PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 109/Permentan/OT.140/9/2014 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERKEBUNAN NOMOR: 129.1/Kpts/HK.320/12/07 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70/Permentan/PD.200/6/2014 TENTANG PEDOMAN PERIZINAN USAHA BUDIDAYA HORTIKULTURA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

No.1374, 2014 KEMENTAN. Calon Kebun Sumber Benih. Sertifikasi Benih. Evaluasi Kebun Sumber Benih. Teh. Standar Operasional Prosedur.

2 2. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4377); 3. Undang-Un

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 60/Permentan/OT.140/9/2012 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 38/Permentan/OT.140/7/2011 TENTANG PENDAFTARAN VARIETAS TANAMAN HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 05/Permentan/OT.140/2/2012 TENTANG PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BENIH HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 76/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENETAPAN PRODUK UNGGULAN HORTIKULTURA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 76/Permentan/OT.140/7/2013 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40/Permentan/OT.210/3/2014 TENTANG PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN HORTIKULTURA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02/Permentan/SR.120/1/2014 TENTANG PRODUKSI, SERTIFIKASI, DAN PEREDARAN BENIH BINA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 70/Permentan/OT.140/11/2007 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTANIAN. Budidaya. Izin Usaha.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 119/Permentan/HK.310/11/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 37/Permentan/OT.140/7/2011 TENTANG PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 77/Permentan/OT.140/12/2012

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2018, No Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06/PERMENTAN/ OT.140/2/2012 tentang Pedoman Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Pertanian, perlu

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 75/Permentan/OT.140/11/2011 TENTANG LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK BIDANG PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 20/Permentan/OT.140/2/2010 TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU PANGAN HASIL PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 08/Permentan/SR.120/3/2015 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTANIAN. Jaminan Mutu Pangan.

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37/Permentan/OT.140/7/2011 TENTANG PELESTARIAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 47/Permentan/OT.140/4/2013 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 62/Permentan/OT.140/5/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121/Permentan/OT.140/11/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64/Permentan/OT.140/5/2014 TENTANG PEDOMAN BUDI DAYA KAMBING PERAH YANG BAIK

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 38/Permentan/OT.140/7/2011 TANGGAL : 14 Juli 2011

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 26/Permentan/OT.140/2/2007 TENTANG PEDOMAN PERIZINAN USAHA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/PERMENTAN/HR.060/5/2017 TENTANG REKOMENDASI IMPOR PRODUK HORTIKULTURA

FORMULIR PERMOHONAN PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BENIH, BIBIT TERNAK DAN TERNAK POTONG. No KODE NAMA FORMULIR DITANDATANGANI OLEH

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97/Permentan/PD.410/9/ /9/2013 TENTANG

2017, No menetapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/SR.120/8/2012 ten

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 67/Permentan/OT.140/12/2006 TENTANG

2016, No Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintaha

2018, No.8-2- Negara Republik Indonesia Nomor 3478); 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Repu

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG


PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 31 TAHUN 2013 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 463 TAHUN 2012

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 38/Permentan/OT.140/8/2006 TENTANG PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BENIH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 68/Permentan/OT.140/11/2007 TENTANG

2018, No Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-Undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 dari Republik

Nama Perusahaan :... A l a m a t. Sebagai produsen atau pembuat pakan dengan bahan pakan :...

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 354/HK.130/C/05/2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PRODUKSI BENIH BINA TANAMAN PANGAN

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 18/Permentan/OT.140/4/2009 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PEMBERIAN IZIN USAHA OBAT HEWAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTANIAN. Tata Cara. Syarat. Pendaftaran Pakan. Pencabutan.

