Implementasi Alat Ukur Kapasitansi Digital (Digital Capacitance Meter) berbasis Mikrokontroler

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODE PENELITIAN. Perancangan sistem dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2014, bertempat di

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Juni 2014 sampai dengan Desember 2014.

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

Rancang Bangun Kapasitansi Meter Berbasis Arduino Board Menggunakan Rangkaian RC, Komparator dan Monostable. Afad Mirza Zulfy

III. METODE PENELITIAN. dari bulan November 2014 s/d Desember Alat dan bahan yang digunakan dalam perancangan Catu Daya DC ini yaitu :

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Mei 2012 sampai

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Juli 2009

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu

III. METODOLOGI PENELITIAN. bertempat di Laboratorium Elektronika Jurusan Teknik Elektro Universitas

BAB I PENDAHULUAN. komponen yang dapat menghitung, mengingat dan mengambil pilihan. dapat digantikan dengan sebuah mikrokontroler.

III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli

Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

Jurnal Einstein 4 (3) (2016): 1-7. Jurnal Einstein. Available online

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014 sampai dengan Januari 2015.

III. METODE PENELITIAN. Pengerjaan tugas akhir ini bertempat di laboratorium Terpadu Teknik Elektro

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Maret 2014,

RANCANG BANGUN AMMETER DC TIPE NON-DESTRUCTIVE BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR EFEK HALL ACS712

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan

RANCANG BANGUN ALAT PENCAMPURAN MINUMAN RINGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai dengan Mei 2015,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dan penulisan laporan tugas akhir dilakukan di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini telah dimulai sejak bulan Agustus

Papan Pergantian Pemain Sepak Bola Berbasis Digital Menggunakan IC4072 dan IC7447

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2014 sampai November

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini ialah dengan melakukan eksperimen secara

III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Teknik Kendali Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung (khususnya Laboratorium teknik digital) dan

Rancang Bangun Interleaved Boost Converter Berbasis Arduino

RANCANG BANGUN AUDIO SPEAKER PORTABLE WIRELESS DENGAN PENGATURAN SUARA SECARA DIGITAL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

RANCANG BANGUN PINTU ELEKTRONIK PERPUSTAKAAN BERBASIS BARCODE DAN MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara

III. METODE PENELITIAN. : Laboratorium Konversi Energi Elektrik Jurusan Teknik Elektro. Universitas Lampung

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satunya adalah mulai tergantinya peranan spanduk dan papan reklame dengan

Pengisi Baterai 12 Volt dan 6 Volt Dengan Tampilan LCD. Bebasis Mikrokontroler ATmega8. Alfian Romadhan. Dosen pembimbing : Dr.

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 2015.

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL SUHU RUANGAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

Rancang Bangun Catu Daya Digital Menggunakan Buck Converter Berbasis Mikrokontroler Arduino

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rangkaian Elektronika

BAB III METODA PENELITIAN

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Golongan A dengan kadar alkohol 1-5% 2. Golongan B dengan kadar alkohol 5-20% 3. Golongan C dengan kadar alkohol 20-55%

BAB III PERANCANGAN SISTEM

RANCANG BANGUN SISTEM OTOMASI PEMBERIAN LABEL TANDA TANGGAL KEDALUARSA (EXPIRED DATE) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2014 sampai dengan selesai.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram blok heart rate dan suhu badan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL TEMPERATUR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 PADA RUANG PENGERING

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Diagram blok cara kerja alat digambarkan sebagai berikut :

BAB III METODOLOGI PENULISAN

MODUL 02 SIMULASI RANGKAIAN ELEKTRONIKA

BAB III METODE PENELITIAN. beberapa alat dan bahan. Berikut ini merupakan alat-alat yang dipergunakan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. pan-tit ini menggunakan model proses V-Model yang dituangkan dalam diagram

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGGUNAAN SENSOR SUHU DAN SENSOR SUARA PADA ALAT PENGAYUN BAYI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51. Oce Dianova. Abstrak

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG PERCOBAAN OSILATOR. Disusun Oleh : Kelompok 2 DWI EDDY SANTOSA NIM

I. PENDAHULUAN. Catu daya DC (power supply) merupakan suatu rangkaian elektronik yang. energi listrik untuk satu atau lebih beban listrik.

