UNIVERSITAS AIRLANGGA

dokumen-dokumen yang mirip
UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 2 TAHUN 2015

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

TENTANG TATA CARA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN PADA TINGKAT FAKULTAS/SEKOLAH DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

U IVERSITAS AIRLA GGA

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Memperhatikan : Hasil Sidang Pleno Senat Akademik IPB, tanggal 23 Desember MEMUTUSKAN

PERATURAN REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG NOMOR : 0135/IT7/KP/2015 TENTANG

PERATURAN UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 1 TAHUN 2010

REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 04 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN SENAT AKADEMIK NOMOR : 41291/UN4.A/SN.07/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS AIRLANGGA

KETETAPAN MAJELIS WALI AMANAT IPB NOMOR : 62 /MWA-IPB/2007 T E N T A N G

KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 10/SK/K01-SA/2009 TENTANG KETENTUAN & TATA KERJA SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

KETETAPAN MAJELIS WALI AMANAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR : 65 /MWA-IPB/2007 T E N T A N G

AMANDEMEN PERTAMA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK NOMOR 019/SK/K01-SA/2002 TENTANG KETENTUAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2. sar IPB; Lampiran Salinan Keputusan Senat Akademik IPB

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KETETAPAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 019/SK/K01-SA/2002 TENTANG KETENTUAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG KEDUDUKAN DAN SUSUNAN SENAT UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KETETAPAN MAJELIS WALI AMANAT IPB NOMOR : 17/MWA-IPB/2003 T E N T A N G ANGGARAN RUMAH TANGGA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

RISALAH RAPAT KOMISI KELEMBAGAAN (K II) SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

NOMOR : 07/MWA-IPB/2014 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN PERATURAN INTERNAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR

MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

SALINAN KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 72/SA-IPB/2010 Tentang KEBIJAKAN PENGANGKATAN GURU BESAR EMERITUS DI LINGKUNGAN

SALINAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 7 TAHUN 2016 TENTANG

Universitas Sumatera ljtara MAJELTS WAL AMANAT

U IVERSITAS AIRLA GGA

PERATURAN UNIVERSITAS DIPONEGORO NOMOR 2 TAHUN 2010

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS INDONESIA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

RISALAH RAPAT KOMISI KELEMBAGAAN (K II) SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2011, No Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Ne

Bandung, 26 Mei 2016

BAB VIII PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 15

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT NOMOR : 070/UN8/KP/2013

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 614/P/SK/HT/2012 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DIREKTUR DAN PENGANGKATAN WAKIL DIREKTUR SEKOLAH VOKASI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN AGAMA. Institut Agama Islam. IAIN. Organisasi. Ambon.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS HASANUDDIN NOMOR: 25919/UN4.0/OT.05/2016 TENTANG TATA KERJA ANTARORGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

SALINAN KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 08/SA-IPB/2004

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2017 TENTANG DOSEN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS HASANUDDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2017, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 152 TAHUN 2000 (152/2000) TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS INDONESIA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 81/PSK/HKTL/2004 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PENENTUAN ANGGOTA SENAT FAKULTAS

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG STATUTA UNIVERSITAS HASANUDDIN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini ya

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN SENAT FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nomor : 21 /SK-FTP/2011 TENTANG

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 114/P/SK/HT/2004 TENTANG TATA CARA PEMILIHAN DAN PENETAPAN DEKAN SERTA PENGANGKATAN WAKIL DEKAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BRAWIJAYA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENJARINGAN, PERTIMBANGAN DAN PENGANGKATAN DEKAN DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 2008 TENTANG

: PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS HASANUDDIN

SENAT AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNIVERSITAS AIRLANGGA

KETENTUAN MENGENAI TOLOK UKUR DAN TATA CARA PENILAIAN KINERJA PIMPINAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 52 TAHUN 2015 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS DIPONEGORO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2015 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS HASANUDDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus C Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5914042, 5914043, 5912546, 5912564 Fax (031) 5981841 Website : http://www.unair.ac.id ; e-mail : rektor@unair.ac.id SALINAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS AIRLANGGA NOMOR 06/H3/PR/2009 TENTANG BADAN PERTIMBANGAN FAKULTAS DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS AIRLANGGA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelenggaraan Universitas Airlangga Badan Hukum Milik Negara diperlukan proses penataan kelembagaan di lingkungan Universitas Airlangga secara terus menerus sesuai dengan dinamika institusi; b. bahwa dalam rangka melaksanakan Anggaran Dasar dan/atau Anggaran Rumah Tangga Universitas Airlangga diperlukan aturan susunan dan keanggotaan Badan Pertimbangan Fakultas; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Rektor tentang Badan Pertimbangan Fakultas. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301); 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954 tentang Pendirian Universitas Airlangga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 695); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2006 tentang Penetapan Universitas Airlangga sebagai Badan Hukum Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 66); 5. Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2006 tentang Penetapan Rektor Universitas Airlangga Periode 2006-2010; 6. Peraturan Majelis Wali Amanat Universitas Airlangga Nomor 12/MWA-UA/2008 tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Airlangga; 7. Peraturan Senat Akademik Universitas Airlangga Nomor 02/H3/SA/P/2007 tentang Tatacara Pengukuhan Guru Besar Universitas Airlangga;

8. Peraturan Rektor Universitas Airlangga Nomor 318/J03/HK/2008 tentang Perubahan atas Peraturan Rektor Nomor 9057/J03/HK/2006 tentang Struktur Organisasi Universitas Airlangga Badan Hukum Milik Negara. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG BADAN PERTIMBANGAN FAKULTAS DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Rektor ini yang dimaksud dengan : 1. Universitas adalah Universitas Airlangga sebagai Badan Hukum Milik Negara. 2. Majelis Wali Amanat adalah organ tertinggi Universitas yang berfungsi mewakili Pemerintah dan masyarakat. 3. Senat Akademik adalah badan normatif Universitas di bidang akademik. 4. Rektor adalah pemimpin dalam penyelenggaraan Universitas. 5. Badan Pertimbangan Fakultas adalah unsur Fakultas yang mempunyai fungsi merumuskan pelaksanaan kebijakan akademik Fakultas 6. Fakultas adalah unsur pelaksana pendidikan akademik, profesi, dan/atau vokasi di Universitas yang mengkoordinasikandan melaksanakan kegiatan akademik dalam satu atau beberapa disiplin ilmu, teknologi, dan seni. 7. Dekan adalah pemimpin Fakultas yang mengkoordinasikan pengelolaan sumberdaya dan penjaminan mutu di Fakultas. 8. Departemen adalah unsur pengelola program studi, dan melaksanakan penyelenggaraan akademik dalam satu atau lebih bidang keilmuan dalam Fakultas. 9. Peraturan Majelis Wali Amanat adalah peraturan tertinggi yang ditetapkan Majelis Wali Amanat. 10. Peraturan Senat Akademik adalah peraturan akademik yang ditetapkan oleh Senat Akademik. 11. Peraturan Rektor adalah peraturan yang ditetapkan untuk melaksanakan kebijakan akademik dan non akademik atas penyelenggaraan Universitas. 12. Pergantian antarwaktu adalah pengangkatan keanggotaan/jabatan sebagai pengganti keanggotaan/jabatan yang diberhentikan sebelum habis masa jabatan, untuk menyelesaikan sisa masa jabatan. 13. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. 14. Guru Besar /Profesor adalah jabatan fungsional akademik tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di Universitas.

