SKRIPSI RETNO EKWIN SANTUSO

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

turunan oksikam adalah piroksikam (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Piroksikam mempunyai aktivitas analgesik, antirematik dan antiradang kuat.

MUHAMMAD MIRZA KAMIL PREPARASI SENYAWA ISOBUTIRIL SALISILAMIDA

SKRIPSI REZKI ROFIK ALHUDA

SINTESIS O-(4-NITROBENZOIL)PIROKSIKAM DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS)

SKRIPSI SITI KARLINA DEWANTI PUTRI

SINTESIS O-(4-KLOROBENZOIL)PIROKSIKAM DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)

MODIFIKASI SENYAWA SALISILAMIDA DENGAN 2,4-DIKLOROBENZOIL KLORIDA DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT

SINTESIS O-(3-KLOROBENZOIL) PIROKSIKAM DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS)

pada penderita tukak lambung dan penderita yang sedang minum antikoagulan (Martindale, 1982). Pada penelitian ini digunakan piroksikam sebagai

banyak digunakan tanpa resep dokter. Obat obat ini merupakan suatu kelompok obat yang heterogen secara kimiawi. Walaupun demikian obatobat ini

PENENTUAN AKTIVITAS ANALGESIK SENYAWA O-(3- KLOROBENZOIL) PARASETAMOL TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS) DENGAN METODE PANAS (HOT PLATE)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N N. Gambar 1.1. Struktur molekul piroksikam dan O-(3,4- diklorobenzoil)piroksikam.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

mengakibatkan reaksi radang yang ditandai dengan adanya kalor (panas), rubor (kemerahan), tumor (bengkak), dolor (nyeri) dan functio laesa (gangguan

BAB 5 SIMPULAN 5.1. Simpulan 5.2. Alur Penelitian Selanjutnya

inflamasi non steroid turunan asam enolat derivat oksikam yaitu piroksikam (Mutschler, 1991; Gringauz, 1997). Piroksikam digunakan untuk pengobatan

Piroksikam merupakan salah satu derivat oksikam, dan merupakan obat anti inflamasi non steroid (AINS) yang berkhasiat sebagai antiinflamasi,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SINTESIS O-(4-BROMOBENZOIL) PIROKSIKAM DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS)

Menurut Hansch, penambahan gugus 4-tersier-butilbenzoil dapat mempengaruhi sifat lipofilisitas, elektronik dan sterik suatu senyawa.

SKRIPSI. SINTESIS SENYAWA 4-HIDROKSIFENIL-3-KLORO BENZAMIDA DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus) Oleh:

PENGARUH PENAMBAHAN SUBSTITUEN KLORO PADA SENYAWA N-FENIL-N -BENZOILTHIOUREA TERHADAP EFEK ANALGESIK PADA MENCIT

BAB I PENDAHULUAN. rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Rasa nyeri dalam kebanyakan hal hanya

Hal ini disebabkan karena penambahan gugus-gugus pada struktur parasetamol tersebut menyebabkan perubahan sifat kimia fisika senyawa, yaitu sifat

SINTESIS ASAM 2-OKTANOILOKSIBENZOAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)

PENGARUH PENAMBAHAN SUBSTITUEN KLORO DAN METIL PADA POSISI PARA SENYAWA N-BENZOIL-N - FENILTIOUREA TERHADAP AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT

SKRIPSI ANNA FITRIA AMALIA. SINTESIS SENYAWA 4-HIDROKSIFENILBENZAMIDA DAN UJI AKTIVITAS ANALGETIK PADA MENCIT (Mus musculus) PROGRAM STUDI FARMASI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

parakor (P), tetapan sterik Es Taft, tetapan sterik U Charton dan tetapan sterimol Verloop (Siswandono & Susilowati, 2000). Dalam proses perubahan

kamar, dan didapat persentase hasil sebesar 52,2%. Metode pemanasan bisa dilakukan dengan metode konvensional, yaitu cara refluks dan metode

