BAB V KONSEP PERANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB IV ANALISIS PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Konsep perancangan yang digunakan dalam perancangan kembali pasar

5 BAB V KONSEP DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. terdapat pada Bab IV dan Bab V yaitu, manusia sebagai pelaku, Stadion Raya

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. Terakota di Trawas Mojokerto ini adalah lokalitas dan sinergi. Konsep tersebut

BAB V KONSEP PERANCANGAN. konsep dasar yang digunakan dalam Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Boom Di

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Penerapan Tema dasar Arsitektur Islam yang berwawasan lingkungan pada

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Kembali Citra Muslim Fashion Center di Kota Malang ini

BAB V KONSEP PERANCANGAN

HOTEL RESORT DI DAGO GIRI, BANDUNG

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. merupakan salah satu pendekatan dalam perancangan arsitektur yang

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Dalegan di Gresik ini adalah difraksi (kelenturan). Konsep tersebut berawal dari

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep tersebut berawal dari tema utama yaitu Analogy pergerakan air laut, dimana tema

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. dalam perancangan yaitu dengan menggunakan konsep perancangan yang mengacu

BAB VI HASIL RANCANGAN. Hasil perancangan diambil dari dasar penggambaran konsep yang terdapat

BAB VI HASIL RANCANGAN. Redesain terminal Arjosari Malang ini memiliki batasan-batasan

BAB VI HASIL RANCANGAN. wadah untuk menyimpan serta mendokumentasikan alat-alat permainan, musik,

BAB 6 HASIL PERANCANGAN. konsep Hibridisasi arsitektur candi zaman Isana sampai Rajasa, adalah candi jawa

Konsep Penataan Massa

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB VI KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dirancang berangkat dari permasalahan kualitas ruang pendidikan yang semakin

ANALISIS SITE LAHAN/TAPAK RELATIF DATAR

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Sentra Agrobisnis tersebut. Bangunan yang tercipta dari prinsip-prinsip Working

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Perancangan Gumul Techno Park di Kediri ini menggunakan konsep

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V I APLIKASI KONSEP PADA RANCANGAN. karena itu, dalam perkembangan pariwisata ini juga erat kaitannya dengan

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB 6 HASIL RANCANGAN. Perubahan Konsep Tapak pada Hasil Rancangan. bab sebelumnya didasarkan pada sebuah tema arsitektur organik yang menerapkan

SEKOLAH MENENGAH TUNANETRA BANDUNG

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Konsep dasar perancangan pada Sekolah Pembelajaran Terpadu ini terbentuk. dari sebuah pendekatan dari arsitektur prilaku yaitu dengan cara menganalisa

Konsep Tata Masa. Parkir. Green area. Green area

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN.

BAB VI HASIL PERANCANGAN Hasil Perancangan Tata Masa dalam tapak. mengambil objek Candi Jawa Timur (cagar budaya)sebagai rujukannya, untuk

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. adalah High-Tech Of Wood. Konsep High-Tech Of Wood ini memiliki pengertian

BAB IV : KONSEP. 4.1 Konsep Dasar. Permasalahan & Kebutuhan. Laporan Perancangan Arsitektur Akhir

BAB V KONSEP PERANCANGAN

KONSEP: KONTRADIKSI SPONTAN

Kondisi eksisting bangunan lama Pasar Tanjung, sudah banyak mengalami. kerusakan. Tatanan ruang pada pasar juga kurang tertata rapi dan tidak teratur


BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BANGUNAN

BAB VI HASIL RANCANGAN. Perancangan Pusat Rekreasi Peragaan IPTEK ini terletak di Batu,karena

RESORT DENGAN FASAILITAS MEDITASI ARSITEKTUR TROPIS BAB V KONSEP PERANCANGAN. 5.1 Konsep dasar perancanagan. 5.2 Konsep perancangan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. tersebut diperoleh dari alternatif-alternatif terbaik yang sudah sesuai dengan objek

BAB V KONSEP PERANCANGAN. tema perancangan dan karakteristik tapak, serta tidak lepas dari nilai-nilai

Dari pertimbangan diatas dibuat konsep tata ruang

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Konsep desain kawasan menggunakan konsep dasar transformasi yang

