Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)



dokumen-dokumen yang mirip
Mengangkat Kedua Tangan Saat Qunut

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Tata Cara Shalat Malam

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Tata Cara Qunut dan Kadarnya

Apakah Boleh Bekerja di Bank Kovensional?

Membatalkan Shalat Witir

Doa Setelah Khatam al-qur`an

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Hukum Merokok Dan Menjualnya

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

Tata Cara Sujud Tilawah

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Hukum Meninggalkan Haji Sunnah Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muslimin

Apakah Tasbih Termasuk Bid'ah?

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib

Hukum Mengubah Nazar

Salafus Shalih Tidak Suka Ketenaran

Syafaat Kubra. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Shalat Isya Di Belakang Imam Yang Shalat Tarawih

Apakah Membaca Iftitah Wajib di Setiap Raka at dalam Shalat Atau Cukup Di Awal Saja?

Hukum Memakai Celana Panjang yang Lebar

Qunut dalam Shalat Witir

Hukum Menanam Saham Di Sebagian Perusahaan

Membuka Wajah Di Hadapan Kerabat Bukan Mahram

Hukum Cerai Tanpa Sebab

Kisah Sebuah Amanah. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Tata Cara Shalat dalam Pesawat

Bacaan dalam Shalat Malam

Tiga Kedustaan Yang Dilakukan Nabi Ibrahim alaihissalam

Dorongan Untuk Memanfaatkan Berbagai Sarana Informasi dengan Beberapa Syarat. Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Pengertian Ikhlas. Syaikh Muhammad Bin Shalih al-'utsaimin. rahimahullah. Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Pemisah Antara Tarawih dan Qiyam

Pertama Kali Wahyu Turun

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Hukum Memakai Emas Dan Intan Bagi Laki-Laki

Pengobatan Dengan Ruqyah Untuk Penyakit Kejiwaan

Boleh Melaksanakan Shalat Malam dalam Kondisi Duduk

Abu Ishaq al-huwaini al-atsari

Kisah Orang Botak, Orang Tuli, dan Orang yang Sakit Kusta

Hukum Mandi Hari Jum'at

Nabi Yahya dan Lima Ajaran untuk Kaumnya

Zakat Perhiasan Wanita

Salaf Dan Sabar Terhadap Musibah

Seorang Bapak Tidak Boleh Memaksa Putrinya Menikah

Mimpi Yang Dilihat Oleh Nabi Shalallahu'alaihi wasallam

: The Prostration of Forgetfulness : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin


Hukum Menyuap Dan Menerimanya حكم دفع الرشوة و أخذها

Penetapan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal

Pembunuh Sembilan Puluh Sembilan Nyawa

Riddah: Pengertian, Sebab Dan

Waktu Shalat Malam. Dr. Muhammad bin Fahd al-furaih. Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam. (hal )

Hukum Mustahadoh. Diambil dari kitab: "Masuliyatul Marah al Muslimah" Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-jarullah

SUJUD SAHWI Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin

Cara Terbaik Untuk Amar Ma ruf dan Nahi Munkar

Keutamaan Bersegera Menunaikan Shalat

Hukum Asuransi Jiwa Dan Harta

: :

Pembelahan Dada Nabi Muhammad serta Peristiwa Mi rajnya

Hukum membuka wajah dan Berkhalwah

Keyakinan Bahwa Batu Mulia Memiliki Khasiat

Cara Menyisir Rambut

Makna Ayat Hijab. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh. Disusun oleh : Amin bin Yahya al-wazzan

Salaf dan Berbakti Kepada Ibu

Shalat Witir, Tarawih dan 'Ied

Menghormati dan Menghargai Ulama

Keistimewaan Hari Jumat

Sujud Sahwi. Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin. 16 Mei Didownload dari:

Hukum Khitan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'utsaimin - rahimahullah Dan Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa

Salafus Shalih Dan Hak-Hak Makhluk

Apa Yang Terjadi Pada Mayit Di Kuburnya

Apakah Wanita yang Dicerai Mendapat Warisan Dari Mantan Suaminya yang Wafat?