BAB III METODE PENELITIAN

SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)

USER MANUAL JAM DIGITAL DENGAN IC AT89S51 MATA DIKLAT : RANCANGAN ELEKTRONIKA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. darah berbasis ATMega8 dilengkapi indikator tekanan darah yang meliputi :

BAB III METODE PENELITIAN

Rancang Bangun Sistem Pengukur Konduktivitas Larutan Elektrolit Menggunakan Mikrokontoler AT89C51.

Pengukuran Pulse Width Modulation sebagai Pengatur Resistansi Sensor Cahaya

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2011 sampai dengan Maret

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SIMULASI SISTEM PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS

RANCANG BANGUN OTOMASI SISTEM PENGISIAN DAN PENGONTROLAN SUHU AIR HANGAT PADA BATHTUB MENGGUNAKAN DETEKTOR FASA. Tugas Akhir

BAB III METODE PENELITIAN. dilaksanakan di Laboratorium Biofisika dan Laboratorium Teknobiomedik,

III. METODELOGI PENELITIAN. Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah

BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan sistem kendali yang efektif, efisien dan tepat. Sesuai dengan

Desain Sistem Kontrol Sudut Penyalaan Thyristor Komutasi Jaringan Berbasis Mikrokontroler PIC 16F877

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi jurusan Fisika Universitas

TUGAS AKHIR KODE MK : UM SURABAYA

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

PEMBUATAN ALAT UKUR FREKUENSI DARI GENERATOR SINYAL BERBASIS ATMEGA16 TUGAS AKHIR

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

PEMBUATAN PERANGKAT SENSOR SUHU DAN CAHAYA BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Rangkaian Listrik. Modul Praktikum. A. AVO Meter

BAB IV PENGUJIAN SISTEM

BAB III. RANCANG BANGUN ALAT

AKHIR TUGAS OLEH: JURUSAN. Untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan komponen yang digunakan untuk pembuatan rangkaian modul. adalah sebagai berikut : 3. Kapasitor 22nF dan 10nF

III. METODE PENELITIAN

Rancang Bangun Alat Penentu 16 Arah Mata Angin Dengan Keluaran Suara

Display LCD. Menggunakan Arduino Uno MinSys

Transkripsi:

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Implementasi Alat Ukur Kapasitansi Digital (Digital Capacitance Meter) berbasis Mikrokontroler Ahmad Saudi Samosir Jurusan Teknik Elektro FT Universitas Lampung Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung ahmad.saudi@eng.unila.ac.id Intisari Kapasitansi Meter merupakan alat yang penting bagi seorang perancang elektronika, karena sangat berguna dalam perancangan dan pembuatan suatu rangkaian elektronika yang membutuhkan keakuratan nilai kapasitansi dari kapasitor yang digunakan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi sebuah alat ukur kapasitansi secara digital (digital capacitance meter) menggunakan mikrokontroler. Kata kunci -- Alat ukur Kapasitansi, digital, Mikrokontroler, Kapasitansi meter digital Abstract - Capacitance meter is an important device for an electronic designer, since it is useful for designing an electronic circuits that need the accurate value of capacitor. The project is aimed to design and implement a digital capacitance meter by using microcontroller. Keywords -- Capacitance Meter, digital, Microcontroller, digital capacitance meter I. PENDAHULUAN Kapasitor merupakan salah satu komponen elektronika yang sangat penting, karena hampir selalu dipakai dalam setiap peralatan elektronika. Seperti halnya komponen elektronika lainnya, kapasitor juga mempunyai besaran atau nilai tertentu yang menunjukkan ukuran atau kemampuan dari kapasitor tersebut. Besaran pada kapasitor disebut dengan kapasitansi. Kapasitansi dari sebuah kapasitor menunjukkan kemampuan dari kapasitor untuk menyimpan muatan listrik. Untuk mengetahui besarnya nilai kapasitansi dari suatu kapasitor, biasanya dapat dilihat langsung pada label kemasannya, tetapi sayangnya nilai kapasitansi yang tercantum pada kemasan kapasitor bukanlah nilai kapasitansi yang sebenarnya, tetapi merupakan range nilai kapasitansi dengan toleransi tertentu. Sebagai contoh, bila pada kemasan kapasitor tertera J104, ini berarti nilai kapasitor sebesar 100 nf dengan toleransi 10%. Jadi nilai kapasitansi yang sebenarnya berada pada range nilai 90 nf sampai 110 nf. Pada prakteknya sering juga terjadi label pada kemasan kapasitor sudah terhapus, atau nilai kapasitansi yang sebenarnya dari kapasitor sudah tidak sesuai lagi dengan nilai kapasitansi yang tertera pada kemasan seiring dengan berjalan nya waktu penggunaan kapasitor tersebut. Karena berubahnya nilai kapasitansi ini dapat mempengaruhi kinerja dari rangkaian, maka dirasakan sangatlah penting untuk dapat mengetahui nilai kapasitansi sebenarnya dari sebuah kapasitor dengan tidak hanya melihat label kemasannya saja, tetapi dengan pengukuran secara langsung. Pengukuran langsung dapat dilakukan menggunakan alat ukur kapasitansi atau sering disebut kapasitansi meter (capacitance meter). Bagi seorang perancang elektronika, keberadaan kapasitansi meter sangatlah penting, karena sangat membantu dalam perancangan dan pembuatan suatu rangkaian elektronika yang membutuhkan keakuratan nilai kapasitansi dari kapasitor yang digunakan. Berbeda dengan alat ukur piranti elektronika lainnya seperti voltmeter, ampermeter dan ohmmeter yang sudah banyak dijumpai dan dapat diperoleh dengan mudah, alat ukur kapasitansi (capacitance meter) masih sulit dijumpai di pasaran. Oleh

