dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 2. untuk mencapai tingkat kestabilan harga secara mantap. 3. untuk mengatasi masalah pengangguran.

PERANAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Peran Pemerintah dalam Perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. pembukaan Undang-Undang Dasar Pembangunan Nasional difasilitasi oleh

08. Tabel biaya dan produksi suatu barang sebagai berikut : Jumlah produksi Biaya tetap Biaya variabel Biaya total 4000 unit 5000 unit 6000 unit

BAB I PENDAHULUAN. Cita-cita bangsa Indonesia dalam konstitusi negara adalah untuk

Teori Pengeluaran Pemerintah. Sayifullah, SE., M.Akt. Materi Presentasi. Teori Makro Rostow dan Musgrave Wagner Peacock dan Wiseman Teori Mikro

TEORI PENGELUARAN NEGARA. Dwi Mirani, S.IP

EKONOMI PUBLIK JUNAEDI

TEORI PENGELUARAN NEGARA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Kebijakan Fiskal. Kuliah ke 13,10 Desember 2009 Erry Sukriah, MSE

I. PENDAHULUAN. membangun infrastruktur dan fasilitas pelayanan umum. pasar yang tidak sempurna, serta eksternalitas dari kegiatan ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu maka pelaksanaan otonomi daerah. pendapatan dan pembiayaan kebutuhan pembangunan di daerahnya.

BAB I PENDAHULUAN. untuk menciptakan kemandirian dalam pembiayaan pembangunan dengan. mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri.

Pemerintah Rumah Tangga. Perusahaan. Luar Negeri

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

faktor yang dimiliki masing-masing negara, antara lain sistem ekonomi, kualitas birokrasi. Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara akan

Laporan Anggaran dan Realisasi Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2006

Ekonomi. untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1. Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Inung Oni Setiadi Irim Rismi Hastyorini. Dibuat oleh:

Contoh Soal APBN Dan APBD Beserta Jawabannya

STAN KEBIJAKAN FISKAL PENGANTAR PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA. oleh: Rachmat Efendi

BAB I PENDAHULUAN. sebagai alat untuk mengumpulkan dana guna membiayai kegiatan-kegiatan


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ekonomi Kelas X PELAKU KEGIATAN EKONOMI KTSP & K-13 A. RUMAH TANGGA KELUARGA a. Peran Rumah Tangga Keluarga Tujuan Pembelajaran

I. PENDAHULUAN. Adanya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah serta Undang-

KEBIJAKAN FISKAL. Sayifullah, SE., M.Akt

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, berilah tanda (X)

NERACA PEMBAYARAN, PENDAPATAN NASIONAL, GDP DAN GNP

BAB I PENDAHULUAN. dihindarkan. Hal ini disebabkan karena pemerintah merupakan salah satu pelaku

PELAKU PELAKU EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia selalu berkembang sejalan dengan tuntutan zaman, tidak

Jenis Arus dana Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian pada umumnya mengalami fluktuasi. Pertumbuhan ekonomi nasional yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang

PEREKONOMIAN INDONESIA

ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran

Perbedaan GDP dan GNP

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;.

OME File/UN/Soal dan Pembahasan Ekonomi

I. PENDAHULUAN. Salah satu tujuan negara adalah pemerataan pembangunan ekonomi. Dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

Antiremed Kelas 10 Ekonomi

Kegagalan Pasar Dan Peran Sektor Publik. Wahyudi Kumorotomo

Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian

BAB I PENDAHULUAN. Kesinambungan fiskal (fiscal sustainability) merupakan kunci dari kebijakan

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

Pengantar Ekonomi Mikro PERENCANAAN DAN MEKANISME HARGA & PERMINTAAN PASAR & PERILAKU KONSUMEN.

Tabel 1a APBN 2004 dan APBN-P 2004 (miliar rupiah)

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN

Universitas Sumatera Utara

CAKUPAN MATERI 1. KONSEP DASAR KEBIJAKAN FISKAL 2. PERAN KEBIJAKAN FISKAL DI INDONESIA 3. KONSEP APBN 4. GAMBARAN UMUM APBN 5. STUDI IMPLEMENTASI

PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG DINAS PETERNAKAN

EVALUASI PROYEK. A, 6.1 dan B DR. MUNAJAT, S.P., M.Si

I. PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah ekonomi dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi yag pesat merupakan feneomena penting yang

CIRCULAR FLOW & NATIONAL INCOME

Pengantar Ekonomi 2. Pengantar Ekonomi 2. MODEL PEREKONOMIAN MR Alfarabi Istiqlal. Pendahuluan. Model Perekonomian 4/3/2017 A. PEREKONOMIAN DUA SEKTOR

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan pinjaman luar negeri merupakan sesuatu yang wajar untuk negaranegara

BAB I PENDAHULUAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai wujud

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak

BAB I PENDAHULUAN. yang dimulai dengan bangkrutnya lembaga-lembaga keuangan di Amerika

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan)

Mekanisme Penyusunan APBN dan APBD

Jenis Sistem Ekonomi

BAB 1 PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Pengantar Teori Ekonomi dan Moneter

BAB I PENDAHULUAN. mengalami krisis yang berkepanjangan. Krisis ekonomi tersebut membuat pemerintah

BAB II URAIAN TEORITIS. pengeluaran (G = T). Anggaran surplus yaitu pengeluaran lebih kecil dari

I. PENDAHULUAN. secara terus menerus untuk mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara, yaitu

Oleh: Hendry Wijaya, SE., M.Si.

