KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN

dokumen-dokumen yang mirip
SUMBER AJARAN ISLAM. Erni Kurnianingsih ( ) Nanang Budi Nugroho ( ) Nia Kurniawati ( ) Tarmizi ( )

Al-Qur an Al hadist Ijtihad

studipemikiranislam.wordpress.com RUANG LINGKUP AJARAN ISLAM

Pendidikan Agama Islam

BAB III ANALISIS PASAL 209 KHI TENTANG WASIAT WAJIBAH DALAM KAJIAN NORMATIF YURIDIS

HUKUM DAN HAM DALAM ISLAM

Al-Hadits Tuntunan Nabi Mengenai Islam. Presented By : Saepul Anwar, M.Ag.

SUNNAH SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

Sumber Ajaran Agama Islam

Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam

BAB IV DASAR PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG TERHADAP PUTUSAN WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

HADITS SUMBER AJARAN ISLAM KEDUA. Oleh Drs. H. Aceng Kosasih, M. Ag

MAKALAH SUMBER HUKUM DAN AJARAN ISLAM

SUMBER SUMBER HUKUM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman Rasulullah SAW, hadis belumlah dibukukan, beliau tidak sempat

BAB I PENDAHULUAN. seluruh alam, dimana didalamnya telah di tetapkan ajaran-ajaran yang sesuai

Landasan Sosial Normatif dan Filosofis Akhlak Manusia

BAB II PEMBAHASAN TENTANG MASLAHAH

A. Pengertian Fiqih. A.1. Pengertian Fiqih Menurut Bahasa:

Surat Untuk Kaum Muslimin

Etimologis: berasal dari jahada mengerahkan segenap kemampuan (satu akar kata dgn jihad)

BAB IV ANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KETENTUAN PASAL 182 KHI DAN PERSPEKTIF HAZAIRIN TENTANG BAGIAN WARIS SAUDARA PEREMPUAN KANDUNG

KAIDAH FIQHIYAH. Pendahuluan

TAFSIR AL QUR AN UL KARIM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSAKSI PEMBAYARAN DENGAN CEK LEBIH PADA TOKO SEPATU UD RIZKI JAYA

BAB III PROSES IJMA MENURUT ABDUL WAHAB KHALLAF DAN PROSES PENETAPAN HUKUM DALAM KOMISI FATWA MUI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM I

Hubungan Hadis dan Al-Quran Dr. M. Quraish Shihab

Article Review. : Jurnal Ilmiah Islam Futura, Pascasarjana UIN Ar-Raniry :

BAB V IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

2. Perawi harus adil. Artinya, perawi tersebut tidak menjalankan kefasikan, dosa-dosa, perbuatan dan perkataan yang hina.

RISALAH AQIQAH. Hukum Melaksanakan Aqiqah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu bentuk pengalihan hak selain pewarisan adalah wasiat. Wasiat

Pengantar Ulumul Quran. (Realitas Al-Quran)

hukum taklifi dan contohnya

SEBAB-SEBAB PARA ULAMA BERBEDA PENDAPAT. (Dirangkum dari kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Raf ul Malaam an Aimatil A laam )

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam

BAB IV ANALISIS KETENTUAN KHI PASAL 153 AYAT (5) TENTANG IDDAH BAGI PEREMPUAN YANG BERHENTI HAID KETIKA MENJALANI MASA IDDAH KARENA MENYUSUI

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sumber Ajaran Islam

HADITS KEsembilan Arti Hadits / :

Kajian An Nur SUMBER HUKUM ISLAM

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Orang-orang yang Berhalangan Puasa

Pengertian Hadits. Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini. Hadits yang dilihat dari banyak sedikitnya perawi.

