DAN KARAKTERISTIK ATD

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP ANAK TUNADAKSA. Oleh Drs. Yuyus Suherman,M.Si

BAHASAN SEKITARNYA YANG MERUPAKAN DASAR ADANYA GERAK DARI GERAK SISTEM OTOT TULANG TUBUH FUNGSIONAL LOKAL / KESELURUHAN

SETYO WAHYU WIBOWO, dr. Mkes Seminar Tuna Daksa, tinjauan fisiologis dan pendekatan therapiaccupressure, KlinikUPI,Nov 2009

Modul ke: Pedologi. Cedera Otak dan Penyakit Kronis. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendeteksi secara dini disfungsi tumbuh kembang anak. satunya adalah cerebral palsy. Cerebral palsy menggambarkan

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rosenbaum dkk, palsi serebral adalah gangguan permanen gerakan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Cerebral palsy (CP). CP merupakan gangguan kontrol terhadap fungsi motorik

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT (NDT) PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGIA DI YPAC SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah cerebral palsy (CP). CP merupakan kelainan atau

BAB I PENDAHULUAN. menetap selama hidup, tetapi perubahan gejala bisa terjadi sebagai akibat. dalam kelompok CP (Hinchcliffe, 2007).

ORTOPEDI DALAM PENDIDIKAN ANAK TUNADAKSA

Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio

DRA. SRI WIDATI, M.Pd. NIP JURUSAN PENDIDIKAN LUAR BIASA FIP UPI BANDUNG 2009

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan dambaan setiap orang tua dan orang tua harus lebih memperhatikan

BAB I PENDAHULUAN. Masa tumbuh kembang anak merupakan masa yang penting. Banyak faktor

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kelainan gerak dan. kerusakan atau gangguan disel-sel motorik pada susunan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. otak yang menghambat tumbuh kembang anak. Brunner dan Suddarth mengartikan

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK ATETOID HEMIPLEGI DI YPAC SURAKARTA

Dr. Soeroyo Machfudz, Sp.A(K), MPH Sub.bag Tumbuh Kembang/Ped. Sosial INSKA RS. Hermina / Bag. IKA FK-UII Yogyakarta

INTERVENSI PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MOTORIK. Oleh: Dra. Sri Widati, M.Pd.

PENGARUH MOBILISASI TRUNK TERHADAP PENURUNAN SPASTISITAS PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan terdapat sekitar 7-10 % anak berkebutuhan khusus

I. KONSEP DASAR GERAK 1. PENGERTIAN GERAK MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. maupun pada anak dengan hambatan tumbuh kembang. Pembangunan. tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi

Rehabilitasi pada perdarahan otak

ANAK DGN GANGG. FISIK & MOTORIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Topografi: Letak gangguan di otak Etiologi: Penyebab dan saat terjadinya gangguan

Gangguan Neuromuskular

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dan komplikasinya (Kuratif), upaya pengembalian fungsi tubuh

BAB I PENDAHULUAN. progresif, tetapi perkembangan tanda-tanda neuron perifer akan berubah akibat. maturasi serebral (Mahdalena, Shella. 2012).

BAB I PENDAHULUAN. yang bersifat non progresif yang terjadi pada proses tumbuh kembang. CP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Noviana Martiana, 2013

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN PASKA STROKE NON HEMORAGIK DEKSTRA STADIUM AKUT

hambatan fisik dan motorik terbagi atas :. gangguan sitem serebrospinal.dan. gangguan sistem musculo skeletal. gangguan cerebrospinal terdiri dari: ce

BAB I PENDAHULUAN. yang penyebabnya adalah virus. Salah satunya adalah flu, tetapi penyakit ini

BINA GERAK DISAMPAIKAN DALAM DIKLAT PENDIDIKAN LATIHAN PROFESI GURU 2009 OLEH: NIA SUTISNA

CEREBRAL PALSY DEFINISI KLASIFIKASI KLINIS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 2 KERANGKA TEORI. 19 Universitas Indonesia

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Palsi serebral adalah gangguan permanen gerakan dan bentuk tubuh, yang

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK

BAB I PENDAHULUAN. Kelainan kongenital adalah penyebab utama kematian bayi di negara maju

BAB I PENDAHULUAN. Stroke kini telah menjadi perhatian dunia, menurut World Stroke

