BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa anak merupakan masa keemasan atau sering disebut masa

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada anak usia dini dilakukan melalui pemberian rangsangan

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI KEGIATAN GERAK DAN LAGU DI KELOMPOK A TK ABA LAMBARA TAWAELI

KEGIATAN LATIHAN GERAK DAN LAGU (JERUK BALI) UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA DINI

BAB I PENDAHULUAN. dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, menurut Undang-Undang Nomor 20

BAB I PENDAHULUAN. kandungan hingga usia 8 tahun. Pendidikan bagi anak usia dini dilakukan melalui

BAB I PENDAHULUAN. Anak sebagai makhluk individu yang unik dan memiliki karakteristik yang

BAB I PENDAHULUAN. mandiri ilmu yang dipelajarinya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. hal ini tercantum dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945 alinea ke empat

BAB I PENDAHULUAN. gembira dapat memotivasi anak untuk belajar. Lingkungan harus diciptakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah Taman Kanak-Kanak (TK). Undang-undang tentang. sistem Pendidikan Nasional Pasal 28 Ayat (3) menyebutkan bahwa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. melalui jalur pendidikan formal (Taman Kanak Kanak, Raudhatul Athfal,

BAB I PENDAHULUAN. untuk memberikan bimbingan belajar kepada anak-anaknya yang mulai memasuki

BAB I PENDAHULUAN. membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. salah satu cara untuk mengubah sikap dan perilaku seseorang atau kelompok

I. PENDAHULUAN. Usia dini merupakan masa keemasan (golden age), oleh karena itu pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan selanjutnya. Pendidikan memegang peranan yang sangat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sejajar atau menyeluruh agar dapat menghasilkan insan sumber daya manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. Anak merupakan potensi sumber daya manusia serta penerus cita-cita perjuangan bangsa

BAB I PENDAHULUAN. membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani agar anak. diselenggarakan pada jalur formal, nonformal maupun informal.

2016 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN TARI KREASI BALI

BAB I PENDAHULUAN. dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat di zaman modren saat. Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 dinyatakan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang merupakan

I. PENDAHULUAN. anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek gerakan,

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan. Pada rentang usia ini anak mengalami the golden years yang. perkembangannya, termasuk perkembangan fisik-motoriknya.

BAB I PENDAHULUAN. maupun Internasional. Pendidikan pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar),

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dan pertumbuhan anak karena merupakan masa peka dalam kehidupan anak. Masa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa usia Taman Kanak-kanak (TK) atau masa usia dini merupakan masa

BAB I PENDAHULUAN. masa yang terjadi sejak anak berusia 0 6 tahun. Masa ini adalah masa yang

BAB 1 PENDAHULUAN. (tumbuh dan kembang) terjadi bersama dengan golden age (masa peka).

BAB I PENDAHULUAN. yang dalam proses pembelajarannya menekankan pada prinsip bermain

I. PENDAHULUAN. Dalam rangka mewujudkan amanat pembukaan Undang-Undang Negara. kehidupan bangsa. Salah satu wahana dalam mencerdaskan setiap warga

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem. Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan dan perkembangan yang pesat bahkan dikatakan sebagai

I. PENDAHULUAN. mencerdaskan dan meningkatkan taraf hidup suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu jenjang pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan musik di dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini adalah suatu proses pembinaan tumbuh kembang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Retna Intania, 2014 Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan

2014 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MENGANYAM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kegiatan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK MELALUI PENERAPAN GERAK DASAR TARI SOUMPAK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. berkembang secara optimal. Berikut pernyataan tentang pendidikan anak usia

perkembangan anak. Sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS yang menyebutkan bahwa:

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala. kemampuan anak sedang berkembang cepat.

dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.

BAB 1 PENDAHULUAN. berusia kurang lebih anam tahun (0-6) tahun, dimana biasanya anak tetap tinggal

BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada

BAB I PENDAHULUAN. sebagai usaha mengoptimalkan potensi-potensi luar biasa anak yang bisa

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Anak Usia Dini mendasari jenjang pendidikan selanjutnya.

