WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

dokumen-dokumen yang mirip
WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 42 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 27 Tahun : 2014

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BUPATI BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 25 Tahun : 2014

GUBERNUR SULAWESI BARAT

PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 37 TAHUN 2014 PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BERITA DAERAH KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2014 NOMOR 19 SERI F NOMOR 315 PERATURAN BUPATI SAMOSIR NOMOR 18 TAHUN 2014

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN DANA KAPITASI DAN NON KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI PERATURAN BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR TAHUN 2015

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA DUMAI NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI PANGANDARAN NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PAKPAK BHARAT PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI PAKPAK BHARAT NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BLORA,

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR : 19 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI PANGANDARAN PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI PANGANDARAN NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 1.1 TAHUN 2015 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 6 TAHUN 2015 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 9-13 TAHLIII 2017 TENTANG

PERATURAN BUPATI BIREUEN NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI PESISIR SELATAN PROPINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI PESISIR SELATAN NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG

B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 50 TAHUN 2014

BUPATI PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

TENTANG PEMANFAATAN DANA NON KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PUSKESMAS KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

BUPATI DHARMASRAYA PERATURAN BUPATI DHARMASRAYA NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 29 TAHUN

BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 35 TAHUN 2017 TENTANG

MEKANISME PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN DANA KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA

BUPATI LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI LUWU TIMUR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN DANA KAPITASI DAN NON KAPITASI

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

WALIKOTA LANGSA PERATURAN WALIKOTA LANGSA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KOTA TANJUNGPINANG PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E

WALIKOTA PROBOLINGGO

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 26.A TAHUN 2015 TENTANG

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

KONSEP PELAYANAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PELAYANAN KESEHATAN

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 3 TAHUN 2014 T E N T A N G

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 9 TAHUN 2012

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 10 TAHUN 2016

WALIKOTA TASIKMALAYA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 28 TAHUN 2016

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt

11. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 9 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG JASA PELAYANAN KESEHATAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR : 77 TAHUN 2017 TENTANG

WALIKOTA PROBOLINGGO

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara

2 Bagian Hukum Setda Kab. Banjar

WALIKOTA TASIKMALAYA

Transkripsi:

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG PEMANFAATAN DANA PENDAPATAN BERSUMBER DARI JASA LAYANAN PADA PUSKESMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatan kualitas dan kinerja pelayanan Puskesmas Kota Padang dalam penyelenggaraan praktik bisnis yang sehat dan transparan diperlukan pengelolaan dana pendapatan yang bersumber dari jasa layanan Puskesmas Kota Padang; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Pemanfaatan Dana Pendapatan Bersumber dari Jasa Layanan Pada Puskesmas; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Besar Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 20) 2. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5063); 3. Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan ( Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234 ); 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5679);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Padang (Lembaran Negara Tahun 1980 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3164 ); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4502), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5340); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4503); 8. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 81); 9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 128 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Penyelenggaraan Puskesmas; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 08/PMK.02/2006 Tahun 2006 tentang Kewenangan Pengadaan Barang/Jasa Pada Badan Layanan Umum; 11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10/PMK.02/ 2006 tentang Pedoman Penetapan Remunerasi bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai Badan Layanan Umum; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah; 13. Peraturaan Menteri Keuangan No 76 /PMK.05/2008 Tahun 2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum; 14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.05/2011 tentang Rencana Bisnis dan Anggaran Serta Pelaksanaan Anggaran Badan Layanan Umum; 15. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 589);

16. Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 16 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah (Lembaran Daerah Kota Padang Tahun 2008 Nomor 16); sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2015 (Lembaran Daerah Kota Padang Tahun 2015 Nomor 5); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PEMANFAATAN DANA PENDAPATAN BERSUMBER DARI JASA LAYANAN PADA PUSKESMAS KOTA PADANG. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kota Padang. 2. Pemerintah Daerah adalah Walikota Padang dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3. Walikota adalah Walikota Padang. 4. Dinas adalah Dinas Kesehatan Kota Padang. 5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang. 6. Badan Layanan Umum Daerah, yang selanjutnya disebut BLUD, adalah Instansi di lingkungan Pemerintah Daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. 7. Pola Pengelolaan Keuangan BLUD, yang selanjutnya disebut PPK-BLUD, adalah pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan negara pada umumnya. 8. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial; 9. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