TUMBANG PRENATAL, NEONATAL, BAYI COLTI SISTIARANI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Oleh: Hermanto SP, M.Pd. Hp / Telp Rumah (0274) atau

Ramot Arif Banamtuan Pembimbing Dr. Catharina Dian, SpA

Oleh : RIGI RAMDANI J

BAB I PENDAHULUAN. yang abnormal, gerakan tak terkendali, dan kegoyangan saat. dengan sifat dari gangguan gerakan yaitu spastic, athetoid,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kelainan berupa kecacatan bentuk dan atau fungsi tubuh. Salah

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA PASIEN STROKE HEMORAGE DEXTRA DI RSUD PANDANARANG BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN. duduk terlalu lama dengan sikap yang salah, hal ini dapat menyebabkan

BAB I PENDAHULUAN. digambarkan oleh Allah subhanahuwata aladalam Al-Qur an sesuai. firmannya pada surat Al-Mu min ayat 67 sebagai berikut:

MODIFIKASI MODEL PEMBELAJARAN BAGI ANAK CEREBRAL PALSY (Suatu Tantangan Kreativitas Guru) Oleh: Hermanto SP )

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengendalian pergerakan dengan manifestasi klinis yang. tampak pada beberapa tahun pertama kehidupan dan secara

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh kembang anak adalah kondisi Cerebral Palsy (Rosenbaum, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. akibat gangguan fungsional otak fokal maupun global dengan gejala-gejala yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Karina Eka Ratnasari, Nur Susanti Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem saraf manusia mempunyai struktur yang kompleks dengan berbagai

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. adalah anak yang mengalami gangguan fisik atau biasa disebut tuna daksa.

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA CEREBRAL PALSY SPASTIC QUADRIPLEGI DENGAN METODE NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT (NDT) DI YPAC SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berbagai macam vitamin, gizi maupun suplemen dikonsumsi oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Undang-undangKesehatan No. 36 Tahun 2009 yaitu keadaan sehat fisik,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Skizofrenia. 1. Apa itu Skizofrenia? 2. Siapa yang lebih rentan terhadap Skizofrenia?

Lalu, kekebalan seperti apa yang dimiliki bayi di bulan-bulan pertamanya?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

UKDW BAB Latar Belakang

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI

Definisi Bell s palsy

KEHAMILAN. Tulislah keadaan ibu saat ibu hamil anak ini, ceklis jawaban yang anda anggap tepat.

Multiple Ekstraksi Gigi pada Anak Penderita Cerebral Palsy

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN SIKAP DUDUK SALAH DENGAN TERJADINYA SKOLIOSIS PADA ANAK USIA TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI JETIS 1 JUWIRING

BAHAN KULIAH PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KE 5 PPS-PLB. Dr.Mumpuniarti, M Pd

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ulfah Saefatul Mustaqimah,2013

BAB I PENDAHULUAN. dan perkembangan. Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah. keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen dalam tubuh).

BAB V KESIMPULAN. Diajukan pada Laporan Akhir Kasus Longitudinal MS-PPDS I IKA FK-UGM Yogyakarta 1

Tindakan keperawatan (Implementasi)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. a. Pengertian Penerimaan Orang Tua ( Parents Acceptance)

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

Negara Asal (bagi WNA) Tempat / Tanggal lahir * / - -

Kuliah 4 Psikologi Perkembangan I Adriatik Ivanti, M.Psi MASA BAYI BARU LAHIR

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Gangguan pembuluh darah otak (GPDO) adalah salah satu gangguan

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke dapat menyerang kapan saja, mendadak, siapa saja, baik laki-laki atau

Transkripsi:

DAN KARAKTERISTIK ATD Oleh Drs. Yuyus Suherman,M.Si yuyus@upi.edu

MDP Amputee Congenital Anomaly dll Cerebrum, cerebellum (CP) Sumsum t.blk (Poliomyelitis)

Lokasi Kelainan di otak Kelainan di cerebrum Traktus piramidal =>hipertonus(spastik, kontraktur sendi, urat sendi memendek, gerak lambat, postur jelek) =>Hipotonus (fleksid) =>Traktus ekstra piramidal Hiperkinematik (athetoid, tremor) Hipokinematik (rigid, deformitas sendi, dislokasi sendi) Kelainan di cerebellum Gangguan keseimbangan -- ataxia

