BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
2014 EKSPERIMEN WARNA ALAM MANGGA ARUMANIS, MANGGA GEDONG GINCU DAN MANGGA SIMANALAGI SEBAGAI PEWARNA KAIN SUTERA

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Menurut Surakhmad (1998:131) menjelaskan bahwa: Selanjutnya Sugiyono (2010:2) mengungkapkan bahwa: Metode

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TEKNIK EKSPLORASI ZAT PEWARNA ALAM DARI TANAMAN DI SEKITAR KITA UNTUK PENCELUPAN BAHAN TEKSTIL Noor Fitrihana,ST Jurusan PKK FT UNY

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara atau teknik ilmiah untuk memperoleh data dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang kesiapan kepala sekolah dan guru SLB terhadap

Pendapat lain menurut Sugiyono (2010, hlm. 50) bahwa:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Zat Warna Alami dari Buah Mangrove Spesies Rhizophora stylosa sebagai Pewarna Batik dalam Skala Pilot Plan

KEWIRAUSAHAAN (Kode : G-02)

PEMANFAATAN EKSTRAK WARNA DAUN ALPUKAT SEBAGAI ZAT PEWARNA ALAM (ZPA) TEKSTIL PADA KAIN SUTERA

BAB IV KAJIAN KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA TEKSTIL

Emy Budiastuti dan Kapti Asiatun ( Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana FT UNY)

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, Sugiyono

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabelvariabel

SENI KERAJINAN BATIK TEKNIK/PROSES MEMBATIK. Oleh: ISMADI PEND. SENI KERAJINAN JUR. PEND. SENI RUPA FBS UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB II METODE PERANCANGAN. A. Analisis Permasalahan. diperlukan analisis pada permasalahan tersebut ; analisa yang pertama diperoleh

BAB III METODE PENELITIAN

PENDAHULUAN Batik merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang saat ini telah berkembang pesat, baik lokasi penyebaran, teknologi maupun desainnya.

BAB III METODE PENELITIAN

PENCELUPAN PADA KAIN SUTERA MENGGUNAKAN ZAT WARNA URANG ARING (ECLIPTA ALBA) DENGAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG DAN KAPUR TOHOR

Membuat Tekstil Dengan Teknik Rekalatar

BAB III METODE PENELITIAN

ALAT PENGERING BERKABUT UNTUK MENGHASILKAN ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT KAYU MAHONI, JAMBAL, DAN TINGI GUNA MENGGANTIKAN SEBAGIAN WARNA SINTETIK BATIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif

LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MATERI DAN METODE PENELITIAN. A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian

C. Prosedur Penelitian 1. Penelitian Pendahuluan Penelitian pendahuluan dimaksudkan untuk mendapatkan yield nata de cassava yang optimal.

PENGARUH JENIS FIKSATIF TERHADAP KETUAAN DAN KETAHANAN LUNTUR KAIN MORI BATIK HASIL PEWARNAAN LIMBAH TEH HIJAU

SENI KERAJINAN BATIK. Oleh : Ismadi Pendidikan Seni Kerajinan Jur. Pend. Seni Rupa FBS UNY

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. memecahkan suatu masalah yang diselidiki. Berdasarkan metode pendekatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dengan judul penelitian Efektivitas Pelatihan Kecerdasan Emosi terhadap

PENGARUH FIKSATOR PADA EKSTRAK AKAR MENGKUDU TERHADAP PEWARNAAN JUMPUTAN

BAB III METODE PENELITIAN. Bab ini merupakan kunci bagi pelaksanaan penelitian yang penulis

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini masalah yang sedang diteliti yaitu mengenai peran tutor paud dalam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses ekstraksi tepung karaginan, proses yang dilakukan yaitu : tali rafia. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperoleh mutu yang lebih

BAB III METODE PENELITIAN

e-journal. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014, Edisi Yudisium Periode Mei 2014, Hal 65-70

Dian Ramadhania, Kasmudjo, Panji Probo S. Bagian Teknologi Hasil Hutan,Fakultas Kehutanan, UGM Jl. Agro No : 1 Bulaksumur Yogyakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

UJI COBA PENGGUNAAN DAUN SIRIH GADING SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA KAIN KATUN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Maret--Agustus 2011 bertempat di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian ke lapangan, seorang peneliti harus melakukan

BAB III METODE PENELITIAN. gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan. menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENCIPTAAN. Batik Lukis (Batik Tulis) diajukan konsep berkarya. Pada dasarnya, manusia baik

BAB III METODOLOGI A. Alat dan Bahan A.1Alat yang digunakan : - Timbangan - Blender - Panci perebus - Baskom - Gelas takar plastik - Pengaduk -

BAB III METODE PENELITIAN

PEMANFAATAN TANAMAN KEMBANG TELEKAN SEBAGAI PEWARNA ALAM BATIK PADA KAIN MORI PRIMA SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Konveksi Lida Jaya Padurenan Kudus.

