BAB IV METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Obyek dari penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah besarnya

BAB III METODE PENELITIAN. dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Unit. tercatat di BEI pada tahun

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun kuantitatif berupa laporan keuangan dan annual report yang

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. jenis data yang berbentuk angka (metric) yang terdiri dari:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk pengumpulan data dan informasi bulan Januari 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. tahun 2009 sampai Dalam penelitian ini, pengambilan sampel

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Indonesia periode Penelitian ini menggunakan PBV, ROE, dan PER

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba. Dalam penelitian ini

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Perusahaan emiten manufaktur sektor (Consumer Goods Industry) yang

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. buku-buku, internet serta laporan yang tercatat melalui website

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. umum dari obyek penelitian. Pada penelitian ini peneliti mengambil data waktu tiga

BAB III METODE PENELITIAN. pihak lain. Sumber data diperoleh dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (closing price) yang tercatat di indeks LQ 45 periode yang dinyatakan

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Prima Artha, Sleman. Sedangkan subjek penelitiannya adalah Data

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah Earning Per Share, Price Earning Ratio

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan data

BAB III METODE PENELITIAN. independensi dari dua variabel atau lebih (Sekaran dan Bougie, 2010).

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Populasi dalam penelitian ini adalah PT. Bank Syariah Mandiri dan Bank

BAB III METODE PENELITIAN. periode amatan antara tahun Alasan pemilihan pemilihan tahun yang

mempunyai nilai ekstrim telah dikeluarkan sehingga data diharapkan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang

BAB III METODE PENELITIAN. dalam periode tahun Data tersebut merupakan data laporan keuangan

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Garment dan Subsektor otomotif dan Komponen tahun Metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. B. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi. manufaktur. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, ada

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia dari tahun Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

BAB III METODE PENELITIAN. data penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan metode

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia selama periode Hal-hal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange

BAB III METODE PENELITIAN. teknik purposive sample. Dengan kriteria kriteria sebagai berikut : melaporkan keuangan di BEI periode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik atau

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian asosiatif kausal.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan manufaktur sektor

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pengambilan data melalui ICMD (Indonesia Capital Market Directory).

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian empiris. Penelitian empiris

BAB III DESAIN PENELITIAN. perdagangan, jasa, dan investasi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III. METODE PENELITIAN A. Subjek. Bursa Efek Indonesia pada periode tahun

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah explanatory reseach. Menurut Singarimbun (1995)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia (BEI) untuk tahun , sampel dalam penelitian ini adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. laba/rugi Perusahaan makanan yang terdaftar di BEI (PT. Indofood Sukses

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. analisis statistik yang menggunakan persamaan regresi berganda. Analisis data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang sudah jadi dari tempat penelitian. Data jumlah deposito mudharabah

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. variabel-variabel yang diduga mampu mempengaruhi Loan to Deposit Ratio

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif tidak terlalu menitik beratkan pada kedalaman data, yang penting dapat

III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

BAB III METODE PENELITIAN. di Bursa Efek Indonesia dengan mengambil data-data yang diperlukan melalui. Sudirman NO.73 (Sudirman Bawah) Pekanbaru.

BAB III METODE PENELITIAN. di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2010:13) mengenai pengertian objek penelitian

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 sampai Maret 2014

BAB III METODE PENELITIAN. populasi disebut parameter populasi dan ukuran-ukuran pada sampel disebut. sampel merupakan bagian dari populasi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode. laporan keuangan tahun 2013 sampai tahun 2015.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. hipotesis dan memperoleh jawaban atau hipotesis yang digunakan.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tinjauan teori yang mencerminkan keterkaitan antara variabel yang diteliti dan

Transkripsi:

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Jenis/Design Penelitian Jenis atau design penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory study yaitu bahwa peneliti berusaha untuk menjelasan mengenai hubungan antara variabel-variabel dengan fenomena yang diteliti. Metode penelitian didalam penelitian ini adalah kausal, yaitu disini peneliti berusaha untuk mengetahui adanya hubungan sebab akibat antara variabel yang diteliti. Disain kausal ini adalah untuk mengetahui hubungan antar 5 variabel independent dan 1 variabel dependent yang diteliti yaitu seberapa jauh keterkaitan hubungan 5 variabel tersebut. Unit analisis yang diteliti adalah industri, dimana peneliti berusaha meneliti beberapa perusahaan yang masuk kedalam Indeks Kompas 100 selama tahun 2010 2014. 4.2 Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal-hal tersebut. Didalam penelitian ini,variabel penelitiannya adalah profitabilitas, growth opportunity, struktur modal, inflasi dan kurs yang 39

