IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMA JARINGAN DISKLESS SYSTEM STANDAR DENGAN DISKLESS SYSTEM CLUSTER

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DISKLESS BERBASIS LINUX TERMINAL SERVER PROJECT PADA SISTEM OPERASI UBUNTU 8.04

PERANCANGAN JARINGAN DISKLESS BERBASIS LTSP (LINUX TERMINAL SERVER PROJECT) DENGAN METODE WIRELESS BRIDGE. Rully Fajariyadi

Muhammad Mundzir Wijdani. Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DISKLESS BERBASIS LINUX TERMINAL SERVER PROJECT PADA SISTEM OPERASI UBUNTU 8.04

IMPLEMENTASI LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) SERVER DAN CLIENT DENGAN SHARING INTERNET

ANALISA PERBANDINGAN MANAJEMEN JARINGAN BERBASIS MIKROTIK DENGAN CISCO (Studi Kasus Universitas Almuslim)

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Matematika Universitas Lampung dan Linux

PENDAYAGUNAAN KOMPUTER LAMA/BEKAS DI SEKOLAH-SEKOLAH DENGAN MENGIMPLEMENTASI LINUX TERMINAL SERVER PROJECT ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan banyak cara seperti menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) dengan

SIMULASI JARINGAN KOMPUTER DISKLESS BERBASIS LTSP DENGAN SISTEM OPERASI K12 LINUX

Pendayagunaan Komputer Lama/Bekas di Sekolah Sekolah dengan Mengimplementasi Linux Terminal Server Project

IMPLEMENTASI LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP) BERBASIS LINUX UBUNTU 7.04 SEBAGAI SOLUSI EKONOMIS DALAM PERANCANGAN LABORATORIUM KOMPUTER

Your Logo Here. FIQI NUARI, S.Kom SMK ALMADANI PONTIANAK THE ROUTER. Media presentasi ini menggunakan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

OPTIMASI KOMPUTER LOW SPESIFIKASI DENGAN SISTEM THIN CLIENT SERVER BERBASIS OPEN SOURCE. Abstrak

DESAIN DAN IMPLEMENTASI DISKLESS SYSTEM UNTUK JARINGAN KOMPUTER LOKAL PADA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL PROVINSI SUMATERA SELATAN

Pembuatan Jaringan Internet Wireless Pada Kawasan Rt.07/Rw.04 Kel.kalibata Menggunakan Gateway Server ClearOS. Ahmad Thantowi

IMPLEMENTASI EYE OS MENGGUNAKAN METODE LOAD BALANCING DAN FAILOVER PADA JARINGAN PRIVATE CLOUD COMPUTING DENGAN LAYANAN IAAS DAN SAAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan teknologi jaringan komputer, terdapat sebuah

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 1.1 ANALISA KEBUTUHAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN ANALISA

OPTIMASI KINERJA PERSONAL COMPUTER WORKSTATION BERBASIS LINUX TERMINAL SERVER PROJECT (LTSP)

Rancang Bangun Penyimpanan pada Jaringan Menggunakan FreeNAS (Development of Network Storage Using FreeNAS)

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

Panduan Instalasi. 1.Pendahuluan

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

BAB II PROSES INSTALASI LINUX MANDRAKE 9.0

PERANCANGAN JARINGAN DISKLESS BERBASIS LTSP ( LINUX TERMINAL SERVER PROJECT ) DI SMKN 2 PARIAMAN

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan. 2. Memulai Instalasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

ANALISIS KINERJA SISTEM DISKLESS REMOTE BOOT-IN LINUX (DRBL)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Analisa Pemanfaatan Cluster Computing Pada Jaringan Thin Client Server

MODUL 1 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. Pengenalan dan Instalasi Sistem Operasi Jaringan

Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Tahapan Penelitian

PENERAPAN MULTI VIRTUAL APPLIANCE SERVER PADA PENGEMBANGAN LABORATORIUM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VIRTUALISASI

Mikrotik dapat di install di PC dengan menggunakan beberapa cara, yaitu:

Mengenal Mikrotik Router

Sistem Terdistribusi. Sistem Operasi Terdistribusi oleh : Musayyanah, S.ST, MT

SISTEM OPERASI. Belajar SO?