Sanggahan Terhadap Pendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Syarat-Syarat Hijab Syar'i

TENTANG MA MUM MASBUQ

APAKAH DIBOLEHKAN BAGI ORANG YANG MENINGGALKAN SEBAGIAN KETAATAN DIA MENGHARUSKAN DIRINYA MELAKUKAN IBADAH TERTENTU?

Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at

Menyikapi Fenomena Gerhana. Oleh: Muhsin Hariyanto

Bid ah Berkumpul Untuk Ta ziyah dan Menghidangkan Makanan Kepada yang Datang

Adab Makan. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Kekeliruan-Kekeliruan Umat Islam di Hari Jumat

BID AH SHALAT RAGHAIB

Hukum Sodomi Terhadap Istri

Hukum Berkabung Atas Kematian Raja dan Pemimpin

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Bersegera Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Azal Dan Hukumnya. Penyusun : Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

Negeri Yang Wajib Ditinggalkan

Aku telah meminta hujan dengan Majaadiihus Samaa yang dengannya hujan diturunkan.

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu Seorang Orator Ulung

Transkripsi:

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2012-1433

صفة صلاة الاستسقاء» باللغة الا ندونيسية «الشيخ مد بن صالح العثيم رمجة: مد إقبال محد زايل مراجعة: أبو ز اد إي و هار انتو 2012-1433

سم ا الر ن الرحيم Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan) Pertanyaan: Bagaimana cara melaksanakan shalat Istisqa?Apakah hanya satu kali khutbah saja? Apakah shalat lebih dahulu ataukah khutbah yang lebih dulu? Apabila ketinggalan shalat Istisqa dan shalat ied (hari raya) apakah bisa diqadha? Apabila ketinggalan satu rakaat, apakah takbir yang diulang-ulang juga diqadha? dan bagaimanakah hukum para imam yang tidak menyuruh makmum meratakan shaf, apakah nasihat Syaikh untuk mereka? Apakah hukumnya imam yang mengucapkan luruskan? Jawaban: Pertanyaan ini datang di saat yang tepat, di mana di hari kita melaksanakan shalat Istisqa. Istisqa artinya meminta hujan, dan meminta hujan bisa dilakukan dengan berbagai cara: terkadang engkau meminta hujan saat sujud. Terkadang engkau meminta hujan saat di majelis temantemanmu, dan terkadang khatib meminta hujan di hari Jum at, dan terkadang manusia keluar menuju mushalla untuk melaksanakan shalat istisqa. Shalat Istisqa sama seperti shalat hari raya. 3

Adapun khutbah, maka sesungguhnya ia hanyalah satu kali khutbah dan bukan seperti khutbah hari raya. Khutbah shalat hari raya adalah dua kali. Inilah pendapat yang masyhur menurut para ulama. Ada yang berpendapat bahwa shalat hari raya hanya satu kali khutbah, hal tersebut ditunjukkan oleh dalil-dalil shahih yang selamat dari kelemahan. Khutbah ied (hari raya) hanyalah satu kali khutbah. Akan tetapi Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam memberikan khutbah kepada jamaah laki-laki terlebih dahulu, kemudian turun kepada jamaah wanita lalu memberi nasihat kepada mereka. Adapun shalat istisqa, maka hanya satu kali khutbah, sekalipun menurut pendapat ada yang mengatakan bahwa shalat istisqa dua kali khutbah, namun ia hanya lah satu kali khutbah. Bisa sebelum shalat dan bisa juga sesudah shalat, Semuanya boleh. Jika imam datang ke mushalla, lalu menghadap qiblat, berdoa, dan jama ah mengaminkan, niscaya sudah cukup. Dan jika ia menunda khutbah hingga selesai shalat, maka hukumnya juga boleh. Perkaranya dalam masalah ini luas. Saya mengatakan hal itu agar seseorang tidak pergi (meninggalkan imam) disebabkan perbuatan sebagian imam yang mendahulukan khutbah dan doa sebelum shalat. 4

