Keywords: Open Ended Learning Models, Multimedia, Learning, Natural Science.

dokumen-dokumen yang mirip
PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keywords: Open Ended Learning, multimedia, mathematic

PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 2.1, hlm

PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG DAUR AIR PADA SISWA KELAS V SDN 1 PEJAGOAN TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA

PENERAPAN METODE PERMAINAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V SD N 2 JATINEGORO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 KEDALEMAN WETAN

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DENGAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 1 SIKAYU TAHUN 2015/2016

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA MUATAN DALAM PENINGKATAN

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

Keywords: Scientific, concrete object media, Mathematics

Keyword: Concept Sentence, Multimedia, Writting Skills

PENERAPAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG DAUR AIR KELAS V SD

PENERAPAN MODEL ASSURE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 AMBALRESMI TAHUN AJARAN 2013/2014

Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN

PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DENGAN BAHAN BACAAN KORAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF DI KELAS IV SDN PENEKET TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL RESOURCE BASED LEARNING

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V SD

Keyword: concept sentence model, flashcard media, writing skills

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN BENDA NYATA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keywords: Teams Games Tournament (TGT), visual media, social science

PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 3 DOROWATI TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH

kemajuan. Begitu pula sebaliknya, jika Pendidikan merupakan kebutuhan PENDAHULUAN pendidikan berkualitas buruk, bisa

PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH DAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 2 GRENGGENG TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN IRINGAN MUSIK KLASIK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 01 BOJONGSARI TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL RME DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM QUIZ DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD N 3 GUNUNGMUJIL TAHUN AJARAN 2013/2014

Kata Kunci: Model Tari Bambu, Media Kartu, Hasil Belajar PKn.

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MODEL AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS PEMBELAJARAN IPA TENTANG CAHAYA PADA SISWA KELAS V SD

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keywords: Concept Sentence, puzzle media, writing skills. menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Candiwulan.

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI GADUNGREJO

PENERAPAN MODEL THINK TALK WRITE

Keywords: Make A Match model, Graphic Media, civic education learning

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENGGUNAAN MEDIA VCD PEMBELAJARAN DALAM PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 4 BUMIREJO TAHUN 2013/2014

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK)

PENGGUNAAN METODE MENDONGENG DENGAN MEDIA SCRABBLE DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS I SD NEGERI 2 KALIREJO TAHUN AJARAN 2014/2015

Keywords: RME, paper folding media, fraction

Keywords: Creative Problem Solving, process skill, Natural Science

PENGGUNAAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS IV SDN 1 LUNDONG

PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE DENGAN MEDIA PUZZLE

PENGGUNAAN METODE COURSE REVIEW HORAY

PENERAPAN TEKNIK INFO BERANTAI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 KARANGSARI TAHUN AJARAN 2012/2013

PENERAPAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MEDIA KONKRET

Kata Kunci: model STAD, pembelajaran, IPA

PENGGUNAAN MODEL MURDER DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 SELANG TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KUWARASAN TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUTOSARI TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN DI KELAS IV SD

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT DENGAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SDN 6 PANJER TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN STRATEGI GIVING QUESTIONS AND GETTING ANSWERS

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE DENGAN KARTU SOAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 7 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DALAM PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KASEGERAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI KELAS V SD

Keywords: Pair Check, concrete media, fraction

PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET

PEMANFAATAN BARANG BEKAS DALAM PENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN SBK KELAS V SD NEGERI 2 KARANGPOH TAHUN AJARAN 2015/2016

PENGGUNANAN METODE QIRA ATI DENGAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AKSARA JAWA SISWA KELAS IV SDN 1 PURWOSARI TAHUN AJARAN

Kata kunci : Macromedia flash, sains teknologi masyarakat, IPA

Kata kunci: Talking Stick, Handout, IPS

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM QUIZ DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SDN 2 KRAKAL TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA REALIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG GAYA PADA SISWA KELAS V SDN 2 BANJURPASAR TAHUN AJARAN

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MODEL THINK, TALK AND WRITE (TTW) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS IV SDN MANGLI TAHUN 2015/2016

