BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

Dan untuk pemrograman alat membutuhkan pendukung antara lain :

SISTEM KENDALI TEMPERATUR AQUSCAPE BERBASISKAN ARDUINO

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA. sistem. Oleh karena itu, diperlukan pengujian komponen-komponen utama seperti

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PEMBUATAN SOFTWARE

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 diagram blok rangkaian

BAB IV PENGUJIAN. Gambar 4.1 Rangkaian Pengujian Arduino Uno.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT. Pengujian Arduino Board Pengujian Sensor Ultrasonic (ping) Pengujian Tombol Pengujian LCD Pengujian Alat Keseluruhan

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV PEMBAHASAN. 27

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. dibuat. Program pengujian disimulasikan di suatu sistem yang sesuai. Pengujian ini dilaksanakan

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun untuk gambar dan penjelasan dari blok diagram dari alat dapat dilihat pada. Modul sensor.

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. Sikonek, rumah tinggal Sunggal, dan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

TERMOMETER DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO DENGAN OUTPUT TAMPILAN DISPLAY DIGITAL

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV PENERAPAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. pengukuran sensor yang sudah diolah oleh arduino dan dibandingkan dengan

BAB 5 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

LAPORAN PRAKTIK MIKROPROSESSOR & INTERFACE

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT

BAB III METODE PENELITIAN. adalah studi literatur berupa data-data dari masing-masing komponen,

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Pengenalan Sensor Ultrasonic SRF05 dengan Arduino Sketch. Sensor Ultrasonic SRF05

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN DATA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGONTROL SUHU AIR MENGGUNAKAN SENSOR DS18B20 BERBASIS ARDUINO UNO TUGAS AKHIR ALFIAN AKBAR B

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT. perancangan alat. Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui kebenaran

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN. meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

What is it? 3 x 4 Keypad 4 x 4 Keypad

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM. menggunakan sensor gas MQ-2 yang ditampilkan pada LCD 16x2 diperlukan

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

LAMPIRAN 1 LISTING PROGRAM SECARA KESELURUHAN PADA ARDUINO. #define dht_dpin A0 //no ; here. Set equal to channel sensor is on

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN. Sensor Ultrasonik. Microcontroller Arduino Uno. Buzzer LED LCD. Gambar 3.1 Blok Rangkaian

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. Untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan dari pembuatan alat ini telah

ARDUINO LCD. Bentuk LCD

DHT11 Temperature and Humidity Sensor Board Gambar 1 Blok Diagram AN196. 5V (Power) GND (Power)

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

Logika pemrograman sederhana

PERANCANGAN ALAT MONITORING PENGGUNAAN DAYA LISTRIK SECARA DETAIL MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang kemudian akan dicampur dengan cairan antisera. Setelah selesai

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram blok sistem pada penelitian ini diuraikan oleh Gambar 3.1: Objek Buzzer. Gambar 3.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PANDUAN PRAKTIKUM DASAR ARDUINO

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

DT-SENSE Application Note

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN SIMULASI PENGENDALIAN SUHU RUANG PENETAS TELUR

LAMPIRAN. A. FOTO KOMPONEN : 1) Water flow sensor G1

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. ketepatan masing-masing bagian komponen dari rangkaian modul tugas akhir

ARDUINO LCD. Bentuk LCD

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN DAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

Transkripsi:

