Ruang Lingkup Laboratorium No. LP-022-IDN

dokumen-dokumen yang mirip
Masa berlaku: Alamat : Jl. Sokonandi No. 9, Yogyakarta Oktober 2009 Telp. (0274) ; ; Faks.

Masa berlaku: Alamat : Jl. Sokonandi No. 9, Yogyakarta Juni 2008 Telp. (0274) ; ; Faks. (0274)

22 Aqustus 202 Lingkup Akreditasi. SNI ISO 17202:2O10 Dimensi kain tenun

P E M E R I N T A H K A B U P A T E N S L E M A N

Masa berlaku: Alamat : Jl. Sangkuriang No. 12 Bandung Juli 2009 Telp. (022) ; Faks. (022) ,

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/331/KPTS/013/2012 TENTANG

Mutu dan cara uji sepatu pengaman dari kulit dengan sistem goodyear welt

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/330/KPTS/013/2012 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/331/KPTS/013/2012 TENTANG

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

GUNAKAN KOP SURAT PERUSAHAAN FORMULIR PERMOHONAN IZIN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE SUMBER AIR

SPESIFIKASI TEKNIS Jenis Barang Satuan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Kode Rekening :

ADENDUM / AMANDEMEN KESATU ATAS DOKUMEN PENGADAAN SEPATU DINAS PEGAWAI

SNI butir A Air Minum Dalam Kemasan Bau, rasa SNI butir dari 12

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

Laboratorium Pengujian Bidang Struktur dan Konstruksi Bangunan

SKEMA SERTIFIKASI BAN KENDARAAN BERMOTOR

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

3. METODE PENELITIAN. Gambar 3. Peta lokasi pengamatan dan pengambilan sampel di Waduk Cirata

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :...

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA

L A M P I R A N DAFTAR BAKU MUTU AIR LIMBAH

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG

Kemasan Alumunium dan Alumunium Foil

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KAWASAN INDUSTRI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

TARIF LINGKUP AKREDITASI

selanjutnya penulis mengolah data dan kemudian menyusun tugas akhir sampai

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

22 Desember 2006 Telp. (022) , Faks. (022) s/d 21 Desember 2010 Lingkup Akreditasi

Masa berlaku: Alamat : Jl. Gayung Kebonsari Dalam 12 A, Surabaya Oktober 2007 Telp. (031) ; Faks.

Masa berlaku: Alamat : Jl. Gayung Kebonsari Dalam 12 A, Surabaya Juni 2009 Telp. (031) ; Faks.

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO SERI. E

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KAWASAN INDUSTRI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

SPESIFIKASI TEKNIS TENDA SERBAGUNA TYPE-1 Nomor : Kain filament polyester 100% double side coated.

Papan partikel SNI Copy SNI ini dibuat oleh BSN untuk Pusat Standardisasi dan Lingkungan Departemen Kehutanan untuk Diseminasi SNI

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 51/MENLH/10/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PUSAT STANDARDISASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I.

BAB IV HASIL DAN ANALISA. pengujian komposisi material piston bekas disajikan pada Tabel 4.1. Tabel 4.1 Hasil Uji Komposisi Material Piston Bekas

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 21/ KPTS/013/2005 TENTANG

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen portland komposit

BAB I PENDAHULUAN. dalam penunjang aktivitas di segala bidang. Berbagai aktivitas seperti

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Penelitian Prodi Kimia UII.

Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN. Lanjutan Nilai parameter. Baku mutu. sebelum perlakuan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Lampiran 1. Dokumentasi Penelitian. Pengambilan Sampel Rhizophora apiculata. Dekstruksi Basah

Rancang Bangun Jari-Jari Velg Sepeda Menggunakan Material Kayu

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BIRO SARANA DAN PRASARANA. Pengadaan Tutup Kepala TA. 2015

Bab V Hasil dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN. Aluminium (Al) adalah salah satu logam non ferro yang memiliki. ketahanan terhadap korosi, dan mampu bentuk yang baik.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Polusi. Suatu zat dapat disebut polutan apabila: 1. jumlahnya melebihi jumlah normal 2. berada pada waktu yang tidak tepat

MATERI DAN METODE. Materi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dijadikan tanaman perkebunan secara besaar besaran, karet memiliki sejarah yang

HASIL DAN PEMBAHASAN

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/310/KPTS/013/2012 TENTANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Material Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah :

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB III LANDASAN TEORI. penambal, adukan encer (grout) dan lain sebagainya. 1. Jenis I, yaitu semen portland untuk penggunaan umum yang tidak

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1. Nama unsur hara dan konsentrasinya di dalam jaringan tumbuhan (Hamim 2007)

ph TSS mg/l 100 Sulfida mg/l 1 Amonia mg/l 5 Klor bebas mg/l 1 BOD mg/l 100 COD mg/l 200 Minyak lemak mg/l 15

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LAUT

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2003 NOMOR : 6 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 6 TAHUN 2005 T E N T A N G

I. Tujuan Setelah praktikum, mahasiswa dapat : 1. Menentukan waktu pengendapan optimum dalam bak sedimentasi 2. Menentukan efisiensi pengendapan

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II DASAR TEORI. Mesin perajang singkong dengan penggerak motor listrik 0,5 Hp mempunyai

TUGAS AKHIR STUDI PENYUSUTAN DIMENSI HASIL PRES MOLD KARET ALAM UNTUK KOMPONEN SEPEDA MOTOR

Bab IV Hasil dan Pembahasan

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT

PENGARUH PENAMBAHAN KARET SOL PADA BETON ASPAL YANG TERENDAM AIR LAUT (204M)

SL-MU-AU-SUAO1 (termometer) Kebisingan. 3as Analvzer/SL-MU-AU-G401 Nitrosen Monoksida (NO) 3as Analvzer/SL-MU-AU-GAO 1

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

-2- dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah atas Laboratorium

Lampiran 1. Pengukuran Konsentrasi Logam Sebenarnya

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pedal Thresher dan Pedal Thresher Lipat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS BOD dan COD DI SUNGAI SROYO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI DI KECAMATAN JATEN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

SKEMA SERTIFIKASI BAN MOBIL PENUMPANG (PC) SNI

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 09 TAHUN 2006 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH NIKEL

APLIKASI REAKSI REDOKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI Oleh : Wiwik Suhartiningsih Kelas : X-4

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BERUPA LABORATORIUM

DAMPAK PENGOPERASIAN INDUSTRI TEKSTIL DI DAS GARANG HILIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DAN AIR PASOKAN PDAM KOTA SEMARANG

ANALISIS SIFAT MEKANIK MATERIAL TROMOL REM SEPEDA MOTOR DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CHROMIUM TRIOXIDE ANHYDROUS (CrO 3 )

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

HASIL DAN PEMBAHASAN. standar, dilanjutkan pengukuran kadar Pb dalam contoh sebelum dan setelah koagulasi (SNI ).

Jenis pengujian atau. Spesifikasi, metode pengujian, yang diuji. sifat-sifat yang diukur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pertumbuhan penduduk dan populasi penduduk yang tinggi

A = berat cawan dan sampel awal (g) B = berat cawan dan sampel yang telah dikeringkan (g) C = berat sampel (g)

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN. 3 bulan. Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Program Teknik Mesin,

I.1.1 Latar Belakang Pencemaran lingkungan merupakan salah satu faktor rusaknya lingkungan yang akan berdampak pada makhluk hidup di sekitarnya.

Transkripsi:

Lingkup Akreditasi No Bidang pengujian Bahan atau produk yang diuji Ruang Lingkup Laboratorium No. LP-022-IDN Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur 1 Fisika Karet dan produk karet Tegangan putus SNI 0778-2009 butir 6.2.1 Perpanjangan putus SNI 0778-2009 butir 6.2.1 Kekerasan SNI 0778-2009 butir 6.2.2 Ketahanan sobek SNI 0778-2009 butir 6.2.3 Perpanjangan tetap SNI 0778-2009 butir 6.2.4 Bobot jenis SNI 0778-2009 butir 6.2.5 Ketahanan kikis SNI 0778-2009 butir 6.2.6 Ketahanan retak lentur SNI 0778-2009 butir 6.2.7 Spesifikasi, metode pengujian, teknik yang digunakan Tebal SNI 19-1144-1989 butir 4.1 Pampatan tetap MU III.b.2.LPK.007 (visual) 2 Fisika Karung tenun plastik poliolefin Panjang karung tenun SNI 19-0057-1998 butir 6.1.1 Lebar karung tenun SNI 19-0057-1998 butir 6.1.2 Konstruksi karung tenun : SNI 19-0057-1987 butir 5.1.4.2 Tetal lusi per 10 cm Tetal pakan per 10 cm SNI 19-0057-1987 butir 5.1.4.2 Lebar pita SNI 19-0057-1998 butir 6.1.3 Kekuatan tarik per 5 cm : SNI 19-0057-1998 butir 6.1.4 - Arah lusi - Arah pakan SNI 19-0057-1998 butir 6.1.4 Kekuatan jahitan karung tenun SNI 19-0057-1998 butir 6.1.5 Jumlah setik per 10 cm SNI 19-0057-1998 butir 6.1.6 Lebar lipatan SNI 19-0057-1998 butir 6.1.7 Jarak jahitan dari tepi SNI 19-0057-1998 butir 6.1.8 Panjang ekor jahitan SNI 19-0057-1998 butir 6.1.9 Kemuluran (elongation) SNI 19-0057-1998 butir 6.1.10 Ketahanan terhadap kerusakan SNI 19-0057-1998 butir 6.1.12 Nilai kekuatan jatuh karung SNI 19-0057-1998 butir 6.1.11