278 Penerapan Metode Sosiodrama...

Keywords: Index Card Match, card number, Learning Mathematics

Keywords: Quantum Teaching, Concrete Media, Mathematics

PENGGUNAAN TEKNIK THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN 1 SIDOGEDE

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SOKAWERA TAHUN AJARAN 2014/2015

Keyword: think talk write, event picturer as visual media, poetry-writing skill

PENERAPAN PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS III SDN 3 PANJER

diartikan sebagai praktik menularkan informasi atau pengajaran. Untuk menjadikan pengajaran efektif, pembelajar hendaknya dipahami sebagai seseorang

PENERAPANMODEL KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK

PENERAPAN METODE COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN TANJUNGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA UNTUK SISWA KELAS III SD NEGERI PONCOWARNO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN PENDEKATAN CTL DENGAN METODE EKSPERIMEN DALAM PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG GAYA KELAS IV SD NEGERI 2 PANJER

Keywords: Audiovisual media, writing skills, folklore

Mulyati (2007 : 10) menyatakan ada empat aspek keterampilan berbahasa,

PENGGUNAAN MODEL CYCLE LEARNING DENGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SDN 2 KLOPOSAWIT TAHUN AJARAN 2015/2016

Transkripsi:

PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPATENTANG ENERGI DAN PERUBAHANNYA PADA SISWA KELAS IV SDN 3 SELANG TAHUN AJARAN 2014/2015 Friesca Aster Pratiwi 1, Warsiti 2, Harun Setyo Budi 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, Jl. Kepodang 67A Panjer Kebumen Email asterrossi@yahoo.com 1. Mahasiswa PGSD FKIP UNS 2. Dosen PGSD FKIP UNS Abstract: The Using of Open Ended Learning Model with Multimedia in Improving Natural Science Learning about Energy and Change at Fourth Grade Students of SDN 3 Selang in the Academic Year of 2014/2015. This research aims to: describe the steps of Open Ended Learning model with multimedia, improve natural science learning by applying Open Ended Learning model with multimedia, find problems and solutions in the using of Open Ended Learning model with multimedia. This collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles. The subjects of this research were 21 students of the fourth grade in SDN 3 Selang. The conclusion is the using of Open Ended Learning model with multimedia implemented with appropriate steps can improve natural science learning about energy and change at fourth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2014/2015. Keywords: Open Ended Learning Models, Multimedia, Learning, Natural Science. Abstrak: Penggunaan Model Multimedia dalam Peningkatan Pembelajaran IPA tentang Energi dan Perubahannya pada Siswa Kelas IV SDN 3 Selang Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan langkah-langkah dengan multimedia, meningkatkan pembelajaran IPA menggunakan model Open Ended Learning dengan multimedia, serta mengetahui kendala dan solusi Learning dengan multimedia. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Selang yang berjumlah 21 siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah Learning dengan multimedia yang dilaksanakan dengan langkah-langkah tepat dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya siswa 2014/2015. Kata kunci: Model Open Ended Learning, Multimedia, Pembelajaran, IPA. 49