BAB 6 HASIL RANCANGAN. pemikiran mengenai sirkulasi angin kawasan serta pemaksimalan lahan sebagai

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. lingkungan maupun keadaan lingkungan saat ini menjadi penting untuk

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Komplek Wisata Budaya Madura merupakan sebuah rancangan yang

Hotel Resor dan Wisata Budidaya Trumbu Karang di Pantai Pasir Putih Situbondo

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Tapak perancangan merupakan area yang berada jauh dari kota. Lokasi ini

BAB VI HASIL RANCANGAN. Hasil Rancangan menggunakan konsep Serenity in Fluidity yang dijelaskan

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Konsep dasar perancangan beranjak dari hasil analisis bab sebelumnya yang

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Perancangan Kembali Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di

BAB V KONSEP. mengasah keterampilan yaitu mengambil dari prinsip-prinsip Eko Arsitektur,

BAB VI HASIL RANCANGAN. dengan ruang-ruang produksi kerajinan rakyat khas Malang yang fungsi

PERANCANGAN TAPAK II DESTI RAHMIATI, ST, MT

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR DIAGRAM...

BAB VI HASIL PERANCANGAN. apartemen sewa untuk keluarga baru yang merupakan output dari proses analisis

ANYER BEACH RESORT BAB V KONSEP PERANCANGAN

CATATAN DOSEN PEMBIMBING...

REDESAIN RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI DI SURAKARTA

BAB IV ANALISA TAPAK

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB VI HASIL RANCANGAN

BAB V KONSEP. a. Memberikan ruang terbuka hijau yang cukup besar untuk dijadikan area publik.

Structure As Aesthetics of sport

BAB VI PENERAPAN KONSEP PADA RANCANGAN. memproduksi, memamerkan dan mengadakan kegiatan atau pelayanan yang

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN V. KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN. pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

dengan view sungai Serayu sebagai daya tariknya. Resort yang menjadi sarana akomodasi wisata arung jeram memiliki fasilitas penunjang lainnya, yaitu

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

AR 40Z0 Laporan Tugas Akhir Rusunami Kelurahan Lebak Siliwangi Bandung BAB 5 HASIL PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN KERAJINAN GERABAH KASONGAN

by NURI DZIHN P_ Sinkronisasi mentor: Ir. I G N Antaryama, PhD

BAB V I KLASIFIKASI KONSEP DAN APLIKASI RANCANGAN. dari permasalahan Keberadaan buaya di Indonesia semakin hari semakin

BAB 6 HASIL RANCANGAN

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN. konsep lagu blues Everyday I Have Blues, menerapkan nilai serta karakter lagu

BAB VI PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Pada perancangan Islamic Center di Kepanjen ini, konsep-konsep yang

International Fash on Institute di Jakarta

BAB VI HASIL PERANCANGAN. 3. Pembangunan sebagai proses 2. Memanfaatkan pengalaman

II. TINJAUAN PUSTAKA. desain taman dengan menggunakan tanaman hias sebagai komponennya

BAB VI HASIL PERANCANGAN. Perancangan Fasilitas Pendukung Kawasan Kampung Inggris Pare

Transkripsi:

BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dengan memahami pandangan hidup lebih ditekankan pada kepercayaan, pola berfikir (pengetahuan), etika sosial dan estetika ini, maka dapat di ketahui cara hidup mereka sehari-hari, sekaligus juga kebiasaankebiasaan hidup yang dipertahankan dalam rangka membina ketenangan hidup. Cara dan kebiasaan ini terjadi dalam lingkungan tempat tinggal atau rumah (Ronal, 2005:6). 5.1.1 Filosofi Rumah Tanean Lanjang Tanean lanjang merupakan susunan rumah tradisional Madura. Dimana susunan rumahnya di bangun berdasarkan pola fikir masyarakat Madura serta tradisi lokal yang kuat. Susunan rumah di susun berdasarkan hirarki dalam keluarga. Barattimur adalah arah yang menunjukan urutan tua muda. Sistem yang demikian mengakibatkan ikatan kekeluargaan menjadi sangat erat. Sedangkan hubungan antar kelompok sangat renggang karena letak permukiman yang menyebar dan terpisah. Ketergantungan keluarga tertentu pada lahan masing-masing. Di ujung paling barat terletak langgar. Bagian utara merupakan kelompok rumah yang tersusun sesuai hirarki keluarga. Susunan barat-timur terletak rumah orang tua, anak-anak, cucu-cucu, dan cicit-cicit dari keturunan perempuan. 198