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada Bab ini penulis menjelaskan mengenai langkah-langkah praktek untuk memproses data suhu air yang diperoleh kemudian diolah selanjutnya di tampilkan hasil pengukuran yang didapat dari semua proses pengujian untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari hasil analisa yang telah dibahas sebelumnya. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari sistem yang berupa kehandalan dan ketepatan eksekusi antara program dengan modul yang dibuat untuk mengontrol sistem yang ada, dan tidak menutup kemungkinan adanya error (bugs) serta kekurangan-kekurangan dalam sistem yang telah dibuat. Untuk memudahkan dalam menganalisa dan menghindari adanya eror, maka sebelum semua program digabungkan menjadi program yang terintegrasi, maka sebaiknya dilakukan pengujian program dari masing-masing bagian secara terpisah. Pengujian keseluruhan yang dilakukan pada bab ini. 4.1. Pengujian Elemen Termo Elektrik Pengujian Elemen Termo Elektrik dimaksudkan untuk mengetahui berapa lama proses pendinginan pada tangki akuarium, sebagai acuan diletakkan termometer digital pada air yang akan diukur suhunya. Suhu air diukur dengan kelipatan 10 detik pada setiap perubahannya dengan ukuran tabung P x L x T / 30 x 30 x 17 cm = 15,3000 cm 3 atau 15.3 liter air. Pengujian elemen peltier sebagai pendingin dilakukan dengan cara memasukkan air kedalam tangki akuarium dan meletakkan termoelektrik dibelakang kaca akuarium seperti pada gambar yang tertera pada poin 3.5.2. Tata Letak Termo Elektrik dan Heatshink Fan. Pengujian ini dilakukan pada tanggal 13 Desember 2015 pukul 15:52 WIB berlokasi di Kios Arya Aquarium Jl. Srengseng Raya No. 138 Jakarta Barat dengan suhu lingkungan terukur 32 o C. Hasil dari pengujian ini diperlihatkan pada Tabel 4.1. 43

44 Tabel 4.1 Pengujian Pendinginan Air tidak Langsung No. Waktu / Durasi Jumlah Derajat Suhu 1. 10 detik 30.2 o C 2. 20 detik 29.3 o C 3. 30 detik 27.8 o C 4. 40 detik 27.2 o C 5. 50 detik 26.5 o C 6. 60 detik / 1 menit 24.3 o C Hasil pengujian pendingin menggunakan elemen Termoelektrik pada Tabel 4.1 memperlihatkan kemampuan elemen Termoelektrik dalam mendinginkan 15.3 liter air, dimana suhu lingkungan terukur 32 o C dan suhu awal air pada saat itu 31,5 o C, setelah 60 detik (1 menit) elemen Termoelektrik diberikan tegangan 12 VDC dan arus 6 Amper dan terjadi penurunan suhu air sebesar X o C. Penurunan suhu air 1 o C, 2 o C, dan 3 o C dari suhu awal hampir sama waktu penurunan yang dibutuhkan per 1 o C-nya, tetapi ketika suhu air mencapai penurunan 4 o C, 5 o C, dan 6 o C waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkan semakin lama. Gambar 4.1 memperlihatkan grafik penurunan suhu air terhadap waktu.

45 35 Grafik Penurunan Suhu 30 25 20 15 10 5 0 10 detik 20 detik 30 detik 40 detik 50 detik 60 detik Gambar 4.1 Grafik Penurunan Suhu tidak Langsung 4.2. Pengujian Elemen Termo Elektrik Langsung Pengujian elemen termo elektrik secara langsung maksudnya adalah pengujian pendinginan air dalam tangki akuarium dilakukan secara langsung pada sisi dingin elemen termo elektrik dengan ditambahkan kompnen alumunium/heatshink yang dicelupkan kedalam air, adapaun rangkaian nya terdapat pada gambar 4.2 sebagai berikut. Gambar 4.2 Heatshink untuk Pendinginan

46 Hasil yang diperoleh untuk pengujian pendinginan air pada tangki akuarium secara langsung dicelupkan didapatkan bahwa proses ini bisa memakan waktu yang cukup singkat karena tanpa proses perantara kaca akuarium lagi melainkan termo elektrik langsung mendinginkan air. Pengujian dilakakan pada hari yang sama dan tanggal yang sama serta ditempat yang sama namun mendapatkan hasil yang berbeda, adapun hasil penelitian yang penulis dapatkan diperlihatkan pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Pengujian Pendinginan Air secara Langsung No. Waktu / Durasi Jumlah Derajat Suhu 1. 10 detik 30.2 o 2. 20 detik 28.3 o 3. 30 detik 27.6 o 4. 40 detik 25.2 o 5. 50 detik 24.1 o 6. 60 detik / 1 menit 23.4 o 35 Grafik Penurunan Suhu 30 25 20 15 10 5 0 10 detik 20 detik 30 detik 40 detik 50 detik 60 detik Gambar 4.3 Grafik Penurunan Suhu Langsung