2017, No Pengeluaran Benih Hortikultura sudah tidak sesuai lagi; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2018 TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 79 ayat (2) Peraturan Pem

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 73/Permentan/OT.140/12/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 08/Permentan/OT.140/1/2013 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG

PERBANDINGAN PENGATURAN TENTANG TENAGA KERJA ASING PERPRES 72 TAHUN 2014 DAN PERPRES NO 20 TAHUN 2018

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 26/Permentan/HK.140/4/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131/Permentan/OT.140/12/2013 TENTANG PEDOMAN BUDIDAYA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) YANG BAIK

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL NOMOR : 2/P/2008

Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan

2 bidang pertanian secara transparan, terukur, perlu menetapkan syarat, tata cara, dan standar operasional prosedur dalam pemberian rekomendasi teknis

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR PEMASUKAN JENIS TERNAK POTONG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTANIAN. Kewenangan. Izin Usaha. Pencabutan.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEMANDIRIAN BENIH PERKEBUNAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KOP SURAT BKPM RI IZIN KANTOR PERWAKILAN PERUSAHAAN ASING

TENTANG SYARAT DAN TATACARA PERMOHONAN DAN PEMBERIAN HAK PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN MENTERI PERTANIAN,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu

PERATURAN MENTERI PERTANIAN Nomor : 35/permentan/OT.140/7/2011 PENGENDALIAN TERNAK RUMINANSIA BETINA PRODUKTIF

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.16/MEN/2011 TENTANG ANALISIS RISIKO IMPORTASI IKAN DAN PRODUK PERIKANAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTANIAN. Tata Cara. Syarat. Izin Usaha. Obat Hewan. Pemberian. Pencabutan.

: PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Transkripsi:

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 109/Permentan/OT.140/9/2014 TENTANG KUALIFIKASI KEAHLIAN DAN KEMAMPUAN TERTENTU SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG HORTIKULTURA DARI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengembangan usaha hortikultura ketersediaan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan kemampuan penanganan komoditas hortikultura yang bersifat spesifik masih terbatas; b. bahwa untuk mencukupi kebutuhan sumber daya manusia yang mempunyai keahlian dan kemampuan dalam pengembangan usaha hortikultura yang bersifat spesifik dapat memanfaatkan sumber daya manusia dari luar negeri; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dan untuk menindaklanjuti amanat Pasal 15 Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Tertentu Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5170); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4637); 5. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 6. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan

Organisasi Kementerian Negara; 7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 8. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2014 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing serta Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Pendamping (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 162); 9. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.02/MEN/III/2008 tentang Tatacara Penggunaan Tenaga Kerja Asing; 10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/ OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian; 11. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP.08/MEN/I/2011 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Pertanian Bidang Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan; 12. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG KUALIFIKASI KEAHLIAN DAN KEMAMPUAN TERTENTU SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG HORTIKULTURA DARI LUAR NEGERI. Pasal 1 Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Tertentu Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Pasal 2 Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebagai dasar dalam pemanfaatan Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri. Pasal 3 Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat dimanfaatkan apabila tidak tersedia sumber daya manusia dalam negeri yang mempunyai kualifikasi keahlian dan kemampuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan ini. Pasal 4 Dalam hal Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Tertentu Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri yang dibutuhkan oleh pelaku usaha belum tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini, pelaku usaha perlu mendapat persetujuan Menteri berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal yang membidangi Hortikultura. 2

Pasal 5 Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 dapat dimanfaatkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan setelah mendapat rekomendasi dari asosiasi pelaku usaha. Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 September 2014 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SUSWONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 September 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 1284 3

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 109/Permentan/OT.140/9/2014 TANGGAL : 10 September 2014 KUALIFIKASI KEAHLIAN DAN KEMAMPUAN TERTENTU SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG HORTIKULTURA DARI LUAR NEGERI A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Hortikultura merupakan komoditas yang strategis sebagai komponen penting dalam penyediaan pangan dan perekonomian masyarakat. Komoditas hortikultura merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak nabati, sumber vitamin, mineral, antioksidan, senyawa yang berkhasiat obat, dan senyawa berguna lainnya. Komoditas hortikultura juga mempunyai peranan penting dalam penyediaan lapangan kerja, penyedia bahan baku industri, sosial budaya, dan pariwisata. Tanaman hortikultura cukup beragam, mempunyai karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang spesifik. Dalam pengembangan hortikultura perlu didukung dengan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi keahlian dan kemampuan tertentu, sesuai dengan tuntutan penanganan komoditas hortikultura yang bersifat spesifik. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah keterbatasan sumber daya manusia hortikultura, antara lain dengan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia hortikultura dalam negeri, namun demikian jumlahnya masih terbatas sehingga belum mencukupi kebutuhan. Upaya lain yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dari luar negeri yang sifatnya sementara dan secara bertahap akan dikurangi dan digantikan oleh sumber daya manusia hortikultura dalam negeri. Pasal 15 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, mengamanatkan bahwa pelaku usaha wajib mengutamakan pemanfaatan sumber daya manusia dalam negeri, sedangkan Tenaga Kerja dari luar negeri dimanfaatkan jika tidak tersedia sumber daya manusia di dalam negeri yang mempunyai keahlian dan kemampuan tertentu di bidang hortikultura. Untuk pelaksanaan amanat Undang-Undang tersebut, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Tertentu Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura Dari Luar Negeri sebagai pedoman bagi pelaku usaha, asosiasi pelaku usaha, dan petugas pemerintah dalam pemanfaatan sumber daya manusia dari luar negeri. B. Maksud dan Tujuan Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai dasar pemanfaatan sumber daya manusia dari luar negeri dengan tujuan untuk menjamin pemanfaatan sumber daya manusia dari luar negeri sesuai dengan kualifikasi keahlian dan kemampuan tertentu di bidang Hortikultura. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup Peraturan ini meliputi: 4

