SISTEM PERTUKARAN DATA ANTAR BASIS DATA DENGAN XML

dokumen-dokumen yang mirip
TEKNIK DOCUMENT OBJECT MODEL (DOM) UNTUK MANIPULASI DOKUMEN XML. Kusnawi ABSTRACT

PEMBUATAN PROGRAM UNTUK MENGUBAH FILE DATABASE MENJADI XML

Prototype Sistem Informasi Hasil Penelitian Berbasis WEB

ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTARISASI LOGISTIK PADA KOPERASI PEGAWAI TELKOM BARATA

APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN DENGAN MENGGUNAKAN LBS PADA SMARTPHONE ANDROID

BAB 2 LANDASAN TEORI. Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni

PEMROGRAMAN WEB. 11 XML, XHTML dan JSON. Andi WRE

XML vs JSON. by: Ahmad Syauqi Ahsan

PERANCANGAN APLIKASI LAPORAN PENJUALAN JAM DI CV. DUTA SERVICE JAM BEKASI MENGGUNAKAN METODELOGI UNIFIED APPROACH

Basis Data 2. Database Internet. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INVENTORY DI AMIK LEMBAH DEMPO PAGARALAM

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM VALIDASI XHTML 1.0

RANCANGAN APLIKASI AKADEMIK MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBYEK: STUDI KASUS SMP NEGERI 9 PANGKALPINANG

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi

BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu perusahaan, karena persediaan akan dijual secara terus menerus untuk

Analisa Perancangan Sistem Informasi

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang serupa menggunakan sistem pelayanan bisinis secara online.

SISTEM APLIKASI PEMINJAMAN FASILITAS UNIVERSITAS WIDYATAMA

ANALISA DAN PERANCANGAN BASIS DATA SISTEM PENJADWALAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN SEKOLAH MUSIK CITRAS

Sistem Informasi Penggajian Program Diploma Komputer Universitas Sriwijaya

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

Pemrograman Berbasis Web Pertemuan 5 XML & DTD. Program Diploma IPB - Aditya Wicaksono, S.Komp 1

PENDAHULUAN Yosef Murya Kusuma Ardhana. ST., M.Kom

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pengembangan perangkat lunak, tim developer membangun cetak

Perancangan dan Pembuatan Sistem Informasi Akuntansi pada Perusahaan Mitra Produksi PT. Sampoerna

Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2012 (Semantik 2012) ISBN Semarang, 23 Juni 2012

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa Latin Computare yang berarti

APLIKASI PETA DAN INFORMASI LALULINTAS PADA HANDPHONE DENGAN MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION

Sistem Manajemen Basis Data Web 2 :

Bab IV Perancangan. Aplikasi Visualisasi Dashoard

TUGAS AKHIR PEMBUATAN E-COMMERCE TOKO BUKU DENGAN ASP DAN DATABASE ODBC

Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S Pendahuluan C++ Builder adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan

BAB III LANDASAN TEORI

Bab II. TINJAUAN PUSTAKA

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA RUJUKAN PASIEN UNTUK PUSKESMAS PEMBANGUNAN GARUT

BAB III LANDASAN TEORI. saling berinteraksi, saling tergantung satu dengan yang lain dan terpadu.

BAB III LANDASAN TEORI. maupun tunai dan pada umumnya dilakukan kepada supplier. Pada waktu

XML extensible Markup Language. Oleh: Nisa Miftachurohmah, S. Kom

KATALOG ON-LINE TERDISTRIBUSI PADA JARINGAN KAMPUS

ANALISIS SISTEM PELELANGAN TENDER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Database Management Pengenalan MS. Access 2003

BAB I PENDAHULUAN.

SISTEM INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT PADA KONTRAKTOR LISTRIK CV. INDO PERKASA DI PURWOKERTO

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO APLIKASI KONVERSI XML DATABASE SKRIPSI BERBASIS WEB. Rizky Yandhika.

