MODUL 6 MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN CBQ DAN HTB

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 4 MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN SQUID DAN HTB

Praktikum 8. Traffic Shaping (CBQ) Pengenalan QoS

PERBANDINGAN KINERJA ALGORITMA HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET ) DAN CBQ (CALSS BASED QUEUING)

PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER. Traffic Shapping CBQ / HTB / SQUID. Oleh : Idris Winarno

RAKTIKUM 11 HAPPING (Q

TEORI ANTRIAN MAKALAH. Oleh. Ferry Prianto ( ) Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Manajemen. Hari / Jam Kuliah : Rabu 17:00 19:30

MODUL 6 STATIC ROUTING

MODUL 4 PC ROUTER. Gambar 1 Komunikasi dua komputer

MODUL 9 PENGUKURAN QoS STREAMING SERVER

MODUL 7 ANALISA QoS pada MPLS

ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI CBQ DAN HTB PADA JARINGAN KOMPUTER UNTUK PEMBATASAN BANDWIDTH BERBASIS IPv6

LINUX BANDWIDTH MANAGEMENT

ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) PADA WARNET DENGAN METODE HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET)

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

MODUL 8 TEORI DASAR. Packet loss = (P. Packets _ trasnmitte d. sehingga. ini. melakukan. pengiriman

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep dasar firewall 2. Mahasiswa mampu melakukan proses filtering menggunakan iptables

Modul 7 Protokol Dynamic Routing : RIP

IP Subnetting dan Routing (1)

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa memahami konsep subnetting 2. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi jaringan memakai IP Subnetting

PEMBATAS KECEPATAN DATA PADA PC-ROUTER BERBASIS LINUX MENGGUNAKAN DISIPLIN ANTRIAN HIERARCHICAL TOKEN BUCKET (HTB)

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Implementasi Instalasi OS Debian Squeeze 6.0, Apache, MySQL, PHP, Bridgeutils,

STATIC ROUTER. 1. Tujuan Pembelajaran

BAB II. KOMUNIKASI DATA dan TEORI ANTRIAN

TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep dasar firewall 2. Mahasiswa mampu melakukan proses filtering menggunakan iptables

MODUL 7 NAT dan PROXY

Modul 8 Cisco Router RIP

1. Pendahuluan. 2. Tinjauan Pustaka

Modul 5 Cisco Router

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

Modul 5 Cisco Router

Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management

Praktikum III Routing

ANALISIS PERBANDINGAN HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) DAN CBQ (CLASS BASED QUEUING) UNTUK MENGATUR BANDWIDTH MENGGUNAKAN LINUX Abas Ali Pangera

IMPLEMENTASI MIKROTIK SEBAGAI MANAJEMEN BANDWIDTH

Linux PC Router Router / /28. Gambar Jaringan yang berbeda. Router

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KEAMANAN DATA LAPORAN RESMI KONFIGURASI FIREWALL [IPTABLES]

MODUL CISCO STATIC ROUTING

Bab 2. Tinjauan Pustaka

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PENGAMATAN. dan pengamatan yang dilakukan terhadap analisis bandwidth dari sistem secara

Praktikum ROUTER DENGAN IP MASQUERADE

PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec

INSTALASI DAN KONFIGURASI DASAR PC-ROUTER DENGAN LINUX REDHAT 9.0

Installasi IPRoute2 dapat dilakukan dengan cara : # apt-get install iproute

LINUX. Gambar 1. Komunikasi antar jaringan membutuhkan penghubung (Router)

Membuat Router Dengan Linux SUSE 9.3

ANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH PADA PC ROUTER MENGGUNAKAN METODE HIERARCHICAL TOKEN BUCKET DI PD.MEDELLIN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 4 SIMULASI DAN EVALUASI. Berikut ini adalah peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam implementasi

PRAKTIKUM ROUTING STATIK

MANAJEMEN TRAFIK DAN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE CBQ (CLASS BASSED QUEUE) BERBASIS GNU/LINUX UNTUK OPTIMALISASI CLOUD COMPUTING

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Modul 8 Cisco Router (Dynamic Routing)

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Load Balancing Sambungan ke Internet dan Monitoring Jaringan

Sistem Manajemen Bandwidth dengan Prioritas Alamat IP Client

Memisahkan Bandwidth lokal IIX dan Internasional menggunakan HTB- Tools di Linux

bandwidth adalah sumber daya utama yang harus dengan manajemen bandwidth, sumber daya Abstrak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

IMPLEMENTASI PENGATURAN DAN PRIORITAS BANDWIDTH DENGAN HIERARCHICAL TOKEN BUCKET BERBASISKAN GUI PADA LINUX SERVER CLEAROS

BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi. Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

Setting Bandwidth Management di Linux

PERANGKAT LUNAK TRAFFIC CONFIGURATOR DAN TRAFFIC MONITOR UNTUK PENGATURAN TRAFIK JARINGAN BERBASIS PROTOKOL TCP/IP DAN LIBRARY PACKET CAPTURE

Jaringan Komputer MODUL 7. Tujuan

MODUL 11 QoS pada MPLS Network

Ada dua Router yang memiliki segmen IP yang berbeda, dimana kedua IP tersebut akan digabung kedalam 1 jaringan sebagaui LOAD BALACING.

