Peningkatan Kemampuan Membaca Dan Menulis Dengan Menggunakan Kartu Huruf di Kelas I SDN 2 Wombo

dokumen-dokumen yang mirip
Upaya Guru Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran PKn Dengan Menggunakan Peta Konsep Di Kelas IV SDN 1 Bale

Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Melalui Metode Inquiri di Kelas IV SD Inpres 4 Kasimbar

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 10 Karamat Melalui Media Gambar Pada Pembelajaran IPA Materi Tentang Alat-Alat Indera

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Materi Perpindahan Energi Panas Melalui Metode Demonstrasi di Kelas IV SDN 2 Salungkaenu

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I MIS Sinoutu Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI METODE PENUGASAN DI KELAS V SD INPRES MATANTIMALI KEC. MARAWOLA BARAT JURNAL PENELITIAN

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Kontekstual (CTL) Pada Perubahan Sifat Benda Siswa Kelas V SDN 3 Ogotua

Penerapan Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sifat Benda Bagi Siswa Kelas IV di SD Alkhairat Bale

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 4 ISSN X

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 9 Bokat Dengan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Contekstual Teaching Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV SDN Santigi

Roi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Peningkatan Keterampilan Siswa Menulis Permulaan Melalui Metode SAS di Kelas I SDN Raranggonau

Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Melalui Kartu Huruf Kelas I SDN No. 1 Alindau

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Alat Pernapasan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN No.

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas V SDN Doda Melalui Media Gambar Pada Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia

Meningkatkan Hasil Belajar Ips Mengenai Keragaman Suku Bangsa Dan Budaya Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas V SD Inpres 5

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Melalui Media Gambar Di Kelas II SDN 03 Lakea Kab. Buol

Ismiyatun, Ritman Ishak Paudi, dan Dewi Tureni Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Meggunakan Alat Peraga Pada Pembelajar Gerak Benda Bidang Studi IPA Di Kelas 1 SDN No 3 Siboang

Kata Kunci: Metode Diskusi Kelompok, Hasil Belajar, Pembelajaran PKn.

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA PADA SISWA KELAS V SDN 1 LABEAN MELALUI METODE LATIHAN

Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas IV SD Inpres 4 Kasimbar Menggunakan Huruf Kapital Dalam Karangan Melalui Metode Latihan

Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas I SDN Boyomoute Kecamatan Liang

Peningkatkan Kemampuan Murid Kelas II SDNNo. 2 Tambu Membaca Permulaan Melalui Metode Global

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Khususnya Materi Energi dan Perubahannya Melalui Pembelajaran Quantum Teaching di Kelas V SDN Inpres Matamaling

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas V SDN Tatarandang Pada Materi FPB Dan KPK

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat Di Kelas III SDN No. 2 Sikara Kecamatan Sindue Tobata

Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Melalui Metode SAS Siswa Kelas 1 SDN Tondo Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN 1 Lumbi-Lumbia Melalui Metode Latihan Terbimbing

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Teknik Modeling di Kelas III SD Terpencil Gondalon

Penerapan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains (Sifat Benda) di Kelas IV SDN 2 Karamat

Cindra Dewi, Muchlis Djirimu, dan Lestari Alibasyah. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Penerapan Metode Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran IPS di SDK Despot Petunasugi Kecamatan Bolano Lambunu

Penggunaan Alat Peraga Konkrit Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SDN No. 3 Ogoamas I Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala

Penggunaan Metode Demontrasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi Murid Kelas II SD Taba

Peningkatan Kemampuan Siswa Membuat Kalimat Tanya melalui Teknik 5w 1h di Kelas IV SD Inpres Lobu Gio

Oleh: Wildan, Muhammad Ali, Fatma Dhafir. Abstrak

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SDN 2 Donggulu Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Pemberian Tugas Individu Di Kelas IV

Penerapan Experiential Learning

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Santigi Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inquiri

Saida M. Oden Tau, Irwan Said, dan Anang Wahid. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn Melalui Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas IV SD Inpres Koyoan

Stenly, penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar penjas tentang budaya hidup sehaat siswa SDN Wuasa Kab. Poso

MENINGKATKAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENJELAJAHAN GERAK PADA SISWA KELAS V SDN 19 BOKAT KABUPATEN BUOL

