Oleh: Yasser A. Amiruddin

dokumen-dokumen yang mirip
RINDU. Puguh Prasetyo ~ 1

Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Ruang Rinduku. Part 1: 1

Budi Mulyanto. Hati Bicara

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

SYAIR KERINDUAN. Genre: Puisi-puisi cinta, sahabat, keluarga semuanya tentang CINTA dan CITA-CITA.

Penantian Terakhir. Susi Retno Juwita. Penerbit Nulisbuku.com

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga:

Larantuka. Mungkin sekembalinya pagi Kita akan bertemu pada tepian lautmu

Karena Kita Adalah Hujan

Lebih dekat dengan Mu

1 Curahan Hati Sebatang Pohon Jati

Mukadimah. Aku bukan siapa-siapa Hanya mencoba untuk bercerita dari khayalan dan pengalaman

1. Aku Ingin ke Bandung

Lampiran 1. Data Pemajasan dalam Puisi-puisi Anak di Harian Kedaulatan Rakyat edisi Minggu bulan Januari Maret 2012.

Kesengsaraan adalah aku! Apakah ia kan mencampur kesedihannya atas jalinan persahabatan dengan sahabat lainnya yang serupa? Apakah ia tidak kesepian

Tapi, tapi, tapi ternyata, ia ada di mana-mana, dan sepertinya, semuanya sama saja, sama berbelit-belitnya, sama membingungkannya, sama

KU INGIN GAPAI CINTAKU

TEMAN KESUNYIAN BUKU PUISI BAGUS EKO SAPUTRO

Sebening Air Mata Tuhan

KASIH. Embusan angin panas menghempas Membakar semua yang dilaluinya Bara panas membara membahana Menghanguskan makhluk persada

Yang Mencinta dalam Diam

KAU YANG HIDUP DALAM KATA-KATA

Ariesty Kartika. Kerangka Jiwa

Tuhan dalam Cerita. Pada paru-paru yang terhujam dangkal ke sukma. Dikala nafas mulai menepi pada gulita tanpa suara

Percakapan Kasih. Oleh: M. Febriyadi dan Gusmarni

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

BABAK I DI KOTA INDAH NAN MULIA

HW Prakoso. Yang Terabaikan. ~ Kumpulan Naskah Gatot!! ~ Publishing

Aku Mencintai dan Dicintai Cinta

Coffee Break : Kegalauan Raya

Sepasang Sayap Malaikat

Dimas Dewa. Sajak Satu tm

Berlari. Nurlaeli Umar


LUKISAN JIWA PEREMPUAN

KELUARGAKU. Etty S. Kawilarang

Terkadang ia adalah aku. Terkadang juga kamu. Ya, kamu, Jend!

MASYA ALLAH. Sempurna Tuhan menciptakan Dirimu yang tiada cela Kurasa engkaulah orangnya Yang tercantik di jagat raya

Last Child Feat Giselle Seluruh Nafas Ini

Ah sial aku selingkuh!

Kepada Pemuda Bangsa

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

AWAL PERTEMUAN SANG MIMPI

Kumpulan fenomena rasa tercurahkan oleh kata yang. berharap bermakna untuk pembaca sebagai inspirasi. dari sebuah persepsi.

JISA AFTA KITAB SEMILIR

2 Andika Pratama. Sanksi Pelanggaran Pasal 72. Undang-Undang Nomor 19 Tahun Tentang Hak Cipta

Dibuat ketika latihan Guru Melek Literasi

PUISI LBPPR 2017 PENYISHAN TAHAP 1 (PELAJAR)

Puisi PUISI. wie0689 Puisi Copyright Darwisyah Nasution

ORIENTASI RASA. Oleh Maria Dorotea

Matahari dan Kehidupan Kita

Kilat masih terus menyambar dan menyilaukan mata. Cahaya terangnya masuk melalui celah-celah jendela dan ventilasi udara. Suara petir terus menderu

BATANG BERMANFAAT. Farhan Abdul Aziz M. Kau berjalan diatas kertas Kau menari-nari diatas kertas Kau berjasa bagi kita Kau adalah pahlawanku

PERGI UNTUK KEMBALI KUAKAN PERGI MENINGGALKAN DIRIMU MENYUSURI LIKU HIDUPKU JANGANLAH KAU BIMBANG DAN JANGAN KAU RAGU BERIKANLAH SENYUMAN PADAKU

"Jika saya begitu takut maka biarlah saya mati malam ini". Saya takut, tetapi saya tertantang. Bagaimanapun juga toh akhirnya kita harus mati.

Bayangan Merah di Laut dan Tempat Untuk Kembali:

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Dar Almady. Almady s List: Puisi Senandung Jangkrik. Bagian 2

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Beberapa cara untuk memiliki Cinta Sejati

Peter Swanborn, The Netherlands, Lima Portret Five Portraits

Satu hal lagi, mereka tahu apa yang terjadi pada keluarga pemilik rumah ini.

