Vol. 3, No. 2, Oktober 2012 ISSN :

dokumen-dokumen yang mirip
Wahyu Nugraha Putra, Sujono; Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain pretest dan

terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) dan Paku (Pteridophyta) di Kelas X Sma Negeri 2 Palembang

OLEH ELLA CHINTYA PIARUCCI A1C110009

MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

Rika Hajizah Purba 1, Ach. Fatchan 2, Singgih Susilo

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS III SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENTS

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD

Sekolah terhadap Hasil Belajar Siswa Biologi pada Materi Keanekaragaman Hayati di SMA Negeri 2 Palembang

1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd. ) Pada Jurusan Bimbingan dan Konseling OLEH :

Rahayu Siti Fatonah, Purwati Kuswarini Suprapto, Romy Faisal Mustofa

DWIJACENDEKIA Jurnal Riset Pedagogik

Surakarta, Indonesia ABSTRAK

PERBANDINGAN PEMBELAJARAN TGT (Teams Games Tournament) DAN NHT (Numbered Heads Together) DENGAN MEDIA GAMBAR

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DISERTAI METODE EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPA-FISIKA DI SMP

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN TEAMS GAMES TOURNAMENT MELALUI TEKA TEKI SILANG DANKARTU DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN GAYA BELAJAR SISWA

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna. Memperoleh Gelar Serjana Pendidikan. Pada Program Studi Pendidikan Biologi OLEH:

Siska Wuryani, Yesi Gusmania, Farid Akhmad

BAB III METODE PENELITIAN. salah pengertian, berikut diberikan definisi beberapa istilah tersebut:

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia 2

JURNAL PENDIDIKAN IPA VETERAN Volume 1 Nomor 1, 2017

Kata kunci: metode kooperatif tipe TGT, media pembelajaran kartu domino, hasil belajar geografi

(The Influence of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type to The Student Learning Result on Human Excretion System)

SKRIPSI. Oleh: DEFI HANDAYANI NPM:

Charlina Ribut Dwi Anggraini

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Matematika

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG MALANG

BAB IV ANALISIS DATA. menguji analisis paired sample T-test yaitu untuk mengetahui seberapa signifikan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP. 1. Nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen 1 setelah

SKRIPSI. Oleh: SUGIYARNO NPM : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

BAB III METODE PENELITIAN. semester 1 Tahun Ajaran 2013/2014. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

Resti Tresnasih*) Purwati Kuswarini Suprapto*)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kelas X dan sampel siswa kelas X 4 sebagai kelompok eksperimen,

METODOLOGI PENELITIAN. suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif

METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen yang mengungkap perbedaan

PENGARUH PENGGUNAAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 13 PALEMBANG

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi PGSD. Diajukan Oleh :

NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Journal of Mechanical Engineering Learning

Bambang S. Sulasmono Program Studi S1 PPKn FKIP Universitas Kristen Satya Wacana ABSTRAK

*keperluan korespondensi, telp/fax : ,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif

Kurnia Martikasari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan PIPS, Fakultas KIP, Universitas Sanata Dharma

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT(TEAMS GAMES TOURNAMENT) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau Dari Kreativitas Belajar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mengetahui tujuan penelitian tercapai atau tidak, maka dipergunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2014/2015 pada tanggal 10 Oktober Januari 2015 di SMA Negeri 1

BAB III METODE PENELITIAN

Abstrak. Kata kunci : Efektivitas, PMC, TGT, Prestasi, Gaya Kognitif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENEREPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN TEAM GROUP TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR

PERBANDINGAN MORALITAS SISWA MODEL VCT DAN STAD MEMPERHATIKAN SIKAP TERHADAP PELAJARAN IPS 1) Oleh

ARTIKEL ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Menperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi PGSD

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH METODE STAD TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MENGENAI CARA MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL

SKRIPSI. Oleh: TRI SANDI ADI PANGESTU NPM: PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

HARIO WIJAYANTO A

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap orang termasuk peserta didik memiliki rasa ingin tahu (curiousity),

STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE YANG BERBEDA 1. Oleh

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

PUBLIKASI ILMIAH DYAH LUSIANA A54F ABSTRAK

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STUDENT TEAM ACHIVEMENT DIVISION (STAD)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dari tanggal November 2012 di SMA

Desain Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Posttest A O 1 X O 2 B O 1 X O 2

BAB IV ANALISIS DATA. hipotesis-hipotesis penelitian yang telah dirumuskan dalam BAB I yaitu efektif

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

PENGARUH PEMBELAJARAN BAURAN (BLENDED LEARNING) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI

JURNAL KEEFEKTIFAN TEKNIK KATA BERANTAI DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA KELAS VII SMP

STUDI TENTANG PERBEDAAN HASIL BELAJAR CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA ANTARA YANG DIAJAR DENGAN MENGGUNAKAN TEAM GAMES TOURNAMENT