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

Pendidikan Agama Islam

INTENSIFIKASI PELAKSANAAN ZAKAT FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

Fidyah. "Dan orang-orang yang tidak mampu berpuasa hendaknya membayar fidyah, dengan memberi makanan seorang miskin." (Al Baqarah : 184)

BAB IV ANALISIS TERHADAP SEBAB-SEBAB JANDA TIDAK MENDAPAT WARIS

Sumber sumber Ajaran Islam

Objektif. Topik yang akan dipelajari SIMPOSIUM 2015 METODOLOGI PENGELUARAN HUKUM DALAM ISLAM. Ciri-Ciri Syariat Islam Ustaz Sayid Sufyan b Jasin

ULUMUL HADIS ULUMUL HADIS

BAB I PENDAHULUAN. dan keadaan, mengangkat dan menghilangkan segala beban umat. Hukum

Ditulis oleh administrator Senin, 15 Desember :29 - Terakhir Diperbaharui Rabu, 20 Mei :36

Pembagian hadits ahad dilihat dari sisi kuat dan lemahnya sebuah hadits terbagi menjadi dua, yaitu:

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JAMINAN HUTANG BERUPA AKTA KELAHIRAN ANAK DI DESA WARUREJO KECAMATAN BALEREJO KABUPATEN MADIUN

BAB II KERJASAMA USAHA MENURUT PRESPEKTIF FIQH MUAMALAH. Secara bahasa al-syirkah berarti al-ikhtilath (bercampur), yakni

BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an Al-karim ialah kitab Allah dan wahyu-nya yang diturunkan

Menggapai Kejayaan Islam

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT DAN KONSEKUENSINYA

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu-ilmu al-quran Melalui Pendekatan Historis-Metodologis, (Semarang: Rasail, 2005), hlm. 37.

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK HUTANG PIUTANG DALAM TRADISI DEKEKAN DI DESA DURUNGBEDUG KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO

BAB I PENDAHULUAN. menjalankan kehidupan sehari-hari setiap individu memiliki kepentingan

Memahami Akidah Islam

Mentadabburi Nama Allah, Al-Ghani (Maha Kaya)

Kedudukan Akal Dalam Islam

BAB IV KUALITAS MUFASIR DAN PENAFSIRAN TABARRUJ. DALAM SURAT al-ahzab AYAT 33

: :

Jika Beragama Mengikuti Kebanyakan Orang

BAB IV ANALISA DATA A. Praktek Gadai Sawah di Kelurahan Ujung Gunung Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang

RESUME. MATA KULIAH STUDI ISLAM BAB I s.d. BAB VI. oleh: Muhammad Zidny Naf an ( / TI 1C)

BAB IV ANALISIS KOMPARATIF KONSEP KEPUASAN SEBAGAI TUJUAN KEGIATAN KONSUMSI MENURUT EKONOMI KONVENSIONAL DAN EKONOMI SYARIAH

DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM. WD3013 MUSTHOLAH AL-HADITH (Minggu 4)

Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah

BAB I PENDAHULUAN. Allah Swt. menciptakan makhluk-nya tidak hanya wujudnya saja, tetapi

mendapatkan syafaat dari Rasulullah pada hari kiamat. 5. Apabila diucapkan setelah dan sebelum doa, akan menyebabkan doa segera naik ke langit, dan

BAB IV ANALISIS MENGENAI PANDANGAN IMAM SYAFI I TENTANG STATUS WARIS ANAK KHUNTSA MUSYKIL

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD JASA PENGETIKAN SKRIPSI DENGAN SISTEM PAKET DI RENTAL BIECOMP

: :

ILMU QIRO AT DAN ILMU TAFSIR Oleh: Rahmat Hanna BAB I PENDAHULUAN. Al-Qur an sebagai kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW

Kewajiban berdakwah. Dalil Kewajiban Dakwah

MASALAH HAK WARIS ATAS HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN KEDUA MENURUT HUKUM ISLAM

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA PASAL 1320 TERHADAP JUAL BELI HANDPHONE BLACK MARKET DI MAJID CELL

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA TAHUN 2013/2014

Faedah Kisah-kisah Qur ani FAEDAH KISAH-KISAH QUR ANI

" Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu,...