Rintik, rintik, Tiap tetesnya menyimpan kisah yang harus segera diceritakan. Sebelum semuanya kembali memuai ke awan.

MUARA HATI. Sedikit rasa curiga yang sempat terlihat dari matanya, kini hilang tak bersisa. Terlebih saat

Pancor. Sebuah desa terpencil di sebelah timur pulau Lombok menawarkan kisah nyata yang begitu memotivasi dalam mengarungi dahsyatnya gelombang

MUNGKIN KU SALAH MENGARTIKAN

Karya-Karya. Agus Sri Purwanto

Simoan DELAPAN SIMOAN

Gambar 1. Teteasan air dan Kristal es di dalam awan menghamburkan spectrum cahaya tampak kesegala arah

IVANA PAULINE HANDOJO. -ie- JEJAK SAPU TANGAN. nulisbuku.com

Suratku. 1 Rosyid Ridho [Paulheme]

Semangat ya kerja kelompok nya. J

Alifia atau Alisa (2)

Perempuan dan Seekor Penyu dalam Senja

Bandung, 30 Juni Adam Rahadian Ashari

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN

Sample Upload. Perjalanan 60 hari

Hanya Lima. Penulis: Boy Candra, Dkk Copyright 2012 by Boy Candra. Desain Sampul: (Nuzula Fildzah) Editor: (Nuzula Fildzah)

PENJAGAL ANGIN. Tri Setyorini

SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 1. TEKS CERITA MORAL/FABELLatihan Soal 1.3

Kulihat Lelaki itu Kala Petang A N G E L I C A Y A P U T R I

Di bawah daun yang menggugur dan resah embun menembus kulitku di remang bulan malu-malu aku memikirkanmu

Mataram Binangkit Jilid 1

I NEED YOU. oh baby don t you know how much i love you. oh baby don t you know how much i miss you. oh baby don t you know it s true

(Cintaku) Bait Pertama. Angin senja begitu halus berhembus. Sore itu, di

Karya Kreatif Tanah Air Beta. Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam buku hariannya. Karya

Berdiri. 2. NYANYIAN JEMAAT Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara NKB 34:1-3 (prosesi Alkitab simbol Firman Allah yang siap untuk diberitakan)

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu.

2 Untuk Jiwa Yang Merindu TUHAN-NYA

Hanya Ingin Kau Tahu

Jukstapuisi Cinta. I H s a n m a u l a n a.

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut

YAYAN FIRMANSYAH DIARY ADAM ( ) Penerbit: Diary Sang ADAM

Bacalah puisi berikut! Meski kini Mampu aku berdiri, berjalan sendiri Tetapi aku anakmu, butuh kasihmu Ibu.. Tema dari puisi tersebut adalah.

Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL

Hari ini kesunyian ku bertambah parah, tiada lagi yang bisa ku lakukan, tak ada lagi yang bisa ku harapkan,

Transkripsi:

LAKADAUNG Oleh: Yasser A. Amiruddin Dari balik kaca mobil yang melintas Ku melihat hamparan padi yang menguning Memandang kenangan lepas Mengingat kampung halaman yang lama ditinggal, Lakadaung Lakadaung menyimpan cerita indah Masa kanak-kanak yang tak terlupakan Menciptakan kaum intelektual dengan masa depan cerah Meski harus meninggalkan kampung halaman Lakadaung, aku rindu Rindu dengan kesejukan alammu Rindu akan jejak-jejak yang tercipta tempo dulu Masihkah kau mengharap kedatanganku Lakadaung, aku kangen Kangen, akan cerita indah sepanjang hari Kangen seperti gerimis yang selalu mengawali hadirnya hujan Hingga, menanti datangnya pelangi 1

SAJAK HUJAN Oleh: Askar Ada hujan ada gerimis, Tak ada hujan ada kemarau Ada hujan ada air, Tak ada hujan ada kering Ada hujan ada dingin, Tak ada hujan ada panas Ada hujan ada hijau, Tak ada hujan ada layu Ada hujan ada subur, Tak ada hujan ada tandus Ada hujan ada bencana, Tak ada hujan ada bencana Ada hujan ada kematian, Tak ada hujan ada kematian Ada hujan ada duka, Tak ada hujan ada duka Ada hujan ada luka, Tak ada hujan ada luka Ada hujan ada air mata, Tak ada hujan ada air mata Ada hujan ada hidup, Tak ada hujan ada hidup Hujan... terima kasih teruslah memberi hidup 2

