Siklus Batuan. Bowen s Reaction Series

dokumen-dokumen yang mirip
Petrogenesa Batuan Beku

LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

MINERAL OPTIK DAN PETROGRAFI IGNEOUS PETROGRAFI

Gambar 2.1 Siklus batuan, tanda panah hitam merupakan siklus lengkap, tanda panah putih merupakan siklus yang dapat terputus.

ACARA IX MINERALOGI OPTIK ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan praktikum mineral optik hanya mendeskripsikan mineralnya saja.

DERET BOWEN DAN KLASIFIKASI BATUAN BEKU ASAM DAN BASA

What is a rocks? A rock is a naturally formed aggregate composed of one or more mineral

OKSIDA GRANIT DIORIT GABRO PERIDOTIT SiO2 72,08 51,86 48,36

REKAMAN DATA LAPANGAN

Sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri dari satu atau lebih mineral.

MODUL III DIFERENSIASI DAN ASIMILASI MAGMA

Gambar 6. Daur Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf

Magma dalam kerak bumi

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

DIAGRAM ALIR DESKRIPSI BATUAN BEKU

DASAR-DASAR ILMU TANAH WIJAYA

DASAR-DASAR ILMU TANAH

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan

BAB II PETROLOGI BATUAN BEKU EKSTRUSI A. PENGERTIAN BATUAN BEKU EKSTRUSIF

hiasan rumah). Batuan beku korok

IV. BATUAN METAMORF Faktor lingkungan yang mempengaruhi

BATUAN BEKU IGNEOUS ROCKS

Geologi Teknik. Ilmu Geologi, Teknik Geologi,

Tekstur dan Struktur Batuan Beku Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah petrografi

TINJAUAN PUSTAKA. Batuan

Batuan beku Batuan sediment Batuan metamorf

BUMI YANG DINAMIS DIGERAKKAN OLEH

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Solusi. Latihan 1. Bahan : Geologi -1

KLASIFIKASI BATUAN BEKU

BATUAN BEKU. Disusun Oleh :

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 11. PEMBETUKAN TANAH SUBUR DAN STRUKTUR BUMILATIHAN SOAL BAB 11. magma. kawah. lahar. lava

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN

Please download full document at Thanks

Geohidrologi dan Oseanografi (Hidrosfer) 2 Geohidrologi dan Oseanografi (Hidrosfer)

RORO RASI PUTRA REDHO KURNIAWAN FAJAR INAQTYO ZALLAF AHMAD ABDILLAH DOLI ALI FITRI KIKI GUSMANINGSIH BENTI JUL SOSANTRI ALFI RAHMAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

Struktur Penyusun Bumi

BAB IV ALTERASI HIDROTERMAL

Diferensiasi magma pembagian kelas-kelas magma sesuai dengan komposisi kimiawinya yang terjadi pada saat magma mulai membeku.

Proses metamorfosis meliputi : - Rekristalisasi. - Reorientasi - pembentukan mineral baru dari unsur yang telah ada sebelumnya.

BAB II DASAR TEORI 2.1. Mineral Dalam Batuan Batuan Beku

BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH

Metamorfisme dan Lingkungan Pengendapan

MAKALAH BATUAN BEKU BAB I PENDAHULUAN

KUALITAS BATUAN BEKU ANDESITIS BERDASARKAN PENDEKATAN KUAT TEKAN DAN PETROLOGI

STRUKTUR DAN TEKSTUR BATUAN METAMORF

Makalah Mineralogi. Genesa Mineral. Disusun oleh : Vina Oktaviany Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 03: Batuan & Tanah

BATUAN BEKU I. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. batuan dan kondisi pembentukannya (Ehlers dan Blatt, 1982). Pada studi petrologi

BAB III METODE PENELITIAN

batuan, butiran mineral yang tahan terhadap cuaca (terutama kuarsa) dan mineral yang berasal dari dekomposisi kimia yang sudah ada.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Geologi Sebagai Ilmu Definisi Geologi Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi

MINERAL DAN BATUAN. Yuli Ifana Sari

LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Tes 1. Bahan : Geologi -1

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

BAB I PRAKTIKUM PETROLOGI. 1.1 Pendahuluan

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI NAMA DAN JENIS BATU. Naskah Publikasi