SISTEM INFORMASI PENDATAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH SEMARANG

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

Penggunaan Struktur Data Pohon Berakar dalam XML

1 BAB III METODE PENELITIAN

Kata Kunci: Sistem Informasi KKN, Web Service, Model RAD, Data Flow Diagram (DFD)

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam pembangunan suatu sistem informasi, terdapat dua kelompok

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI AKADEMIK DI STIKI MALANG BERDASARKAN KERANGKA KERJA RAPID APPLICATION DEVELOPMENT

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS WEB

PENGEMBANGAN APLIKASI DAFTAR KELUHAN PELANGGAN INTERNET DI PT. RAHAJASA MEDIA INTERNET (CABANG GARUT)

BAB III LANDASAN TEORI. McLeod & Schell 2008: 12). Sistem Informasi Manajemen menyediakan

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN KARYAWAN BERBASIS WEB PADA BRT TRANS SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. Jaringan Internet merupakan jaringan internasional (World Wide Web) yang

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk kegiatan

BAB III LANDASAN TEORI

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI SUKAGALIH V

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK SEBARAN RUMAH SAKIT DI WILAYAH JAKARTA BARAT

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANG BANGUN SISTEM PENDATAAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PADA AMIK JTC SEMARANG BERBASIS WEB

PEMROGRAMAN BERBASIS WEB. Part 1,2 HTML. By Rolly Yesputra Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran, 2018

BAB II LANDASAN TEORI

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Xpath Dokumen Xml untuk Perolehan Data pada Basisdata Perundangan Pemerintah Kota Semarang

Software Requirements Specification

PENERAPAN KONSEP SAAS (SOFTWARE AS A SERVICE) PADA APLIKASI PENGGAJIAN

DIGITAL INFORMATION & SYSTEM CONFERENCE 2012 PERANCANGAN SISTEM APLIKASI MEDIA INFORMASI LOWONGAN PEKERJAAN BERBASIS WEB

3. BAB III METODE PENELITIAN

Data flow diagram (DFD) adalah representasi grafis yang mengalir. data visualisasi (desain terstruktur). Pada DFD, item data mengalir dari

BAB 1 PENDAHULUAN. harga buku dan juga sebagai upaya mengurangi dampak pemanasan global

BAB I PENDAHULUAN. dalam memperkenalkan identitas suatu bangsa. Provinsi Jawa Barat adalah salah

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN SISWA BERBASIS SMS GATEWAY DI SMK MUHAMMADIYAH 2 KADUNGORA Ahmad Nurul Hak 1, Cepy Slamet 2, Rina Kurniawati 3

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

XML. Apakah XML XML vs HTML XML Struktur DTD XLST

Sistem Informasi Geografis Sekolah Berbasis Android

Web Services Penilaian pada Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus : FMIPA Unmul) Lina Yahdiyani Inayatuzzahrah

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEGIATAN OPERASIONAL PADA SMP BONAVITA

Pertemuan XI Database Connectivity Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

BAB 2 LANDASAN TEORI

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Data Siswa (Studi Kasus SMK Negeri 1 Karawang)

BAB I PENDAHULUAN. Sistem informasi akademik merupakan sistem yang mengolah data dan

DESAIN WEB STATIS DAN HTML. Dahlan Abdullah Website :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

