dokumen-dokumen yang mirip
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.2

A. Peta 1. Pengertian Peta 2. Syarat Peta

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLATIHAN SOAL BAB 1. Daljoeni. R.Bintaro

PENGANTAR GEOGRAFI Oleh: Djunijanto, S.Pd

Pembahasan Video : 2/SMA/KELAS 10/GEOGRAFI/BAB 6/GEO smil/manifest.

Oleh Listumbinang Halengkara, S.Si.,M.Sc. Prodi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unila

BAB 9: GEOGRAFI PETA DAN PEMETAAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. lukisan atau tulisan (Nursid Sumaatmadja:30). Dikemukakan juga oleh Sumadi (2003:1) dalam

Kita awali fenomena geosfer dari yang pertama: Atmosfer

Assalamualaikum Wr. Wb.

SILABUS. Bentuk Tagihan Tertulis. Jenis Tagihan Unjuk kerja. Tugas individu. Tes lisan. Portofolio. Ringkasan. Unjuk kerja. Tugas individu.

ANALISA BENTANG ALAM

HIDROSFER III. Tujuan Pembelajaran

SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Geografi : X (sepuluh)

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 6. DINAMIKA HIDROSFERLATIHAN SOAL 6.2. air freatik. air artesis. air fotic. air payau.

score of correct answ er total score

BAB 1 HAKIKAT GEOGRAFI

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.3. objek formal. objek material. aspek sosial.

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar GeografiLatihan Soal Objek studi geografi. Objek formal. Objek material.

HIDROSFER Berdasarkan proses perjalanannya, siklus dapat dibedakan menjadi 3 jenis sebagai berikut :

ACARA IV POLA PENGALIRAN

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR. Geografi merupakan cabang ilmu yang dulunya disebut sebagai ilmu bumi

7 2. Memahami sejarah 2.2.Mendeskripsikan tata surya dan jagad raya Hipotesis tentang terjadinya tata surya Menganalisis teori terjadinya tata surya d

BAB 5: GEOGRAFI DINAMIKA HIDROSFER

BAB IV GEOMORFOLOGI DAN TATA GUNA LAHAN

PENDEKATAN DAN KONSEP GEOGRAFI

BAB II LANDASAN TEORI. A. Pengembangan Potensi Kawasan Pariwisata. berkesinambungan untuk melakukan matching dan adjustment yang terus menerus

BAB 1 PENDAHULUAN. tidak semua kerusakan alam akibat dari ulah manusia. yang berbentuk menyerupai cekungan karena dikelilingi oleh lima gunung

geografi Kelas X PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI I KTSP & K-13 A. PENGERTIAN GEOGRAFI a. Eratosthenes b. Ptolomeus

BATUAN BATUAN BEKU, BATUAN SEDIMEN, DAN BATUAN MALIHAN/METAMORF

Jadi huruf B yang memiliki garis kontur yang renggang menunjukkan kemiringan/daerahnya landai.

HAKIKAT GEOGRAFI PENGERTIAN GEOGRAFI : Re typed by Suwarno, S.Si SMA Negeri 2 Kotawarimgin Timur - 1 -

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

Bab 1: Pengetahuan Dasar Geografi

KISI- KISI SOAL KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Guru Mata pelajaran(/guru Kelas (1) (2) (3) (4) (5) (6)

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.6

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP GEOGRAFI Setelah membaca kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat: 1. menjelaskan pengertian geografi; 2.

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan geologi Papua diawali sejak evolusi tektonik Kenozoikum

TRY OUT UJIAN NASIONAL 027 GEOGRAFI SMA/MA

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

1. Lapisan ionosfer memiliki peranan sangat penting, yaitu: A. Penyerap utama radiasi ultraviolet B. Memantulkan gelombang radio yang dipancarkan dan

بسم االله الرحمن الرحیم

5.1 PETA TOPOGRAFI. 5.2 GARIS KONTUR & KARAKTERISTIKNYA

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Contoh Penelitian Geografi : -Judul Penelitian : b. Perumusan tujuan penelitian. c. Penyusunan hipotesa penelitian:

BAB I BENTUK MUKA BUMI

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 1. Pengetahuan Dasar Geografilatihan soal 1.8

BAB II Geomorfologi. 1. Zona Dataran Pantai Jakarta,

( S A P ) INTERPRETASI PETA TOFOGRAFI DAN FOTO UDARA

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.6

HAKIKAT GEOGRAFI A. RUANG LINGKUP GEOGRAFI

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP TEKTONISME

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP

2. Semua gejala geosfer yang menjadi kajian dalam ilmu geografi adalah.. A. material D. in formal B. formal E. immaterial C.

