa mengusulkan perubahan kontrak; b. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak. 13.1. Hak dan kewajiban pejabat pembuat komitmen a. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang di laksanakan oleh Penyedia Barang/ Jasa. b. Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan. c. Melakukan perubahan kontrak. d. Menangguhkan pembayaran. e. Mengenakan denda keterlambatan. f. Membayar hasil pekerjaan, dan uang retensi. g. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan. h. Memberikan instruksi sesuai jadual. 13.2. Hak dan kewajiban Penyedia Barang/ Jasa a. Menerima pembayaran hasil pekerjaan dan uang retensi. b. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. c. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada Pengguna Barang/ Jasa. d. Memberikan keterangan, dan melaksanakan penyempurnaan pekerjaan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Pengguna Barang/ Jasa. e. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Pemerintah Kabupaten Purwakarta 19

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 14. RESIKO PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN DAN PENYEDIA BARANG/ JASA kontrak. f. Penyedia barang/jasa wajib membayar ganti rugi apa bila terjadi kerugian negara yang ditimbulkan akibat pekerjaannya dan bersedia menandatangani surat pernyataan ganti rugi dimaksud 14.1. Pejabat pembuat komitmen bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam kontrak sebagai resiko Pejabat pembuat komitmen, dan Penyedia Barang/ Jasa bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam kontrak sebagai resiko Penyedia Barang/ Jasa. 14.2. Resiko pejabat pembaut komitmen a. Resiko yang disebabkan oleh Keteledoran, pengabaian kewajiban dan tanggungjawab, gangguan terhadap hak yang legal oleh Pengguna Barang/ Jasa atau orang yang dipekerjakannya, kecuali disebabkan oleh Penyedia Barang/ Jasa. b. Resiko kerusakan terhadap pekerjaan, peralatan, disebabkan oleh kesalahan Pengguna Barang/ Jasa, keadaan kahar dan pencemaran/ terkontaminasi limbah radio aktif/nuklir. 14.3. Resiko Penyedia Barang/ Jasa Kecuali resiko-resiko Pengguna Barang/ Jasa, maka Penyedia Barang/ Jasa bertanggungjawab atas setiap cidera atau kematian dan semua kerugian atau kerusakan atas pekerjaan, peralatan, instalasi, bahan dan harta benda yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kontrak. 15. CACAT MUTU 15.1. Pejabat pembuat komitmen melalui Pemeriksa barang wajib memeriksa pekerjaan Penyedia Barang/ Jasa dan memberitahu Penyedia Barang/ Jasa bila terdapat cacat mutu dalam pekerjaan. 16. JADUAL PELAKSANAAN PEKERJAAN 17. KETERLAMBATAN PELAKSANAAN 15.2. Setiap kali pemberitahuan cacat mutu, Penyedia Barang/ Jasa harus segera memperbaiki. 15.3. Cacat mutu harus diperbaiki sebelum penyerahan hasil pekerjaan dan selama rentang jadwal pelaksanaan. Penyerahan pekerjaan dapat ditangguhkan sampai cacat mutu selesai diperbaiki. 16.1. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 16.2. Pekerjaan dinyatakan selesai apabila Penyedia Barang/ Jasa telah melaksanakan pekerjaan selesai 100% (seratus persen) sesuai ketentuan kontrak dan telah dinyatakan dalam berita acara penyerahan pekerjaan yang diterbitkan oleh pejabat pembuat komitmen. 16.3. Apabila Penyedia Barang/ Jasa berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadual karena keadaan di luar pengendaliannya dan Penyedia Barang/ Jasa telah melaporkan kejadian tersebut kepada pejabat pembuat komitmen, maka pejabat pembuat komitmen melakukan penjadualan kembali pelaksanaan tugas Penyedia Barang/ Jasa dengan amandemen kontrak. 17.1. Apabila Penyedia Barang/ Jasa terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadual, maka penyedia barang/jasa akan Pemerintah Kabupaten Purwakarta 20