APLIKASI KOMPUTER PENGENALAN KOMPUTER. Safitri Juanita, S.Kom, M.T.I. Modul ke: 01Fakultas Ekonomi. Program Studi Manajemen.

Thin Client Server Computing (TCSC) Sebagai Alternatif Jaringan Komputer Menggunakan PC Dengan Spesifikasi Minimal Pada Client

VirtualBox adalah aplikasi virtualisasi untuk komputer x86 atau x64 Berfungsi sebagai aplikasi virtual machine pengganti fisik dari PC

Pengenalan Komputer. Perkembangan komputer & teknologi informasi. Rahma Farah Ningrum, M.Kom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komputer

NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : TANGGAL : 10 JUNI 2015

E. Ully Artha SISTEM OPERASI

Sistem Operasi. Teknologi Informasi

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI

DAFTAR ISI. ABSTRAK...iv. KATA PENGANTAR...v. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xv BAB I PENDAHULUAN... 1

IMPLEMENTASI GNS3 CLUSTER SEBAGAI ALAT BANTU SIMULASI JARINGAN KOMPUTER (STUDI KASUS LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER FAKULTAS ILMU TERAPAN)

Diagram skematik dari dua aplikasi pada wireless LAN dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini :

MAKALAH MEMBANGUN JARINGAN TANPA HARDDISK DENGAN THINSTATION. Oleh : IWAN SETIAWAN NRP :

Kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik. tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yang

2-1. Apa itu Komputer?? HARDWARE 1 PERANGKAT SISTEM KOMPUTER. Erwin Harahap

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

RANCANG BANGUN PRIVATE CLOUD COMPUTING PADA SEKRETARIAT DPRD PROVINSI SUMSEL. Iwan Agusti Jurusan Teknik Informatika STMIK PalComTech Palembang

VIRTUALISASI KOMPUTER DENGAN ORACLE VM VIRTUAL BOX

Penganalan Routing dan Packet Forwarding

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

A I S Y A T U L K A R I M A

BAB 15 KEAMANAN JARINGAN DENGAN FIREWALL

1. Komputer Mainframe Awal. 2. Komputer yang Lebih Kecil. 1. Prosesor (Processor) 2. Memori (Memory) 3. Penyimpanan (Storage)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

PROPOSAL SKRIPSI LOAD BALANCING DENGAN 2 MODEM GSM

Pendahuluan. Hardware/Software/ Teknologi Informasi Tipe-tipe Komputer Bagian-bagian Utama PC (Personal Computer) Computer Performance

BAB III LANDASAN TEORI. layanan (service) tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server. sebagai sistem operasi jaringan (network operating system).

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tersebut dapat diketahui hasil sinyal Wi-Fi. 1. Pergerakan penumpang Terminal 3

DESAIN DAN IMPLEMENTASI LOAD BALANCING JARINGAN LOKAL PADA CV. SUKSES MAKMUR MANDIRI PALEMBANG

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Pembuatan Sistem Jaringan Komputer LAN dengan mikrotik RouterBoard 750. Achmad Muharyadi

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

9/6/2014. Dua komputer atau lebih dapat dikatakan terinterkoneksi apabila komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar informasi.

Jl. Raya Dukuhwaluh PO. Box 202 Purwokerto )

PERANCANGAN CLIENT SERVER TANPA HARDDISK MENGGUNAKAN LINUX DAN WINDOWS SERVER 2003 SKRIPSI DEDI SETIAWAN

WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down

Tugas Pengantar Sistem Operasi Dual Booting pada Virtual Box

Sistem Operasi dalam bahasa Inggrisnya disebut Operating System, atau biasa di singkat dengan OS.

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. bertujuan untuk mempermudah pengelompokan sampel. Adapun analisis

Utility Jaringan (Panduan Mengoptimalkan Jaringan Komputer Berbasis Windows) Penulis : Ahmad Yani Ukuran : 15,5 x 23,5 cm Tebal : 102 BW (bonus CD)

Design of Computer Network, Politeknik Negeri Ujung pandang

ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER TANPA HARDDISK (DISKLESS) MENGGUNAKAN LINUX UBUNTU 12.10

Pengenalan Komunikasi Data

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1

Bab III PEMBAHASAN. Langkah 2 menyiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti pada gambar dibawah ini: Gambar 3.1 Konektor RJ-45

ANALISIS PERBANDINGAN ROUTER LINUX DENGAN ROUTER MIKROTIK PADA JARINGAN WIRELESS MENGGUNAKAN METODE QOS PENDAHULUAN

Instalasi Aplikasi server Menggunakan ClarkConnect

BAB III PERANCANGAN SISTEM

1. Setelah kita merakit PC, maka agar hardware dapat berfungsi dan fungsi komputer dapat dijalankan, maka kita harus menginstal... a. BIOS d.

