*)

dokumen-dokumen yang mirip
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI ( Oryza sativa L. ) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG

PENGARUH KERAPATAN DAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

PENGARUH MACAM DOSIS PUPUK FOSPAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS KACANG HIJAU ( Vigna Radiata L. )

PENGARUH INTERVAL PENYIRAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)

PENGARUH BEBERAPA JENIS URIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)

PENGARUH MACAM PUPUK FOSFAT DOSIS RENDAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS SINGA, PELANDUK, DAN GAJAH

STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN

PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT LANDA (Talinum triangulare Willd.)

PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) VARIETAS LINDA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK UREA

Pengaruh Tiga Jenis Pupuk Kotoran Ternak (Sapi, Ayam, dan Kambing) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria Humidicola

PENGARUH DOSIS PUPUK ANORGANIK NPK MUTIARA DAN CARA APLIKASI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN

Pengaruh Takaran SP-36 terhadap Pertumbuhan Tanaman, Pembungaan dan Kandungan Lutein Tagetes erecta L. dan Cosmos sulphureus Cav.

PENGARUH PUPUK NPK DGW COMPACTION DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annuum L.

RESPONS JARAK TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK GRANUL YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS

PENGARUH KERAPATAN TANAMAN DAN KOMBINASI PUPUK NITROGEN ANORGANIK DAN NITROGEN KOMPOS TERHADAP PRODUKSI GANDUM. Yosefina Mangera 1) ABSTRACK

PENGARUH JUMLAH DAUN DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.)

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN

PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH

SKRIPSI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT

Peran Media Tanam dan Dosis Pupuk Urea, SP36, KCl Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) dalam Polybag. Oleh: Susantidiana

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN MACAM VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans. Poir)

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) AKIBAT PERBEDAAN JARAK TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM

PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium Fistulosum L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM

PENGARUH PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS UREA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.)

PENGARUH KOMBINASI DUA KULTIVAR DAN JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT. ( Lycopersicum esculentum Mill ) Dede Mulyati

PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN APLIKASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT CABAI KERITING ( Capsicum annuum L.)

Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Varietas Bhaskara di PT Petrokimia Gresik

PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT

Penggunaan Pupuk pada Tanaman Bawang Merah

Pengaruh Waktu Pemupukan dan Macam Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill)

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN DUA JENIS PUPUK KANDANG PADA DUA KALI PENANAMAN

ISSN: AGRINEÇA, VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2012 PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS URIN KELINCI PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL BROCOLI

RESPON TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascolonicum L. ) VARIETAS TUK TUK TERHADAP PENGATURAN JARAK TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASA

PENGARUH PEMBERIAN BRIKET KOTORAN KAMBING SEBAGAI PELEPAS LAMBAT PUPUK PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI

Respons Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Aplikasi Mulsa dan Perbedaan Jarak Tanam

EFFECT OF BULBS STORAGE TIME AND BALANCING DOSAGE OF FERTILIZER ON GROWTH AND YIELD OF SHALLOTS (Allium ascalonicum) 1)

PENGARUH PUPUK KANDANG KELINCI DAN PUPUK NPK (16:16:16) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PELANGI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum Melongena L)

169 ZIRAA AH, Volume 35 Nomor 3, Oktober 2012 Halaman ISSN

RESPON TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS SAMPAH KOTA

PENGARUH DOSIS DAN LAMA PEMBENAMAN PUPUK HIJAU OROK-OROK (Crotalaria juncea L.) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.

Pengaruh Dosis Pupuk Kotoran Ternak Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Brachiaria humidicola pada Pemotongan Pertama

THE EFFECT OF WEED CONTROL AND SOIL TILLAGE SYSTEM ON GROWTH AND YIELD OF SOYBEAN (Glycine max L.)