3 Fisika Kantung dalam Panjang kantung dalam SNI 19-0057-1998 butir 6.2.1 Lebar kantung dalam SNI 19-0057-1998 butir 6.2.2 Tebal kantung dalam SNI 19-0057-1998 butir 6.2.3 Kekuatan tarik per 5 cm kantung dalam : - Arah mesin SNI 19-0057-1998 butir 6.2.4 - Arah melintang SNI 19-0057-1998 butir 6.2.4 Kekuatan tarik lekat panas per 2,54 cm SNI 19-0057-1998 butir 6.2.5 Jarak lekat panas SNI 19-0057-1998 butir 6.2.6 Kekuatan sobek kantung dalam : - Arah mesin SNI 19-0057-1998 butir 6.2.7 - Arah melintang SNI 19-0057-1998 butir 6.2.7 Kemuluran (elongation) kantung dalam SNI 19-0057-1998 butir 6.2.8 4 Fisika Ban mobil penumpang Dimensi : SNI 06-0098-2002 butir 7.1 - Lebar total SNI 06-0098-2002 butir 7.1.2.1 - Diameter total SNI 06-0098-2002 butir 7.1.2.2 Batas kedalaman alur (TWI) SNI 06-0098-2002 butir 7.2 Ketidakdudukan bead untuk tubeless SNI 06-0098-2002 butir 7.3 Breaking energy SNI 06-0098-2002 butir 7.4 Ketahanan ban terhadap berbagai beban SNI 06-0098-2002 butir 7.5 Ketahanan ban terhadap berbagai kecepatan SNI 06-0098-2002 butir 7.6 5 Fisika Ban dalam kendaraan bermotor Kuat tarik dan perpanjangan putus SNI 06-6700-2002 butir 7.1 Kemuluran tetap SNI 06-6700-2002 butir 7.2 Pengusangan (aging test) SNI 06-6700-2002 butir 7.3 6 Fisika Ban truk dan bus Dimensi: SNI 06-0099-2002/AmdI:2010 butir 7.1 - Lebar total SNI 06-0099-2002/AmdI:2010 butir - Diameter total SNI 06-0099-2002/AmdI:2010 butir Batas kedalaman alur (TWI) SNI 06-0099-2002 butir 7.2 Breaking energy SNI 06-0099-2002 butir 7.3 Ketahanan ban terhadap berbagai beban SNI 06-0099-2002 butir 7.4

