BUPATI POLEWALI MANDAR PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR 06 TAHUN 2014 TENTANG TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN ANGGARAN 2014 BUPATI POLEWALI MANDAR, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kinerja Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, dipandang perlu diberikan Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil; Mengingat b. bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil, mengacu pada pertimbanganbeban kerja, kelangkaan profesi, tempat bertugas, kondisi kerja, prestasi kerja, dan pertimbangan objektif lainnya berdasarkan kemampuan keuangan daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar; : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 3. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4422); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
5. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4022); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2005 tentang Perubahan Nama Kabupaten Polewali Mamasa Menjadi Kabupaten Polewali Mandar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 160); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135); 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2014; 15. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008 Nomor 1); 16. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar; 17. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013 Nomor 9); 18. Keputusan Bupati Polewali Mandar Nomor: KPTS/060/748/Huk tanggal 29 Agustus 2013 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Polewali Mandar Nomor KPTS/060/444/Huk tentang Pelaksanaan Kepatuhan Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar;
MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN BUPATI TENTANG TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Polewali Mandar. 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. 3. Bupati adalah Bupati Polewali Mandar. 4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2014. 5. Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil adalah tambahan penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berupa uang makan dan tambahan penghasilan berdasarkan kriteria beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, dan prestasi kerja. 6. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. 7. Pegawai Negeri Sipil, yang selanjutnya disingkat PNS adalah PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. 8. Uang makan adalah uang makan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang dihitung berdasarkan jumlah hari masuk kerja paling banyak 22 hari dalam 1 bulan. 9. Beban kerja adalah tugas-tugas tambahan di luar tugas pokok dan fungsi dan atau karena sifat pekerjaan yang dinilai memiliki beban kerja tinggi serta Hasil Kerja Pegawai. 10. Tempat bertugas adalah wilayah kecamatan tempat tugas Pegawai Negeri Sipil yang memiliki karakteristik terpencil. 11. Kondisi Kerja adalah lingkungan kerja yang memiliki resiko tinggi pada saat Pegawai Negeri Sipil melaksanakan tugasnya. 12. Kelangkaan profesi adalah serangkaian tugas Pegawai Negeri Sipil yang memerlukan keterampilan khusus dan langka dalam wilayah Kabupaten Polewali Mandar. 13. Prestasi Kerja adalah penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Pegawai Negeri Sipil atas pengabdian dan keberhasilannya dalam pelaksanaan tugas atau kegiatan yang dapat mengharumkan nama daerah. 14. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, yang selanjutnya disingkat LHKPN adalah daftar seluruh kekayaan penyelenggara negara yang harus dilaporkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 15. Laporan Hasil Kerja Pegawai adalah uraian tugas pekerjaan yang telah dilaksanakan Pegawai Negeri Sipil baik tugas pokok maupun tugas tambahan untuk mendukung pencapaian sasaran kerja pegawai. 16. Indikator kinerja adalah alat untuk mengukur bobot hasil kerja yang menggambarkan kualitas kerja seorang PNS.
17. Lembar Penilaian Kinerja adalah lembar penilaian kinerja bagi pegawai negeri sipil dengan kinerja kurang baik yang dinilai oleh pimpinan SKPD pada setiap akhir bulan. Pasal 2 Pemberian tambahan penghasilan, bertujuan untuk : a. mendorong pemenuhan terhadap sasaran kerja Pegawai Negeri Sipil dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait dengan kewajiban Pegawai Negeri sipil; b. meningkatkan kompetensi dan kinerja Pegawai Negeri Sipil; dan c. meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil. BAB II TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Pasal 3 (1) Tambahan penghasilan diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi kewajiban sebagai berikut : a. menyampaikan LHKPN bagi Pegawai Negeri Sipil yang ditetapkan sebagai Pejabat yang wajib menyampaikan LHKPN oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; b. telah menyusun Sasaran Kerja Pegawai; c. telah menyusun standar operasional prosedur berdasarkan tugas pokok dan fungsi bagi pejabat eselon III dan IV; dan d. telah menyusun Laporan Hasil Kerja Pegawai. (2) Penyusunan Laporan hasil kerja pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf c diatur sebagai berikut : a. untuk semester I, penyusunan laporan Hasil Kerja Pegawai dilakukan setiap bulan dalam 1 (satu) semester; dan b. untuk semester II, penyusunan laporan Hasil Kerja Pegawai dilakukan setiap bulan pertriwulan. Pasal 4 Pegawai Negeri Sipil memperoleh tambahan penghasilan secara akumulatif berdasarkan kriteria sebagai berikut : a. tambahan penghasilan uang makan berdasarkan kemampuan keuangan daerah; b. tambahan penghasilan berdasarkan beban kerja sebagaimana tercantum pada lampiran I; c. tambahan penghasilan berdasarkan tempat bertugas sebagaimana tercantum pada lampiran II; d. tambahan penghasilan berdasarkan kondisi kerja sebagaimana tercantum pada lampiran III; e. tambahan penghasilan berdasarkan prestasi kerja sebagaimana tercantum pada lampiran IV; dan f. tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi sebagaimana tercantum dalam lampiran V.