1. Pendahuluan 2. Kajian Pustaka

Praktikum Jaringan Komputer 2. Modul 3 BRIDGE FIREWALL dengan Netfilter

MODUL 6 TUNNELING IPv6 OVER IPv4

Pelatihan Administrasi Jaringan Komputer Berbasis Perangkat Lunak Free & Open Source (Ubuntu Linux)

PRAKTIKUM 11 APPLICATION LAYER

ANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN ALAMAT IP CLIENT ABSTRAK

PENDAHULUAN Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang secara bahasa bermakna jaringan yang saling berhubungan, disebut demikian karen

Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

MODUL 9 MPLS (MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING)

LAPORAN PRATIKUM INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER

IMPLEMENTASI BANDWIDTH MANAGEMENT PADA SISTEM JARINGAN KAMPUS UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah

MEMBANGUN PC ROUTER SEDERHANA MENGGUNAKAN UBUNTU

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Router Wireless PROLiNK WNR1004 Mikrotik RouterBoard Mikrotik RouterBoard 450G Kabel UTP dan konektor RJ45

PRAKTIKUM 3 Konfigurasi Firewall [iptables]

Membangun Router/Server Gateway Warung Internet Dengan IPCop

Bandwidth Management. Lab. Komunikasi Digital EEPIS-ITS

BAB III METODE PENELITIAN. Router Berbasis Web, Penulis menerapkan konsep pengembangan Software

MODUL 3 PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN. DHCP Server. Oleh: Nani Setyo Wulan S.Pd. Nelyetti S.Kom.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

PRAKTIKUM 14 ANALISA QoS JARINGAN

Laporan Pratikum Instalasi Jaringan Komputer Routing Static

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. dalam memberikan layanan voice dengan layanan berbasis paket, masyarakat saat

APLIKASI MANAJEMEN BANDWIDTH PADA USB TETHERING ANDROID MENGGUNAKAN MIKROTIK

Laporan Resmi Praktikum Keamanan Data. Labba Awwabi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

Optimalisasi Load Balancing dan Manajemen Bandwidth pada Mikrotik Routerboard 715G (Studi Kasus di PT. Campus Data Media Semarang)

Aplikasi load-balancer yang akan digunakan oleh aplikasi saat melakukan koneksi ke sebuah system yang terdiri dari beberapa back-end server.

Transkripsi:

MODUL 6 MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN CBQ DAN HTB TUJUAN PEMBELAJARAN: Setelah melaksanakan praktikum ini, mahasiswa diharapkan : 1. Mengerti dan memahami konsep manajemen bandwidth. 2. Mampu melakukan konfigurasi static routing. 3. Mampu melakukan instalasi dan konfigurasi network traffic shapping. DASAR TEORI Akhir-akhir ini semakin berkembang layanan internet berkecepatan tinggi yang disediakan oleh ISP, mulai dari 256 kbps hingga 2 Mbps. Pada umumnya layanan ini digunakan oleh penyedia layanan internet (warung internet, dsb) serta perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang internet. Bandwidth sebesar itu dapat dimanfaatkan bersama-sama secara adil. Pada praktikum ini akan dibahas mengenai pembuatan sistem manajemen bandwidth yang dapat diimplementasikan pada jaringan yang telah ada. a. CBQ Teknik klasifikasi paket data yang paling terkenal adalah CBQ. Keunggulan dalam penggunaan CBQ adalah mudah dikonfigurasi, memungkinkan sharing bandwidth antar kelas (class) dan memiliki fasilitas user interface. CBQ mengatur pemakaian bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk tiap user, dan pemakaian bandwidth yang melebihi nilai set akan dipotong (shaping). CBQ juga dapat diatur untuk sharing dan meminjam bandwidth antar class jika diperlukan. Class Based Queueing (CBQ) adalah suatu mekanisme penjadwalan, bertujuan menyediakan link sharing antar kelas yang menggunakan jalur fisik yang sama, sebagai acuan untuk membedakan trafik yang memiliki prioritas-prioritas yang berlainan. Dengan CBQ, setiap kelas dapat mengalokasikan bandwidth miliknya untuk berbagai jenis trafik yang berbeda, sesuai dengan pembagiannyayang tepat untuk masing-masing trafik. Pada jenis antrian CBQ, mempunyai beberapa parameter yang digunakan yaitu : avpkt, jumlah paket rata rata saat pengiriman bandwidth, lebar bandwidth kartu ethernet biasanya 10 100Mbit rate, kecepatan rata rata paket data saat meninggalkan qdisc, ini parameter untuk men-set bandwidth. cell, peningkatan paket data yang dikeluarkan ke kartu ethernet berdasarkan jumlah byte, misalnya 800 ke 808 dengan nilai cell 8. isolated / sharing, parameter isolated mengatur agar bandwidth tidak bisa dipinjam oleh klas (class) lain yang sama tingkatannya / sibling. Parameter sharing menunjukkan bandwidth kelas (class) bisa dipinjam oleh kelas lain. bounded / borrow, parameter borrow berarti kelas (class) dapat meminjam bandwidth dari klas lain, sedangkan bounded berarti sebaliknya. b. HTB Hierarchical Tocken Bucket (HTB) merupakan jenis aplikasi yang dikembangkan oleh Martin Devera pada tahun 2001 yang digunakan untuk membatasi akses menuju ke port/ip tertentu tanpa mengganggu trafik bandwidth pengguna lain. Aplikasi ini berfungsi sebagai pengganti aplikasi yang masih sering digunakan, yaitu CBQ. HTB diklaim mampu melakukan pembagian trafik yang lebih akurat. Teknik antrian HTB mirip dengan teknik pada CBQ. Hanya perbedaannya terletak pada opsi, dimana pada HTB opsi yang digunakan jauh lebih sedikit dalam konfigurasinya, serta lebih presisi dalam penggunaannya. Teknik antrian HTB memberikan fasilitas pembatasan trafik pada