FUNGSI DAN TUGAS Pasal 2 Badan Pertimbangan Fakultas adalah unsur Fakultas yang mempunyai fungsi merumuskan pelaksanaan kebijakan akademik Fakultas. Pasal 3 Tugas Badan Pertimbangan Fakultas adalah: a. Menjabarkan kebijakan penyelenggaraan akademik sesuai dengan visi, misi dan tujuan Universitas Airlangga; b. Menetapkan kebijakan pengembangan keilmuan sesuai dengan bidang/cabang ilmu yang dikembangkan di Fakultas; c. Memberikan saran kepada Pimpinan Fakultas mengenai permasalahan akademik dan keilmuan; d. Menetapkan penilaian prestasi akademik, kompetensi dan perilaku Dosen; e. Menjabarkan norma dan tolok ukur pelaksanaan Etika Akademik Universitas Airlangga; f. Memberikan persetujuan usulan calon Lektor, Lektor Kepala, Guru Besar; dan g. Mengusulkan penghargaan dan sanksi etika akademik bagi Dosen dalam rangka pengawasan penyelenggaraan akademik. BAB II KEANGGOTAAN Pasal 4 (1) Anggota Badan Pertimbangan Fakultas adalah: a. Semua Dosen Guru Besar yang telah dikukuhkan oleh Senat Akademik dan yang menyatakan kesediaan secara tertulis; b. Pimpinan Fakultas dan Ketua Departemen; dan c. Wakil Dosen bukan Guru Besar dari setiap departemen antara 1 (satu) orang sampai paling banyak 3 (tiga) orang yang dipilih dari dan oleh anggota Departemen. (2) Fakultas dengan jumlah Departemen kurang dari 5 (lima), maka jumlah Wakil Dosen bukan Guru Besar paling banyak 3 (tiga) orang setiap Departemen. (3) Fakultas dengan jumlah Departemen sama atau lebih dari 5 (lima), maka jumlah Wakil Dosen bukan Guru Besar adalah 1 (satu) orang setiap Departemen. (4) Masa jabatan anggota Badan Pertimbangan Fakultas dari perwakilan Dosen bukan Guru Besar sampai dengan bulan Juni tahun 2010 dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. (5) Jumlah, susunan dan anggota Badan Pertimbangan Fakultas ditetapkan dengan Keputusan Rektor. (6) Perubahan atas jumlah, susunan dan anggota Badan Pertimbangan Fakultas sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (5) ditetapkan dengan Keputusan Rektor. (7) Keputusan Rektor sebagaimana dimaksud dalam ayat (6) ditetapkan paling banyak 2 (dua) kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juni dan Bulan Desember tahun berjalan.

Pasal 5 Syarat keanggotaan Badan Pertimbangan Fakultas dari Wakil Dosen bukan Guru Besar sebagai berikut: a. Dosen tetap Universitas Airlangga; b. memiliki integritas dan komitmen institusional; c. memahami visi, misi dan tujuan Universitas dan Fakultas; d. tidak pernah melanggar etika akademik dan aturan berperilaku di kampus; e. minimal mempunyai jabatan akademik Lektor; f. menyatakan kesediaan tertulis sebagai calon anggota Badan Pertimbangan Fakultas; dan g. Tidak sedang dalam studi Pascasarjana. Pasal 6 Keanggotaan Badan Pertimbangan Fakultas berakhir apabila: a. masa jabatan sebagai Pimpinan Fakultas atau Ketua Departemen telah berakhir; b. anggota Badan Pertimbangan Fakultas dari Wakil Dosen bukan Guru Besar telah berubah status menjadi Guru Besar c. tidak dapat melaksanakan tugas secara tetap; d. mengundurkan diri; e. terbukti melanggar etika akademik dan aturan berperilaku di kampus; f. dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap; atau g. menempuh studi Pascasarjana h. meninggal dunia. Pasal 7 (1) Pemberhentian dan pengangkatan pengganti anggota antar waktu Badan Pertimbangan Fakultas disahkan dalam rapat pleno Badan Pertimbangan Fakultas. (2) Pemberhentian dan pengangkatan anggota Badan Pertimbangan Fakultas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Rektor. (3) Keputusan Rektor mengenai pemberhentian dan pengangkatan pengganti anggota Badan Pertimbangan Fakultas sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mengikuti ketentuan Pasal 4 Ayat (7). (4) Keanggotaan pengganti Badan Pertimbangan Fakultas melanjutkan periode waktu dari anggota yang diganti. BAB III ORGANISASI Pasal 8 (1) Susunan organisasi Badan Pertimbangan Fakultas terdiri atas: a. Pimpinan Badan Pertimbangan Fakultas; b. Komisi Badan Pertimbangan Fakultas. (2) Pimpinan Badan Pertimbangan Fakultas dan Komisi Badan Pertimbangan Fakultas terdiri atas Ketua dan Sekretaris. (3) Jumlah komisi dan keanggotaannya ditetapkan oleh rapat pleno Badan Pertimbangan Fakultas. (4) Komisi Badan Pertimbangan Fakultas terdiri atas Komisi Akademik dan Keilmuan, Komisi Pengembangan Dosen, dan Komisi lain sesuai kebutuhan. (5) Dalam melaksanakan tugas Badan Pertimbangan Fakultas dapat membentuk Panitia ad-hoc.