Transkripsi:

STUDI KOMPARATIF ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DAN TEBAK KATA (GUESSING WORD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH PALEMBANG Dra. Hj. Aseptianova, M.Pd., Dra. Yetty Hastiana, M.Si., Erie Agusta Email: Nasepti@yahoo.co.id, Yet_Hasti@yahoo.com, Bioerie@yahoo.co.id FKIP Biologi Universitas Muhammadiyah Palembang ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan tebak kata pada mata pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah Palembang?. Materi pokok dalam penelitian ini mengenai sel. Penelitian ini dilakukan di kelas XI semester I tahun ajaran 2012-2013 dan dilakukan didua sekolah yang berbeda, sekolah yang pertama di SMA Muhammadiyah 1 Palembang sedangkan sekolah yang kedua di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Hipotesis penelitian ini adalah tidak ada perbandingan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan model pembelajaran tebak kata dalam mata pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah Palembang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling dengan metode penelitian desain randomize control group pre-test post-test, instrumen penelitian ranah kognitif menggunakan tes, sedangkan untuk instrumen ranah afektif dan psikomotorik menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data yang dipergunakan adalag paired sample t-test dan independent sample t- test. Hasil penelitian yang dapat penulis simpulkan adalah tidak ada perbandingan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT dan tebak kata pada pelajaran Biologi di SMA Muhamadiyah Palembang. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dan tebak kata (Guessing Word), hasil belajar. PENDAHULUAN Latar Belakang Mata pelajaran Biologi merupakan salah satu dari beberapa mata pelajaran yang menjadi syarat ukuran kelulusan Ujian Nasional peserta didik ditingkat SMA. Dengan demikian, nilai akhir dari mata pelajaran ini pada saat Ujian Nasional akan berpengaruh KOGNISI 19

tehadap kelulusannya, akan tetapi nilai itu tidak menjadi prasyarat mutlak kelulusan bagi siswa. Hal ini disebabkan perkembangan arah kebijakan pemerintah terhadap kelulusan peserta didik, juga mempertimbangkan nilai mata pelajaran peserta didik yang diraihnya di sekolah, ini berarti sejauh mana proses pembelajaran yang akan berlangsung disuatu sekolah tersebut akan menjadi rangkaian yang akan berakhir tehadap hasil belajar siswa. SMA Muhammadiyah merupakan salah satu dari sekian banyak sekolah swasta yang ada di Indonesia. SMA ini sangat berlatar belakang kuat pada konsep Islami. Maka dari itu, dengan mempertimbangkan konsep amal usaha KH. Ahmad Dahlan ini dan kompetensi penulis sebagai mahasiswa keguruan Biologi, maka penulis tertarik untuk mengembangkan proses pembelajaran Biologi yang lebih efektif di SMA Muhammadiyah, agar terjadi pemahaman yang lebih bermakna dalam benak siswa. Cerminan proses pembelajaran Biologi merupakan tolak ukur suatu mutu pendidikan pembelajaran Biologi yang sedang berlangsung. Hasil belajar akan menjadi lebih meningkat, jika komponen yang mendukung hasil belajar tersebut turut dikembangkan pemanfaatannya secara optimal. Oleh sebab itu, usaha peningkatan komponen tersebut harus ditingkatkan, karena faktor-faktor inilah yang menjadi komponen penting dalam sistem pembelajaran. Di sisi lain, menurut Smith (2009:129) menjelaskan bahwa, manajemen daya ingat peserta didik sendiri sangat cenderung lebih ditentukan oleh ikatan emosional peserta didik dalam menjalani proses pembelajaran tersebut, sehingga dengan demikian proses ini akan menjadi suatu rangkaian yang akan menyusun materi menjadi lebih bermakna bagi siswa. Terkait dengan pernyataan tersebut, maka penulis berinsiatif ingin mengkaji lebih dalam mengenai gambaran psikologi peserta didik ditingkat SMA, hal KOGNISI 20