Paraplegia Diplegia Hemiplegia Tetraplegia/quadriplegia/double hemiplegia Triplegia monoplegia

Menurut derajat gangguan fungsi 1. Ringan Ambulasi tanpa bantuan ADL tanpa bantuan Komunikasi verbal lancar 2. Sedang Ada hamb mobilitas dan ADL, bantuan minimal Sedikit hambatan komunikasi 3. Berat Hambatan mobilitas, ADL dan komunikasi

DAMPAK KELAINAN Hambatan (Kondisi) fisik: Hambatan fungsi: (mobilitas, mental, ADL, komunikasi, pendidikan, vokasional) (fleksid, rigid, kontraktur, atropi, malformasi)

POLIOMYELITIS penyakit akut, menular karena virus polio, menyerang serabut syaraf penggerak ke sumsum tulang belakang. Sistem kerja persyarafan otak ke sumsum tulang belakang terganggu yang mengakibatkan kelumpuhan dan pengecilan otot anggota gerak tubuh.

Penyebaran Polio kotoran anak yang sakit yang menyentuh mulut anak yang sehat. batuk dan bersin, suntikan operasi tonsil.

Pencegahan Polio imunisasi polio, 3 X imunisasi dasar dan sekali imunisasi lengkap, antara 2-14 bulan, selang waktu minimal 2 mg. meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan keluarga, kebersihan alat dan bahan makanan serta minuman.

Kelumpuhan Gejala komplikasi: Kontraktur sendi (sendi paha melipat ke depan, sendi lutut melipat ke belakang, sendi telapak kaki jinjit, melipat ke atas, ke luar, ke dalam, sendi tulang belakang skoliosis). Atropi otot (kekuatan otot hilang). Pemendekan urat di sekitar sendi

Kelainan fungsi mobilitas Hambatan dalam ADL. Kelainan fungsi sosial psikologis (malu, rendah diri). Hambatan dalam produktivitas

KEBUTUHAN AWAL LUMPUH istirahat dan dihindari latihan gerak tidak diberikan injeksi diberi makanan yang baik dan bergizi ditempatkan di tempat yang nyaman saat demam turun segera latihan gerak konsultasi dokter atau terapist. anak didorong untuk aktif sebanyak mungkin

Anak dapat mengatasi akibat yang timbul dari kelumpuhan Menjaga agar kelainan tidak semakin parah.

Pemberian terapi untuk mengurangi kontraktur/melenturkan urat kaku/ memendek/mengatasi otot fleksid/meningkatkan ruang gerak sendi/melatih fungsi koordinasi. Pemberian alat bantu khusus sesuai kebutuhan Bimbingan ADL Bimbingan mobilitas Bimbingan sosial psikologis Pendidikan anak dan orangtua Bimbingan ekonomi produktif.

kekuatan otot hilang secara bertahap dan progresif. kelemahan otot pada otot lurik karena keturunan ibu membawa gen menimbulkan distropi pada anak laki-laki, jarang pada perempuan.

Waktu duduk punggung membungkuk dengan kedua tangannya menahan berat badan. Jika berdiri dari duduk mengangkat badan dengan bantuan tangan. Bila ia hendak bangun dari posisi jongkok, ia mengangkat paha dengan bantuan tangan. Anak akhirnya tidak dapat lagi duduk atau berdiri sehingga gerakannya menjadi merayap. Ada kelemahan otot dan atropi. Ada kekakuan sendi dan salah bentuk dari sendi. Ketika berdiri, kadang punggung anak tertekuk ke depan, seperti gaya berdiri penderita lordosis. Otot-otot di pantat lemah, lutut mungkin tertekuk ke belakang untuk menahan berat badan, otot tumit kaku sehingga kalau berjalan berjingkat. Paha kurus dan lemah, kurang keseimbangan, sering terjatuh. Reflek-reflek akan melemah karena otot yang lemah. Kadang-kadang gejala muskular distropi ini akan berhenti dan dapat menimbulkan kematian. Anak muskular distropi tidak mengalami kelainan alat indera; rasa, penglihatan, pendengaran, pengecapan, dan penciuman serta kecerdasan

mempertahankan fungsi tubuh secara keseluruhan dengan mencegah menurunnya fungsi sendi menjaga otot yang normal dengan latihan-latihan bantuan mobilisasi khusus secara teratur.