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Fiksasi dalam Pemanfaatan Daun Jati (Tectona grandis Linn.f ) sebagai Bahan Pewarna Alami Batik

BAB III METODE PENELITIAN

Bayu Wirawan D. S. 1, Hazbi As Siddiqi 2. Dosen Program Studi Teknik Batik, Politeknik Pusmanu

BAB III METODE PENELITIAN

PERGESERAN KESETIMBANGAN KIMIA BERBASIS MATERIAL LOKAL

A. Penggunaan. B. Alat dan Bahan. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan selai. 1. Alat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan suatu cara untuk mencari kebenaran secara ilmiah berdasarkan pada data

BAB III METODE PENELITIAN. analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. adalah salah satu tekstil tradisi yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di rumah penulis sendiri yaitu di Perum Mitra Batik Blok C110 RT/RW 01/17 Kel. Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, karena semua alat dan bahan ada di rumah penulis. Atas dasar itulah, dalam melakukan penelitian eksperimen tiga jenis daun mangga ini penulis melakukan penelitian di rumah, sebagai laboratorium dengan latar alam tempat penulis melakukan percobaan. B. Desain Penelitian Desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud. (Echols dan Hassan Shadily, 1976, hlm. 177). Desain Penelitian menurut William M.K. Trochim (2006) Research design can be thought of as the structure of research...it is the "glue" that holds all of the elements in a research project together. Sedangkan Lincoln dan Guba (1985, hlm. 226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999, hlm. 102) adalah: rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal. Hadi (1982, hlm. 441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu: simple randomaized, treatment by levels designs, treatments by subjects designs, random replications designs, factorial designs, dan groups within

32 treatment designs. Sedangkan Ibnu Hadjar (1999, hlm. 327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi dua yaitu pre-test, post-test kelompok kontrol dan post-test kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui eksperimen. Desain penelitian sendiri sangat penting karena tanpa adanya desain penelitian, suatu kegiatan tidak akan memiliki rencana yang matang. Hal ini dijelaskan pula oleh Arikunto (2010, hlm. 90) bahwa: Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar- ancar kegiatan, yang akan dilaksanakan. Menurut Alwasilah (2002) mengemukakan dalam bukunya yang berjudul Pokoknya Kualitatif adalah:... desain penelitian mirip filsafat hidup atau paradigma yang dimiliki setiap orang... sebagai rujukan dan sudut pandang, juga sebagai pembatas ruang dan gerak peneliti. Dari pendapat Alwasilah ini penulis dapat menyimpulkan bahwa desain penelitian memberikan aturan untuk membatasi pergerakan dan penelitian, dimaksudkan agar penelitian dapat berjalan sesuai tujuan. Penulis memilih desain penelitian yang sesuai dengan penelitian eksperimen tiga jenis daun mangga ini yaitu desain kualitatif. Menurut Sugiyono (2013) mengungkapkan bahwa: Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Diungkapkan Moleong (Arikunto, 2010, hlm. 21) karakteristik penelitian kualitatif yang harus dipenuhi, yaitu latar alamiah, manusia sebagai alat, analisis data secara induktif, deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil. Lebih lanjut Arikunto ( 2010, hlm. 28) menegaskan bahwa: Desain penelitian kualitatif adalah bersifat fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya...langkah penelitian baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.