KATA PENGANTAR. Dewan editor

SINTESIS O-(4-TERSIER-BUTILBENZOIL)PIROKSIKAM DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SKRIPSI RISKA IMMELIA. SINTESIS SENYAWA O-BENZOIL-5-KLORO ASAM SALISILAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Dini Kesuma & Harry Santosa

BAB 5 SIMPULAN 5.2. Alur Penelitian Selanjutnya

UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK SENYAWA O-(VALIL)PARASETAMOL PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) DENGAN INDUKSI PEPTON

PENENTUAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DAN ANTIPIRETIK SENYAWA ASAM O-(4-KLOROBENZOIL) SALISILAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK SENYAWA O-(ISOLEUSIL)PARASETAMOL PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) DENGAN INDUKSI PEPTON EDWIN JEIKA BUNGGULAWA

UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK SENYAWA O-(FENILALANIL)PARASETAMOL PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) DENGAN INDUKSI PEPTON

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi eksperimental

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

5.2. Alur Penelitian Selanjutnya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

PENGARUH PENAMBAHAN SUBSTITUEN PADA POSISI PARA DARI TURUNAN 2-FENILKUINAZOLIN- 4(3H)-ON TERHADAP AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT

Tirta Farma meliputi pemilik sarana apotek, apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. 5. Kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat perlu

REAKSI SIKLISASI ANTARA BENZOILTIOUREA DENGAN ASAM MALONAT HANDOYO MULIAWAN SUNYOTO FAKULTAS FARMASI UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA

PENGARUH PENAMBAHAN PIPERAZIN DAN PIPERIDIN TERHADAP SINTESIS TURUNAN N-2-KLOROBENZOIL TIOUREA DENGAN METODE GELOMBANG MIKRO

SKRIPSI DELLA FIBRILIA. SINTESIS SENYAWA N-(4-HIDROKSIFENIL)-4- METILPENTANAMIDA DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus)

SKRIPSI GITTA ASRINA. SINTESIS SENYAWA N-(4-HIDROKSIFENIL) PROPIONAMIDA DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK PADA MENCIT (Mus musculus)

SINTESIS O-(ASETIL)PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS) DENGAN METODE HOT PLATE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGARUH GUGUS KLORO PADA SENYAWA 3-KLOROBENZOIL KLORIDA DALAM SINTESIS ASAM 2-(3-KLOROBENZOILOKSI)BENZOAT DENGAN METODE IRADIASI GELOMBANG MIKRO

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

SKRIPSI RENY PRADINI. SINTESIS SENYAWA O-4-TRIFLUOROMETILBENZOIL-5-KLORO ASAM SALISILAT DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIK TERHADAP MENCIT (Mus musculus)

PERBEDAAN EFEK ANALGESIK ANTARA EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) DENGAN ASPIRIN PADA MENCIT JANTAN STRAIN BALB/C SKRIPSI.

AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK DAUN JARUM TUJUH BILAH (Pereskia Bleo K) PADA MENCIT JANTAN (Mus Musculus)

DIONISIUS DWI KURNIAWAN

UJI ANALGETIK INFUSA HERBA SIDAGURI (Sida rhombifolia L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR Swiss DENGAN METODE RANGSANG KIMIA SKRIPSI

gugus karboksilat yang bersifat asam sedangkan iritasi kronik kemungkinan disebabakan oleh penghambatan pembentukan prostaglandin E1 dan E2, yaitu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

hipnotik yang sering digunakan adalah golongan ureida asiklik, misalnya bromisovalum tetapi pada penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena

BAB 5 SIMPULAN Simpulan

BAB IV METODE PENELITIAN. glukosa darah mencit yang diinduksi aloksan dengan metode uji toleransi glukosa.