ini dikarenakan jika kita dapat mengetahui karakter psikologi peserta didik ditingkat ini maka akan menjadi suatu langkah awal untuk menentukan model pembelajaran yang akan digunakan. Berdasarkan pernyataan Sunarto & Hartono (1995:156), peserta didik ditingkat SMA terkatagorikan sebagai peserta didik pada masa remaja, karakteristik aktivitas sosial yang ada pada masa remaja, kebanyakan menemukan jalan keluar dari kesulitan-kesulitanya dengan berkumpul-kumpul melakukan kegiatan bersama, dan mengadakan penjelajahan secara berkelompok. Jadi, berdasarkan pertimbangan tuntutan kebijakan pemerintah terhadap perkembangan pendidikan, dan ditambah lagi dengan teori psikologi yang telah dikaji sebelumnya, maka penulis merasakan pemilihan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) sebagai pemilihan model pembelajaran yang tepat dalam menciptakan kondisi psikologis peserta didik ditingkat SMA. Menurut Rusman (2011:201), ada beberapa tipe model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan bagi peserta didik, dari beberapa model pembelajaran kooperatif tersebut penulis lebih memilih model pembelajaran kooepratif tipe TGT (Team Games Tournaments) dan tebak kata (Guessing Word). Pemilihan ini bukan hanya berdasarkan kemiripan teknis pelaksaanan pembelajaranya yang sama-sama menggunakan kartu soal melainkan juga dari kelemahan teknis pelaksanaan yang kurang memotivasi peserta didik. Maka dari itu, penulis memberikan sedikit modifikasi pada teknis pelaksanaan kedua model pembelajaran tersebut. Terkait mengenai pokok bahasan yang akan diteliti, penulis lebih memilih pokok bahasan sel, hal ini dikarenakan materi ini memiliki sub-bab materi yang banyak, biasanya dengan sub-materi yang terlalu banyak kecendrungan peserta didik untuk mengikuti pelajaran kurang termotivasi. Maka studi komparatif yang akan diteliti adalah studi komparatif antara model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games KOGNISI 21

Tournament) dan tebak kata (Guessing Word) terhadap hasil belajar siswa dalam pokok bahasan sel pada mata pelajaran Biologi di SMA Muhamadiyah Palembang. Metode Penilitian Adapun metode penelitian ini adalah desain randomize control group pre-test post-test, berikut penjabaranya dapat dilihat di tabel 1. Tabel 1. Metode Penelitian Sumber dimodifikasi dari: Arikunto, (2010) dalam Retno (2010:32); Nazir (1988:289). Subjek Penelitian Subjek dalam penilitian ini diambil dari dua kelas yang dipilih dengan menggunakan teknik random sampling (Arikunto, 2010:177; Nazir, 1988:336). Dua kelas merupakan kelas perlakuan, kelas ini merupakan populasi kelas XI jurusan IPA semester ganjil SMA Muhammadiyah 1 Balayudha Palembang dan SMA Muhammadiyah 2 Palembang tahun ajaran 2012/2013. Setelah dilakukan teknik sampling acak sederhana didapatlah subjek penelitian kelas XI IPA 2 untuk SMA Muhammadiyah 1 Palembang dan XI IPA 1 untuk SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Untuk kelas XI IPA 2 SMA Muhammdiyah 1 Palembang diterapkan dengan mengunakan model pembelajaran tebak kata (Guesiing Word), sedangkan untuk kelas KOGNISI 22

XI IPA 1 SMA Muhammadiyah 2 Palembang diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament). Hasil dan Pembahasan A. Hasil Analisis Statistik Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dan Tebak Kata (Guessing Word). Tabel 2. Uji Statistika Paired Sample T-Test Tes Awal dan Tes Akhir Kelas XI IA 2 SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan Penerapan Model Pembelajaran Tebak Kata (Guessing Word) Tahun Ajaran 2012/2013 Tingkat Perbedaan Variabel Ratarata Std. Deviasi Std. Error Rata-rata Tingkat Kepercayaan pada 95% Atas Bawah t- hitung Dk Sig. (2-sisi) TES AKHIR- Pair 33.065 13.854 2.376 28.231 37.898 13.916 33.000 TES AWAL Sumber: Pengolahan Data Berdasarkan SPSS Versi 16.0 Jika dilihat dari tabel 4, didapat hasil keputusan bahwa model pembelajaran tebak kata (Guessing Word) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA 2 SMA Muhammadiyah 1 Palembang pada materi sel dalam Pelajaran Biologi. Penulis memandang keberhasilan dari penerapan model pembelajaran tebak kata (Guessing Word) ini terletak pada keunikan/kelebihan dari model pembelajaran ini. Keunikan/kelebihan dari pembelajaran tebak kata terletak pada bagaimana model pembelajaran ini mengasah kemampuan kreatifitas peserta didik untuk mengarahkan clue/pertanyaan yang sudah disiapkan pada kartu soal, sehingga melalui permainan tebak kata (Guessing Word), selain anak menjadi tertarik untuk belajar juga memudahkan dalam menanamkan konsep pelajaran dalam ingatan siswa (Santoso, 2011). KOGNISI 23