1. Bidang Usaha, Kualifikasi, Keahlian, dan Kemampuan. 2. Pembinaan dan Pengawasan. D. Pengertian Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. Sumber Daya Manusia di Bidang Hortikultura dari Luar Negeri yang selanjutnya disebut SDM Hortikultura dari Luar Negeri adalah Tenaga Kerja Asing yang bekerja di bidang hortikultura yang merupakan warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Republik Indonesia. 2. Kualifikasi Keahlian Tertentu adalah hal persyaratan akademis dan teknis untuk menangani jenis pekerjaan tertentu di bidang hortikultura. 3. Kemampuan Tertentu adalah kemampuan di bidang teknis atau di bidang sosial ekonomi pertanian. 4. Usaha Hortikultura adalah semua kegiatan untuk menghasilkan produk dan/atau menyelenggarakan jasa yang berkaitan dengan Hortikultura. BAB II BIDANG USAHA, KUALIFIKASI, KEAHLIAN, DAN KEMAMPUAN A. Bidang Usaha Hortikultura Bidang Usaha Hortikultura meliputi: 1. Usaha perbenihan; 2. Usaha budidaya; 3. Usaha panen dan pasca panen; 4. Usaha pengolahan; 5. Usaha distribusi, perdagangan, dan pemasaran; 6. Usaha penelitian; dan 7. Usaha wisata agro. B. Kualifikasi Jenis pekerjaan yang dapat diduduki oleh tenaga kerja asing berdasarkan Kualifikasi, Keahlian dan Kemampuan Tertentu di Bidang Hortikultura sebagaimana daftar berikut: NO Golongan Pokok Kode ISCO 88 Bahasa Indonesia Jenis Pekerjaan Bahasa Inggris 1 2 3 4 5 Hortikultura Ahli Pemasaran International Internasional Specialist Ahli Pemulia Utama Tanaman Sayuran dan Buah Semusim Bentuk Biji Ahli Perbanyakan Benih Vegetatif Kultur In-Vitro (Meriklon) marketing Leading Expert Breeder for Vegetable and Ornamental Crop In-Vitro(Mericlone) Seed Propagation Specialist 5

Ahli Penanganan Hasil Produk Hortikultura Ahli Alat dan Mesin Hortikultura Ahli Budidaya Hortikultura Organik Ahli Perekayasa Produk Olahan Hortikultura Ahli Manajemen Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Produk Hortikultura Ahli Pengembangan Wisata Agro Horticulture Product Handling Specialist Horticulture Machine Engineer Specialist Horticulture Organic Farming Specialist Horticulture Processed Product Engineer Specialist Food Safety Quality Control System Management Specialist Agrotourism Development Specialist C. Persyaratan SDM Hortikultura dari Luar Negeri dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Hortikultura untuk menangani jenis pekerjaan yang memerlukan keahlian dan kemampuan yang belum tersedia di dalam negeri, dengan persyaratan sebagai berikut: a. memiliki pendidikan setingkat strata III dengan keahlian yang diperlukan oleh pelaku usaha; b. memiliki pengalaman minimal 5 (lima) tahun pada bidang yang sesuai dengan bidang keahlian yang diperlukan oleh pelaku usaha; dan c. memiliki kompetensi berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, dan/atau Standar Internasional dan/atau standar khusus, yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Selain memenuhi persyaratan tersebut di atas, SDM Hortikultura dari Luar Negeri lebih diutamakan yang telah mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang keahlian dan kemampuan yang bersangkutan. D. Keahlian dan Kemampuan Keahlian dan Kemampuan Sumber Daya Manusia dari Luar Negeri meliputi: 1. Ahli Pemasaran Internasional harus menguasai: a. market intelligence; b. hukum perdagangan internasional; c. analisis pasar internasional; d. teknik negosiasi; dan/atau e. strategi promosi untuk pasar luar negeri. 2. Ahli Pemulia Utama Tanaman Sayuran dan Buah Semusim Bentuk Biji harus menguasai: a. genetika kuantitatif dan kualitatif; b. teknik perakitan varietas; c. metode seleksi; 6