),parakor (P), tetapan sterik Es Taft, tetapan sterik U Charton dan tetapan sterimol Verloop (Siswandono & Susilowati, 2000). Dalam proses perubahan

PENGARUH PENAMBAHAN MORFOLIN DAN PIPERAZIN TERHADAP SINTESIS TURUNAN N-2-KLOROBENZOIL TIOUREA DENGAN METODE GELOMBANG MIKRO

PEMBENTUKAN SENYAWA SIKLIS PADA REAKSI ANTARA BENZOILISOTIOSIANAT DENGAN ASAM AMINOETANOAT

SKRIPSI NARULITA NILAM SARI

SKRIPSI ANITA RACHMAWATI

Jurnal ILMU DASAR Vol. 17 No. 1, Januari 2016 :

telah teruji berefek pada sistem saraf pusat juga. Selain efek tersebut, senyawa benzoiltiourea juga mempunyai aktivitas biologis lainnya seperti

menghilangkan kesadaran. Berdasarkan kerja farmakologinya, analgesik dibagi dalam dua kelompok besar yaitu analgesik narkotik dan analgesik non

EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH DELIMA PUTIH (Punica granatum Linn.) PADA MENCIT JANTAN GALUR Swiss Webstar SKRIPSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAJU PRODUKSI PELAPISAN TEMBAGA PADA BAJA KARBON RENDAH AISI 1023 DENGAN PROSES ELEKTROPLATING. Skripsi

EFEK ANALGESIK JAHE MERAH ( Zingiber officinale Rosc.) MENCIT GALUR SWISS WEBSTER JANTAN

PENGARUH PENAMBAHAN 4-METILBENZALDEHIDA DAN 4-METOKSIBENZALDEHIDA PADA SINTESIS TURUNAN HIDRAZIDA DARI ASAM SALISILAT DENGAN TEKNIK GELOMBANG MIKRO

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

PENETAPAN KADAR ASAM MEFENAMAT DALAM TABLET DENGAN METODE ALKALIMETRI TUGAS AKHIR OLEH: EKANITHA SAHARA NIM

UJI AKTIVITAS ANTI DIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) PADA MENCIT DIABETES AKIBAT INDUKSI ALOKSAN SKRIPSI

SKRIPSI ALIF WAHYU JATMIKO

Gambar 1.1. Struktur molekul asam salisilat dan turunannya (Gringauz, 1997 ). O C OH CH 3

LAMPIRAN A HARGA Rf SENYAWA UJI PENELITIAN TERDAHULU. Tabel Harga Rf Senyawa 3-(2-klorobenzilidenamino)-2- (p-klorofenil) kuinazolin-4(3h)-on

Transkripsi:

1 SKRIPSI RETNO EKWIN SANTUSO MODIFIKASI STRUKTUR PARASETAMOL MENJADI O-(2-KLOROBENZOIL) PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013

2 Lembar Pengesahan MODIFIKASI STRUKTUR PARASETAMOL MENJADI O-(2-KLOROBENZOIL) PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus) SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2013 Oleh: RETNO EKWIN SANTUSO 09040106 Pembimbing I Disetujui oleh: Pembimbing II Dr. Bambang Tri Purwanto, MS., Apt. Drs. H. Achmad Inoni, Apt. NIP. 19571006 198503 1 003 NIP. 0020124205

3 Lembar Pengujian MODIFIKASI STRUKTUR PARASETAMOL MENJADI O-(2-KLOROBENZOIL) PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus) SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2013 Oleh: RETNO EKWIN SANTUSO NIM : 09040106 Tim Penguji : Penguji I Penguji II Dr. Bambang Tri Purwanto, MS., Apt. Drs. H. Achmad Inoni, Apt. NIP. 19571006 198503 1 003 NIP. 0020124205 Penguji III Penguji IV Dra. Uswatun Chasanah, Apt., M.Kes NIP. UMM. 114.0704.0448 Arina Swastika M., S.Farm., Apt.