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

Pelatihan IV: Server. Tugas Mata Kuliah Rekayasa Internet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dari penelitian yang dilakukan oleh Cristian Wijaya (2014) mengenai

Transkripsi:

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMA JARINGAN DISKLESS SYSTEM STANDAR DENGAN DISKLESS SYSTEM CLUSTER Hairul Ramadhani Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dhanidacascos@yahoo.com Abstract-- This research aims to achieve both efficiency and effectiveness in managing a network computer using Linux Ubuntu 1.4 with Linux Terminal Server Project (LTSP) application, by using a computer that does not come with a hard drive (diskless). And also to improve the effectiveness of the use of LTSP on implementation with many LTSP client with LTSP Cluster and to test the application of wireless bridge to the network medium that used for LTSP. the benefits to be achieved in this research is to improve the LTSP server performance effectiveness at a time when many thin client applied and at the time when LTSP implemented in a places that are difficult to reach with the LAN network. With LTSP, it is expected to push the cost of the equipment as well as long-term investments that are charged to one of the establishments or places that require the use of optimization of device to always adjust and keep up with the development of technology that was adopted such as the operating system or software. This problems occurs due to the use of architecture that generally requires compatibility of all devices that used. The solution of the problem is to apply a thin-client architecture. So not all the computers must be upgraded or replaced. Only server-side device is adjusted in order to adopt the technology and operating system software. In terms of fulfilling the compatibility that desired. Keywords: LTSP, LTSP Cluster, Linux, Ubuntu, Server, Thin Client, Wireless Bridge 1. Pendahuluan Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini sangat pesat, terutama dalam bidang teknologi komputer. Kemajuan teknologi yang sangat pesat tersebut mengakibatkan komputer-komputer yang telah tertinggal dalam hal kapasitas memori, teknologi dan kecepatan prosesor kurang termanfaatkan dengan baik. Karena banyak user yang lebih memilih untuk mengganti komputer yang mereka miliki dengan komputer terbaru termasuk teknologi terbaru yang memiliki spesifikasi yang tinggi termasuk kapasitas memori yang besar dan memiliki hard disk yang besar pula untuk menampung data yang diperlukan. Dengan latar belakang pemanfaatan komputerkomputer yang telah tertinggal kemajuan teknologi tersebut digunakan teknik penggabungan komputer kedalam sebuah jaringan komputer menggunakan sistem operasi linux dengan program aplikasi Linux Terminal Server Project (LTSP). Dengan aplikasi LTSP memungkinkan user untuk memanfaatkan kembali komputer-komputer low-end tanpa hard disk untuk beroperasi seperti komputer baru dengan bantuan satu komputer baru sebagai server [1]. Perkembangan teknologi komputer tidak hanya terjadi pada komputer prosesor dan memori tetapi juga terjadi pada LTSP dan teknologi jaringan komputer dengan ditemukannya Linux Terminal Server Project Cluster (LTSP Cluster) dan Wireless Bridge. Dengan adanya perkembangan baru dalam ilmu komputer tersebut dapat mengembangkan efektivitas dan kualitas jaringan diskless dengan LTSP yang telah diaplikasikan sebelumnya. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian performa jaringan diskless standar dengan jaringan diskless cluster dan ujicoba penggunaan LTSP dengan wireless menggunakan wireless bridge. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah : a. Membangun sebuah jaringan diskless dengan menggunakan LTSP Standar dan LTSP Cluster kemudian membandingkan performa keduanya. b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan komputer yang sudah dimiliki dengan bantuan komputer baru (komputer dengan kemampuan tinggi). c. Membangun jaringan LTSP dengan koneksi wireless dengan bantuan alat Wireless Bridge.. Teori Dasar.1 Jaringan Komputer Diskless Jaringan komputer diskless adalah suatu jaringan komputer atau mesin yang dapat beroperasi tanpa adanya dukungan media penyimpanan (storage atau disk) lokal [1]. Ini berarti bahwa mesin tidak mempunyai disk sama sekali. Semua data disimpan terpusat pada satu server jaringan komputer diskless. Jaringan komputer diskless memulai operasi dengan memanggil sistem file dari server jaringan diskless, bukan dari storage lokal seperti yang biasa digunakan. Proses diskless akan membantu komputer client untuk dapat