Vol 3 No 1. Januari - Maret 2014 ISSN :

BAB III MATERI DAN METODE. sampai panen okra pada Januari 2017 Mei 2017 di lahan percobaan dan

PENGARUH DUA JENIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativa L.) YANG DI TANAM PADA MEDIA GAMBUT DAN TANAH MINERAL

ADAPTASI BEBERAPA GALUR TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) DI LAHAN MEDIUM BERIKLIM BASAH DI BALI DENGAN BUDIDAYA ORGANIK

PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. var. saccharata Sturt) SKRIPSI

PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK KANDANG AYAM BERPENGARUH KEPADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI ( Glycine max L. )

THE INFLUENCE OF N, P, K FERTILIZER, AZOLLA (Azolla pinnata) AND PISTIA (Pistia stratiotes) ON THE GROWTH AND YIELD OF RICE (Oryza sativa)

PENGARUH BIOURINE SAPI DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA KROP (Lactuca sativa L.)

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016

[EFFECTS OF NUTRIENT COMPOSITION IN THE SOLUTION ON GROWTH AND YIELD OF PAKCHOY (Brassica chinensis) PLANTED BY HYDROPONIC]

RESPON BEBERAPA JENIS MULSA TERHADAP BEBERAPA VARIETAS CABAI (Capsicum annum L.)

BAHAN DAN METODE. Y ijk = μ + U i + V j + ε ij + D k + (VD) jk + ε ijk

Pengaruh BAP ( 6-Benzylaminopurine ) dan Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

RESPOMS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAAWI (Brassica Juncea. L) TERHADAP INTERVAL PENYIRAMAN DAN KONSENTRASILARUTAN PUPUK NPK SECARA HIDROPONIK

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Alat dan Bahan Metode Percobaan

PENGARUH TAKARAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAHE MERAH (Zingiber officinale var.rubrum) YANG DITANAM PADA POLYBAG

Pengaruh Waktu Panen dan Pemberian Pupuk Organik Terhadap Hasil Tanaman Wortel (Daucus carota L.)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas

PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL APLIKASI EKSTRAK DAUN INSULIN (Thitonia difersifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI ( Brassica juncea L ) TERHADAP PEMBERIAN URINE KELINCI DAN PUPUK GUANO

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH DENGAN PENGOLAHAN TANAH YANG BERBEDA DAN PEMBERIAN PUPUK NPK

PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KANDANG

PENGARUH AKSESI GULMA Echinochloa crus-galli TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI

Jurnal Online Agroekoteknologi. ISSN No Vol.3, No.3 : , Juni 2015

INFLUENCE THE NUMBER OF PLANTS PER POLYBAG AND COMPOSITION OF PLANT MEDIA ON GROWTH AND YIELD OF CUCUMBER (Cucumis sativus L.) VAR.

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR ABSTRAK

PENGARUH KEMATANGAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L).Merrill)

Jurnal Agroekoteknologi. E-ISSN No Vol.4. No.1, Desember (560) :

PENGARUH TIGA JENIS PUPUK KANDANG DAN DOSIS PUPUK FOSFAT PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI (Capssicum annum L.)

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca laboratorium Lapangan Terpadu

UJI EMPAT JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian, Sangatta

PENGARUH MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH TIGA KULTIVAR KACANG HIJAU (Vigna radiata L. Wilczek) DI LAHAN PASIR PANTAI

APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN NU-CLEAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STRAWBERRY

BAB I PENDAHULUAN. hewan atau manusia, seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos,

Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Kambing Pada Beberapa Jarak Tanam

APPLICATION OF MANURE AND Crotalaria juncea L. TO REDUCE ANORGANIC FERTILIZER ON MAIZE (Zea mays L.)

PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT

Volume 11 Nomor 2 September 2014

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

Vol 2 No. 1 Januari - Maret 2013 ISSN :

EFEK KOMBINASI DOSIS PUPUK N P K DAN CARA PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS. Jumini, Nurhayati, dan Murzani

PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Screen House, Balai Penelitian Tanaman Sayuran

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH

RESPONS TANAMAN KEDELAI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DAN PUPUK HIJAU PAITAN

Volume 5 No. 1 Februari 2017 ISSN:

PENGARUH WARNA MULSA PLASTIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BERBAGAI VARIETAS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SKRIPSI

PENGARUH PUPUK HIJAU Calopogonium mucunoides DAN FOSFOR TERHADAP SIFAT AGRONOMIS DAN KOMPONEN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt)

PENGARUH BERBAGAI MACAM BOBOT UMBI BIBIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) YANG BERASAL DARI GENERASI KE SATU TERHADAP PRODUKSI

PEMANFAATAN LIMBAH TEPUNG AREN DAN MIKROORGANISME LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.)

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA AKSESI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) LOKAL HUMBANG HASUNDUTAN PADA BERBAGAI DOSIS IRADIASI SINAR GAMMA

PENGARUH TAKARAN PUPUK NPK DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.

Transkripsi:

RESPON BEBERAPA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG RESPONSE SEVERAL VARIETIES OF RED PEPPERS (Capsicum annuum L.) ON DIFFERENT TYPES OF MANURE Nur Prasetyo 1*) dan Muh. Kusberyunadi 2) 1) Agroteknologi, Fakultas pertanian Universitas PGRI Yogyakarta 2) Agroteknologi, Fakultas pertanian Universitas PGRI Yogyakarta *) E-mail: tyosatria60@gmail.com ABSTRACT This study aims to determine the varieties of red chili that can provide the best response to growth and yield, and the best type of manure that can affect the growth and yield of red chili.the research was conducted in june and september 2015 in Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPPTPH) jalan kaliurang Km 23, Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman. The research was conducted with a field experiment 3 x 3 factorial arranged in a Randomized completely block design (RCBD). The first factor is the variety which consists of three levels, namely varieties Branang, Gantari Verieties, and varieties of Cipanas. The second factor is the kind of manure which consists of three levels e.i, without manure, chicken manure, and goat manure. Data were analyzed by analysis of variance at 5% significance level and to know the difference between treatments using multiple range test of duncan s multiple range test at 5% significanca level. The result showed that the treatment of red pepper plant varieties Branang give the highest rates in the various parameters of observation and goat manure gives the best effect on the growth and yield of three varieties of red pepper plant. Keywords : verieties, manure INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap penggunaan berbagai macam pupuk kandang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2015 di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPPTPH) Jalan Kaliurang Km 23, Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Penelitian dilaksanakan dengan percobaan lapangan faktorial 3 x 3 disusun dalam rancangan acak lengkap kelompok (RALK). Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari 3 aras yaitu varietas Branang, varietas Gantari, dan varietas Cipanas. Faktor yang kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa pupuk kandang, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang kambing. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf nyata 5% dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan uji jarak berganda Duncan s multiple range test taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tanaman cabai merah varietas Branang memberikan rerata tertinggi pada berbagai parameter pengamatan dan pupuk kandang kambing memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas tanaman cabai merah. Kata kunci : varietas, pupuk kandang 1

