BAB II DATA DAN ANALISA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Obyek dan daya tarik wisata adalah suatu bentukan atau aktivitas dan fasilitas

BAB I PENDAHULUAN. tujuan wisata bagi rombongan study tour anak-anak PAUD (Pendidikan Anak

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kepariwisataan diperkirakan mengalami perkembangan dan mempunyai

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pariwisata di Indonesia semakin hari semakin berkembang. Sektor pariwisata merupakan salah satu

MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Nomor : 479 /Kpts-11/1998 TENTANG

SMP NEGERI 3 MENGGALA

BAB I PENDAHULUAN. wisata, sarana dan prasarana pariwisata. Pariwisata sudah berkembang pesat dan menjamur di

I. PENDAHULUAN. Pariwisata secara luas adalah kegiatan rekreasi di luar domisili untuk

MUSEUM ZOOLOGI DI BOGOR PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MORPHOSIS

BAB I PENDAHULUAN. adalah tentang keunikkan dan keanekaragaman budaya dan suku yang ada

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

Keputusan Menteri Kehutanan Dan Perkebunan No. 479/Kpts-II/1994 Tentang : Lembaga Konservasi Tumbuhan Dan Satwa Liar

IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuatu yang dapat dilihat indera penglihatan. Sejak lebih dari tahun yang lalu

BAB I PENDAHULUAN. kaya akan kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman jenis flora dan fauna

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I.1 Peta wilayah Indonesia Sumber:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1 Panduan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka 2 Ibid

V GAMBARAN UMUM KEBUN RAYA BOGOR

LAPORAN HASIL PENELITIAN dan PENGEMBANGAN, KEKAYAAN INTELEKTUAL, dan HASIL PENGELOLAANNYA INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA

I. PENDAHULUAN. 2007:454). Keanekaragaman berupa kekayaan sumber daya alam hayati dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Di Indonesia, JABODETABEK adalah wilayah dengan kepadatan penduduk yang

I PENDAHULUAN. Tabel 1. Statistik Perkembangan Wisatawan Nusantara pada tahun

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Wahana Wisata Biota Akuatik BAB I PENDAHULUAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV KONSEP DESAIN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1998 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM LEUSER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

1. BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Ekonomi Kreatif dalam situs tempo.co (2014: 29 April 2014) bahwa pertumbuhan

Perancangan Green Map Kebun Binatang Surabaya guna. memudahkan Informasi Wisatawan BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

Universitas Kristen Maranatha BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2015 PERANAN MEDIA VISUAL TERHADAP DAYA TARIK WISATA DI MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

I. PENDAHULUAN. mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN. dari aspek pariwisata, Kebun Binatang Ragunan belum memiliki kelas yang berkualitas.

Dr. Ir. H. NAHARDI, MM. Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

BAB II DESKRIPSI MUSEUM GUNUNG API MERAPI (MGM)

I. PENDAHULUAN. Kawasan Gunung Merapi adalah sebuah kawasan yang sangat unik karena

BAB I PENDAHULUAN. makna atau pesan atau yang disebut juga Komunikasi Visual. 2 Salah satu

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. aquarium, karantina, toxidemi dan ruang nokturama (binatang malam). KBS

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang kaya raya akan

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan yang dilakukan dari satu

BAB I PENDAHULUAN. Kebun binatang (sering disingkat bonbin, dari kebon binatang) atau

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Data Jumlah Spesies dan Endemik Per Pulau

III. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1998 TENTANG PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM LEUSER PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB 2 DATA DAN ANALISA

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P.53/Menhut-II/2006 TENTANG LEMBAGA KONSERVASI MENTERI KEHUTANAN,

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

WISATA TAMAN BURUNG KARANG KITRI BEKASI

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia tidak lepas dari komunikasi. Komunikasi dapat dipahami

Selama menjelajah Nusantara, ia telah menempuh jarak lebih dari km dan berhasil mengumpulkan spesimen fauna meliputi 8.

I. PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan sektor penunjang pertumbuhan ekonomi sebagai

BAB I PENDAHULUAN. ( 17/8/ % Spesies Primata Terancam Punah)

serta menumbuhkan inspirasi dan cinta terhadap alam (Soemarno, 2009).