4 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Modifikasi Struktur Parasetamol Menjadi O-(2-Klorobenzoil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesiknya pada Mencit (Mus musculus). Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat mencapai gelar sarjana di Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Tersusunnya tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini tak lupa peneliti menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada : 1. ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat, nikmat dan hidayahnya kepada umatnya, Rasulullah SAW, yang sudah menuntun kita menuju jalan yang terang (benar). 2. Tri Lestari H.M.Kep.Sp.Mat. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan penulis menimbah ilmu di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. 3. Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes.,Apt., selaku Ketua Program studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberi motifasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 4. Dr. Bambang Tri Purwanto, MS., Apt. selaku dosen pembimbing I yang dengan sabar membimbing, mengarahkan, serta memberi dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Drs. H. Achmad Inoni, Apt selaku dosen pembimbing II yang meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi pengarahan sampai terselesaikannya skripsi ini. 6. Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes.,Apt., selaku Dosen Penguji I yang telah banyak memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan skripsi ini. 7. Arina Swastika Maulita,S.Farm.,Apt, selaku Dosen Penguji II yang telah banyak memberikan saran dan motivasi demi kesempurnaan skripsi ini.

5 8. Para bapak dan ibu dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberikan ilmu dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. Ibu dan ayah tercinta, serta adik rama, serta anggota keluarga lain yang senantiasa memberikan kasih sayang, perhatian, dukungan, serta doa pada penulis. 10. Pacarku Nadriatul Utami yang telah memberi masukan tentang penulisan skripsi, tempat berbagi cerita suka dan duka, serta dukungan dan semangatnya. 11. Para sahabat ku farmasi kelas C 2009 (wahyu, rizal, rama, hendra, aris,lukman dan jeprak) atas dukungan dan semangatnya. 12. Teman-teman skripsi kimia medisinal, rizal, gaya, tika, desi, ona, firdha, taba, mirza, rezki, ati, eka dan ganteng atas uluran tanganya dan semangatnya yang menyertai dalam penyelesain tulisan ini. 13. Rekan-rekan Arek Farmasi 2009, tempat bertukar pikiran dan memberikan saran-saran serta semangat pada penyelesaian skripsi ini. 14. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung membantu terselesaikannya skripsi ini yang tidak bisa di sebutkan satu persatu. Batuaan dari semua pihak dalam penelitian ini, penulis tidak mampu membalas dengan apapun. Semoga amal perbuatan semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Tidak ada satupun kebenaran dan kesempurnaan kecuali milik Allah SWT. Akhirnya, tugas akhir yang masih banyak kekurangan ini peneliti persembahkan kepada almamater Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dengan harapan semoga bermanfaat bagi kita semua. Malang, Penulis

6 RINGKASAN MODIFIKASI STRUKTUR PARASETAMOL MENJADI O-(2-KLOROBENZOIL)PARASETAMOL DAN UJI AKTIVITAS ANALGESIKNYA PADA MENCIT (Mus musculus) RETNO EKWIN SANTUSO Dalam usaha meningkatkan aktivitas analgesik parasetamol telah dilakukan reaksi sintesis antara parasetamol dengan 2-klorobenzoil klorida melalui reaksi asilasi menggunakan metode Schotten Baumman yang telag dimodifikasi. Sintesis turunan parasetamol dilakukan pada suhu 0-5 o C diteteskan dan diaduk secara konstan kemudian dilanjutkan dengan refuk pada suhu 60-80 o C ± 6 jam. Dalam sintesis digunakan piridin sebagai basa organik untuk mengikat ion Cl - dari 2-klorobenzoil parasetamol. Senyawa yang dihasilkan dalam bentuk serbuk putih tidak berbau. Untuk mengetahui kemurnian dan apakah sudah terbentuk senyawa O-(2- klorobenzoil)parasetamol maka dilakukan uji kemurnian dan identifikasi struktur kimia senyawa hasil. Uji kemurnian dilakukan secara kualitatif yang meliputi penentuan titik lebur, kromatografi lapis tipis (KLT) identifikasi struktur dan spektrofotometer UV dari data dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil sintesis murni. Uji struktur kimia dari senyawa hasil spektrofotometer IR dan spektrometer 1 H-NMR. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa senyawa hasil sintesis adalah O-(2-klorobenzoil)parasetamol. Uji aktivitas analgesik terdapat 3 kelompok perlakuan diantaranya kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kelompok kontrol positif (parasetamol) dan kelompok uji (senyawa hasil sintesis). Untuk kel positif dan uji dilakukan pada dosis 25,50 dan 100 mg/kgbb. Setelah dilakukan uji aktivitas didapat perbedaan