Peningkatan Kemampuan Siswa Menyusun Paragraf Melalui Metode Latihan Pada Siswa Kelas III SDN 08 Paleleh

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Alat Peraga IPA Kelas IV SD Inpres 1 Siney

Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Sebagai Sumber Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN 10 Gadung

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Media Gambar di Kelas II SD Inpres 2 Mepanga Kecamatan Mepanga

Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran PKn di SDN 05 Lakea Kabupaten Buol

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS V SDN NO. 1 OTI MENULIS SURAT DINAS MELALUI PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING

Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio

Peningkatan Prestasi Belajar IPS Melalui Metode Pembelajaran Group Investigation Pada Siswa Kelas IV SDN 1 Tinauka

Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ips Dengan Menggunakan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas IV SD Inpres Laemanta

Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Kasimbar Membaca Puisi Melalui Teknik Pemodelan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 3 ISSN X. Ni Ketut Mirniati

Andriani, Mestawaty, AS.A. dan Ritman Ishak Paudi. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas V SD Inpres Kalola Dalam Mengomentari Peristiwa Faktual Yang Terjadi di Sekolah Melalui Media Gambar

Penerapan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas III di SDN 15 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Berbantuan Media Gambar di Kelas IV SD Inpres 15 Wara Pantoloan

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 8 ISSN X. Budianti, Vanny Maria, dan Ratman

Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya Alam di Kelas IV SDN FatufiaKecamatan Bahodopi

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 2 ISSN X

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Penerapan Diskusi di SDN Siney

Ritna. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Sarina. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas IV SDN Mantangisi Dalam Membaca Intensif Melalui Metode Pemberian Tugas

Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas II SDN Lalong Melalui Media Gambar Seri

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas IV SDK Siendeng Melalui Metode Diskusi

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA IPA KELAS V SD. Nurlianah SD Negeri Lengkongwetan I

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Dengan Menggunakan Metode Pemberian Tugas Kelas IV SDN Tolole

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDK Terpencil Punsung Beau Berbantuan Media Gambar Pada Mata Pelajaran IPA

Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Melalui Model Siklus Belajar Dengan Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 9 Ampana

Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 07 Salule Mamuju Utara

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No. 1 Enu Pada Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok

Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Global Pada Siswa Kelas I SDN 9 Ampana Kota

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Pemberian Tugas di SDN Silampayang

Peningkatan Kemampuan Membaca Melalui Metode SAS Siswa Kelas II SDN No.2 Alindau

Ahmad Rifai, Kamaluddin, dan Amiruddin Kasim. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN Tou Kabupaten Banggai

Penerapan Metode Bermain Peran Pada Materi Drama Anak Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 3 SDN Gio

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Inquiri Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Ongka

Lia Agustin. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Trisnawati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK

Penggunaan Metode Inquiri Dalam Pembelajaran IPS Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Apal

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inkuiri Terbimbing di Kelas IV SD Inpres 3 Terpencil Baina a

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SDN 18 BALAESANG TANJUNG MEMBACA NYARING MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING

Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas IV SDN Kolak Kecamatan Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan Dengan Penggunaan Metode Latihan

Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Media Benda Asli Pembelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Tingkulang Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KATA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 001 RIMBA SEKAMPUNG DUMAI

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 2 No. 2 ISSN X. Dian Kustianti. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 9 MAMBORO PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI METODE DEMONSTRASI. Oleh WAHDANIA* ABSTRAK

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Binangga Kecamatan Marawola Palu

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Pada Mata Pelajar IPA di kelas IV SD Terpencil Bainaa Barat

Transkripsi:

Peningkatan Kemampuan Membaca Dan Menulis Dengan Menggunakan Kartu Huruf di Kelas I SDN 2 Wombo Andi Langi, Moh.Tahir, dan Idris Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah, apakah kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas I SDN 2 Wombo dapat ditingkatkan dengan menggunakan kartu huruf siswa kelas I SDN 2 Wombo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca dan menulis di kelas I SDN 2 Wombo. Setting penelitian tindakan kelas ini adalah SDN 2 Wombo Kecamatan Tanantovea, dengan jumlah 15 siswa yang terdiri dari atas 9 orang lakilaki dan 6 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) lembar observasi guru, 2) lembar observasi siswa, dan 3) penilaian tes perorangan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan siswa membaca dan menulis permulaan dengan menggunakan media kartu huruf yakni dengan presentase peningkatan kemampuan siswa pada penelitian sebelum tindakan terdapat 5 siswa 33,33% yang termasuk dalam kategori kurang. Pada penelitian siklus I menunjukkan presentase aktivitas guru sebesar 89,28% (kriteria baik), persentase aktivitas siswa sebesar 53,57% (kriteria cukup), serta rata-rata hasil penilaian kemampuan siswa membaca dan menulis permulaan adalah 64,70% dengan kriteria cukup. Pada siklus II persentase penilaian aktivitas guru sebesar 98,21% (kriteria sangat baik), persentase penilaian aktivitas siswa sebesar 96,42% (kriteria sangat baik), serta rata-rata hasil penilaian kemampuan siswa membaca dan menulis permulaan melalui media kartu huruf sebesar 86,67% (kriteria sangat baik). Hasil tersebut secara keseluruhan telah mencapai kriteria yang ditetapkan yakni, daya serap individual minimal 65%, daya serrap klasikal 70% dan ketuntasan klasikal 80%, maka dianggap tuntas belajar. Dengan demikian, melalui media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan siswa membaca dan menulis pada siswa kelas I SDN 2 Wombo. Kata Kunci: Kemampuan Membaca dan menulis Permulaan, Media Kartu Huruf. I. PENDAHULUAN Membaca dan menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan membaca dan menulis seseorang 88

akan dapat memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan serta pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui membaca dan menulis itu akan memungkinkan siswa mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangan dan memperluas wawasannya. Dengan demikian, kegiatan membaca dan menulis di sekolah mempunyai peranan yang sangat penting. Pembelajaran membaca dan menulis di kelas rendah (kelas I) sekolah dasar merupakan pembelajaran tahap awal. Kemampuan membaca dan menulis yang diperoleh siswa kelas I sekolah dasar akan menjadi dasar pembelajaran membaca dan menulis di kelas berikutnya. Kemampuan membaca dan menulis yang diperoleh akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca dan menulis lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya, kemampuan membaca dan menulis permulaan benar-benar memerlukan perhatian khusus dari guru, jika dasar itu tidak kuat, maka pada tahap membaca dan menulis lanjut siswa akan mengalami kesulitan untuk dapat memiliki kemampuan membaca dan menulis yang memadai. Siswa yang tidak mampu membaca dan menulis dengan baik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada semua mata pelajaran. Selain itu, siswa juga akan mengalami kesulitan menagkap dan memahami informasi yang disajikan dalam berbagai buku pelajaran. Hal ini akan berdampak pada kemajuan belajarnya,sehingga menjadi lamban jika dibandingkan dengan teman yang lainnya. Oleh karena itu, guru kelas rendah (kelas I) haruslah berusaha dengan sungguhsungguh agar ia dapat memberikan dasar kemampuan memadai dalam pelaksanaan pembelajaran yang baik. Menyikapi hal tersebut di atas, sebagai seorang guru tentunya memiliki tugas untuk mempersiapkan siswa agar termotivasi dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis serta pemahaman terhadap apa yang dibaca dan ditulisnya. Selanjutnya, aspek kemampuan membaca dan menulis yang dimiliki oleh siswa kelas I SDN 2 Wombo masih mengalami masalah. Masalah tersebut terjadi karena kemampuan membaca dan menulis anak masih sangat rendah sehingga mempengaruhi kemampuan belajarnya. Perlu untuk diketahui bahwa membaca dan 89