I. PENDAHULUAN. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah

KERTAS KERJA PENYUSUNAN NERACA KONSOLIDASI POSISI PER TANGGAL.

Sebagai suatu model kuantitatif, Tabel IO akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai: mencakup struktur output dan nilai tambah masingmasing

Tabungan, Investasi dan Sistem Keuangan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

NERACA PEMERINTAH KABUPATEN KARIMUN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan

LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

BAB II KAJIAN PUSTAKA. materi tersebut disampaikan secara berurutan, sebagai berikut.

Pengantar Makro Ekonomi. Pengantar Ilmu Ekonomi

I. PENDAHULUAN. Pembangunan di negara-negara berkembang akan melaju secara lebih mandiri

I. PENDAHULUAN. makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan

II. TINJAUAN PUSTAKA. sedangkan untuk negara yang sedang berkembang digunakan istilah pembangunan

KRISIS EKONOMI DI INDONESIA MATA KULIAH PEREKONOMIAN INDONESIA

KEBIJAKAN FISKAL 30/04/2016. Kebijakan fiskal

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Secara umum tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai

BAB II PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan Nasional dan Perhitungannya. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH. Lab. Politik dan Tata Pemerintahan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

MEKANISME PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. fenomena yang relatif baru bagi perekonomian Indonesia. perekonomian suatu Negara. Pertumbuhan ekonomi juga diartikan sebagai

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia

Transkripsi:

PENGELUARAN PEMERINTAH

PENGGUNAAN PENGELUARAN PEMERINTAH MENJALANKAN RODA PEMERINTAHAN MEMBIAYAI KEGIATAN PEREKONOMIAN

PERAN PEMERINTAH DALAM PEREKONOMIAN 1. PERAN ALOKATIF: mengalokasikan SDE agar pemanfaatannya optimal & efisien 2. PERAN DISTRIBUTIF: mendistribusikan SD, kesempatan & hasil ekonomi secara adil & wajar. 3. PERAN STABILISATIF: memelihara stabilitas perekonomian. 4. PERAN DINAMISATIF: menggerakkan proses pembangunan agar cepat tumbuh berkembang & maju.

FUNGSI PEMERINTAH DALAM SISTEM EKONOMI PASAR menyediakan kerangka hukum dan sosial, menjaga persaingan, menyediakan barang dan jasa publik, redistribusi pendapatan, mengatasi ekternalitas, dan menstabilkan ekonomi

Menjaga Kerangka Hukum dan Sosial Contoh: Membuat peraturan dan menyediakan pengadilan, menyediakan informasi dan pelayanan untuk membantu ekonomi berfungsi lebih baik, membangun sistem moneter, menetapkan dan menegakkan hak-hak kepemilikan properti.

Menjaga Persaingan Contoh: Membuat dan menegakkan peraturan anti persaingan usaha tidak sehat; mengatur monopoli alamiah.

Menyediakan Barang dan Jasa Publik Contoh: Menyediakan barang dan jasa yang tidak dapat atau tidak ingin disediakan oleh pasar, seperti pertahanan nasional.

Mengatasi Eksternalitas Contoh: Pajak untuk mengurangi ekternalitas negatif, seperti polusi lingkungan; subsidi untuk mendorong eksternalitas positif, seperti pendidikan. Eksternalitas muncul ketika pihak ketiga harus menanggung biaya atau memperoleh keuntungan terkait tindakan produksi atau konsumsi dari tumpahan produk, bukan langsung ditanggung oleh produsen atau konsumen.

Redisdribusi Pendapatan Contoh: Tingkat pajak pendapatan yang semakin tinggi bagi orang kaya daripada yang miskin, menyediakan jaminan sosial, dan bantuan bagi anakanak yang membutuhkan. Pelayanan Kesehatan, Bantuan Kesehatan.

Stabilisasi Ekonomi Contoh: Menggunakan anggaran pemerintah dan/atau jumlah uang beredar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan mengurangi pengangguran.