A. Latar Belakang Masalah

STUDI EVALUASI KINERJA PENGELOLAAN KAWASAAN MARGARAYA DAN MARGASATWA TINJOMYO - SEMARANG TUGAS AKHIR. Oleh : LUTFI HANIFAH L2D

BAB I PENDAHULUAN. Malaysia menemukan bahwa faktor destination awareness, motivation, WOM

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. TSI II Prigen ini merupakan Safari Park terbesar di Asia yang berlokasi di

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Jakarta juga mempunyai seni dan budaya didalamnya. Orang Betawi yang

BAB I PENDAHULUAN. Sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa keanekaragaman

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan kaya akan potensi sumber daya

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Dengan berolahraga, maka hidup

PENDAHULUAN. dan juga nursery ground. Mangrove juga berfungsi sebagai tempat penampung

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

B A B I P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN. oleh bangsa Indonesia dan tersebar di seluruh penjuru tanah air merupakan modal

MUSEUM ETNOBOTANI INDONESIA DI BOGOR DENGAN DESAIN ARSITEKTUR FRANK LLYOD WEIGHT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

BUTTERFLY HOUSE di Yogyakarta. Bab I PENDAHULUAN. I.I. Latar Belakang Proyek

BAB I PENDAHULUAN. pariwisata, untuk sebagian negara industri ini merupakan pengatur dari roda

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tujuan rekreasi dan

BAB I PENDAHULUAN. Museum merupakan tempat yang sangat bernilai dalam perjalanan

I. PENDAHULUAN. Dari sebelas Taman Hutan Raya yang ada di Indonesia, salah satu terdapat di

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

EVALUASI WISATA TIRTA DAN SEJARAH KARANG SETRA WATERLAND BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. terus mengunjungi kebun binatang dengan penuh suka cita. Untuk itu, pihak. pemeliharaan sarana fisik yang nyaman dan menarik.

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : P.53/Menhut-II/2006 TENTANG LEMBAGA KONSERVASI MENTERI KEHUTANAN,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kondisi geografis Indonesia menyebabkan adanya keanekaragaman,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia salah satu negara yang sangat unik di dunia. Suatu Negara

BAB I PENDAHULUAN. Kota Bandung memiliki sejarah yang sangat panjang. Kota Bandung berdiri

I. PENDAHULUAN. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,

Transkripsi:

BAB II DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data 1. Wawancara dengan Bapak Agus Hidayat, penanggung jawab Museum Serangga TMII 2. Brosur dan Flyer Museum Serangga TMII 3. Angket yang disebarkan ke 50 responden pengunjung Museum Serangga TMII 4. Data Pustaka dari internet: http://www.museumindonesia.com/museum/9/1/museum_serangga_dan_ Taman_Kupu http://www.museumindonesia.com/museum/42/1/museum_zoologi_bogo r_bogor http://www.museum-museum-tmiijakarta.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11&itemid =12 3

2.2 Data Penyelenggara 2.2.1 Latar Belakang dan Sejarah Museum Serangga dan Taman Kupu TMII gambar 2.2.1 eksterior museum serangga TMII Nama Instansi Alamat : Museum Serangga dan Taman Kupu TMII : Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman Mini Jakarta Timur 13560 Telepon : 021-840 9472 Berdiri : 1993 Luas Status Kepala : 1,6 ha : Yayasan Harapan Kita : Drs. Maulana Cholik 4