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 PEKERJAAN dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari nilai kontrak setiap hari keterlambatan. 18. PERPANJANGAN WAKTU PELAKSANAAN 19. KERJASAMA ANTARA PENYEDIA BARANG/ JASA DAN SUB PENYEDIA BARANG/ JASA 18.1. Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh pejabat pembuat komitmen atas pertimbangan yang layak dan wajar, yaitu untuk: a. Keterlambatan yang disebabkan oleh pejabat pembuat komitmen; b. Masalah yang timbul di luar kendali Penyedia Barang/ Jasa; c. Keadaan kahar. 18.2. Penyedia Barang/ Jasa mengusulkan secara tertulis perpanjangan waktu pelaksanaan dilengkapi alasan dan data kepada pejabat pembuat komitmen. pejabat pembuat komitmen menugaskan panitia pemeriksa untuk meneliti dan mengevaluasi usulan tersebut. Hasil penelitian dan evaluasi dituangkan dalam berita acara dilengkapi dengan rekomendasi dapat atau tidaknya diberi perpanjangan waktu. 18.3. Berdasarkan berita acara hasil penelitian dan evaluasi perpanjangan waktu pelaksanaan dan rekomendasi, maka pejabat pembuat komitmen dapat menyetujui/tidak menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan. 18.4. Apabila perpanjangan waktu pelaksanaan disetujui, maka harus dituangkan di dalam amandemen kontrak. 19.1. Penyedia Barang/ Jasa golongan non usaha kecil wajib bekerjasama dengan Penyedia Barang/ Jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. 19.2. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan harus disetujui oleh pejabat pembuat komitmen dan tetap menjadi tanggungjawab Penyedia Barang/ Jasa. 19.3. pejabat pembuat komitmen mempunyai hak intervensi atas pelaksanaan sub kontrak meliputi pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran. 20. PENGGUNAAN PENYEDIA BARANG/ JASA USAHA KECIL TERMASUK KOPERASI KECIL 20.1. Apabila Penyedia Barang/ Jasa yang ditunjuk adalah Penyedia Barang/ Jasa usaha kecil/koperasi kecil, maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh Penyedia Barang/ Jasa yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. 20.2. Apabila Penyedia Barang/ Jasa yang ditunjuk adalah Penyedia Barang/ Jasa bukan usaha kecil/koperasi kecil, maka: a. Penyedia Barang/ Jasa wajib bekerja sama dengan Penyedia Barang/ Jasa usaha kecil/koperasi kecil, dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan; b. Bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan, dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan; Pemerintah Kabupaten Purwakarta 21

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 c. Penyedia Barang/ Jasa yang ditunjuk tetap bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan keseluruhan pekerjaan; d. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka kontrak akan batal dan Penyedia Barang/ Jasa dimasukkan dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun. 20.3. Penyedia Barang/ Jasa bukan usaha kecil yang terbukti menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang diperuntukkan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 21. KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) 21.1. Yang dimaksud keadaan kahar adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. 21.2. Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan; b. Kerusuhan; c. Revolusi; d. Bencana alam: banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan; e. Kebakaran; f. Gangguan industri lainnya. 21.3. Keadaan kahar ini tidak termasuk hal-hal yang merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak. 21.4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh karena terjadinya keadaan kahar tidak dapat dikenai sanksi. 21.5. Tindakan yang diambil untuk mengatasi terjadinya keadaan kahar dan yang menanggung kerugian akibat terjadinya keadaan kahar, ditentukan berdasar kesepakatan dari para pihak. 21.6. Bila terjadi keadaan kahar, maka Penyedia Barang/ Jasa memberitahukan kepada pejabat pembuat komitmen selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah terjadinya keadaan kahar. 21.7. Bila keadaan sudah pulih normal, maka secepat mungkin Penyedia Barang/ Jasa memberitahukan kepada pejabat pembuat komitmen bahwa keadaan telah kembali normal dan kegiatan dapat dilanjutkan, dengan ketentuan: a. Jangka waktu pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak tetap mengikat. Apabila harus diperpanjang, maka waktu perpanjangan sama dengan waktu selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar; b. Selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar, Penyedia Barang/ Jasa berhak menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai yang telah dikeluarkan selama jangka waktu tersebut untuk melaksanakan tindakan yang disepakati; Pemerintah Kabupaten Purwakarta 22

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 c. Bila sebagai akibat dari keadaan kahar Penyedia Barang/ Jasa tidak dapat melaksanakan sebagian besar pekerjaan selama jangka waktu 60 (enam puluh) hari, maka salah satu pihak dapat memutus kontrak dengan pemberitahuan tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan setelah itu Penyedia Barang/ Jasa berhak atas sejumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemutusan kontrak Pasal 27. 22. PERINGATAN DINI 23. ITIKAD BAIK 24. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 22.1. Penyedia Barang/ Jasa wajib menyampaikan peringatan dini kepada Pengguna Barang/ Jasa selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu atau keadaan-keadaan yang dapat berakibat buruk terhadap pekerjaan, keterlambatan tanggal penyelesaian pekerjaan. pejabat pembuat komitmen dapat meminta Penyedia Barang/ Jasa untuk membuat perkiraan akibat yang akan timbul terhadap pekerjaan, dan tanggal penyelesaian pekerjaan. Perkiraan tersebut wajib diserahkan Penyedia Barang/ Jasa sesegera mungkin. 22.2. Penyedia Barang/ Jasa wajib bekerja sama dengan pejabat pembuat komitmen dalam menyusun dan membahas upaya-upaya untuk menghindari atau mengurangi akibat dari kejadian atau keadaan tersebut. 22.3. Penyedia Barang/ Jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari melalui peringatan dini. 23.1. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang terdapat dalam kontrak. 23.2. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Bila selama kontrak salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 24.1. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai. 24.2. Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya hal-hal diluar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak. Dalam hal kontrak dihentikan, maka pejabat pembuat komitmen wajib membayar kepada Penyedia Barang/ Jasa sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. 24.3. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana Penyedia Barang/ Jasa cidera janji atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur di dalam kontrak. Kepada Penyedia Barang/ Jasa dikenakan sanksi 24.4. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pelelangan maupun pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini : a. Penyedia Barang/Jasa dapat dikenakan sanksi yaitu : 1). Jaminan pelaksanaan dicairkan dan disetorkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta 23