Gambar 2.1 Lapis Perkerasan Jalan

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.1

STAG3012 Petrologi batuan endapan

TINJAUAN PUSTAKA. Mineral Silikat

MINERALOGI, PETROLOGI DAN TERAPANNYA

MINERAL DAN BATUAN. Bab Mineral Definisi dan klasifikasi Mineral

BAB I PENDAHULUAN. Persebaran batuan metamorf tekanan tinggi di Indonesia (Gambar I.1)

INTERPRETASI HASIL ANALISIS GEOKIMIA BATUAN GUNUNGAPI RUANG, SULAWESI UTARA

Pertambangan adalah salah satu jenis kegiatan yang melakukan ekstraksi mineral dan bahan tambang lainnya dari dalam bumi.

BAB IV UBAHAN HIDROTERMAL

BAB 12 BATUAN DAN PROSES PEMBENTUKAN TANAH

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

BAB II TATANAN GEOLOGI

Lampiran 1.1 Analisis Petrografi

ENDAPAN MAGMATIK Kromit, Nikel sulfida, dan PGM

Karakteristik Batu Penyusun Candi Borobudur

PAPER FELDSPAR DI SUSUN OLEH: DESAN DESITNA ARUNG 41202A0045 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Citra LANDSAT Semarang

PENGARUH INTRUSI VULKANIK TERHADAP DERAJAT KEMATANGAN BATUBARA KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN

Berdasarkan susunan kimianya, mineral dibagi menjadi 11 golongan antara lain :

BAB V KIMIA AIR. 5.1 Tinjauan Umum

Mineral Mineral Pembentuk Batuan ( Reaksi Bowen ) / Rock Forming Mineral (RFM)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN

PEDOMAN PRAKTIKUM GEOLOGI UNTUK PENGAMATAN BATUAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

PEMBENTUKAN TANAH PARANITA ASNUR

STAG3012 Petrologi batuan endapan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kastowo (1973), Silitonga (1975), dan Rosidi (1976) litologi daerah

Lokasi : Lubuk Berangin Satuan Batuan : Lava Tua Koordinat : mt, mu A B C D E F G A B C D E F G

Mineralogi. By : Asri Oktaviani

Bagian. Mengenal Bebatuan

PETROGENESA LAVA GUNUNG RINJANI SEBELUM PEMBENTUKAN KALDERA

PENELITIAN BATUAN ULTRABASA DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR, PROVINSI MALUKU UTARA. Djadja Turdjaja, Martua Raja P, Ganjar Labaik

KARAKTERISTIK MINERALOGI ENDAPAN PASIR BESI DI DAERAH GALELA UTARA KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN LAPORAN HASIL KAJIAN

dan Satuan Batulempung diendapkan dalam lingkungan kipas bawah laut model Walker (1978) (Gambar 3.8).

Gambar 3.6 Model progradasi kipas laut dalam (Walker, R. G., 1978).

Universitas Gadjah Mada 36

PETROLOGI. (mineral, batuan dan tanah) Informasi Geoteknik 1/13/2011

PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP

Transkripsi:

Siklus Batuan Magma di dalam bumi dan magma yang mencapai permukaan bumi mengalami penurunan temperatur (crystallization) dan memadat membentuk batuan beku. Batuan beku mengalami pelapukan akibat hujan, angin, ombak, dan lain-lain sehingga mengalami pengankutan dan kemudian mengendap menjadi sedimen. Lama kelamaan sedimen tersebut megalami proses pembatuan (lithifikasi) yaitu compaction dan cementation membentuk batuan sedimen. Batuan sedimen mengalami peningkatan suhu dan tekanan tidak sampai meleleh membentuk batuan metamorf dan yang meleleh (melting) karena pengaruh tekanan dan suhu yang lebih tinggi lagi membentuk magma kembali. Bowen s Reaction Series Seri reaksi Bowen menunjukkan proses kristalisasi mineral dari magma dengan sistematik, melalui proses kristalisasi fraksional, satu jenis magma dapat menghasilkan beberapa macam batuan beku. Bowen menunjukkan urutan penghambluran (pembentukan mineral) dalam proses