Khutbah Jum'at. Isra' Mi'raj. Bersama Dakwah 1

HUKUM ISLAM Agama islam bersumber dari Al-Qur an yang memuat wahyu Allah, dan Al Hadist yang memuat sunnah rasulullah. Unsur utama ajaran agama islam

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP KOMERSIALISASI DOA DI PEMAKAMAN UMUM JERUK PURUT JAKARTA

Tantangan Alquran. Khutbah Pertama:

Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran

DIPLOMA PENGAJIAN ISLAM. WD3013 MUSTHOLAH AL-HADITH (Minggu 2)

BAB I ISLAM DAN SYARI AH ISLAM

Makalah Syar u Man Qoblana

AL QURAN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI AH SEBAGAI HIKMAH AL-TASYRI TERHADAP HUKUM WALI DALAM PERNIKAHAN

Transkripsi:

KELOMPOK 1 : AHMAD AHMAD FUAD HASAN DEDDY SHOLIHIN

A. Al-Qur an Sebagai Sumber Ajaran Islam Menurut istilah, Al-Qur an adalah firman Allah yang berupa mukjizat, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, ditulis dalam mushhaf, dinukilkan secara mutawatir, dan merupakan ibadah bagi yang membacanya. Perngertian ini menunjukkan bahwa Al-Qur an merupakan induk dari segala sumber hukum, di samping berupa mukjizat, juga berupa ibadah apabila dibaca.

Dari segi sumbernya, Al-Qur an dikategorikan sebagai sumber qath iy al-wurud(qath iy al-tsubut) yakni kepastian datangnya dari Allah SWT, tanpa keraguan sedikitpun. Barangsiapa tidak mengakui (menolak) eksistensi Al-Qur an sebagai wahyu Allah SWT, dia termasuk kafir.. Adapun dari segi kandungannya, ayat Al-Qur an terbagi dua yakni qath iy al-dilalah dan zhanniy aldilalah. Yang dimaksud dengan qath iy al-dilalah (pasti maknanya) adalah ayat-ayat Al-Qur an yang sudah jelas maknanya (tidak membutuhkan penafsiran). Sedangkan zhanniy al-dilalah (relatif maknanya) adalah ayat-ayat Al-Qur an yang mambutuhkan penafsiran, sehingga memungkinkan para ulama dan pemikir Islam dari zaman ke zaman berbeda pendapat.

Pada umunya isi kandungan Al-Qur an bersifat global dalam mengemukakan satu persoalan. Itulah sebabnya Al-Qur an memerlukan interpretasi sebagai upaya untuk merinci ayat-ayat yang sifatnya global tersebut. Untuk merinci kandungan Al-Qur an diperlukan hadist Nabi saw, sebab tanpa adanya hadist Nabi saw tersebut, banyak ayat Al-Qur an yang sulit dipahai secara jelas. Karena hadist-hadist yang menafsirkan Al- Qur an (hadist tafsir) terbatas jumlahnya, maka dianjurkan kepada ulama yang mempunyai kemampuan untuk menafsirkan Al-Qur an, agar kandungan Al-Qur an dapat dipahami secara utuh.

B. Azas-azas Pembinaan Hukum Dalam Al-Qur an. 1. Tidak menyempitkan ( Adam al-haraj) Dalam menetapkan huku syariat, Al-Qur an senantiasa memperhatikan kemampuan manusia dalam melaksanakannya, dengan memberikan kelonggaran kepada manusia untuk menerima penetapan hukum dengan kesanggupan yang dimiliki oleh manusia sebagai objek dan subjek pelaksanaan hukum-hukum itu.

2. Mengurangi Beban (Taqlil al-taklif). Azas kedua ini orientasinya untuk menghindari manusia dari sikap mengurangi atau melebihkan kewajiban dalam pelaksanaan agama. Hukum-hukum Al-Qur an tidak menuntut seorang mukallaf melaksanakan suatu kewajiban agama lebih dari apa yang telah ditetapkan, sekalipun wajar menurut adat suatu masyarakat. 3. Sejalan dengan Kemaslahatan Manusia (al-maslahat al-mursalah). Manusia merupakan objek dan subjek pembinaan hukum-hukum Al-Qur an. Semua hukum-hukum Al- Qur an diperuntukkan pada kepentingan dan perbaikan kehidupan manusia, baik mengenai jiwa, akal, keturunan, agama maupun dalam pengelolaan harta bendanya. Sehingga dalam hukum-hukum Al- Qur an selalu konsisten dengan kemaslahatan umat manusia.

4. Penetapan Hukum Secara Bertahap (Al-Tadrij fi al-tasyri ) Al-Qur an sangat memperhatikan adat kebiasaan dan kondisi social masyarakat dalam proses penetapan hukum-hukumnya. Hal ini dapat dilihat pada dua segi. Pertama, berkaitan dengan adat istiadat yang berlaku keabsahannya. Kedua, berkaitan dengan kondisi perkembangan jiwa masyarakat tentang apakah masyarakat bersangkutan sudah mampu menerima suatu rancangan hukum yang ditetapkan.