7 Fisika Ban truk ringan Dimensi: SNI 06-0100-2002/AmdI:2010 butir 7.1 - Lebar total SNI 06-0100-2002/AmdI:2010 butir - Diameter total SNI 06-0100-2002/AmdI:2010 butir Batas kedalaman alur (TWI) SNI 06-0100-2002 butir 7.2 Breaking energy SNI 06-0100-2002 butir 7.3 Ketahanan ban terhadap berbagai beban (endurance) SNI 06-0100-2002 butir 7.4 Ketahanan ban terhadap berbagai kecepatan (high speed) SNI 06-0100-2002 butir 7.5 8 Fisika Ban sepeda motor Dimensi : SNI 06-0101-2002 butir 7.1 Lebar total SNI 06-0101-2002 butir 7.1.2.1 Diameter total SNI 06-0101-2002 butir 7.1.2.2 Batas kedalaman alur (TWI) SNI 06-0101-2002 butir 7.2 Breaking energy SNI 06-0101-2002 butir 7.3 Ketahanan ban terhadap berbagai beban SNI 06-0101-2002 butir 7.4 Ketahanan ban terhadap berbagai kecepatan SNI 06-0101-2002 butir 7.5 9 Kimia Botol plastik, wadah obat, Ketahanan terhadap asam SNI 19-2946-1992 butir 5.2.2 kosmetik Ketahanan terhadap basa SNI 19-2946-1992 butir 5.2.3 10 Kimia Sarung tangan karet Pengembangan dalam fuel B SNI 06-1301-1989 butir 6.1.8 11 Kimia Produk karet Pengembangan dalam Benzol SNI 06-1144-1989 butir 4.7 12 Fisika/Kimia Kulit Organoleptis SNI 0234:2009, butir 6.3 Tebal kulit SNI 0234:2009, butir 6.4.1 Penyerapan air kulit tersamak SNI 06-0997-1989 Ketahanan bengkuk kulit tersamak SNI 06-0995-1989 Kekuatan tarik dan kemuluran kulit SNI 06-1795-1990 Kekuatan letup kulit SNI 06-4574-1998 Kekuatan jahit kulit SNI 06-1117-1989 Penyamakan SNI 0234:2009, butir 6.4.3 Ketahanan gosok cat tutup SNI 06-0996-1989 Kekuatan sobek kulit SNI 06-1794-1990 Ketahanan kulit terhadap air ISO 5403:2002 - Waktu mulai tembus ISO 5403:2002 - Penyerapan air ISO 5403:2002 - Penetrasi air ISO 5403:2002 Kadar Air SNI 06-0644-1989 Kadar Abu Jumlah SNI 06-0563-1989 Kadar Krom Oksida SNI 06-0564-1989 Kadar Minyak/Lemak SNI 06-0564-1989 ph SNI ISO 4045:2011

13 Fisika Sepatu Sole adhesion test untuk sepatu SNI 0566-2009 14 Fisika/Kimia Sepatu pengaman Keadaan dan kenampakan SNI 0111:2009 butir 7.1.1 SNI 7037:2009 butir 7.1.1 SNI 7079:2009 butir 7.1.1 Bentuk sepatu kanan dan kiri SNI 0111:2009 butir 7.1.1a) SNI 7037:2009 butir 7.1.1a) SNI 7079:2009 butir 7.1.1a) Bagian atas dan bawah SNI 0111:2009 butir 7.1.1b) SNI 7037:2009 butir 7.1.1b) SNI 7079:2009 butir 7.1.1b) Pencantuman tanda, kode, pada sepatu kanan dan kiri SNI 0111:2009 butir 7.1.1c) SNI 7037:2009 butir 7.1.1c) SNI 7079:2009 butir 7.1.1c) Nomor sepatu kanan dan kiri SNI 0111:2009 butir 7.1.2 SNI 7037:2009 butir 7.1.2 SNI 7079:2009 butir 7.1.2 Konstruksi SNI 0111:2009 butir 7.2.1 SNI 7037:2009 butir 7.2.1 SNI 7079:2009 butir 7.2.1 Pengeras depan SNI 0111:2009 butir 7.2.2 SNI 7037:2009 butir 7.2.2 SNI 7079:2009 butir 7.2.2 Jahitan rantai dan kunci SNI 7037:2009 butir 7.2.3 Benang jahit rantai dan kunci SNI 08-1508-1989 - Jumlah lilitan SNI 08-1508-1989 - Kekuatan tarik SNI 08-0269-1989 Tinggi bagian atas sepatu SNI 0111:2009 butir 7.3 SNI 7037:2009 butir 7.3 SNI 7079:2009 butir 7.3 Kuat rekat Bagian atas sepatu dengan sol luar SNI 12-1529-1989 SNI 0111:2009 butir 7.4.1 SNI 7079:2009 butir 7.4.1 Sol tengah dan sol luar (jika ada) SNI 0111:2009 butir 7.4.2 SNI 7037:2009 butir 7.4

