Transmisi Data Priyanto E-mail: priyanto@uny.ac.id Yahoo_ID: pri_uny KomDat 02 Transmisi Data Sumber/ Tujuan Media Transmisi Sumber/ Tujuan Transmisi data terjadi antara pengirim dan penerima melalui media transmisi Karakteristik dan kualitas transmisi ditentukan oleh karakteristik medium dan kualitas sinyal. Media Transmisi ada 2 macam: Media terpandu (guided media) Media tidak terpandu (unguided media) 2/28 1
Direct Link Jalur transmisi antara dua komputer, sinyal merambat langsung tanpa alat perantara, kecuali amplifier dan repeater Amplifier: Penguat sinyal Repeater: Pengulang Menerima, menguatkan, mengirimkan ulang 3/28 Transmisi Terpandu: Point-to-Point Medium Amplifier/ Repeater Medium Point-to-Point: Jalur langsung antara 2 alat dan hanya 2 alat yang menggunakan media secara bersama 4/28 2
Transmisi Terpandu: Multi-Point Medium Amplifier/ Repeater Medium Multi Point: Lebih dari 2 alat menggunakan media secara bersama 5/28 Cara Transmisi Data Transmisi simplex: sinyal ditransmisikan hanya dalam satu arah; satu stasiun adalah pemancar dan yang lainnya adalah penerima. Transmisi half-duplex: dua stasiun dapat memngirimkan, tetapi hanya satu pada satu saat (bergantian). Transmisi full-duplex: dua stasiun dapat mengirim secara bersamaan. 6/28 3
Sinyal untuk Penyampaian Informasi Sinyal Analog: gelombang elektromagnet kontinyu yang merambat melalui berbagai macam media Sinyal Digital: Sinyal Diskret, yang merupakan urutan pulsa tegangan 7/28 Data Rate & Bandwidth Data rate: Kecepatan laju transfer data, satuan bits per second (bps) Bandwidth: lebar pita jalur transmisi, satuan Hertz (periode pepr detik). Hertz (Hz), Kilo Hertz (KHz), Mega Hertz (MHz) Bandwidth akan menentukan data rate 8/28 4
Data Rate & Bandwidth Sinyal Digital 1 1 0 0 T 1/f Data: 1010 Durasi setiap pulsa = 1/2f Data rate = 2f bps Bandwidth = 2 x 2f Hz 9/28 Transmisi Data Analog & Digital Data, Sinyal, Transmisi 10/28 5
Transmisi Data Analog & Digital Analog: kontinyul; Digital: diskret Tiga hubungan dalam komunikasi data: Data Pensinyalan (signaling) Transmisi 11/28 Data, Pensinyalan, Transmisi Data: entitas yang memiliki arti Sinyal: penyandian data dalam bentuk sinal listrik atau elektromagnet Pensinyalan: aktivitas perambatan sinyal pada medium yang sesuai Transmisi: komunikasi data dengan perambatan dan pemrosesan sinyal 12/28 6
Data Data Analog: Berupa nilai kontinyu dalam beberapa interval Data Analog dikumpulkan melalui SENSOR Contoh: temperatur, tekanan, suara, video, dll. Data digital: Berupa nilai diskrit Contoh: teks dan integer 13/28 Contoh Data Analog: Suara Data Analog Sinyal Analog Microphone sebagai Sensor Spektrum Spektrum Suara: 20 Hz..20 khz Standar Spektrum Sinyal Suara: 300 Hz..3400 Hz 14/28 7
Sinyal Data dikirimkan dari satu titik ke titik yang lain dengan merambatkan sinyal melalui medium Sinyal: Sinyal Analog Sinyal Digital 15/28 Sinyal Analog Sinyal Analog: gelombang elektromagnet kontinyu yang dirambatkan melalui berbagai media, tergantung pada spektrumnya Media kawat: kabel twisted pair dan coaxial, fiber optik Media atmosfer atau ruang 16/28 8
Sinyal Digital Urutan pulsa tegangan yang ditransmisikan melalui media kawat Level tegangan positip = 1 Level tegangan negtif = 0 17/28 Data Analog Data & Sinyal Sinyal Analog Sinyal Analog Data Digital Sinyal Digital Modem Sinyal Analog 18/28 9
Data Analog Data & Sinyal CODEC (Coder/Decoder) Sinyal Digital Sinyal Digital Sinyal Analog Data Digital Sinyal Digital Digital Transmiter Sinyal Digital Network Interface Card 19/28 Transmisi Analog Sinyal Analog dapat berisi (content) data analog atau data digital Untuk pengiriman jarak jauh, sinyal akan melemah Diperlukan Amplifier Amplifier: memperkuat sinyal Kelemahan: noise juga diperkuat oleh amplifier 20/28 10
Transmisi Digital Sinyal digital: dapat berisis data analog dan data digital Sinyal Digital: hanya dapat dikirimkan pada jarak yang terbatas Untuk pengiriman jarak yang lebih jauh,diperlukan Repeater Repeater: Membaca, menguatkan, mengirimkan kembali 21/28 Gangguan Transmisi Media terpandu & Media Tidak Terpandu 22/28 11
Perubahan Sinyal Sinyal yang diterima akan berbeda dengan sinyal yang dikirimkan, hal ini disebabkan oleh berbagai kerusakan transmisi Kerusakan sinyal analog: perubahan random yang meurunkan kualitas sinyal Kerusakan sinyal digital: Nilai biner 0 berubah menjadi 1 dan sebaliknya 23/28 Gangguan Transmisi Media Terpandu (kabel) Distorsi Peredaman Distorsi tunda Noise Media tidak terpandu (Nirkabel) Free-space loss Penyerapan atmosfer Refraksi (pembiasan, perubahan arah) Nois termal (panas) 24/28 12
Gangguan Transmisi Media Terpandu Peredaman Semakin jauh, kekuatan sinyal makin berkurang Sinyal diperkuat (restorasi) dengan Aplifier (sinyal analog) atau Repeater (sinyal digital) Distorsi Tunda frekuansi yang berbeda, merambat dengan kecepatan berbeda Noise (derau): Sinyal yang diterima berubah ada tambahan sinyal yang tidak diinginkan. 25/28 Noise Noise termal Media kawat yang panas, meyebabkan gerakan elektron tidak teratur Noise Intermodulasi: Ada dua frekuensi dalam satu saluran, frekuensi dijumlahkan Akibat: sistem tidak linier Noise Cakap Silang Pengaruh antar saluran transmisi yang berdampingan Impulse Noise terdapat pulsa-pulsa tidak teratur pada sinyal. Impulse disebabkan oleh: petir, balast lampu TL, pengapian mobil 26/28 13
Gangguan Transmisi Media Tidak Terpandu Free-space loss penyebaran di udara akan memperlemah sinyal Penyerapan atmosfer Mendung dan hujan akan menyerap sinyal Semakin tinggi frekuensi, semakin rentan terhadap cuaca Refraksi perubahan kecepatan sinyal yang disebabkan oleh ketinggian Noise Termal peralatan yang panas akan memperlemah daya pancar dan penerimaan 27/28 Terima Kasih Mata Kuliah ini tersedia di: www.elearning.uny.ac.id Fakultas Teknik, Jurusan Elektronika Mata Kuliah: Komunikasi data TI Enrolment Key: komdat Komunkasi Data 28/39 14