33 Dalam penelitian studi eksperimen ini penulis sebagai instrumen data menggunakan sumber data tertulis, dan benda yang diamati untuk melihat pengaruh perbedaan warna yang dihasilkan pewarna alam dari tiga jenis daun mangga melalui mordanting awal, dan mordanting iring. Penelitian ini menggunakan zat mordan tawas, baking soda, jeruk nipis dan ferro sulfat dengan fiksasi tawas, baking soda, jeruk nipis, dan ferro sulfat. Selain itu penelitian ini bersifat alamiah, hasilnya tidak dapat dipastikan sebelum penelitian selesai. C. Metode Penelitian berikut: Diungkapkan Sugiyono (2012, hlm. 2) metode penelitian adalah sebagai Metode penelitian adalah cara ilmiah utuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dikembangkan suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen karena berdasarkan tujuan daun mangga ini yaitu meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap tanda- tanda yang dihasilkan suatu kelompok tertentu dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda, dalam hal ini adanya pemberian perlakuan yang beragam terhadap kain sutra melalui beragam tahapan mordanting, kemudian warna yang dihasilkan dibandingkan dan dianalisis. Menurut Alwasilah (2002, hlm. 71) mengenai penelitian eksperimen Istilah eksperimental menunjukan adanya kontrol terhadap data yang diakses peneliti. Sedangkan eksperimen menurut Arikunto (2010, hlm. 9) berkenaan metode penelitian eksperimen dalam bukunya yang berjudul Prosedur Penelitian adalah:...penelitian sengaja membangkitkan timbulnya sesuatu kejadian atau keadaan, kemudian diteliti sebagaimana akibatnya. Dengan kata lain, eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti...ekperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu perlakuan. Penelitian ini dilakukan secara bertahap diantaranya tahap pertama adalah tahap perencanaan. Meliputi penyusunan dan pengajuan proposal, mengajukan

34 izin penelitian serta penyusunan instrumen dan perangkat penelitian. Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan, pada tahap ini peneliti mulai melaksanakan penelitian eksperimen tiga daun mangga yang berbeda dan perlakuannya sama antara satu daun mangga dengan daun mangga yang lain, lalu yang terakhir adalah tahap penyelesaian yang terdiri dari proses analisis data dan penyusunan laporan penelitian. D. Definisi Operasional Untuk memperjelas penelitian yang dikaji, penulis merumuskan definisi operasional sebagai berikut 1. Ekperimen adalah suatu penelitian yang berdasarkan uji coba secara sistematik. Konteks eksperimen dalam penelitian ini adalah uji coba pengolahan varian warna alam adalah dari bahan daun mangga arumanis, gedong, dan manalagi. 2. Warna alam adalah warna yang dihasilkan dari unsur atau benda alam seperti dari hewan, tumbuhan, dll. Konteks warna alam dalam peneliti ini adalah daun mangga. 3. Kain sutera merupakan kain yang berasal dari filamen ulat sutera bombyx mori. Konteks kain sutera dalam penelitian ini adalah bahan kain yang dijadikan media untuk proses pewarnaan. E. Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2000, hlm. 134) bahwa instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Sedangkan menurut Moleong (2007, hlm.9) mengenai penelitian kualitatif yaitu: Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan alat (instrumen) pengumpul data utama, karena peneliti adalah manusia dan hanya manusia yang dapat berhubungan dengan responden atau objek lainnya, serta mampu memahami ikaitan kenyataan-kenyataan di lapangan. Oleh karena itu, peneliti juga berperan serta dalam pengamatan atau participant observation.

35 Dari pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang bertujuan membantu peneliti mengumpulkan keterangan untuk mencapai suatu tujuan. Lembar observasi pengolahan ekstrak pewarna alam daun mangga yang digunakan untuk memperoleh data mengenai ukuran bahan dan alat yang digunakan agar data penelitian dapat lebih mudah disusun. Penulis menggunakan lembar observasi tahapan proses kegiatan yang dilakukan sebelum pencelupan seperti pada Tabel 3.1, membuat larutan mordan pada Tabel 3.2, dan membuat larutan fiksasi pada Tabel 3.3. Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Proses Pengolahan Ekstrak Daun Mangga Arumanis, Gedong dan Manalagi Jenis Kegiatan No yang Dilakukan Persiapan dan 1. pengecekan alat yang akan digunakan 2. Penimbangan kain Pemilihan dan 3. pengolahan daun sebelum dilakukan perebusan 4. Pengecekan volume air hasil rebusan 5. Pengolahan zat warna alam( ekstraksi) setelah perebusan Hasil Pengamatan Evaluasi

36 Tabel 3.2 Lembar Pengamatan Proses Persiapan Larutan Mordan No Jenis Kegiatan yang Dilakukan 1. Alat yang digunakan Hasil Pengamatan Evaluasi 2. Penimbangan berat kain yang digunakan 3. Pengukuran jumlah zat mordan dan air yang digunakan 4. Proses pembuatan larutan mordan