50 Penggunaan Model Multimedia PENDAHULUAN IPA merupakan suatu kumpulan pengetahuan sistematis yang mem- pelajari tentang sebab dan akibat yang terjadi pada gejala-gejala alam. Salah satu materi IPA kelas IV sekolah dasar adalah tentang energi dan perubahan-nya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru kelas IV SDN 3 Selang, diperoleh informasi bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar kurang inovatif. Guru juga belum menggunakan media yang variatif sehingga siswa merasa bosan dan cenderung kurang fokus pada materi yang sedang dipelajari. Hal tersebut berdampak pada penguasaan materi siswa yang tampak dari rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai Ujian Tengah Semester 1. Dari 21 siswa, diketahui terdapat 62% siswa yang belum lulus KKM (70). Ini berarti baru 48% siswa yang lulus sudah KKM, dengan nilai tertinggi 92 dan nilai terendah 48. Peneliti berharap nantinya tes hasil belajar siswa bisa mencapai lebih dari KKM. Ber-dasarkan kondisi tersebut, perlu diadakan penelitian untuk memecahkan masalah yang terkait dengan rendahnya hasil belajar siswa pada materi energi dan perubahannya. Solusi yang paling tepat untuk kondisi tersebut adalah dengan merubah model pembelajaran yang digunakan. Komalasari menjelaskan model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar (2011: 57). Model pembelajaran yang sesuai dengan siswa kelas IV SDN 3 Selang adalah model Open Ended Learning dengan multimedia. Suyatno menjelaskan Open Ended Learning adalah pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara dan solusinya juga bisa dengan cara beragam. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan ide, kreativitas, daya pikir tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban siswa yang beragam. Pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpaduan, keterbukaan, dan ragam berpikir (2009: 62). Sedangkan Susilana dan Riyana menjelaskan bahwa multimedia merupakan suatu sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket (2007: 21). Langkah-langkah penggunaan model multimedia menurut Syarifuddin (2011) dan Susilana dan Riyana (2007:21), yaitu : orientasi, penyajian masalah terbuka dengan multimedia, pengerjaan masalah secara individu, diskusi kelompok tentang masalah terbuka dengan multimedia, presentasi hasil diskusi kelompok dengan multimedia, dan penutup dengan multimedia. Dengan upaya tersebut, pembelajaran siswa akan meningkat sesuai dengan indikator penelitian yang telah ditentukan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, rumusan masalah yang muncul yaitu (1) bagaimana langkah-langkah peningkatan pembelajaran IPA tentang 2014/2015? (2) apakah penggunaan model multimedia dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang energi dan SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015? (3) apakah kendala dan solusi penggunaan dengan multimedia dalam peningkatan pembelajaran IPA tentang energi dan SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mendeskripsikan penggunaan model multimedia dalam pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya pada siswa kelas IV SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015, (2) untuk meningkatkan pembelajaran IPA tentang

KALAM CENDEKIA, Volume 3, Nomor 1.1, hlm. 49-54 51 2014/2015, (3) mengetahui kendala dan solusi pembelajaran IPA tentang energi dan SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 3 Selang Kec. Kebumen Kab. Kebumen. Waktu penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret 2015 sampai dengan bulan April 2015 pada semester dua tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian ada 21 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data penelitian ini meliputi data kuantitatif berupa nilai proses dan tes hasil belajar siswa sedangkan data kualitatif berupa hasil lembar observasi dan lembar wawancara tentang penggunaan dengan multimedia dalam pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya. Sumber data penelitian ini adalah: siswa, guru, teman sejawat, peneliti, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal evaluasi hasil belajar siswa, instrumen non tes terdiri dari lembar observasi dan pedoman wawancara. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber berasal dari: siswa, guru, dan observer. Sedangkan triangulasi teknik meliputi: observasi, wawancara, dan tes. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif komparatif untuk membandingkan data kuantitatif berupa data proses belajar dan nilai hasil belajar siswa tiap siklus dan analisis kualitatif yang mengacu pada pendapat Miles dan Huberman (1984), meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang dilakukan selama dan setelah pengumpulan data selesai (Sugiyono, 2009: 337-347). Observer dalam penelitian ini terdiri dari 3 orang, yaitu: peneliti dan 2 teman sejawat peneliti. Prosedur penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, dkk, 2010: 16). Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan koordinasi dengan guru kelas untuk menentukan tindakan sesuai kondisi siswa kelas IV, menyusun RPP dan skenario pembelajaran, menyiapkan instrumen penelitian, sosialisasi RPP dan skenario pembelajaran, serta instrumen penelitian kepada guru kelas dan observer, serta menyiapkan media yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Pada pelaksanaannya, tahapan ini selalu berhubungan dan berkelanjutan dalam prosesnya, serta mengalami perbaikanperbaikan sesuai dengan hasil observasi dan refleksi hingga memenuhi hasil atau tujuan yang diharapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya pada siswa kelas IV SDN 3 Selang menggunakan dengan multimedia yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan enam kali pertemuan dengan alokasi waktu 2x35 menit setiap pertemuan. Rata-rata hasil observasi penggunaan model Open Ended Learning dengan multimedia pada pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya adalah sebagai berikut:

52 Penggunaan Model Multimedia Tabel 1. Persentase Hasil Observasi Peng-gunaan Model Open Ended Learning dengan Multimedia terhadap Guru dan Siswa pada Siklus I, II dan III Si. I Si. II Si. III Guru 76,62% 90,62% 95,08% Siswa 70% 85,02% 88,91% Berdasarkan tabel 1, dapat disimpulkan bahwa persentase rata-rata Learning dengan multimedia oleh guru dalam mengajar pada siklus I mencapai 76,62% yang menunjukkan bahwa guru kurang memahami langkah-langkah pembelajaran yang menggunakan model multimedia sehingga pembelajaran belum berjalan dengan maksimal. Pada siklus II meningkat menjadi 90,62% yang menunjukkan adanya upaya perbaikan terhadap pelaksanaan guru dalam mengajar. Sedangkan pada siklus III persentase rata-rata guru dalam mengajar menjadi 95,08%. Dari uraian tersebut, maka penggunaan model multimedia oleh guru baru mencapai indikator penelitian pada siklus II dan III. Sedangkan persentase rata-rata Learning dengan multimedia oleh siswa pada siklus I mencapai 70% karena siswa belum dapat beradaptasi dengan langkah-langkah pembelajaran multimedia sehingga siswa masih merasa kebingungan dalam melaksanakan tugas dari guru dan membuat pembelajaran belum berjalan dengan maksimal. Pada siklus II meningkat menjadi 85,02% karena siswa sudah mampu beradaptasi dengan dengan multimedia dan guru telah melaksanakan solusi atas kendala pada siklus I. Pada siklus III meningkat menjadi 88,91%. Dari uraian tersebut, maka Learning dengan multimedia oleh siswa baru dapat mencapai indikator penelitian pada siklus II dan III. Pembelajaran menurut Hamalik merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling memengaruhi mencapai tujuan pembelajaran (2014: 57). Persentase rata-rata ketuntasan proses pembelajaran menggunakan model multimedia sebagai berikut: Tabel 2. Persentase Rata-Rata Ketuntasan Proses Belajar Siswa pada Siklus I, II, dan III Aspek Rata-Rata Tiap Siklus Si. I Si. II Si. III Observasi 69,05 82,98 92,5 Menggunak an alat 66,67 85,35 92,5 Interpretasi 78,57 85,35 92,5 Mengkomu nikasikan 78,57 87,85 97,5 Berdasarkan tabel 2, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan proses belajar siswa menggunakan model multimedia pada setiap aspek. Pada siklus I, persentase rata-rata ketuntasan aspek observasi 69,05%; menggunakan alat 66,67%; interpretasi 78,57%; dan mengkomunikasikan 78,57%. Pada siklus II untuk aspek observasi menjadi 82,98%; menggunakan alat 85,35%; interpretasi 85,35%; dan mengkomunikasikan 87,85%. Pada siklus III untuk aspek observasi, menggunakan alat, dan interpretasi 92,5% sedangkan mengkomunikasikan 97,5%. Aspek observasi mencapai indikator penelitian pada siklus III, sedangkan aspek menggunakan alat, interpretasi, dan