47 4.3. Pengujian ON/OFF pada Termo Elektrik dengan Relay Termo Elektrik pada sistem pengendali temperatur Aquascape bekerja tidak full-time melaikan berjalan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan ekosistem, sistem pendingin akan hidup (ON) apabila suhu diatas 28 o C dan sistem pendingin akan mati (OFF) apabila suhu dibawah 23 o C. Berikut Tabel Switching ON/OFF dan hasil implemtasi mengenai sistem kerja peltier untuk digunakan sebagai pendingin air dalam Aquascape : Tabel 4.3 Switching ON/OFF pada Termo Elektrik STATUS SUHU STATUS PELTIER HEATSHINK FAN Jika Temperatur > 28 o Celcius Termo Elektrik ON HSF ON Jika Temperatur <= 23 o Celcius Termo Elektrik OFF HSF OFF 4.4. Pengujian Keluaran Suhu dengan LCD Dari hasil proses diatas nilai yang dibaca oleh Arduino adalah nilai keluaran sensor suhu ds 18b20, selanjutnya keluaran dari proses Arduino akan dikonversi menjadi nilai suhu yang terbaca dan akan ditampilkan ke LCD. Hasil pengujian rangkaian sensor suhu yang terbaca oleh sensor yang ditampilkan pada LCD melalui Arduino, Tabel kelauaran untuk ditampilkan pada LCD dapat dilihat pada Tabel 4.2.

48 Table 4.4 Pengujian Suhu Tampilan LCD No. Suhu terukur Suhu Tampilan pada LCD Termometer ( o C) ( o C) 1. 23 23 o 2. 24 24 o 3. 25 25 o 4. 26 26 o 5. 27 27 o 6. 28 28 o Hasil pengujian suhu yang pada Tabel 4.2 terlihat bahwa tidak ada selisih antara suhu yang terukur dengan termometer dan suhu terbaca oleh sensor yang kemudian ditampilkan pada LCD, hal ini dapat disimpulkan bahwa pembacaan rangkaian sensor suhu dari ds 18b20 yang diolah melalui Arduino kemudian ditampilkan pada LCD sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. 4.5. Pengujian Pin pada Board Arduino Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah port pada arduino dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Pengujian rangkaian arduino dilakuakn dengan memberikan program sederhana. Potongan program dibawah ini adalah listing program yang digunakan untuk pengujian rangkaian arduino : Gambar 4.4 Skematik Pengujian Board Arduino

49 Gambar 4.5 Skematik Pengujian Board Arduino Dengan mengupload listing program diatas, kita dapat mengetahui apakah arduino dalam keadaan baik dengan cara meletakkan kaki positif LED pada pin 13, dan negatifnya diletakkan pada port GND arduino. Setelah mengupload program dan menempatkan LED pada pin 13, maka LED akan menyala selama satu detik dan kemudian padam selama satu detik, demikian seterusnya. Jika LED dapat menyala dan padam selama satu detik secara terus menerus, maka rangkaian board arduino dalam keadaan baik.

50 4.6. Implementasi Rancangan Hardware Perancangan rangkaian hardware pada Arduino dan power supply dengan jalur-jalur kabel yang akan diimplentasikan pada proses pensolderan agar alat dapat berfungsi dan dapat berjalan sesuai dengan rancangan yang telah dirancang pada bab 3 sebelumnya. 4.6.1. Implementasi Rangkaian Arduino dan Power Supply Implementasi pada bagian ini adalah menghubungkan Arduino dengan power supply dengan masing-masing pin yang telah dirancang sebelumnya dengan maksud power supply memberikan tegangan listrik terhadap Arduino. Adapun pin dan port kabel pada masing-masing ditampilkan pada gambar 4.4. Gambar 4.6 Implementasi Rangkaian Kabel Arduino dan Power Supply Pin yang digunakan pada masing-masing harware antara lain : Pada Arduino digunakan pin Volt yang dihubungkan pada pin V+. Pada Arduino digunakan pin GND yang dihubungkan pada pin V- 4.6.2. Implementasi Rangkaian Relay, Termoelektrik dan Fan Implementasi pada bagian ini adalah menghubungkan antara pin yang terdapat pada relay dengan termoelektrik dan juga fan dengan demikian proses kerja pada bagian ini adalah relay melakukan switching on/off kepada

51 termoelektrik, yang sebelumnya sudah ada proses perintah yang dijalankan oleh arduinio untuk instruksi on/off tersebut dapat dikatakan relay hanya berfungsi apabila telah dapat perintah dari arduino. Gambar 4.7 Implementasi Rangkaian Relay dengan Termoelektrik dan Fan Pin yang digunakan pada masing-masing harware antara lain : Pada Arduino digunakan pin Volt yang dihubungkan pada pin V+ termoelektrik dan fan yang dipararelkan. Pada Arduino digunakan pin GND yang dihubungkan pada pin V- termoelektrik dan fan yang dipararelkan.