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 22 karena itu pada penelitian ini akan dilakukan perancangan dan pembuatan sebuah alat yang mampu mengukur nilai kapasitansi sebenarnya dari sebuah kapasitor. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan mengimplementasikan sebuah alat ukur kapasitansi secara digital (digital capacitance meter) menggunakan mikrokontroler. II. TINJAUAN PUSTAKA Mikrokontroler merupakan suatu terobosan baru dalam hal teknologi mikroprosesor dan mikrokomputer. Mikrokontroler hadir memenuhi kebutuhan pasar dengan teknologi baru, yaitu teknologi semikonduktor dengan kandungan transistor yang lebih banyak namun hanya membutuhkan ruang yang kecil serta dapat diproduksi secara masal sehingga harganya menjadi lebih murah dibandingkan mikroprosesor. Sebagai kebutuhan pasar, mikrokontroler hadir untuk memenuhi selera industri dan para konsumen akan kebutuhan dan keinginan alat alat bantu dan mainan yang lebih baik dan canggih. Mikrokontroler dapat diumpamakan sebagai bentuk minimum dari sebuah mikrokomputer, memiliki perangkat keras, perangkat lunak, memori, CPU dan lain sebagainya yang terpadu dalam satu keping IC. Untuk kebutuhan alat kontrol yang fleksibel dan mudah dibawa kemana mana serta dapat diprogram ulang (reprogrammable), misalnya sebagai inti dari alat kontrol penampil tulisan, sistem pengukuran jarak jauh (telemetri) dan lain lain, dibutuhkan piranti yang bisa mengantisipasi hal tersebut, salah satunya adalah mikrokontroler. Dalam perkembangannya mikrokontroler telah mengambil peran penting dalam dunia sistem elektronika terutama dalam aplikasi elektronika konsumen. [1,2] Parker telah merancang sebuah kapasitansi meter yang sederhana untuk keperluan para penggemar elektronika (hobbies). Rangkaian dibangun menggunakan komponen analog. Penunjukan nilai kapasitansi masih menggunakan alat penunjuk jarum. [3] Gendron telah merancang sebuah model kapasitansi meter digital menggunakan IC CMOS decoder tiga digit (three digit decoder driver chip) MC 14553 dari Motorola. Rangkaian terdiri atas beberapa bagian, yaitu oscillator, counter, Pulse Conditioning, amplifier, Pulse shaper dan Counter Display. Setiap bagian rangkaian dibangun secara diskrit menggunakan IC digital. [4] Zhou Xiao-qi dkk, telah merancang dan mengimplementasikan Digital Capacitance Meter berbasis FPGA. [5] Pada penelitian ini akan dirancang dan diimplementasikan sebuah alat ukur kapasitansi secara digital (digital capacitance meter) berbasis mikrokontroler. Dengan memanfaatkan sifat mikrokontroler yang fleksibel dan dapat diprogram ulang (reprogrammable), diharapkan akan didapatkan sebuah alat ukur kapasitansi (capacitance meter) yang akurat, simpel dan bermutu baik. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini antar lain: Mikrokontroler AT89C51, Komponen Elektronika, LCD (Liquid Crystal Display), Multimeter Digital, Osiloskop, Solder, Timah, Penyedot Timah, Project Board, kabel jumper, PCB Polos, Larutan Feri Clorit (FeCl3), Bor PCB, DC Power Supply, Seperangkat komputer dan downloader Mikrokontroler AT89C51.