37 Tabel 3.3 Lembar Pengamatan Proses Persiapan Larutan Fiksasi Jenis Kegiatan No yang Dilakukan 1. Alat yang digunakan 2. Pengukuran jumlah zat fiksasi yang digunakan 3. Pengukuran jumlah air yang digunakan 4. Proses pembuatan larutan Hasil Pengamatan Evaluasi Instrumen penelitian mengenai hasil warna alam daun mangga setelah di mordanting dan dicelup pada ekstrak daun mangga arumanis, gedong, dan manalagi akan dipaparkan dalam lembar pengamatan Tabel 3.4 berikut ini: Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Hasil Pengolahan Warna Alam Daun Mangga No ZAT MORDAN Mordanting HASIL WARNA Mordanting

38 1. Tawas [Al₂(SO₄)₃] 2. Jeruk Nipis [C₆H₈O₇] 3. Baking Soda[NaHCO₃] 4. Ferro Sulfat [FeSO₄] Awal Iring Keterangan: Daun mangga yang digunakan adalah Daun mangga Arumanis, Gedong, dan Manalagi Lembar pengamatan hasil warna alam daun mangga setelah mordanting, pencelupan ekstrak, dan fiksasi agar lebih mudah dianalisis, dapat dilihat pada Tabel 3.5 di bawah ini: No Tabel 3.5 Lembar Pengamatan Hasil Pengolahan Warna Alam Daun Mangga Menggunakan Mordan ZAT FIKSASI 1. Tawas [Al₂(SO₄)₃] 2. Jeruk Nipis [C₆H₈O₇] 3. Baking Soda[NaHCO₃] 4. Ferro Sulfat [FeSO₄] HASIL WARNA ALAM SESUDAH Mordanting Awal FIKSASI Mordanting Iring Keterangan: Daun mangga yang digunakan adalah Daun mangga Arumanis, Gedong, dan Manalagi dan Zat mordan yang digunakan Tawas, Baking Soda, Jeruk Nipis, Ferro Sulfat. Berikut Tabel untuk melihat perbandingan warna ketiga jenis mangga: Tabel 3.6 Lembar Pengamatan Hasil Pengolahan Warna Alam Daun Mangga No Zat Mordan HASIL WARNA ALAM MANGGA ARUMANIS MANGGA GEDONG MANGGA MANALAGI Mordanting Mordanting Mordanting Mordanting Mordanting Mordanting

39 1 Tawas/ Netral 2 Jeruk Nipis/ Asam 3 Baking Soda/ Basa 4 Ferro Sulfat/ Logam Awal Iring Awal Iring Awal Iring 5 15 5 10 5 15 5 10 5 15 5 10 menit menit menit menit menit menit menit menit menit menit menit menit Tabel 3.7 Lembar Pengamatan Hasil Pengolahan Warna Alam Daun Mangga dengan Mordan* Zat No Fiksasi 1 Tawas/ Netral 2 Jeruk Nipis/ Asam 3 Baking Soda/ Basa 4 Ferro Sulfat/ Logam HASIL WARNA ALAM MORDAN * MANGGA ARUMANIS MANGGA GEDONG MANGGA MANALAGI Mordanting Mordanting Mordanting Mordanting Mordanting Awal Iring Awal Iring Awal 5 15 5 10 menit menit menit menit 5 15 5 10 menit menit menit menit Ket * Mordan Tawas, Jeruk nipis, Baking Soda, Ferro Sulfat Mordanting Iring 5 15 5 10 menit menit menit menit Instrumen penelitian bermula dari rancangan pertanyaan/ kisi- kisi yang membantu dalam pembahasan. Menurut Arikunto (2010, hlm. 205) mengenai kisi- kisi, mengatakan bahwa Peneliti akan mendapat kemudahan dalam menyusun instrumen karena kisi- kisi berfungsi sebagai pedoman. Kisi- kisi adalah sebuah tabel yang menunjukan hubungan antara hal- hal yang disebutkan dalam baris dengan hal- hal yang disebutkan dalam kolom. Kisi- kisi penyusunan instrumen

40 menunjukan kaitan antara variabel yang diteliti dengan sumber data dari mana data akan diambil, metode yang digunakan dan instrumen yang disusun. Kisi-kisi yang dikembangkan ileh peneliti dalam pelaksanaan penelitian ini disajikan pada Tabel berikut ini: Tabel 3.8 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Eksperimen Daun Mangga (Arumanis/ Gedong/ Manalagi) (Mangifera L indica) Sebagai Pewarna Kain Sutera No Variabel Penelitian Indikator 1. Kelompok warna yang dihasilkan dari mordanting awal, dan mordanting iring menggunakan mordan asam, basa, netral dan logam 2. Mordanting yang menghasilkan warna paling baik secara visual pada kain sutera, jika dicelup zat warna daun mangga arumanis/ gedong/ manalagi dengan menggunakan fiksasi asam, basa, netral, a. Warna mordanting awal, dan iring, mordan asam. b. Warna mordanting awal, dan iring, mordan basa. c. Warna mordanting awaldan iring, mordan netral. d. Warna mordanting awaldan iring, mordan logam. 1. Mordanting Awal a. Warna mordanting awal asam menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. b. Warna mordanting Teknik Pengumpulan data Praktek Eksperimen, Dokumentasi Praktek Eksperimen, Dokumentasi