SISTEM PERTUKARAN DATA ANTAR BASIS DATA DENGAN XML Robertus Setiawan Aji Nugroho Program Studi Ilmu Komputer, Unika Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendhan Dhuwur Semarang 50234 E-mail: wawan@unika.ac.id Abstrak Perkembangan Teknologi Informasi yang sangat pesat telah merambah setiap aspek kehidupan manusia. Tak terkecuali untuk kepentingan industri dan perdagangan, dimana perusahaan-perusahaan membutuhkan pertukaran data dengan supplier, konsumen maupun perusahaan lainnya. Pertukaran data tidak lagi dilakukan dengan media cetak tetapi dengan menggunakan data elektronis dengan format dokumen tertentu. Salah satu format dokumen elektronis adalah XML. XML merupakan sebuah bahasa markup yang diterima sebagai standar pertukaran data di dalam lingkungan internet. Data-data yang akan dipertukarkan biasanya adalah data transaksi yang ada dalam basis data. Untuk itu maka diperlukan perangkat lunak yang mampu mengkonversikan data dari basis data ke dalam file XML dan sebaliknya. Penelitian ini membangun perangkat lunak Sistem Pertukaran Data Antar Basis Data Dengan XML yang mampu mengkonversikan data dari berbagai macam basis data ke dalam file XML dan mampu mengkonversikan data dari file XML ke dalam berbagai macam basis data berbasis Windows, terutama Microsoft Acces, Microsoft SQL Server dan Oracle. Perangkat lunak ini juga dilengkapi dengan fungsi pengelolaan basis data yang akan mempermudah administrator basis data untuk mengelola basis data. Pembangunan perangkat lunak ini menggunakan pendekatan Object Oriented Software Development (OOSD). Kata kunci: Pertukaran Data, XML, OOSD, EDI, Database 1. Pendahuluan Keberadaan Teknologi Informasi tidak lagi dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Teknologi Informasi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia dari persoalan rumah tangga, perdagangan sampai persoalan peluncuran wahana ilmu pengetahuan ke luar angkasa. Khusus untuk keperluan perdagangan maka Teknologi Informasi merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi oleh semua perusahaan agar bisa bersaing dengan kompetitornya. Dewasa ini, pertukaran data dalam sebuah perusahaan menjadi hal yang pokok yang harus dilakukan, sebagai contoh dalam penerapan B2B Commerce (Bussiness to Bussiness Commerce). Pertukaran data menjadi hal yang penting bagi sebuah perusahaan bisnis karena mempermudah perusahaan untuk melakukan hubungan dengan supplier maupun dengan konsumen mereka. Dengan pertukaran data maka pencatatan transaksi dapat dilakukan secara elektronis secara penuh dan online yang memudahkan transaksi dan pengolahan datanya. Pertukaran data juga dapat berfungsi sebagai media untuk penyebaran informasi. Salah satu format data pertukaran data secara elektronis adalah menggunakan format XML. Penggunaan XML di dalam metode pertukaran data secara elektronis mempunyai banyak keuntungan karena XML saat ini merupakan format standar dalam pertukaran data dan berorientasi pada penyimpanan data. Ada banyak kelebihan yang dimiliki XML sehingga banyak perusahaan yang menggunakan XML sebagai dokumen untuk pertukaran data. Pada umumnya, data-data suatu perusahaan tersimpan di dalam suatu basis data, sehingga untuk keperluan pertukaran data, perusahaan mengambil data dari basis data yang dimiliki baik itu katalog produk, transaksi, maupun lainnya. Jika perusahaan ingin memakai format dokumen XML di dalam pertukaran data, tentunya perusahaan harus mengkonversikan terlebih dahulu data-data di dalam basis data ke dalam format XML. Untuk data yang tidak terlalu banyak, hal tersebut tentunya tidak terlalu menjadi masalah, tetapi untuk data yang cukup banyak dan kompleks tentunya hal ini menjadi masalah besar untuk perusahaan. Agar lebih mempermudah suatu perusahaan dalam mengimplementasikan pertukaran data secara elektronis dengan format dokumen XML, perlu dibuat sebuah aplikasi yang dapat mengkonversikan data-data dari basis data ke dalam file XML. Pada tulisan ini, akan dijelaskan konsep aplikasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan karena adanya otomatisasi dalam konversi data dari basis data ke dalam XML maupun sebaliknya. Aplikasi konversi data dari basis data ke dalam file XML, maupun file XML ke dalam basis data ini dibuat sebagai jembatan terutama bagi perusahaan yang menerapkan metode pertukaran data elektronis. Aplikasi yang dibuat juga dilengkapi dengan fasilitas untuk pengelolaan data di dalam suatu basis data, terutama data yang akan dikonversikan ke dalam file XML. J-1