10. Puskesmas Kota Padang adalah gabungan dari unit Puskesmas di Kota Padang yang menerapkan PPK-BLUD. 11. Kapitasi adalah sistem pembayaran per bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan; 12. Non Kapitasi adalah sistem pembayaran Klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan; 13. Pejabat pengelola BLUD adalah pimpinan BLUD yang bertanggung jawab terhadap kinerja operasional BLUD yang terdiri atas pemimpin, pejabat keuangan dan pejabat teknis yang sebutannya disesuaikan dengan nomenklatur yang berlaku pada BLUD yang bersangkutan. 14. Direktur adalah Pimpinan Puskesmas Kota Padang. 15. Pegawai BLUD adalah pegawai yang berstatus PNS dan Non PNS. 16. Upaya Kesehatan Perorangan selanjutnya disingkat UKP adalah setiap kegiatan oleh pemerintah, masyarakat, dan swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. 17. Upaya Kesehatan Masyarakat selanjutnya disingkat UKM adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. 18. Rencana Bisnis dan Anggaran BLUD, yang selanjutnya disebut RBA, adalah dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran yang berisi program, kegiatan, target kinerja dan anggaran suatu BLUD. 19. Pendapatan adalah semua penerimaan dalam bentuk kas dan tagihan BLUD yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode anggaran bersangkutan yang tidak perlu dibayar kembali. 20. Belanja adalah semua pengeluaran dari rekening kas yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh BLUD. 21. Biaya adalah sejumlah pengeluaran yang mengurangi ekuitas dana lancar untuk memperoleh barang dan/atau jasa untuk keperluan operasionsl BLUD. 22. Jasa pelayanan adalah imbalan yang diterima oleh pelaksana pelayanan atau jasa yang diberikan kepada pasien dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan, konsultasi, visite, rehabilitasi medis atau pelayanan lainnya.

BAB II ANGGARAN BLUD Bagian Kesatu Pendapatan BLUD Pasal 2 (1) Pendapatan BLUD bersumber dari: a. dana kapitasi dan non kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); b. hibah; c. retribusi yang sah sesuai Perda; d. lain-lain pendapatan BLUD yang sah; (2) Pendapatan dari hibah: a. hibah tidak terikat; dan b. hibah terikat. (3) Lain-lain pendapatan BLUD yang sah. Pasal 3 (1) Seluruh pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) kecuali yang berasal dari hibah terikat, dapat dikelola langsung untuk membiayai belanja Puskesmas sesuai RBA. (2) Seluruh pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d dilaporkan sebagai jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah pada obyek pendapatan Puskesmas. Bagian Kedua PEMANFAATAN DANA KAPITASI DAN NON KAPITASI Dana Kapitasi Pasal 4 (1) Dana Kapitasi yang telah diterima oleh puskesmas dimanfaatkan untuk : a. pembayaran jasa pelayanan kesehatan; dan b. dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. (2) Pemanfaatan dana kapitasi : a.biaya operasional administrasi umum BLUD sebesar 8%. b. Pembagian jasa pelayanan sebesar 92% dari penerimaan dana kapitasi dengan rincian sebagai berikut : 1. 60 % ( enam puluh per seratus ) dialokasikan untuk jasa pelayanan Puskesmas ; dan 2. 40% ( empat puluh perseratus ) dialokasikan untuk belanja modal, barang dan jasa lainnya. (3) Biaya administrasi umum BLUD pada ayat (2) huruf a dimanfaatkan untuk : a. Honor Dewan Pengawas; b. Honor Pengelola BLUD; c. Honor Pejabat Pengadaan; d. Gaji Tenaga Akuntansi; e. Gaji non PNS pegawai BLUD; f. Gaji dokter non PNS; g. Gaji sopir;

h. Gaji cleaning service; i. Gaji penjaga malam; j. Sarana dan prasarana administrasi umum BLUD (ATK, alat kebersihan, cetak dan penggandaan, jilid, belanja modal, barang dan jasa) ; k. Biaya operasional administrasi umum BLUD ( pemakaian internet bulanan, BBM mobil dinas, perawatan berkala mobil dinas, biaya makan minum pertemuan, biaya narasumber ); l. Biaya operasional pengadaan obat. Pasal 5 (1) Pemanfaatan dana kapitasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (2) angka 1 dimanfaatkan untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan bagi : a. tenaga kesehatan; dan b. tenaga non kesehatan. (2) Pembagian jasa pelayanan kesehatan kepada tenaga kesehatan dan non kesehatan ditetapkan dengan mempertimbangkan variabel : a. jenis ketenagaan dan atau jabatan; dan b. kehadiran c. kinerja d. status kepegawaian; dan e. masa kerja (3) Variabel jenis ketenagaan dan atau jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, dinilai sebagai berikut : a. Tenaga medis, diberi nilai 150; b. Tenaga apoteker atau tenaga profesi keperawatan, diberi nilai 100; c. Tenaga kesehatan setara S1 atau D IV, diberi nilai 60; d. Tenaga non kesehatan minimal setara D3, tenaga kesehatan setara D3, atau tenaga kesehatan dibawah D3 dengan masa kerja paling singkat 10 tahun, diberi nilai 40; e. Tenaga kesehatan dibawah D3 dengan masa kerja kurang dari 10 tahun, diberi nilai 25; dan f. Tenaga non kesehatan dibawah D3, diberi nilai 15. (4) Tenaga sebagaimana di maksud pada ayat (1) yang merangkap tugas administratif sebagai Kepala Puskesmas, Kepala Tata Usaha dan bendahara dana kapitasi dan non kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di beri tambahan masing-masing 30 poin. (5) Variabel kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b dinilai sebagai berikut : a. Hadir dan tidak terlambat setiap hari kerja, diberi nilai 1 poin per hari; atau b. Terlambat hadir atau pulang sebelum waktunya diakumulasi sampai dengan 7 (tujuh) jam, dikurangi 1 poin. (6) Ketidakhadiran akibat sakit atau penugasan keluar oleh Kepala Puskesmas dikecualikan dari penilaian kehadiran sebagaimana dimaksud pada ayat (5). (7) Variabel kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dinilai sebagai berikut : Kinerja pegawai di nilai berdasarkan pencapaian SKP bulanan secara kuantitas, sebagai berikut :