Kelompok keluarga yang demikian yang disebut koren atau rumpun bambu. Istilah ini sangat cocok karena satu koren berarti satu keluarga inti (Tulistyantoro, 2005: 138). 5.1.2 Pengaplikasian Konsep Pengaplikasian konsep pada perancangan kawasan wisata pantai camplong sebagai berikut: 1. Dominan perwujutan atap Pada rancangan menggunakan bentukan atap yang hampir sama dengan atap joglo tetapi lebih pipih dan lebih tinggi. Atap ini merupakan atap dari bentuk atap rumah tanean lanjang di Madura. 2. Hunian dalam kebun Dalam setiap massa cottage di berikan kebun atau taman di sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan antara alam dan bangunan sekitar. Dan tidak hanya pada massa di cottage hampir keseluruhan bangunan diberikan vegetasi dan taman. 3. Lepas dari bumi Perwujudan pada perancangan diterapkan pada bangunan cottage, restoran, pujasera. Bangunan bentuk panggung merupakan bentuk bangunan yang di miliki oleh rumah tanean lanjang yang ada di Madura. 4. Ornamen Ornamen digunakan pada tampilan fasad dan interior ruang. Corak warna yang terang mencirikhaskan akan karakter orang 199

Madura yang keras. Warna yang terang dan simpel biasa di gunakan oleh orang Madura dalam keseharian seperti warna kuning, merah, hitam dan choklat tua adalah warna-warna karakter orang pesisir Madura. 5. Religiusitas, kepemimpinan Karakter masyarakat Madura yang keras selalu terlihat dalam keseharianya, setiap lingkungan orang Madura selalu memiliki pemimpin atau petuah yang dijadikan panutan. Sedangkan dalam hal yang berhubungan dengan yang maha esa masyarakat Madura merupakan orang yang relegius dan memegang kental adat ketimuran. Terlihat dari bentuk bagunan tanean lanjang yang memiliki langgar. Penerapannya dengan menghadirkan ruang-ruang Positif dan menghindari area negatif yang tidak sesuai dengan tradisi setempat yang tidak memperbolehkan ruang-ruang yang dapat membuat hal-hal yang negatif. 5.2 Perwujudan Konsep & Tema Tanean lanjang merupakan susunan rumah tradisional Madura. Dimana susunan rumahnya di bangun berdasarkan pola fikir masyarakat Madura serta tradisi lokal yang kuat. 200

Gambar 5.1. Konsep Tanean Lanjang Sumber: Analisis, 2011 Bangunan utama untuk berkumpul (Musholla) = Area Pantai. Tempat Tinggal (Tempat beristirahat) = Area Cottage. Fungsi Penunjang (Dapur) = Area Fasilitas Penunjang. Tanean (Ruang luar) = Ruang hijau & arena bermain anak. 201

5.2.1 Konsep Perwujudan Atap Bentuk atap yang dimiliki oleh rumah tanean lanjang memiliki kekhasan berbentuk ramping dan gagah. a. Bentuk atap joglo. Gambar 5.2 Konsep Atap Joglo Sumber: Analisis, 2011 b. Bentuk atap siku. Gambar 5.3 Konsep Bentuk Atap Siku Sumber: Analisis, 2011 202

c. Bentuk atap miring. 5.2.2 Konsep Hunian Dalam Kebun Gambar 5.4 Konsep Bentuk Atap Miring Sumber: Analisis, 2011 Kawasan sendiri berada di daerah tropis kering dengan kelembapan rendah sehingga untuk menghadirkan konsep ini juga dapat dipengaruhi oleh iklim sekitar. Dalam setiap kawasan diusahakan menghadirkan konsep ini agar suasana (kesan) alam menyatu dengan kawasan wisata dan memberikan kenyamanan secara visual pada pengunjung. a. Penggunaan vegetasi pada jalur sirkulasi. Gambar 5.5 Konsep Vegetasi Sumber: Analisis, 2011 203