d. genetika molekuler; dan/atau e. aplikasi bioteknologi untuk perakitan varietas. 3. Ahli Perbanyakan Benih Vegetatif Kultur In-Vitro (Meriklon) harus menguasai: a. perbanyakan benih berasal dari meristem; b. metode seleksi off type; dan/atau c. sumber explan yang bebas penyakit sistemik. 4. Ahli Penanganan Hasil Produk Hortikultura harus menguasai perancangan dan penerapan: a. teknik penyimpanan produk segar hortikultura sesuai dengan Good Handling Practices (GHP); b. teknik pengemasan produk segar hortikultura sesuai dengan GHP; dan/atau c. teknik perlakuan tambahan produk hortikultura untuk mempertahankan mutu dan keamanan pangan. 5. Ahli Alat dan Mesin Hortikultura harus menguasai pemanfaatan dan pemeliharaan: a. alat dan mesin budidaya hortikultura; b. alat dan mesin pascapanen hortikultura; dan/atau c. alat dan mesin pengolahan hortikultura. 6. Ahli Budidaya Hortikultura Organik harus memiliki keahlian dan kemampuan dalam pelaksanaan budidaya organik sesuai dengan standar budidaya organik. 7. Ahli Perekayasa Produk Olahan Hortikultura harus menguasai: a. perancangan produk olahan baru; b. perancangan dan penerapan teknik pengemasan produk olahan; dan/atau c. perancangan dan pemanfaatan alat pengolahan produk sesuai dengan standar. 8. Ahli Manajemen Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Produk Hortikultura harus menguasai: a. perancangan dan penerapan manajemen sistem mutu dan keamanan pangan produk; b. persyaratan perdagangan internasional, termasuk Sanitary and Phytosanitary (SPS); dan/atau c. analisis titik kritis penanganan produk. 9. Ahli Pengembangan Wisata Agro harus menguasai: a. rancang bangun obyek/model usaha wisata agro; dan/atau b. pengembangan obyek/model usaha wisata agro. E. Pemanfaatan SDM Hortikultura dari Luar Negeri Dalam hal Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Tertentu di Bidang Hortikultura yang belum diatur dalam Peraturan Menteri ini, pelaku usaha dapat memanfaatkan SDM 7

Hortikultura dari Luar Negeri melalui tata cara sebagai berikut: 1. Mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri Pertanian melalui Direktur Jenderal Hortikultura dengan menggunakan form-1 dan form-2 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini, dan dilampiri dengan rekomendasi dari asosiasi pelaku usaha dengan menggunakan form-3 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. 2. Direktur Jenderal Hortikultura setelah menerima permohonan memberikan pertimbangan terhadap permohonan pelaku usaha mengenai persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf C dan ketersediaan Sumber Daya Manusia Hortikultura di dalam negeri dengan menggunakan form-4 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. 3. Direktur Jenderal Hortikultura dapat menolak permohonan dari pelaku usaha apabila persyaratan sebagaimana dimaksud dalam huruf C tidak dapat dipenuhi dan tersedia SDM Hortikultura di dalam negeri, maka permohonan dapat ditolak dengan menggunakan form-5 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. 4. Pertimbangan terhadap permohonan pelaku usaha disampaikan oleh Direktur Jenderal Hortikultura kepada Menteri Pertanian dengan menggunakan form-6 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. 5. Menteri Pertanian atas dasar pertimbangan dari Direktur Jenderal Hortikultura memberikan persetujuan atau penolakan tertulis terhadap permohonan pelaku usaha dengan menggunakan form-7 atau form-8 sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Izin Pemanfaatan SDM Hortikultura dari Luar Negeri untuk bekerja di Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. BAB III PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Dalam rangka pemanfaatan SDM Hortikultura dari Luar Negeri, pelaku usaha wajib menunjuk dan memberdayakan tenaga pendamping untuk alih teknologi dan alih keahlian dengan dukungan pembinaan dan pengawasan dari instansi terkait. Pengawasan terhadap pelaku usaha yang memperkerjakan SDM Hortikultura dari Luar Negeri dilakukan oleh instansi pengawas ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 8