Museum Serangga - Taman Mini "Indonesia Indah" dengan luas gedung 500 m2, peresmian dan pembukaannya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Soeharto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-18 Taman Mini Indonesia Indah, tanggal 20 April 1993. Museum Serangga didirikan atas prakasa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) dengan restu alm. Ibu Tien Soeharto. Tujuan utama dari museum ini adalah memperkenalkan keanekaragaman dunia serangga dan merangsang keinginan serta kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam. Pada tanggal 20 April 1993, bertepatan dengan HUT TMII ke-18, Museum Serangga diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Soeharto. Selanjutnya pada tahun1998, atas prakasa Bapak Dr. Soedjarwo dari Yayasan Sarana Wana Jaya, Museum Serangga menambah fasilitas baru berupa Taman Kupu beserta kebun pakan, kandang penangkaran, serta laboratorium yang diharapkan akan menjadi suatu usaha penangkaran dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka dan namanya berubah menjadi Museum Serangga dan Taman Kupu (MSTK). Pada tahun 2004 ada penambahan fasilitas lagi berupa koleksi binatang selain serangga (mini zoo). Pada tahun 2010 Museum Serangga dan Taman Kupu dirubah namanya menjadi Dunia Serangga (DS) 2.2.2 Koleksi Serangga Seluruh koleksi yang ada di DS ini berasal dari kepulauan Indonesia. Diperkirakan sekitar 16% jumlah jenis serangga di dunia ada di Indonesia. Keanekaragaman serangga Indonesia sangat tinggi karena negara Indonesia merupakan negara kepulaan yang dilalui oleh garis katulistiwa yang ada di dalamnya dapat beradaptasi dengan baik. Disamping itu setiap pulau yang termasuk ke dalam wilayah Indonesia mempunyai ciri khas flora dan faunanya yang berbeda-beda. 5

Dunia Serangga mempunyai sekitar 600 jenis, terdiri dari kupukupu (sekitar 250 jenis), kumbang (sekitar 200 jenis) dan kelompok serangga lain (sekitar 150 jenis). Diorama-diorama yang dapat dilihat di DS antara lain: Pesona Kumabang Nusantara, Peranan Serangga Tanah dalam Ekosistem dan Pelestarian Ekosistem, Peta Serangga Indonesia, Serangga-serangga perombak, Peta kupukupu Indonesia, Kupu-kupu Bantimurung, Serangga-serangga di pekarangan dan masih banyak lagi koleksi serangga lainnya. 2.2.3 Koleksi Serangga Hidup Selain koleksi serangga mati, disini juga mempunyai koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain: kumbang tanduk, belalang ranting, belalang daun dan lain-lain. 2.2.4 Taman Kupu Bangunan Taman Kupu seluas lebih kurang 500 m terletak di samping gedung Dunia Serangga. Ada sekitar 20 jenis tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu. Di sini pengunjung dapat melihat seraca langsung kupu-kupu dari berbagai jenis terbang dan menghisap nektar bunga-bunga yang ada di dalam taman kupu. 2.2.5 Laboratorium Laboratorium digunakan sebagai sarana penangkaran (pemeliharaan serangga hidup dari tahapan telur samapai dewasa). Selain itu terbuka juga untuk Mahasiswa atau pelajar yang ingin melakukan penelitian dan belajar tentang bagaimana mengkoleksi, membuat awetan serangga, identifikasi serta memelihara serangga hidup dan mati. 6

2.2.6 Pelayanan Untuk menambah pengetahuan berbagai hal yang berhubungan dengan serangga, Museum Serangga dan Taman Kupu menyediakan jasa layanan sebagai berikut: 1. Bimbingan umum tentang serangga dan kehidupannya 2. Pemutaran film tentang kehidupan serangga serta penjelasan di ruang audio visul 3. JAPPENT (Jasa Pelayanan Pelatihan Entomologi) 4. IAC (Insect Adventure Camp) 5. Layanan pustaka 2.2.7 Koleksi Binatang Selain Serangga Dunia Serangga membuat fasilitas tamabahan yang berupa koleksi binatang selain serangga antara lain; Tupai Sumatera, Jalarang, Bajing tiga warna, kijang, kancil, dan lain-lain. 2.2.8 Kerja Sama Dunia Serangga adalah salah satu anggota PKBSI dan Forum Komunikasi Museum (FORKOM). Kerja sama sudah dilakukan dengan berbagai institusi dari sejak awal didirikan sampai sekarang. Saat ini MSTK bekerja sama dengan LSM PEKA Indonesia aktif melakukan kegiatan bersama memperkenalkan dunia serangga kepada sekolah-sekolah dari SD sampai SMU se-jabodetabek. Universitas Islam As-Syafiiyah Jakarta Timur, Universitas Islam Negeri Jakarta, MSTK sebagai laboratorium entomologi. 7