b. Menghadirkan taman di area hunian. Gambar 5.6. Konsep Taman Sumber: Analisis, 2011 c. Taman dapat memberikan kenyamanan secara visual. Gambar 5.7 Taman Sebagai Latar Sumber: Analisis, 2011 5.2.3 Konsep Lepas Dari Bumi. Sistem rumah panggung & penggunaan umpak untuk menopang kolom struktural, menjadikan arsitektur tidak merusak keseimbangan ekologis bumi, sekaligus tetap membiarkan bumi ini tidak di rusak oleh penanaman batu pondasi. 204

a. Perwujudan bentuk panggung pada kamar cottage. Gambar 5.8 Bentuk Panggung Sumber: Analisis, 2011 b. Perwujudan bentuk panggung pada bangunan restoran. Gambar 5.9 Bentuk Panggung Pada Bangunan Restoran Sumber: Analisis, 2011 c. Perwujudan bentuk panggung pada bangunan pujasera. Gambar 5.10 Bentuk Panggung Pada Bangunan Pujasera Sumber: Analisis, 2011 205

5.2.4 Konsep Ornamen. Ornamen-ornamen tadi diperlukan kehadirannya untuk menyempurnakan penampilan, memperkaya teknik penyelesaian, & mempertinggi kesan estetik dari arsitektur itu sendiri. a. Tampak depan Gambar 5.11 Tampak Depan Kawasan Sumber: Analisis, 2011 b. Tampak samping kawasan cottage. 206

Gambar 5.12 Tampak Samping Area Hunian cottage. Sumber: Analisis, 2011 c. Tampak samping pujasera, musholla, & Toko suvenir. 5.2.5 Religiusitas, Kepemimpinan. Gambar 5.13 Tampak Samping Area Fasilitas. Sumber: Analisis, 2011 Umumnya arsitektur klasik-etnik Nusantara tampil lugas dan tegas, baik pada penataan ruangan di dalam bangunan (misalnya 207

Dalem Jawa) maupun pada penataan gugus bangunan dari suatu unit permukiman (misalnya Tanean Madura). 5.3 Konsep Tapak 5.3.1 Konsep Obyek dalam Tapak Gambar 5.14 Bentuk Bangunan Tegas. Sumber: Analisis, 2011 Lokasi tapak yang berada di tepi pantai dan tidak memiliki kontur (datar) hal ini memudahkan penataan pada massa bangunanya. Gambar 5.15 Konsep Tanean Lanjang Sumber: Analisis, 2011 208

Perletakan massa banguna diletakkan sejajar dengan bentuk lahan. Tapak memiliki 3 zona kawasan yang membagi sesuai kebutuhan massa bangunannya. Bentuk tapak mengikuti konsep awal yaitu tanean lanjang. Gambar 5.16 Penzonaan Kawasan Sumber: Analisis, 2011 Dengan membedakan zona, dapat memudahkan pengunjung untuk pencapaian pada setiap massa dengan sesuai fungsinya. Setiap zona membentuk bentukan tanean lanjang. 209

5.3.2 Konsep Tata Masa Bangunan Keterangan: Musholla Pujasera Ruang Ganti Gambar 5.17 Blok Plan Kawasan Kantor Pengelola Aula Restoran Kolam Renang Anak-anak Panggung Hiburan Out Door Arena bermain (Pasir) Toko Suvenir Kamar Cottage Cottage Pos Keamanan Arena Bermain Anak 210

5.3.3. Konsep Vew Gambar 5.18 View Dari Jalan Raya ke Tapak View ketapak dapat di lihat secara langsung. Tinggi pagar dibuat setinggi mata manusia memandang. Gambar 5.19 View Dari Pantai ke Tapak View ke-tapak dari arah pantai dapat langsung melihat kawasan tanpa dibatasi pagar. 211

5.3.4 Konsep Pencapaian ke Tapak Gambar 5.20 Site Pencapaian ke Tapak Parkir kendaraan diletakkan di area yang dekat dengan jalan raya sehingga memudahkan akses bagi pengunjung. Jalur keluar dan masuk dibedakan untuk menghindari kemacetan saat musim liburan tiba. 212