BAB IV PENUTUP Kualifikasi Keahlian dan Kemampuan Sumber Daya Manusia Hortikultura Dari Luar Negeri sebagai dasar dalam pemanfaatan Sumber Daya Manusia Hortikultura Dari Luar Negeri. MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SUSWONO 9

PERMOHONAN DARI PELAKU USAHA Form-1 Nomor :... Perihal : Permohonan Lampiran :......,...20... Kepada Yth Menteri Pertanian c.q. Direktur Jenderal Hortikultura Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Jl. AUP No. 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Nama Pelaku Usaha :... 2. Nama Pemimpin Usaha :... 3. Alamat lokasi Usaha :... 4. Telepon, Facsimile dan e-mail) :... 5. Bentuk Usaha :... 6. Komoditas yang diusahakan :... 7. Tenaga Asing yang di butuhkan :... mengajukan permohonan untuk memperoleh pertimbangan teknis dalam rangka pemberian persetujuan penggunaan tenaga kerja asing di bidang hortikultura, dengan kelengkapan terlampir. Demikian surat permohonan ini kami buat dengan sebenarnya, ditandatangani oleh yang berhak di atas meterai yang cukup dan sewaktu-waktu dapat dipertanggungjawabkan termasuk dokumen/data baik yang terlampir maupun yang disampaikan kemudian....,...20... Pemohon, Ttd Keterangan: *) hanya diisi oleh perusahaan (...) Nama terang, tanda tangan, jabatan, cap perusahaan. 10

Form-2 DAFTAR DOKUMEN PERSYARATAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING DARI ASOSIASI PELAKU USAHA BERDASARKAN PERSYARATAN DOKUMEN No. Nama Dokumen Ada Tidak Ada Keterangan 1 Rekomendasi Asosiasi Pelaku Usaha 2 KTP / Nomor Pasport (perorangan asli dan fotocopy) 3 Kewarganegaraan/Negara Asal 4 Alamat Kedutaan Besar 5 Surat Keterangan Domisili (apabila tidak memiliki KTP) 6 Surat Izin dari Negara Asal 7 Sertifikat Kompetensi 8 Nomor Sertifikat 9 Surat Rekomendasi dari Perusahaan Sebelumnya 10 Jenjang Pendidikan Terakhir Jakarta,...20... (...) Nama terang dan tanda tangan pemohon 11

Form-3 REKOMENDASI ASOSIASI PELAKU USAHA Nomor :... Perihal : Rekomendasi Asosiasi Pelaku Usaha Lampiran :......,...20... Kepada Yth Direktur Jenderal Hortikultura Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura Jl. AUP No. 3, Pasar Minggu Jakarta Selatan Yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Asosiasi :... 2. Alamat :... 3. Telepon, Facsimile dan e-mail) :... 4. Rekomendasi tenaga kerja asing yang dibutuhkan :............ Demikian rekomendasi ini kami buat dengan sebenarnya, ditandatangani oleh yang berhak di atas meterai yang cukup dan sewaktu-waktu dapat dipertanggungjawabkan termasuk dokumen/data baik yang terlampir maupun yang disampaikan kemudian...., 20... Keterangan: *) hanya diisi Asosiasi Asosiasi, Ttd (...) Nama terang, tanda tangan, jabatan, cap Asosiasi Meterai Rp. 6.000,- 12