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak-anak. Upaya

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh kembang anak pada usia dini akan berpengaruh secara nyata pada

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan sangat cepat, hal ini terlihat dari sikap anak yang terlihat jarang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tiarah, 2015 Meningkatkan keterampilan motorik halus anak aspek menulis melalui media lilin

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya Meningkatkan Nilai-Nilai Keagamaan Anak Usia D ini Melalui Metode Bernyanyi

BAB I PENDAHULUAN. yang di miliki. Di dalam diri mereka telah melekat harkat dan martabat sebagai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. proses perkembangan dengan pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan

(Penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-kanak Riyadush Sholihin Margahayu Kota Bandung) Oleh: Devi Nawang Sasi

BAB I PENDAHULUAN. berbagai periode penting yang terjadi dalam kehidupan anak selanjutnya sampai periode akhir

BAB I PENDAHULUAN. Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia.

2015 PEMBELAJARAN TARI TRANG-TRANG KOLENTRANG PADA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER DI SD GRIBA 5 ANTAPANI BANDUNG

Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum

I PENDAHULUAN. Pada usia prasekolah (3-6 tahun) atau biasa disebut masa keemasan (golden age)

BAB I PENDAHULUAN. kecepatan perkembangan otak anak selama hidupnya artinya Golden Age. kecerdasan anak sebanyak-banyaknya (Suyanto, 2003:6).

BAB I PENDAHULUAN. berperan bagi perkembangan anak. Menurut Gagner dalam Multiple

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. buruknya masa depan bangsa. Jika sejak usia dini anak dibekali dengan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan anak usia dini (PAUD) menurut Hasan (2011: 15), adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan terbatas dalam belajar (limitless caoacity to learn ) yang

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah Tunas harapan bangsa. Mereka ibarat bunga yang tengah

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan usia dini memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan anak karena merupakan pondasi dasar dalam kepribadian anak. Anak yang berusia 5-6 tahun memiliki masa perkembangan kecerdasan yang sangat pesat sehingga masa ini disebut golden age (masa emas). Masa ini merupakan masa dasar pertama dalam mengembangkan berbagai kegiatan dalam rangka pengembangan potensi anak sejak usia dini.pada dasarnya pendidikan anak usia dini menitik beratkan pada peletakan dasar kebeberapa arah, meliputi pertumbuhan pada perkembangan fisik, kecerdasan, dan sosial emosional. Pada perkembangan sosial emosional anak erat kaitannya dengan perilaku anak. Semakin bertambahnya usia anak bertambah pula aneka perilaku anak yang ditujukan, salah satunya yaitu perilaku rasa kepercayaan diri anak. Usia 4-6 tahun merupakan masa penting untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri, karena rasa kepercayaan diri anak perlu ditamankan sejak dini. Hal ini sangat penting sebagai dasar anak untuk dimasa yang akan datang. Kurang menghargai diri sendiri, dalam satu atau beberapa perwujudannya kurang kepercayaan diri, tidak punya identitas diri, tidak memiliki konsep diri, randah diri, atau menistakan diri sering menjerumuskan anak-anak ke dalam jurang depresi, stres, kemarahan atau rasa cemas(john M, 2002 : 114) Rasa kepercayaan diri pada anak perlu ditanamkan sejak anak berusia dini. Hasan (2012 : 164) sangat penting menanamkan rasa kepercayaan diri pada anak sejak dini sebagai dasar anak untuk menerobos suatu peluang dan berani mangambil resiko dimasa yang akan datang. Mulyadi (2010 : 230) menjelaskan bahwa anak yang memiliki rasa kepercayaan diri tinggi, bisa diartikan ia memiliki perangkat yang lebih lengkap ketika menghadapi situasi yang sulit dan berani meminta bantuan jika mereka memerlukannya. Dampak rendahnya rasa kepercayaan diri juga dijelaskan oleh Hasan (2012 : 167) bahwa Kurangnya rasa kepercayaan diri dapat menjadi masalah jika sifat ini

