Polisi Biarkan Ahmadiyah Diserbu

dokumen-dokumen yang mirip
Saat kasus korupsi terjadi, Hari Sabarno disebut tidak lagi menjabat sebagai Mendagri.

Ahmadiyah selalu mencari kesempatan untuk bisa melakukan aktivitasnya.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Pengalaman dan Perjuangan Perempuan Minoritas Agama Menghadapi Kekerasan dan Diskriminasi Atas Nama Agama

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 99 TAHUN 2012 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ini Dia Kronologis Kebakaran Hutan Yang Habiskan Lahan Riau

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 12 TAHUN 2011 TENTANG LARANGAN KEGIATAN JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA DI JAWA BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

INDEKS KINERJA PENEGAKAN HAM 2011

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Nomor 3/PUU-XIV/2016 Nota Pemeriksaan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Sebagai Dokumen Yang bersifat Rahasia

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENINDAKAN DI BIDANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN TENTANG

I. PENDAHULUAN. Hukum merupakan seperangkat aturan yang diterapkan dalam rangka menjamin

KASUS ETIKA PROFESI POLISI BUNUH ANAK KANDUNG Brigadir Petrus Bakus

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

2 Wewenang, Pelanggaran dan Tindak Pidana Korupsi Lingkup Kementerian Kehutanan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggar

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA DI KOTA BANJAR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sistem transportasi adalah suatu hal yang penting bagi suatu kota,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Dawam Rahardjo: Saya Muslim dan Saya Pluralis

BAB I PENDAHULUAN. harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. 1. Syiah di Sampang pada tahun 2012 yang lalu.

kliping ELSAM KLP: RUU KKR-1999

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

KETENTUAN PERTIMBANGAN ATAU PERSETUJUAN DALAM UNDANG-UNDANG KEMENTERIAN NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2018 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

BAB I PENDAHULUAN. pada tahap interogasi / penyidikan sering terjadi tindakan sewenang-wenang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

2018, No terhadap korban tindak pidana pelanggaran hak asasi manusia yang berat, terorisme, perdagangan orang, penyiksaan, kekerasan seksual, da

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

Sekitar 200-an orang dengan membawa serta anak-anak, melakukan orasi menolak keberadaan GBKP Bandung Timur. Padahal syarat administratif telah tuntas.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA, JAKSA AGUNG, DAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

BAB V ANALISIS SK GUBERNUR NO. 188/94/KPTS/013/2011 DALAM TEORI PERLINDUNGAN EKSTERNAL DAN PEMBATASAN INTERNAL PERSPEKTIF WILL KYMLICKA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PEMBERIAN KOMPENSASI, RESTITUSI, DAN BANTUAN KEPADA SAKSI DAN KORBAN

Jakarta, 6 Agustus Kepada Yang Terhormat:

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR TENTANG TIPIRING

MENCERMATI PENERBITAN PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH TANGGA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Januari-Juni Pemerintah

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2012, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN DAN PENINDAKAN PELANGGARAN LALU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA KABUPATEN KENDAL

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan. Berdasarkan pada uraian yang telah diuraikan pada bab hasil dan

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENGGUGAT dengan ini hendak mengajukan GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM terhadap:

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

BAB VI PENUTUP. perusakan dan pembakaran. Wilayah persebaran aksi perkelahian terkait konflik

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 3/PUU-XIV/2016 Nota Pemeriksaan Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan Sebagai Dokumen Yang bersifat Rahasia

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

anarkis, Polda yogyakarta melakukan upaya sebagai berikut; a. upaya melalui pendekatan dan kerjasama demonstran dengan pihak kepolisian.

BAB I PENDAHULUAN. proses evolusi kapasitas selaku insan manusia, tidak semestinya tumbuh sendiri

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PROMOTE: Pekerjaan Layak bagi Pekerja Rumah Tangga dan Penghapusan Pekerja Rumah Tangga Anak di Indonesia. International Labour Organization

Transkripsi:

Polisi Biarkan Ahmadiyah Diserbu Saiful Rizal Senin, 06 Mei 2013-14:37:23 WIB JAKARTA - Sikap polisi yang tidak tegas terhadap penyerbuan gerombolan organisasi masyarakat (ormas) berbendera Islam terhadap komunitas Ahmadiyah di Tenjowaringin, Salawu, Tasikmalaya, Minggu (5/5) dini hari, disesalkan. Padahal, pihak kepolisian setempat sudah mengetahui bahwa akan ada pergerakan massa menuju lokasi tempat kegiatan yang diadakan jemaah Ahmadiyah. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta Kapolri untuk segera melakukan evaluasi internal di tubuh kepolisian dan mengusut tuntas pelaku-pelaku intoleransi yang melakukan penyerangan warga di Desa Tenjowaringin, Tasikmalaya itu. Selain itu, YLBHI mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memberikan jaminan perlindungan kepada kelompok-kelompok minoritas. "Berdasarkan catatan kami, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang paling lemah memberikan jaminan perlindungan terhadap kelompok-kelompok minoritas," tutur Direktur Advokasi YLBHI, Bahrain kepada SH, Senin (6/5). Juru bicara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Jawa Barat, Dedi Suherman, mengatakan polisi sebenarnya tidak sulit mengusut kasus ini. "Para penyerang menggunakan atribut ormas tertentu. Semuanya jelas. Polisi mestinya mudah mengambil tindakan hukum terhadap kekerasan yang mereka lakukan," ungkapnya, Senin. Kasus ini, menurut Dedi, telah dilaporkan ke polisi. Tidak ada korban jiwa dalam tindak kekerasan itu. Hanya saja sekitar 26 rumah warga dan satu masjid yang biasa digunakan Ahmadiyah rusak. 1

Penyerangan dipicu dipakainya lagi masjid untuk kegiatan jemaah Ahmadiyah. Dedi tidak memungkiri apabila ada kegiatan di masjid itu. Setiap hari kegiatan rutin dilakukan di masjid. Selain ibadah, kegiatan pendidikan sehari-hari dilakukan di sekolah yang berdekatan letaknya dengan masjid. Dia mengatakan, sebelumnya telah beredar kabar masjid dan tempat tinggal jemaah Ahmadiyah di Tasikmalaya itu akan diserbu ormas tertentu. Dengan informasi itu, polisi semestinya bisa melacak. Hal senada dikatakan Bahrain. Menurutnya, polisi sebenarnya sudah mengetahui akan adanya pergerakan massa menuju lokasi jemaah Ahmadiyah. Hal itu dipertegas dengan disiagakannya aparat dari pasukan pengendalian massa (dalmas) sebanyak dua truk untuk pengamanan warga jemaah Ahmadiyah. Tapi, penjagaan itu hanya bertahan sampai sore hari. Dengan dasar masa krisis pengamanan sudah lewat, sehingga diambil keputusan untuk menarik pasukannya dan menyisakan sedikit pasukan antihuru-hara. "Melihat polanya seperti itu, kami melihat penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah Tasikmalaya sudah didesain terlebih dahulu; meskipun kami belum mengetahui siapa aktor di balik penyerangan tersebut. Kami minta polisi mengusut tuntas kasus penyerangan ini," ucapnya. Mengenai rumah warga dan masjid yang dirusak, Dedi mengatakan telah diperbaiki. "Warga tidak ada yang mengungsi. Mereka memilih tetap bertahan di rumah masing-masing," tutur Dedi. Kondisi mulai berangsur-angsur pulih. Desa yang dikenal sebagai permukiman jemaah Ahmadiyah itu telah dijaga polisi guna mencegah terulangnya aksi penyerangan. Kendati demikian, Dedi mengaku warga belum sepenuhnya aman mengingat para pelaku penyerangan belum ditangkap. Proses advokasi dilakukan melalui LBH Bandung. Selain itu, Dedi mengisyaratkan kemungkinan meminta perlindungan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 2