5.1 Peta Topografi. 5.2 Garis kontur & karakteristiknya

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH

LAPORAN PRAKTIKUM GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA (GPW 0101) ACARA V: PEMAHAMAN FENOMENA BIOSFER

HIDROSFER. Lili Somantri,S.Pd Dosen Jurusan Pendidikan Geografi UPI

IDENTIFIKASI POTENSI GEOGRAFIS DESA

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pulau Panjang (310 ha), Pulau Rakata (1.400 ha) dan Pulau Anak Krakatau (320

MACAM-MACAM LETAK GEOGRAFI.

TEKNOLOGI PEMANFAATAN LAHAN MARGINAL KAWASAN PESISIR

PENDALAMAN MATERI KONSEP DASAR PETA

ULANGAN HARIAN PENGINDERAAN JAUH

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN MATERI. Ruang lingkup pengetahuan geografi. Konsep esensial geografi dan contoh terapannya

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP DAN ASPEK GEOGRAFI

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ketiga (ATMOSFER)

BENTUK LAHAN (LANDFORM) MAYOR DAN MINOR

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

GEOGRAFI. Sesi PENGINDERAAN JAUH : 1 A. PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH B. PENGINDERAAN JAUH FOTOGRAFIK

Jilid 2. Penulis : Arief Harisa Muhammad. Copyright 2013 pelatihan-osn.com. Cetakan I : Oktober Diterbitkan oleh : Pelatihan-osn.

Geologi Daerah Perbukitan Rumu, Buton Selatan 19 Tugas Akhir A - Yashinto Sindhu P /

SMP kelas 9 - GEOGRAFI BAB 1. Lokasi Strategis Indonesia Berkait Dengan Kegiatan PendudukLATIHAN SOAL

4. Faktor utama yang sering menyebabkan wilayah Indonesia sering mengalami gempa tektonik

( S A P ) INTERPRETASI PETA TOFOGRAFI DAN FOTO UDARA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KONDISI UMUM BANJARMASIN

3. Simbol yang baik untuk memperlihatkan persebaran pada peta adalah a. grafis d. lingkaran b. titik e. warna c. batang

BAB I PENDAHULUAN. sampai Maluku (Wimpy S. Tjetjep, 1996: iv). Berdasarkan letak. astronomis, Indonesia terletak di antara 6 LU - 11 LS dan 95 BT -

PAPER KARAKTERISTIK HIDROLOGI PADA BENTUK LAHAN VULKANIK

KARAKTERISTIK TANAH. Angga Yuhistira Teknologi dan Manajemen Lingkungan - IPB

Landforms of Fluvial Processes. Oleh : Upi Supriatna,S.Pd

BAB II GEOMORFOLOGI 2. 1 Fisiografi Regional Jawa Tengah

BAB BENTUK MUKA BUMI. Gambar 8.1 Salah satu contoh peta topografi untuk penggambaran relief permukaan bumi.

07. Bentangalam Fluvial

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan peranan sumberdaya dalam pertanian dan permasalahannya

KISI-KISI SOAL. Bahan Kelas/ Smt. Standar Kompetensi Lulusan. No. Soal. Ruang lingkup Materi Indikator Soal Bentuk Tes

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dan hubungan dengan kelingkungan (Versatappen, 1983 dalam Suwarno 2009).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. NAMA SEKOLAH : MA PPMI Assalaam Sukoharjo MATA PELAJARAN : Geografi

ATMOSFER BUMI A BAB. Komposisi Atmosfer Bumi

Geografi. Kelas X ATMOSFER VII KTSP & K Iklim Junghuhn

BAB III GEOLOGI DAERAH CILEUNGSI DAN SEKITARNYA

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan letak astronomis, Indonesia terletak diantara 6 LU - 11 LS

Atmosfer Bumi. Meteorologi. Peran Atmosfer Bumi dalam Kehidupan Kita. Atmosfer Bumi berperan dalam menjaga bumi agar tetap layak huni.