Pendahuluan Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini ditunjang dari banyaknya lahan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, selain itu kondisi tanah di Indonesia yang mempunyai kandungan unsur hara yang baik sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Salah satu produk hortikultura yang menjadi unggulan dalam sektor pertanian di Indonesia adalah tanaman sayuran. Sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Sayuran dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah ataupun diolah terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan yang akan digunakan. Salah satu komoditi sayur yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat adalah cabai, sehingga tidak mengherankan bila volume peredaran di pasaran dalam skala besar (Devi, 2010) Cabai merah (Capsicum annuum L.) adalah tanaman yang termasuk dalam keluarga tanaman Solanaceae. Cabai merah merupakan komoditas sayuran yang tidak dapat ditinggalkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan yang tinggi setiap hari menyebabkan cabai merah merupakan komoditas strategis. Cabai merah mengandung zat gizi yang dibutuhkan manusia seperti vitamin A, vitamin C, karoten, zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan juga mengandung alkaloid seperti kapaicin, flavenoid, dan minyak esensial (Devi, 2010). Cabai merah mempunyai manfaat untuk bumbu masak atau bahan campuran pada berbagai industri pengolahan makanan dan minuman, tetapi juga digunakan untuk obat-obatan dan kosmetik (Setiadi, 2008). Buah cabai yang tidak tahan lama dan selalu dikonsumsi segar membuatnya harus tersedia setiap saat. Hal ini menyebabkan permintaan terhadap komoditas cabai selalu tinggi. Produksi cabai besar segar dengan tangkai di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 sebesar 17,13 ribu ton. Jika di bandingkan dengan tahun 2012 maka terjadi kenaikan produksi sebesar 677 ton (4,11%). Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan luas lahan sebesar 135 hektar (5,03%), namun apabila dintinjau dari produktivitasnya maka mengalami penurunan sebesar 0,05 ton per hektar (0,82%) di bandingkan tahun 2012 (BRS DIY, 2014). Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan perbaikan tekhnologi budidaya yaitu dengan penggunaan pupuk kandang dan varietas unggul. Menurut Samekto (2006), pemupukan adalah pemberian pupuk untuk menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman yang dihasilkah. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, baik berupa kotoran padat (feses) yang bercampur sisa makanan maupun air kencing (urine), seperti sapi, kambing, ayam,dan jangkrik. Selain menggunakan pupuk kandang untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai merah, juga harus memperhatikan varietas tanaman. Syukur (2013) mengungkapkan bahwa penggunaan benih unggul bermutu mutlak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas cabai. Ada banyak varietas cabai yang ada di pasaran. Varietasvarietas yang telah di rilis menteri pertanian dapat digunakan untuk budidaya cabai. 2

Berdasarkan uraian tersebut maka pemberian pupuk kandang pada budidaya tanaman cabai sangat diperlukan untuk memaksimalkan produktifitasnya, meski demikian belum diketahui varietas tanaman cabai yang berproduksi secara maksimal. Oleh karena itu penelitian tentang Respon Beberapa Varietas Cabai (Capsicum annuum L.) Pada Berbagai Jenis Pupuk Kandang Masih sangat penting untuk dilakukan. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2015 di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan Dan Hortikultura (BPPTPH) Jalan Kaliurang Km 23, Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih cabai varietas Branang, varietas Gantari, dan varietas Cipanas, pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam, ZA, KCl, SP-36, NPK, dan pestisida. Adapun alat yang digunakan antara lain adalah klorofil meter, lux meter, leaf area meter, cangkul, ember, gembor, penggaris, jangka sorong, meteran, oven, timbangan analitik, mulsa PHP, gunting, bambu, tali raffia, dll. Penelitian ini dilakukan di lapangan yang disusun dalam rancangan acak lengkap kelompok (RALK) yang terdiri dari 2 faktor : Faktor pertama adalah kultivar cabai (V) dalam 3 macam, yaitu : V1 (varietas Branang), V2 (varietas Gantari), dan V3 (varietas Cipanas) Faktor kedua adalah pupuk organik (P) dalam 3 macam, yaitu : P0 (Tanpa pupuk) P1 (Pupuk kandang ayam) 20 ton/ha, dan P2 (Pupuk kandang kambing) 20 ton/ha. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 3 x 3 = 9 kombinasi perlakuan dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga diperlukan 9 x 3 = 27 petak perlakuan. Setiap petak perlakuan terdapat 16 tanaman sampel. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian (Anova) pada taraf 5%. Jika hasil uji F tersebut berbeda nyata, maka dilakukan uji Duncan s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Pengamatan dilakukan pada umur 0 minggu setelah tanam MST, 3 MST, 6 MST, 9 MST, dan 12 MST, terhadap tinggi tanaman (cm), bobot kering brangkasan (gram), diameter batang (cm), klorofil daun (CCI), penyekapan cahaya (%), panjang akar (cm), luas dun (cm 2 ), jumlah buah cabai/tanaman, berat buah cabai/tanaman, indeks panen, dan hasil/satuan luas (ton/ha). Hasil dan Pembahasan 1. Tinggi tanaman macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, sedangkan perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Rerata tinggi tanaman dapat dilihat pada Tabel 1. 3

