Membalas Kebaikan Orang Lain

dokumen-dokumen yang mirip
Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

Hukum Menanam Saham Di Sebagian Perusahaan

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Hukum Mengubah Nazar

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Tata Cara Sujud Tilawah

Lima Syarat Wajib Haji

Hukum Memakai Emas Dan Intan Bagi Laki-Laki

Tata Cara Shalat Malam

Pertama Kali Wahyu Turun

Riddah: Pengertian, Sebab Dan

Pengertian Ikhlas. Syaikh Muhammad Bin Shalih al-'utsaimin. rahimahullah. Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Dorongan Untuk Memanfaatkan Berbagai Sarana Informasi dengan Beberapa Syarat. Syaikh Abdul Aziz bin Baz

As-hamad, Penguasa Yang Maha Sempurna dan Tempat Bergantung Segala Sesuatu

Pengobatan Dengan Ruqyah Untuk Penyakit Kejiwaan

Bersegera Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Puasa Mengajarkan Mencintai Orang Miskin

Tatkala Menjenguk Orang Sakit

Membatalkan Shalat Witir

Buah Keimanan. Abdul Jabbar. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

Waktu Shalat Malam. Dr. Muhammad bin Fahd al-furaih. Dinukil dari Buku Masalah-Masalah Shalat Malam. (hal )

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam

Apa Yang Terjadi Pada Mayit Di Kuburnya

BAB IV KONSEP SAKIT. A. Ayat-ayat al-qur`an. 1. QS. Al-Baqarah [2]:

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Serial Bimbingan & Penyuluhan Islam

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR

Pembunuh Sembilan Puluh Sembilan Nyawa

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Nabi Musa dan Hidhir alaihimassalam

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di PETUNJUK RASULULLAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Tata Cara Shalat dalam Pesawat

Bid ah Berkumpul Untuk Ta ziyah dan Menghidangkan Makanan Kepada yang Datang

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Yang Diizinkan Tidak Berpuasa

Hukum Hadiah yang Diberikan Oleh Pusat-Pusat Perbelanjaan

Syarah Istighfar dan Taubat

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

Negeri Yang Wajib Ditinggalkan

Orang Munafik Akan Kehilangan Cahaya di Tengah Kegelapan

Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan.

Bisakah Kirim Pahala BISAKAH KIRIM PAHALA

Memperbaiki Diri. Abu Muhammad Abdul Mu thi, Lc. Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Cara Menyisir Rambut

KEUTAMAAN MENGANDUNG

Hukum Bersumpah Atas Nama Nabi Muhammad shalallahu alihiwasallam

Qawa id Fiqhiyah. Pertengahan dalam ibadah termasuk sebesar-besar tujuan syariat. Publication: 1436 H_2014 M

Syarat-Syarat Hijab Syar'i

TAFSIR SURAT AL-QAARI AH

Apakah Membaca Iftitah Wajib di Setiap Raka at dalam Shalat Atau Cukup Di Awal Saja?

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu Seorang Orator Ulung

Cara Terbaik Untuk Amar Ma ruf dan Nahi Munkar

Kelembutan Dalam Islam

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Bacaan dalam Shalat Malam

Isra Dan Mi'raj. Muhammad bin Abdullah bin Mu aidzir. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

IBUNYA MARAH KALAU TIDAK MERAYAKAN HARI IBU أمه ستغضب إن لم تفل بعيد الا م

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Hukum Mandi Hari Jum'at

HambaKu telah mengagungkan Aku, dan kemudian Ia berkata selanjutnya : HambaKu telah menyerahkan (urusannya) padaku. Jika seorang hamba mengatakan :

Fadhilah Siwak. Syaikh Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Konsisten dalam kebaikan

PETUNJUK NABI TENTANG MINUM

Syafaat Kubra. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

KITAB KELENGKAPAN BAB DZIKIR DAN DO'A

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Hukum-Hukum Wasiat. Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hadits-hadits Shohih Tentang