setiap level ataupun klasifikasinya, sehingga bandwidth yang tidak terpakai dapat digunakan oleh klasifikasi lain yang lebih rendah. Pada antrian HTB mempunyai parameter yang menyusunnya dalam antrian yaitu : 1. Rate Parameter rate menetukan bandwidth maksimum yang bisa digunakan oleh setiap class, jika bandwidth melebihi nilai rate, maka paket data akan dipotong atau dijatuhkan (drop). 2. Ceil Parameter ceil di-set untuk menetukan peminjaman bandwidth antar class (kelas), peminjaman bandwidth dilakukan kelas paling bawah ke kelas di atasnya. Teknik ini disebut link sharing. 3. Random Early Detection (RED) Random Early Detection atau bisa disebut Random Early Drop biasanya digunakan untuk gateway/router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan perubahan nilai antrian minimum dan maksimum. Jika isi antrian dibawah nilai minimum, maka mode drop tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum, maka RED akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari. Pada antrian RED juga mempunyai parameter yang menyusunnya, yaitu : a. Min Yaitu nilai rata-rata minimum antrian (queue). b. Max Nilai rata-rata maksimum antrian, biasanya dua kali nilai minimum atau dengan rumus : Max = bandwidth (bps) * latency (s) c. Probability Jumlah maksimum probabilitas penandaan paket data. Nilainya berkisar antara 0.0 sampai dengan 1.0. d. Limit Batas paling atas antrian secara riil, jumlah paket data yang melewati limit pasti dibuang. Nilai limit harus lebih besar daripada max dan dinyatakan dengan persamaan : limit = max + burst e. Burst Digunakan untuk menentukan kecepatan perhitungan nilai antrian mempengaruhi antrian riil (limit). Bisa dihitung dengan persamaan : Burst = (min+min+max) / 3*avpkt f. Avpkt Nilai rata rata paket data/grafik yang melintasi gateway RED, sebaiknya diisi 1000. g. Bandwidth Yaitu lebar bandwidth kartu Ethernet. h. Ecn (Explicit Congestion Notification) Parameter ini memberikan fasilitas gateway RED untuk memberitahukan kepada client jika terjadi kemacetan. PERALATAN : Sebuah komputer sebagai server, dengan 1 NIC Card Sebuah komputer sebagai client, dengan 1 NIC Card Sebuah komputer sebagai router, dengan 2 NIC Card Hub/switch sebagai penghubung jaringan Kabel jaringan secukupnya