mengaktifkan sistem operasi tersebut dengan mengekseskusi file kernel di sisi komputer client. Setelah proses diskless selesai, dilanjutkan dengan akses melalui jaringan untuk mengeksekusi X-Server di sisi komputer client, sehingga komputer client dapat mengakses aplikasi diskless []. Proses tersebut memungkinkan komputer lama seperti komputer 486 yang mempunyai RAM 8 MB menggunakan diskless dapat menjalankan kernel dan mengeksekusi X-Server. Setelah proses eksekusi berhasil, maka proses dialihkan ke XDM pada komputer client dengan konfigurasi yang tinggi. Proses yang telah diarahkan tersebut seolah-olah berjalan di komputer client dengan kecepatan yang tinggi. Sebenarnya, proses tersebut terjadi di server sedangkan outputnya diclient. Booting melalui jaringan merupakan konsep lama, ide dasarnya adalah komputer client dengan kode booting seperti BOOTP (boot protocol) atau DHCP (Dynamic Host Cvonfiguration Protocol) dalam memory non-volatile (ROM) chips mendapatkan sistem file root server dalam suatu jaringan ketika komputer client tidak dilengkapi dengan media penyimpanan, misalnya harddisk[3].. Linux Terminal Server Project LTSP (Linux Terminal Server Project) adalah aplikasi untuk membangun jaringan thin-client atau diskless. Client-server LTSP disebut thin client karena komputer client hanya digunakan untuk menjalankan sistem operasi minimal, sedangkan semua program aplikasi dijalankan di server. Jaringan LTSP juga disebut diskless, karena komputer client tidak bekerja dengan harddisk sendiri. LTSP pada intinya adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks, ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll. LTSP menyediakan suatu cara untuk menggunakan komputer kerja murah baik sebagai terminal yang berbasis grafis maupun yang berbasis teks pada server GNU/Linux. Dengan menggunakan LTSP kita dapat menggunakan low end PC dan membuang hardisk, floppy, dan CD ROM nya, dengan menambahkan LAN card yang dapat diboot. Sumber: LTSP [4]..3 Linux Terminal Server Project Cluster Cluster adalah istilah dari penyatuan sekelompok data yang mempunyai korelasi atau karakteristik sejenis, berarti kita menyatukan PC-PC atau server (atau apapun device yang ber-os) ke dalam satu kesatuan komputasi. Cluster pada dasarnya juga menggunakan jaringan, tapi yang menjadi ciri khususnya adalah bagaimana tantangan menciptakan kecepatan komputasi setara mainframe, namun dengan biaya yang rendah. Kita mungkin sedikit banyak tahu, bahwa harga mainframe, misal Cray, luar biasa mahalnya. Di era 7-an dan 8-an dimana mainframe (IBM AS/4 masuk kategori mainframe) cukup terkenal, hanya perusahaan-perusahaan bermodal besar yang sanggup membelinya. Karakteristik utama clustering, yaitu bagaimana suatu task ditangani secara bersama-sama. Kata bersama-sama di sini yang membedakan cluster dengan mekanisme jaringan biasa yang menjalankan program client server. Memang seringkali rancu dengan Distributed Computing, tapi mungkin bisa diperjelas lagi bahwa clustering difokuskan pada mekanisme dari OS dan hardware untuk menyatukan sumber daya setiap node (bisa CPU, memori, disk, dsb). Dua tipe Cluster yang dominan yaitu : 1. High Perfomance Computing (HPC). Secara umum, tipe cluster HPC ditujukan pada bagaimana suatu proses komputasi diakselerasi, dengan demikian task bisa diselesaikan lebih cepat contoh clustering jenis ini adalah openmosix.. High Availability (HA). Secara umum, tipe cluster ini ditujukan agar program yang dijalankan di atasnya bisa terus berjalan, sekalipun salah satu node hang atau down. Contoh yang paling mudah adalah web server Apache yang diset dengan suatu redirector, sehingga jika salah satu server down, server lain bisa mengambil alih. Sehingga Linux Terminal Server Project Cluster juga dapat diartikan sebagai sekumpulan komputer yang terdiri dari beberapa server yang tergabung dalam satu jaringan dan dapat bekerja bersama-sama untuk memberikan resource atau data kepada client dimana client dari jaringan tersebut tidak memerlukan hardisk ataupun storage lainnya seperti disket, cd-rom, ataupun USB flashdisk karena semua storage dititik beratkan kepada server..4 Wireless Bridge Wireless Bridge adalah komponen perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan dua segmen jaringan atau lebih (LAN atau bagian dari LAN) yang secara fisik dan logis (dengan protokol) terpisahkan. Tidak harus selalu perangkat keras, sebagai contoh beberapa sistem operasi (seperti Windows, Linux, Mac OS X dan FreeBSD) menyediakan perangkat lunak untuk menjembatani protokol yang berbeda. Ini merupakan suatu hal yang biasa dalam protokol pada wireless ke kabel. Jadi dalam arti komputer bertindak sebagai bridge dengan menggunakan bridging software OS. Banyak wireless router dan jalur akses nirkabel menawarkan baik "Bridge" mode atau "Repeater" mode, yang keduanya melakukan fungsi umum yang sama, perbedaan nya adalah modus Bridging menghubungkan dua jenis protokol yang berbeda dan Repeater mode merelay jenis protokol yang sama. Wireless router, acces point, dan bridge yang tersedia telah sesuai dengan standar IEEE8.11a, b, g dan n. Sekelompok frekuensi untuk nirkabel standar ini dapat digunakan secara free-lisensi di banyak negara. Perangkat wireless bridge bekerja secara berpasangan (point-to-point), satu di setiap sisi dari "Bridge". Namun, terdapat juga yang dapat bejerja secara simultan "Bridge" yang menggunakan satu perangkat ke banyak perangkatl (point to multipoint).