2.2.9 Fungsi dan Tugas Museum Serangga dan Taman Kupu 2.2.9.1 Fungsi 1. Pusat data informasi jenis2 serangga penting di Indonesia sebagai penyajian citra kekayaan budaya bangsa dan kekayaan alam Indonesia. 2. Sarana pendidikan informasi bagi masyarakat 3. Sarana penelitian 4. Membangun apresiasi dan rasa bangga bagi masyarakat akan keaneka ragaman dan kekayaan alam Indonesia yang perlu dilestarikan sehingga merupakan sarana bagi pembudayaan jiwa pelestarian alam. 5. Sarana Atraksi serta hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. 2.2.9.2 Tugas 1. Menjadikan Museum Serangga dan Taman Kupu sebagai pusat data koleksi serangga, menginfentarisasi dan mendata seluruh jenis koleksi serangga Indonesia. 2. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum pelajar, maupun mahasiswa tentang keberadaan Museum Serangga dan Taman Kupu TMII. 3. Memberikan sarana dan prasarana fasilitas belajar maupun penelitian yang berhubungan dengan serangga kepada masyarakat siswa maupun mahasiswa. 4. Menampilkan keberadaan seluruh jenis koleksi serangga Indonesia yang disajikan dalam suatu peragaan yang menarik dan unik untuk 8

membangkitkan apresiasi dan rasa bangga bagi masyarakat akan keanekaragaman dan kekayaan alam Indonesia. 5. Menarik dan mendatangkan pengunjung sebanyak-banyaknya baik dalam negeri maupun luar negeri. 2.2.10 Logo dan Ambience Museum gambar 2.2.10 logo dan display museum serangga TMII 2.3 Karakteristik Produk Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu TMII dilengkapi dengan auditorium yang berkapasitas 70-100 orang, sajian film tentang serangga dan satwa lain, perpustakaan dan warung cinderamata. Laboratrium serta Taman Kupu yang asri. 9

Museum Serangga dalam program pendidikan telah melakukan penyuluhan khusus kepada rombongan pelajar dan mahasiswa jurusan biologi dan arsitek untuk praktek lapangan. MS&TK juga telah melakukan pengamatan terhadap kupu-kupu dengan jenis Pappilio menon, Pappilio demolius, Troides helena dan Troides amphisus, dan telah berhasil melakukan penangkaran kupu-kupu yang dilindungi dan kupu-kupu yang unik. 2.4 Target Audience 2.4.1 Target Primer Pelajar SD SMP, usia 10 hingga 15 tahun Kelas: B+ A Merupakan pelajar yang memiliki tingkat aktifitas cukup tinggi, senang membaca, menyenangi dan mengapresiasi ilmu pengetahuan, dan senang menemukan hal-hal baru. Sifat: kreatif, aktif, berwawasan luas, dan menyenangi aktifitas luar ruangan. 2.5 Instansi Pembanding Kompetitor dari Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu TMII adalah Museum Zoologi yang berlokasi di Bogor. Museum Zoologi Bogor juga memiliki koleksi serangga dan kupu-kupu yang cukup banyak dan museum ini mendapat dukungan dari LIPI, membuat museum ini memiliki sumber daya manusia yang kredibel. Letak museum ini ada di dalam lingkungan Kebun Raya Bogor. 10

gambar 2.5.1 eksterior museum zoologi bogor 2.5.1 Sejarah Museum Zoologi Bogor Berawal dari Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) yang didirikan di Bogor pada tahun 1894, merupakan bagian dari 's Lands Plantentuin. Pada awal didirikannya MZB berfungsi sebagai laboratorium zoologi yang memberi wadah penelitian yang berkaitan dengan pertanian dan zoologi, meliputi kegiatan inventarisasi fauna Indonesia. Dalam perkembangannya sebagai bidang zoologi aktivitasnya diperluas. 2.5.2 Susunan Organisasi Bidang Zoologi adalah salah satu dari tiga bidang penelitian yang bernaung di bawah Pusat Penelitian Biologi, LIPI, di Bogor. Dua bidang lainnya adalah bidang botani dan bidang makrobiologi. 11