Sesungguhnya orang yang melakukan hal itu tidak diingkari atasnya, karena ia adalah sunnah yang tsabit dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.p0f Adapun bila seseorang ketinggalan shalat istisqa, saya tidak mengetahui ada sunnah dari Nabi Muhammad Shalallahu alihi wa sallam tentang hal ini, akan tetapi jika ia shalat dan berdoa maka tidak mengapa. Adapun shalat ied maka sesungguhnya ia tidak diqadha apabila ketinggalan, karena ia adalah shalat yang disyari atkan menurut cara tertentu, yaitu hadir dan berkumpulnya manusia mengikuti satu imam. Maka apabila ketinggalan maka sesungguhnya ia tidak diqadha. 1 1 Dari hadits Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata: Manusia mengadu kepada Rasulullah saw terhentinya hujan (kemarau panjang). Lalu beliau menyuruh agar dipasang minbar di mushalla. Beliau menentukan hari yang mereka keluar padanya. Lalu Rasulullah saw keluar saat matahari mulai naik. Beliau duduk di atas minbar, membaca takbir, memuji Allah swt, kemudian beliau berkata: Sesungguhnya kamu mengadukan kemarau negeri kamu dan terlambatnya turun hujan di waktunya darimu. Allah swt menyuruh agar berdoa kepada-nya dan berjanji agar mengabulkannya. Kemudian beliau mengadap manusia, turun dan shalat dua rekaat. Diriwayatkan oleh Abu Daud 1173. Dan dalam shahih al- Bukhari: Rasulullah saw keluar meminta hujan, beliau menghadap kiblat, lalu berdoa, memalingkan selendangnya, kemudian shalat dua rekaat menyaringkan bacaan padanya. 5

Demikian pula shalat Jum at, sesungguhnya bila ketinggalan juga tidak diqadha, akan tetapi sebagai penggantinya dilaksanakan shalat Dzuhur, karena shalat Jum at ini di laksanakan pada waktu shalat Dzuhur, maka bila tidak bisa melaksanakan shalat Jum at ia melaksanakan shalat Dzuhur. Adapun shalat ied maka tidak ada riwayat dari Nabi Muhammad Shalallhu alaihi wa sallam tentang penggantinya, apabila engkau ketinggalan bersama imam maka tidak disyari atkan mengqadhanya. Adapun takbir-takbir setelah takbiratul ihram, apabila engkau ketinggalan dan bergabung dengan jama ah setelah imam selesai dengan takbir-takbir tersebut maka engkau tidak di haruskan mengulanginya karena ia adalah sunnah yang sudah terlewati, apabila telah lewat ia menjadi gugur. Adapun permintaan imam untuk meratakan shaf dalam shalat ied dan istisqa maka sesungguhnya ia disyari atkan seperti yang lainnya, karena bila manusia tidak diingatkan bisa jadi mereka lalai. Maka sesungguhnya setiap shalat yang disyari atkan shalat berjamaah padanya, maka 6

disyari atkan bagi imam apabila jama ahnya beberapa shaf- agar mengingatkan mereka dan berkata: Ratakan, luruskan. P1F Adapun ucapan sebagian imam: dengan ucapan istiqiimuu maka ini tidak ada dasarnya dan tidak bersumber dari Nabi Muhammad Shalallhu alaihi wasallam. Saya sudah mencari dan bertanya kepada sebagian teman tentang sumber shahih yang berasal dari Nabi Muhammad Shalallhu alaihi wasallam bahwa beliau mengatakan: istaqiimuu, namun tidak menemukannya. Tidak ada alasan mengatakan istaaqiimu karena maksud mengatakan: istaaqiimu adalah lurus dalam agama Allah Shubhanahu wa ta alla dan ini bukan pada tempatnya, karena ini adalah tempat menyuruh manusia untuk meratakan shaf dalam shalat. Maka yang disyari atkan adalah mengatakan: luruskanlah shaf...ratakanlah shaf, dan ucapan yang serupa. Syaikh Muhammad bin Shaleh al-utsaimin Majmu Fatawa wa Rasail (16/354). 2 2 Kata: istawuu (ratakan) terdapat dalam shahih Muslim 432 dan yang lainnya. Dan kata i tadilu (luruskan): terhadap dalam Sunan Abu Daud 670, Ibnu Hibban 2168, Ibnu Abi Syaibah 3524 dan al-baihaqi dalam al- Kubra 5135. 7