Bridging bisa didapatkan melalui Wireless Distribution System (WDS) yang menciptakan Tingkat transparan jembatan nirkabel antara dua atau lebih point. Dimana Bridge dapat ditetapkan sebagai Acces Point Client Relationship yang membutuhkan perangkat nirkabel yang digunakan untuk Bridging dan harus ditetapkan service set identifier (SSID) dan saluran radio yang sama. Sebuah contoh dari aplikasi Bridging point-topoint adalah apabila akan menghubungkan dua bangunan komersial yang terpisah. Bridging secara historis disebut propagasi data di perangkat tanpa melintasi tumpukan jaringan, seperti TCP / IP. Wireless bridging adalah istilah sehari-hari dan sebuah deskripsi yang lebih akurat dari wireless bridging adalah menghubungkan dua jaringan area lokal menjadi Wireless LAN kemudian kembali lagi LAN Bridge. Dua jaringan bridge dapat diperlakukan sebagai bagian dari subnet tunggal dalam Internet Protocol (IP). Seorang klien nirkabel akan dapat membuat permintaan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) ke server DHCP kabel jika kabel dan jaringan nirkabel telah dijembatani. Dalam ISO OSI model, perangkat di mana paket melintasi lapisan jaringan dianggap router, perangkat di mana paket melintasi lapisan data link hanya dianggap sebagai jembatan. Sumber: Wireless Bridge (ddwrt.com/wiki/index.php/wireless_bridge) 3. Hasil Analisis dan Pengujian Skenario pengujian yang akan dilakukan adalah dengan melihat perbandingan kerja processor dan memori terhadap 1. Sistem LTSP Standar Merupakan server LTSP yang dibangun dalam kondisi awal tanpa dilakukan perubahan dalam sistem kerjanya. Sistem LTSP Cluster Adalah sistem LTSP yang telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga mempunyai fitur cluster yaitu fitur dimana LTSP dapat menggabungkan lebih dari satu server ke dalam satu kesatuan kerja untuk melayani permintaan dari client baik itu IP Address, NFS, Image, Resource dan lain-lain. Fitur yang menjadi ciri khas dari LTSP Cluster ini adalah adanya proses load balancing atau pembagian kerja secara merata pada server tertentu. Pengujian Linux Terminal Server Project (LTSP) dilakukan dengan menggunakan program top dan htop. Program ini dijalankan pada sisi server untuk melihat penggunaan processor dan memori. Adapun cara untuk menjalankan program ini cukup dengan mengaktifkannya pada terminal console server dengan mengetik top dan htop. Gambar 1. Tampilan aplikasi top untuk analisis kinerja server LTSP Gambar. Tampilan aplikasi htop untuk analisis kinerja server LTSP Seperti yang terlihat pada gambar 4.95, penggunaan CPU (kotak biru) memiliki ukuran dalam persen (%) dan penggunaan memori (kotak merah) dalam KiloBytes (KB) pada top dan dalam MegaBytes (MB) pada htop. Client yang digunakan dalam tahap pengujian ini adalah sembilan buah CPU AMD Athlon X, dengan processor,8ghz dan memori sebesar GB dan satu buah CPU Pentium IV, dengan processor,ghz dan memori sebesar 6MB. Tahapan pengujian dilakukan dengan cara menyalakan client satu persatu hingga mencapai sepuluh client semuanya beroperasi dan diberikan beberapa buah beban aplikasi, yaitu,, dan web browses. Batasan ini dilakukan karena aplikasi-aplikasi tersebut adalah aplikasi yang sering digunakan oleh client LTSP dan selain itu juga membutuhkan penggunaan sumberdaya yang cukup tinggi, sehingga layak untuk dijadikan aplikasi untuk pengujian Linux terminal server project (LTSP) dan Linux terminal server project cluster (LTSP Cluster). 3.1 Pengujian LTSP Standar Tabel dibawah ini menunjukkan penggunaan processor dan memori pada keadaan sepuluh client aktif: Tabel 1 Uji pada sepuluh client LTSP Standar

