PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR : 7 TAHUN 2012 TENTANG PENGEMBALIAN PINJAMAN DAERAH DALAM RANGKA INVESTASI PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam rangka membiayai kegiatan investasi prasarana dan/atau sarana dalam rangka penyediaan pelayanan publik, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur melakukan pinjaman jangka panjang kepada Pemerintah; b. bahwa guna keperluan sebagaimana dimaksud pada huruf a, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan Pinjaman Daerah pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP); c. bahwa dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah adalah adanya Peraturan Daerah; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, huruf b dan huruf c perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pengembalian Pinjaman Daerah Dalam Rangka Investasi Pemerintah; Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur 1
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4268); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesian Nomor 5234); 2
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesian Nomor 4578); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Investasi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 14, tambahan Lembaran Negara republik Indonesia Nomor 4812); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5219); 13. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Kabupaten Lombok Timur (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2008 Nomor 2 Tahun 2008, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 1); 14. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2008 Nomor 4 Tahun 2008, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 3); sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 3
2009 Nomor 15, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 10); 15. Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 9 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2012 (lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur Tahun 2011 Nomor 9). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR dan BUPATI LOMBOK TIMUR M E M U T U S K A N : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENGEMBALIAN PINJAMAN DAERAH DALAM RANGKA INVESTASI PEMERINTAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai Unsur Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 2. Pemerintahan Daerah adalah Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistim dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Bupati adalah Bupati Lombok Timur. 4. Dewan Perwakilan rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Timur. 5. Pusat Investasi Pemerintah yang selanjutnya disingkat PIP adalah Instansi Pemerintah pada Kementrian Keuangan Republik Indonesia yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dalam 4
bidang pendanaan pembangunan infrastuktur sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan. 6. Pasar Umum Masbagik adalah salah satu pasar tradisional sebagai tempat atau prasarana transaksi jual beli masyarakat yang kondisinya saat ini tidak mampu menampung aktivitas pedagang. 7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintahan Daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. 8. Pinjaman Daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain sehingga Daerah dibebani kewajiban untuk membayar kembali. 9. Pengembalian Pinjaman adalah kewajiban untuk membayar kembali semua transaksi yang mengakibatkan Daerah menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain. 10. Investasi Pemerintah adalah penempatan sejumlah dana dan/atau barang dalam jangka panjang untuk investasi pembelian surat berharga dan investasi langsung untuk memperoleh manfaat ekonomi, sosial. dan/atau manfaat lainnya. 11. Perjanjian Investasi adalah kesepakatan tertulis dalam rangka penyediaan dana investasi antara Badan Investasi Pemerintah dengan Badan Usaha, Badan Layanan Umum, Perintah Provinsi/Kabupaten/Kota, BLUD dan/atau Badan Hukum Asing. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Maksud Pinjaman Daerah adalah untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan daerah dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penyediaan investasi prasarana dan sarana. (2) Tujuan Pinjaman Daerah adalah untuk peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana pasar sebagai distribusi hasil produksi masyarakat dalam rangka pertumbuhan ekonomi dan perdagangan. BAB III JUMLAH DAN SUMBER Pasal 3 5
Jumlah Pinjaman Daerah ditetapkan sebesar Rp34.350.000.000,- (tiga puluh empat milyar tiga ratus lima puluh juta rupiah). Pasal 4 Sumber Pinjaman Daerah berasal dari Pusat Investasi Pemerintah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. BAB IV BUNGA DAN JANGKA WAKTU Pasal 5 (1) Besaran bunga Pinjaman Daerah sebesar 7,5 % per tahun. (2) Jangka waktu pembayaran pengembalian Pinjaman Daerah adalah 5 (lima) tahun mulai Tahun Anggaran 2013 sampai Tahun Anggaran 2017 BAB V TATA CARA PEMBAYARAN Pasal 6 (1) Jumlah angsuran hutang pokok dan bunga Pinjaman daerah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selama jangka waktu Pinjaman Daerah. (2) Jumlah angsuran hutang pokok dan bunga Pinjaman Daerah sesuai dengan nilai yang tertuang dalam Perjanjian Investasi dalam bentuk pemberian Pinjaman Pemerintah Daerah. (3) Realisasi pembayaran angsuran hutang pokok dan Bunga Pinjaman Daerah dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan daerah. BAB VI SANKSI ADMINISTRASI Pasal 7 Dalam hal Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur tidak memenuhi kewajiban pembayaran pengembalian pinjaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, pembayaran kewajiban diperhitungkan dengan Dana Alokasi Umum dan/atau Dana Bagi Hasil yang menjadi hak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. 6
BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 8 Syarat-syarat dan ketentuan terkait pelaksanaan Pinjaman Daerah dan pengembaliannya berpedoman pada Perjanjian Investasi Dalam Bentuk Pemberian Pinjaman Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pembangunan Pasar Umum Masbagik di Kabupaten Limbok Timur Antara Pusat Investasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur. Pasal 9 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Timur. Ditetapkan di Selong pada tanggal 25 Juni 2012 BUPATI LOMBOK TIMUR, ttd M. SUKIMAN AZMY Diundangkan di Selong pada tanggal 25 Juni 2012 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR, ttd USMAN MUHSAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2012 NOMOR 7 7
PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENGEMBALIAN PINJAMAN DAERAH DALAM RANGKA INVESTASI PEMERINTAH I. UMUM Pembangunan Pasar Tradisional Masbagik yang ramah lingkungan menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, mengingat Pasar Tradisional Masbagik merupakan salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan lokomotif pembangunan di daerah, juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, antara lain untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja, mempercepat akses pada lapangan kerja, dan pemenuhan kebutuhan, serta peningkatan kemakmuran dan terwujudnya stabilitas makro ekonomi Untuk menyikapi permasalahan keterbatasan Anggaran dalam pembanguna Pasar Tradisional Masbagik tersebut, sebagaiman juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah, Pemerintah Daerah melakukan daerah pada Pusat Investasi Pemerintah. Adapun salah satu syarat pinjaman dari Pusat Investasi Pemerintah adalah adanya Peraturan Daerah tentang Pengembalian Pinjaman Daerah Dalam rangka Invesatsi Pemerintah. Sehubungan dengan pertimbangan tersebut, maka perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengembalian Pinjaman Daerah Dalam Rangka Investasi Pemerintah. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Ayat (1) 8
Ayat (2) Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Ayat (1) Ayat (2) Pasal 6 Ayat (1) Ayat (2) Pasal 7 Yang dimaksud Dana Alokasi Umum adalah Dana yang bersumber dari Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi Yang dimaksud Dana Bagi Hasil adalah Dana yang bersumber dari Pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Pasal 8 Pasal 9 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 7 9