TUGAS PENDAHULUAN 1. Apa tujuan dengan adanya bandwidth management? 2. Jelaskan perbedaan yang paling mendasar antara CBQ dan HTB? PERCOBAAN Bangun jaringan sederhana seperti pada gambar berikut : Gambar 1. Konfigurasi Jaringan NB : Aplikasi bandwidth management akan dipasang di PC Router. A. Setting pada perangkat jaringan 1. Pada PC Router, setting sebagai berikut : a. Setting dengan IP Aliasing pada eth0 dan eth1 # ifconfig eth0 192.168.11.1 netmask 255.255.255.0 # ifconfig eth1 192.168.12.1 netmask 255.255.255.0 b. Aktifkan ip_forward pada PC Router untuk melakukan proses routing : # echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward 2. Setting pada PC Server a. Setting IP # ifconfig eth1 192.168.12.2 netmask 255.255.255.0 # route add net default gw 192.168.12.1 b. Install aplikasi FTP server # apt-get install proftpd 3. Setting pada PC Client # ifconfig eth0 192.168.11.2 netmask 255.255.255.0 # route add net default gw 192.168.11.1 4. Lakukan tes koneksi dengan ftp dari PC Client # ftp 192.168.12.2 ftp> get file1mb => untuk download dari server ke client ftp> put file1mb => untuk upload dari client ke server Catat hasilnya untuk waktu akses dan throughputnya seperti contoh di bawah ini.

B. Bandwidth Management dengan CBQ 1. Lakukan instalasi aplikasi CBQ a. Download aplikasi CBQ cbq.init-v0.7.1 b. Pindahkan file cbq.init ke direktori /sbin/ # mv cbq.init-v0.7.1 /sbin/cbq.init c. Ubah mode kepemilikan file cbq.init # chmod 755 /sbin/cbq d. Buat directory CBQ # mkdir /etc/sysconfig/cbq e. Buat aturan / rule di CBQ yang membatasi download di sisi client hanya sebesar # vim /etc/sysconfig/cbq/cbq-028.luar-dalam DEVICE=eth0,100Mbit,10Mbit RATE=64Kbit WEIGHT=6Kbit PRIO=5 LEAF=sbq RULE=192.168.11.0/24 f. Buat aturan / rule di CBQ yang membatasi download di sisi client hanya sebesar # vim /etc/sysconfig/cbq/cbq-040.dalam-luar DEVICE=eth2,100Mbit,10Mbit RATE=128Kbit WEIGHT=12Kbit PRIO=5 LEAF=sbq RULE=192.168.20.0/24 g. Masuk ke /sbin, ketikkan : # cbq.init # cbq.init compile # cbq.init start # cbq.init stats => untuk melihat statistik h. Lakukan cbq.init compile dan start setiap kali melakukan perubahan konfigurasi. 2. Lakukan pengetesan seperti langkah A.4 dan bandingkan hasilnya. 3. Lakukan pengambilan data dengan menggunakan ftp, hanya untuk proses download saja. Catat hasilnya. Bandwidth Waktu (s) Throughput (Kbps) 128Kbps 256Kbps

C. Bandwidth Management dengan HTB 1. Installasi aplikasi HTB a. Download paket HTB HTB-tools-0.3.0a-i486-1.tgz b. Ekstrak file tersebut # tar zxvf HTB-tools-0.3.0a-i486-1.tgz C /usr/local/src c. Pindahkan semua hasil ekstrak ke folder aslinya # cp /usr/local/src/sbin/* /sbin # cp /usr/local/src/usr/* /usr # mkdir /etc/htb # cp /usr/local/src/etc/htb/* /etc/htb # cp /usr/local/src/etc/rc.d/rc.htb.new /etc/init.d/rc.htb # chmod 755 /etc/init.d/rc.htb d. Copykan file konfigurasi berikut ini: # cd /etc/htb/ # mv eth0-qos.cfg.new eth0-qos.cfg # mv eth1-qos.cfg.new eth1-qos.cfg e. Konfigurasi HTB Untuk proses download dari server ke client : eth0-qos.cfg # vim /etc/htb/eth0-qos.cfg class class_1 { bandwidth 10000; limit 10000; client client_1 { bandwidth 64; limit 128; dst { 192.168.11.0/24; class default { bandwidth 8; f. Untuk proses upload dari client ke server : eth1-qos.cfg # vim /etc/htb/eth0-qos.cfg class class_1 { bandwidth 10000; limit 10000; client client_1 { bandwidth 256; limit 512; src { 192.168.12.0/24; class default { bandwidth 8;

g. Untuk menjalankan HTB, masuk ke /etc/htb, jalankan perintah berikut : # /etc/init.d/rc.htb stop # /etc/init.d/rc.htb start # /etc/init.d/rc.htb stats => untuk melihat statistik Atau # /sbin/htb eth1 stop # /sbin/htb eth1 start 2. Lakukan pengetesan seperti langkah A.4 dan bandingkan hasilnya. 3. Lakukan pengambilan data dengan menggunakan ftp, hanya untuk proses download saja. Catat hasilnya. Bandwidth Waktu (s) Throughput (Kbps) 128Kbps 256Kbps Bandingkan hasilnya dengan langkah B.3. LAPORAN RESMI Daftar Pertanyaan 1. Berikan kesimpulan hasil praktikum yang anda lakukan. 2. Tugas akan diberikan pada waktu praktikum.