40 bertindak sebagai variabel independen, nilai perusahaan sebagai variabel dependen. 4.3 Definisi Operasional Variabel Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel independent, dan variabel dependent.variabel independent dalam penelitian ini terdapat 5 variabel, yaitu profitabilitas, growth opportunity, struktur modal, inflasi dan kurs. Dalam pengukuran variabel profitabilitas dan growth opportunity, data yang digunakan adalah data yang berasal laporan keuangan publikasi yang berada di Bursa Efek Indonesia audited selama kurun waktu 2010 2014. Berdasarkan data tersebut maka diambil pos-pos yang kemudian akan dimasukkan kedalam persamaan yang telah dijelaskan sebelumnya sehingga didapatkan sebuah nilai perhitungan dari profitabilitas, growth opportunity dan struktur modal. 1) Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan profit (keuntungan) pada tingkat penjualan, aset, dan modal tertentu. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Return on Equity (ROE) = Laba setelah Pajak Total Modal

41 2) Growth Opportunity Growth Opportunity adalah peluang pertumbuhan suatu perusahaan di masa depan. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah : MTBE = Jumlah saham beredar x Harga saham Total Modal 3) Struktur Modal. Struktur modal adalah kombinasi spesifik antara ekuitas dan hutang jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk mendanai operasinya. Pengukuran variabel nilai perusahaan adalah dengan menggunakan data yang berasal dari laporan keuangan publikasi yang berada di Bursa Efek Indonesia audited selama kurun waktu 2010 2014. Berdasarkan data tersebut maka diambil pos-pos yang kemudian akan dimasukkan kedalam persamaan yang telah dijelaskan sebelumnya, sehingga didapatkan sebuah nilai perhitungan dari struktur modal. Persamaannya dapat ditulis sebagai berikut : Struktur Modal = Total Hutang Total Modal 4. Inflasi Pengertian umum inflasi adalah suatu proses meningkatnya hargaharga secara umum dan terus menerus. Inflasi data berasal dari Bank Indonesia yang mana data tersebut berupa data bulanan. Data inflasi

42 tersebut merupakan inflasi yang bersifat year on year (YOY). Untuk mecegah terjadi bias, maka data bulanan tersebut diolah dengan menggunakan teknik moving average setiap bulannya dan nanti pada akhir tahun akan dirata-rata untuk mendapatkan besarnya nilai rata-rata inflasi pada tahun yang bersangkutan. 5. Kurs Kurs (exchange rate) adalah hjumlah mata uang tertentu yang dapat ditukarkan terhadap satu unit mata uang lain. Untuk data nilai tukar diambil dari data kurs tukar antara USD dengan Rupiah yang berasal dari data harian kurs jual dan kurs beli dari Bank Indonesia. Kurs jual dan kurs beli tersebut diambil rata-rata sehingga didapatkan kurs tengah pada hari tersebut. Selanjunya kurs tengah tersebut diolah dengan menggunakan teknik moving average selama satu bulan untuk didapatkan kurs rata-rata pada bulan tersebut, yang selanjutnya akan dirata-rata dengan kurs ratarata bulan lain dalam setahun, sehingga didapatkan kurs rata-rata pada tahun tersebut. 6. Nilai Perusahaan Variabel dependent dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan terkait dengan harga sahamnya. Harga saham yang tinggi membuat nilai perushaan juga tinggi dan meningkatkan

43 kepercayaan pasar tidak hanya kepada kinerja perusahaan saat ini tetapi juga dimasa yang akan datang. Pengukuran variabel nilai perusahaan adalah dengan menggunakan data yang berasal dari laporan keuangan publikasi yang berada di Bursa Efek Indonesia audited selama kurun waktu 2010 2014. Berdasarkan data tersebut maka diambil pos-pos yang kemudian akan dimasukkan kedalam persamaan yang telah dijelaskan sebelumnya, sehingga didapatkan sebuah nilai perhitungan dari nilai perusahaan. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Tobin Q = (Equity Market Value + Debt) (Equity Book Value + Debt) 4.4 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian yang digunakan dalam adalah perusahaan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu : 1) Perusahaan yang selalu masuk kedalam Indeks Kompas 100 tahun 2010-2014. 2) Perusahaan yang selalu mengeluakan Laporan Keuangan Audited tahun 2010 2014.