menulis adalah dua aspek berbahasa yang memiliki hubungan sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. SDN 2 Wombo dalam proses pembelajaran sampai saat ini masih kurang variatif dalam menerapkan metode yang tepat pada materi membaca dan menulis karena guru lebih mendominasi kelas dalam kegiatan pembelajaran, sehingga siswa lebih sering berperan sebagai pendengar yang mengakibatkan rendahnya motivasi belajar siswa. Mengingat pentingnya membaca dan menulis permulaan dan melihat kenyataan pada siswa kelas I SDN 2 wombo yang memilki kemampuan membaca dan menulis yang sangat rendah, masih banyak siswa yang belum dapat membaca dan menulis kalimat dengan tepat, maupun dalam melafalkan bunyi huruf dalam sebuah kalimat. Oleh itu, untuk mengatasi masalah tersebut guru dituntut untuk lebih memahami dan mengembangkan berbagai metode di media kartu huruf serta keterampilan dalam proses pembelajaran agar dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa. Salah satu cara yang dapat ditempuh ke arah tersebut adalah penggunaan media, yang jika diterapkan dengan benar akan sangat mempengaruhi minat dan kemampuan siswa tersebut. Adapun media yang dimaksud itu adalah Media Kartu Huruf. Pengetahuan yang memadai tentang berbagai metode mengajar bagi seorang guru sangat penting dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi kemudahan (fasilitator). Vacca (Sri Nuryati,2008:1). Membaca merupakan kegiatan yang penting dalam kehidupan sehari-hari, karena membaca tidak hanya untuk memperoleh informasi, tetapi juga sebagai alat untuk memperluas pengetahuan bahasa seseorang. Syafi ie dalam Sofa (2009:1).Tujuan membaca permulaan tidak terlepas dari tujuan pendidikan pada umumnya dan pengajaran bahasa indonesia khususnya. Membaca permulaan adalah tujuan sementara untuk mencapai tujuan yang jauh lebih luas. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yang mengacu pada model Kemmis 90

dan MC Taggar, yaitu : rencana, tindakan, observasi dan refleksi (Depdiknas dalam Wardani,dkk.,2008:421). Penelitian ini bertempat di kelas I SDN 2 Wombo Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah siswa 15 orang yang terdiri atas 9 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Kegiatan yang dilakukan pada siklus I (pratindakan) adalah observasi kelas I SDN 2 Wombo, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, situasi dan kondisi ruang kelas. Dalam tahap perencanaan, kegiatan yang dilakukan adalah: 1)menyiapkan materi pembelajaran yang akan disajikan dengan menerapkan model pembelajaran menggunakan media kartu huruf, 2)membuat skenario pembelajaran, 3)membuat rencana pembelajaran/rpp, 4)menyiapkan alat bantu/media pembelajaran Kartu Huruf, 5)membuat lembar observasi siswa dan guru, dan 6)menyiapkan tes untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas I SDN 2 Wombo. Pelaksanaan tindakan kelas oleh peneliti dengan berpedoman pada perencanaan yang sudah ditetapkan dan sesuai dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut. a. Pendahuluan (+ 5 menit) Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah : 1. Membimbing siswa untuk berdo a 2. Memberikan motivasi kepada siswa 3. Menuliskan pokok bahasan materi 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran 5. Mengajak dan memberikan motivasi kepada siswa. b. Kegiatan inti (+ 45 menit) Kegiatan guru: 1. Siswa diperkenalkan dengan membaca dan menulis satu contoh kalimat sederhana. 2. Guru menggunakan Kartu Huruf sebagai media. 91

3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. 4. Siswa diberi kesempatan menyusun kata dengan kartu huruf i n i a n melalui i bimbingan guru. 5. Guru meminta siswa maju ke depan kelas untuk membaca dan menulis kalimat sederhana satu-persatu menggunakan kartu huruf. 6. Guru melakukan penilaian terhadap siswa. c. Kegiatan akhir (+ 10 menit) 1. Guru memotivasi siswa dengan cara meminta satu orang siswa yang sudah memiliki tingkat kemampuan membaca dan menulis yang baik, sebagai contoh tentang bagaimana cara membaca dan menulis yang benar kepada siswa yang lain. 2. Guru memberikan penghargaan kepada siswa, seperti mengucapkan kata Bagus! atau memberi nilai yang sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan. 3. Guru memberikan penguatan kepada siswa tentang bagaimana cara membaca dan menulis yang benar. Observasi dilaksanakan di kelas dengan sasaran pengamatan, yakni aktivitas siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran Bahasa Indonesia. Seluruh data dan hasil diperoleh dari berbagai sumber, kemudian dianalisis dan direfleksikan guna melihat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan tindakan agar lebih efektif pada pelaksanaa siklus berikutnya. Pelaksanaan siklus II tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan tindakan pada siklus I, hanya saja ada beberapa hal yang mengalami perubahan dan harus diperbaiki serta disesuaikan dengan perubahan hasil yang ingin dicapai namun tetap berorientasi pada penerapan Media Kartu Huruf. Kemudian, hasil data yang diperoleh pada siklus II akan dikumpulkan dan dianalisis serta akan dijadikan acuan dalam menetapkan kesimpulan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil evaluasi kemampuan siswa membaca 92