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 ke kas negara; 2). Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia Barang/ Jasa; 3). Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu 2 (dua) tahun. b. pejabat pembuat komitmen dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disipilin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 24.5. Pemutusan kontrak oleh pejabat pembuat komitmen Selambat - lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah pejabat pembuat komitmen menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada Penyedia Barang/ Jasa untuk kejadian tersebut di bawah ini, pejabat pembuat komitmen dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah : a. Penyedia Barang/ Jasa tidak mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan kontrak; b. Penyedia Barang/ Jasa gagal menyelesaikan seluruh pekerjaan. c. Penyedia Barang/ Jasa tidak berhasil memperbaiki suatu kegagalan pelaksanaan, sebagaimana dirinci dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran; d. Penyedia Barang/ Jasa tidak mampu lagi melaksanakan pekerjaan atau bangkrut; e. Penyedia Barang/ Jasa gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; f. Penyedia Barang/ Jasa menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada Pengguna Barang/ Jasa dan pernyataan tersebut berpengaruh besar pada hak, kewajiban, atau kepentingan Pengguna Barang/ Jasa; g. Terjadi keadaan kahar dan Penyedia Barang/ Jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan. Terhadap pemutusan kontrak yang timbul karena terjadinya salah satu kejadian sebagaimana dirinci dalam huruf a. sampai g. diatas, Pasal 1266 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan. Atas pemutusan kontrak yang timbul karena salah satu kejadian yang diuraikan dalam huruf a. sampai f. Penyedia Barang/ Jasa dimasukkan dalam daftar hitam. 24.6. Pemutusan kontrak oleh Penyedia Barang/ Jasa Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah Penyedia Barang/ Jasa menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada pejabat pembuat komitmen untuk kejadian tersebut di bawah ini, Penyedia Barang/ Jasa dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah : a. Sebagai akibat keadaan kahar, Penyedia Barang/ Jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan; b. pejabat pembuat komitmen gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan. 24.7. Prosedur pemutusan kontrak Pemerintah Kabupaten Purwakarta 24

Unit Layanan Pengadaan Barang/ Jasa TA. 2009 25. PENYELESAIAN PERSELISIHAN Setelah salah satu pihak menyampaikan atau menerima pemberitahuan pemutusan kontrak, sebelum tanggal berlakunya pemutusan tersebut Penyedia Barang/ Jasa harus: a. Mengakhiri pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam pemberitahuan pemutusan kontrak; b. Mengalihkan hak dan menyerahkan semua hasil pelaksanaan pekerjaan. Pengalihan hak dan penyerahan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pada waktu yang ditentukan oleh pejabat pembuat komitmen; c. Menyerahkan semua fasilitas yang dibiayai oleh pejabat pembuat komitmen. 24.8. Dalam hal terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan Paragraf 24.5 dan 24.6, pejabat pembuat komitmen tetap membayar hasil pekerjaan sesuai dengan prestasi pekerjaan. 24.9. Sejak tanggal berlakunya pemutusan kontrak, Penyedia Barang/ Jasa tidak bertanggung jawab lagi atas pelaksanaan kontrak. 25.1. Penyelesaian perselisihan dapat melalui: a. Di luar pengadilan, dengan cara musyawarah, mediasi, konsiliasi atau lembaga arbitrase; b. Pengadilan. 25.2. Penyelesaian perselisihan lebih lanjut diatur dalam syarat-syarat khusus kontrak. 25.3. Pengeluaran biaya untuk penyelesaian perselisihan ditanggung kedua belah pihak sesuai keputusan akhir. 26. BAHASA DAN HUKUM 26.1. Kontrak dibuat dalam bahasa Indonesia serta tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 27. PERPAJAKAN 27.1. Penyedia Barang/ Jasa harus mengetahui, memahami dan patuh terhadap semua peraturan perundangundangan tentang pajak yang berlaku di Indonesia dan sudah diperhitungkan dalam penawaran. 27.2. Perubahan peraturan perundang-undangan tentang pajak yang terjadi setelah pembukaan penawaran harus dilakukan penyesuaian. 28. KORESPONDENSI 28.1. Komunikasi antara para pihak hanya berlaku bila dibuat secara tertulis. 28.2. Korespondensi dapat dikirim langsung, atau melalui pos, telex, surat elektronik (email) 28.3. Alamat para pihak ditetapkan sebelum tanda tangan kontrak. 28.4. Korespondensi harus menggunakan bahasa Indonesia. Pemerintah Kabupaten Purwakarta 25