5. Persamaan dan keadilan (al-musawat wa al- Adalah) Dalam pelaksanaan syari at Isla selalu menyamarkan manusia, tidak membedakan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, antara individu dengan individu lainnya. Syari at Islam menyamaratakan antara sesame umat Islam dan antara mereka dengan umat lain berdasarkan azas persamaan dan keadilan yang ditetapkan dalam nas.

C. Bentuk-bentuk Penjelasan Al- Qur an Adapun bentuk-bentuk penjelasan Al-Qur an agar dapat dipahami. Dimana Al-Qur an merupakan segala keseluruhan syari at dan sendinya yang fundamental. Setiap orang yang ingin mencapai hakikat agama dan dasar-dasar syari at, haruslah menempatkan Al-Qur an sebagai pusat/sumbu tempat berputarnya semua dalil yang lain dan Sunnah sebagai pembantu dalam memahainya, demikian juga pendapat imam-imam terdahulu dan Salafushalihin yang lalu. Kemu jizatannya tidak terletak pada dia berbahasa Arab yang bias dicapai pemahamannya, tetapi dari segala segi I jaznya tidak akan menghalangi untuk dapat dipahami dan dipikirkan maknanya. Sebagian besar ayat-ayat hukum turun karena ada sebab yang menghendaki penjelasannya. Oleh karena itu setiap orang yang ingin mengetahui isi Al-Qur an secara tepat perlu mengetahui sebab-sebab turunnya ayat.

Kebanyakan hukum-hukum yang diberitahukan oleh Al-Qur an bersifat kully (pokok yang berdaya cukup luas) tidak rinci (disebutkan setiap peristiwa, objektif) seperti terungkap dari penelitian. Oleh karena itu, diperlukan penjelasan dari Sunnah Rasul karena memang kebanyakan sunnah merupakan penjelasan bagi Al-Qur an dengan bentuknya yang irngkas adalah lengkap mencakup segala sesuatu secara global dan syari at sudah sempurna dengan kesempurnaanya Al-Qur an diturunkan, seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al Maidah ayat 3 : Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu

D. Pengertian dan Kedudukan Al- Hadist Kata "Hadits" atau al-hadits menurut bahasa berarti al-jadid (sesuatu yang baru), lawan kata dari al-qadim (sesuatu yang lama). Kata hadits juga berarti al-khabar (berita), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain. Sedangkan ulama Ushul, mendefinisikan hadits sebagai berikut :"Segala perkataan Nabi SAW. yang dapat dijadikan dalil untuk penetapan hukum syara'".

Para ulama Islam berpendapat bahwa hadits menempati kedudukan pada tingkat kedua sebagai sumber hukum Islam setelah Al-Qur an. a. Hadis sebagai penafsir ayat al-qur'an Apabila tidak mendapatkan penafsirannya dalam al-qur'an maka tafsirkanlah dengan hadis Nabi SAW karena sesungguhnya dia memberikan penjelasan terhadap al-qur'an. Bahkan Imam Syafi'i mengatakan bahwa setiap hukum yang ditetapkan oleh Rosulullah SAW merupakan pemahaman yang berasal dari al-qur'an

b. Kontroversi kehujjahan hadis/sunah sebagai sumber hukum Islam Dalam penggunaan hadis/sunah sebagai sumber hukum Islam terdapat kelompok yang menolak hadis sebagai sumber hukum Islam. Mereka menyadarkan pemikiran mereka kepada keraguraguan (syubhat) yang mereka sangka sebagai dalil.

E. Fungsi Dan Hubungan Hadits dengan Al-Qur an 1. Memberikan perincian (tafshil) terhadap ayat-ayat yang global (mujmal). Misalnya ayat-ayat yang menunjukkan perintah shalat, zakat, haji di dalam al-qur'an disebutkan secara global. Dan sunnah menjelaskan secara rinci mulai dari syarat, rukun, waktu pelaksanaan dan lain-lain yang secara rinci dan jelas mengenai tatacara pelaksanaan ibadah shalat, zakat dan haji.