Pengeras depan Panjang sisi dalam SNI 7037:2009 butir 7.5.5.1 SNI 7079:2009 butir 7.5.4.1 SNI 0111:2009 butir 7.5.5.1 Ketahanan pukul dengan energi 200 J SNI 7037:2009 butir 7.5.5.2 SNI 7079:2009 butir 7.5.4.2 SNI 0111:2009 butir 7.5.5.2 Ketahanan tekanan dengan beban 15 KN SNI 7037:2009 butir 7.5.5.3 SNI 7079:2009 butir 7.5.4.3 SNI 0111:2009 butir 7.5.5.3 Ketahanan korosi SNI 7037:2009 butir 7.5.5.4 SNI 7079:2009 butir 7.5.5.4 SNI 0111:2009 butir 7.5.5.4 Mutu Bahan Bagian atas sepatu: Tebal SNI 0234:2009, butir 6.4.1 SNI 06-7128-2005 Kekuatan sobek SNI 06-1794-1990 Kekuatan tarik SNI 06-1795-1990 ph SNI ISO 4045:2011 Benang jahit Kekuatan tarik SNI 08-1508-1989 SNI 08-0269-1989 Jumlah lilitan SNI 0111:2009 butir 7.5.2a) Lapis bagian depan dan samping Kekuatan sobek ph SNI 06-1794-1990 SNI ISO 4045:2011 Sol dalam Tebal SNI 06-0462-1989, butir 5.2.1 SNI 0111:2009 butir 7.5.6.1 ph SNI ISO 4045:2011 Penyerapan dan Penguapan air : - Penyerapan air SNI 7037:2009, butir 7.5.6.3.3 a) SNI 7079:2009, butir 7.5.5.3.3 a) SNI 0111:2009 butir 7.5.6.3.3 a)

- Penguapan air SNI 7037:2009, butir 7.5.6.3.3 b) SNI 7079:2009, butir 7.5.5.3.3 b) SNI 0111:2009 butir 7.5.6.3.3 b) Lidah (bila berbeda dengan bagian atas) Kekuatan sobek SNI 06-1794-1990 ph SNI ISO 4045:2011 Sol Luar Area kembangan sol SNI 7037:2009, butir 7.5.7.1 SNI 7079:2009, butir 7.5.6.1 SNI 0111:2009 butir 7.5.7.1 Tebal sol SNI 7037:2009, butir 7.5.7.2 SNI 7079:2009, butir 7.5.6.2 SNI 0111:2009 butir 7.5.7.2 Kekuatan sobek SNI 0778-2009, butir 6.2.3 ISO 34-1:2004 Tegangan putus SNI 0778-2009, butir 6.2.5 Ketahanan kikis SNI 0778-2009, butir 6.2.6 ISO 4649:2002 Berat Jenis SNI 0778-1989, butir 6.2.5 Ketahanan terhadap perluasan sobekan SNI 12-1848-2006, butir 7.3.1 Pengembangan terhadap minyak pelumas SNI 7037:2009, butir 7.5.7.7 SNI 7079:2009, butir 7.5.6.7 SNI 0111:2009 butir 7.5.7.8 Ketahanan terhadap hidrolisis SNI 7037:2009, butir 7.5.7.8 SNI 7079:2009, butir 7.5.7.8 Kekerasan SNI 0778-2009, butir 6.2.2 15 Fisika Rol Karet Pengupas Gabah Ukuran rol karet dan velg (lebar dan diameter) : Diameter luar Diameter dalam Diameter Flensa Diameter lubang baut Diameter lingkaran dasar lubang baut Lebar rol Lebar dalam