2 berkelanjutan, yaitu memyebabkan potensi anak menjadi tekubur dan anak tidak berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Misalnya, anak yang mmempunyai suara bagus dan berbakat bernyanyi merasa malu untuk mengasah bakatnya dengan les vokal, dan mengikuti kejuaraan, maka suara indahnya akan tersimpan sia-sia dan tidak bertambah indah. Berdasarkan hal tersebut begitu pentingnya pembelajaran gerak dan lagu bagi anak usia dini dalam melatih ketajaman pendengaran dan daya konsentrasi anak terutama pada aspek kecerdasan emosional, kecerdasan musikal dan kecerdasan kinestetik, motorik kasar, dan motorik halus, untuk meningkatkan atau mengembangkan kemampuan mengolah, mengontrol gerakan tubuh, meningkatkan keterampilan serta cara hidup sehat sehingga menunjang pertumbuhan jasmani yang sehat, kuat dan terampil. Kegiatan gerak dan lagu sangat melekat erat dan tidak dapat dipisahkan terutama dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik, rasa kepercayaan diri, serta keberanian mengambil resiko. Karena itu perlu adanya suatu kegiatan yang dapat melatih para pendidik anak usia dini dalam memberikan perangsangan pada anak melalui gerak dan lagu. ada mereka dengan memamerkan gerak-gerak non keseharian, antara lain, dengan spontanitas lenggak-lenggoknya seiring dengan keteraturan "musik" yang kita lantunkan. Atau bila seorang anak mendapatkan barang yang menjadi idaman dan impiannya sepanjang hari, maka seiring dengan diraihnya impian barang tersebut, si anak pasti akan menari-nari. Gallahue (Samsudin, 2008) menyatakan bahwa untuk mengembangkan polapola gerak anak sebaiknya dilakukan melalui aktivitas-aktivitas menari, permainan, olahraga, dan senam, aktivitas-aktivitas tersebut masuk dalam wilayah pendidikan jasmani.berdasarkan pendapat tersebut gerak dan lagu merupakan salah satu kegiatan yang cocok digunakan dalam kegiatan pembelajaran motorik, karena gerak dan lagu

3 merupakan aktivitas yang menuntut anak untuk bergerak seperti halnya kegiatan senam maupun olah raga. Anak usia dini belajar melalui pengalaman langsung. Melalui lagu anak akan memperoleh pengalaman secara langsung. Dengan kegiatan gerak dan lagu yang dinyanyikan secara langsung tanpa menggunakan kaset atau CD serta gerak yang dilakukan mengikuti lagu yang dinyanyikan akan memberikan sebuah pengetahuan baru untuk anak. Kegiatan gerak dan lagu akan memberikan pengalaman langsung kepada anak mengenai gerak sehingga dapat menambah pengalaman gerak anak. Melalui pengalaman itulah yang nantinya dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Selain itu pada anak usia dini merasa senang mengulang-ulang sesuatu kegiatan keterampilan melalui latihan-latihan tertentu, sampai ia benarbenar menguasainya. Sehingga kegiatan gerak dan lagu cocok digunakan sebagai pilihan kegiatan untuk anak. Hal ini karena lagu merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari anak sehingga apabila dilakukan pengulangan anak tidak mudah merasa bosan. Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui pusat kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkoordinasi (Hurlock). Pemberian stimulus pada anak usia dini pada aspek fisik motorik juga dapat mempengaruhi aspek-aspek perkemangan yang lainnya, agar perkembangan anak dapat berjalan dengan baik dan anak tidak mengalami kekurangan stimulasi. Kegiatan gerak dan lagu sangat melekat erat dan tidak dapat dipisahkan terutama dalam memberikan pembelajaran kepada anak usia dini. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan sebuah kegiatan dalam bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan akan menyenangkan anak sekaligus menyentuh perkembangan bahasa, kepekaan akan irama musik, perkembangan motorik, rasa kepercayaan diri, serta keberanian mengambil resiko. Karena itu perlu adanya suatu kegiatan yang dapat melatih para pendidik anak usia dini dalam memberikan perangsangan pada anak melalui gerak dan lagu. ada mereka dengan memamerkan gerak-gerak non keseharian, antara lain, dengan spontanitas lenggak-lenggoknya seiring dengan keteraturan "musik" yang kita lantunkan. Atau bila seorang anak mendapatkan barang yang menjadi idaman dan impiannya sepanjang hari, maka seiring dengan

