PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

dokumen-dokumen yang mirip
PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

Fungsi : Dasar Fungsi

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi

FUNCTION (FUNGSI) LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya :

Konsep Pemrograman. Bab 7. Fungsi1. Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 PENS-ITS. Umi Sa adah

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

Teknik Pemrograman Terstruktur 1 PENGENALAN BAHASA C

PRAKTIKUM 7 FUNGSI 1

KONSEP DASAR PROGRAM BAHASA C

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Sekilas Tentang C. Dasar Pemrograman & Algoritma

PENGENALAN BAHASA C. Praktikum 3

Chapter 1 KONSEP DASAR C

BAB 4 PENGENALAN BAHASA C

Keg. Pembelajaran 2 : Mengenal Bahasa C++

Fungsi 1 DASAR PEMROGRAMAN

BAB I SEKILAS TENTANG C

PENGENALAN BAHASA C. A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini:

Objectives Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C Menjelaskan proses kompilasi dan lin

BAB I PENGENALAN BAHASA C

PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024

Pemrograman Dasar C. Minggu 6

Bahasa C-M6 By Jamilah, Skom 1

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika

Pengenalan Bahasa C week 1

Objectives Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C Menjelaskan proses kompilasi dan lin

DASAR PEMROGRAMAN. PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom

ALGORITMA (2) Mengupas Kentang

BAHASA PEMROGRAMAN C

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

PRAKTIKUM 2 SEKILAS TENTANG C

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

8.1 FUNGSI, DEKLARASI DAN DEFINISI NYA

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Konsep Dasar Pemrograman Dan Pengenalan C++

Bab 3. Decision 1 (Pengambilan Keputusan)

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PERTEMUAN 1

Kurikulum Qt. Chapter 4 Function. Fungsi

BAB 1 KONSEP DASAR BAHASA C

Fungsi DASAR PEMROGRAMAN

BAB 6 FUNGSI TUJUAN PRAKTIKUM

Fungsi, Parameter, Rekursi

Oleh Dr. Fahrudin Nugroho Dr. Iman Santosa

Program menjadi terstruktur Dapat mengurangi pengulangan kode program. Fungsi dapat diimplementasikan dalam tiga bentuk :

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION

VARIABEL & TIPE DATA PEMROGRAMAN C++

LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie ilmu c++

BAB V FUNGSI Tujuan : 5.1 Dasar Fungsi

Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F

PENGENALAN C++ Bab 1

Sedangkan bentuk umum pendefinisian fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi) { statement statement... }

MENAMPILKAN HASIL Operasi Keluaran (Output)

MODUL. Fungsi (Function) Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

PEMROGRAMAN BAHASA C BAB II 2.1 STRUKTUR BAHASA C

Kurikulum Qt. { Basic OOP } Chapter 4. Function

MATERI/BAHAN PRAKTIKUM PENDAHULUAN DAN PENGENALAN (IDENTIFIER)

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti

PENGENALAN BAHASA C DAN C++

Struktur Dasar Bahasa C Tipe Data Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Pointer & Function. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK

Tipe Data, Variabel, Input/Output

FUNGSI. tipe Tipe nilai yang dihasilkan oleh fungsi. Jika tidak dinyatakan, hasil fungsi dianggap bilangan bulat (int)

Fungsi 2. Ekohariadi FT Unesa

Fungsi 1. Ekohariadi FT Unesa

Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C

MODUL. Pointer. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

PERTEMUAN V PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR DENGAN VISUAL C Setiap bahasa C mempunyai satu fungsi dengan nama main (program utama).

MODUL 7 FUNGSI A. Tujuan. B. Petunjuk. C. Dasar Teori

Minggu ke-11 Fungsi (Function)

POINTER DASAR PEMROGRAMAN

Pertemuan 6. Pemrograman Modular

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

BAB II TEORI DASAR. Gambar 1 Kurva untuk interpolasi linier. Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linier sebagai berikut :

FUNGSI II. Variabel Statis. Sifat variabel statis: Sintaks: static tipe_data nama_variabel; Contoh: static int angka;

Bahasa C melengkapi fasilitas modular dengan menggunakan fungsi pada setiap SubProgram. Contoh pembagian program menjadi beberapa subprogram.

Komentar, Identifier, Konstanta dan Variabel

Fungsi DASAR PEMROGRAMAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3

Alpro & Strukdat 1 C++ (Sub Program) Dwiny Meidelfi, S.Kom., M.Cs.

MODUL I PENGENALAN IDE C++, ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

LATIHAN SOAL (FUNGSI & PROSEDUR)

OPERATOR & UNGKAPAN. Contoh operator : a + b Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operandnya ( yaitu a dan b ).

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Achmad Solichin.

12/29/2011 ILKOM IPB 1. Algoritme dan Pemrograman. Fungsi. Fungsi. y = f (x) = x m = jumlah ( a, b ) = a + b

PENGENALAN C++ DADANG MULYANA 2012

Algoritma dan Pemrograman Tahar Agastani Teknik Informatika UIN

Pemrograman Dasar C. Minggu 8

Pengantar Visual C++ & Penulisan Program

PERTEMUAN II Tipe Data, Variabel, Konstanta, Operator

BAB VIII POINTER. Tujuan :

Transkripsi:

UNIVERSITAS GADJAH MADA PROGRAM STUDI FISIKA FMIPA Bahan Ajar 4: Pemrograman C (Minggu ke-5 dan ke-6) PEMROGRAMAN DAN METODE NUMERIK Semester 2/ 2 sks/ MFF 1024 Oleh Dr. Fahrudin Nugroho Dr. Iman Santosa Didanai dengan dana BOPTN P3-UGM Tahun Anggaran 2013 November 2013

2 BAB 5 Pemrograman C 5.1 Bagian-bagian dalam bahasa C Dalam bab ini akan diuraikan secara ringkas mengenai pemrograman C. Terutama bagian-bagian dalam tubuh program, dan masalah sitaksis (kebahasaan) yang digunakan dalam bahasa C. Untuk memulainya mari kita tinjau suatu program yang sangat sederhana berikut #include <stdio.h> int main() { printf("mari kita mulai belajar C\n"); return 0; Gambar berikut menjelaskan bagian-bagian yang ada dalam program di atas: Gambar 1: Diagram penjelasan bagian kode program C.