Tabel 3. Uji Statistika Paired Sample T-Test Tes Awal dan Tes Akhir Kelas XI IA 1 SMA Muhammadiyah 2 Palembang dengan Penerapan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Tahun Ajaran 2012/2013 Ratarata Tingkat Perbedaan Variabel Std. Deviasi Std. Error Rata-rata Tingkat Kepercayaan pada 95% Lower Upper t- hitung Dk Sig. (2-Sisi) TES AKHIR - Pair 30.882 19.458 3.289 24.198 37.567 9.389 34.000 TES AWAL Sumber: Pengolahan Data Berdasarkan SPSS Versi 16.0 Jika dilihat dari tabel 5, didapat hasil keputusan bahwa model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA Muhammadiyah 2 Palembang pada materi sel dalam Pelajaran Biologi. Penulis memandang bahwa keberhasilan dari penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) terletak pada penerapan kerjasama dan tanggung jawab individu bagi TIM, oleh karena itu hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi peserta didik untuk bersaing menjadi TIM terbaik, disamping itu model ini juga dirancang berbasis permainan kompetitif, sehingga selain siswa merasa rileks dalam menjalankan model pembelajaran, siswa tetap merasakan atmosfer persaingan antar TIM pada saat turnamen (Firdaus, 2010:57). KOGNISI 24

Tabel 4. Uji Statistika Independdent Sample T-Test Model Pembelajaran Tebak Kata (Guessing Word) dan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Nilai Varians Sama Varians Tidak Sama Levene's Tes untuk Kesamarataan Varians Persamaan Rata-rata untuk t-test F.034 Signifikansi.854 t-hitung 1.958 1.962 Dk 67 66.249 Sig. (2-Sisi).054.054 Perbedaan Rata-rata 6.262 6.262 Perbedaan Std. Error 3.198 3.192 Taraf Kepercayaan pada Bawah -.121 -.110 95% Atas 12.645 12.634 Sumber: Pengolahan Data Berdasarkan SPSS Versi 16.0 Untuk pengujian statistik independent sample t-test, didapat hasil keputusan bahwa tidak ada perbandingan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) dengan model pembelajaran tebak kata (Guessing Word) dalam mata pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah Palembang. Keputusan ini diperoleh dengan kriteria pengujian hipotesisis nilai t-hitung (1.985) < t-tabel (1.996008), dengan kata lain H 0 diterima (Nazir, 1998:460). Penulis meyakini bahwa, jika suatu model pembelajaran sudah berlandaskan pendekatan yang berpusat kepada siswa, maka proses pengalaman/ikatan emosional yang akan berlansung pada siswa akan lebih efektif, alhasil akan menunjang manajemen daya ingat yang tentunya membantu siswa dalam menciptakan output pengalaman belajar yang lebih baik. Oleh sebab itu, di dalam penelitian ini hipotesis tidak ada perbandingan hasil belajar siswa, baik itu yang menerapkan model pembelajaran TGT KOGNISI 25

(Temas Games Tournament) dan tebak kata (Guessing Word) menjadi suatu logika matematis yang sangat kuat sebagai hasil akhir. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapt disimpulkan bahwa: Kesimpulan 1. Penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA 1 SMA Muhammadiyah 2 Palembang. 2. Penerapan model tebak kata (Guessing Word) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IA 2 SMA Muhammadiyah 1 Balayudha Palembang. 3. Tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) di SMA Muhammadiyah 1 Balayudha Palembang dengan model pembelajaran tebak kata (Guessing Word) di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Saran Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 1. Bagi para guru Biologi, sebagai bahan pertimbangan untuk pemilihan model pembelajaran yang akan diterapkan, para guru bisa mempergunakan salah satu dari kedua model pembelajaran ini, yaitu model pembelajaran TGT (Teams games Tournament) dan tebak kata (Guessing Word). 2. Untuk teknik pelaksanaan model pembelajaran TGT (Teams Games tournament) bisa diterapkan dengan modifikasi penambahan penggunaan kartu petunjuk nomor KOGNISI 26

soal sebagai media tambahan agar penerapan basis permainan dalam pembelajarn ini lebih hidup. 3. Untuk teknik pelaksanaan model pembelajaran tebak kata (Guessing Word) bisa diterapkan dengan modifikasi penggunaan media program software microsoft office power point 2007 sebagai media tambahan agar penerapan peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti model pembelajaran ini. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Atiqoh, Siti Nurul. 2008. Hubungan Motivasi dan Bimbingan Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Qu ran Hadis di Madrasah AliyahAl- Fatah Palembang. Tesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga. Fauzan, Sayrif. 2011. Model Pembelajaran Tebak kata (Guessing Word). (online). http://syariffauzan.blogspot.com/2011/11/model-pembelajaran-tebak-kata.html, diakses tanggal 17 Maret 2011. Nazir, Mohammad. 1988. Metode Penelitian. Jakarta:Ghalia Indonesia Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning. Nusa Media: Bandung. Smith, Mark K. 2009. Teori Pembelajaran dan Pengajaran. Yogyakarta: Mirza Media Pustaka. Sunarto & Hartono, B. Agung. 1995. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta. Sudijono, Anas. 2011. Evaluasi Pendidikan. PT. Rajagrafindo Persada: Jakarta. KOGNISI 27