KALAM CENDEKIA, Volume 3, Nomor 1.1, hlm. 49-54 53 mengkomunikasikan mencapai indikator penelitian pada siklus II. Persentase rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa sebagai berikut: Tabel 3. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar IPA tentang Energi dan Perubahannya Hasil Belajar IPA Belum Tindakan Tuntas Tuntas Frek % Frek % Sik. I 15 71,43 6 28,57 Sik. II 17 80,95 4 19,05 Sik. III 19 95 1 5 Berdasarkan tabel 3, menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas IV semakin meningkat. Pada siklus I ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 71,43% atau sebanyak 15 siswa. Pada siklus II dilaksanakan upaya perbaikan dari kendala pada siklus I yang sesuai dengan kelemahan menurut Shoimin yaitu mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan (2014: 212). Untuk mengatasi kendala tersebut, guru memberikan contoh lain yang serupa dengan masalah yang diberikan. Dengan upaya perbaikan tersebut, pada siklus II meningkat menjadi 80,95% atau sebanyak 17 siswa. Selanjutnya, pada siklus III ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 95% atau sebanyak 20 siswa. Hasil belajar siswa mencapai indikator penelitian pada siklus III. Kendala dalam penggunaan model multimedia dalam pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya pada siswa kelas IV SDN 3 Selang tahun 2014/2015 antara lain: (1) guru kurang maksimal dalam mengondisikan kelas, (2) sebagian besar siswa tidak memperhatikan guru ketika menyampaikan materi, (3) siswa kurang dalam memahami masalah yang diberikan oleh guru, (4) guru kurang dalam membimbing siswa ketika proses diskusi kelompok, dan (5) siswa tidak terlibat secara aktif dalam menyimpulkan materi. Solusi yang diambil peneliti antara lain: (1) guru memberikan perhatian agar lebih mudah dalam membimbing siswa, (2) guru memberikan peringatan kepada siswa yang ribut sendiri agar fokus dalam mengikuti pembelajaran, (3) guru mengadakan pembimbingan yang lebih intensif kepada siswa dan memberikan contoh lain yang serupa dengan masalah yang diberikan, (4) guru berkeliling untuk membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi, serta (5) guru memberikan penguatan agar siswa aktif dalam membuat kesimpulan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian peningkatan pembelajaran IPA tentang 2014/2015 dapat disimpulkan bahwa: (1) peningkatan pembelajaran IPA tentang 2014/2015 dilaksanakan dengan langkah-langkah: orientasi, penyajian masalah terbuka dengan multimedia, pengerjaan masalah secara individu, diskusi kelompok tentang masalah terbuka dengan multimedia, presentasi hasil diskusi dengan multimedia, dan penutup dengan multimedia; (2) Learning dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang energi dan perubahannya pada

54 Penggunaan Model Multimedia siswa kelas IV SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015; (3) kendala dalam Learning dengan multimedia pada pembelajaran IPA tentang energi dan SDN 3 Selang tahun ajaran 2014/2015 antara lain: (a) guru kurang maksimal dalam mengondisikan kelas; (b) sebagian besar siswa tidak memperhatikan guru ketika menyampaikan materi; c) siswa kurang dapat memahami masalah yang diberikan oleh guru; d) guru kurang dalam membimbing siswa ketika proses diskusi kelompok berlangsung; dan e) siswa tidak terlibat secara aktif dalam menyimpulkan materi. Solusi yang diambil peneliti antara lain: (a) guru memberikan perhatian lebih pada siswa sehingga mudah dalam membimbing siswa; (b) guru memberi peringatan kepada siswa yang ribut sendiri agar fokus dalam mengikuti pembelajaran; (c) guru mengadakan pembimbingan yang lebih intensif kepada siswa dan memberikan contoh lain yang serupa dengan masalah yang diberikan; (d) guru berkeliling untuk membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi; dan (e) guru memberikan penguatan agar siswa aktif dalam membuat kesimpulan. Selanjutnya, dari hasil penelitian di atas, peneliti memberikan saran kepada siswa untuk selalu aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Bagi guru, disarankan untuk menggunakan model Open Ended Learning dengan multimedia pada pembelajaran IPA dikelas IV dan dikembangkan pada mata pelajaran lain karena Learning dengan multimedia dengan langkah-langkah yang tepat terbukti dapat meningkatkan pembelajaran IPA. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan dengan multimedia guru juga disarankan untuk memperhatikan tiap langkah pembelajaran model Open Ended Learning dan memperhatikan aktivitas belajar siswa sehingga suasana kelas menjadi kondusif. Selanjutnya peneliti juga memberikan saran kepada sekolah hendaknya memberikan fasilitas lebih berupa sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran, selain itu juga disarankan agar model ini dijadikan alternatif dalam meningkatkan pembelajaran untuk meningkatkan citra sekolah. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, O. (2014). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama. Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Susilana, R. & Riyana, C. (2007). Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima. Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka. Syarifuddin. (2011). Pendekatan Open Ended. Diperoleh 3 Desember 2014, dari http://syariftugas.blogspot.co m/