2. Extensible Markup Language (XML) Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa yang berbasis teks yang memungkinkan kita untuk menyimpan data di dalam format yang terstruktur. XML merupakan subset dari SGML (Standard Generalized Markup Language). SGML adalah standar markup language berdasarkan ISO 8879. Dokumen yang dibuat dalam standar SGML memiliki definisi struktur dokumen yang dinyatakan dalam DTD (Document Type Definition)[1]. Struktur dokumen ditandai dengan markup berupa tag. Tag digunakan untuk membatasi elemen dokumen, yang penamaannya dapat ditentukan sendiri sehingga dapat digunakan untuk memberi semantik data. Dengan keleluasaan penggunaan tag ini, XML memungkinkan kita untuk meyimpan data secara terstruktur dan mudah dimengerti. Sebuah dokumen XML terdiri dari 2 bagian utama, yaitu prolog dan elemen dokumen (juga dikenal dengan elemen root). Prolog berisi deklarasi tipe dokumen dan satu atau lebih isntruksi pemrosesan. Elemen dokumen adalah sebuah elemen tunggal yang disebut dengan elemen root, yang dapat berisi elemen-elemen tambahan. Berikut ini contoh sebuah dokumen XML <?xml version="1.0"?> <!--File Name : Inventory.XML--> <Inventory> <Book> <Title>The adventures of Huckleberry Finn</Title> <Author age = "58">Mark Twain</Author> <Price>$8.49</Price> <Pages>290</Pages> </Book> </Inventory> Gambar 1. Contoh Dokumen XML Pada contoh tersebut, 2 baris pertama termasuk prolog kemudian inventory adalah elemen dokumen atau elemen root. Book, Title, Author, Price dan Pages adalah nama elemen tambahan dalam elemen root. Untuk elemen author terdapat atribut age. Elemen dalam dokumen XML berisi informasi dokumen dan mereka menandakan struktur logika informasi. Elemen tersebut disusun dalam struktur hirarki dalam bentuk pohon, dengan elemen yang bercabang dalam elemen yang lain. Semua elemen yang ada harus tersarang terhadap elemen dokumen atau elemen root. Di dalam XML dimungkinkan juga penggunaan DTD (Document Type Definition) untuk menjaga validitas dari dokumen XML yang dibuat. Mengingat data yang akan kita konversikan berasal dari basis data, penggunaan DTD di dalam dokumen XML juga akan sangat menguntungkan karena kita dapat menjaga konsistensi dan integritas data, baik dari struktur maupun tipe data yang digunakan. Secara umum, dokumen yang seimbang jumlah start-tag dan end-tag nya disebut dengan well-formed document. Berdasarkan spesifikasi XML, well-formed document harus memenuhi kriteria sebagai berikut [4]: Dokumen dapat diturunkan dari aturan produksi dengan label document pada spesifikasi. Hal ini berarti dokumen dapat memiliki satu atau lebih elemen. Di antara elemen-elemen tersebut terdapat, ada tepat satu elemen yang disebut root atau document element. Untuk seluruh elemen, jika start-tag nya ada di dalam sebuah elemen, maka end-tag nya harus berada pada elemen yang sama. Dokumen memenuhi seluruh batasan wellformedness yang dinyatakan pada spesifikasi. Setiap parsed-entities yang diacu secara langsung maupun yang tidak langsung harus merupakan well-formed document. Berikut adalah beberapa keuntungan penggunaan XML: Dokumen XML dapat digunakan di lingkungan internet dengan mudah tanpa memerlukan banyak perubahan konfigurasi pada aplikasi internet yang ada. Parser XML dapat diperoleh dengan mudah karena spesifikasi XML dibuat dalam bahasa formal yang mudah diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman. Dokumen XML dapat dimengerti dengan mudah dan jelas karena berupa arsip teks terstruktur, dengan elemen yang dibatasi tag yang didefinisikan sedemikian rupa sehingga mencerminkan semantik data. Spesifikasi XML telah didefinisikan oleh W3C (World Wide Web Consortium) dan dapat dimanfaatkan sebagai acuan pembuatan dokumen dan pemroses dokumen XML. XML adalah format yang tidak tergantung pada platform tertentu, sehingga akan menjadi keuntungan yang besar bagi perusahaanperusahaan yang mempunyai platform sistem komputer yang berbeda. 3. Analisis dan Perancangan Perangkat lunak ini diberi nama Sistem Pertukaran Data Antar Basis Data Dengan XML (SIPEDAFIX). Perangkat Lunak ini dibangun dengan menggunakan paradigma Object Oriented Software Engineering dengan menggunakan notasi UML. 3.1 Analisis Fasa analisis dilakukan dengan menganalisa kebutuhan fungsional yang akan diimplementasikan J-2