Penanganan medis melalui tindakan operatif ataupun terapi. Pemberian alat bantu khusus sesuai kebutuhan. Bimbingan mobilitas Bimbingan ADL Bimbingan sosial psikologis Pendidikan anak dan pendidikan orangtua Bimbingan ekonomi produktif.

Kekakuan/kelumpuhan karena sebabsebab yang ada di otak Bila komplek, disertai gangguan Bila komplek, disertai gangguan pendengaran, penglihatan, kecerdasan dan bicara

Kelumpuhan ringan atau berat, berbentuk hemiplegia, quadriplegia, dll Gerakan involunter, berbentuk athetoid/ tremor dengan, tonus dpt hipertonus, hipotonus atau campuran. Gangguan koordinasi dan keseimbangan Gangguan perkembangan mental/retardasi mental. Gangguan komunikasi. Mungkin juga ditemukan gangguan penglihatan, pendengaran, bicara Ada anak CP yang menderita komplikasi seperti: kontraktur, skoliosis, kelumpuhan hemiplegia, dekubitus, deformitas, dll

Hambatan dalam mobilisasi (kelumpuhan/kontraktur). Hambatan komunikasi. Hambatan fungsi mental. Hambatan dalam ADL. Hambatan dalam sosialisasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Hambatan dalam mengikuti pendidikan.

Kebutuhan pengembangan kemampuan mobilisasi. Kebutuhan pengembangan kemampuan ADL. Pengembangan kemampuan komunikasi. Kebutuhan pemecahan masalah sosial psikologis Kebutuhan pendidikan. Kebutuhan untuk dapat produktif

Amelia, tidak memiliki anggota gerak Meromelia, masih memiliki sebagian anggota gerak Phocomelia, ada jari-jari yang menempel dibahu atau panggulnya, meskipun bentuk dan ukuran jari-jari itu tidak sewajarnya, seperti terlalu kecil, pendek, ataupun bundar-bundar.

pemakaian obat penenang (thalidonide) penyakit ibu malnutrisi trimester pertama tumor (neoplasma) pada anggota gerak janin Kecelakaan penyakit yang berakibat diamputasi

Ketiadaan fungsi/keterbatasan fungsi anggota gerak ybs. (amputee gelang bahu => seluruh fungsi tangan hilang)

Protese dan bimbingan/latihan penggunaannya. Bimbingan mobilisasi. Bimbingan ADL. Bimbingan sosial psikologis. Pendidikan khusus.

Cerebral Palsy Gangguan neuromuskular yang ditandai oleh adanya ketidaknormalan otak nonprogresif yang menyebabkan defisit/kecacatan pada area neurologis, motorik, dan postural Non progresif, artinya area otak yang terkena tidak bertambah meluas Dapat menjadi lebih buruk karena adanya: atropi otot, deformitas sendi, dll

CP..? Cont.. manifestasi kecacatan tergantung pada area otak yang lesi, dan luas area lesi Lesi cerebral cortex spastik Basal ganglia athetosis Cerebelum ataksia

Etiologi CP: Prenatal (congenital CP) Anoksia pada fetus Hyperbilirubinemia Prematur dengan berat badan dibawah normal CVA (Cerebro Vascular Accident) Pertumbuhan otak abnormal Perdarahan fetomaternal Infeksi maternal (contoh; toksoplasmosis, sipilis) Keracunan zat-zat (contoh: alkohol, obatobatan) Malnutrisi

Etiologi CP: perinatal Neonatal asphyxia Trauma Perdarahan

Etiologi CP: Postnatal (acquired CP) Anoxia (contoh: tenggelam) Perdarahan intrakranial Meningitis Neoplasm ( contoh: tumor) Gangguan metabolisme

Prevalensi: Terdapat 2 kasus CP pada 1000 kelahiran hidup Di Amerika, diperkirakan terdapat 5000 bayi dan 1200-1500 anak usia pra sekolah penderita CP per tahun Bagaimana di Indonesia?