dan menulis permulaan, sedangkan data kualitatif adalah data yang berupa lembar observasi aktivitas guru (sebagai peneliti) dan siswa (objek penelitian) dalam proses pembelajaran. Untuk memperoleh data penelitian, digunakan teknik analisis data kualitatif dengan tahapan sebagai berikut: 1. Mereduksi Data Kegiatan ini merupakan bagian dari analisis yang digunakan untuk memperjelas informasi, menggolongkan, mengarahkan, dan membuang yang tidak perlu, serta mengorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. 2. Menyajikan Data Tahap ini dilakukan dengan cara menyusun data secara sederhana ke dalam tabel guna mempermudah dalam membuat suatu kesimpulan. 3. Verifikasi Data / Penyimpulan Tahap ini adalah merupakan proses penyampaian dalam bentuk penyajian inti penelitian dalam bentuk paparan atau kalimat yang singkat dan jelas. Analisis data hasil observasi terhadap aktivitas siswa dan pengelolaan pembelajaran membaca dan menulis permulaan oleh guru/peneliti menggunakan data kualitatif (Sudjana, 2004: 37) dengan skor penilaian sebagai berikut : 1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Sangat Baik Selanjutnya dari presentase di atas dapat dihitung presentase rata-rata dengan rumus sebagai berikut : Presentase nilai rata rata (NR) = Jumlah skor perolehan Jumlah skor maksimal x 100% Tehnik analisis data yang gunakan dalam menganalisis data kuantitatif untuk menetukan presentase ketuntasan belajar siswa berdasarkan (Depdiknas, 2001: 37), dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 93

1. Daya Serap Individual (DSI) DSI = Jumlah skor perolehan seluruh siswa Jumlah skor maksimal x 100% Suatu kelas dapat dikatakan tuntas belajar secara individu jika presentase daya serap individu sekurang-kurangnya 65%. 2. Ketuntasan Belajar Klasikal (KBK) KBK = 3. Daya Serap Klasikal (DSK) Jumlah Seluruh Siswa yang Tuntas Jumlah Seluruh Siswa DSK = Skor Total Peserta Skor Ideal Seluruh Siswa x 100% x 100% (Suatu kelas dapat dikatakan tuntas belajar jika presentase daya serap klasikal sekurang-kurangnya 65%). III. HASIL DAN PEMBAHASAN Hal yang dapat dijadikan sebagai indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas adalah apabila data yang diperoleh telah menunjukkan adanya perolehan hasil evaluasi maksimal selama penelitian dengan kriteria indikator kuantitatifnya menunjukkan daya serap individual minimal 65%, daya serap klasikal 70% dan ketuntasan klasikal 80%, maka dapat dianggap tuntas belajar. (Depdiknas,20001). Kegiatan pra-tindakan dilakukan guna mendapatkan data awal tentang tingkat kemampuan siswa membaca dan menulis permulaan siswa kelas I SDN 2 Wombo, dengan jumlah siwa yang menjadi objek penelitian 15 orang siswa. Hasil kemampuan membaca permulaan pada pra-tindakan dapat dilihat pada Tabel 1. 94