Tebal velg Tebal Flensa Uji visual butir 7.1 Uji mekanik : Tegangan putus butir 7.2.1 Perpanjangan putus butir 7.2.1 Kekerasan sebelum pemanasan butir 7.2.2.1 Kekerasan setelah pemanasan butir 7.2.2.2 Ketahanan kikis DIN butir 7.2.3 16 Kimia Air dan air limbah Biochemical Oxygen Demand, BOD SNI 6989.72:2009 Chemical Oxygen Demand, COD SNI 6989.73:2009 Sulfida SNI 6989.70:2009 SNI 6989.75:2009 TSS SNI 06-6989.3-2004 Amonia SNI 06-6989.30-2005 Besi, Fe SNI 6989.4:2009 Mangan, Mn SNI 6989.5:2009 Tembaga, Cu SNI 6989.6:2009 Seng, Zn SNI 6989.7:2009 Timbal, Pb SNI 6989.8:2009 Kadmium, Cd SNI 6989.16:2009 Krom total, Cr-T SNI 6989.17:2009 Nikel, Ni SNI 6989.18:2009 Minyak dan lemak SNI 6989.10:2011 ph SNI 06-6989.11-2004 17 Fisika/kimia/mekanik Sepatu Bot PVC Desain : SNI 12-1848-2006 butir 7.1.1 - Tinggi bagian atas sepatu SNI 12-1848-2006 butir 7.1.2.1 - Tebal bagian atas sepatu SNI 12-1848-2006 butir 7.1.2.2 - Tebal foksing di bagian atas hak SNI 12-1848-2006 butir 7.1.2.2 - Tebal foksing di bagian depan jari-jari SNI 12-1848-2006 butir 7.1.3 - Lebar foksing SNI 12-1848-2006 butir 7.1.4 - Tebal bagian bawah sepau pada sol luar dengan SNI 12-1848-2006 butir 7.1.4 kembangan - Tebal bagian bawah sepatu pada sol luar tanpa kembangan SNI 12-1848-2006 butir 7.1.4

18 Fisika/kimia/mekanik Sepatu Bot PVC Cetak tahan Minyak dan Lemak - Tebal bagian bawah sepatu pada hak dengan kembangan SNI 12-1848-2006 butir 7.1.5 - Tebal bagian bawah sepatu pada hak tanpa kembangan SNI 12-1848-2006 butir 7.1.5 Bagian atas sepatu : - Ketahanan bengkuk, 150.000 bengkukan SNI 12-1848-2006 butir 7.2.1 - Kekuatan tarik Modulus 100% SNI 12-1848-2006 butir 7.2.2 - Perpanjangan putus SNI 12-1848-2006 butir 7.2.2 - Kekerasan SNI 0778-2009 butir 6.2.2.2 Sol luar : - Ketahanan terhadap perluasan sobekan, 150.000 SNI 12-1848-2006 butir 7.3.1 bengkukan - Kekuatan tarik Modulus 100% SNI 12-1848-2006 butir 7.3.2 - Perpanjangan putus SNI 12-1848-2006 butir 7.3.2 - Kekerasan sol SNI 0778-2009 butir 6.2.2.2 - Kekerasan hak SNI 0778-2009 butir 6.2.2.2 Ketahanan terhadap minyak dan lemak Ketahanan bengkuk bagian atas sepatu, 150.000 bengkukan SNI 12-1548-1989 butir 5.2 Ketahanan terhadap perluasan sobekan bagian bawah sepatu, 150.000 bengkukan SNI 12-1548-1989 butir 5.2 19 Fisika/kimia/mekanik Sepatu Bot PVC Tahan Kimia Ketahanan terhadap H2SO4, HCl, NaOH SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.1, 7.3.3.2 Bagian atas sepatu : - Perubahan berat SNI 0778-2009 butir 6.2.2.2 - Perubahan kekerasan SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.2, 7.3.3.4 - Ketahanan bengkuk, 150.000 bengkukan SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.2, 7.3.3.5 Bagian bawah sepatu : Perubahan berat SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.1, 7.3.3.2 Perubahan kekerasan SNI 0778-2009 butir 6.2.2.2 SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.2, 7.3.3.4 Ketahanan terhadap perluasan sobekan, 150.000 bengkukan SNI 12-1547-2005 butir 7.3.3.2, 7.3.3.6 20 Fisika Sepatu kulit Pria Sistem Lem Uji kuat rekat sol luar sol dalam (peel adhesion test) SNI 12-0566 tahun 1989 Uji kuat rekat sol (sole adhesion test) SNI 12-1529 tahun 1989 Uji mutu pengerjaan SNI 2942.2 tahun 2009 butir 7.5 Uji mutu bahan SNI 2942.2 tahun 2009 butir 7.4

Organoleptik SNI 2942.2 tahun 2009 butir 7.2 21 Fisika Sepatu Kulit Wanita Sistem Lem Uji kuat rekat sol luar sol dalam (peel adhesion test) SNI 12-0566 tahun 1989 Uji kuat rekat sol (sole adhesion test) SNI 12-1529 tahun 1989 Uji mutu pengerjaan SNI 2942.1 tahun 2009 butir 7.5 Uji mutu bahan SNI 2942.1 tahun 2009 butir 7.4 Organoleptik SNI 2942.1 tahun 2009 butir 7.2