52 4.6.3. Implementasi Rangkaian Arduino dan Relay Implementasi pada bagian ini adalah menghubungkan antara pin yang terdapat pada Arduino dengan relay yang mana pada proses ini Arduino memberikan perintah berupa data digital 1 atau 0 yang berfungsi agar relay melakukan switching On/Off terdap termoelektrik dan fan. Adapaun gambar rangkaian nya di tampilkan pada gambar 4.6 berikut. Gambar 4.8 Implementasi Rangkaian Kabel Arduino dan Relay Pin yang digunakan pada masing-masing harware antara lain : Pada Arduino digunakan pin 5v yang dihubungkan pada pin Vcc pada relay. Pada Arduino digunakan pin GND yang dihubungkan pada pin GND pada relay. Pada Arduino digunakan pin 31 yang dihubungkan pada pin IN4 pada relay.

53 4.6.4. Implementasi Rangkaian Arduino dan Sensor Suhu Implementasi pada bagian ini adalah menghubungkan antara pin yang terdapat pada Arduino dengan sensor suhu yang mana pada proses ini sensor suhu mendeteksi berapa suhu yang terdapat pada air lalu sensor suhu mengirimkan data digital yang akan seterusnya di olah oleh Arduino. Adapaun gambar rangkaian nya di tampilkan pada gambar 4.7 berikut. Gambar 4.9 Implementasi Rangkaian Kabel Arduino dan Sensor Suhu Pin yang digunakan pada masing-masing harware antara lain : Pada Arduino digunakan pin 5v yang dihubungkan pada pin Vcc pada sensor suhu. Pada Arduino digunakan pin GND yang dihubungkan pada pin GND pada sensor suhu. Pada Arduino digunakan pin 13 yang dihubungkan pada pin IN1 pada sensor suhu.

54 4.6.5. Implementasi Rangkaian Arduino dan LCD Implementasi pada bagian ini adalah menghubungkan antara pin yang terdapat pada Arduino dengan LCD, pada proses ini hasil deteksisuhu oleh sensor suhu yang diperoleh dan olah oleh Arduino kemudian ditampilkan pada sebuah layar LCD. Adapaun gambar rangkaian nya di tampilkan pada gambar 4.7 berikut. Gambar 4.10 Implementasi Rangkaian Kabel Arduino dan Sensor Suhu 4.7. Penulisan Kode pada Arduino Penulisan kode/script yang ditanamkan (embed) pada papan Mikrokontroller Arduino Mega dengan menggunakan Arduino IDE dimana void setup () adalah kode yang akan dieksekusi ketika Arduino dalam keadaan hidup dan hanya sekali dijalankan, sedangkan void loop() adalah kode yang dieksekusi secara berulang-ulang ketika arduino tersebut dalam keaadaan hidup.

55 4.7.1. Kode pada Sensor Suhu DS 18B20 Implementasi kode pada sensor suhu DS 18B20 dengan menanamkan (embed program) pada Arduino untuk mengoptimalkan kinerja deteksi suhu air yang berada tangki akuarium. Berikut potongan kode yang ditanamkan pada sensor suhuds 18B20 : #include <OneWire.h> OneWire ds(12); // on pin 10 (a 4.7K resistor is necessary) void setup() { Serial.begin(9600); void loop() { // put your main code here, to run repeatedly: float temperature = gettemp(); Serial.println(temperature); // Definisi suhu antara 23-28 derajat celcius if(temperature > 28) { digitalwrite(relay3, LOW); else if(temperature <= 23){ digitalwrite(relay3, HIGH);

56 float gettemp(){ byte i; byte present = 0; byte type_s; byte data[12]; byte addr[8]; float celsius, fahrenheit; if (!ds.search(addr)) { Serial.println("No more addresses."); Serial.println(); ds.reset_search(); delay(250); Serial.print("ROM ="); for( i = 0; i < 8; i++) { Serial.write(' '); Serial.print(addr[i], HEX); if (OneWire::crc8(addr, 7)!= addr[7]) { Serial.println("CRC is not valid!"); Serial.println();