ADAB DAN DOA SAFAR YANG SHAHIH

TAFSIR AKHIR SURAT AL-BAQARAH

Salaf dan Berbakti Kepada Ibu

Shalat Isya Di Belakang Imam Yang Shalat Tarawih

BAB I PENDAHULUAN. berpasang-pasangan termasuk di dalamnya mengenai kehidupan manusia, yaitu telah

Pemisah Antara Tarawih dan Qiyam

Tiga Kedustaan Yang Dilakukan Nabi Ibrahim alaihissalam

Nabi Yahya dan Lima Ajaran untuk Kaumnya

Mengabulkan DO A Hamba-Nya

ISLAM IS THE BEST CHOICE

Ar-Rabb, Yang Maha Mengatur Dan Menguasai Alam Semesta

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI)

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an

Publication: 1435 H_2014 M. Beginilah Mencintai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dengan Benar

KRITERIA MENJADI IMAM SHOLAT

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA'ALA?

KAIDAH FIQH. Disyariatkan Mengundi Jika Tidak Ketahuan Yang Berhak Serta Tidak Bisa Dibagi. حفظه هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Kisah Sebuah Amanah. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Adab Menjenguk Orang Sakit

Amalan Setelah Ramadhan. Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Transkripsi:

Membalas Kebaikan Orang Lain ] إندوني [ Indonesia Indonesian Abu Muhammad Abdul Mu thi, Lc Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2013-1434

حسان إىل من أحسن إيلك» باللغة الا ندونيسية «أبو مد عبد المعطي مراجعة: أبو ز اد إي و هار انتو 2013-1434

ء Muqodimah Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu u alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Berterima kasih atas pemberian orang lain adalah perangai terpuji. Setiap muslim hendaknya menghiasi diri dengannya. Allah Shubhanahu wa ta alla berfirman: ٱ ح ن ٦ [الر ن: ٦ ] إ قال ا تعا : ل ه ز ا ٱ ح ن ج Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (ar- Rahman: 60). Adalah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya agar membalas kebaikan orang lain, sebagaimana sabdanya: ه م ع ر و ف ف ل ي ج ز ه ف ا ن ن إ ص ع إ ي ل قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ع ل ي ه ق د ش ك ر ه و ن ك ت م ه ق د ا أ ف ا ن ه إ ذ ل ي ه ي ث ع م إ د إن إ ز ه إف ل ل ر ه «[واه ابلخاري] ف Barangsiapa diperlakukan baik (oleh orang), hendaknya ia membalasnya. Apabila dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya, hendaknya ia memujinya. Jika ia memujinya maka ia telah berterimakasih kepadanya namun jika 3

menyembunyikannya berarti dia telah mengingkarinya. (HR. al-bukhari dalam al-adabul Mufrad, lihat Shahih al-adab al- Mufrad no. 157) Pada umumnya, seseorang merasa berat hati untuk mengeluarkan tenaga, harta, waktu, dan yang semisalnya jika tidak ada imbal balik darinya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mencurahkan semua itu untuk saudaranya dengan hati yang tulus, orang seperti ini berhak dibalas kebaikannya dan disyukuri pemberiannya. Apabila kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita dan memaafkannya, tentu balasan orang yang berbuat baik kepada kita hanyalah kebaikan. Perlu diketahui juga, dalam Islam orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: ل ي خ إن «ع قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» حل دإح [متفق عليه] إحل د الس ف Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima pemberian). (HR. al-bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, hendaknya kita menjadi umat yang suka memberi daripada banyak menerima. Jika kita menerima 4

pemberian, berbalas budilah, karena seperti itulah contoh dari Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Aisyah berkata, Adalah Rasulullah menerima hadiah (pemberian selain shadaqah) dan membalasnya. (Shahih al-bukhari no. 2585). Berbalas budi di samping merupakan perangai yang disukai oleh Islam dan terpuji di tengah masyarakat adalah salah satu cara untuk mencegah timbulnya keinginan mengungkit-ungkit pemberian yang bisa membatalkan amal pemberiannya. Bentuk Balas Budi Bentuk membalas kebaikan orang sangat banyak ragam dan bentuknya. Tentu saja setiap orang membalas sesuai dengan keadaan dan kemampuannya. Jika seseorang membalas dengan yang sepadan atau lebih baik, inilah yang diharapkan. Jika tidak maka memuji orang yang memberi di hadapan orang lain, mendoakan kebaikan dan memintakan ampunan baginya, juga merupakan bentuk membalas kebaikan orang. Dahulu, orang-orang Muhajirin datang kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dengan mengatakan, Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar telah pergi membawa seluruh pahala. Kami tidak pernah melihat suatu kaum yang 5