44 Berdasarkan persyaratan yang dikemukakan di atas serta berdasar kebutuhan data pengolahan statistik, maka jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berjumlah 36 perusahaan. 4.5 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan dan bersumber dari PT Bursa Efek Indonesia, seperti laporan laba rugi dan neraca perusahaan, serta data yang bersumber Bank Indonesia berupa data inflasi dan kurs, dimana kurs yang dipakai adalah nilai tukar antara Rupiah dengan US Dollar. Data sekunder tersebut kemudian digunakan oleh penulis untuk kemudian diproses lebih lanjut dandianalisasehingga menghasilkan kesimpulan atas fenomena yang diteliti oleh penulis. Selain itu dalam proses penelitian ini penulis juga melakukan studi kepustakaan untuk mendapatkan landasan teori yang relevan dan menunjang bagi penelitian yang dilakukan oleh penulis. Jenis data yang digunakan oleh penulis adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang dinyatakan dalam angka ataupun data lain yang dapat diukur. Data kuantitatif yang digunakan penulis adalah laporan laba rugi, neraca keuangan perusahaan, inflasi dan kurs serta data lain yang berhubungan dengan data yang akan diteliti oleh penulis.

45 4.6 Teknik Pengumpulan Data Dalam penulisan ini, data yang digunakan adalah yang berupa data sekunder, yaitu penulis mendapatkan dari berbagai sumber referensi sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan, seperti laporan neraca dan laba rugi yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, kurs nilai tukardan inflasi yang diperoleh dari Bank Indonesia serta beberapa sumber lain yang digunakan sebagai pendukung. Selain itu demi menunjang penulisan ini penulis juga melakukan penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan mempelajari buku-buku atau literatur atau jurnal yang berhubungan dengan topik yang akan penulis teliti. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data teoritis yang kuat dan menyeluruh tentang tata perhitungan cara penilaian perusahaan. 4.7 Teknik Analisis Data Dalam mengolah data yang didapat, teknik analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif, yaitu bertujuan untuk menyajikan model terbaik yang menggambarkan keterkaitan antar variabel. Dalam metode ini, data dianalisis untuk memperoleh hubungan antara variabel-variabel yang ada di perusahaan yang termasuk dalam indeks 100 selama tahun 2010 2014. Sehingga diperoleh gambaran singkat mengenai objek yang akan diteliti. Dalam melakukan analisa data ini, peneliti menggunakan software SPSS seri 20.

46 4.7.1 Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dimaksudkan untuk memperoleh estimasi yang tepat atau mendekati dalam mengestimasi parameter, atau agar dapat menaksir regresi populasi PRF (Population Regression Function) atas dasar fungsi regresi sampel SRF (Sample Regression Function) seakurat mungkin. 1) Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependent, variabel independent, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi dikatakan baik apabila distribusinya normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikasnsi pada One Sample Kolmogorov Smirnov Test. Bila Nilai signifikansi Asymp. Sig. (2 Tailed) lebih besar dari alpha 0,05, maka distribusi data tersebut adalah normal. 2) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas berarti adanya hubungan yang pasti diantara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi. Uji multikolinearitas dimaksudkan untuk menguji apakah terdapat hubungan variabel yang sempurna diantara variabel independent atau semua variabel dari model regresi. Secara sederhana untuk menguji adanya multikolinearitas didalam model regresi adalahdengan melihat VIF (Variance Inflation Factor) yang

47 terdapat pada hasil outputnya, dimana nilai VIF yang lebih besar dari 10 mengindikasikan adanya gejala multikolinearitas. 3) Uji Heteroskedasitas Heteroskedasitas adalah suatu keadaan dimana masing-masing kesalahan atau residu yang mempunyai varian yang berbeda dan dimaksudkan untuk menguji apakah varian dari kesalahan penggangu tidak konstan untuk semua variabel bebas. Menurut Ghozali, uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat persamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya gejala heteroskedasitas adalah dengan melihat pada grafik scatter plot. Model regresi yang baik adalah jika tidak terdapat heteroskedastisitas. Apabila sebaran titik data menyebar dan tidak membetuk suatu pola tertentu maka tidak ada heteroskedasitas. 4) Uji Autorelasi Uji korelasi bertujian untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan periode sebelumnya atau t-1. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama yang lainnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Ada beberapa cara yang dapat digunakanuntuk

48 mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi antara lain adalah salah satunya adalah dengan Uji Durbin Watson. (1) Uji Durbin Watson (DW Test) Uji Durbin Watson hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya intercept (konstanta) dalam model regresi dan tidak ada vaiabel lagi diantara variabel independent. Suatu keputusan ada atau tidaknya autokorelasi bila menggunakan DW Test adalah : Ho : tidak ada auto korelasi (r = 0) Ha : ada autokorelasi ( r 0) Tabel 4.1 Dasar Pengambilan Keputusan Durbin Watson Hipotesis Nol Jika Keputusam Tidak ada autokorelasi positif Tidak ada autokorelasi positif 0 < d < dl dl d du Tolak Ho Tidak ada keputusan Tidak ada korelasi negatif 4 dl < d < 4 Tolak Ho Tidak ada korelasi negatif 4 du d 4 - dl Tidak ada keputusan Tidak ada autokorelasi positif atau negatif du < d < 4 du Terima Ho Sumber : Ghozali (2011) 4.7.2 Uji Hipotesis Terdapat dua pengujian hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini yaituu uji T dan uji F. 1) Uji F atau Uji Simultan