5.3.5 Konsep Sirkulasi dalam Tapak Gambar 5.22 Sirkulasi di Dalam Tapak Jalur pejalan kaki yang berupa pedestrian. Di area sirkulasi juga menggunakan vegetasi sebagai peneduh. Gambar 5.21 Slasar Penggunaan slasar untuk menghindari terik panas matahari di dalam kawasan bagi pengguna jalan. Dengan penggunaan slasar memberikan kesan yang lebih nyaman dan tidak monoton bagi pengguna. 213

5.3.6 Konsep Iklim 5.3.6.1 Suhu Gambar 5.22 Bentuk Atap Sebagai Pengurai Suhu Keruangan Bentuk atap yang miring dan memberikan bukaan diarea atas bertujuan untuk mengurai panas agar tidak masuk kedalam ruang. Bentuk atap yang miring sangat cocok digunakan di area tropis untuk mengurangi kebocoran saat musim penghujan. 5.3.6.2 Angin Gambar 5.23. Penggunaan Vegetasi Untuk mengurangi kecepatan Angin Laut 214

Vegetasi digunakan sebagai pemecah angin agar kecepatan agin tidak mengganggu aktifitas di dalam kawasan. Tanggul pemecah ombak juga dapat membelokkan arah angin. 5.3.6.3. Matahari Gambar 5.25. Vegetasi Sebagai Penghalang Sinar Matahari Penggunaan vegetasi sebagai penghalang sinar matahari saat siang hari di area hunian. Gambar 5.26. Kanopi Sebagai Penghalang Sinar Matahari 215

Kanopi digunakan sebagai penghalang sinar matahari yang langsung masuk ke-ruangan, bentuk ini diaplikasikan pada hunian rumah cottage. Gambar 5.27 Bentuk Bangunan Untuk Pembayangan Pada Sore Hari Gambar 5.28. Bentuk Bangunan Untuk Pembayangan Pada Pagi Hari Bentuk bangunan digunakan sebagai pembayangan untuk melindungi bangunan yang tidak membutuhkan panas matahari terlalu tinggi. Dengan penggunaan bentuk bangunan bertujuan untuk menaungi aktifitas disekitar bangunan. 216

5.3.7. Konsep Kebisingan Gambar 5.29. Kebisingan di Batasi dengan Are Parkir Kebisingan yang berbatasan langsung dengan jalan raya di batasi dengan lahan parkir untuk mengurangi kebisingan dari kendaraan bermotor. 217

Gambar 5.30 Kebisingan di Batasi dengan Vegetasi Vegetasi juga digunakan untuk meredam suara bising kendaran bermotor. Vegetasi merupakan bagian dari konsep hunian dalam kebun. Gambar 5.31 Kebisingan di Batasi dengan Gedung Aula Kebisingan yang berbatasan lansung dengan pemukiman hanya di batasi dengan serbaguna dan restoran yang tidak terlalu membutuhkan ketenangan. 218

Gambar 5.32 Kebisingan di Batasi dengan Pagar Kebisingan di area sebelah barat tidak terlalu tinggi karena berupa lahan kosong dan gudang minyak pertamina sehingga hanya di batasi dengan pagar saja. 5.3.8 Konsep Vegetasi Gambar 5.33 Vegetasi Parkiran Vegetasi sebagai peneduh di area parkiran. Pohon digunakan sebagai penunjuk arah parkir. 219

Gambar 5.34. Vegetasi Taman Bermain Vegetasi digunakan area berteduh dan beraktifitas pengunjung. Dengan vegetasi menghadirkan suasana alam di dalam kawasan. Gambar 5.35. Denah Vegetasi Taman Vegetasi Sebagai Pengarah arah sirkulasi didalam kawasan dan juga sebagai penegas sirkulasi. 220

5.3.9 Konsep Batu, Air, dan Tanah Gambar 5.36 Perkerasan Sirkulasi Bebatuan digunakan diarea perkerasan untuk jalur sirkulasi pengguna. Penggunaan bebatuan bertujuan untuk memberikan kesan yang dekat dengan alam. Gambar 5.37 Kolam Renang Anak Air digunakan sebagai kolam renang untuk anak-anak. Air juga digunakan sebagai penetralisir panas dikawasan. 221