41 dan logam awal basa menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. c. Warna mordanting awal netral menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. d. Warna mordanting awal logam menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. No Variabel Penelitian Indikator 2. Mordanting Iring a. Warna mordanting iring asam menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. b. Warna mordanting iring basa menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. c. Warna mordanting iring netral menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. d. Warna mordanting iring logam menggunakan fiksasi asam, basa, netral dan logam. Teknik Pengumpulan data

42 3. Perbedaan warna mangga arumanis, gedong dan manalagi yang dihasilkan a. Tampilan zat warna alam mangga arumanis b. Tampilan zat warna alam mangga gedong c. Tampilan zat warna alam mangga manalagi Praktek Eksperimen, Dokumentasi, Observasi F. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data berperan penting dalam keberhasilan suatu penelitian. Hal ini disebabkan semua data untuk penelitian dikumpulkan berdasarkan perancangan dari teknik pengumpulan data, sebagaimana yang diungkapkan oleh Blaxter dkk. (2001, hlm. 229) data itu dapat terdiri dari tanggapan-tanggapan terhadap sebuah kuesioner ataupun transkripsi-transkipsi wawancara, catatan-catatan atau rekaman-rekaman observasi serta dokumen dan data juga bisa terdiri dari yang bersifat numerik ataupun kata-kata. Teknik

43 mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah menggunakan metode eksperimen, observasi dan dokumentasi. 1. Eksperimen Sugiyono (2012:109) menambahkan Penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Sama halnya dengan penelitian ini, melakukan pengendalian yaitu dengan waktu pencelupan. Penelitian eksperimen menurut Yatim Riyanto (dalam Zuriah, 2006: 57) adalah penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti di dalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Penelitian ini menggunakan pengukuran zat fiksasi dan mordan dengan ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Pengukuran ini merupakan kontrol terhadap kondisi pencelupan. Pengendalian kondisi penelitian ini adalah waktu lamanya pencelupan. 2. Observasi Melalui observasi, penulis dapat melihat apa yang tidak bisa diungkapkan, karena peneliti merasakan sendiri suatu penelitian. Menurut Alwasilah (2002, hlm. 211) Observasi penelitian adalah pengamatan sistematis dan terencana yang diniati untuk perolehan data yang dikontrol validitasnya dan realibilitasnya. Sedangkan menurut Yehoda dkk. dalam (Narbuko dkk., 2003, hlm. 70) Pengamatan akan menjadi alat pengumpulan data yang baik apabila: 1. Mengabdi kepada tujuan penelitian 2. Direncanakan secara sistematik 3. Dicatat dan dihubungkan dengan proporsi- proporsi yang umum 4. Dapat dicek dan dikontrol validitas, realibilitas, dan ketelitiannya. Menurut Arikunto (2010, hlm. 199) pendapatnya tentang observasi mengatakan bahwa: Di dalam pengertian psikologi, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi, observasi dapat dilakukan

44 melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecapan. Apa yang dikatakan ini sebenarnya adalah pengamatan langsung. Observasi merupakan pencarian fakta yang ada di dunia nyata, hal ini sejalan dengan pendapat Nasution dalam Sugiyono (2006) menambahkan uraian diatas bahwa: Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. Data itu dikumpulkan dan sering dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih, sehingga benda-benda yang sangat kecil (proton dan elektron) maupun yang sangat jauh (benda ruang angkasa) dapat diobservasi dengan jelas. Teknik pengumpulan data observasi penelitian pewarna alam tiga jenis daun mangga pada kain sutera ini yaitu observasi terhadap perbedaan warna serta kecenderungan warna yang dihasilkan mordanting awal pada tawas, baking soda, jeruk nipis dan ferro sulfat, mordanting iring tawas, baking soda, jeruk nipis, dan ferro sulfat, jika dicelup pada zat warna alam daun mangga arumanis, gedong dan manalagi pada kain sutera. Selanjutnya dilakukan observasi perbandingan mordanting yang paling menghasilkan warna paling baik secara visual pada kain sutera serta perbandingan warna paling baik dari ketiga jenis daun mangga. 3. Dokumentasi Dokumentasi sangat diperlukan untuk mendapatkan keterangan, memperkuat wawasan keilmuan secara teoritis dan mendapat masukan tentang segala sesuatu mengenai pewarna alam, agar tujuan dalam penelitian dapat tercapai dengan baik. Menurut Andi (2010, hlm. 192) dokumen merupakan rekaman yang bersifat tertulis atau film dan isinya merupakan peristiwa yang telah berlalu. Jadi, dokumen bukanlah catatan peristiwa yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang, namun catatan masa lalu. Adapun menurut Guba dan Lincolin (1981) dalam Moleong (2002, hlm. 161) dokumentasi adalah setiap bahan tertulis atau film dari record yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan dari seorang penyelidik