paling banyak pemberiannya dan paling bagus bantuannya di saat kekurangan selain mereka. Mereka juga telah mencukupi kebutuhan kita. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam menjawab, Bukankah kalian telah memuji dan mendoakan mereka? Para Muhajirin menjawab, Iya. Nabi bersabda, Itu dibalas dengan itu. (HR. Abu Dawud dan an-nasai, lihat Shahih at-targhib no. 963). Maksudnya, selagi orang-orang Muhajirin memuji orang-orang Anshar karena kebaikan mereka, para Muhajirin telah membalas kebaikan mereka. Di antara bentuk pujian yang paling bagus untuk orang yang berbuat baik adalah ucapan: قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ج زاك االله خ ا «Semoga Allah membalas kamu dengan kebaikan. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: اع ل ه : ف ق ال ل ف ر و ع قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ن إص ع إي ل ه م ج ز اك االله خ ا ق د أ ب ل إ إ ح ل ن ا ء «[واه الرتمذي] Barang siapa diperlakukan baik lalu ia mengatakan kepada pelakunya, Semoga Allah membalas kamu dengan 6

kebaikan, dia telah tinggi dalam memujinya. (Shahih Sunan at- Tirmidzi no. 2035, cet. al-ma arif) Mensyukuri yang Sedikit Sebelum yang Banyak Seseorang belum dikatakan mensyukuri Allah Shubhanahu wa ta alla jika belum berterimakasih terhadap kebaikan orang. Hal ini seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam: ش ك ر إحل اس «ر إحالله إن إ قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ش ك [واه ابلخاري] Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterimakasih kepada manusia. (HR. Al-Bukhari dalam al-adab al-mufrad dari sahabat Abu Hurairah, dan Abu Dawud dalam Sunan-nya). Hadits ini mengandung dua pengertian: 1. Orang yang tabiat dan kebiasaannya tidak mau berterimakasih terhadap kebaikan orang, biasanya dia juga mengingkari nikmat Allah Shubhanahu wa ta alla dan tidak mensyukuri-nya. 7

2. Allah Shubhanahu wa ta alla tidak menerima syukur hamba kepada -Nya apabila hamba tidak mensyukuri kebaikan orang, karena dua hal ini saling berkaitan. Ini adalah makna ucapan al-imam al-khaththabi seperti disebutkan dalam Aunul Ma bud (13/114, cet. Darul Kutub al- Ilmiyah). Orang yang tidak bisa mensyukuri pemberian orang meskipun hanya sedikit, bagaimana ia akan bisa mensyukuri pemberian Allah Shubhanahu wa ta alla yang tak terbilang! Allah Shubhanahu wa ta alla berfirman: إ ٱ ا ص وه قال ا تعا : ع و ا ن ع م ة ٱ ع ل غ ف و ر ١ ح يم [ا حل: ١ ] Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. (an-nahl: 18). Orang-orang yang Harus Disyukuri Pemberiannya Di antara manusia yang wajib disyukuri kebaikannya adalah kedua orang tua. Ini sebagaimana firman Allah Shubhanahu wa ta alla: 8