Gambar 5.38 Pasir Di Arena Bermain Pasir digunakan untuk area taman bermain anak. Pasir juga dapat mengurangi intesitas cedera anak saat terjauh. 5.3.10 Konsep Parkir Gambar 5.39. Site Parkiran 222

Parkir diletakkan di area yang mudah diakses serta dekat dengan jalan raya. Pencapaian parkiran dan kawasan wisata tidak terlalu jauh. Gambar 5.40. Parkiran Area parkir dibedakan antara kendaraan roda 4 dan roda 2. 5.4 Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan Gambar 5.41 Tampak Depan Kawasan 223

Menggunakan bentukan panggung pada area depan dan menonjolkan struktur kolom sebagai penopang atap. Kolom di expos sebagai ornamen selain sebagai struktur. Gambar 5.42 Suasana Area Cottage Bentuk bangunan panggung juga dihadirkan di dalam area cottage. Dengan menunjukkan transformasi perubahan wujud bentuk masa lalu ke bentuk yang lebih ke-kinian. Gambar 5.43 Tampilan Pujasera 224

Tampilan panggung pada rumah tanean lanjang diaplikasikan ke-bentuk yang lebih modern dengan permainan bentuk kolom. Warna yang digunakan mewakili karekter orang madura yang keras tetapi simpel, Yaitu perpaduan antara warna merah kuning dan choklat. 5.5. Konsep Ruang Gambar 5.44 Denah Coffe Shop Suasana ruang di buat simpel sesuai dengan karakter orang madura yang menyukai hal yang lebih sederhana. Coffe shop merupakan area bersantai, ruang ini diletakkan di area yang mendapatkan view langsung kepantai. 225

Gambar 5.45 Coffe Shop Interior yang digunakan bercorak natural dengan penggunaan warna yang kasual tetapi degan interior yang modern memberikan kesan yang lebih nyaman bagi pengguna. Warna choklat dan warna kream digunakan karena warnawarna ini sering digunakan untuk warna-warna ruang untuk rumah madura. 5.6 Konsep Utilitas 5.6.1 Konsep Sistem Pencahayaan a. Konsep Pencahayan Alami Dengan pemanfaatan sinar matahari sebagai pencahayaan alami pada ruang- ruang yang memungkinkan di beri bukaan seperti cottage, ruang makan restoran, musholla, aulla, kantor, coffe shop, pujasera, dan fasilitas penunjang lainnya. 226

b. Konsep Pencahayaan Buatan Gambar 5.46 Pencahayaan di Area Parkir Pencahayaan buatan yang digunakan di area parkir digunakan saat malam hari dengan jarak sekitar 8 m antar lampu jalan. Gambar 5.47. Pencahayaan di Area Taman Bermain Area cottage juga menggunakan pencahayaan lampu taman untuk menerangi saat malam hari, Karena aktifitas juga berlangsung pada saat malam hari. 227

Gambar 5.48 Pencahayaan di Ruang Coffe Shop Pencahayaan di ruang coffe shop juga menggunakan pencahayaan buatan karena coffe shop sendiri saat malam hari juga melayani pengunjung. 5.6.2 Konsep Sistem Plumbing 5.6.2.1 Kosep Sistem Pemadam Kebakaran Gambar 5.49. Hydrant Luar di Area parkir Hydrant luar diletakkan diarea yang mudah dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran. 228

Hydrant juga diletakkan di area-area yang rawan seperti cottage, restoran, dan area kantor pengelola. 5.6.3. Persampahan Gambar 5.50 Bak Sampah di Area Parkir Bak sampah diletakkan di area yang banyak di lewati pengunjung sehingga memudahkan pengunjung untuk menjaga kebersihan komplek wisata pantai camplong. 5.6.4 Konsep Sistem Distribusi Listrik Sumber daya listrik utama bangunan berasal dari PLN melalui jaringan listrik kota. Sebagai cadangan digunakan genset yang bekerja secara otomatis bila listrik padam. Perletakkan genset dipertimbangkan terhadap kebisingan yang ditimbulkan dan dihindari dari penglihatan langsung. 229