BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Perusahaan. 2.1.1Sejarah Singkat Perum Bulog Sebelum Jadi Perum. Sejarah Bulog tidak dapat terlepas dari sejarah lembaga pangan di Indonesia sejak zaman sebelum kemerdekaan sampai pemerintahan sekarang ini. Secara umum tugas lembaga pangan tersebut adalah untuk menyediakan pangan bagi masyarakat pada harga yang terjangkau di seluruh daerah serta mengendalikan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen. Instrumen untuk mencapai tujuan tersebut dapat berubah sesuai kondisi yang berkembang. Campur tangan pemerintah dalam komoditas beras diawali sejak Maret 1933 yaitu di zaman pemerintahan Belanda. Saat itu, untuk kali pertama pemerintah Belanda mengatur kebijakan perberasan, yaitu dengan menghapus impor beras secara bebas dan membatasi impor melalui sistem lisensi. Lahir suatu lembaga pangan yang disebut Voeding Middelen Fonds (VMF). Lembaga pangan ini banyak mengalami perubahan nama maupun fungsi. Secara ringkas, perkembangannya sebagai berikut: tugas BULOG semakin bertambah. Komoditi yang dikelola bertambah menjadi gula pasir (1971), terigu (1971), daging (1974), jagung (1978), kedelai (1977), kacang tanah (1979), kacang hijau (1979), telur dan daging ayam pada hari raya idul fitri, hari raya idul adha, serta natal dan tahun baru. 8
Kebijaksanaan stabilisasi harga beras yang berorientasi pada operasi bufferstock dimulai tahun 1970. Stabilisasi harga bahan pangan terutama yang dikelola BULOG masih tetap menjadi tugas utama di era 1980-an. Orientasi bufferstock bahkan ditunjang dengan dibangunnya gudang-gudang yang tersebar di wilayah Indonesia. 2.1.2Peralihan Menuju Perum Selama lebih dari 30 tahun Bulog telah melaksanakan penugasan dari pemerintah untuk menangani bahan pangan pokok khususnya beras dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional. Bulog memilih Perum sebagai bentuk badan hukum untuk menjalankan dua fungsi bersamaan, yaitu fungsi publik dan komersial. 2.2 Visi dan Misi Perusahaan 2.2.1 Visi Perusahaan Visi Perum Bulog adalah untuk menjadi perusahaan yang handal dalam mewujudkan pangan yang cukup aman dan terjangkau bagi rakyat. 2.2.2Misi Perusahaan Misi Perum Bulog adalah memenuhi kebutuhan pangan pokok rakyat. 2.3 Motto/Slogan Perusahaan 9
Perum Bulog Divisi Regional Jabar mempunyai slogan yaitu mewujudkan pangan yang cukup aman dan terjangkau bagi rakyat. PERUSAHAAN 10
2.4 Struktur Organisasi Perusahaan 2.4.1 Perum Bulog Divisi Regional Subdivre Jawa Barat KEPALA WAKIL KEPALA BIDANG PELAYANAN PUBLIK RASKIN SUB DIVRE BIDANG PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA BIDANG ADRIMISTRASI DAN KEUANGAN PENGADAAN INDUSTRI DAN PERDAGANGAN SDM DAN HUKUM ANALISA HARGA DAN PASAR JASA TATAUSAHA DAN UMUM PERSEDIAAN DAN ANGKUTAN PERAWATAN KUALITAS TEKNOLOGI INFORMASI HUBUNGAN MASYARAKAT KEUANGAN PENYALURAN AKUTANSI SUB DEVISI SUB DEVISI REGIONAL REGIONAL KANTOR KANTOR LOGISTIK**) LOGISTIK**) GUDANG**) GUDANG**) UPT PENGOLAHAN UPT PENGOLAHAN GABAH/ BERAS**) GABAH/ BERAS**) Keterangan: Tempat penulis melaksanakan kerja praktek Fungsi yang terkait dengan sistem informasi raskin Fungsi yang tidak terkait dengan judul penulis Gambar 2.1 Struktur organisasi divisi regional Jawa Barat 11
2.4.2 Struktur Organisasi Seksi Akuntansi Gambar 2.2 Struktur organisasi berjalan seksi akuntansi 2.5 Deskripsi Jabatan Berdasarkan struktur organisasi di atas, maka dapat diuraikan mengenai tugas dari masing-masing bagan. Berikut ini adalah tugas dari masing-masing seksi yang terkait dengan sistem informasi raskin pada Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat: A. Kepala Seksi Akuntansi 1. Melaksanakan kebijakan perusahaan secara keseluruhan. 2. Melakukan pengawasan secara menyeluruh kesetiap staf seksi akuntansi. 3. Menerima laporan harian/bulanan dari staf, bagian keuangan, bagian pengadaan dan penyaluran. PERUSAHAAN 12
4. Mengotorisasi laporan harian/bulanan kemudian diserahkan ke kepala sub divre. 5. Berwenang dan bertanggungjawab terhadap segala laporan yang dibuat oleh staf dan bagian seksi akuntansi lainnya. B. Staf Seksi Akuntansi 1. Melaksanakan tugas sesuai dengan kebijakan perusahaan secara keseluruhan. 2. Melakukan input data dan mengecek ulang laporan yang ada dari bagian pengadaan & penyaluran Pangan, laporan keuangan, dan membuat buku harian/bulanan dan buku tahunan pada laporan tersebut. 3. Menerima laporan harian/bulanan dari staf, bagian keuangan, bagian pengadaan dan penyaluran. 4. Mengotorisasi laporan harian/bulanan dan buku tahunan kemudian diserahkan ke kepala seksi akuntansi untuk ditandatangan. 2.6 Aspek kegiatan perusahaan Perum Bulog Divisi Regional Jawa Barat merupakan perusahaan yang bergerak bidang penyedia pangan yang cukup dan terjangkau bagi rakyat. 13