Tabel 1. Rerata Tinggi Tanaman (cm) Macam Pupuk kandang Tanpa Pupuk 12 a 15 a 32,61 b 74,33 a 78,55 b Ayam 12,11a 17,05 a 34,22 a 79,22 a 86,33 a Kambing 12 a 15,16 b 29 a 76,94 a 83,66 a Branang 12,11p 15,55 p 35 p 79,77 p 84,22 p Gantari 12 p 16,33 q 33,16 p 76,88 p 83,33 p Cipanas 12 p 15,33 p 27,66 q 73,83 p 81 p 2. Bobot kering brangkasan menunjukkan tidak ada interaksi antara perlakuan macam varietas dengan macam pupuk kandang. macam varietas berpengaruh nyata terhadap bobot kering brangkasan demikian juga perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap bobot kering brangkasan. Rerata bobot kering brangkasan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rerata Bobot Kering Brangkasan (g) Macam pupuk kandang Tanpa Pupuk 0,005 a 0,488 a 6,444 a 26 b 27,94 c Ayam 0,305 a 0,633 a 7 a 29,22 a 31,83 a Kambing 0,300 a 0,566 a 6,888 a 27,50 b 29,83 b Macam varietas Branang 0,305p 0,633 p 7,555 p 29,77 p 31,5 p Gantari 0,300 p 0,555 q 6,833 q 27,05 q 29,83 q Cipanas 0,300 p 0,500 q 5,944 r 25,88 r 28,27 r 3. Diameter Batang macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang tetapi pada berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Rerata diameter batang dapat dilihat pada Tabel 3. 4

Tabel 3. Rerata Diameter Batang (cm) Macam pupuk kandang Tanpa pupuk 0,19 a 0,28 b 0,50 b 0,91 c 1,05 b Ayam 0,20 a 0,39 a 0,67 a 1,19 a 1,26 a Kambing 0,19 a 0,30 b 0,61 b 1,05 b 1,16 b Branang 0,20 p 0,36 p 0,62 p 1,11 p 1,20 p Gantari 0,19 p 0,31 p 0,57 p 1,03 p 1,13 p Cipanas 0,03 p 0,31 p 0,59 p 1,01 p 1,14 p 4. Klorofil daun macam varietas berpengaruh nyata terhadap klorofil daun sedangkan perlakuan macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap klorofil daun. Rerata klorofil daun dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Rerata Klorofil Daun (CCI) Macam Pupuk Tanpa Pupuk 39 a 50,57 b 58,80 b 101,90 a 110,34 b Ayam 39,16 a 52,13 a 67,20 a 115,89 a 123,29 a Kambing 39 a 51,87 a 62,55 a 108,76 a 114,41 a Branang 39,16 p 53,96 p 68,23 p 116,71 p 122,40 p Gantari 39 p 52,73 p 63,96 p 107,35 p 118,78 p Cipanas 39 p 47,88 q 56,36 p 102,50 p 106,86 p (-) (-) (-) (-) (-) 5. Penyekapan cahaya macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap penyekapan cahaya sedangkan berpengaruh nyata terhadap penyekapan cahaya. Rerata penyekapan cahaya dapat dilihat pada Tabel 5. 5