3 Berikut adalah penjelasan atas bagian-bagian dalam program sederhana di atas 1. Berkas header dengan ekstensi.h adalah berkas berisi prototipe fungsi, definisi konstanta, dan definisi variabel. Prototipe fungsi berupa judul suatu fungsi yang dilengkapi argumen dan tipe argumen serta tipe nilai balik, untuk fungsi yang memberikan nilai balik. Bagian ini adalah bagian yang menjadi prasyarat agar suatu program dapat dikompilasi. 2. Praposesor #include adalah suatu perintah yang digunakan untuk mengatur kompiler agar membaca berkas header yang disertakan setelahnya. 3. main adalah fungsi yang akan dijalankan pertama kali ketika program dieksekusi. Int menunjukan bahwa program memberikan nilai balik yang bertipe integer yang berarti bilangan bulat 4. printf pada program di atas adalah sebuah fungsi yang digunakan untuk menampilkan tulisan pada layar. Adapun tulisan yang akan ditampilkan adalah tulisan yang berada dalam tanda kurung dan tanda petik. Tulisan yang ditampilkan mempunyai tipe data string. 5. Nilai balik program ditentukan oleh pernyataan return. Pada contoh di atas nilai balik adalah nol, yang berarti jika berhasil maka nilai balik inilah yang akan dikeluarkan. Selain pembahasan secara ringkas mengenai pemrograman C di atas, sebenarnya masih banyak sekali hal-hal yang perlu dipelajari oleh mahasiswa agar benar-benar menguasai bahasa pemrograman C. Beberapa hal yang perlu dipelajari tersebut adalah: pengenal (identifer), penunjuk (pointer), tipe data, variabel dan deklarasinya, literal, karakter escape, operator dan lain sebagainya. Bagian tersebut tidak akan dibahas secara detail dalam buku ini. Dalam bagian berikutnya akan ditunjukan suatu konsep yang penting dalam pemrograman yaitu konsep rekursi khususnya rekursi dalam bahasa C. 5.2 Rekursi dalam Bahasa C Rekursi adalah suatu konsep yang sangat penting dalam pemrograman. Suatu fungsi dalam program disebut sebagai rekursif jika fungsi tersebut memanggil dirinya sendiri.

4 Berikut adalah contoh penggunaan konsep rekursi dalam program C. #include <stdio.h> int sum(int n); int main(){ int num,add; printf("enter a positive integer:\n"); scanf("%d",&num); add=sum(num); printf("sum=%d",add); int sum(int n){ if(n==0) return n; else return n+sum(n-1); /*self call to function sum() */ Contoh program di atas menunjukan bahwa fungsi sum pada dasarnya memanggil dirinya sendiri. Karenanya fungsi sum dalam program tersebut menunjukan sesuatu yang bersifat rekursif. 5.2.1 Penerapan pemrograman pada contoh sederhana Setelah contoh di atas kali ini akan dibahas suatu ungkapan matematik sederhana yang disebut dengan logistic map. Perlu ditekankan bahwa meskipun secara ungkapan matematik tampak sederhana namun permasalahan ini sebenarnya mengandung kompleksitas yang tinggi. Berikut adalah ungkapan matematik logistic map yang dimaksud x!!! = rx! 1 x! (5.1) Berikut ini adalah contoh program yang digunakan untuk menampilkan nilai dari x sebagai fungsi n dengan nilai masukan x 0 dan r tertentu.

5 #include <stdio.h> #include <math.h> void main(void) { float const a = 2.80; float const b = 3.10; float const x0 = 0.312; float x = x0; float y = x0; int i; for (i = 0; i <= 60; i++) { printf("%d\t%f\t%f\n",i,x,y); x = a * x * (1.0-x); y = b * y * (1.0-y); Setelah dijalankan maka untuk parameter r = 1.8 dan x 0 = 0.312 Figure 2: Hasil rekursi dengan menggunakan pers. (5.1).

6 Setelah dijalankan maka untuk parameter r = 2.8 dan x 0 = 0.312 Gambar 3: Hasil rekursi dengan menggunakan pers. (5.1) dan parameter r = 2.8 dan x 0 = 0.312. Sedangkan untuk parameter untuk parameter r = 3.1 dan x 0 = 0.312 hasil rekursi diberikan oleh gambar berikut

7 Gambar 4: Hasil rekursi dengan menggunakan pers. (5.1) dan parameter r = 3.1 dan x 0 = 0.312. 5.3 Tugas Ubahlah kode sumber logistic map di atas (jika bisa gunakanlah logika rekursif). Dengan kode sumber tersebut, tunjukan grafik x n versus r dengan memvariasi r dari 0 sampai dengan 4 dengan selang 0.01.

Petunjuk : 8