Tabel 1. Hasil Penilaian Kemampuan Siswa Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Kartu Huruf No Nama Aspek Penilaian Ratarata Membaca Vokal Lafal Intonasi T TT 1 Ade Nurul Idzati 40 50 50 47 2 Anes Lestari 50 60 50 53 3 Anjelika 70 80 80 77 4 Citra Anggun 80 80 80 80 5 Alva 70 80 70 73 6 Fitra Aulia 50 60 50 53 7 Moh. Anantiar 50 50 50 50 8 Mudfarel Safizar 60 50 50 53 9 Muh. Febriansyah 70 70 80 73 10 Muh. Jamil 50 60 60 57 11 Putra Aditya 60 50 40 50 12 Reza Saputra 80 80 90 83 13 Stenli Adam 50 50 50 50 14 Yayan Yudha Pradista 40 50 50 47 15 Reza Ramadhani 40 50 50 47 Jumlah Skor Tiap Soal 860 920 900 2680 Jumlah Skor Maksimal 1500 1500 1500 4500 Presentase Skor Tercapai (%) 57 61 60 Skor Tertinggi Skor Terendah Banyak Siswa Yang Tuntas : 90 : 40 : 5 Persentase Ketuntasan Klasikal : 5/15x100 = 33,33 % Persentase Daya Serap : 2680/4500x100 = 59,55% Berdasarkan tabel 1, maka hasil evaluasi awal pra-tindakan dari 15 siswa yang dijadikan objek, diperoleh data tingkat kemampuan siswa berdasarkan 5 aspek penilaian rata-rata ketuntasan, ada 5 siswa yang mencapai nilai ketuntasan klasikal atau 33,33%. Rendahnya hasil tersebut disebabkan oleh sebahagian besar siswa belum mampu menyambung kata, merangkai huruf menjadi kata, dan belum dapat membaca dengan benar. Maka perlu diadakan perubahan konsep dan strategi penyajian pembelajaran agar siswa dapat lebih memahami materi yang akan diajarkan. 95

Kegiatan selanjutnya adalah tes atau memberikan penilaian terhadap tingkat kemampuan menulis permulaan pada siswa yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Penilaian Kemampuan Siswa Menulis Permulaan Dengan Menggunakan Kartu Huruf No Nama Aspek Penilaian Menulis Ratarata Tuntas Tidak Ketepatan Tuntas penulisan Kerapian huruf 1 Ade Nurul Idzati 50 50 50 2 Anes Lestari 50 50 50 3 Anjelika 90 80 85 4 Citra Anggun 80 70 75 5 Alva 70 80 75 6 Fitra Aulia 60 60 60 7 Moh. Anantiar 50 60 55 8 Mudfarel Safizar 60 60 60 9 Muh. Febriansyah 70 80 75 10 Muh. Jamil 50 60 55 11 Putra Aditya 60 50 55 12 Reza Saputra 80 90 85 13 Stenli Adam 60 60 60 14 Yayan Yudha Pradista 40 50 45 15 Reza Ramadhani 40 50 45 Jumlah Skor Tiap Soal 910 950 1860 Jumlah Skor Maksimal 1500 1500 3000 Presentase Skor Tercapai (%) 61 63 Skor tertinggi Skor Terendah Banyak Siswa Yang Tuntas : 90 : 40 : 5 Persentase Ketuntasan Klasikal : 5/15x100 = 33,33% Persentase Daya Serap : 1860/3000x100 = 62% Setelah selesainya pelaksanaan pembelajaran siklus I dengan penggunaan media kartu huruf untuk meningkatkan kemampuan dan menulis siswa, kegiatan selanjutnta adalah pemberian tes atau evaluasi terhadap kemampuan membaca dan menulis pemulaan dapat dilihat pada Tabel 3. 96