dan dilanjutkan dengan pembentukan kelas yang akan digunakan. 3.2 Kebutuhan Fungsional Perangkat lunak ini adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk memigrasikan data dari basis data tertentu ke dalam basis data yang lain dengan perantaraan file XML. Perangkat lunak ini dapat melakukan koneksi dengan basis data dalam platform windows, terutama basis data yang dapat terkoneksi dengan Microsoft Datalinks atau ODBC, seperti Microsoft SQL Server, Oracle, Microsoft Access, dan lain-lain. Perangkat Lunak ini akan mengkonversikan data dari basis data yang dipilih ke dalam file XML maupun sebaliknya. Data yang dikonversi adalah data yang ada pada kolom pada setiap tabel yang ada di basis data yang dipilih oleh pengguna. Dalam hal ini pengguna dapat menentukan tabel mana saja atau kolom mana saja dari basis data yang akan dikonversikan. Fungsi-fungsi yang dibutuhkan di dalam perangkat lunak ini antara lain: a. Konversi data dari basis data tertentu ke dalam file XML pembacaan dengan parser, sehingga akan lebih memudahkan kita dalam melakukan pencarian data sesuai dengan tag-tag yang ada di dalam format XML. c. Pengelolaan data yang ada di dalam basis data dengan Sql Builder. Database Pengelolaan Basis Data Gambar 4. Pengelolaan data yang ada di dalam basis data dengan Sql Builder Fungsi ketiga ini adalah fungsi tambahan jika kita menginginkan untuk terkoneksi ke basis data dan dapat melakukan manipulasi maupun pengelolaan terhadap basis data. Pada dasarnya fungsi ini cukup mudah dibuat jika kita telah dapat membuat fungsi pertama dan kedua. Dari kebutuhan fungsi tersebut, maka dapat dibentuk use case diagram sebagai gambaran akan fungsi yang harus dimiliki dan interaksinya dengan user Database Konversi DB ke XML File XML Kelola data Gambar 2. Konversi data dari basis data tertentu ke dalam file XML User Konversi DB XML Fungsi ini digunakan untuk mengkonversi data pada basis data ke dalam file dengan format XML. Langkah penulisan XML dapat dengan menggunakan metode penulisan file biasa namun dengan format XML dan tersimpan ke dalam file XML, atau dengan adanya perkembangan lebih lanjut, misalnya ADO.NET dapat kita gunakan fungsi pembentukan XML yang telah dimilikinya. b. Konversi data dari file XML ke dalam basis data tertentu <<extend>> Edit XML Konversi XML DB <<extend>> XML tabel Gambar 5. Use Case Diagram SIPEDAFIX 3.3 Perancangan Class Diagram SIPEDAFIX Form File XML Konversi XML ke DB database XML_tabel Sipedafix edit_tool Gambar 3. Konversi data dari file XML ke dalam basis data tertentu Fungsi kedua ini kita butuhkan untuk dapat membaca file yang berformat XML dan kemudian terkoneksi ke basis data untuk menuliskan data yang telah dibaca dari file XML ke dalam basis data. Format XML memungkinkan kita untuk melakukan Basisdata Operasi_XML Gambar 6. Class Diagram SIPEDAFIX J-3