Soal Jawab DIT (dibuat oleh mahasiswa)

Transkripsi:

UJIAN MASUK BERSAMA (UMB) Mata Pelajaran : Geografi Tanggal : 07 Juni 2009 Kode Soal : 130 www.onlineschools.name 48. Perbedaan yang mendasar antara cuaca dan iklim ditentukan oleh A. temperatur udara B. jarak dari ekuator C. waktu dan luas daerah kajian D. jarak dari kutub E. besar curah hujan 49. Unsur ruang dalam geografi adalah A. manusia, tumbuhan, dan hewan B. air, tumbuhan, dan manusia C. udara, hewan, dan tanah D. tanah, air, dan udara E. manusia, air, dan tanah 50. Akar tumbuhan menembus batuan dan menyebabkannya pecah. Peristiwa ini termasuk pelapukan A. kimia B. mekanis C. organis D. alami E. Geologis 51. Tumbuhan karet, teh, dan kina di Indonesia paling cocok ditanam pada wilayah dengan ketinggian A. < 700 m B. 700 m 1500 m C. 1500 m 2500 m D. 2500 m 4000 m E. > 4000 m 52. Persebaran permukiman desa pada wilayah pegunungan tinggi biasanya membentuk pola A. linear B. konsentrik C. terpencar D. homogen E. memanjang 53. Padi kambang ditanam terutama di daerah yang secara periodik tergenang air dan biasanya di sekitar muara sungai yang besar, ditanam pada waktu hujan mulai turun, dan dipanen sebelum air surut SEBAB Apabila padi kambang dipanen setelah air surut dan kering batang padi akan simpang siur berantakan Halaman 1

54. Lapisan ionosfer mempunyai peran sangat penting dalam hubungan radio SEBAB Lapisan ionosfer mengandung konsentrasi ion terbanyak dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio 55. Pada suatu pegunungan lipatan adakalanya dijumpai antiklinal berbentuk kubah SEBAB Pegunungan berbentuk kubah dapat terjadi akibat tenaga endogen yang vertikal pada satu titik 56. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi peresapan air hujan ke dalam tanah: (1) tekstur tanah (2) tingkat porositas batuan (3) tingkat kemiringan lereng (4) vegetasi 57. Berikut merupakan faktor yang menyebabkan perbedaan suhu yang diterima permukaan bumi: (1) keadaan awan (2) morfologi permukaan (3) lamanya penyinaran matahari (4) sudut pantul sinar 58. Ilmu Geografi mengandung pengertian yang mencakup beberapa konsep, yaitu konsep (1) keterjangkauan (2) aglomerasi (3) interaksi (4) keberlanjutan Halaman 2

BACAAN IX www.onlineschools.name Ruang Lingkup studi geografi itu sangat luas, karena mencakup kajian sesuatu yang ada di bumi, permukaan bumi dan di angkasa, sehingga banyak cabang ilmu yang terkait dengan ruang lingkup tersebut, digunakan sebagai penunjang, misalnya geologi, metereologi, hidrologi, ilmu tanah, biologi, demografi dan masih banyak yang lain. Dimana letak perbedaan dengan ilmu-ilmu penunjang tersebut? Objek studi geografi sendiri dapat dibedakan menjadi dua (2), yaitu : 1) Objek material, semua benda baik benda hidup maupun benda mati yang terdapat di permukaan bumi dan manusia disebut penghuni bumi. Semua itu bersama lingkungannya disebut sebagai geosfer. Objek material ini sangat luas dan kompleks, sehingga perlu pemilihan. 2) Objek formal, yang terkait dengan pendekatan cara pandang atau cara menganalisis objek material tersebut, yang membedakan ilmu geografi dengan ilmu-ilmu lainnya walaupun menggunakan objek yang sama. Objek formal tersebut adalah: a) Analisis keruangan : dilakukan dengan cara mengetahui karakteristik atau fenomena fenomena tertentu pada suatu wilayah dan sifat persebarannya. Prinsip distribusi dan deskripsi digunakan dalam hal ini. b) Analisis Ekologi : dilakukan dengan cara mengetahui interaksi antara organisme hidup dengan lingkungannya, atau antar organisme hidup. Prinsip interrelasi digunakan dalam hal ini. c) Analisis kewilayahan/komplek wilayah : merupakan kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi yang berguna untuk mengetahui perbedaan suatu wilayah dengan wilayah lain. Untuk itu, perlu diketahui persebaran fenomena tertentu (analisis keruangan) dan interaksi antara manusia dan lingkungannya (analisis ekologi). Adanya perbedaan tersebut akan menimbulkan interaksi antara satu dengan daerah lain dan dapat saling mengisi. Prinsip geografi yang terkait disana berupa prinsip korologi. Bacaan di atas digunakan untuk menjawab soal nomor 59 sampai nomor 62. 59. Objek material dalam studi geografi, yang disebut geosfer adalah meliputi A. litosfer, barisfer, toposfer, hidrosfer, dan sima B. litosfer, ionosfer, stratosfer, biosfer, dan atmosfer C. litosfer, hidrosfer, biosfer, atmosfer dan anthroposfer D. hidrosfer, biosfer dan anthroposfer E. sima, sial, litosfer, dan barisfer 60. Penghidupan dan kativitas kehidupan manusia, termasuk aktivitas ekonomi di permukaan bumi ternyata sangat bervariasi dan beraneka ragam, sehingga dalam analisis kompleks wilayah/kewilayahan dapat membedakan daerah ini berbeda dengan daerah lain. Unsurunsur yang dapat membedakannya antara lain adalah, KECUALI A. budaya manusia yang berbeda B. sifat, watak dan kebiasaan yang berbeda C. agama dan politik yang berbeda D. sumberdaya manusia yang berbeda E. sumberdaya dan lingkungan yang berbeda Halaman 3