7 bermakna antara kelompok uji dan kelompok kontrol positif yang ditunjukkan dengan nilai sig. 0.000 yang didapatkan dari analisis ANOVA one way dengan menggunakan program SPSS 16.0 Dari hal terebut dapat dismpulkan bahwa senyawa O-(2- klorobenzoil)parasetamol dapat dihasilkan dari reaksi parasetamol dengan 2- klorobenzoil klorida dan memiliki aktivitas analgesik yang lebih besar dari parasetamol. DAFTAR ISI Halaman JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR PENGUJIAN... iii KATA PENGANTAR... iv ABSTRACT... viii ABSTRAK... ix DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xiii DAFTAR GAMBAR... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Rumusan Masalah... 5 1.3. Tujuan Penelitian... 5 1.4. Manfaat Penelitian... 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 6 2.1 Tinjauan Tentang Nyeri... 6 2.2 Tinjauan Tentang Analgesik Non Narkotik... 9 2.3 Tinjauan Tentang Mekanisme Kerja Analgesik Non Narkotika 10 2.4 Tinjauan Analgesik-Antipiretik... 12 2.5 Tinjauan Tentang Parasetamol... 13 2.6 Tinjauan Tentang Reaksi Asilasi... 15 2.7 Tinjauan Tentang Bahan dan Pelarut... 16

8 2.7.1 Tinjauan Tentang 2-Klorobenzoil Klorida.... 16 2.7.2 Tinjauan Tentang Aseton..... 16 2.7.3 Tinjauan Tentang Natrium Klorida (NaCl)... 16 2.8 Tinjauan Tentang Identifikasi Struktur...... 17 2.8.1 Tinjauan Tentang Kromatografi Lapis Tipis (KLT)..... 17 2.8.2 Tinjauan Tentang Titik Lebur..... 17 2.8.3 Analisis Senyawa dengan Spektrofotometer UV-Vis.... 18 2.8.4 Analisis Senyawa dengan Spektrofotometer Inframerah... 18 2.8.5 Identifikasi Struktur dengan Spektrometer 1 H-NMR.... 20 2.9 Tinjauan Tentang Uji Aktivitas Analgesik... 20 2.9.1 Metode Stimulasi Panas...... 20 2.9.2 Metode Stimulasi Listrik...... 21 2.9.3 Metode Stimulasi Tekanan..... 22 2.9.4 Metode Stimulasi Kimiawi.... 22 2.10 Tinjauan Tentang Penentuan ED50...... 23 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL... 24 3.1 Kerangka Konseptual... 24 3.2 Skema Kerangka Konseptual... 26 BAB IV BAHAN, ALAT DAN METODE PENELITIAN... 28 4.1 Bahan Penelitian... 27 4.2 Hewan Coba... 27 4.3 Alat Penelitian... 28 4.3.1 Alat-alat Untuk Sintesis dan Analisis... 28 4.3.2 Alat-alat Untuk Uji Aktivitas...... 28 4.4 Metode Penelitian... 28 4.4.1 Prosedur Pembuatan Senyawa..... 29 4.4.2 Analisis Senyawa Hasil Modifikasi.... 30 4.4.3 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Modifikasi... 31 4.4.4 Uji Aktivitas Analgesik... 31 4.5 Analisis Data... 34 4.5.1 Penentuan Frekuensi Respon Nyeri... 34 4.5.2 Penentuan Persentase Hambatan Nyeri... 34