Indikasi adanya CP: Retensi refleks primitif Tonus otot abnormal: spastik, flasid, athethoid atau ataxia Hiper responsif pada refleks tendon Anggota gerak asimetris Gerak involunter Kelemahan kontrol lidah gangguan menelan gangguan makan Kelemahan otot-otot mulut (saat menyedot ASI) drooling atau retensi saliva

Distribusi anggota gerak yang terkena: Monoplegi satu anggota gerak, biasanya anggota gerak atas Hemiplegi dua anggota gerak, tangan kanan- kaki kanan atau tangan kiri-kaki kiri Paraplegi anggota gerak bawah Triplegi tiga anggota gerak Diplegi empat anggota gerak,biasanya anggota gerak bawah lebih parah Quadriplegi/tetraplegi keempat anggota gerak

How is cerebral palsy diagnosed? Berdasarkan pemeriksaan fisik Riwayat kehamilan dan kelahiran anak Dx CP dibuat sedikitnya anak berumur 6-12 bulan 12 bulan belum berjalan? Konsul ke dokter segera!

How is cerebral palsy diagnosed? Neurological examination X-rays Feeding studies Electroencephalogram (EEG) Blood tests Gait lab analysis Magnetic resonance imaging (MRI) Computed tomography scan (Also called CAT or CT scan) Genetic studies Metabolic tests

CP Spastik

Treatment of cerebral palsy Pertimbangan dokter Umur anak, kesehatan secara umum, riwayat penyakit Berat-ringannya CP Jenis CP Toleransi anak pada obat-obatan, prosedur medis dan intervensi terapi Ekspektasi perjalanan CP Harapan keluarga

Multidisiplin a physician, such as a pediatrician, a pediatric neurologist, or a pediatric physiatrist, trained to help developmentally disabled children. an orthopedist, a surgeon a physical therapist, an occupational therapist, a speech and language pathologist, a social worker a psychologist an educator, etc.

Penyebab disabilitas Kerusakan otak Tonus otot abnormal pemendekan otot habitual pattern pada posisi tertentu kekakuan sendi kontraktur disabilitas Tonus postural lemah kontrol kepala lemah titik grafitasi tubuh berpindah ke depan pola kompensasi postur

Masalah Kognitif 25% anak dengan CP mempunyai IQ normal atau diatas rata-rata, 30% memiliki kecerdasan dibawah rata- rata, dan 45% dengan IQ rendah

Gangguan Visual Biasanya menderita hiperopia atau myopia. Stabismus muncul pada 40-50% anak dengan CP. Nistagmus Hemianopsia sering dijumpai pada CP hemiplegi Kebutaan cortical, karena atropi syaraf optik

Gangguan Pendengaran Biasa mengikuti CP athetosis yang disebabkan ketidakcocokan Rhesus (Rh) dan sindrom rubella Hanya 2% CP spastik yang memiliki masalah pendengaran

Gangguan Bicara dan Bahasa Masalah bisa berupa disartria atau dispraksia Gangguan bicara dan bahasa ditemui pada 48-49% penderita CP

Epilepsi Seluruh tubuh berguncang diikuti hilangnya kesadaran dan mata yang terbalik Bisa diatasi dengan obat obatan dari dokter Observasi dilakukan untuk tindakan pencegahan serangan epilepsy

Aktifitas makan (feeding) Diawali dengan ketidakmampuan menyedot asi (sucking), selanjutnya anak kesulitan mengunyah dan menelan Bisa dibantu dengan positioning yang tepat, penyesuaian tekstur makanan Penting untuk diperhatikan karena anak harus mendapat masukan kalori sesuai kebutuhannya Membantu makan dengan selang dari hidung menuju oesofagus (nasogastric tube) dapat dilakukan namun hanya untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang tidak mungkin dilakukan karena dapat mengganggu usaha menelan dan menghilangkan reflek muntah sehingga feeding secara normal semakin tidak mungkin dilakukan.

Drooling (retensi saliva) Anak dengan CP tidak mampu mengendalikan saliva karena gangguan otot-otot mulut Kelemahan otot-otot leher

BAB dan BAK Karena kesulitan mengunyah, anak cenderung mengalami konstipasi Kesadaran anak akan perasaan akan BAB dan BAK kurang, juga tidak memiliki kesadaran untuk BAB dan BAK secara penuh

Terimakasih