Tabel 5 Rerata Penyekapan Cahaya (%) Macam Pupuk Tanpa Pupuk 8,26 a 14,94 a 31,07 b 42,16 a 48,18 a Ayam 8,26 a 15,26 b 31,11 b 42,28 a 47,16 a Kambing 8,36 a 15,94 b 32,17 a 43,61 a 48,77 a Branang 8,36 p 15,57 p 32,12 p 44,71 p 48,16 p Gantari 8,26 p 15,36 p 31,90 p 42,67 q 48,08 p Cipanas 8,26 p 15,21 p 30,34 q 40,67 r 47,87 p (-) (-) (-) (-) (-) 6. Panjang akar macam varietas tidak Tabel 6. Rerata Panjang Akar (cm) berpengaruh nyata terhadap panjang akar demikian juga perlakuan macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Rerata panjang akar dapat dilihat pada Tabel 6. Macam pupuk kandang Tanpa pupuk 2 a 3,16 c 5,44 b 20,33 c 22 a Ayam 2,11 a 3,94 a 7,88 a 22,66 a 23,88 a Kambing 2 a 3,50 b 7,22 a 21,38 b 23,61 a Branang 2,11 p 3,61 p 7,16 p 21,94 p 24,44 p Gantari 2 p 3,38 p 6,77 p 21,44 p 22,55 q Cipanas 2 p 3,61 p 6,61 p 21 p 22,50 r 7. Luas daun macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun sedangkan perlakuan macam pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap luas daun. Rerata luas daun dapat dilihat pada Tabel 7. 6

Tabel 7. Rerata Luas Daun (cm 2 ) Macam pupuk kandang Tanpa pupuk 48,01 p 105,77 c 789,34 b 1912,22 c 2418,19 b Ayam 48,43 p 138,66 a 990,37 a 2121,31 a 2604,71 a Kambing 48,01 p 122,66 b 1017,46 a 2020,47 b 2546,71 b Branang 48,43 a 127,11 p 1003,15 p 2030,38 q 2479,45 p Gantari 48,01 a 121,77 p 1009,37 p 2156,84 p 2743,98 q Cipanas 48,01 a 118,22 p 784,66 p 1866,77 r 2346,18 q 8. Jumlah buah cabai per tanaman (buah) macam varietas Tabel 8 Rerata Jumlah Buah Cabai per Tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah buah cabai per tanaman sedangkan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah cabai per tanaman. Rerata jumlah buah cabai/tanaman dapat dilihat pada Tabel 8. Varietas Macam pupuk Tanpa Ayam Kambing Rerata Branang 131,3333 152,3333 151 144,8889 p Gantari 147 142,6667 138,6667 142,7778 p Cipanas 124,3333 136,3333 133,3333 131,3333 p Rerata 134,2222 a 143,7778 a 141 a (-) Keterangan : Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom maupun barismenunjukkan 9. Bobot buah cabai per tanaman (g) menunjukkan ada interaksi antara perlakuan macam varietas dengan terhadap bobot buah cabai per tanaman. Rerata bobot buah cabai per tanaman dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9 Rerata Bobot Buah Cabai per Tanaman (g) Varietas Macam Pupuk Tanpa Ayam Kambing Jumlah Branang 644,98 d 696,42 ab 727,33 a 2068,73 Gantari 678,66 c 696,42 bc 678,66 c 2053,75 Cipanas 560,83 f 611,16 e 600,33 e 1772,33 Jumlah 1884,48 2004,01 2006,32 ( + ) Keterangan : Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom maupun barismenunjukkan ( + ) : Ada interaksi 7