a. >90% target, diberi nilai 10 b. 70%-90% target, diberi nilai 5 c. <70% target, diberi 0 (8) Variabel status kepegawaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d dinilai sebagai berikut : a. Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberi nilai 2 b. PTT/kontrak diberi nilai 1 (9) Variabel masa kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf e dinilai sebagai berikut : a. masa kerja 1-5 tahun diberi nilai 1 b. masa kerja > 5 tahun diberi nilai 2 (10) Jumlah jasa pelayanan yang diterima oleh masing-masing tenaga kesehatan dan non kesehatan dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut : Point ketenagaan- (Jml hari tdk masuk kerja x Point per hari ketenagaan) (Jml hari kerja efektif Jml hari tdk masuk + kerja) + + Jumlah point seluruh ketenagaan Variabel daerah x Total jaspel yang telah ditetapkan Pasal 6 Pemanfaatan dukungan biaya operasional sebesar 40% sebagaimana di maksud dalam Pasal 4 ayat (2) angka 2, dimanfaatkan untuk : a. Belanja obat b. Belanja bahan medis habis pakai c. Belanja bahan kimia laboratorium, reagen dan oksigen d. Belanja pengadaan alat kedokteran umum dan kedokteran gigi e. Belanja pengadaan alat-alat laboratorium kesehatan f. Belanja makan dan minum g. Belanja jasa profesi narasumber h. Belanja fotokopi dan jilid i. Belanja selimut, bantal, kasur, skrem, gorden j. Belanja service ringan alat kesehatan k. Belanja pemeliharaan ringan kantor l. Belanja plastik obat m. Belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih n. Belanja pembakaran sampah medis o. Belanja perjalanan dan transportasi p. Belanja cetak atau dan tulis kantor q. Belanja kawat, faksimili dan internet r. Belanja perbaikan komputer, printer atau servis s. Belanja software, hardware dan printer t. Belanja meubiler u. Belanja alat-alat listrik dan elektronik v. Lain-lainnya yang tidak mempunyai sumber dana

Dana Non Kapitasi Pasal 7 (1) Puskesmas mengusulkan dana non kapitasi kepada BLUD Puskesmas berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. (2) BLUD Puskesmas membayarkan permintaan dana non kapitasi kepada Puskesmas; (3) Dana Non Kapitasi yang telah diterima oleh Puskesmas dimanfaatkan untuk: a. pembayaran jasa pelayanan kesehatan; dan b. dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan. Pasal 8 Dana non kapitasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (3) dimanfaatkan untuk : I. Persalinan a. Puskesmas NO KEGIATAN JASA PELAYANAN 1 2 3 1 Pemeriksaan ANC 100% 2 Persalinan Normal 100% 3 Pelayanan persalinan pervaginam dengan tindakan emergency dasar 100% 4 Pemeriksaan PNC/Neonatus 100% 5 Pelayanan tindakan pasca persalinan 100% 6 Pelayanan Pra rujukan pada komplikasi kebidanan dan neonatal 100% 7 Pelayanan KB 100% b. Jejaring Puskesmas NO KEGIATAN JASA PELAYANAN 1 2 3 1 Pemeriksaan ANC bagi jejaring Puskesmas 100 % 2 Persalinan Normal bagi jejaring Puskesmas 100 % 3 Pemeriksaan PNC bagi jejaring Puskesmas 100 % 4 Pelayanan persalinan pervaginam dengan tindakan emergency dasar bagi jejaring 100 % 5 Pelayanan tindakan pasca persalinan bagi jejaring 100 % 6 Pelayanan Pra rujukan pada komplikasi kebidanan dan neonatal bagi jejaring 100 % 7 Pelayanan KB bagi jejaring 100 %

II. Non Persalinan NO KEGIATAN JASA PELAYANAN 1 2 3 1 Protesa Gigi 100% 2 Pemeriksaan IVA 100% 3 Pemeriksaan Gula Darah 100% III. Rawat Inap Per Hari NO KEGIATAN JASA PELAYANAN 1 2 3 1 Rawat Inap 100 % BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 9 Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Padang. Ditetapkan di Padang pada tanggal 19 Januari 2016 WALIKOTA PADANG, ttd Diundangkan di Padang pada tanggal 19 Januari 2016 MAHYELDI SEKRETARIS DAERAH KOTA PADANG ttd NASIR AHMAD BERITA DAERAH KOTA PADANG TAHUN 2016 NOMOR 5.