61. Sekitar gunung berapi pada umumnya merupakan daerah lahan pertanian yang subur, karena abu vulkanik yang sering dikeluarkannya kaya akan kandungan nutrisi yang diperluakan tanaman. Prinsip geografi yang digunakan dalam mengungkap fakta ini, adalah prinsip A. deskripsi B. distribusi C. interrelasi D. korologi E. aglomerasi 62. Studi tentang karakteristik yang terdapat dalam kawasan karst di daerah pulau Jawa bagian selatan merupakan salah satu contoh kajian objek formal dalam studi geografi yang termasuk pada analisis A. ekosistem B. ekologi C. keruangan D. kuantitatif E. kewilayahan BACAAN X Fenomena geografis itu sangat luas, apalagi sampai seluruh permukaan bumi. Dengan sudut pandang mata manusia yang terbatas, observasi tidak mungkin dilakukan secara langsung dengan menjelajahinya dan melihat dengan jelas, misalnya persebaran benua, samudra, pulau-pulau dan sebagainya. Jaringan jalan di suatu kota pun semakin sulit kita pahami dengan hanya berkeliling, kemudian menyimpulkannya. Kita memerlukan alat bantu yang dapat memeperkecil fenomena luas tersebut, sehingga sudut pandang kita menjadi lebih luas. Alat bantu itulah yang kemudian antara lain berupa peta dan hakekat pemetaan itu dalam rangka membantu memperluas sudut pandang mata kita yang sebetulnya terbatas dengan memperkecilkan fenomena geografi yang sangat luas. Salah satu model pengecilan yang dapat mewakili bumi kita yang kita anggap berbentuk bulat seperti bola itu (jari-jari ± 6400 km) adalah dengan suatu globe, cermin bentuk bumi sebenarnya. Suatu globe dapat mencerminkan secara garis besar persebaran daratan benua, pulau-pulau, samudera, dan sebagainya. Dengan dilengkapi sistem gratikul, yaitu jaring-jaring meridian dan parallel, garis khatulistiwa dan kedua kutubnya yang berguna untuk sistem penentuan lokasi objek di permukaan bumi. Masalahnya, globe tidak praktis, apalagi kalau dibuat dalam skala besar, sehingga perlu dipikirkan cara penyajian pada bidang datar, yaitu peta yang sebenarnya dan dapat dibuat dalam berbagai skala yang dikehendaki. Namun, pembuatan peta juga akan menemukan masalah karena model bumi yang bulat (globe) dipindah menjadi penyajian pada bidang datar akan terjadi distorsi, misalnya kesalahan dalam hal jarak, luas, bentuk ataupun arah, sehingga perlu dilakukan cara-cara pemindahan yang disebut proyeksi peta dan meminimalkan kesalahannya (distorsi). Masalah lain adalah kenampakan-kenampakan yang ada di permukaan bumi itu sangat kompleks, sehingga perlu pula memikirkan cara-cara yang sistematik dan konseptual dalam menggambarkannya pada bidang peta. Halaman 4

Bacaan di atas untuk menjawab soal nomor 63 sampai nomor 66 www.onlineschools.name 63. Kalau suatu globe yang dibuat untuk mewakili bentuk bumi dan persebaran kenampakan di bumi secara garis besar, berjari-jari 32 cm, maka globe tersebut berskala A. 1 : 200.000.000 B. 1 : 20.000.000 C. 1 : 2.000.000 D. 1 : 200.000 E. 1 : 20.000 64. Bidang-bidang proyeksi peta yang digunakan dalam proses pemindahan globe ke bidang peta adalah bidang-bidang A. datar dan kerucut B. datar dan silinder C. datar, kerucut, dan silinder D. kerucut dan kubus E. datar dan bola 65. Simbol-simbol pada peta berupa titik, garis, dan areal/bidang, masing-masing memang digunakan untuk menggambarkan kenampakan kenampakan titik, garis dan luasan (areal), dengan skala. Namun, kenampakan volumetrik yang mengandung unsur panjang, lebar dan ketinggian memerlukan pemikiran khusus. Simbol yang baik mencerminkan unsurunsur volumetrik adalah A. arsir B. titik tinggi C. warna bergradasi D. garis kontur E. skets 66. Peta Rupa Bumi Indonesia atau peta topografi, skala 1 : 25.000, yang merupakan peta resmi nasional (official map). Garis kontur yang digunakan untuk mencerminkan relief, memiliki interval kontur (contour interval) yang sesuai dengan standar umum adalah sebesar A. 12,5 m B. 25 m C. 50 m D. 75 m E. 100 m Halaman 5

BACAAN XI Sungai adalah salah satu unsur alam sangat penting yang membentuk permukaan bumi. Sungai juga mengikis, mengangkut hasil kikisan, dan kemudian mengendapkan bahan-bahan yang diangkutnya. Dengan adanya proses pembentukan, pengikisan, pengangkutan, pengendapan oleh sungai, kemudian pembentukan kembali, mendorong Morris Davis untuk melontarkan istilah siklus morfologi. Para pakar geomorfologi mengelompokkan jenis sungai atas dasar lembah dan lapisan batuan tempat sungai itu mengalir, sebagai berikut: a. Sungai konsekuen, kalau lembah tempat sungai itu mengalir merupakan bagian muka bumi terendah pada wilayah lipatan sejak sungai itu terbentuk atau sesuai dengan arah lereng awal. b. Sungai yang resekuen, kalau sungai itu mengalir di atas lembah yang baru terbentuk sebagai akibat dari pengikisan. Sebenarnya proses terjadinya sungai yang resekuen sama saja dengan proses terbentuknya sungai konsekuen (resequent = recent + consequent). c. Sungai disebut insekuen, kalau ada perbedaan sangat kecil dalam sifat batuan-batuan yang dilaluinya dan mengakibatkan pola sungainya menjadi denritik, tanpa arah yang jelas, tetapi sungai induknya adalah sungai yang konsekuen. d. Ada juga yang menyebut sungai inkonsekuen yang merupakan sungai dengan arah tegak lurus dengan arah sungai-sungai yang konsekuen sebagai akibat dari perubahan tinggirendah muka bumi karena pengikisan. e. Sungai itu obsekuen apabila arahnya berlawanan dengan arah sungai yang konsekuen dan sungai ini mengalir ke dalam sungai yang subsekuen. f. Sungai subsekuen adalah sungai yang mengalir di atas lapisan batuan terlembek pada sinklinal atau graben. Bacaan di atas digunakan untuk menjawab soal nomor 67 sampai nomor 70 67. Berdasarkan teks di atas, maka sungai yang mengalir pada wilayah sinklinal yang baru terbentuk akibat proses pengikisan disebut sungai A. insekuen B. resekuen C. konsekuen D. inkonsekuen E. subsekuen 68. Sungai yang mengalir di wilayah sinklinal dan berinduk pada sungai konsekuen tanpa pola aliran yang jelas adalah sungai A. konsekuen B. inkonsekuen C. resekuen D. subsekuen E. insekuen 69. Sedangkan sungai yang memiliki aliran air tegak lurus dengan arah sungai-sungai yang mengalir di wilayah lembah yang merupakan sinklinal disebut sungai A. konsekuen B. insekuen C. resekuen D. inkonsekuen E. obsekuen Halaman 6

70. Sementara itu, sungai yang mengalir pada wilayah lembah dan/atau patahan yang memiliki batuan yang paling rapuh (lembek) disebut sungai A. subsekuen B. konsekuen C. inkonsekuen D. insekuen E. resekuen Halaman 7