45 Teknik pengumpulan data dokumentasi lainnya yang penulis gunakan yaitu alat dokumentasi perekam kegiatan penelitian eksperimen daun mangga berupa foto-foto proses kegiatan yang diperoleh dari pemotretan sendiri untuk mendapatkan keterangan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dokumentasi sangat penting dalam penelitian dikarenakan dokumentasi bisa untuk landasan penelitian. Teknik dokumentasi lainnya yang digunakan yaitu alat perekam kegiatan penelitian eksperimen daun tiga jenis daun mangga berupa fotofoto proses kegiatan yang dilakukan oleh penulis sendiri untuk mendapatkan keterangan dalam penelitian. Diharapkan dengan dokumentasi ini penulis dapat menjabarkan dengan baik penelitian yang penulis lakukan. G. Analisis Data Analisis data sebaiknya dilakukan secepatnya, tidak boleh menunggu data menumpuk untuk memudahkan dalam penyusunannya. Dengan menyusun sesegera mungkin, setiap tahapan pengumpulan data akan terfokus dengan jelas. Sebagaimana pendapat Arikunto (2010, hlm. 278) bahwa: secara garis besar, pekerjaan analisis data meliputi tiga langkah yaitu persiapan, langkah-langkah dan penerapan data sesuai dengan pendekatan atau desain penelitian. Penulis dalam menganalisis data membaginya dalam beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Tahap persiapan Tahap persiapan sebelum penelitian adalah memilih tumbuhan yang banyak tersedia di sekitar penulis tinggal dan berpotensi menghasilkan warna alam yang unik selain itu juga belum banyak diteliti oleh peneliti lain, serta memastikan kain sutera dapat menarik zat warna yang ada dalam daun mangga. Selain itu studi pendahuluan dilakukan untuk menentukan zat mordan dan zat fiksasi yang sesuai untuk zat warna daun mangga. Studi pendahuluan juga untuk menentukan zat mordan dan zat fiksasi yang sesuai dengan daun mangga. Dari studi pendahuluan dapat menentukan penelitian ini dapat diteruskan atau tidak. Penelitian zat pewarna alam daun mangga sudah

46 banyak yang menelitinya dan terbukti memiliki warna ekstraksi yang baik dan bagus untuk tekstil. Namun, belum ada yang meneliti perbedaan dari pewarna alami ketiga jenis daun mangga. Zat mordan yang baik untuk pewarna daun mangga ini diantaranya mordan jenis basa Baking Soda [NaHCO₃]. mordan jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat [FeSO₄], mordan jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat [Al₂(SO₄)₃], dan mordan jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat [C₆H₈O₇]. Fiksasi yang digunakan yaitu fiksasi jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat [FeSO₄], fiksasi jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat [Al₂(SO₄)₃], dan fiksasi jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat [C₆H₈O₇]. Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data yang akan dilakukan melalui studi pustaka, dan bertanya pada ahli. Kemudian setelah data terkumpul, selanjutnya pembuatan proposal yang diseminarkan, kemudian proposal tersebut dikonsultasikan kepada pembimbing yang telah ditunjuk oleh dewan skripsi. Proposal yang disetujui merupakan syarat untuk perizinan penelitian. Surat ini dikeluarkan oleh Rektorat melalui Fakultas dengan tembusan dekan FPBS UPI, Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa FPBS UPI, setelah surat ini diperoleh penulis, maka penelitian bisa dimulai. 2. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan analisis data dimulai dengan tahap persiapan alat yang digunakan sebagai penunjang dalam penelitian eksperimen daun mangga, selanjutnya tahap pengolahan ekstak daun mangga dan kemudian tahap pengolahan kain, meliputi mordanting awal, dan mordanting iring yang akan penulis paparkan sebagai berikut: a. Persiapan Alat dan Bahan Suatu penelitian dapat berhasil apabila memiliki alat dan bahan yang sesuai dengan penelitian tersebut. Penelitian zat pewarna alam dari daun mangga ini memerlukan alat-alat diantaranya panci, kompor, sendok plastik, tali rapia,