Pasal 5 (1) Besaran tambahan penghasilan uang makan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a diberikan sesuai dengan alokasi anggaran yang tercantum pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (2) Tambahan penghasilan uang makan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a dikecualikan bagi PNS yang sudah menerima uang makan harian. Pasal 6 (1) Tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan beban kerja diberikan pada Pegawai Negeri Sipil dengan dua komponen beban kerja, sebagai berikut : a. komponen tugas tambahan dan tugas-tugas tertentu; dan b. komponen hasil kerja pegawai. (2) Tambahan Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diberikan pada Pegawai Negeri Sipil dengan satu klasifikasi beban kerja. (3) Apabila terdapat Pegawai Negeri Sipil memiliki lebih dari satu klasifikasi beban kerja, maka yang bersangkutan harus memilih salah satunya. Pasal 7 (1) Tambahan Penghasilan Hasil Kerja Pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b diberikan berdasarkan penilaian terhadap bobot uraian tugas pekerjaan; (2) Penilaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dilaksanakan sebagai berikut : a. Oleh Sekretaris Daerah bagi PNS yang menduduki jabatan eselon II; b. Oleh Pejabat Eselon II bagi PNS yang menduduki jabatan Eselon III; dan c. Oleh pejabat Eselon III bagi PNS yang menduduki jabatan eselon IV; d. Oleh pejabat Eselon IV bagi PNS yang menduduki Jabatan Fungsional Umum; (3) bobot penilaian terhadap uraian tugas pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) diatur melalui Surat Edaran Bupati. BAB III TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 8 (1) Pembayaran akumulasi tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4, dilaksanakan setelah melalui proses penilaian bobot hasil kerja dan perhitungan nilai pengurang. (2) Formulir penilaian hasil kerja Pegawai Negeri Sipil sebagaimana tercantum pada lampiran VI.
(3) Komponen nilai pengurang tambahan penghasilan pegawai negeri sipil sebagaimana tercantum pada lampiran VII. (4) Formulir lembar penilaian kinerja sebagaimana tercantum pada lampiran VIII. (5) Formulir perhitungan tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana tercantum pada lampiran IX. (6) Formulir daftar penerima tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil berdasarkan perhitungan nilai pengurang sebagaimana tercantum pada lampiran X. Pasal 9 Pembayaran tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, dilaksanakan sebagai berikut : a. untuk semester I pembayaran dilakukan dalam satu semester dan untuk semester II pembayaran dilakukan pertriwulan; dan b. pembayaran tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud dilakukan setelah Pegawai Negeri Sipil memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 3. Pasal 10 (1) Tata cara permintaan dan pembayaran tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 diatur melalui Surat Edaran Bupati (2) Tata cara pembayaran untuk tambahan penghasilan berdasarkan kelangkaan profesi, diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati. Pasal 11 Dengan adanya tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3, maka SKPD dilarang menganggarkan dan membiayai honorarium tim/kepanitiaan, kecuali honorarium pejabat pengadaan/panitia pengadaan barang/jasa, panitia pemeriksa barang/ jasa, dan tim/panitia lintas SKPD. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 12 (1) Sekretaris Daerah melakukan pembinaan terhadap Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam mendorong efektifitas dan akuntabilitas pemberian tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui koordinasi, fasilitasi, monitoring dan evaluasi sekurangkurangnya 1 (satu) kali setiap semester. (3) Hasil koordinasi, fasiltiasi, monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan pada Bupati.
Pasal 13 Kepala SKPD menjamin pelaksanaan penilaian hasil kerja pegawai dan pemberian tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil telah memenuhi prinsip akuntabilitas, kelengkapan dan keabsahan dokumen pertanggungjawaban. Pasal 14 Dengan berlakunya Peraturan Bupati ini, maka Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 2 Tahun 2013 tentang Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Berita Daerah Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2013 Nomor 2) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 15 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Bupati ini dalam Berita Daerah Kabupaten Polewali Mandar. Ditetapkan di Polewali pada tanggal 15 Januari 2014 BUPATI POLEWALI MANDAR, ANDI IBRAHIM MASDAR Diundangkan di Polewali pada tanggal 15 Januari 2014 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR, ISMAIL AM BERITA DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2014 NOMOR 06