Form-4 REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN Nomor : Perihal Lampiran : : Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Kepada Yth Pimpinan Perusahaan... di Tempat Menindaklanjuti surat Saudara, nomor....tanggal...... tentang permohonan penggunaan tenaga kerja asing atas nama : Nama Lengkap : Kewarganegaraan : Nomor Paspor : Alamat : Pendidikan terakhir : Universitas : Fakultas/Jurusan/Spesialisasi : Bidang keahlian yang dituju : Pengalaman kerja dalam bidang : Keahlian yang dituju : Disampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian dokumen persyaratan kerja dengan bidang kerja yang dibutuhkan, maka kami merekomendasikan/tidak merekomendasikan*) personil di atas sebagai calon tenaga kerja asing di : Nama perusahaan : Alamat : Bidang keahlian : Dengan alasan :...**) Demikian, agar surat ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. DIREKTUR JENDERAL, *): coret yang tidak perlu **) : diisi bila diperlukan (...) NIP.... 13

Form-5 PENOLAKAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING Nomor :... Perihal : Penolakan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Jakarta,... Kepada Yth. Direksi PT.... d/a... di -... Sehubungan dengan surat permohonan Saudara Nomor... tanggal...dengan ini diberitahukan bahwa berdasarkan: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura; 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.02/MEN/III/2/2008 tentang Tatacara Penggunaan Tenaga Kerja Asing; 4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing; Saudara: 1. Nama Tenaga Kerja Asing:... 2. Warga Negara :... 3. Alamat :... 4. Kompetensi Keahlian :... Ditolak untuk bekerja pada : 1. Perusahaan/Asosiasi :... 2. Alamat :... dengan alasan :...... disarankan agar :...... Demikian agar menjadi maklum dan atas perhatian Saudara diucapkan terima kasih. DIREKTUR JENDERAL, Tembusan Yth.: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. (..) NIP.... 14

Form-6 PERTIMBANGAN TEKNIS PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING Nomor :... Perihal : Pesetujuan Teknis Jakarta,...20... Kepada Yth. Menteri Pertanian... Sehubungan dengan surat permohonan Nomor... tanggal...atas nama... dengan ini diberitahukan bahwa berdasarkan: 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; 2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura; 3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.02/MEN/III/2/2008 tentang Tatacara Penggunaan Tenaga Kerja Asing; 4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 40 Tahun 2012 tentang Jabatan-Jabatan tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing: menilai bahwa: Nama Tenaga Kerja Asing : Warga Negara : Alamat : Telp/Fax : Nama Perusahaan Pemberi Kerja : Alamat : Telp/Fax : telah memenuhi persyaratan kompetensi dan administrasi untuk dapat diberikan rekomendasi dan bekerja sebagai tenaga kerja asing di tempat pemohon. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan arahan Bapak Menteri kami ucapkan terima kasih. DIREKTUR JENDERAL, (...) NIP.... 15

Form-7 PERSETUJUAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING Nomor : Perihal : Persetujuan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Lampiran: Jakarta,...20... Kepada Yth Pimpinan Perusahaan... di Tempat Berdasarkan surat rekomendasi Direktur Jenderal Hortikultura, nomor:... tanggal... tentang Pertimbangan Penggunaan Tenaga Kerja Asing, maka kami memberikan persetujuan kepada: Nama Lengkap : Kewarganegaraan : Nomor Paspor : Alamat : Pendidikan terakhir : Sebagai tenaga kerja asing di: Nama perusahaan : Alamat : Bidang Keahlian : Persetujuan ini hanya berlaku sepanjang personil dan pelaku usaha di atas tidak melanggar peraturan yang berlaku dan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. MENTERI PERTANIAN, (...) 16

PENOLAKAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING Form-8 Jakarta,...20... Nomor : Perihal : Penolakan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Lampiran : Kepada Yth Pimpinan Perusahaan di Tempat Berdasarkan surat rekomendasi Direktur Jenderal Hortikultura nomor.. tanggal tentang Pertimbangan Penggunaan Tenaga Kerja Asing, disampaikan bahwa kami tidak dapat menyetujui permohonan: Nama Lengkap : Kewarganegaraan : Nomor Paspor : Alamat : Pendidikan terakhir : sebagai tenaga kerja asing di Perusahaan Saudara. Demikian, atas perhatiannya disampaikan terima kasih. MENTERI PERTANIAN, ( ) 17