HUJAN Oleh: Muhammad Idrianto Bulirmu Bintang kian menghilang Dan pagi mulai menyingsing Namun, datang awan mendung Tanpa sapaan langsung menjadi bentang Before bintang and mentari sing song Bulirmu mulai terjun dengan merdu Menusuk lalu menembus angin dan debu Tak peduli aku jadi baja, atau batu Hujan akan tetap memburu Hingga benteng jadi tugu Tiap bulirmu yang menerpa Bak kenangan yang sesakkan dada Meski menenggelamkanku akan tetap kujaga Walau harus bersabung jiwa dan raga Karena, hujan menghilangkan dahaga Kini kurasa badan telah basah Diguyur airmu tanpa banyak asah Air yang kuharap tergenang tanpa resah Sampai penghulu dan semua orang berkata sah Sehingga engkau dan aku tidak akan pernah terpisah 3

Tapi jujur ku selalu bertanya Adakah hujan di malamnya Yang menyuburkannya Meski ku tak di sisinya Dalam mendungnya Musnah sudah.. Aku tahu bahwa Bila langit cerah telah menghilang Bila petir menyambar tak keruan Bila guntur menggelegar di mana-mana Akan datang hujan di bumi ini Aku tahu bahwa Bila hujan tak pernah berhenti Bila petir terus saja menyambar Bila guntur tetap menggelegar Akan tenggelam bumi ini Apa yang aku inginkan Langit cerah hanya mimpi Langit tenang hanya harapan Langit damai hanya khayalan Semua yang indah telah pergi Apa yang aku inginkan Langit cerah menyinari Langit tenang bersemi Langit damai menemani Semua jatuh bersama butiranmu 4

HUJAN KEMATIAN Oleh: Muh. Syaifullah Dimulai dari mendung Saat langit ditutupi awan gelap abu-abu Kabar itu mulai terdengar Berita entah baik atau buruk Kabar kepindahan kepemimpinanmu Mendung berganti jatuhan tetesan-tetesan air Rindukah namanya ini Setelah engkau benar beralih ke yang lain Setelah suasana baru bermunculan Ketika kau tak ada di sisi Hujan semakin menguasai Membanjiri asa yang terputus Membendung nasib yang terlantar Butuh pahlawan Butuh pemimpin Embun menghampiri dengan sinar matahari pencerahan Mengantarkan ibu pemimpin Ibu tegas cerdas lagi bijaksana Pahlawan kami datang Hingga hujan menderas lagi Diiringi gelegar petir tangisan 5

Kematian ibu pemimpin kami tiba Setelah kami pergi tak meninggalkannya Kami tak percaya Sekarang engkau menyisakan pelangi Pelangi yang lebih indah dari pelangi tujuh warna Pelangi kejayaan tentunya Pelangi dari ibu pemimpin kami Bidadari pahlawan kami Kami merindu Saat proses hujan terjadi Kami rindu sosokmu Saat proses kehidupan terjadi Kami rindu semuamu 6

HUJAN Oleh: Askar Hujan... Engkau hadir membekukan rindu Menepis sepi bersama pilu Memberi hidup akar alamku Menyamari air mata dukaku Hujan... Hadirlah dengan senyum Jangan tampakkan sisi terburukmu Hanyutkan seluruh kelam Beningkan jiwaku dengan jernihmu Hujan... Beri aku sejuk Beri aku peluk Hibur aku dalam senyap Dan teruslah jatuh membawa hidup 7

KALA ITU Oleh: Asriani Tetes air hujan menyerbu bumi Memaksa awan untuk menangis Petir tak berbicara banyak Di kala itu hujan kian membasahi hati Saat aku bertamu mengunjungi nisanmu Di lukisan nisan tertulis namamu Tanda bahwa satu jiwa pernah hidup di dunia Tetes air menyerbu bumi Melantunkan nada khasnya yang gemercik Membuatku tenggelam pada sebutir hujan Yang jatuh pecah berhamburan Di kala itu Sepucuk rindu mengalir menghanyutkan tawa Yang kini menghilang ditelan batu nisan Pedih, perih, rindu seakan tiada henti Membuatku lemah untuk berdiri Di kala itu Alam seakan tak hentinya menangis Melihatku rindu sosok bayangmu Yang kini tlah nyaman di pelukan-nya 8

Setiap tetes hujan menggambarkan garis wajahmu Yang melukiskan sebuah senyum mendamaikan Yang membuat rindu bergejolak membakar hati Hujan kali ini pun begitu berbeda Berbeda dengan hujan yang kemarin Berbeda dengan hujan yang kau miliki Dengan hujan ini kutulis sepucuk rindu Rindu yang terjebak dalam kalbu Rindu yang kini tiada tara Di sini Dengan hujan menjadi saksi membuatku merindu akan kasihmu merindu dengan cara diam bisu kata Miss you Father 9