BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
FIKSASI CO 2 MENGGUNAKAN MIKROALGAE Botryococcus braunii PADA BIOREAKTOR UP LIFT. Kelompok B Pembimbing

Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca)

Tabel Perbedan Reaksi terang dan Reaksi gelap secara mendasar: Tempat membran tilakoid kloroplas stroma kloroplas

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.2. Stroma. Grana. Membran luar

I. PENDAHULUAN. perikanan. Pakan juga merupakan faktor penting karena mewakili 40-50% dari

PERTEMUAN IV: FOTOSINTESIS. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

KEHIDUPAN SEL PELEPASAN ENERGI DALAM SEL

METABOLISME 2. Respirasi Sel Fotosintesis

PENGARUH JENIS NUTRISI DAN SALINITAS TERHADAP PRODUKSI LIPID DARI Botryococcus braunii

FOTOSINTESIS. Pengertian Fotosintesis

METABOLISME SEL; Dr. Refli., MSc Jurusan Biologi FST UNDANA Kupang, 2015

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

LATIHAN SOAL ULANGAN HARIAN

dari reaksi kimia. d. Sumber Aseptor Elektron

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

FOTOSINTESIS. Fotosintesis 1

BAB IV METABOLISME. Proses pembentukan atau penguraian zat di dalam sel yang disertai dengan adanya perubahan energi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. terhadap pertumbuhan Chlorella sp.diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.1. Autotrof. Parasit. Saprofit

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 10. SISTEM ORGANISASI KEHIDUPANLatihan Soal 10.5

Antiremed Kelas 12 Biologi

BIOSINTESIS METABOLIT PRIMER DAN METABOLIT SEKUNDER

BAB V FOTOSINTESIS. 5. proses terjadinya rreaksi terang dan gelap dalam proses fotosintesis.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biologi Spirulina sp.

TIGA PILAR UTAMA TUMBUHAN LINGKUNGAN TANAH

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 11. Organisasi KehidupanLatihan Soal 11.4

EKOSISTEM SEBAGAI UNIT EKOLOGI EKOLOGI TOPIK II DOSEN: DR. TIEN AMINATUN

KINETIKA PERTUMBUHAN MIKROBA

ARUS ENERGI DALAM EKOSISTEM

Pertemuan : Minggu ke 7 Estimasi waktu : 150 menit Pokok Bahasan : Respirasi dan metabolisme lipid Sub pokok bahasan : 1. Respirasi aerob 2.

Fotografi Cahaya Terhadap Pigmen Warna Tanaman

LAPORAN EKSPERIMEN FOTO SISTESIS

II. TINJAUAN PUSTAKA. : Volvocales. : Tetraselmis. Tetraselmis sp. merupakan alga bersel tunggal, berbentuk oval elips dan memiliki

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN. Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Fisiologi Tumbuhan

2. TINJAUAN PUSTAKA. berflagel. Selnya berbentuk bola berukuran kecil dengan diameter 4-6 µm.

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sumber daya alam untuk keperluan sesuai kebutuhan hidupnya. 1 Dalam suatu

I. PENDAHULUAN. di alam yang berguna sebagai sumber pakan yang penting dalam usaha

BIOLOGI. Nissa Anggastya Fentami, M.Farm, Apt

BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN

ACARA 2 METABOLISME. Kadar Simpanan Amilum dalam Daun Monokotil dan Dikotil

ENERGI IPA UNTUK KELAS 7 SMP.

n, TINJAUAN PUSTAKA Menurut Odum (1993) produktivitas primer adalah laju penyimpanan

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal 8.5

1 Asimilasi nitrogen dan sulfur

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kultur Chaetoceros sp. dilakukan skala laboratorium dengan kondisi

Oleh: Tim Biologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya 2013

4. Respirasi aerob menghasilkan produk berupa A. sukrosa B. glukosa C. CO D. oksigen

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. memiliki empat buah flagella. Flagella ini bergerak secara aktif seperti hewan. Inti

FOTOSINTESIS. Pemanfaatan cahaya untuk membuat makanan. Pengungkapan fotosintesis perjalanan panjang para ilmuwan:

KARAKTERISTIK BIOLOGI DAN FISIOLOGI

Uraian Materi Anda suka makan ubi atau kentang rebus? Ubi jalar dan kentang sama-sama mengandung karbohidrat dalam bentuk amilum.

I. PENDAHULUAN. Buah tomat mengandung zat pembangun jaringan tubuh dan zat yang

STAF LAB. ILMU TANAMAN

Peta Konsep. Kata Kunci. fotosintesis. klorofil autothrof. 126 IPA SMP/MTs Kelas VIII. Proses fotosintesis. Reaksi terang. Reaksi gelap.

FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

6H 2 O + 6CO 2 > C 6 H 12 O 6 + 6O 2. cahaya menjadi energi kimia. molekul gula

BIOLOGI JURNAL ANABOLISME DAN KATABOLISME MEILIA PUSPITA SARI (KIMIA I A)

Metabolisme (Katabolisme) Radityo Heru Mahardiko XII IPA 2

TINJAUAN PUSTAKA. fotosintesis (Bold and Wynne, 1985). Fitoplankton Nannochloropsis sp., adalah

REAKSI KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

LAMPIRAN A DATA PENGAMATAN

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan Acara I PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

merangsang skutelum menghasilkan GA. GA dikirim ke sel-sel protein untuk membentuk enzim baru sebagai pelarut cadangan makanan.

PRODUKTIVITAS DAN KESUBURAN PERAIRAN

BAB III FOTOSINTESIS. Buku Pelajaran Sains SMP Kelas VIII 38. Fotosintesis

Hari Gambar 17. Kurva pertumbuhan Spirulina fusiformis

BAB VIII FOTOSINTESIS

Lawrence, Ernest Orlando Citation Caption: LBL News, Vol.6, No.3, Fall P, Metzger. Botryococcus braunii:

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME

organel yang tersebar dalam sitosol organisme

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Senyawa organik sintesis

LAMPIRAN A DATA PENGAMATAN. 1. Data Pengamatan Ekstraksi dengan Metode Maserasi. Rendemen (%) 1. Volume Pelarut n-heksana (ml)

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Oksigen Terlarut Sumber oksigen terlarut dalam perairan

TINJAUAN PUSTAKA. Fitoplankton adalah alga yang berfungsi sebagai produsen primer, selama

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati)

ENERGI DAN PRODUKSI PERTANIAN BAHAN KULIAH DASAR AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN IPB

METABOLISME HETEROTROF. Kelompok 8 : Mica Mirani ( ) Ulin Ni'mah Setiawati ( )

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMISAHAN ZAT WARNA SECARA KROMATORAFI. A. Tujuan Memisahkan zat-zat warna yang terdapat pada suatu tumbuhan.

I. PENDAHULUAN. Mikroalga merupakan jasad renik dengan tingkat organisasi sel yang

Sumber: ( ntos/2011/fotosintesis1.pdf)

PENDAHULUAN. Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan

BAB I PENDAHULUAN. rokok.penemuan olahan tembakau sebagai bahan rokok berawal dari bangsa Eropa. banyak dikenal sebagai bahan pembuatan rokok.

A. Sifat Fisik Kimia Produk

Metabolisme : Enzim & Respirasi

SNTMUT ISBN:

I. PENDAHULUAN. mikroalga dikenal sebagai organisme mikroskopik yang hidup dari nutrien

Praktikum Ingenhousz : fotosintesis menghasilkan oksigen

Transkripsi:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pengaruh Lama Pencahayaan terhadap Pertumbuhan Botryococcus braunii Botryococcus braunii merupakan organisme fotoautotrof yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi dan CO 2 sebagai sumber karbon. Pada percobaan ini, sumber cahaya yang digunakan adalah lampu dengan daya total sebesar 60 watt. CO 2 sebagai sumber karbon dialirkan pada laju konstan sebesar 17,8 ml/s. CO 2 dan cahaya berperan dalam proses fotosintesis. Energi cahaya diserap oleh klorofil dan diubah menjadi energi kimia (ATP). Energi yang dihasilkan ini digunakan untuk reaksi pembentukan glukosa dari CO2. Reaksi fotosintesis secara singkat dapat dinyatakan sebagai berikut: 6CO 2 + 6H 2 O C 6 H 12 O 6 + 6 O 2. Percobaan dilakukan pada laju alir CO 2 konstan sehingga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Botryococcus braunii adalah cahaya. Variasi percobaan yang dilakukan adalah lama pencahayaan 10 jam (variasi 1) dan 5 jam terang. (variasi 2) Variasi ini disesuaikan dengan lama pencahayaan pada musim hujan dan kemarau. Percobaan dilakukan secara paralel menggunakan dua buah reaktor air-lift, sehingga konsentrasi awal sel pada kedua variasi adalah sama. Tabel 4.1. Laju pertumbuhan pada fase logaritmik tiap run Run Laju pertumbuhan (mg/l.hari) Variasi I Variasi II 1 0,788 0,269 2 0,157 0,134 3 0,034 0,023 Laju pertumbuhan pada fase logaritmik tiap run ditampilkan pada Tabel 4.1. Pada Tabel 4.1 terlihat bahwa laju pertumbuhan semakin tinggi dengan makin lamanya waktu pencahayaan. Hal ini disebabkan cahaya merupakan faktor penting dalam proses fotosíntesis sehingga semakin lama pencahayaan, semakin tinggi laju fotosíntesis alga. 34

Gambar 4.1 Peranan energi cahaya pada proses fotosintesis Pada dasarnya, proses fotosintesis berlangsung pada dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap..pada reaksi terang, cahaya berfungsi untuk mengeksitasi elektron ke tingkat energi yang lebih tinggi. Fotoposposilasi mengubah energi cahaya dari eksitasi elektron menjadi ikatan pirofosfat pada molekul ADP, sehingga terbentuk ATP dan NAPDH. Carrier pembawa molekul energi inilah yang pada reaksi gelap akan digunakan untuk menghasilkan karbohidrat (glukosa). Walaupun reaksi terang ini bisa berjalan tanpa adanya sinar matahari, Namun, terdapat bukti bahwa enzim utama dari tahap ini distimulasi secara tidak langsung oleh energi cahaya (Lawrence,1981). Melalui reaksi respirasi yang terjadi di dalam sel, glukosa diuraikan menjadi CO 2 dan air. Energi yang dilepaskan dari reaksi ini digunakan untuk pembentukan biomassa melalui reaksi: C 6 H 12 O 6 + 6 O 2 6CO 2 + 6H 2 O + Biomassa Oleh karena itu, jelaslah bahwa pada variasi 1, glukosa yang dihasilkan akan lebih 35

banyak dari variasi 2, sehingga laju petumbuhannya biomassa pun akan lebih tinggi pada variasi 1. Pengamatan pertumbuhan alga mikro Botryococcus braunii dilakukan selama 5 hari. Pengamatan setelah hari ke-5 dengan menggunakan spektrofotometri tidaklah lagi akurat, sebab pada hari ke-5 mikro alga cenderung membentuk koloni berupa flok-flok dan menempel pada dinding dan dasar dari reaktor air-lift. Kurva pertumbuhan alga mikro Botryococcus braunii ditunjukkan pada Gambar 4.1, 4.2, dan 4.3. Dari kurva pertumbuhan tersebut, dapat diamati bahwa pada lama pencahayaan 10 jam jumlah sel Botryococcus braunii yang terbentuk lebih banyak dibandingkan dengan lama pencahayaan 5 jam. Akan tetapi, perbedaan jumlah sel pada tiap variasi lama pencahayaan ini ternyata tidak signifikan (Tabel 4.1). Berdasarkan uji mean (Lampiran C) jumlah biomassa total kedua variasi sama. Hal ini sejalan dengan penelitian Jian Qin (2005) yang menyimpulkan bahwa lama pencahayaan tidak berpengaruh signifikan pada pertumbuhan biomassa, melainkan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi hidrokarbon dan asam lemak pada alga mikro (Vladislay et al.,1994 dan Ohta et al.,1993). log Berat Sel Kering 2,5 2 1,5 1 0,5 0 0 2 4 6 5 Jam 10 Jam Hari Ke- Gambar 4.2. Kurva pertumbuhan Botryococcus braunii pada tempuhan (run) 1 36

Log Berat Sel Kering 2,5 2,4 2,3 2,2 2,1 2 0 2 4 6 5 Jam 10 Jam Hari Ke- Gambar 4.3. Kurva pertumbuhan Botryococcus braunii pada tempuhan (run) 2 Log Berat Sel Kering 2,5 2,45 2,4 2,35 2,3 2,25 2,2 0 2 4 6 Hari Ke- 5 Jam 10 Jam Gambar 4.4. Kurva pertumbuhan Botryococcus braunii pada tempuhan (run) 3 Tabel 4.2 Jumlah Biomassa Total Run Jumlah Biomassa Total (g) Variasi I Variasi II 1 0,47 ± 0,5 0,09 ± 0,05 2 1,12 ± 0,41 0,85 ± 0,28 3 1,22 ± 0,3 1,18 ± 0,11 Dari penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa lamanya penerangan tidak berpengaruh dalam jumlah biomassa total dari alga mikro Botryococcus braunii dan dapat disimpulkan pula, fiksasi CO 2 oleh alga tidak dipengaruhi oleh faktor pencahayaan. Gambar 4.4 menunjukkan hasil pemotretan alga menggunakan mikroskop. Dari pengamatan visual tersebut, dapat diamati bahwa sel dengan lama pencahayaan yang 37

lebih lama memiliki ukuran sel yang lebih besar. Hal ini disebabkan oleh sifat alami alga yang cenderung membelah pada malam hari dan membesar pada siang hari (Richmond, 1996). (a) (b) Gambar 4.5 Hasil pemotretan alga dengan perbesaran 400 kali (a) lama pencahayaan 10 jam (b) lama pencahayaan 5 jam 4.2. Pengaruh Lama Pencahayaan terhadap Produksi Hidrokarbon yang dihasilkan oleh Botryococcus braunii Dari hasil ekstraksi mikro algae Botryococcus braunii didapatkan perolehan ekstrak sebesar 20,45 % untuk variasi 1 dan 13,48% untuk variasi 2. Sedangkan komposisi dari hidrokarbon yang dihasilkan berdasarkan hasil analisis GC-MS dapat dilihat pada Tabel 4.3, Tabel 4.4, dan Tabel 4.5. Tabel 4.3 Komposisi senyawa hidrokarbon pada lama pencahayaan 10 jam Komponen Rumus Komposisi Molekul (%-v) 1-Hsikloprepeazulene C 15 H 24 1,46 2-metil nonana C 10 H 22 0,95 5-metil-1-undekena C 12 H 24 0,92 1-tetradekena C 14 H 28 2,01 Hexadekana C 17 H 36 1,06 sikloeikosen C 20 H 40 4,73 1-dokosena C 22 H 44 7,40 1-heksadekena C 16 H 32 0,89 4-(1,1,3,3-tetrametilbutilfenol C 14 H 22 O 1,43 dodesilfenol C 18 H3 0 O 3,99 dodesilfenol C 18 H 30 O 2,73 38

Tabel 4.3 Komposisi senyawa hidrokarbon pada lama pencahayaan 10 jam (lanjutan) 2-tridekena-1-ol C 13 H 26 O 1,09 2-pentadesin-2-ol C 15 H 28 O 6,91 fitol C 20 H 40 O 4,65 9-oktadekena-1-ol (oleol) C 18 H 36 O 34,68 1-heksakosanol C 26 H 54 O 1,86 Asam oleat C 18 H 34 O 2 20,48 Asam bezenedikarboksilat C 28 H 38 O 4 2,75 Tabel 4.4 Komposisi senyawa hidrokarbon pada lama pencahayaan 5 jam Komponen Rumus Molekul Komposisi 1,2,4,5-tetrametilbenzena C 10 H 14 1,07 3,5 dimetil oktana C 10 H 22 1,10 2-metil nonana C 10 H 22 1,34 3 metiltridekana C 14 H 30 1,10 1-undekena C 11 H 22 1,25 1-heksadekena C 16 H 32 3,03 dokosena C 22 H 44 2,76 Oktadekena C 18 H 36 6,02 siklotetrakosana C 24 H 48 5,01 1,2 epoksitetradekana C 14 H 28 O 1,66 4-(1,1,3,3-tetrametilbutilfenol C 14 H 22 O 1,10 2-pentadesin-2-ol C 15 H 28 O 1,96 1-tricosanol C 23 H 48 O 8,69 1-tetrakosanol C 24 H 50 O 1,07 asam palmitat C 16 H 32 O 2 33,23 asam oleat C 18 H 34 O 2 20,39 1,2 asam benzenadikarboksilat C 28 H 38 O 4 2,08 Tabel 4.5 Perbandingan Komposisi Komponen pada Kedua Variasi Komponen Komposisi (%-v) Variasi I Variasi II Hidrokarbon 19,42 22,67 Senyawa alkohol 49,2 11,72 Senyawa fenol 8,15 1,10 Asam lemak Asam oleat 20,48 27,54 Asam palmitat - 33,23 Lain-lain 2,75 3,74 Total 100,00 100,00 Fakta lain yang menarik Tabel 4.4 adalah 20,48% komposisi senyawa pada variasi 1 dan 60,93% komposisi senyawa pada variasi 2 adalah berupa asam palmitat dan oleat. Kedua asam ini diduga merupakan prekusor langsung pembentukan hidrokarbon pada 39

algae Botryococcus braunii (Barneje et al, 2002). Pernyataan tersebut terbukti pada penelitian ini, pada saat konsentrasi asam oleat dan palmitat rendah, konsentrasi hidrokarbon rendah, terbukti pada lama pencahayaan 10 jam, zat terbentuk kebanyakan adalah senyawa karbon berupa alkohol. Sebaliknya ketika konsentrasi asam oleat dan palmitat yang tinggi, alga Botryococcus braunii menghasilkan senyawa hidrokarbon yang lebih banyak. Dapat disimpulkan bahwa produksi hidrokarbon pada alga Botryococcus braunii paling besar terjadi pada percobaan dengan waktu pencahayaan yang lebih rendah (5 jam), karena produksi lipid, seperti asam oleat dan asam palmitat sebagai prekursor pembentukan hidrokarbon meningkat. Diduga, reaksi pembentukan senyawa hidrokarbon ini terjadi ketika reaksi gelap seperti ditunjukkan pada Gambar 4.6. Dengan demikian, kinerja enzim yang menghasilkan hidrokarbon terjadi pada saat tidak ada energi matahari. Gambar 4.6. Lintasan Pembentukan Hidrokarbon 40

Gambar 4.65 Lintasan Pembentukan Hidrokarbon (lanjutan) 41