9 BAB V HASIL PENELITIAN... 37 5.1 Analisis Senyawa Hasil Sintesis... 37 5.1.1 Penentuan Persentase Senyawa Hasil Sintesis... 37 5.1.2 Penentuan Titik Lebur Senyawa Hasil Sintesis 38 5.1.3 Penentuan Kemurnian Senyawa Hasil Sintesis dengan Kromatografi Lapis Tipis... 38 5.2 Identifikasi Struktur Senyawa Hasil Sintesis 39 5.2.1 Analisis Senyawa Hasil Sintesis dengan Spektrofotometer UV-Vis...... 39 5.2.2 Analisis Senyawa Hasil Sintesis dengan Spektrofotometer IR.. 41 5.2.3 Analisis Senyawa Hasil Sintesis dengan Spektrometer Resonansi Magnet Inti ( 1 H-NMR). 43 5.2.5 Penentuan Presentase Hasil Reaksi 44 5.3 Uji Aktivitas.. 45 5.3.1 Hasil Penentuan % Hambatan Nyeri... 45 5.3.2 Analisis Data Uji Aktivitas analgesik... 47 5.3.3 Penentuan ED 50... 47 BAB VI PEMBAHASAN. 49 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN.. 56 DAFTAR PUSTAKA.... 57 LAMPIRAN.... 60

10 Tabel DAFTAR TABEL Halaman II.1 Contoh-contoh serapan gugus... 20 V.1 Hasil Penentuan Titik Lebur Senyawa Hasil Sintesis dan Parasetamol.. 38 V.2 Harga Rf Senyawa Hasil Sintesis dan Parasetamol.. 39 V.3. Karakteristik Spektra Inframerah Parasetamol dan Senyawa Hasil Sintesis. 42 V.4 Karakteristik Spektra 1 H-NMR Senyawa Parasetamol 43 V.5 Karakteristik Spektra 1 H-NMR Senyawa Hasil Sintesis... 44 V.6 Frekuensi geliat dan % hambatan nyeri senyawa O-(2-klorobenzoil)parasetamol dan senyawa parasetamol pada dosis 25 mg/kgbb. 45 V.7Frekuensi geliat dan % hambatan nyeri senyawa O-(2-klorobenzoil)parasetamol dan senyawa parasetamol pada dosis 50 mg/kgbb 46 V.8Frekuensi geliat dan % hambatan nyeri senyawa O-(2-klorobenzoil)parasetamol dan senyawa parasetamol pada dosis 100 mg/kgbb.. 46 V.9 Nilai ED 50 Senyawa Parasetamol dan Senyawa Hasil Sintesis..48

11 DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1.1 Struktur Parasetamol... 2 1.2 Sintesis dari O-(2-klorobenzoil)parasetamol... 4 2.1 Pembagian kualitas nyeri berdasarkan lokasi... 7 2.2 Tempat kerja obat analgesik... 11 2.3 Contoh turunan anilin dan para-amifenol... 12 2.4 Struktur Parasetamol... 13 2.5 Sintesis parasetamol... 15 2.6 Mekanisme reaksi asilasi... 16 2.7 Struktur kimia 2-klorobenzoil klorida... 17 3.1 Skema kerangka konseptual... 27 4.1 Kerangka operasional penelitian... 29 4.2 Sintesis dari O-(2-klorobenzoil)parasetamol... 30 4.3 Bagan uji aktivitas... 36 5.1 Reaksi Sintesis Senyawa O-(2-klorobenzoil)parasetamol.. 39 5.2 Spektra Ultraviolet Parasetamol dalam Etanol.. 40 5.3 Spektra Ultraviolet Senyawa Hasil Sintesis dalam Etanol. 40 5.4 Spektra Inframerah Parasetamol dam pellet KBr... 41 5.5 Spektra Inframerah senyawa hasil sintesis dalam pellet KBr. 42 5.6 Spektra 1 H-NMR Senyawa Parasetamol dengan Pelarut DMSO-D 6... 42 5.7 Spektra 1 H-NMR Senyawa O-(2-klorobenzoil)parasetamol dengan pelarut DMSO-D 6... 43 5.8 Kurva Hubungan antara Log Dosis dengan % Hambatan Nyeri Senyawa Parasetamol 47 5.9 Kurva Hubungan antara Log Dosis dengan % Hambatan Nyeri Senyawa Hasil Sintesis.. 48 6.1 Struktur Kimia O-(2-klorobenzoil)parasetamol.53