4 diraihnya impian barang tersebut, si anak pasti akan menari-nari. Dengan alasan tersebut begitu pentingnya pembelajaran gerak dan lagu bagi anak usia dini dalam melatih ketajaman pendengaran dan daya konsentrasi anak terutama pada aspek kecerdasan emosional, kecerdasan musikal dan kecerdasan kinestetik. Motorik kasar, dan motorik halus, untuk meningkatkan / mengembangkan kemampuan mengolah, mengontrol gerakan tubuh, meningkatkan keterampilan serta cara hidup sehat sehingga menunjang pertumbuhan jasmani yang sehat, kuat dan terampil. Fakta permasalahan yang terjadi berdasarkan pengamatan kepada PAUD Bani Saleh dan berdasarkan hasil observasi adalah sebagai berikut: (a) Anak terlihat pasif apabila disuruh untuk maju atau bertanya. (b) Anak pemalu ketika berhadapan dengan orang lain bahkan dengan gurunya sendiri, (c) Sikap optimis anak kurang, terlihat ketika tidak dapat menyelesaikan sebuah tugas. (d) Anak kurang berantusias dalam mengikuti kegiatan, terlihat saat anak sulit diatur untuk berbaris yang rapi. (e) Gerak dan lagu anak masih sangat kaku dan sulit untuk menghafal dikarenakan kurangnya tanggung jawab saat mengikuti latihan, terlihat saat anak banyak yang tidak masuk dalam kegitan baris-berbaris. (f) Ekspresi anak ketika aktivitas gerak dan lagu masih kurang dikarenakan anak tidak yakin akan kemampuannya, terlihat anak selalu meniru dan melihat gerakan temannya. Bahwa dengan gerak dan lagu atau nyanyian adalah salah satu cara yang paling efektif dalam menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak dalam lingkungan keluarganya, sebab nyanyian merupakan salah satu perwujudan dari bentuk pernyataan atau pesan yang memiliki kekuatan menggerakkan hati, wawasan, keindahan,dan cita rasa estetika hingga dapat membantu anak menumbuh kembangkan segi emosionalnya. Anak bisa mengekspresikan dan meluapkan emosinya, dapat menyerap, menarik dan mengundang rasa senang, santai, kaguam dan haru. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, maka penanganannya harus dilakukan sedini mungkin, dimana anak perlu dibantu dalam meningkatkan kecerdasan musikal dan kecerdasan kinestetiknya yang diharapkan dengan cara pembelajaran gerak dan lagu yang dilakukan bersama-sama guru dan anak yang dapat membantu perkembangan otak, perkembangan indra, perkembangan kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial anak usia dini (hingga 6 tahun).