pendinginan dan penghambluran lelehan silikat. Mineral-mineral yang mempunyai berat jenis tinggi karena kandunga Fe dan Mg seperti olivine dan biotit. Di sebelah kanannya kelompok mineral feldspar, akibatnya pada suatu keadaan tertentu, kita akan mendapatkan suatu bentuk dimana hablur-hablur padat dikelilingi oleh lelehan. Derajat kecepatan pendinginan, susunan mineralogy dari magma serta kadar gas yang dikandungnya turut menentukan proses penghamblurannya. Dengan magma dalam aspek-aspek tersebut sangat berbeda, maka batuan beku yang terbentuk juga sangat beragam dalam susunan mineralogy dan kenampakan fisiknya. Perbadaan dan Persamaan antara : Granit dengan riolit Granit adalah batuan beku dalam karena terbntuk di dalam perut bumi dengan proses pembekuan yang sangat lambat sehingga kristal yang terbentuk sempurna (euhedral). Umumnya granit mempunyai tekstur holokristalin, faneritik, dan equigranular. Struktur batu granit adalah massive (kompak). Mineral-mineral yang membentuk batu granit adalah kuarsa, sanidin, plagioklas, mika, dan amfibol. Karena mineral yang terkandung di dalamnya dominan salic mineral maka batu granit termasuk ke dalam batuan beku asam.

Rhyolite adalah batuan beku luar karena terbentuk di luar atau dekat dengan permukaan bumi dengan proses pembekuan yang cepat sehingga kristal yang terbentuk sangat kecil (afanitik). Umumnya rhyolite mempunyai tekstur hypohyalin, afanitik, dan equigranular. Struktur batu rhyolite adalah massive (kompak). Mineral-mineral yang membentuk batu rhyolite adalah kuarsa, sanidin, plagioklas, mika, dan amfibol. Karena mineral yang terkandung di dalamnya dominan salic mineral maka batu granit termasuk ke dalam batuan beku asam. Jadi persamaannya antara granit dan rhyolite adalah sama-sama batuan beku asam, mempunyai struktur massive, dan menmpunyai keseragaman kristal (equigranular). Dan perbedaan antara granit dan rhyolite adalah tempat terbentuknya batuan (granit batuan beku dalam, rhyolite Batuan beku luar), derajat kristalisasinya (granit holokristalin, rhyolite hypohyalin) dan ukuran kristalnya (granit faneritik, rhyolite afanitik). Diorite dengan andesit Diorite adalah batuan beku dalam karena terbntuk di dalam perut bumi dengan proses pembekuan yang sangat lambat sehingga kristal yang terbentuk sempurna (euhedral). Umumnya diorite mempunyai tekstur holokristalin, faneritik, dan equigranular. Struktur batu diorite adalah massive (kompak). Mineral-mineral yang membentuk batu diorite adalah plagioklas, amfibol, sanidin, volden, piroksen, mika dan olivin. Karena mineral yang terkandung di dalamnya terdiri dari salic mineral dan mafic mineral yang hampir sama maka batu diorite termasuk ke dalam batuan beku intermediate.

Andesite adalah batuan beku luar karena terbentuk di luar atau dekat dengan permukaan bumi dengan proses pembekuan yang cepat sehingga kristal yang terbentuk sangat kecil (afanitik). Umumnya andesite mempunyai tekstur hypohyalin, afanitik, dan equigranular. Struktur batu andesite adalah massive (kompak). Mineral-mineral yang membentuk batu andesite adalah plagioklas, amfibol, sanidin, volden, piroksen, mika dan olivin. Karena mineral yang terkandung di dalamnya terdiri dari salic mineral dan mafic mineral yang hampir sama maka batu andesite termasuk ke dalam batuan beku intermediate. Jadi persamaannya antara diorite dan andesite adalah sama-sama batuan beku intermediate, mempunyai struktur massive, dan menmpunyai keseragaman kristal (equigranular). Dan perbedaan antara diorite dan andesite adalah tempat terbentuknya batuan (diorite batuan beku dalam, andesite batuan beku luar), derajat kristalisasinya (diorite holokristalin, andesite hypohyalin) dan ukuran kristalnya (diorite faneritik, andesite afanitik). Syienit dengan gabro

Please download full document at www.docfoc.com Thanks