DASAR TEORI PENGELUARAN PEMERINTAH Y=C+I+G+(X-M) PANDANGAN KAUM KEYNESSIAN. MAKNA: KENAIKAN PENGELUARAN PEMERINTAH MENAIKKAN PENDAPATAN NASIONAL

SEBAB MENINGKATNYA PENGELUARAN PEMERINTAH MENURUT WAGNER, ADA 5 HAL YAITU: 1. TUNTUTAN PENINGKATAN PERLINDUNGAN KEAMANAN & PERTAHANAN. 2. KENAIKAN TINGKAT PENDAPATAN MASYARAKAT 3. URBANISASI YG MENGIRINGI PERTUMBUHAN EKONOMI 4. PERKEMBANGAN DEMOKRASI 5. KETIDAKEFISIENAN BIROKRASI

ROSTOW & MUSGRAVE MENGHUBUNGKAN PENGELUARAN PEMERINTAH DENG AN TAHAP PEMBANGUNAN TAHAP AWAL: rasio pengeluaran pemerintah trhdp pendapatan nasional relatif besar. ROSTOW tahap lanjut: peralihan aktivitas pemerintah, dari penyedia prasarana ekonomi menjadi pengeluaran utk pelayanan sosial (kesehatan & pendidikan) DLM KEADAAN NORMAL kenaikan pendapatan nasional, menaikkan penerimaan & pengeluaran pemerintah

PENGELUARAN PEMERINTAH INDONESIA TERDIRI ATAS: 1. PENGELUARAN RUTIN 2. PENGELUARAN PEMBANGUNAN

PENGELUARAN RUTIN UNTUK MEMBIAYAI PELAKSANAAN RODA PEMERINTAHAN SEHARI-HARI: 1. BELANJA PEGAWAI 2. BELANJA BARANG 3. SUBSIDI 4. ANGSURAN & BUNGA UTANG PEMERINTAH 5. DLL.

PENGELUARAN PEMBANGUNAN PENGELUARAN YG BERSIFAT MENAMBAH MODAL MASYARAKAT DLM BENTUK PRASARANA FISIK. DIBEDAKAN ATAS: 1. pengeluaran pembangunan yg dibiayai dg rupiah 2. pengeluaran pembangunan yg dibiayai dg bantuan proyek

NERACA PEMERINTAH PUSAT 1. NERACA PRODUKSI 2. NERACA PENERIMAAN & PENGELUARAN 3. NERACA MODAL

NERACA PRODUKSI MENGGAMBARKAN BAGAIMANA PROSES KGT PEMERINTAH DLM MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH PDB SEKTOR PEMERINTAH & PENGELUARAN KONSUMSI PEMERINTAH

NERACA PRODUKSI (TERDIRI ATAS) AYAT BIAYA (INPUT), TERDIRI DARI: 1) BELANJA BARANG 2) BELANJA PEGAWAI 3) PENYUSUTAN BARANG MODAL 4) PAJAK TAK LANGSUNG. AYAT PRODUKSI (OUTPUT), TERDIRI DARI: 1) PRODUKSI YG DIKONSUMSI SENDIRI 2) PENERIMAAN JASA 3) PRODUKSI BARANG

NERACA PENERIMAAN & PENGELUARAN MEMPERLIHATKAN BAGAIMANA PROSES KEGIATAN PEMERINTAH PUSAT DALAM MEMBENTUK TABUNGANNYA. MEMUAT TRANSAKSI ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAH DG SWASTA, PEMERINTAH DG BUMN, PEMERINTAH DG RT, PEMERINTAH DG LUAR NEGERI

NERACA PENERIMAAN & PENGELUARAN PENGELUARAN: 1. KONSUMSI PEMERINTAH 2. PROPERTY INCOME DIBAYARKAN 3. SUBSIDI 4. BANTUAN SOSIAL 5. IMPUTASI KESEJAHTERAAN PEGAWAI 6. TRANSFER2 7. TABUNGAN PEMERINTAH PENERIMAAN: 1. LABA BERSIH 2. PROPERTY INCOME DITERIMA 3. PAJAK TAK LANGSUNG 4. PUNGUTAN & DENDA 5. IMPUTASI KESEJAHTERAAN PEGAWAI 6. TRANSFER2

NERACA MODAL MENGGAMBARKAN PROSES KEGIATAN PEMERINTAH DLM MEMBENTUK MODAL (INVESTASI).

NERACA MODAL PENGELUARAN: 1. PERUBAHAN STOK 2. PEMBENTUKAN MODAL TETAP BRUTO 3. PEMBELIAN TANAH 4. PEMBELIAN BARANG MODAL 5. TRANSFER MODAL PENERIMAAN: 1. TABUNGAN BRUTO 2. PENYUSUTAN BARANG MODAL 3. TRANSFER MODAL 4. PINJAMAN NETO

INEFISIENSI PENGELUARAN PEMERINTAH Subsidi BBM Studi banding/perjalanan ke luar negeri

sumber http://www.anggaran.depkeu.go.id/dj a/edef-seputar-list.asp?apbn=infra Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Yogyakarta: BPFE