10. Indeks panen (Harvest Indeks) macam varietas berpengaruh nyata terhadap indeks Tabel 10. Rerata Indeks Panen panen tetapi perlakuan macam pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap indeks panen. Rerata indek panen dapat dilihat pada Tabel 10. Macam pupuk Varietas Tanpa Payam Kambing Rerata Branang 0,871067 0,878859 0,875179 0,875035 p Gantari 0,877227 0,873814 0,871727 0,874256 p Cipanas 0,86043 0,859908 0,864574 0,861637 q Rerata 0,869574 a 0,87086 a 0,870493 a ( - ) 11. Hasil per satuan luas (ha) macam varietas berpengaruh nyata terhadap hasil per satuan luas demikian juga berpengaruh nyata terhadap hasil per satuan luas. Rerata hasil per satuan luas dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11. Rerata Hasil per Satuan Luas. Varietas Macam Pupuk Tanpa Ayam Kambing Rerata Branang 14,288 15,29 15,73 15,13 p Gantari 14,89 15,36 15,07 15,11 p Cipanas 12,46 13,58 13,34 13,12 q Rerata 13,88 b 14,90 a 14,58 a (-) Keterangan : Angka rerata yang diikuti huruf yang sama pada kolom maupun baris menunjukkan tidak ada beda nyata antar perlakuan berdasarkan uji DMRT pada jenjang nyata 5%. Pertumbuhan dan hasil tanaman cabai terbaik diperoleh pada varietas Branang. Hal ini diduga, perbedaan pertumbuhan dan hasil dari setiap varietas selain berkaitan dengan genetik dari tanaman itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan, hal ini sesuai pernyataan Gardner et. al. (1991) menyatakan bahwa faktor internal perangsang pertumbuhan tanaman ada dalam kendali genetik, tetapi unsur-unsur iklim, tanah dan biologi seperti hama, penyakit, gulma serta persaingan dalam mendapatkan unsur hara yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasilnya. Hasil tanaman cabai terbaik diperoleh pada jenis pupuk kandang kambing. Hal ini diduga, pertumbuhan tanaman sangat ditentukan oleh unsur hara yang tersedia dalam keadaan optimum dan seimbang. Sesuai pernyataan Dwidjoseputro (1983) yaitu suatu tanaman akan tumbuh subur apabila segala unsur hara yang dibutuhkan cukup tersedia dan dalam 8

bentuk yang sesuai untuk diserap tanaman. Pupuk kandang ayam mampu memberikan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai lebih baik dibandingkan pupuk kandang kambing. Pertumbuhan vegetatif yang kuat tidak selalu diikuti pertumbuhan generatif yang kuat pula. Pada umumnya pertumbuhan vegetatif yang kuat tanaman terus bertumbuh dengan membentuk tunas-tunas baru, sehingga sebagian dari karbohidrat digunakan untuk pertumbuhan tunastunas baru. Keadaan ini menyebabkan hasil/buah yang terbentuk berkurang. Terbentuknya buah lebih dipengaruhi oleh kandungan P didalam tanah. Pupuk kambing mampu menyediakan P lebih tinggi dibandingkan pupuk kandang ayam, sehingga cabai yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan buah yang dihasilkan oleh pupuk kandang ayam. Kandungan K yang cukup akan mampu mengurangi kerontokan buah, hal ini di dukung K pada pupuk kandang kambing lebih tinggi sehingga hasil buah lebih tinggi pula. Jumin (2005) menambahkan bahwa pertumbuhan hingga hasil produksi buah akan berhasil dengan sempurna apabila keperluan nutrisi atau unsur hara bagi tanaman mencukupi. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Varietas Branang memberikan pertumbuhan dan hasil yang paling baik dibandingkan varietas Gantari dan varietas Cipanas. 2. macam pupuk kandang kambing adalah yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. 3. Terjadi interaksi antara macam varietas dan macam pupuk kandang pada parameter bobot cabai per tanaman. Daftar Pustaka Badan Resmi Statistika. 2014. Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit, dan Bawang Merah Tahun 2013. BPS. Provinsi D.I.Yogyakarta. Devi, R. N. 2010. Budidaya Tanaman Cabai Merah. Tugas akhir.universitas Sebelas Maret. Surakarta. Dwidjoseputro. 1983. Pengantar Fisiologi Tanaman. PT Gramedia, Jakarta Gardner, F.P., R. B. Pearce dan R. I. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia press, Jakarta. 428 hlm. Jumin. H. B. 2005. Dasar-dasar Agronomi. Raja Grafindo Perseda. Jakarta. Cetakan kelima Samekto. R. 2006. Pupuk Kandang. PT. Citra Aji Parama. Yogyakarta. Setiadi. 2008. Bertanam Cabai (Edisi Revisi). Cetakan XXV. Penebar Swadaya. Jakarta. Syukur, M., R. Yunianti, dan R. Dermawan. 2013. Sukses Panen Cabai Tiap Hari. Penebar Swadaya. Jakarta 9