2. Mengkhususkan (takhsis) dari makna umum ('am) yang disebutkan dalam al-qur'an. Seperti firman Allah (QS.an-Nisa' : 11), Ayat tentang waris tersebut bersifat umum untuk semua bapak dan anak, tetapi terdapat pengecualian yakni bagi orang (ahli waris) yang membunuh dan berbeda agama sesuai dengan hadits Nabi SAW. "Seorang muslim tidak boleh mewarisi orang kafir dan orang kafir pun tidak boleh mewarisi harta orang muslim" (HR. Jama'ah). Dan hadits "Pembunuh tidak mewarisi harta orang yang dibunuh sedikit pun" (HR. Nasa'i).

3. Membatasi (men-taqyid-kan) makna yang mutlak dalam ayat-ayat al-qur'an. 4. Menetapkan dan memperkuat hukum yang telah ditentukan oleh al-qur'an. 5. Menetapkan hukum dan aturan yang tidak didapati dalam al-qur'an.

F. Syarat Hadits Shaheh 1. Mengenai Sanad Semua rawi dala sanad haruslah bersifat adil Semua rawi dalam sanad haruslah bersifat dhabit Sanadnya bersambung. Tidak rancu (syadz). Tidak ada cacat.

2. Mengenai Matan Pengetahuan yang terkandung dalam matan rawi boleh bertentangan dengan ayat Al-Qur an atau hadits mutawatir walaupun keadaan rawi sudah memenuhi syarat. Pengertian dalam matan tidak bertentangan dengan pendapat yang disepakati (ijma ) ulama. Tidak ada kejanggalan lainnya, jika dibandingkan dengan matan hadits yang lebih tinggi tingkatan dan kedudukannya.

G. Membedakan Hadits Shaheh Dengan Hadits Yang Tidak Shaheh 1. Hadist dapat dikatakan shaheh apabila memenuhi lima syarat (sanadnya bersambung, para perawinya adil, para perawinya dhabith, tidak ada ilat, dan tidak syadz). Namun, hadits dapat dikatakan tidak shahih karena tidak terpenuhinya lima syarat diatas, baik sebagian maupun syarat.

2. Ada yang mengatakan hadits dapat dikatakan shaheh apabila menggunakan shigat jazm (bentuk kalimat yang berisfat pasti), seperti pernyataan : amara (telah memerintahkan), dzakara (telah nyebutkan), maka hukumya shahih berdasarkan penyandaran (mudlaf ilaihi). Namun, kalau haditsnya tidak menggunakan shigat jazm, seperti pernyataan :yurwa (diriwayatkan), yudzkar (disebutkan), yuhka (dikisahkan), atau ruwiya dan dzukira, maka hukumnya tidak shahih berdasarkan penyandarannya (mudlaf ilaihi). Karena itu tidak ada hadist lemah yang dimasukkan ke dalam kitab yang bernama Shahih. 3. Suatu hadits dapat dikatakan shaheh apabila hadits itu mendapat kesepakatan syaikhan, atau mendapat kesepakatan shaheh dari para ulama hadits, jadi bukan kesepakatan umat.

SIMPULAN. Dapat diketahui bahwa sumber-sumber yang digunakan untuk menentukan hukum fiqh, itu pada dasarnya hanya ditetapkan kepada Al-Qur an dan Al-Hadits. Di mana Al-Qur;an merupakan Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, dalam berbahsa arab, dan riwayatnya mutawatir. Al-Qur an yang mana isi kandungannya bersifat universal dan fleksibel untuk seluruh umat manusia. Oleh karena itu, Al- Qur an dijadikan sumber hukum dalam kehidupan umat Islam pada khususnya, dan seluruh umat manusia pada umunya.

Al-Hadits, yang merupakan semua perkataan, perbuatan dan pengakuan Rasulullah saw yang berposisi sebagai petunjuk dan tasyri, selain itu belaiau juga merupakan kekasih Allah SWT. Al-hadits juga merupakan penjelasan, untuk penguatan apa yang djelaskan oleh Al- Qur an tentang hukum-hukum yang berguna bagi umat manusia. Oleh karena itulah, Al-Hadits juga dijadikan sumber huku untuk menentukan hukum fiqh, dan seluruh hal dalam kehidupan.

PERTANYAAN???