N o Penggunaan Processor Penggunaan Memory 1 33% 18479 4% 167436 3 6% 167719 4 67% 1676318 5 66% 1664487 6 73% 1665957 7 + + 69% 17184 8 + 74% + 17746 Tabel diatas memperlihatkan hasil analisis LTSP Standar dengan sepuluh client aktif mulai dari keadaan tidak menjalankan aplikasi sampai dengan menjalankan aplikasi, Gimp, dan. Selanjutnya data yang didapatkan diubah dalam bentuk grafik yang dapat dilihat pada gambar berikut ini : Penggunaan Processor 8% 7% 6% 5% 4% 33% 3% % 1% 4% 6% % 67% 66% 73% 69% 74% + + Gambar 3. Grafik penggunaan processor pada LTSP Standar sepuluh client Penggunaan Memory 18 16 14 18479.33 1 1 8 6 4 167435.67167719.331676317.51664486.51665956.5 171839.8317745.67 + + Gambar 4. Grafik penggunaan memori pada LTSP Standar sepuluh client Dari hasil pengujian LTSP Standar pada sepuluh client dapat dilihat bahwa penggunaan processor dan memory hampir mencapai titik maksimum. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi kinerja dari sisi client karena semakin mendekatinya titik maksimum kinerja suatu server LTSP akan meperlambat proses pada client. Hal ini menyebabkan kinerja client menjadi tidak optimal seperti sering terjadinya lag dan hang. Berikut ini adalah hasil screenshot kinerja server LTSP Standar pada saat penggunaan pada 1 client dengan beban aplikasi tiga program sekaligus yaitu, Gimp, dan. Gambar 5. Penggunaan processor dan memori mencapai puncak pada saat penggunaan kesepuluh client 3. Pengujian LTSP Cluster Berikut ini adalah pengujian kinerja server LTSP Cluster yang akan menganalisis kinerja dari perhitungan processor dan memori yang digunakan oleh server. Pada LTSP Cluster ini digunakan tiga server dimana satu server bertindak sebagai root dan dua lainnya sebagai application server. Karena sesi penanganan resource client berada pada application server maka dari itu analisis untuk LTSP Cluster ini di tujukan pada dua application server tersebut. Tabel dibawah ini menunjukkan penggunaan processor dan memori pada keadaan satu hingga sepuluh client aktif: Tabel. Uji pada satu client LTSP Cluster N o 1 3 4 5 6 7 + 8 + Processor App App s1 s 6.8 6.5 % % 14.1 14.1.8 1. 7% 4.7 5.1 7% 19.8 19.9.5.4 3% 3% 5. 5. % 9. 9. + + Apps1 11614 45. 153 15.83 195 84. 114 13.67 1447 5.17 13135 1. 1317.33 1464 3.17 Memory Apps 137 36 1714 39 1873 65 1483 76 11683 78 114 69 173 66 114 7 Selanjutnya data yang didapatkan diubah dalam bentuk grafik yang dilihat pada gambar berikut ini:

Penggunaan Processor (%) 35.% 3.% 5.%.% 15.% 1.% 6. 6. 5.%.% 14.1 14.1.8 1.7% 4.7 5.17% 5.% 5..53%.43% 19.8 19.9 + 9. 9. Appserv1 Appserv Gambar 5. Grafik penggunaan processor pada LTSP cluster sepuluh client 4 67% 5 6 7 8 + + 66% 73% 69% 74% 4.7 19.8.5 3% 5. % 9. 5.1 7% 19.9.4 3% 5. 9. 1676 318 1664 487 1665 957 171 84 17 746 114 13.67 1447 5.17 13135 1. 1317.33 1464 3.17 148 376 1168 378 11 469 173 66 11 47 Penggunaan Memory (Kb) 16 14475.17 14643.17 14 15315.83 19584. 131351. 1317.33 1161445. 11413.67 1168378 1146.83 1 13736.17 171439.33 187364.67 11468.67 148375.5 17365.67 1 8 6 4 + Appserv1 Appserv Gambar 6. Grafik penggunaan memori pada LTSP cluster sepuluh client Dari hasil pengujian LTSP Cluster terlihat penggunaan processor dan memori lebih efektif dari LTSP, hal ini dikarenakan penggunaan dari fitur load balancing yang memungkinkan lebih dari satu server untuk berkerja sama melayani permintaan yang dilakukan oleh LTSP Client. Sehingga semua beban dari client tidak terpusat hanya kepada satu server. Proses ini terbukti dapat meringankan kerja server LTSP sehingga dapat menangani client lebih banyak daripada LTSP Standar. Berikut ini adalah hasil screenshot kinerja server LTSP Cluster pada saat penggunaan pada 1 client dengan beban aplikasi tiga program sekaligus yaitu, Gimp, dan. 3.3. Perbandingan Kinerja LTSP Standar Versus LTSP Cluster Dari hasil pengujian akan dilakukan perbandingan kinerja server antara sistem LTSP Standar dengan LTSP Cluster. Berikut adalah grafik perbandingannya: Tabel 3. Benchmark LTSP Standar Vs LTSP cluster pada sepuluh client LTSP N o 1 Aplikas i Aplikas i Stan dar 33% 36% 3 6% App 1 6.8 % 14.1.8 Cluster App 6.5 % 14.1 1. 7% Stan dar 184 79 167 436 167 719 App1 11614 45. 153 15.83 195 84. Cluster App 13 736 171 439 187 365 + +.%.% 4.% 6.% 8.% Penggunaan Processor (%) LTSP Standar LTSP Cluster Apps 1 LTSP Cluster Apps Gambar 8. Grafik perbandingan pemakaian processor pada sepuluh client + + 5 1 15 Penggunaan Memory (Kb) LTSP Standar LTSP Cluster Apps 1 LTSP Cluster Apps Gambar 9. Grafik perbandingan pemakaian memori pada sepuluh client Dari hasil data pengujian dan perbandingan grafik yang didapatkan, dapat dilihat bahwa modifikasi LTSP Cluster lebih efektif untuk pengaplikasian client LTSP dalam skala besar dan kinerja yang lebih efisien karena dapat mengurangi beban kerja server LTSP dibandingkan dengan menggunakan LTSP Standar, hal ini disebabkan oleh proses load balancing yang terjadi pada LTSP Cluster yang memungkinkan untuk membagi beban kerja secara merata pada lebih dari satu server LTSP. Dan pembagian tugas untuk beberapa server sehingga beban kerja tidak dipusatkan hanya kepada satu server saja. 3.4 Grafik efektifitas penggunaan LTSP Standar Versus LTSP Cluster Dari hasil analisis yang didapat diatas, maka dapat dihitung besarnya efektifitas penggunaan jaringan diskless yang telah diimplementasi dengan rumusan seperti berikut ini: PersentaseNilaiTertinggi PersentaseNilaiTerendah Rumusan diatas dapat digunakan karena rata-rata