2.5.3 Koleksi Fauna Indonesia Bidang Zoologi telah mengembangkan koleksi binatang awetan dan binatang hidup untuk penelitian ilmiah. Koleksi ilmiah untuk kepentingan penelitian meliputi beberapa kelompok sebagai berikut: 1. Mamalia Terdiri dari berbagai jenis binatang menyusui yang dikumpulkan dari berbagai kepulauan di Indonesia. Jumlah koleksi 650 jenis, terdiri dari 30.000 contoh binatang (spesimen). 2. Ikan Berbagai jenis ikan yang menjadi kekayaan koleksi terdiri dari 12.000 jenis yang diwakili oleh 140.000 contoh binatang. 3. Burung Dikumpulkan dari wilayah Indonesia Timur dan Barat. Jumlah seluruhnya 1000 jenis, meliputi 30.762 contoh binatang. 4. Reptil dan Amfibi Di daerah tropis, terutama di Indonesia jumlahnya tidak banyak. Koleksi yang tersimpan tercatat 763 jenis, diwakili oleh 19.937 contoh. 5. Moluska Kekayaan koleksi moluska di Indonesia tercatat 959 jenis yang diwakili oleh 13.146 contoh. 6. Serangga Adalah kelompok binatang yang paling banyak jumlahnya. Koleksi serangga tercatat 12.000 jenis, diwakili 2.580.000 contoh spesimen. 12

7. Invertebrata lain Terdiri dari jenis-jenis invertebrata bukan moluska dan serangga. Koleksi yang terkumpul ada 700 jenis diwakili oleh 1.5558 contoh. 2.5.4 Visi Misi Museum Zoologi Bogor VISI Menjadi pusat informasi fauna nusantara yang terkini dan terpercaya. MISI 1. Mengungkapkan kekayaan dan manfaat fauna nusantara 2. Meningkatkan kepeduliaan dan kecintaan generasi muda akan fauna nusantara 3. Mencerdaskan bangsa melalui pengetahuan zoologi 2.5.5 Tujuan Museum Zoologi Bogor 1. Mengembangkan sarana pameran yang ideal sesuai kemajuan ilmu dan teknologi 2. Menjadikan pameran museum sebagai sarana pendidikan yang praktis untuk mempelajari keanekaragaman, perilaku, ekosistem, dan daya guna fauna nusantara 3. Menjadikan pameran museum sebagai wahana wisata bertaraf internasional 4. Menjalin kerjasama secara nasional dan internasional dalam bidang penyelenggaraan pameran ilmiah terkini 13

Jumlah koleksi yang dipamerkan di pameran MZB meliputi 3,5% jumlah jenis fauna yang terdapat di Indonesia, dan hanya 0,05% contoh binatang (spesimen) yang dimiliki oleh Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi, LIPI. 2.6 Analisa SWOT Museum Serangga dan Taman Kupu 2.6.1 Strength Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu memiliki koleksi yang lengkap dan terorganisir dengan baik. Museum ini dilengkapi juga dengan fasilitas seperti auditorium, lab dan taman kupu-kupu serta program-program rekreasi membuatnya cocok untuk mereka yang ingin rekreasi sambil menambah ilmu pengetahuan. 2.6.2 Weakness Identitas visual dan yang masih kurang komunikatif dan tidak tepat sasaran. Lokasinya di dalam TMII sendiri cukup terpencil dan kurang menarik perhatian. 2.6.3 Opportunity pelajar SMP SMA memerlukan lokasi yang edukatif dan juga cukup rekreasional untuk mengadakan studi lapangan. Museum Serangga dan Taman Kupu-kupu merupakan lokasi yang cocok untuk studi lapangan, rekreasi dan sejenisnya. 14

2.6.4 Threat yang menjadi threat adalah saat ini pelajar lebih memilih bersantai di rumah dibanding pergi ke museum. Terutama dengan adanya gadget dan koneksi internet, para pelajar bisa menyerap ilmu tanpa harus keluar rumah, sehingga museummuseum menjadi jarang dikunjungi. 15