ل[ ۥ ه ه ل ته أ ن ا ٱ ن ب ي قال ا تعا : و و ي ١ ص و ل يك إ ٱلم ر أ ن ٱشك و ف ل هۥ م ن ا ه و ه ن و قمان: ١ ] Bersyukurlah kepada-ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. (Luqman: 14). Kedua orang tua telah mengorbankan semua miliknya demi kebaikan anaknya. Mereka siap menanggung derita karena ada seribu asa untuk buah hatinya. Oleh karena itu, sebaik apa pun seorang anak menyuguhkan berbagai pelayanan kepada kedua orang tuanya, belumlah mampu membalas kebaikan mereka, kecuali apabila mereka tertawan musuh atau diperbudak lalu sang anak membebaskannya dan memerdekakannya. Hak kedua orang tua sangatlah besar sehingga sangat besar pula dosa yang ditanggung oleh seseorang manakala mendurhakai kedua orang tuanya. Demikian pula, kewajiban seorang istri untuk berterimakasih kepada suaminya sangatlah besar. Seorang suami telah bersusah-payah mencarikan nafkah serta mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Oleh karena itu, seorang istri hendaknya pandai-pandai berterimakasih atas kebaikan suaminya. Jika tidak, dia akan diancam dengan api neraka. Dahulu ketika melakukan shalat gerhana, diperlihatkan surga dan neraka kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. 9

Diperlihatkan kepada beliau api neraka yang ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sebabnya adalah mereka banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suaminya. (Lihat Shahih Muslim no. 907). Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: الن ساء ر ث ن م ن إو ح ص د ش قال رسول االله ص االله عليه وسلم:» ا إن ع إحل ار ل ث إح ن إح «[صحيح مسلم] ت ح حس س ت غ ف ر إف ا إر Wahai para wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar (meminta ampunan kepada Allah), karena aku melihat kalian terbanyaknya penghuni neraka. Ketika Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam menyampaikan wasiat tersebut, ada seorang wanita bertanya, Mengapa kami (para wanita) menjadi mayoritas penghuni neraka? Beliau menjawab, Kalian banyak melaknat dan mengingkari (kebaikan) suami. (Mukhtashar Shahih Muslim no. 524). Apabila seorang istri disyariatkan untuk mengingat kebaikan suaminya, demikian pula seorang suami hendaknya mengingatingat kebaikan istrinya. Adalah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam senantiasa mengingat-ingat jasa dan perjuangan istrinya tercinta, Khadijah bintu Khuwailid. Hal ini seperti yang 10

disebutkan oleh Aisyah, Aku belum pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi seperti cemburuku atas Khadijah, padahal aku belum pernah melihatnya. Akan tetapi, Nabi sering menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong bagian kambing itu dan beliau kirimkan kepada teman-teman Khadijah. Terkadang aku berkata kepada Nabi, Seolah tidak ada wanita di dunia ini kecuali selain Khadijah! Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam lalu bersabda, Sesungguhnya Khadijah dahulu begini dan begitu (beliau menyebut kebaikannya dan memujinya), Saya juga mempunyai anak darinya. (HR. al-bukhari dan Muslim). Di sini, Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam mengingat-ingat kebaikan istri beliau yang pertama yang memiliki setumpuk kebaikan. Dialah Khadijah. Ia termasuk orang yang pertama masuk Islam, membantu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam dengan hartanya, dan mendorong Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam untuk senantiasa tegar menghadapi setiap masalah. Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim selalu menjaga kebaikan istrinya, temannya, dan kawan sepergaulannya dengan mengingat-ingat kebaikan mereka dan memujinya. 11

Ada contoh lain dari praktik salaf umat ini dalam membalas kebaikan orang lain. Sahabat Jarir bin Abdillah al- Bajali sangat kagum dengan pengorbanan orang-orang Anshar. Oleh karena itu, ketika melakukan perjalanan dengan sahabat Anas bin Malik yang termasuk orang Anshar, sahabat Jarir memberikan pelayanan dan penghormatan kepada Anas, padahal Jarir lebih tua darinya. Anas menegur Jarir supaya tidak memperlakukan dirinya dengan perlakuan istimewa. Akan tetapi, Jarir beralasan bahwa orang-orang Anshar telah banyak berbuat baik kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam sehingga ia (Jarir) bersumpah akan memberikan pelayanan dan pernghormatan kepada orang-orang Anshar. (Lihat Shahih Muslim no. 2513) Wallahu a lam. 12