persentase nilai tertinggi sepenuhnya dimiliki oleh kinerja server LTSP standar sehingga dapat dihitung seberapa besar selisih efektifitas penggunaan LTSP standar versus LTSP Cluster dan hasil analisis sebelumnya sudah didapatkan hasil yang berupa nilainilai persentase perhitungan kinerja baik itu memory maupun processor. Hasil-hasil yang didapatkan melalui penggunaan rumus diatas dapat dilihat seperti yang tertera pada tabel dibawah ini: Tabel 5. Penggunaan LTSP Standar Versus LTSP Cluster No Jumlah Client Processor Memory 1 1 Client 16.83% 449713 Client 17.9% 574468.5 3 3 Client 17.8% 635696.3 4 4 Client 18.4% 51116 5 5 Client 9.6 373679.8 6 6 Client 35.73% 738117. 7 7 Client 37.94% 6769.7 8 8 Client 43.5 34651.8 9 9 Client 45.1 35938. 1 1 Client 44.51% 4133.7 Selanjutnya data yang didapatkan dapat diubah dalam bentuk grafik yang tampak seperti gambar di bawah ini: Penggunaan Processor 5 45 4 35 3 5 15 1 5 1 3 4 5 6 7 8 9 1 Client Client Client Client Client Client Client Client Client Client Jumlah Client Gambar 11. Grafik efektifitas processor LTSP Standar versus LTSP Cluster Penggunaan Memory 8 7 6 5 4 3 1 1 3 4 5 6 7 8 9 1 Client Client Client Client Client Client Client Client Client Client Jumlah Client 4. Kesimpulan 1. Sistem diskless menggunakan Linux Terminal Server Project (LTSP) dapat dibangun dan dapat memenuhi keperluan standar client yang menggunakan komputer lama.. Optimasi pada sistem LTSP dilakukan dengan menggunakan LTSP Cluster memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan LTSP standar bila diaplikasikan kepada banyak client. 3. Selain jaringan LAN LTSP juga dapat diaplikasikan pada jaringan Wireless Bridge yang dapat membantu menghubungkan jaringan LTSP pada tempat yang sulit untuk dijangkau oleh jaringan LAN Referensi [1] Rakhmat, H. Harry. 1. Skripsi. Perancangan Jaringan Komputer Diskless Berbasis Linux Terminal Server Project Pada Sistem Operasi Ubuntu 8.4, Bandung : Teknik Informatika STT Telkom Bandung. http://digilib.ittelkom.ac.id/index.php?option= com_repository&itemid=34 &task=detail&nim=611654 [] Purbo, Onno W. 6. PC Cloning Windows Pakai Linux LTSP. Yogyakarta : CV. Andi Offset. [3] Mumpuni, Joko I. dan Wardono, Adisuryo 6. Meningkatkan Kemampuan Jaringan Komputer dengan PC Cloning System Menjadikan PC x86 berkemampuan PC ip4. Yogyakarta : CV. Andi Offset. [4] Binanto, Iwan. 3. Diskless Workstation/Client Berbasis Linux MANDRAKE 8.. Yogyakarta : CV. Andi Offset. [5] Ballneaves, Scott. 9. Linux Terminal Server Project Administrator's Reference A Guide to LTSP Network. Biography Hairul Ramadhani, lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, tanggal 5 Mei 1988. Memperoleh gelar Sarjana dari Teknik Informatika dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia, 13. Gambar 1. Grafik efektifitas memory LTSP Standar versus LTSP Cluster Dapat dilihat grafik efektifitas perbandingan kinerja LTSP Standar versus LTSP Cluster pada gambar 1, efektifitas penggunaan processor meningkat seiring bertambahnya client yang digunakan pada jaringan diskless. Ini menunjukkan LTSP Cluster lebih efektif bila digunakan untuk pengimplementasian jaringan diskless pada banyak client.