12 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1 Daftar Riwayat Hidup... 60 2 Surat Pernyataan... 61 3 Perhitungan Persentase Senyawa Hasil Sintesis... 62 4 Perhitungan % Hambatan Nyeri... 63 5 Hasil Analisis Anova... 66 6 Tabel r... 69 7 Tabel F... 70 8 Perhitungan ED 50... 71 9 Gambar penyuntikan intraperitoneal... 72 10 Gambar geliat mencit... 73

57 Daftar pustaka 2-chlorobenzoyl chloride. 2008. Tersedia dalam bentuk : URL: http://www. merckmillipore.com, diakses tanggal 7 Januari 2013 Bresnick, S., 2003. Intisari Kimia Organik. Diterjemahkan oleh Drs. Hadiah Kontong. Jakarta : Hipokrates Burns, M.A.C; Wells, B.G; Schwinghammer, T.L; Malone,P.M; Kolesar,J.M; Rotschafer,J.C; Dipiro, J.T; 2008. Pharmacotherapy Principles & Practice. New York Chicago San Francisco Lisbon London Madrid Mexico City Milan New Delhi San Juan Seoul Singapore Sydney Toronto DepKes RI,. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi ke-4, Jakarta : Departemen Kesehatan Indonesia Diyah, N.W., Purwanto, B.T., Susilowati, R., 2002. Uji Aktivitas Analgesik Senyawa Asam O-(4-butilbenzoil)salisilat Hasil Sintesis Pada Mencit. Surabaya : Laporan penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Airlangga. Domer, F.R., 1971. Animal Experimental in Pharmacology Analysis. Florida: Charles Thomas Publisher. Fessenden, R.J dan Fessenden, J.S., 1995. Dasar-Dasar Kimia Organik. Diterjemahkan oleh S. Maun. Jakarta : Binarupa Aksara Fessenden, R.J dan Fessenden, J.S., 1999. Kimia Organik I. Diterjemahkan oleh A.H Pudjaatmaka. Edisi ke-3. Jakarta : Erlangga Fessenden, R.J dan Fessenden, J.S., 1999. Kimia Organik II. Diterjemahkan oleh A.H Pudjaatmaka. Edisi ke-3. Jakarta : Erlangga Foye. W.O, 1995. Principles of Medical Chemistry. Philadelphia: Lea and Febiger Ganiswarna, A., 1997. Farmakologi dan Terapi. Edisi Keempat. Jakarta: Bagian Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia Gringauz, A., 1997. Introduction to Medical Chemistry How Drugs Act and Why. New York:VCH. Katzung, B.G., Parmley, W.W., 2004.Non Steroid Antiinflammatory Drugs, In: Katzung, B.G. Basic & Clinical Pharmacology, Ed. 8 th, Boston: McGraw- Hill. Keenan, W.W., Kleinfelter, D.C., & Wood, J.H., 1986. General College Chemistry. Sixth edition., England : Harper and Row. P. 220-256 Lund, W., 1994. The Pharmaceutical Codex Principles and Practice of Pharmacetics. 12 th Ed., London: The Pharmaceutical Press Martinez, V., Thakur, J.S. Mogil, Y. Tache, E.A. Mayer. 1999. Differential Effect of Chemical and Mechanical Colonic Iritation on Behavioral Pain Response to Intraperitoneal Acetic Acid in Mice. Tersedia dalam bentuk : URL: http://www.ncbi.nlm.nih.gov. diakses pada tanggal 26 Juni 2013 McMurry, J.,2000.Organic Chemistry. Oxford:Broke/Cole Publishing Co. Milecky, J., 2012. Laboratory Of Organic Chemistry Natural Product and Pharmaceuticals., Poznan : UAM Mulja, M., dan Suharman, 1995. Analisis Instrumental. Surabaya : Airlangga University Press. Mutschler, E., Dinamika Obat. Ed.5 th, Bandung : Instituti Teknologi Bandung