Tabel 3. Hasil Penilaian Kemampuan Siswa Membaca Permulaan Dengan Menggunakan Kartu Huruf No Nama Aspek Penilaian Ratarata Membaca Vokal Lafal Intonasi T TT 1 Ade Nurul Idzati 80 85 80 82 2 Anes Lestari 80 90 70 80 3 Anjelika 70 80 80 77 4 Citra Anggun 80 80 80 80 5 Alva 90 90 80 87 6 Fitra Aulia 80 85 70 78 7 Moh. Anantiar 80 90 90 87 8 Mudfarel Safizar 70 85 70 75 9 Muh. Febriansyah 80 90 80 83 10 Muh. Jamil 80 85 70 78 11 Putra Aditya 90 90 70 83 12 Reza Saputra 90 100 90 93 13 Stenli Adam 70 80 70 73 14 Yayan Yudha Pradista 60 50 50 53 15 Reza Ramadhani 50 60 50 53 Jumlah Skor Tiap Soal 1150 1240 1100 3490 Jumlah Skor Maksimal 1500 1500 1500 4500 Presentase Skor Tercapai (%) 77 83 73 Skor Tertinggi Skor Terendah Banyak Siswa Yang Tuntas : 100 : 50 : 13 Persentase Ketuntasan Klasikal : 10/15x100 = 86,67 % Persentase Daya Serap : 3490/4500x100 = 77,55% Jumlah 4 6 40 50 Skor Maksimum 56 Persentase Hasil Penilaian : (50/56) x 100% =89,28% ( Kriteria Sangat Baik) Berdasarkan Tabel 3, maka hasil evaluasi siklus II dari 15 siswa yang dijadikan subyek diperoleh data kemampuan siswa dari ketiga aspek penilaian ratarata ketuntasan klasikal hanya sebanyak 13 orang siswa 86,67% dengan criteria 97

sangat baik. sehingga dapat dikatakan sudah melabihi dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 80%. Tabel 4. Hasil Penilaian Kemampuan Siswa Menulis Permulaan Dengan Menggunakan Kartu Huruf No Nama Aspek Penilaian Menulis Ratarata Tuntas Tidak Ketepatan Tuntas penulisan Kerapian huruf 1 Ade Nurul Idzati 90 90 90 2 Anes Lestari 80 85 50 3 Anjelika 70 90 80 4 Citra Anggun 90 90 90 5 Alva 90 90 90 6 Fitra Aulia 100 85 93 7 Moh. Anantiar 90 85 88 8 Mudfarel Safizar 70 90 80 9 Muh. Febriansyah 80 85 83 10 Muh. Jamil 80 90 85 11 Putra Aditya 90 95 93 12 Reza Saputra 100 100 100 13 Stenli Adam 80 95 88 14 Yayan Yudha Pradista 50 50 50 15 Reza Ramadhani 50 60 55 Jumlah Skor Tiap Soal 1210 1280 2490 Jumlah Skor Maksimal 1500 1500 3000 Presentase Skor Tercapai (%) 81 85 Skor tertinggi Skor Terendah Banyak Siswa Yang Tuntas : 100 : 50 : 13 Persentase Ketuntasan Klasikal : 13/15x100 = 86,67 % Persentase Daya Serap : 2490/3000x100 = 83% Berdasarkan tabel penilaian membaca dan menulis pada siklus II dari 15 siswa yang dijadikan subyek penelitian kemampuan siswa dari aspek-aspek penilaian ratarata ketuntasan klasikal hanya 13 orang siswa 86,67 % maka dapat dikatakan sudah melebihi dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 80 % dan penelitian ini telah dianggap tuntas. 98

Pembahasan Setelah menyajikan data, maka pada bagian ini perlu ditindak lanjuti dengan membahas masalah hasil penelitian. Adapun fokus pembahasan adalah masalah penelitian yang menyebutkan: apakah kemampuan membaca dan menulis siswa dapat ditingkatkan menggunakan kartu huruf pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SDN 2 Wombo? Beberapa aspek dapat dijadikan sebagai indikator untuk menegaskan bahwa dengan menggunakan media yang cukup dan langsung dilakukan oleh siswa dapat meningkatkan kemampuan siswakelas I memabaca dan menulis dengan menggunakan media kartu huruf. Kegiatan Pratindakan Sebelum proses pembelajaran siklus I maka peneliti melakukan pra tindakan (tes awal) yang bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengetahui perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan. Peneliti mengambil data awal dari hasil belajar siswa pada pelajaran sebelumnya karena peneliti adalah guru kelas I SDN 2 Wombo. Hasil analisi pada tabel 4.1 memberikan gambaran bahwa pembelajaran yang dilaksanakan kurang efektif. Berdasarkan hasil belajar yang diperoleh menunjukkan 10 siswa yang masih belum tuntas secara individu. Siswa dikatakan tuntas apabila nilai yang diperoleh sama atau lebih dari 80% yang sesuai dengan indikator keberhasilan. Hal ini disebabkan karena strategi atau metode pembelajaran yang digunakan selama ini masih kurang menarik perhatian siswa. Oleh karena itu peneliti mencari solusi untuk mengatasinya dengan menggunakan metode dan media yang tepat yakni dengan melalui media kartu huruf. Pelaksanaan Tindakan Tahap berikutnya adalah pelaksanaan tindakan yang merupakan proses dan langkah-langkah peneliti. Pelaksanaan adalah salah satu proses daur ulang dalam satu siklus yang berkelanjutan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. 99