57 // the first ROM byte indicates which chip switch (addr[0]) { case 0x10: Serial.println(" Chip = DS18S20"); // or old DS1820 type_s = 1; break; case 0x28: Serial.println(" Chip = DS18B20"); type_s = 0; break; case 0x22: Serial.println(" Chip = DS1822"); type_s = 0; break; default: Serial.println("Device is not a DS18x20 family device."); ds.reset(); ds.select(addr); ds.write(0x44, 1); // start conversion, with parasite power on at the end delay(1000); // maybe 750ms is enough, maybe not // we might do a ds.depower() here, but the reset will take care of it.

58 present = ds.reset(); ds.select(addr); ds.write(0xbe); // Read Scratchpad Serial.print(" Data = "); Serial.print(present, HEX); Serial.print(" "); for ( i = 0; i < 9; i++) { // we need 9 bytes data[i] = ds.read(); Serial.print(data[i], HEX); Serial.print(" "); Serial.print(" CRC="); Serial.print(OneWire::crc8(data, 8), HEX); Serial.println(); // Convert the data to actual temperature // because the result is a 16 bit signed integer, it should // be stored to an "int16_t" type, which is always 16 bits // even when compiled on a 32 bit processor. int16_t raw = (data[1] << 8) data[0]; if (type_s) { raw = raw << 3; // 9 bit resolution default if (data[7] == 0x10) {

59 // "count remain" gives full 12 bit resolution raw = (raw & 0xFFF0) + 12 - data[6]; else { byte cfg = (data[4] & 0x60); // at lower res, the low bits are undefined, so let's zero them if (cfg == 0x00) raw = raw & ~7; // 9 bit resolution, 93.75 ms else if (cfg == 0x20) raw = raw & ~3; // 10 bit res, 187.5 ms else if (cfg == 0x40) raw = raw & ~1; // 11 bit res, 375 ms //// default is 12 bit resolution, 750 ms conversion time celsius = (float)raw / 16.0; fahrenheit = celsius * 1.8 + 32.0; Serial.print(" Temperature = "); Serial.print(celsius); return celsius;

60 4.7.2. Kode pada Relay dan Termo Elektrik Implementasi kode pada Termo Elektrik dengan menanamkan (embed program) pada Arduino untuk proses pendinginan air, apabila suhu pada air tidak sesuai dengan nilai yang telah didefiniskan sebelumnya maka relay menjalankan perintah yang diberikan oleh Arduino untuk menghidupkan/mematikan Termo Elektrik. Berikut potongan kode yang ditanamkan pada Termo Elektrik : int relay3 = 30; // pin arduino untuk relay yang berfungsi ON/OFF termoelektrik void setup() { pinmode(relay3, OUTPUT); digitalwrite(relay3,1); void loop() { // put your main code here, to run repeatedly: float temperature = gettemp(); Serial.println(temperature); // Definisi suhu antara 23-28 derajat celcius if(temperature > 28) { digitalwrite(relay3, LOW); else if(temperature <= 23){ digitalwrite(relay3, HIGH);

61 4.7.3. Kode pada LCD (Lyquid Crystal Display) Implementasi kode pada Termo Elektrik dengan menanamkan (embed program) pada Arduino untuk proses pendinginan air, apabila suhu pada air tidak sesuai dengan nilai yang telah didefiniskan sebelumnya maka relay menjalankan perintah yang diberikan oleh Arduino untuk menghidupkan/mematikan Termo Elektrik. Berikut potongan kode yang ditanamkan pada Termo Elektrik : #include <LiquidCrystal.h> LiquidCrystal lcd(26, 27, 22, 23, 24, 25); void setup() { // put your setup code here, to run once: lcd.begin(16, 2); // Print a message to the LCD. lcd.print("technoquascape"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("-- TA 2015 --"); delay(3000); lcd.clear(); void loop() { //Start LCD lcd.setcursor(0, 0);

62 lcd.print("techoquascape -"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("suhu "); lcd.setcursor(5, 1); lcd.print(temperature); delay(100);