47 jepitan, gelas ukur, timbangan digital, blender, gunting, sarung tangan plastik, saringan, baskom. Alat- alat ini dapat dilihat pada Tabel 3.9 berikut ini : Citel Kompor Sendok Plastik Tali Rapia Jepitan Baju Gelas Ukur Timbangan Digital Blender Gunting Kain

48 Sarung Tangan Karet Saringan Plastik Baskom Kipas Angin Sendok Kayu Wadah Kaca Gambar 3.1 Alat-alat yang dipergunakan dalam penelitian Sumber: Dokumentasi Pribadi Kain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kain sutera asli. Kain sutera memiliki sifat menyerap zat pewarna yang lebih baik dibandingkan dengan jenis kain lainnya. Sifat sutera ini diharapkan dapat menunjukan warna yang lebih bervariasi dan lebih tajam. Kain sutera yang penulis pakai adalah kain sutera satin Cina (Pure Silk Satin China) dengan merek Xinda yang diperoleh di Toko Wong Cihideung Tasikmalaya. Sutera China dipilih karena dikenal dengan kualitas yang sangat baik dibandingkan dengan produk sutera negara lain. Contoh kain sutera ini dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini:

49 Jenis Kain Sutera Satin Cina (Xinda) Gambar 3.2 Jenis kain yang digunakan dalam penelitian 1) Ekstraksi Daun Mangga Ekstrak daun Mangga dapat diambil dari semua bagian pohonnya yaitu daun, batang, akar, bunga dan buah. Penelitian ini menggunakan bagian daun yang dirasa aman untuk kelangsungan pohon Mangga. Daun dari ketiga jenis Mangga ini, penulis ambil yang sudah tua untuk mendapatkan warna yang lebih baik. Daun Mangga penelitian ini penulis ambil dari tiga tempat yang berbeda. Daun Mangga Arumanis, penulis ambil di depan penulis sendiri yaitu di Perum Mitra Batik Jalan Batik Keris II C110 RT/RW 01/17 Kel. Karsamenak Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya. Daun Mangga Gedong di peroleh dari depan rumah Ibu Hj. Ade di Perum Mitra Batik Jalan Batik Keris II C RT/RW 01/17 Kel. Karsamenak Kec. Kawalu Kota Tasikmalaya. Daun Mangga Manalagi penulis ambil dari depan rumah Ibu Hj. Emin di Jalan Rumah Sakit Gang Arjo No.7 RT/RW Kel. Empang Sari Kec. Tawang Kota Tasikmalaya.

50 Gambar 3.3 Pohon Mangga Arumanis, Mangga Gedong Gincu dan Mangga Manalagi Sumber; Dokumentasi Pribadi 2) Zat Mordan Zat mordan membantu dalam proses penyerapan warna alam pada kain. Penulis menggunakan empat jenis zat mordan diantaranya mordan jenis basa Baking Soda (NaHCO₃), mordan jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat (FeSO₄), mordan jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat (Al₂(SO₄)₃), dan mordan jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat (C₆H₈O₇).yang penulis peroleh di toko kimia. Zat mordan yang digunakan penulis dapat dilihat pada Gambar 3.2. Gambar 3.4 Zat Mordan (Dokumentasi Pribadi)

51 3) Zat Fiksasi Zat fiksasi membantu dalam proses penguncian warna agar warna yang sudah terserap kain tidak mudah luntur. Zat fiksasi yang penulis gunakan yaitu fiksasi jenis basa Baking Soda (NaHCO₃), fiksasi jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat (FeSO₄), fiksasi jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat (Al₂(SO₄)₃), dan fiksasi jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat (C₆H₈O₇). yang diperoleh dari toko kimia dan warung. Zat fiksasi dapat dilihat pada Gambar 3.3. Gambar 3.5 Zat Fiksasi (Dokumentasi Pribadi) Zat mordan yang digunakan yaitu mordan jenis basa Baking Soda (NaHCO₃). mordan jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat [FeSO₄], mordan jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat [Al₂(SO₄)₃], dan mordan jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat [C₆H₈O₇]. Fiksasi yang digunakan yaitu fiksasi jenis logam Ferro Sulfat/ Besi II Sulfat [FeSO₄], fiksasi jenis netral Tawas/ Alumunium Sulfat [Al₂(SO₄)₃], dan fiksasi jenis asam Jeruk nipis/ Asam Sitrat [C₆H₈O₇]. a. Pengolahan Ekstrak Daun Mangga Proses pengolahan ekstrak daun mangga ini melalui beberapa proses yaitu: 1) Memilih daun mangga yang segar dan cukup tua