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 23 B. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini dapat diuraikan sbb: Pada tahap pertama dilakukan perancangan alat ukur kapasitansi. Perancangan yang dilakukan meliputi perancangan model rangkaian, jenis komponen dan nilai dari komponen yang digunakan. Kemudian dilakukan simulasi melalui komputer untuk melihat unjuk kerja dari rangkaian yang telah dirancang. Pada tahap berikutnya dilakukan pembuatan rangkaian (perangkat keras) dari alat ukur kapasitansi berdasarkan hasil perancangan yang telah dibuat. Pertama tama rangkaian disusun pada Project Board sesuai rancangan, kemudian diujicoba. Bila kinerja rangkaian sudah sesuai dengan yang diinginkan kemudian dibuatkan layout PCB nya dan komponen komponen disolder ke PCB. Setelah rangkaian dibuat dilakukan pembuatan program (perangkat lunak) dari alat ukur kapasitansi. Pada tahap ini Mikrokontroler diprogram untuk menghitung nilai kapasitansi dari kapasitor yang diukur. Proses pengisian program ke mikrokontroler dilakukan dengan menggunakan Downloader. Kemudian dilakukan uji coba pengukuran kapasitansi dari berbagai jenis kapasitor. Nilai kapasitansi yang ditunjukan oleh alat ukur dicatat sebagai data percobaan dan dilakukan pengamatan untuk semua kapasitor yang diukur. Sebagai data pembanding akan dilakukan pengukuran kapasitas kapasitor menggunakan kapasitansi meter yang ada di laboratorium. Bila masih terdapat perbedaan penunjukan nilai, akan dilakukan kalibrasi dengan merubah konstanta konstanta perhitungan pada program mikrokontroler. Program diperbaiki dan disempurnakan sampai alat ukur dapat menunjukkan nilai kapasitansi yang sebenarnya. Gbr. 1 Foto Alat Ukur Kapasitansi Digital yang telah dibuat. Gbr. 2 Foto Pengukuran Kapasitas Kapasitor menggunakan LCR Meter

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 24 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini telah dilakukan serangkaian kegiatan yang pelaksaannya mengacu kepada metodologi penelitian yang direncakan. Dari kegiatan penelitian telah di rancang dan di implementasikan sebuah alat ukur kapasitansi secara digital (digital capacitance meter) berbasis mikrokontroler. Foto dari Alat ukur Kapasitansi (Digital Capacitance Meter) yang telah di buat diperlihatkan pada gambar 1. Untuk melihat unjuk kerja dari alat ukur kapasitansi yang dibuat, telah dilakukan uji coba pengukuran kapasitas dari kapasitor menggunakan alat yang telah dibuat. Sebagai pembanding digunakan data hasil pengukuran kapasitas kapasitor dengan menggunakan LCR Meter yang tersedia di Laboratorium. Gambar 2 memperlihatkan foto pengukuran kapasitas kapasitor menggunakan LCR Meter yang tersedia di Laboratorium. Pada Gambar 3 diperlihatkan foto foto dari beberapa kapasitor yang diukur, beserta foto tampilan hasil pengukuran pada alat ukur kapasitansi yang telah dibuat. Data lengkap hasil pengukuran diperlihatkan pada Tabel 1. Pada tabel 1 diperlihatkan hasil pengukuran kapasitansi kapasitor dari 25 macam ukuran. Masing masing kapasitor diukur kapasitansinya dua kali, pengukuran pertama diukur dengan LCR meter yang tersedia di Laboratorium, kemudian pengukuran kedua dilakukan dengan alat ukur kapasitansi yang dibuat. Dari hasil pengukuran terlihat bahwa nilai kapasitansi yang ditunjukkan oleh alat ukur yang dibuat tidak jauh berbeda dengan nilai kapasitansi yang ditunjukkan oleh LCR Meter. Dari tabel 1 dapat dihitung bahwa rata rata perbedaan nilai hasil pengukuran dengan menggunakan LCR Meter dan alat ukur yang dibuat adalah sebesar 1,127 %. Data hasil pengukuran nilai kapasitansi kapasitor menggunakan kedua alat diatas ditampilkan dalam bentuk grafik seperti yang ditunjukkan pada gambar 4. Gbr. 3 Foto dari beberapa kapasitor dan tampilan hasil pengukuran kapasitansinya Gbr. 4 Grafik Hasil Pengukuran Nilai Kapasitansi Dari grafik terlihat bahwa nilai kapasitansi yang ditunjukkan oleh kedua alat tersebut sangatlah dekat bahkan kurvanya berhimpit. Hal ini menunjukkan bahwa nilai