Penjelasan mengenai kelas-kelasnya adalah sebagai berikut: 1. Kelas SIPEDAFIX Kelas SIPEDAFIX merupakan kelas pembentuk Graphical User Interface sebagai jembatan antara user dengan sistem. Kelas ini menjadi interface utama dari perangkat lunak SIPEDAFIX dan merupakan turunan dari kelas System.Windows.Forms. 2. Kelas XML_tabel Kelas XML_tabel merupakan kelas interface untuk menampilkan file XML ke dalam bentuk table-tabel sehingga user dapat mempunyai sedikit gambaran dari hasil konversi XML ke DB yang akan dihasilkan. Kelas ini juga merupakan turunan dari kelas System.Windows.Forms 3. Kelas Edit_tool Kelas edit_tool merupakan kelas interface untuk menampilkan file XML ke dalam textbox sehingga user dapat mengedit file XML tersebut. Ada beberapa fungsi ataupun operasi dasar pengeditan teks yang dimiliki oleh kelas ini antara lain cut, copy, edit, save dan print. Kelas ini akan dipanggil melalui kelas SIPEDAFIX. 4. Kelas Basisdata Kelas Basisdata merupakan kelas yang digunakan untuk operasi terhadap basis data, baik itu pembukaan koneksi, proses SQL, maupun pembacaan dan manipulasi data yang ada di dalam basis data. Kelas ini akan dipanggil melalui kelas SIPEDAFIX. 5. Kelas Operasi_XML Kelas Operasi_XML merupakan kelas yang digunakan untuk operasi terhadap file XML, baik itu pembacaan, maupun penulisan file XML. Kelas ini dipanggil melalui kelas SIPEDAFIX. 4. Implementasi Sistem Pertukaran Data Antar Basis Data Dengan XML merupakan perangkat lunak yang berbasis Grapichal User Interface (GUI). Perangkat lunak yang berbasis GUI mempermudah user untuk berinteraksi dengan perangkat lunak. Dalam implementasinya, beberapa kelas dari perangkat lunak ini merupakan kelas pembentuk tampilan GUI. Kelas-kelas pembentuk GUI pada perangkat lunak ini adalah kelas SIPEDAFIX, kelas XML_tabel dan kelas Edit_tool yang merupakan kelas turunan dari kelas System.Windows.Forms. Sedangkan kelaskelas yang lain mempunyai fungsi-fungsi yang akan dipanggil melalui kelas pembentuk GUI. Kelas terpenting dari aplikasi ini adalah kelas basisdata dan operasi_xml. Fungsi-fungsi utama yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi konversi data dari file XML ke basis data maupun sebaliknya ada di kedua kelas ini. Jadi, sebenarnya aplikasi ini dapat diintegrasikan ke dalam program lain yang membutuhkan fungsi-fungsi konversi data dari XML ke basis data maupun sebaliknya. Hal yang penting dari kedua kelas di atas adalah koneksi ke mesin basis data, manipulasi data di basis data, pembacaan dan penulisan file XML. Jika kita sudah terbiasa membuat aplikasi yang berkaitan dengan basis data, kesulitan yang dihadapi tidak terlalu besar karena untuk koneksi dan manipulasi data di dalam basis data konsepnya sama seperti jika kita membuat aplikasi basis data. Kita hanya perlu mempelajari format dokumen XML dan penulisan serta pembacaan file XML. Berikut adalah captured screen dari perangkat lunak SIPEDAFIX. Gambar 7. Tampilan Utama SIPEDAFIX 5. Penutup Konsep aplikasi SIPEDAFIX ini merupakan pengembangan perangkat lunak yang mempunyai fasilitas untuk memigrasikan data dari suatu basis data ke dalam basis data yang lain dengan perantaraan format dokumen XML. Migrasi data antar basis data dengan perantaraan file XML merupakan solusi yang tepat karena format dokumen XML didukung oleh berbagai macam sistem dan platform, sehingga akan sangat membantu perusahaan-perusahaan yang menerapkan metode pertukaran data secara elektronis yang mempunyai sistem basis data yang berbeda. Konsep aplikasi pertukaran data antar basis data dengan XML ini masih dapat dikembangkan lebih jauh sesuai dengan kebutuhan kita, terutama dalam kemudahan interaksi dan integrasi dengan aplikasi basis data lainnya. Perangkat lunak ini juga dapat dikembangkan ke dalam aplikasi berbasis web atau ke dalam aplikasi yang bersifat multi platform. J-4

Daftar Pustaka [1] Bahrami, Ali., Object Oriented System, Development, Mc Graw Hill, Singapore, 1999. [2] Bray, Tim., et.al. Extensible Markup Language (XML) 1.0 (Second Edition)., http://www.w3.org/tr/rec-xml, 2000. [3] Bourret, Ronald., XML and Databases. http://www.rpbourret.cpm/xml, 2003. [4] Carter, Robert, Elementary XML, Microsoft Corporation, http://www.microsoft.com/library/enus/dnxml/html, 1997. [5] NIIT, Courseware SN3., Future Curriculum, 2002. [6] Obasanjo, Dare., Understanding XML, Microsoft Corporation, http://www.microsoft.com/library/enus/dnxml/html, 2003. [7] Pressman, Roger S., Software Engineering : A practioner s Approach, Mc Graw Hill, New York, 1998. [8] P.Sage, Andrew., Systems Manajement for Information Technology and Software Enginnering, John Wiley & Sons, Inc, 1995. [9] S. Davis, William., Sistem Pengolahan Informasi Edisi II, PT. Erlangga, 1991. [10] Whitten, Jeffrey L., Bentley, Lonnie D., Dittman, Kevin C., Systems Analysis And Design Methods 5ed, McGraw-Hill, 2001. [11] W. Jones, Gregory., Software Engineering, John Wiley & Sons, Inc, 1990. [12] Young, Michael J. Step By Step XML, Gramedia, Jakarta, 2001. J-5