52 2) Menyiapkan daun mangga yang sudah dipilih 3) Merendam daun mangga untuk menghilangkan daun mangga dari kotoran dan getah 4) Setelah perendaman dan daun kering dari air, dilakukan penimbangan 5) Lalu menghaluskan daun mangga dengan blender 6) Setelah daun mangga halus, daun mangga direbus hingga tersisa setengahnya 7) Ekstrak daun mangga diendapkan semalam 8) Ektrak daun mangga kemudian disaring kembali untuk menghilangkan endapan 9) Ektrak siap untuk pencelupan b. Pengolahan Kain (Mordanting) Kain sutera harus direndam dalam larutan Teepol lalu dijemur semalaman, setelah itu kain sutera dicuci dan dikeringkan kembali ditempat yang terhindar dari sinar matahari. Hal ini dimaksudkan agar kain sutera dapat lebih menyerap warna. Selanjutnya kain siap dilakukan tahapan mordanting awal, dan mordanting iring. Agar tahapan mordanting dapat lebih jelas dipaparkan dalam Tabel 3.11, dan Tabel 3.12 berikut ini

53 Tabel 3.11 Tahapan Mordanting Awal (Asam/ Basa/ Netral/ Logam) + Fiksasi No Proses Tahapan Mordanting Keterangan Gambar 1. Memasukkan kain ke dalam zat mordan (mordanting) 2. Kain dikeringkan setelah mordanting di tempat yang tidak terkena sinar matahari. 3. Kain dimasukkan ke larutan pewarna daun mangga...* 4. Kain setelah pencelupan dikeringkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. 5. Setelah kering, kain dimasukkan ke dalam zat fiksasi 6. Setelah dicelup ke larutan fiksasi, kain dibilas dan dikeringkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Keterangan: *) Daun mangga Arumanis, Gedong, Manalagi

54 Tabel 3.12 Tahapan Mordanting Iring + Fiksasi No Proses Tahapan Mordanting Keterangan Gambar 1. Kain dimasukkan ke dalam zat mordan (mordanting) yang sudah dicampur pewarna daun mangga..* dalam satu wadah yang sama kemudian dipanaskan dengan api kecil. 2. Kain dikeringkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari. + 3. Setelah kering, kain dimasukkan ke dalam zat fiksasi. 4. Selanjutnya, kain di jemur di tempat yang terhindar dari sinar matahari. Keterangan : *) Daun Mangga Arumanis, Gedong, Manalagi 3. Tahap Penerapan data Setelah mendapatkan hasil pengumpulan data observasi dan dokumentasi, selanjutnya dilakukan analisis data hasil penelitian studi eksperimen daun mangga pada kain sutera, sesuai dengan desain penelitian kualitatif. Penerapan data dalam penelitian eksperimen ini dilakukan secara deskriptif analisis yang diperoleh dari proses pengolahan warna alam, mencakup pengolahan ekstrak zat warna alam daun mangga, proses persiapan larutan mordan, dan proses persiapan larutan fiksasi.

55 Selanjutnya hasil pewarnaan mordanting awal, dan mordanting iring menggunakan zat mordan tawas, baking soda, jeruk nipis, dan ferro sulfat dengan membandingkan warna yang dihasilkan dari pewarna ketiga jenis daun mangga (Arumanis, Gedong, dan Manalagi) melalui perlakuan mordanting sebagaimana Tabel 3.2 dan Tabel 3.3 Analisis berikutnya dilakukan dengan membandingkan mordanting awal, dan mordanting iring menggunakan zat mordan tawas, baking soda, jeruk nipis dan ferro sulfat berdasarkan warna yang dihasilkan berdasarkan Tabel 3.4 dan Tabel 3.5. Untuk mempermudah mendeskripsikan permasalahan penelitian, penulis menggunakan kisi-kisi pada Tabel 3.6. Selanjutnya untuk yang terakhir menyimpulkan hasil dari penelitian sehingga menjadi suatu laporan karya ilmiah.