5 Pembelajaran gerak dan lagu ini akan membantu anak untuk melibatkan aspek motorik, intelektual dan emosi anak dalam sebuah kegiatan bersama. Musik itu bersifat fisik, Anak-anak bergoyang, bertepuk tangan, menari, atau menghentakkan kaki mengikuti musik, yang melatih mereka mengontrol tubuh mereka.bahkan menyanyi itu kegiatan fisik yang menuntut kemampuan mengontrol otot, pita suara dan pernafasan. Harapan peniliti menemukan banyak anak yang kurang kepercayaan diri / tidak memiliki rasa kepercayaan diri, pemalu jika berhadapan dengan orang lain maupun dengan gurunya sendiri. Anak terlihat kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, misalnya dalam melakukan tanya jawab banyak anak yang hanya diam saja dan anak malu jika disuruh untuk maju kedepan atau sebagai contoh untuk teman-temannya. Sifat atau perilaku kurang kepercayaan diri ini dapat menjadi masalah jika sifat ini berkelanjutan, yaitu menyebabkan potensi anak menjadi terkubur dan anak tidak berkembang sesuai dengan tugas-tugas perkembangan secara optimal. B. Rumusan Masalah Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana kondisi objektif kepercayaan diri anak PAUD Bani Shaleh sebelum diterapkan aktivitas gerak dan lagu? 2. Bagaimana penerapan aktivitas gerak dan lagu dalam meningkatkan kepercayaan diri anak di PAUD Bani Shaleh? 3. Bagaimana kepercayaan diri anak PAUD Bani Shaleh setelah diterapkannya aktivitas gerak dan lagu? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui kondisi objektif kepercayaan diri anak PAUD Bani Shaleh sebelum diterapkannya aktivitas gerak dan lagu. 2. Untuk mengetahui kepercayaan diri anak PAUD Bani Shaleh pada saat dilakukannya aktivitas gerak dan lagu. 3. Untuk mengetahui seberapa besar kepercayaan diri anak PAUD Bani Shaleh setelah diterapkannya aktivitas gerak dan lagu. D. Manfaat Penelitian

6 1. Manfaat teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pendidikan anak mengenai aktivitas gerak dan lagu untuk meningkatkan kepercayaan diri anak usia dini. 2. Manfaat praktis a. Bagi Anak Hasil penelitian ini dapat membantu anak dalam mengembangkan kepercayaan diri dan lebih bisa mengenal bermacam-macam gerakan dalam bernyanyi. b. Bagi Guru Hasil penelitian ini diharapkan guru dapat mengetahui perilaku anak khususnya kepercayaan diri pada anak didiknya. c. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola sekolah untuk memperbaiki kepercayaan diri anak. E. Asumsi Berdasarkan latar belakang yang sudah dikemukakan penelitian ini berasumsi sebagai berikut : 1. Menurut para ahli bahwa perkembangan konsep diri yang positif akan membantu anak memiliki kepercayaan diri yang baik. Konsep diri tidak hanya mempengaruhi prilaku anak di bidang akademis, tetapi juga sosial dan fisik. Konsep diri anak berkembang dari hasil interaksi dengan lingkungan dimana tempat anak pertama kali berinteraksi adalah keluarga atau pengganti orang tua, karena pada orang tualah anak berharap kebutuhan-kebutuhannya dipenuhi, interksi dengan orang tua ini memberikan dasar untuk konsep diri anak (Kanisius, 2006 : 26). 2. Gerak menjadi hal yang sangat kreatif bila dipadukan dengan musik yang diinterpretasikan anak menurut caranya masing-masing. Akan tetapi sebelum anak mampu melakukan gerak yang ekspresif ini, terlebih dahulu ia harus menguasai variasi-variasi dari gerakan tubuhnya. Dengan belajar melalui gerakan, maka anak dapat belajar tentang dirinya dan dunianya. Piaget, 1976 (Mutiah, 2010)

7 F. Definisi Oprasional. 1. Kepercayaan diri yang dimaksud dalam penelitian ini mengacu pada standar perkembangan anak (Rahayu,2013) yang menjelaskan bahwa indikator anak yang memiliki rasa kepercayaan diri tinggi dapat dilihat dari perilaku anak sebagai berikut a) berani bertanya dan menjawab; b) berani mengemukakan pendapat ;c) mampu mengambil keputusan; dan d) dapat berkerja secara mandiri. 2. Pembelajaran gerak dan lagu adalah bernyanyi dan latihan gerak tubuh yang sangat berhubungan erat, karena irama lagu dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf. Sehingga cara belajar yang baik bagi anak adalah melalui lagu dan gerakannya. Untuk itu pembelajaran melalui gerak dan lagu yang dilakukan sambil bermain akan membantu anak untuk lebih mengembangkan kecerdasannya tidak hanya pada aspek pengembangan seni, bahasa dan fisiknya saja tetapi juga pada pengembangan emosional dan kognitif anak. Frigyes Sandor (Widhianawati : 2011)