Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 1/6

dokumen-dokumen yang mirip
Arsitektur Futuristik

6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak

BAB III TINJAUAN KHUSUS

SEJARAH DESAIN. Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

BAHAN PERKULIAHAN DASAR SENI DAN DESAIN (Prodi Pendidikan Tata Busana) Disusun Oleh : Mila Karmila, S.Pd, M.Ds

Gagasan tentang Tuhan yang dibentuk oleh sekelompok manusia pada satu generasi bisa saja menjadi tidak bermakna bagi generasi lain.

Analisis Kompetensi (AK) Checklist Keterangan. Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) Checklist Keterangan

ALIRAN NEO KLASIKISME

SEJARAH DESAIN. Gaya Desain Konstruktivisme Modul 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS

MEMBANGUN ILMU PENGETAHUAN DENGAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. diri seseorang. Musik tidak hanya menyentuh, tetapi meresap dan merasuk jiwa

Sejarah Umum Seni Lukis

BEELAJAR MENCIPTAKAN RUANG MELALUI GAMBAR ANAK-ANAK Oleh: Taswadi. Abstrak

I. PENDAHULUAN. Dunia fotografi sangatlah luas, perkembangannya juga sangat pesat. Di

I. PENDAHULUAN. pengalaman dan pengamatan penulis dalam melihat peristiwa yang terjadi

BAB II URAIAN TEORITIS TENTANG KEPARIWISATAAN KEBUDAYAAN

7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis

Pengantar Studi Seni Rupa

14. Baum Garten mengungkapkan estetika sebagai suatu ilmu, bahwa estetika adalah ilmu tentang pengetahuan indriawi yang tujuannya adalah keindahan.

BAB I. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Estetika sebagai..., Wahyu Akomadin, FIB UI,2009

Tengah berasal dari sebuah kota kecil yang banyak menyimpan peninggalan. situs-situs kepurbakalaan dalam bentuk bangunan-bangunan candi pada masa

BAB I PENDAHULUAN. Harry Atmami, 2015 Seni Kinetik Mitos Situ Bagendit Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

dengan mencermati bahwa praktik dan gagasan seni rupa Islam di nusantara ternyata bisa dimaknai lebih terbuka sekaligus egaliter. Kesimpulan ini terba

PENCIPTAAN SENI KEPALSUAN

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang

BAB I PENDAHULUAN. Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Sebutan ibu mungkin

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

Belajar Melukis dari Gambar Prasejarah dan Gambar Anak-anak Oleh: Taswadi

Prinsip. Oleh: S. Thya Safitri, MT

BAB I PENDAHULUAN. Museum Budaya Dayak Di Kota Palangka Raya Page 1

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Artwork Mini Album Hahawal,

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN DESAIN MODERN. Didiek Prasetya M.Sn

Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia

ANALISIS GAYA BAHASA PERSONIFIKASI DAN HIPERBOLA LAGU-LAGU JIKUSTIK DALAM ALBUM KUMPULAN TERBAIK

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penciptaan

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah karya seni tidak terlepas dari pembuatnya, yaitu lebih dikenal dengan

BAB I PENDAHULUAN. pengalaman pengarang. Karya sastra hadir bukan semata-mata sebagai sarana

11FDSK. Studio Desain 1. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si. Hapiz Islamsyah

VHANY AGUSTINI WITARSA, 2015 EKSPLORASI APLIKASI ALAS KAKI YANG TERINSPIRASI DARI KELOM GEULIS

PUSAT KESENIAN JAWA TENGAH DI SEMARANG

pribadi pada masa remaja, tentang kebiasaan berkumpul di kamar tidur salah seorang teman

BAB I PENDAHULUAN. Menurut sejarah, sesudah Kerajaan Pajajaran pecah, mahkota birokrasi

Oleh: Budhy Munawar-Rachman

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pradopo (1988:45-58) memberi batasan, bahwa karya sastra yang bermutu

Art Nouveau. Ciri-ciri

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

SEKOLAH TINGGI SENI TEATER JAKARTA

BAB V PENUTUP. Kehadiran dan kepiawaian Zulkaidah Harahap dalam. memainkan instrumen musik tradisional Batak Toba, secara tidak

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN

BAB I DEFINISI OPERASIONAL. Seni merupakan salah satu pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan

BAB I PENDAHULUAN. Negara kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa yang terbentang

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi. Pendidikan Seni Budaya diharapkan mampu mengembangkan

Tugas Akhir ~~ PERANCANGAN BUKU VISUAL DEWA RUCI ~~ Mahasiswa / RijalMuttaqin pembimbing / RahmatsyamLakoro,S.Sn,MT.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perancangan

SOAL UAS SENI BUDAYA KLS XI TH Kegiatan seseorang atau sekelompok dalam upaya mempertunjukan suatu hasil karya atau produknya kepada

BAB VIII KESIMPULAN. kesengsaraan, sekaligus kemarahan bangsa Palestina terhadap Israel.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan

BAB I PENDAHULUAN. Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu keterampilan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

SEJARAH DESAIN. Bentuk Dan Isi Modul 8. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan media sering terjadi pada proses komunikasi massa.

BAB I PENDAHULUAN. Novel Nijūshi No Hitomi ( 二二二二二 ) merupakan karya seorang penulis

BAB I PENDAHULUAN. merupakan pengindonesiaan dari kata tattoo yang berarti goresan, gambar, atau

Galeri Fotografi Pelukis Cahaya yang Berlanggam Modern Kontemporer dengan Sentuhan Budaya Lombok. Ni Made Dristianti Megarini

TINJAUAN PUSTAKA. Melalui pendidikan jasmani siswa disosialisasikan ke dalam aktivitas

B. Jumlah Peserta Pameran Guru yang diikutkan dalam kegiatan pameran secara keseluruhan akan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan. a. Langer terkesan dengan pengembangan filsafat ilmu yang berangkat

BAB III PERKEMBANGAN SENI. terkait dengan karakteristik-karakteristik tertentu dari tempat penerimaan wahyu al-

EKSPLORASI KEHIDUPAN DALAM SENI LUKIS A.A. NGURAH PARAMARTHA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

III. METODE PENCIPTAAN

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. Kriya merupakan suatu proses dalam berkesenian dengan berkegiatan

Format Proposal Pengadaan Pameran Seni Rupa PAMERAN SENI RUPA. Disusun oleh Nama :. NIS :. Kelas:. Kompetensi Keahlian :.

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP IKLAN. 3.1 Strategi Promosi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

TEORI PENDIDIKAN Abdur Rohim/

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. kepenerima pesan (2006:6). Dalam Accociation for education and communication

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.

Komposisi dalam Fotografi

BAB I PENDAHULUAN. menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sastra merupakan hasil karya manusia baik secara lisan maupun tulisan yang

PENDAHULUAN Introduction to Architecture

Alfitrah Subuh Pusat Pendidikan Budaya Betawi Page 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses realisasi karya seni bersumber pada perasaan yang

Transkripsi:

FUTURISME Latar Belakang Futurism lahir di Italia, didirikan tahun 1909 oleh Filippo Marinetti (seorang sastrawan). Inspirasi gerakan ini berasal dari perubahan yang demikian cepat dalam kehidupan modern, berkat adanya teknologi mesin yang berpengaruh dalam kehidupan sehingga menghasilkan percepatan yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia pada awal abad ke-20. Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomo Balla, Ardengo Soffici dan Stephane Mallarme. Futurisme kemudian. juga berkembang dalam seni rupa. Hal utama dalam Futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan:...the Futurist develped the concept of dynamism, the representation of humanity or machines in action... (Duro, 1994:135). Futurism memanfaatkan prinsip anekatampak (multiple viewpoints) yang dikembangkan Kubisme-selain juga mempengaruhi De Stijl. Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam Futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair-penyair Futurisme vang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan dalam berpuisi. Lahirnya futurisme Futurisme yang Iahir di Italia merupakan ungkapan orang Italia tentang semangat radikal yang melanda generasi muda Eropa pada saat itu; yang berpaling ke arah masa depan untuk memperbaharui budaya dan penampilan yang dianggap kuno. Akibat dari ketidak-puasan terhadap idiom-idiom seni sebelumnya, dengan menolak semua yang tradisional dan berambisi menciptakan idiom-idiom yang baru. Futurisme merupakan kelanjutan logis dari Impressionisme tahap akhir, namun tujuannya adalah untuk men-sintesa-kan Impresionisme, menyalurkan revolusi Impressionist ke arah Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 1/6

Futurisme yang dinamis, untuk mendisplinkannya, memberinya gaya yang meng-ekspressi-kan kita tentang kecepatan dan kesamaan waktu. Manifesto pertama Futurisme dicanangkan tanggal 20 Februari 1909 dan dikumandangkan oleh Fillipo Tommaso Marinetti (seorang sastrawan), serta dipublikasikan di media massa Figaro Paris. Manifesto tersebut secara berani menyatakan, akan lahir seni masa depan (le futurisme), yang ditandai dengan berakhirnya seni masa lalu (le Passeisme). Kehidupan yang dinamis: teknologi modern, mesin, kecepatan, dipuja sebagai sebuah era baru yang cemerlang. Hasrat dari modernitas melahirkan antusiasme terhadap teknologi modern, perwujudannya yang paling jelas adalah leburnya konsep-konsep ruang dan waktu klasik ke dalam kecepatan, dengan pernyataan: Ruang dan waktu telah lama mati. Kita telah berada dalam kehidupan absolut, karena kita telah menciptakan kecepatan yang abadi dimana-mana. Keindahan hanya muncul dalam pertarungan. Suatu karya yang tidak agressif tidak dapat menjadi suatu mahakarya seni. Seni yang bersumber dari kekuatan manusia harus dibubarkan secara total. Manifesto Futurisme dalam seni lukis, dipublikasikan pada tanggal 11 Februari 1910 yang ditanda tangani oleh: Umberto Boccioni, Carlo Carra, Luigi Russolo, Giocumo Balla dan Gino Severini, yang kemudian dibacakan kepada khalayak pada tanggal 3 Maret 1910. Dua bulan kemudian diikuti oleh Manifesto Teknis dalam Seni Lukis F - uturisme. Kedua manifesto itu sepenuhnya berpegang pada program Marrinetti, yaitu: bersifat menyerang masa lampau, dan menjunjung tinggi kehidupan masa kini yang telah dirobah secara nyata oleh ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Gagasan Futurisme Tema utama manifesto Futurisme adalah dinamisme universal. Konsistensi dari segala sesuatu yang bersifat material dihancurkan oleh cahaya dan gerakan. Obyek-obyek dalam keadaan bergerak digambarkan secara berlebihan. Futurisme bertolak dari sensasi optik, dengan pencarian inspirasi melalui lingkungan teknologi dan kehebatan eksistensi mesin-mesin. Dalam peradaban modern, Futurisme menemukan dinamisme dari sensasi- Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 2/6

sensasi gerakan dan kecepatan, dengan cara meng-analisa gerakan, kecepatan, dan kesamaan waktu sebagai modernis baru. Tujuannya adalah untuk menemukan bentuk sebagai wadah meng-ekspresikan pengalaman perasaan yang digambarkan sebagai sensasi dinamis yang terpadu. Pernyataan dalam salah satu katalog pameran adalah: Pelukis harus meng-ekspresikan juga sesuatu yang tidak tampak namun ada dan berputar di belakang obyek yang diam; sesungguhnya sesuatu, yang tidak tampak namun ada di sebelah kiri, di sebelah kanan, dan di belakang; tidak hanya merupakan satu kotak kecil kehidupan yang dikemas secara artifisial seperti dalam sebuah panggung. Aspek gerakan menurut Futurisme terbagi atas dua bagian yaitu; 1. Gerakan absolut: garis-garis dinamis yang menunjukkan suatu obyek dapat dipecah-pecah menurut tendensi tertentu, dimana tendensi terhadap gerakan dapat diwujudkan dengan bentuk-bentuk abstrak yang dinamis. 2. Gerakan relatif: gerakan yang sebenarnya terjadi pada suatu obyek. Seekor kuda yang bergerak bila digambarkan bukanlah kuda dalam keadaan istirahat tetapi kuda dalam keadaan bergerak, misalnya harus diberi dua puluh buah kaki. Pada saat itu fotografer meng-illustrasikan gerakan dengan memperlihatkan fase tiap gerakan sehingga membentuk suatu gambar sintesa yang menunjukkan fase-fase yang berjajar. Pengaruh teknis fotografi ini tidak boleh diabaikan. Sehingga dalam lukisan Futurisme memperlihatkan penggabungan diagram-diagram gerakan yang terdiri atas gerakan absolut dan gerakan sebenarnya (relatif) dari suatu obyek di dalam lingkungannya dengan rumusan Futurist: Lingkungan+Obyek. Sebagai contoh, untuk menggambarkan seorang wanita di jendela, sang pelukis harus memasukkan unsur-unsur: suara di jalanan, bisingnya kendaraan yang melintas, keramaian kehidupan yang dapat terlihat dari jendela itu, dan asosiasi yang dibawa dalam pikiran si wanita; dengan kata lain Lukisan adalah rumusan artistik yang harus merekam kompleksnya realitas. Untuk melukiskan kesamaan waktu dari suatu sensasi yang kompleks dengan cara sintesis dalam mengungkapkan dinamisme universal, kaum Futurist meng-adopsi penemuan Kubisme, kemudian meng-kombinasikan ke dalam suatu bentuk utuh yang baru, yaitu lukisan Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 3/6

Futuris, yang memperlihatkan bentuk-bentuk realitas yang berbeda, yang dekat dan yang jauh, benda-benda yang terlihat dan terasa, saling menembus, dan digambarkan dalam waktu yang sama. Dalam mengembangkan gaya Futurisme; Carlo Carra tertarik pada bentuk-bentuk yang kaku; Umberto Boccioni menaruh perhatian pada kandungan intelektual; sedangkan GinoSeverini menaruh perhatian pada nilai-nilai dekoratif. Kemunduran Seni Futurisme Setelah memberikan pencerahan bagi dunia seni di ltaly, akhirnya futurisme tidak dapat menghindarkan diri dari kemunduran, apalagi dengan pergolakan perang dunia I dan terjadi alihan kekuasaan kepemerintahan oleh Benito Mussolini. Perkembangan seni rupa modern dari abad 19 sampai pada akhir abad ke-20, nampak bahwa seniman dan aktifitasnya tidak dapat dilepaskan dari pada pikiran dan konteks sosial yang mempengaruhinya. Semangat pembaharuan tidak hanya dibidang sains dan rekayasa teknik juga rekayasa kreatifitas di bidang seni rupa, termasuk di dalamnya gerakan machine art yang berusaha menjembatani keterpisahan antara seni dan teknik yang dikobarkan gerakan anti industri. Tokoh-tokoh Seniman Futurisme Filippo Tomasso Marinetti, adalah seorang penyair dan sastrawan yang memunculkan aliran futurisme, lahir di Mesir tahun 1876. Menyatakan ketidaksetujuannya pada masa lampau, dan menjunjung tinggi kehidupan modern yang telah banyak berubah oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Umberto Boccioni adalah seorang pelukis dan pematung yang mempunyai andil besar dalam syiarnya seni futuris. Thn 1915 Boccioni jadi tentara sukarela dalam PD I dan ia meninggal dalam peperangan. Rissa in galleria ( 1910 ) Etats D Ame (191 l ) Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 4/6

Carlo Carra, pelukis studio yang banyak mengunjungi patneran seniman terkenal seperti Gaugin, Cezane, Turner dan Constable. Pernah belajar melukis pada Giotto lahun 1917. Karyanya : Uscita de Teatro (1910 ) Gino Saverini (1883-196b). Mempunyai perhatian terhadap cahaya dan kubisme, serta juga belajar tentang teori-teori Impresionisme Seurat. Karya seni lukis Futurism Giacomo Balla. Dynamism of a Dog on a Leash. 1912. Oil on Canvas. Kaki anjing memperlihatkan gerakan yang cepat, demikian pula dengan ekornya yang mengibas-ngibaskan kea rah kiri dan kanan, tali di leher anjingpun tampak bergerak. Demikian pula objek disamping anjing tampak bergerak dengan cepat. Umberto Boccioni. Elasticità 1912 Menerapkan objek plastis untuk lukisannya, Umberto Boccioni memadukan dunia real dan ruang angkasa menjadi satu dalam lukisannya. Ia mengembangkan karakteristik "garis gaya" yang seolah melacak lintasan benda yang bergerak di ruang angkasa. Penutup Secara keseluruhan paradigma sosial dan estetika hakekatnya berpengaruh pada karya seni, maupun bahasa rupa yang digunakan. Sejarah seni tidak cukup dianalisis dengan pendekatan kepada teori-teori tentang paradigma perubahan sosial sejarah dan estetika, seni modern terkadang sulit dirubah, dan mungkin sulit diganti, namun bisa muncul pada waktu yang bersamaan. Maka masuk akal apa bila memahami sejarah seni rupa modern barat mengalami transparansi reflektifitas dari berbagai fenomena peradaban yang saling tumpang tindih dan kompleks. Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 5/6

Sumber Referensi dan Sumber Gambar: Gardner s Art Through The Ages, 2000, Gardner, H. Harcourt Coll. Pub. Bab 33 Hal 1020-1022. http://global.britannica.com/ebchecked/topic/536706/gino-severini#md-media-strip-tabimage-content http://www.giacomo-balla.com/ Disusun oleh ARIESA PANDANWANGI Page 6/6