Nafrialdi, R., 2009. Analgesik. In: Gunawan, G., Setiabudy, R., Nafrialdi, Elysabeth (Eds). Farmakologi dan Terapi, Ed. 5 th, Jakarta: Balai Penerbit FKUI Nurkholifah, S., Modification of Piroxicam with 4-Chlorobenzoil Chloride and The analgesic test of the synthetic compound in mice. Surabaya : Departemen Kimia Farmasi Universitas Airlangga. Pudjono., Joyce., Cen Jung., 2002. Sintesis Dibenzoil Resorsinol dari benzoil Klorida dan Resorsinol Melalui Modifikas Metode Schotten-Baumman. Yogyakarta ; Sigma, Vol 5. No.1 P : 61-68 Rifai, M.G., 2007. Preparasi Senyawa 4-asetamidofenil-4-metilbenzoat dan Uji Aktivitas Analgesiknya pada Mencit (Mus musculus). Surabaya : Skripsi Unair Riswiyanto, 2009. Kimia Oranik. Jakarta : Penerbit Erlangga Saadiyah. A., Dhahir., Rasha.A., Gasam., Israa.H., Ibraheem., Rana.R., & Hamza. 2012. Synthesis Of Some A New Azo Derivative Of Paracetamol. Baghdad,Iraq : Journal of Kerbala University Silverstein, R.M., Bassler, G.C., 1981. Spectrofotometric Identification of Organic Compound. 5 th Ed., New York : John Willey and sons. Siswandono dan Soekardjo, B. (editor), 2000. Kimia Medisinal I. Edisi ke-2. Surabaya : Airlangga University Press. Siswandono dan Soekardjo, B. (editor), 2000. Kimia Medisinal II. Edisi ke-2. Surabaya : Airlangga University Press. Sukandar, Y.E., Andrajati, R., Sigit, G.I., Adnyana, I.K., Setiadi, A.P., Kusnandar., 2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan Susilowati, SS., Pudjono., Rehana., 2011., Pemodelan Senyawa Turunan p- Aminofenol Sebagai Analgetik Anti-inflamasi Berdasarkan Hubungan Struktur dan Aktivitas Biologisnya. Laporan Penelitian. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Gaja Mada Yogyakarta. Sweetman, S., 2008. Martindale 35: The Complete Drug Reference. Britain : Pharmaceutical press, Electronic version Tarto, D.S, 2003. A to Z Drug Facts and Comparisons. Electronic version, Book@Ovid Tjay, T.H., dan Rhardja K., 2002. Obat-obat Penting. Ed. 4 th, Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Vogel, A.I., 1986. A Text Book of Practical Chemistry Including Qualitative Organic Analysis. 4 th Ed., London: English Book Society and Longman Green & Co Ltd. Watson, O.G., 2010. Analisis Farmasi Buku Ajar Untuk Mahasiswa Farmasi dan Praktisi Kimia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. P. 105-107 58