Pasal 9 (1) Pemilihan Ketua Badan Pertimbangan Fakultas ditentukan dalam rapat pleno: a. dilakukan secara musyawarah mufakat; b. apabila tidak dapat dicapai mufakat, dilakukan pemungutan suara secara tertutup berdasarkan suara terbanyak. (2) Dekan dan Wakil Dekan tidak dapat menjadi Pimpinan Badan Pertimbangan Fakultas. (3) Sekretaris Badan Pertimbangan Fakultas dipilih dan ditetapkan oleh Ketua. BAB IV PERSIDANGAN Pasal 10 (1) Rapat Badan Pertimbangan Fakultas terdiri atas: a. rapat Pleno; b. rapat Pimpinan; c. rapat Komisi; d. rapat Panitia ad-hoc dan e. rapat lainnya yang berkaitan dengan tugas Badan Pertimbangan Fakultas. (2) Rapat pimpinan dihadiri oleh Pimpinan Badan Pertimbangan Fakultas dan Pimpinan Komisi Badan Pertimbangan Fakultas. Pasal 11 (1) Badan Pertimbangan Fakultas melaksanakan sidang pleno paling sedikit 2 (dua) kali dalam satu tahun. (2) Pengambilan keputusan dilaksanakan berdasarkan prinsip musyawarah dan mufakat. (3) Apabila pengambilan keputusan dilaksanakan berdasarkan prinsip musyawarah dan mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak tercapai, maka dilakukan pemungutan suara secara tertutup berdasarkan suara terbanyak. BAB V TATA TERTIB Pasal 12 (1) Badan Pertimbangan Fakultas berwenang membentuk dan menetapkan Tata Tertib untuk menjalankan lembaga. (2) Pembentukan Tata tertib sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibuat dengan mengacu pada tata tertib Senat Akademik Universitas Airlangga.

BAB VI PERATURAN PERALIHAN Pasal 13 Semua Keanggotaan BPF yang telah ada pada saat Peraturan Rektor ini berlaku, akan diterbitkan Keputusan Rektor yang baru untuk menggantikan Keputusan Rektor yang lama yang menetapkan keanggotaan BPF tersebut untuk disesuaikan dengan Peraturan Rektor ini. BAB VII PERATURAN PENUTUP Pasal 14 Pada saat Peraturan Rektor ini berlaku, maka Peraturan Rektor Universitas Airlangga Nomor 941/JO3/P/2007 tentang Badan Pertimbangan Fakultas Universitas Airlangga dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 15 Peraturan Rektor ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Surabaya pada tanggal 24 April 2009 Rektor, ttd Salinan sesuai dengan aslinya Sekretaris Universitas, FASICH NIP.130517155 ttd Dr. M. HADI SHUBHAN, SH.,MH.,CN NIP. 132303985 Salinan disampaikan Yth : Pimpinan Unit kerja di lingkungan Universitas Airlangga.