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 25 kapasitansi yang diperoleh dari hasil pengukuran dengan alat ukur kapasitansi yang dibuat pada penelitian ini sudah cukup akurat. No Tabel 1. Hasil Pengukuran kapasitas dari beberapa kapasitor Nilai pada Label Hasil Pengukuran dengan LCR Meter (n Farad) Hasil pengukuran dengan Alat yang dibuat (n Farad) Perbedaan (%) 1 1.0 1.051 1 4.852521 2 1.8 1.736 1.7 2.073733 3 2.0 2.04 2 1.960784 4 2.2 2.19 2.2 0.45662 5 2.7 2.78 2.7 2.877698 6 3.3 3.51 3.5 0.2849 7 4.7 5.03 5 0.596421 8 5.0 5.08 5 1.574803 9 5.6 5.73 5.7 0.52356 10 6.8 7.13 7 1.823282 11 8.2 8.54 8.4 1.639344 12 10.0 10.53 10.4 1.234568 13 15.0 15.35 15.2 0.977199 14 18.0 19.32 19.1 1.138716 15 20.0 21.2 21.2 0 16 33.0 34.8 34.6 0.574713 17 39.0 39.4 39.2 0.507614 18 47.0 49.3 49 0.608519 19 56.0 57.4 56.8 1.045296 20 68.0 68.3 67.9 0.585652 21 100.0 103.6 102.8 0.772201 22 150.0 158.4 159.9 0.94697 23 220.0 230.0 232.2 0.95652 24 330.0 332.0 332.6 0.18072 25 470.0 496.0 497.2 0.24194

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 26 V. KESIMPULAN Pada penelitian ini telah berhasil dirancang dan diimplementasikan sebuah alat ukur kapasitansi secara digital (Digital Capacitance Meter) berbasis mikro-kontroler. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ukur kapasitansi yang dibuat dapat mengukur nilai kapasitansi dari kapasitor secara baik. Dari hasil pengamatan terbukti bahwa hasil pengukuran nilai kapasitansi menggunakan alat ukur kapasitansi yang dibuat tidak jauh berbeda dengan hasil pengukuran nilai kapasitansi menggunakan LCR Meter yang ada di Laboratorium. REFERENSI [1] Putra, A.E., Belajar Mikrokontroler AT89C51/52/55, Teori dan Aplikasi, 2002, Penerbit Gava Media, Yogyakarta. [2] Malik, M.I. dan Anistardi, Bereksperimen dengan Mikrokontroler 8031, 1997, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [3] Parker, P., Capacitance Meter, Gateway Projects & Technical Page, http://www.alphalink.com. [4] Gendron, Laurier, Digital Capacitance Meter, 2000, http://members.shaw.ca/roma/dcm.htm [5] ZHOU Xiao-qi, ZHENG Yang-ming, JIN Zhong-he, WANG Yue-li, Digital Capacitance Measurement System Based on FPGA, 2008. Chinese Journal of Sensors and Actuators.