Cabut SKB Ahmadiyah Dengan terulangnya penyerangan kepada Ahmadiyah di Tasikmalaya maka menambah panjang rentetan tindakan intoleransi di Jawa Barat. Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menilai terus berulangnya penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah menunjukkan bahwa pemerintah masih "memelihara" berbagai peraturan yang diskriminatif. Salah satunya adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembatasan Ahmadiyah. "Pada hakikatnya, SKB Pembatasan Ahmadiyah sangat diskriminatif. Sekalipun mengadopsi jaminan kebebasan beragama sebagai konsiderannya, muatan materi SKB justru bertentangan dengan jaminan konstitusional yang menjadi konsiderannya," ungkapnya. Sebagai ganti, pemerintah harus mengeluarkan sebuah UU yang mengatur jaminan kebebasan beragama di Indonesia. Dia menilai, SKB adalah produk ilegal karena tidak ada dalam hierarki perundang-undangan. Pemerintah harus menginisiasi sebuah draf UU yang mengatur jaminan kebebasan beragama. Seperti diketahui, tindak kekerasan kembali terjadi terhadap jemaah Ahmadiyah Tenjowaringin, Salawu, Tasikmalaya, Minggu dini hari. Penyerangan terjadi saat warga Ahmadiyah melakukan pengajian Majelis Taklim di desanya. Pelaku penyerangan berasal dari massa yang tidak jelas, dengan jumlah sekitar 150 orang. Akibat penyerangan, tiga mobil rusak bagian kacanya, satu motor rusak, 29 rumah warga rusak bagian kaca jendela, dan juga bagian kaca jendela fasilitas umum yakni Madrasah Diniyah Imamuddin, SDN I Tenjowaringin, Masjid Baitussubhan dan Musala Nurul Khilafat. Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Widjanarko mengatakan polisi sempat mengadang massa yang melempar batu. Massa mendatangi lokasi kegiatan pengajian Ahmadiyah, maka kami adang, supaya tidak terjadi benturan," ungkapnya. 3

Widjanarko juga mengatakan, puluhan anggota Polres Tasikmalaya sudah dikerahkan sebelumnya untuk mengantisipasi serangan ini. Polisi juga telah berusaha meminta massa untuk tidak mendekati masjid dan kawasan permukiman warga mayoritas Ahmadiyah itu. Namun, saat massa diminta mundur untuk kembali ke jalan raya, menurut dia, tanpa diduga sejumlah orang dari massa itu melemparkan batu ke arah rumah warga dan masjid Ahmadiyah. Sejak 2002, hampir setiap tahun ada saja penyerbuan dan penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah. Bulan lalu, Masjid Al Misbah milik jemaah Ahmadiyah di Jalan Pangrango Terusan, Kelurahan Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, disegel kelompok ormas berbendera Islam. Sampai hari ini, para jemaah Ahmadiyah masih tinggal di masjid tersebut. Shinta Nuriyah, istri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Minggu, menengok jemaah Ahmadiyah di Bekasi dan meminta Pemkot Bekasi membuka segel masjid Ahmadiyah. (Didit Ernanto/Ant) Sumber : Sinar Harapan Presiden: Laporkan Perlakuan Tak Manusiawi Selasa, 07 Mei 2013-08:17:33 WIB (Foto:dok/ist) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tindakan penyekapan terhadap para pekerja di Tangerang tidak dapat dibenarkan. JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau peran aktif masyarakat untuk melaporkan aksi perlakuan tidak manusiawi kepada pekerja sebagaimana kasus penyekapan pekerja di perusahaan Tangerang. "Jika ada perlakuan terhadap pekerja yang tidak manusiawi dan melanggar hukum seperti yang ada di Tangerang, masyarakat agar melaporkan," tulis 4

Presiden Yudhoyono di akun jejaring sosial, twitternya @SBYudhoyono, Senin (6/5) malam. Presiden menegaskan bahwa tindakan penyekapan terhadap para pekerja di Tangerang tidak dapat dibenarkan dan pihak kepolisian telah bekerja untuk menegakkan hukum. Sebelumnya Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta agar pelaku penyekapan para buruh yang terjadi di Tangerang untuk dihukum karena tidak hanya melakukan pelanggaran aturan ketenagakerjaan berat, melainkan juga termasuk dalam pelanggaran hak-hak asasi manusia. Menakertrans juga telah mengintruksikan petugas pengawas ketenagakerjaan dari Kemnakertrans dan Kabupaten Tangerang dan Kemnakertrans untuk berkoordinasi dan bergabung dengan Polres Tangerang untuk identifikasi tindak pidana bidang ketenagakerjaan. Muhaimin mengatakan, saat ini penyidik pegawai pengawas ketenagakerjaan (PPNS) tengah melakukan penyidikan (BAP) atas tindak pidana ketenagakerjaan yang dilakukan secara terpisah dengan BAP Polisi. Jadi selain dituntut secara pidana umum oleh pihak kepolisian, para pelaku juga akan dituntut secara berlapis atas pelanggaran hukum ketenagakerjaan. Selain penanganan hukum pelaku penyekapan, Muhaimin mengatakan pemerintah dan semua pihak terkait telah bekerja sama dan berkoordinasi untuk menangani para buruh korban penyekapan tersebut. Sumber : Ant 5