49 Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap varibel dependen. Keterangan : n = Jumlah subjek m = Jumlah variabel prediktor F = R2 (N m 1) m(1 R 2 ) Ho : β1 = β2 = 0, maka tidak ada pengaruh antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Ho : β1 β1 0, maka ada pengaruh antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan adalah : (1) Dengan membandingkan Fhitung dan Ftabel. Apabila Fhitung> Ftabel, maka ada pengaruh antara variabel X secara bersama-sama terhadap variabel Y. (Ho ditolak dan Ha diterima). Apabila Fhitung Ftabel, maka tidak ada pengaruh antara variabel X secara bersama-sama terhadap variabel Y. (Ho diterima dan Ha ditolak) (2) Dengan menggunakan angka probabilitas. Apabila angka probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

50 Apabila angka probabilitas > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. 2) Uji T atau Uji Parsial Menurut Ghozali (2011), Uji T pada dasarnya digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independent secara individual atau parsial terhadap variabel dependent. Keterangan : r = Koefisien Korelasi t = r n 2 1 r 2 n = Jumlah Sample (n 2 = derajat kebebasan) Ho : β1 = 0 (tidak ada pengaruh X1 terhadap Y) Ha : β1 0 (ada pengaruh X1 terhadap Y) Dasar pengambilan keputusan adalah : (1) Dengan membandingkan thitung dan ttabel. Apabila thitung> ttabel, maka ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. (Ho ditolak dan Ha diterima). Apabila thitung< ttabel, maka tidak ada pengaruh antara variabel X dengan variabel Y. (Ho diterima dan Ha ditolak) (2) Dengan menggunakan angka signifikansi.

51 Apabila angka signifikansi < 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Apabila angka signifikansi > 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. 4.7.3 Analisa Regresi Berganda Regresi adalah alat untuk menganalisa hubungan yang digunakan untuk memperkirakan nilai satu variabel dalam hubungannya dengan variabel lain melalui persamaan garis regresi. Regresi ini dapat berbentuk linear dan non linear. Regresi linear dapat berupa linear sederhana yang melibatkan dua variabel dan regresi linear berganda melibatkan lebih dari dua variabel. Jenis teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis hubungan harus sesuai dengan jenis data atau variabel berdasar skala pengukurannya. Karena dalam penelitian ini melibatkan lebih dari dua variabel penelitian sehingga teknik yang digunakan adalah analisa regresi berganda. Dimana dalam usaha untuk mengetahui pengaruh adalah dengan menggunakan analisa regresi. Selain itu berdasarkan konsep statistika dalam analisa regresi regresi, variabel independent adalah fix, karena digunakan untuk mengukur respon terhadap variabel dependentyangrandom. Regersi linier berganda adalah regresi dimana sebuah variabel terikat (Y) dihubungkan dengan dua atau lebih variabel bebas (X).

52 Secara umum persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini seperti yang telah dipaparkan sebelumnya adalah : Y1 = a + b1x1 + b2x2 + b3x3 + b4x4 + b5x5 + e Dimana : X1 : Profitabilitas X2 : Growth Opportunit X3 : Inflasi X4 : Kurs X5 : Struktur Modal Y1 : Nilai Perusahaan b1,b2,b3,b4,b5 : koefisien X1, X2, X3, X4, X5 e : Residu (standar error) Dalam menggunakan analisa regresi ini terdapat beberapa asumsi yang harus dipenuhi sehingga persamaan regresi yang digunakan akan valid sehingga menghasilkan analisa yang akurat. Penggunaan asumsi ini merupakan konsekuensi dari penggunaan metode Original Least Square (OSL) dalam menghitung persamaan regresi. Beberapa asumsi tersebut meliputi asumsi antara lain : 1) Nilai rata-rata kesalahan adalah nol (0), atau E(ui/Xi) = 0 2) Homoskedastisitas yang artinya adalah variance kesalahan sama untuk setiap periode dan dinyatakan dalam bentuk matematis Var (ui/xi) = σ 2

53 3) Tidak ada autokorelasi antar kesalahan (antara ui dan uj tidak ada korelasi) atau secara matematis dapat ditulis sebagai Cov (ui,uj/xi,xj) = 0 4) Tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas.