SKRIPSI. Oleh Thimotius Tarra Behy NIM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. (Harijanto, 2014). Menurut World Malaria Report 2015, terdapat 212 juta kasus

BAB I PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Gorontalo pada bulan 30 Mei 13 Juni Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan

LAMPIRAN I DOKUMENTASI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

PENGARUH PERILAKU HIDUP SEHAT TERHADAP KEJADIAN ASCARIASIS PADA SISWA SD NEGERI SEPUTIH III KECAMATAN MAYANG KABUPATEN JEMBER

BAB I PENDAHULUAN. serta semakin luas penyebarannya. Penyakit ini ditemukan hampir di seluruh

Latar Belakang Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa

BAB I PENDAHULUAN. dijumpai adalah Plasmodium Falciparum dan Plasmodium. Vivax. Di Indonesia Timur yang terbanyak adalah Plasmodium

DEFINISI KASUS MALARIA

BAB I PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh plasmodium yang

TINJAUAN PENATALAKSANAAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI SELURUH PUSKESMAS KEPERAWATAN WILAYAH KABUPATEN JEMBER PERIODE 1 JANUARI 31 DESEMBER 2007

Medan Diduga Daerah Endemik Malaria. Umar Zein, Heri Hendri, Yosia Ginting, T.Bachtiar Pandjaitan

ABSTRAK. Helendra Taribuka, Pembimbing I : Dr. Felix Kasim, dr., M.Kes Pembimbing II : Rita Tjokropranoto, dr., M.Sc

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh parasit Protozoa genus Plasmodium dan ditularkan pada

BAB I PENDAHULUAN UKDW. kejadian kematian ke dua (16%) di kawasan Asia (WHO, 2015).

Skripsi Ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh TIWIK SUSILOWATI J

SKRIPSI. Oleh: Dian Kurnia Dewi NIM

BAB 1 PENDAHULUAN. terhadap ketahanan nasional, resiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) pada ibu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN BADAN KESBANGPOL DAN LINMAS PEMERINTAH KABUPATEN HALMAHERA UTARA. 1. Sebelum penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria adalah suatu penyakit menular yang banyak diderita oleh penduduk di daerah tropis dan subtropis,

BAB 1 PENDAHULUAN. dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin

BAB I PENDAHULUAN. lebih dari 2 miliar atau 42% penduduk bumi memiliki resiko terkena malaria. WHO

ANALISIS MODEL PENYEBARAN MALARIA YANG BERGANTUNG PADA POPULASI MANUSIA DAN NYAMUK SKRIPSI. Oleh : Renny Dwi Prastiwi J2A

BAB 1 PENDAHULUAN. derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Upaya perbaikan kesehatan masyarakat

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium

Epidemiologi dan aspek parasitologis malaria. Ingrid A. Tirtadjaja Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN POLI PENYAKIT DALAM RSD Dr.

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012

PREVALENSI CACING USUS MELALUI PEMERIKSAAN KEROKAN KUKU PADA SISWA SDN PONDOKREJO 4 DUSUN KOMBONGAN KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 : PENDAHULUAN. Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

TATALAKSANA MALARIA. No. Dokumen. : No. Revisi : Tanggal Terbit. Halaman :

BAB II 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan tubuh nyamuk.

BAB III KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

PENDAHULUAN. Latar Belakang

WALIKOTA LANGSA PERATURAN WALIKOTA LANGSA NOMOR 77 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN ELIMINASI MALARIA DI KOTA LANGSA

BAB I PENDAHULUAN. Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit protozoa UKDW

MANAJEMEN PENANGGULANGAN MALARIA DI KABUPATEN SUMBA TIMUR TAHUN 2011

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

ABSTRAK. Pembimbing I : Rita Tjokropranoto, dr., M.Sc Pembimbing II : Hartini Tiono, dr.,m. Kes

UJI AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia) SECARA IN VIVO SKRIPSI. oleh. Cita Budiarti NIM

BAB 1 PENDAHULUAN. Malaria merupakan salah satu penyakit tropik yang disebabkan oleh infeksi

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium.

Risk factor of malaria in Central Sulawesi (analysis of Riskesdas 2007 data)

Gambaran Infeksi Malaria di RSUD Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Periode Januari Desember 2012

ABSTRAK GAMBARAN INFEKSI MALARIA DI RSUD TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA PERIODE JANUARI DESEMBER 2012

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

DAFTAR ISI. BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN Kerangka Berpikir Konsep Penelitian...26

BAB I PENDAHULUAN. Malaria ditemukan hampir di seluruh bagian dunia, terutama di negaranegara

a. Tujuan terapi.. 16 b. Terapi utama pada hepatitis B.. 17 c. Alternative Drug Treatments (Pengobatan Alternatif). 20 d. Populasi khusus

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDEKATAN DIAGNOSIS DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI SELURUH PUSKESMAS KEPERAWATAN WILAYAH KABUPATEN JEMBER PERIODE 1 JANUARI 31 DESEMBER 2007

BAB I PENDAHULUAN.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambaran Diagnosis Malaria pada Dua Laboratorium Swasta di Kota Padang Periode Desember 2013 Februari 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. menyebabkan kematian (Peraturan Menteri Kesehatan RI, 2013). Lima ratus juta

ANALISIS MANFAAT PEMBERIAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN DHF DI SMF PENYAKIT DALAM RSUD DR. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL i HALAMAN PERSEMBAHAN ii HALAMAN MOTTO. iii HALAMAN PERNYATAAN. iv HALAMAN BIMBINGAN. v HALAMAN PENGESAHAN

Malaria merupakan penyakit yang terdapat di daerah Tropis. Penyakit ini. sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lingkungan yang memungkinkan nyamuk

Malaria disebabkan parasit jenis Plasmodium. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

BAB 1 PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit

PENGENDALIAN MALARIA DI INDONESIA. Prof dr Tjandra Yoga Aditama Dirjen PP &PL

I. PENDAHULUAN. nyamuk Anopheles sp. betina yang sudah terinfeksi Plasmodium (Depkes RI, 2009)

A. Pengorganisasian. E. Garis Besar Materi

KUESIONER. Hari/Tanggal : Waktu : Pukul... s/d... No. Responden : 1. Nama (inisial) : 2. Umur :

BAB 1 PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit akibat infeksi protozoa genus Plasmodium yang

ABSTRAK. Pembimbing I : Susy Tjahjani, dr., M.Kes. Pembimbing II : Ronald Jonathan, dr., M.Sc., DTM&H

Tindakan Pencegahan Masyarakat terhadap Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Tikala Kota Manado

BAB 1 PENDAHULUAN. endemik malaria, 31 negara merupakan malaria-high burden countries,

Project Status Report. Presenter Name Presentation Date

Proses Penularan Penyakit

DAFTAR ISI. i ii iii iv v vi. viii. x x xi xii xiii

Elly Herwana Departemen Farmakologi dan Terapi FK Universitas Trisakti

KUESIONER ANALISIS FAKTOR KEJADIAN RELAPS PADA PENDERITA MALARIA DI KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2010

BAB 1 PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini mempengaruhi

ABSTRAK PREVALENSI INFEKSI MALARIA DI LABORATORIUM RUMAH SAKIT UMUM PANGLIMA SEBAYA TANAH GROGOT KALIMANTAN TIMUR PERIODE

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Plasmodium, yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Ada empat spesies

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang

PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARO KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses terjadinya penyakit terdapat tiga elemen yang saling berperan

Penelitian. Vol. 4, No. 3, Juni Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Binatang (Epidemiology and Zoonosis Journal) Hal :

BAB 1 PENDAHULUAN. Deklarasi Milenium yang merupakan kesepakatan para kepala negara dan

Rataan Kepadatan A. punctulatus yang tertangkap dengan umpan orang di dalam dan di luar rumah di Desa Dulanpokpok, periode Mei-Agustus 2009

Bab I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan infeksi cacing filaria yang ditularkan melalui gigitan

BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles,

Transkripsi:

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENYAKIT MALARIA SERTA PEMERIKSAAN SAMPEL DARAH MASYARAKAT PERUMAHAN ADAT DI KECAMATAN KOTA WAIKABUBAK KABUPATEN SUMBA BARAT - NTT SKRIPSI Oleh Thimotius Tarra Behy NIM.022010101039 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2008

RINGKASAN Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Penyakit Malaria Serta Pemeriksaan Sampel Darah Masyarakat Perumahan Adat Di Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-NTT; Thimotius Tarra Behy, 022010101039; 2008; halaman 71; Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Malaria adalah salah satu penyakit infeksi yang akut maupun kronik, disebabkan oleh protozoa yang hidup intrasel yang berasal dari genus Plasmodium dengan gejala klinis ditandai dengan demam, splenomegali, anemia dan ikterus. Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, yang biasanya menggigit menjelang sore dan pada malam hari. Penyakit malaria dapat dicegah penularannya dengan cara menghindari gigitan nyamuk Anopheles. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah gigitan nyamuk, diantaranya adalah dengan tidur menggunakan kelambu berinsektisida, menggunakan kasa pelindung nyamuk pada jendela dan ventilasi rumah, menggunakan repellant atau obat nyamuk pada saat tidur, menghindari kegiatan di luar rumah pada malam hari dan menghindari menggunakan pakaian berwarna gelap dimalam hari. Pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit malaria adalah aspek yang penting dalam pencegahan penularan malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap penyakit malaria serta besar persentase sediaan darah positif pada masyarakat perumahan adat di Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat-NTT. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan dalam upaya pemberantasan malaria mulai dari pencegahan sampai pada pengobatan penderita malaria baik yang simptomatik maupun yang asimptomatik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian secara cross sectional yang dilaksanakan dalam dua tahap. Pada penelitian tahap yang pertama ditujukan untuk mendapat informasi tentang pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit viii

malaria. Penelitian ini menggunakan alat ukur adalah jawaban pertanyaan kuisioner dan wawancara. Pengetahuan dan sikap masyarakat mencakupi : mengenali gejala awal penyakit malaria, frekuensi menderita malaria dalam 2 tahun terakhir, tindakan dan upaya yang dilakukan jika menderita malaria, kepemilikan kelambu, pengetahuan tentang penyebab penyakit malaria, cara mencegah penularan dan gigitan nyamuk, cara mengetahui diagnosis pasti malaria, dan pilihan terapi. Penelitian tahap yang kedua bertujuan untuk mengetahui jumlah atau persentase masyarakat dengan sediaan darah positif. Sampel yang digunakan adalah masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi pada metode penelitian. Pemeriksaan sampel darah menggunakan hapusan darah dengan pengecatan giemsa, dan diamati di bawah mikroskop untuk menentukan sediaan darah mengandung Plasmodium atau tidak, dengan kata lain sediaan darah positif jika mengandung Plasmodium dan negatif jika tidak ditemukan Palsmodium. Penelitian tahap kedua dilanjutkan dengan mengidentifikasi spesies Plasmodium yang ditemukan pada sediaan darah positf. Hasil penelitian tahap pertama dengan total 35 responden, menunjukkan hanya 34,3% atau 12 responden yang mengenali gejala awal malaria, 82,8% atau 29 responden mempunyai frekuensi 3/>3 kali menderita malaria dalam 2 tahun terakhir, tindakan yang paling sering dilakukan jika menderita malaria adalah berobat ke Puskesmas, Bidan, Mantri, POD. Hanya 22,9% atau 8 responden yang memiliki kelambu, 45,7% atau 16 responden yang mengetahui penyebab penyakit malaria melalui gigtan nyamuk. Cara mencegah penularan dan gigitan nyamuk yang paling banyak digunakan adalah menjaga kebersihan lingkungan, dan plihan terapi yang paling banyak digunakan adalah minum obat yang berasal dari resep dokter. Hasil pemeriksaan sampel darah dengan total sampel 15% dari total populasi, yaitu sebanyak 27 orang ditemukan 44,4% atau 12 orang positif mengandung Plasmodium dalam sediaan darahnya. Setelah diidentifikasi, semua sediaan darah positif mengandung Plasmodium vivax. Pengetahuan masyarakat yang rendah mengenai gejala, upaya pencegahan, prosedur diagnosis, dan cara penanganan malaria menyebabkan rendahnya upaya ix

masyarakat mencegah penularan penyakit malaria. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya masyarakat yang belum mengetahui penyebab malaria adalah karena gigitan nyamuk Anopheles, dan masih banyaknya aktivitas masyarakat yang beresiko tinggi untuk penularan malaria, seperti beraktivitas di luar rumah pada malam hari, tidak menggunakan kelambu atau obat nyamuk ketika tidur, menggunakan pakaian yang berwarna gelap untuk beraktivitas dimalam hari. Hal lain yang berkaitan dengan sikap masyarakat sikap masyarakat terhadap penyakit malaria adalah belum semua masyarakat mengetahui bahwa sarana diagnosis utama penyakit malaria adalah pemeriksaan sampel darah untuk menemukan parasit malaria ( Plasmodium ), dan masih banyaknya masyarakat yang mminum obat Anti Malaria tanpa resep dokter yang beresiko meningkatkan resistensi parasit malaria terhadap obat Anti Malaria. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan penyuluhan atau suatu kegiatan pembelajaran bagi masyarakat mulai dari penyebab, faktor resiko, cara pencegahan, dan hal lain yang berkaitan dengan upaya pemberantasan malaria. Bagi pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan perlu lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam pengadaan sarana seperti laboraturium malaria yang meneliti penyakit ini di daerah endemis, mengupayakan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengadaan kelambu berinsektisida secara gratis bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membelinya. x

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PENGESAHAN... vii RINGKASAN... viii KATA PENGANTAR... xi DAFTAR ISI... xiii DAFTAR TABEL... xvi DAFTAR GAMBAR... xvii DAFTAR LAMPIRAN... xviii BAB 1. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 5 1.3 Tujuan Penelitian... 5 1.3.1 Tujuan Umum... 5 1.3.2 Tujuan Khusus... 5 1.4 Manfaat Penelitian... 5 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA... 7 2.1 Pengantar... 7 2.1.1 Pengertian Malaria... 7 2.1.2 Sejarah Malaria... 7 2.2 Parasit Malaria... 8 2.2.1 Spesies... 8 2.2.2 Morfologi... 8 2.2.3 Siklus Hidup... 12 2.3 Epidemiologi... 16 2.4 Penilaian Situasi Malaria... 19 2.4.1 Endemisitas... 19 xiii

2.4.2 Status Malaria... 20 2.5 Infeksi malaria... 21 2.5.1 Cara Penularan... 21 2.5.2 Faktor Yang Mempengaruhi Penularan... 21 2.6 Gejala Klinis... 22 2.6.1 Demam... 22 2.6.2 Splenomegali... 23 2.6.3 Anemia... 24 2.6.4 Ikterus... 24 2.6.5 Gejala Malaria Berat atau Komplikasi... 24 2.6.6 Keadaan Klinis Dalam Perjalanan Infeksi Malaria... 26 2.7 Diagnosis... 27 2.8 Terapi... 28 2.8.1 Klorokuin... 29 2.8.2 Primakuin... 30 2.8.3 Kina... 31 2.8.4 Sulfadoksin Pirimetamin... 31 2.8.5 Obat Lain... 32 2.8.6 Obat Baru... 32 2.9 Pencegahan Malaria... 34 2.10 Pemberantasan Malaria... 35 2.11 Gambaran Lokasi Penelitian... 36 BAB 3. METODE PENELITIAN... 39 3.1 Jenis Penelitian... 39 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian... 39 3.2.1 Tempat Penelitian... 39 3.2.2 Waktu penelitian... 39 3.3 Populasi... 39 3.4 Sampel... 39 xiv

3.4.1 Kriteria Sampel... 39 3.4.2 Besar Sampel... 40 3.4.3 Teknik Pengambilan Sampel... 40 3.5 Definisi Operasional... 40 3.5.1 Penelitian Deskriptif... 40 3.5.1 Persentase Sampel Darah... 40 3.5.2 Penderita Malaria... 40 3.5.3 Perumahan Adat... 40 3.5.4 Tingkat Pengetahuan... 41 3.5.5 Sikap... 41 3.5.6 Kuisioner... 41 3.6 Rancangan Penelitian dan Teknik Penelitian... 41 3.6.1 Rancangan Penelitian... 41 3.6.2 Teknik Penelitian... 43 3.7 Data Penelitian... 46 3.8 Analisis Data... 46 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN... 47 4.1 Gambaran Pelaksanaan Penelitian... 47 4.2 Hasil Penelitian... 48 4.2.1 Hasil Berdasarkan Kuisioner Dan Wawancara... 48 4.2.2 Pemeriksaan Sampel Darah... 56 4.3 Pembahasan... 59 4.3.1 Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat... 59 4.3.2 Persentase Sediaan Darah Positif... 63 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN... 66 5.1 Kesimpulan... 66 5.2 Saran... 66 DAFTAR PUSTAKA... 68 LAMPIRAN... 72 xv