Pada penelitian ini pelaksanaan tindakan perencanaan untuk setiap siklus adalah sama yaitu mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran, membuat lembar observasi dan mempersiapkan tes hasil belajar. Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran secara umum sesuai dengan yang direncanakan. Observasi dilakukan terhadap aktifitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran. Secara umum penilaian yang diberikan pengamat adalah baik untuk setiap pertemuan. Keadaan seperti inilah yang perlu dikembangkan didalam pembelajaran kontekstual sebagaimana yang dituntut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Keseriusan siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Demikian pula kerjasama dalam kelompok lebih meningkat pada setiap kali pertemuan. Selanjutnya, pada akhir siklus dilakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan berupa aktifitas siswa, aktifitas guru, maupun hasil belajar siswa. Refleksi yang dilakukan pada siklus I merupakan perbaikan-perbaikan perencanaan pada siklus selanjutnya. Sesuai dengan perencanaan penelitian ini berlangsung dalam dua siklus, tetapi apabila dalam pelaksanaan tindakan pada siklus II belum mencapai indikator keberhasilan dapat dilakukan untuk siklus selanjutnya. Namun dalam penelitian ini refleksi siklus II mencapai ketuntasan kelajar secara klasikal sehingga penelitian penelitian ini dilakukan hanya dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus II ada dua orang siswa tidak tuntas karena siswa tersebut sering tidak masuk sekolah disebabkan jarak tempat tinggal jauh dari sekolah. Siklus I Ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal dalam siklus I mencapai 33,33% dan ketuntasan individu sebanya 5 siswa. Dari data tes hasil belajar siswa pada siklus I secara umum dapat dikatakan sudah sangat baik bila dibandingkan dengan tes awal. Namun secara individu, masih ada 10 siswa yang belum tuntas belajar, sehingga merupakan suatu keharusan peneliti mencari solusi untuk pemecahan 100

masalah ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan cara mengubah scenario pembelajaran agar siswa lebih tertarik untuk belajar. Siklus II Berdasarkan analisi hasil belajar siswa siklus II menunjukkan suatu keberhasilan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun klasikan. Tuntas belajar secara individu sebanyak 15 siswa dan secara klasikal 86,67%. Namun masih ada siswa yang belum tuntas dan siswa tersebut tersebut adalah murid yang belum tuntas pada siklus I tetapi bila ditinjau dari daya serap individu dapat dikatakan terjadi peningkatan hasil balajar siswa yang telah mencapai atau melebihi dari indicator keberhasilan yang telah ditetapkan. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan halhal sebagai berikut: 1. Penggunaan media kartu huruf dalam proses pembelajaran menjadikan siswa kelas I SDN 2 Wombo menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. 2. Penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas I SDN 2 Wombo. 3. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I dilakukan perbaikan tindakan, sehingga diperoleh hasil pada siklus II yang menunjukan adanya peningkatan kemampuan siswa hampir setiap aspek yang diamati. Saran 1. Pihak institusi pendidikan yaitu untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan khususnya SDN 2 Wombo mengunakan media kartu huruf sebegai langkah meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa. Diharapkan guru SD lainnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala menggunakan media kartu huruf yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam hal membaca dan menulis permulaan. 101

DAFTAR PUSTAKA Ahmad Rofi uddin & Darmiyati Zuchdi. (1999). Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia di Kelas Tinggi. Jakarta: Ditjen Dikti. Darmiyati Zuchdi, & Budiasih. (1996/1997). Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Ditjen Dikti. Esther Kartika, 2008. Kemampuan Dasar Menulis.Dalam Jurnal Bahasa dan Sastra.No.03/Th/Desember 2008. 102